Categories
Megapolitan

Kapolda Metro, Irjen Karyoto Tinjau Posyan Terpadu di Kedung Waringin Bekasi

Koran Jurnal, Bekasi – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto, bersama Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, didampingi PJU Polda Metro Jaya serta Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustofa melaksanakan pengecekan Pos Pelayanan Terpadu yang berada di kawasan PT IBU Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, Jum’at (28/03/2025).

Dalam kunjungannya, Kapolda Metro Jaya secara langsung berinteraksi dengan masyarakat dan pengguna layanan di pos tersebut. Ia berinteraksi dengan pemudik serta memastikan fasilitas yang tersedia benar-benar memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa pelayanan yang diberikan berjalan optimal dan benar-benar membantu masyarakat. Kenyamanan dan keamanan warga adalah prioritas utama kami,” ujar Kapolda.

Selain berdialog dengan masyarakat, Kapolda juga meninjau berbagai fasilitas di Pos Pelayanan, termasuk kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan. Ia mengapresiasi kerja sama antara Polres Metro Bekasi dan pihak terkait dalam mewujudkan pelayanan prima di wilayah industri yang strategis ini.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustofa menegaskan bahwa Polres Metro Bekasi terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, terutama di kawasan industri yang menjadi pusat aktivitas ribuan pekerja setiap harinya.

“Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan kehadiran kepolisian dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Kapolres.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat dan pekerja yang merasa lebih diperhatikan dengan adanya pos pelayanan yang mudah diakses serta didukung oleh petugas yang sigap dan responsif.

Dengan adanya pengecekan ini, diharapkan pelayanan kepada masyarakat semakin baik, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh Masyarakat yang beristirahat di Pos Pelayanan PT. Ibu, Kedung Waringin.(*)

Categories
Megapolitan

Kapolda Metro Sapa Pemudik di Terminal Pulogebang

Koran Jurnal, Jakarta – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Karyoto, melakukan inspeksi di Pos Pengamanan (Pospam) Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, pada Rabu sore (26/3/2025). Dalam kunjungannya, Kapolda menyapa serta membagikan paket sembako kepada para pemudik yang akan mudik untuk merayakan hari raya Idul Fitri 1446 Hijriah di kampung halaman.

Turut hadir mendampingi Kapolda dalam kunjungan tersebut, Wakapolda, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Kapolres Jakarta Timur, serta Pejabat Utama Polda Metro Jaya.

“Hari ini kami bersama Kadishub melihat langsung kondisi terminal, bagaimana para pemudik yang menggunakan angkutan umum, khususnya bus. Saat ini belum terjadi lonjakan yang signifikan,” ujar Karyoto.

Kapolda menekankan bahwa aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Kelayakan armada bus yang digunakan pemudik harus sudah lolos uji dari Dinas Perhubungan dan dalam kondisi siap pakai. Selain itu, kondisi para pengemudi juga menjadi sorotan utama dengan dilakukan tes urine guna memastikan mereka bebas dari narkoba serta pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kebugaran mereka.

“Biasanya, sopir yang bugar saat dicek tensi akan menunjukkan kondisi sehat. Selain itu, fasilitas istirahat di terminal juga perlu lebih diperhatikan agar pemudik merasa nyaman. Secara keseluruhan, suhu udara di terminal sudah baik, kini yang terpenting adalah keselamatan dalam perjalanan,” tambahnya.

Ia juga menyoroti bahwa lima tahun lalu angka kecelakaan bus cukup tinggi. Namun, ia berharap tahun ini arus mudik berjalan lancar dengan prinsip “Mudik Aman dan Nyaman.”

Dari segi keamanan, ia menilai Terminal Pulogebang kini jauh lebih kondusif dibandingkan kondisi terminal di masa lalu, seperti Terminal Pulo Gadung yang dulu dikenal rawan kejahatan. Saat ini, pengamanan di Terminal Pulogebang diperketat dengan kehadiran personel TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan yang siaga 24 jam. Selain itu, pemantauan CCTV yang tersebar di berbagai titik semakin meningkatkan rasa aman bagi para pemudik.

