Categories
Megapolitan

Polri Raih Juara I Kategori Booth Terfavorit di Kampung Hukum 2025 Mahkamah Agung RI

Koran Jurnal, Jakarta – Polri berhasil menyabet ranking pertama kategori booth terfavorit di pameran Kampung Hukum 2025 yang diselenggarakan Mahkamah Agung.

Booth milik Polri ini mampu meraup total pengunjung hingga lebih dari 1.196 orang selama dua hari, 18-18 Februari 2025.

“Penghargaan Juara I Kategori Booth Terfavorit pada Pameran Kampung Hukum yang diselenggarakan oleh Mahkamah Agung RI ini merupakan komitmen Bapak Kapolri mewujudkan Polri yang Presisi dan merupakan hasil karya inovasi dari anggota Polri dalam mewujudkan pelayanan yang profesional dan transparan kepada masyarakat,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho, di Jakarta, Rabu (19/2/2025).

Pada tahun ini, Polri diwakili oleh lima satuan kerja yaitu Korlantas Polri, Divhumas Polri, Divpropam Polri, Divkum Polri, dan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. Seluruhnya melaksanakan kegiatan sosialisasi terkait berbagai inovasi dan layanan yang dimiliki Polri untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Sosialisasi yang dikemas dalam permainan dan game seru menjadikan booth Polri dari hari pertama sampai terakhir pameran tidak pernah sepi pengunjung,” kata Irjen Sandi.

Selain itu, Polri juga menghadirkan pelayanan SIM keliling, di mana pengunjung dapat memperpanjang SIM A dan C.

“Kami ucapkan terima kasih banyak kepada panitia yang terlibat dan rasa bangga tentunya menyertai capaian ini. Penghargaan ini seyogyanya menjadi motivasi kami bagi kami semua untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Sandi.(**)

Categories
Megapolitan

Wamenhub dan KaKorlantas Polri Cek Kesiapan Angkutan Lebaran 2025 di Terminal Pulogebang

Koran Jurnal, Jakarta – Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana bersama Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas) Irjen Agus Suryonugroho melakukan pengecekan (Rampcheck) kesiapan angkutan lebaran di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Senin (17/2/2025).

Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan transportasi dan kesehatan pengemudi dalam rangka mendukung kelancaran operasi angkutan lebaran.

Wamenhub Suntana menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari operasi angkutan lebaran, yang tidak hanya mengecek ketersediaan angkutan umum tetapi juga memastikan kondisi kesehatan pengemudi. Menurutnya, pengemudi yang sehat sangat penting untuk keselamatan penumpang.

“Kami ingin memastikan pengemudi dalam kondisi sehat dan bebas dari pengaruh obat-obatan. Pemeriksaan ini akan terus dilakukan selama masa angkutan lebaran, bukan hanya sebelum, tetapi juga sesudahnya,” ujar Wamenhub Suntana.

Suntana juga mengimbau kepada pengusaha bus, pengemudi, dan masyarakat untuk mematuhi seluruh aturan keselamatan guna mendukung kelancaran arus mudik. Selain itu, pengemudi yang terpilih akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes urine untuk memastikan mereka tidak terpengaruh obat terlarang.

Di kesempatan yang sama, KaKorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menambahkan bahwa pengecekan ini adalah bagian dari Operasi Keselamatan Lalu Lintas yang sedang dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

Operasi ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan dan ketaatan pengguna jalan, terutama pengemudi kendaraan umum, dalam rangka mempersiapkan Operasi Ketupat, yang akan dimulai menjelang mudik lebaran.

“Melalui operasi ini, kami berharap dapat mengurangi angka kecelakaan dan mewujudkan arus mudik yang aman dan lancar. Kami siap untuk menghadapi arus mudik dan balik lebaran dengan mempersiapkan semuanya dari sekarang,” jelas Irjen Agus.