“Tadi saya juga mengingatkan petugas agar tanggap terhadap kebutuhan pemudik. Hal yang paling penting adalah kesehatan mereka, agar perjalanan mudik berlangsung lancar dan selamat sampai tujuan,” tutup Karyoto.(*)

Categories
Megapolitan

Menhub Dudy Imbau Pemudik Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Jelang Lebaran 2025

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau pemudik atau masyarakat yang akan melakukan perjalanan pada masa angkutan Lebaran 2025, untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi jelang Lebaran.

Hal ini menindaklanjuti informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa aktivitas Madden-Julian oscillation (MJO) atau badai luas di Samudra Hindia. Badai tersebut perlahan akan bergerak ke arah Indonesia dan diperkirakan akan sampai ke Pulau Jawa pada 25 – 27 Maret 2025. Dampak yang ditimbulkan biasanya adalah hujan.

“Sepekan ke depan, BMKG memperkirakan bahwa sejumlah daerah tujuan mudik seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta, Jambi, Bali, hingga Sulawesi Tenggara, akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Karena itu, saya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi jelang Lebaran,” ujar Menhub Dudy di Jakarta, Selasa (25/3/2025).

Menhub Dudy menyarankan agar masyarakat terus memperbarui info terkait kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan. Dalam hal ini, masyarakat bisa mengaksesnya lewat saluran resmi yang dimiliki BMKG, baik melalui situs web atau aplikasi Digital Weather for Traffic BMKG.

Menhub Dudy juga mengimbau seluruh stakeholder transportasi di semua moda untuk mewaspadai hal serupa. Ia meminta para pengelola dan penyelenggara transportasi untuk memperketat pengawasan, khususnya pada aspek keselamatan.

“Saya minta seluruh stakeholder transportasi, baik di sektor darat, laut, udara, dan kereta api untuk berkoordinasi dengan pihak BMKG secara lebih intens. Sejalan dengan itu, lakukan pula inspeksi sarana dan prasarana dengan konsisten dan sesuai prosedur untuk memastikan keselamatan para penumpang angkutan umum,” terang Menhub Dudy.

Menhub Dudy juga menjelaskan potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, gelombang tinggi, hingga kilat dan petir, masih mungkin terjadi dalam kondisi cuaca yang demikian. Menurutnya, hal ini berpotensi besar menyebabkan gangguan pada jadwal perjalanan.

“Saya terus mengingatkan bahwa keselamatan penumpang adalah yang utama. Ini berlaku di semua moda transportasi. Karena itu, apabila terjadi cuaca ekstrem, penundaan atau pembatalan perjalanan bisa saja dilakukan” ungkap Menhub Dudy.

Menhub Dudy mengingatkan pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi untuk memastikan kondisi fisik dan kendaraan benar-benar prima sebelum melakukan perjalanan. “Pastikan kondisi tubuh benar-benar fit dan lakukan pengecekan kendaraan secara keseluruhan, terutama pada bagian mesin, ban, rem, hingga wiper untuk mencegah terjadinya kecelakaan,” tambahnya.

Menhub berharap penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini dapat berjalan dengan selamat, nyaman, dan lancar, meskipun ada ancaman cuaca ekstrem. “Kami berharap tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Semoga cuaca beberapa hari ke depan juga jadi lebih bersahabat” pungkasnya.(**)

Categories
Megapolitan

Kapolres Metro Jakarta Timur Cek Posyan Stasiun Jatinegara

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik Lebaran 2025, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, S.I.K., M.H., M.Si., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Metro Jakarta Timur, melakukan kunjungan ke Pos Pelayanan (Posyan) di Stasiun Jatinegara Jakarta Timur. Senin (24/03/25) sore.

Ini merupakan bagian dari rangkaian pengawasan pengamanan dalam Operasi Ketupat Jaya 2025, yang bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan moda transportasi kereta api selama arus mudik.

Setibanya di lokasi, Kapolres Metro Jakarta Timur beserta rombongan disambut oleh Kapolsek Jatinegara Kompol Chitya Intania Kusnita, S.H., serta Kepala Stasiun Jatinegara Agus Widodo.

Kegiatan dimulai dengan pengecekan langsung terhadap situasi di Stasiun Jatinegara. Kapolres melakukan interaksi dengan calon penumpang serta petugas yang bertugas di area tersebut, guna memastikan bahwa pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.

Kapolres juga mengadakan pertemuan singkat dengan Kepala Posyan dan personil pengamanan di Stasiun Jatinegara. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres memberikan semangat dan apresiasi kepada petugas yang sudah bersiaga untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Pengamanan arus mudik Lebaran ini merupakan tanggung jawab bersama. Kami ingin memastikan bahwa setiap titik pengamanan berjalan lancar, termasuk di Stasiun Jatinegara yang menjadi salah satu titik vital dalam transportasi publik,” ujar Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly.

Kegiatan kunjungan ini dilanjutkan dengan foto bersama sebagai bentuk apresiasi terhadap kerjasama yang terjalin antara pihak Kepolisian dan unsur-unsur terkait di lapangan.

Kapolres Metro Jakarta Timur mengingatkan kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan Ops Ketupat Jaya 2025 untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami juga mengimbau agar masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas pengamanan yang ada, dan untuk melaporkan segera segala kejadian yang mencurigakan melalui hotline 110,” tambahnya.

Secara keseluruhan, kegiatan kunjungan ini berjalan dengan aman dan lancar, menunjukkan kesiapan jajaran Polres Metro Jakarta Timur dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik Lebaran 2025.(*)

Categories
Megapolitan

IWO Kecam Keras Teror Kepala Babi ke Media Tempo dan Sebut Ancaman Kebebasan Pers

Koran Jurnal, Jakarta – Ikatan Wartawan Online (IWO) sangat mengecam teror kepala babi yang telah dikirimkan kepada redaksi Tempo. Tindakan ini dipandang sebagai ancaman serius terhadap kebebasan pers serta upaya untuk membungkam suara kritis media.

“IWO mengutuk tindakan teror ini sebagai bentuk intimidasi yang tidak dapat diterima dalam negara demokrasi. Teror ini kami nilai sebagai upaya untuk menekan dan membungkam media yang kritis, yang merupakan pilar penting demokrasi,” kata Ketua Umum IWO Dwi Christianto, melalui keterangan tertulisnya, Kamis malam (20/3/2025).

“Hati dan pikiran kami bersama Tempo. IWO menyatakan solidaritas kami kepada rekan-rekan wartawan yang bekerja di redaksi Tempo serta seluruh jurnalis yang terus berjuang untuk kebenaran,” tambahnya.

Selanjutnya, iWO mendesak pengusutan tuntas atas kasus ini, agar dikemudian hari tidak terjadi intimidasi terhadap keberlangsungan pers di tanah air.

“IWO mendesak pihak aparat penegak hukum agar segera melakukan pengusutan tuntas terhadap kasus ini dan menangkap pelaku serta mengungkap motif di balik teror tersebut. Karena kami menekankan pentingnya perlindungan terhadap wartawan dalam melaksanakan tugasnya, dan meminta kepada pemerintah untuk menjamin keselamatan rekan-rekan jurnalis,” pungkas Dwi.

“Dengan ini, IWO menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan, untuk bersatu melawan segala bentuk ancaman terhadap kebebasan pers di Indonesia,” ujar Dwi Christianto, yang juga merupakan dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Budi Luhur, Jakarta.

Seperti diketahui, Teror ini menambah daftar panjang kasus intimidasi yang terjadi terhadap media di Indonesia. Kantor Tempo menerima kiriman kepala babi pada 19 Maret 2025. Kepala babi tersebut dibungkus dalam kotak kardus yang dilapisi dengan styrofoam.

Kotak yang berisi kepala babi itu ditujukan kepada “Cica”. Di Tempo, Cica adalah nama panggilan untuk Francisca Christy Rosana, seorang wartawan di desk politik dan pembawa acara siniar Bocor Alus Politik.

Paket tersebut diterima oleh satuan pengamanan Tempo pada 19 Maret 2025 pukul 16.15 WIB. Cica baru menerima paket tersebut pada pukul 15 pada hari Kamis, 20 Maret 2025. Cica baru pulang dari liputan bersama Hussein Abri Yusuf Muda Dongoran.