Pengecekan seperti ini juga akan dilakukan di berbagai terminal dan stasiun di seluruh Indonesia, dengan harapan bisa menciptakan transportasi yang aman, tertib, dan terkendali selama musim lebaran. Pemerintah dan Polri berharap dapat mencapai zero accident selama operasi angkutan lebaran tahun ini.(**)

Categories
Hukum Megapolitan

Sidang Banding, Vonis Koruptor Harvey Moeis Menjadi 20 Tahun Penjara

Koran Jurnal, Jakarta – Pengadilan Tinggi Jakarta menggelar sidang putusan banding terhadap terdakwa Korupsi Kasus Komoditas Timah, Harvey Moeis, pada Kamis (13/2/2025). Putusan banding yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta, Teguh Harianto.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada Harvey Moeis selama 20 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider 8 bulan kurungan, menghukum uang pengganti Rp 420 miliar subsider 10 tahun penjara,” sebut Hakim Teguh diakhir amar putusan banding.

Vonis Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta tersebut lebih berat dari yang diterima Harvey Moeis pada sidang Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (23/12/2024). Yakni hakim Tipikor memvonis Harvey 6,5 tahun penjara, uang pengganti Rp 210 miliar subsider 2 tahun, dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan.

Hakim Teguh berujar, perbuatan Harvey Moeis dalam tindak pidana korupsi pada tata niaga komoditas timah yang merugikan negara Rp 300 triliun sangat menyakiti hati rakyat, sementara masyarakat sedang mengalami kesulitan ekonomi.

“Perbuatan Terdakwa (Harvey Moeis) sangatlah menyakiti hati rakyat, di saat ekonomi susah terdakwa melakukan tindak pidana korupsi,” lugas Hakim Teguh membaca amar putusan.

Hakim Teguh juga menyebut perbuatan Harvey Moeis tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi.

“Hal meringankan, tidak ada,” cetus Hakim Teguh.

Diketahui, JPU (Jaksa Penuntut Umum) menjerat terdakwa Korupsi kasus PT Timah Harvey Moeis dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Tipikor dan Pasal 3 Undang-Undang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) jo Pasal 55 ke-1 KUHP.

Pada sidang Tipikor, JPU menuntut terdakwa Harvey Moeis dengan pidana 12 tahun penjara, denda sebesar Rp 1 miliarmen subsider satu tahun penjara, dan membayar uang pengganti sebesar Rp 210 miliar subsider 6 tahun penjara.(**)

Categories
Megapolitan

Penandatanganan Nota Kerjasama Pengawasan Penyelenggaraan Perizinan di Daerah

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menandatangani Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama dalam Pengawasan Penyelenggaraan Perizinan di Daerah. Penandatanganan itu dilakukan Mendagri bersama Jaksa Agung, Kapolri, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (BPPIK).

Penandatanganan ini dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (4/2/2025).

Nota kesepahaman ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengawasan perizinan di daerah. Selain itu, untuk mengatasi hambatan birokrasi, membangun koordinasi antarpihak dalam pencegahan tindak pidana, serta memastikan standar biaya dan waktu perizinan sesuai ketentuan.

Dalam arahannya, Mendagri Tito berharap penandatanganan kerja sama ini membuat pengawasan penyelenggaraan perizinan di daerah menjadi lebih baik.

“Kita harapkan kerja sama ini [membuat] pengawasan akan lebih baik dalam rangka untuk mencegah tindak pidana korupsi dalam perizinan,” ujar Tito.

Langkah tersebut juga untuk mempermudah dunia usaha dalam mengurus perizinan. Terlebih, perizinan yang mudah merupakan salah satu perhatian utama Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak agar penyelenggaraan perizinan berjalan lebih baik.

“Memang salah satu atensi Bapak Presiden adalah mempermudah perizinan berusaha untuk mendorong ekonomi,” jelas Tito.

Mendagri Tito menyadari, meski telah ada Mal Pelayanan Publik (MPP), sistem Online Single Submission (OSS), serta layanan terpadu satu pintu di daerah, tapi tak sedikit pelayanan perizinan yang masih dilakukan secara manual. Kondisi ini meningkatkan risiko pungutan liar, gratifikasi, dan suap sehingga perlu diawasi.

Karena itu, selain memperkuat sistem perizinan, Mendagri Tito menekankan pentingnya pengawasan internal oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) serta pengawasan eksternal oleh Kepolisian, Kejaksaan, KPK, dan BPPIK.