Ketika mendapatkan informasi mengenai paket kiriman untuknya, ia membawa kotak kardus tersebut ke kantor. Hussein adalah orang yang membuka kotak itu. Ia mencium aroma busuk ketika baru membuka bagian atas kotak kardus tersebut.

Ketika styrofoam dibuka, Hussein melihat isinya adalah kepala babi. Ia bersama Cica dan beberapa wartawan membawa kotak kardus itu keluar dari gedung. Setelah kotak kardus dibuka sepenuhnya, tampak di sana kepala babi yang telinganya sudah terpotong.

Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra menyatakan bahwa kiriman paket yang berisi kepala babi tersebut merupakan bentuk teror terhadap kebebasan pers.

“Kami sedang menyiapkan langkah-langkah selanjutnya sebagai respons terhadap peristiwa ini,” ungkap Setri.***

Categories
Megapolitan

Kapolri Sebut 20 SPPG Siap Distribusikan MBG

Koran Jurnal, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Pendidikan Dasar Menengah Abdul Mu’ti, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, dan Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari Ny. Juliati Sigit Prabowo, meresmikan 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Jenderal Sigit merincikan, dari 20 SPPG yang diresmikan, empat berada di tingkat Mabes Polri dan 16 di polda prioritas. Peresmian SPPG ini merupakan realisasi atas program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Hari ini kami melaksanakan launching SPPG untuk mendukung program Asta cita dari Bapak Presiden. Makan Bergizi gratis. Dan Alhamdulillah untuk launching awal ini kami laksanakan di 4 SPPG di tingkat Mabes dan 16 SPPG di tingkat Polda Prioritas. Tentunya ini tidak berhenti sampai disini dan tentunya ini akan terus kami kembangkan,” ujar Sigit, disela-sela peluncuran SPPG, di Jalan Siaga Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (17/3/2025).

Menurut Jenderal Sigit, pembangunan SPPG akan terus berlanjut dengan target 100 lokasi pada Juli 2025. Pembentukan SPPG ini merupakan realisasi atas MoU antara Polri dengan Badan Gizi Nasional.

“Dan sebagai komitmen kami untuk mendukung program makan bergizi gratis, maka Polri pun melakukan rekrutmen terhadap Bakomsus yang memiliki keahlian di bidang gizi,” imbuh Kapolri Listyo Sigit.

Dijelaskan Kapolri, ke depan juga akan ada Bakomsus bidang akuntan, peternakan, dan perikanan, yang akan melengkapi program makan bergizi gratis. Seluruh SPPG di bawah Polri pun akan memiliki food security untuk memastikan semua sampai dengan kualitas sesuai standar.

Lanjut Listyo Sigit menambahkan, di SPPG Pejaten bahkan terdapat pengelolaan hidroponik untuk mendukung suplai kebutuhan baku makan bergizi gratis. Dengan demikian, tidak hanya pemenuhan makanan bergizi bagi anak, tetapi juga menyentuh ekosistem perekonomian di daerah.

“Dan harapan tentunya ini akan bisa membantu meningkatkan perkembangan ekonomi,” tukas Kapolri.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada Kapolri dan Ketua Dewan Pembina dalam hal ini Ny. Juliati Sigit Prabowo yang bergerak cepat mendukung program makan bergizi gratis. Diakuinya, Polri sangat luar biasa mengimplementasi instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

“Di mana tiga kunci sukses Makan Bergizi, yang pertama anggaran itu tidak perlu didiskusikan karena itu sudah disiapkan oleh Pak Presiden,” ungkapnya.

“Tadi kami mendengar dan cukup senang karena Polri sudah merencanakan akan membangun 542. Saya berbisik kepada Pak Kapolri mudah-mudahan bisa seribu (paket MBG),” beber Dadan.

Langkah serius dari gugus tugas Polri yang luar biasa, ungkap Kepala BGN, menjadikan optimisme bahwa pada bulan September seluruh fasilitas dibutuhkan untuk melakukan percepatan MBG bisa diperoleh. Kemudian, 82,9 juta penerima manfaat dapat dilayani di akhir tahun

“Jadi karena keterlibatan semua pihak, termasuk Polri yang sangat cepat, saya optimis bahwa target itu akan bisa terpenuhi. Dan saya sangat senang karena kualitas yang dibangun pun tidak main-main. Jadi betul-betul kualitas dengan standar tinggi, dengan 4 standar,” pungkas Dadan.

Tidak hanya Kepala BGN, Menteri Mu’ti juga menyampaikan bahwa gerakan luar biasa Polri ini semakin mengoptimalkan pembangunan generasi sehat dan kuat lewat MBG. Tentunya, ia berharap para murid bisa semakin semangat mengemban pembelajaran di sekolah dan menjadi harapan bangsa.

“Terima kasih sekali lagi Bapak Kapolri dan seluruh jajaran atas program ini dan mudah-mudahan ini adalah bagian dari sinergi dan ikhtiar kita bersama-sama untuk membangun dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Menteri Mu’ti.(*/hum)

Categories
Megapolitan

Forwahan Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadhan, Gelar Bukber serta Santuni Yatim dan Dhuafa di Jakarta Pusat

Koran Jurnal, Jakarta – Forum Wartawan Ketahanan (Forwahan) menggelar buka puasa Ramadan 1446 Hijriah/2025 bersama dengan sejumlah anak Yatim dan kaum Dhuafa, di RPTRA Matahari, Jalan Rawasari Barat, Jakarta Pusat, Sabtu sore (15/3/2025).

Kegiatan yang diinisiasi oleh para wartawan yang tergabung di Forwahan ini mengusung tema ‘Berbagi Kebahagiaan di Bulan Ramadhan’. Acara tersebut turut dihadiri diantaranya, Lurah Cempaka Putih Timur, Ketua RW, Tokoh Masyarakat setempat, KH. Soleh Hasri, anggota Polri dari Binmas dan Babhinkamtibmas Polsek Cempaka Putih, serta warga sekitar.

“Kami ini adalah Forwahan, forum wartawan ketahanan, yakni kumpulan wartawan dari berbagai media dan bersama para donatur ingin berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan (1446 Hijriah) dengan masyarakat, dengan para Yatim dan kaum Dhuafa,” kata Ketua Panitia, Irvan saat memberikan sambutan pembuka.

“Terima kasih yang mendalam kepada seluruh donatur. Semoga apa yang kita laksanakan ini menjadi berkah untuk masyarakat dan terus menumbuhkan rasa kepedulian sesama kita,” ujarnya menambahkan.

Dalam kesempatan itu, Lurah Cempaka Putih Timur, Amadeo menyampaikan apresiasi kepada para donatur dan wartawan Forwahan yang memiliki kepedulian terhadap sesama, yang ikut berbagi kebahagiaan dengan memberikan santunan kepada warga masyarakat yang kurang beruntung, anak Yatim dan kaum Dhuafa.

“Saya sangat apresiasi apa yang dilakukan oleh Forwahan ini ya. Apalagi di sini membantu anak yatim dan dhuafa yang sebagian besar adalah warga kita di kelurahan Cempaka Putih Timur, tentunya kita sangat senang. Mudah mudahan yang diberikan ini bisa sangat bermanfaat untuk warga kita untuk anak yatim dan dhuafa kita dan yang memberikan donasi bisa dapat keberkahan tentunya di bulan Ramadan ini,” imbuh Amadeo, dalam sambutannya.

Acara dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 75 anak Yatim dan 25 kaum Dhuafa yang berasal dari warga RW 1, 3, dan 4, Kelurahan Cempaka Putih Timur, Yayasan Melati dan Masjid Al Ikhlas Cempaka Putih Timur. Santunan tersebut berupa uang tunai dan perlengkapan sekolah.

Lebih lanjut Amadeo juga berharap, kegiatan bermanfaat ini terus dilakukan oleh para wartawan Forwahan, dengan menanamkan nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan cinta kasih. Semoga kebaikan terus menginspirasi dan membawa berkah bagi semua yang terlibat.