“Kemudian untuk itulah pada pagi hari ini akan melaksanakan MoU (nota kesepahaman), yang nanti mungkin bisa dibacakan [isinya],” tandasnya.

Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menyebut penandatanganan nota kesepahaman ini sebagai bentuk komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dalam memperbaiki sistem perizinan di daerah serta mempermudah investasi.

“Harapannya bahwa sistem atau investasi, kemudian usaha, industri, dan sebagainya akan lebih mudah,” ucap Setyo.(*/rls)

Categories
Megapolitan

Rapat Pimpinan TNI Tahun 2025

Koran Jurnal, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Tahun 2025 di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Jumat (31/01/2025).

Rapim TNI 2025 yang mengusung tema “TNI PRIMA sebagai Garda Terdepan Pertahanan Negara Siap Mendukung Pembangunan Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Maju” dibuka secara resmi oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto didampingi para Kepala Staf Angkatan.

Dalam sambutannya, Panglima TNI menekankan bahwa Rapim TNI merupakan forum strategis bagi jajaran pimpinan untuk menyampaikan informasi, membahas tantangan tugas ke depan, serta merumuskan langkah-langkah dalam menghadapi isu-isu strategis tahun 2025.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan pola pikir dan pola tindak seluruh jajaran TNI. Dengan kesamaan visi dan misi, kita dapat memperkuat sinergi guna mewujudkan TNI yang semakin profesional dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” tegas Panglima TNI.

Sebagai bagian dari agenda Rapim, Panglima TNI bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyerahkan penghargaan kepada 17 satuan kerja TNI yang meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Penghargaan ini menjadi bukti komitmen TNI dalam meningkatkan profesionalisme serta tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel.

Selain itu, Rapim TNI 2025 menghadirkan pembekalan dari sejumlah narasumber, termasuk Menteri PANRB, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta pejabat tinggi TNI. Materi yang dibahas mencakup strategi pertahanan, reformasi birokrasi, dan penguatan sinergi lintas sektor dalam menghadapi dinamika global dan nasional.

Melalui Rapim ini, TNI meneguhkan komitmennya sebagai kekuatan pertahanan yang profesional, solid, dan siap menghadapi tantangan dalam menjaga kedaulatan negara serta mendukung pembangunan nasional. Hadir dalam kegiatan tersebut para pejabat utama Mabes TNI, pejabat utama TNI AD, TNI AL, TNI AU, serta para Dansat dari berbagai satuan di jajaran TNI.(**)

Categories
Megapolitan

Peringati HUT Ke-19, Bakamla RI Usung Tema ‘Tekad Mewujudkan Laut Aman untuk Indonesia Maju’

Koran Jurnal, Jakarta – Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 dengan penuh semangat. Upacara yang dipimpin oleh Kepala Bakamla RI, Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah, S.H.,M.Tr.Opsla ini mengusung tema “Bersama Wujudkan Laut Aman untuk Indonesia Maju.”, Jakarta, Selasa (14/1/2025)

Dalam amanatnya, Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah menekankan pentingnya refleksi dan evaluasi atas pencapaian selama 19 tahun Bakamla berdiri.

“Di usia yang semakin matang, kita harus terus meningkatkan dedikasi dan inovasi dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum di wilayah perairan Indonesia,” ujarnya.

Sejalan dengan Perpres Nomor 59 Tahun 2023 tentang Kebijakan Nasional Penyelenggaraan Keamanan, Keselamatan, dan Penegakan Hukum di Wilayah Perairan Indonesia, Bakamla RI terus menunjukkan kinerja gemilang. Di antaranya, keberhasilan dalam patroli nasional yang berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba, illegal fishing, pencemaran laut, hingga penyelundupan pekerja migran.

Tidak hanya itu, Bakamla juga meraih berbagai penghargaan, seperti predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) empat tahun berturut-turut, indeks perencanaan pembangunan nasional tahun 2024, serta juara 1 Piala Presiden dalam lomba Kulintang di Hari Nusantara 2024.