“Ke depan masih ada event event selanjutnya yang tentunya bisa kembali bermanfaat dan juga mendukung warga kita. Apalagi tantangannya di bulan Ramadan ini, biasanya maraknya tawuran dan narkoba. Bersama para wartawan Forwahan kita perangi tawuran dan narkoba,” cetusnya.

Adapun donatur yang memberikan dukungan dalam acara tersebut, antara lain:
– Pak Haji Ir. Marsudi, MSc
– Pushidrosal (Kadispen)
– Cleo
– Teh Leni Catering
– Hoka-hoka Bento
– Arandra Resident

Categories
Megapolitan

Institut Hubungan Industrial Indonesia Menolak Penerapan KRIS, Alasan Ini Disebut

Koran Jurnal, Jakarta – Institut Hubungan Industrial Indonesia (IHII) meminta pemerintah membatalkan dan mengkaji ulang rencana penerapan kebijakan Kelas Ruangan Inap Standar (KRIS) Satu Ruang Perawatan bagi peserta jaminan kesehatan nasional atau BPJS.

Hal itu disampaikan Ketua IHII, Saepul Tavip dalam konferensi pers di salah satu hotel di Jakarta, pada Selasa sore (11/3/2025).

Saepul Tavip menyebut, jika pemerintah tetap menerapkan kebijakan KRIS maka diperkirakan akan banyak rumah sakit yang menolak menjadi mitra dari BPJS. Dan penerapan kebijakan ini pasalnya akan menghapus pelayanan ruang perawatan klas 1,2 dan 3 bagi peserta JKN.

“Kebijakan (KRIS) ini berpotensi menimbulkan liberalisasi layanan kesehatan, dimana banyak rumah sakit yang tidak mau bekerjasama dengan BPJS karena harus merenovasi sekian ribu kamar, sehingga pada akhirnya dia akan melepaskan diri dari BPJS dan membuat rumah sakit tersendiri dengan kelas yang lebih baik. Dan bagi orang yang tidak nyaman dengan KRIS akan berpindah dan ini membuka ruang bagi Asuransi Kesehatan Swasta untuk masuk disitu,” beber Saepul.

“Jadi kami saat ini tetap pada sikap menolak, karena berpotensi menimbulkan kerugian pada masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan berkualitas,” tandasnya menambahkan.

Lebih lanjut Saepul membeberkan, alasan pihaknya menolak penerapan kebijakan tersebut, karena pembahasan terkait KRIS Satu Ruang Perawatan dengan maksimal 4 TT tidak pernah melibatkan Masyarakat dan terkhusus SP/SB sehingga rencana tersebut akan menurunkan kualitas layanan kepada pekerja dan keluarganya. Seharusnya dengan mengacu pada UU No. 13 Tahun 2022 tentang perubahan kedua UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundangan, rencana penerapan KRIS tersebut harus melibatkan Masyarakat.

“Kami khawatir dengan penerapan KRIS Satu Ruang Perawatan berpotensi besar mendukung terjadinya defisit pembiayaan JKN sehingga pelayanan JKN kepada masyarakat termasuk pekerja/buruh dan keluarganya akan semakin menurun,” lanjutnya.

Koordinator Advokasi BPJS Watch Timbul Siregar mendorong pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, untuk mengkaji ulang rencana kebijakan KRIS. Sebab dikhawatirkan kebijakan ini justru membuka ruang bagi Asuransi Kesehatan Swasta.

Timbul juga mendorong agar pemerintah memperkuat layanan yang sudah baik seperti di kelas 1 dan 2 serta melakukan perbaikan layanan pada kelas 3, yang dinilai masih belum ideal atau layak.

“Rawat inap untuk kelas 1, 2 dan 3 jangan dihapus, untuk kelas 3 bisa diperbaiki saja. Contoh untuk kelas 3 kamar mandi ada yang diluar, ayo dimasukkan kedalam agar pasien kalau mau ke kamar mandi tidak jauh,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Peraturan Presiden Nomor 59 tahun 2024 khususnya pasal 46 ayat 7 mengamanatkan diterapkannya Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Kebijakan ini rencananya akan mulai dilakukan secara utuh pada tanggal 1 Juli 2025 mendatang.(**)

Categories
Kriminalitas Megapolitan

Polri Rilis Pengungkapan Praktik Curang MinyaKita di Depok, Alat dan Ribuan Liter Disita

Koran Jurnal, Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus pengemasan ulang minyak goreng “MINYAKITA” dengan isi takaran yang tidak sesuai label kemasan. Dalam operasi yang digelar pada Minggu, 9 Maret 2025, di sebuah gudang di Kota Depok. Tim penyidik mendapati praktik curang yang merugikan konsumen.

Pengungkapan ini berawal dari penyelidikan yang dilakukan oleh tim Bareskrim Polri untuk memastikan distribusi dan ketersediaan minyak goreng “MINYAKITA” sesuai dengan ketentuan. Namun, hasil temuan di lokasi menunjukkan adanya penyimpangan. Tim menemukan bahwa minyak goreng yang dikemas ulang di tempat tersebut memiliki volume yang lebih sedikit dari takaran yang tercantum di label kemasan.

Direktur Tipideksus Bareskrim Polri sekaligus Kepala Satgas Pangan Polri, Brigjen Helfi Assegaf mengatakan, bahwa dalam pengemasan ulang ini, minyak yang seharusnya berisi 1.000 ml (1 liter), namun hanya diisi sekitar 820 ml hingga 920 ml.

“Kami menemukan bahwa minyak yang dituangkan ke dalam pouch bag hanya sekitar 820 ml dan ke dalam botol sekitar 760 ml, jelas ini tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan,” ungkap Helfi, dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (11/3/2025).

Dalam operasi ini, polisi menyita berbagai barang bukti, termasuk 450 dus minyak goreng “MINYAKITA” dalam kemasan pouch bag yang siap didistribusikan, 180 dus minyak dalam gudang, 250 krat minyak kemasan botol, serta puluhan mesin pengisian dan alat pendukung lainnya. Total minyak goreng yang berhasil diamankan mencapai 10.560 liter.

Atas temuan ini, pelaku diduga melanggar berbagai aturan hukum, termasuk Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Pangan, dan KUHP.

“Kami bertindak tegas terhadap pelaku usaha yang mencari keuntungan dengan cara merugikan masyarakat. Polri berkomitmen menegakkan hukum untuk melindungi konsumen dan perekonomian nasional,” beber Helfi.

Polri juga mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam membeli produk dan memastikan barang yang dibeli sesuai dengan standar yang ditetapkan.

“Kami juga mengingatkan para pelaku usaha agar tidak memanfaatkan momentum hari besar keagamaan untuk meraih keuntungan dengan cara yang tidak benar,” tambahnya.

Dengan pengungkapan kasus ini, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelaku dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Polri berkomitmen untuk terus menjaga ketertiban dan keadilan demi terwujudnya Indonesia yang lebih baik.(**)

Categories
Megapolitan

Kapolda Metro Jaya Gelar Bakti Sosial di Yayasan Al-Mubarokah

Koran Jurnal, Jakarta – Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Karyoto, menggelar kegiatan bakti sosial di Yayasan Al-Mubarokah yang berlokasi di Ruko Pasar Jumat, Jl. Pasar Jumat, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat (7/3/2025) sore. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan.

Dalam acara tersebut, Kapolda Metro Jaya didampingi oleh sejumlah pejabat utama Polda Metro Jaya, termasuk Karoops, Karolog, Dirbinmas, Dirintelkam, Dirlantas, Dirsamapta, Dirreskrimum, Dirreskrimsus, Dansat Brimob, dan Dirtahti. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kuat Polri dalam mendukung kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan ini, Kapolda Metro Jaya bersama Karo Ops dan Kapolres Jakarta Selatan secara simbolis menyerahkan bantuan berupa paket sembako kepada pihak yayasan. Sebanyak 37 santri yang menjadi binaan Yayasan Al-Mubarokah menerima bantuan tersebut dengan penuh antusias dan rasa syukur.

Dalam sambutannya, Irjen Pol. Karyoto menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat.

“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban anak-anak di yayasan ini serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Polri akan selalu hadir dan siap mendukung kegiatan sosial yang memberikan manfaat bagi sesama,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus menumbuhkan semangat kepedulian dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan.(*)