Dalam upaya meningkatkan keamanan laut, Bakamla RI bersama instansi terkait telah melaksanakan pengukuran Indeks Keamanan Laut Nasional (IKLN). Nilai indeks ini terus meningkat dari 53 pada tahun 2022 menjadi 59 pada tahun 2024 dengan predikat cukup terkendali.

 

Kepala Bakamla RI mengajak seluruh personel untuk meningkatkan kinerja, memperkuat fungsi Bakamla sebagai lembaga non-kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI, serta menjadikan Bakamla RI sebagai Coast Guard modern dan profesional.

“Mari kita tumbuhkan rasa bangga sebagai penjaga laut nusantara dan terus berkontribusi untuk Indonesia maju,” imbuhnya.

Peringatan HUT ke-19 ini juga menjadi momentum untuk menegaskan kembali komitmen Bakamla RI dalam menjaga kedaulatan dan keselamatan di laut, sekaligus menjaga nama baik institusi dengan menghindari pelanggaran yang tidak terpuji.

Sebagai penutup, Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah menyampaikan harapannya agar seluruh personel Bakamla RI dapat terus bersinergi dan bekerja keras demi mewujudkan laut Indonesia yang aman dan bebas dari pelanggaran hukum.

“Dirgahayu Bakamla RI. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua,” pungkasnya.

Sebagai informasi, turut hadir dalam upacara peringatan HUT ke 19 Bakamla RI diantaranya, Ketua DPD RI, Kepala BPK RI, dan sejumlah pejabat Polri dan stakeholder.

Usai upacara peringatan HUT ke 19, Kepala Bakamla RI meluncurkan secara resmi Senam Garda Laut Nusantara.(hum)

Categories
Megapolitan

Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Hadirkan Ruang Pelayanan Khusus Tilang Elektronik E-TLE 

Koran Jurnal, Jakarta – Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya terus berupaya meningkatkan layanan kepada masyarakat, khususnya dalam sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). AKBP Ojo Ruslani, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, menyampaikan bahwa ruang pelayanan khusus ETLE kini telah dibangun di Subdit Gakkum sebagai bentuk komitmen dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin melakukan konfirmasi pelanggaran lalu lintas.

“Ruang pelayanan ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat yang datang untuk melakukan konfirmasi terkait pelanggaran yang terekam dalam sistem ETLE. Ini bagian dari upaya kami meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih cepat, efisien, dan transparan,” ujar AKBP Ojo Ruslani, Kamis (9/1/2025).

Selain itu, AKBP Ojo Ruslani menambahkan bahwa ke depan layanan ETLE juga akan diperluas dengan menghadirkan unit pelayanan di kantor-kantor Samsat wilayah Polda Metro Jaya. Langkah ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di berbagai wilayah sehingga mereka tidak perlu datang ke kantor Subdit Gakkum.

“Kami sedang mempersiapkan unit layanan ETLE di kantor-kantor Samsat wilayah Polda Metro Jaya. Dengan cara ini, masyarakat akan lebih mudah mengakses layanan konfirmasi tanpa harus menempuh jarak yang jauh,” tambahnya.

Untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi, Polda Metro Jaya juga mengarah pada penerapan satu sistem yang bersifat paperless. Inisiatif ini dirancang untuk memotong birokrasi yang panjang sekaligus menghindari potensi terjadinya pungutan liar (pungli).

“Dengan sistem paperless, proses akan lebih cepat dan akurat. Ini juga mendukung semangat reformasi birokrasi yang bersih dan bebas dari pungli. Kami terus berinovasi agar masyarakat merasakan layanan yang lebih baik dan modern,” jelas AKBP Ojo.

Implementasi sistem paperless ini sejalan dengan visi Polri untuk memberikan pelayanan yang transparan dan akuntabel. Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya berharap inovasi ini tidak hanya meningkatkan kepuasan masyarakat tetapi juga mendukung program pemerintah dalam digitalisasi pelayanan publik.

“Ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Kami berharap seluruh inovasi ini memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,” tutup AKBP Ojo Ruslani.(**)

Categories
Megapolitan

Kapolri dan Menteri P2MI Bersinergi Lindungi Pekerja Migran Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menegaskan komitmen bersama dalam memberikan perlindungan maksimal kepada pekerja migran Indonesia, khususnya yang berangkat ke luar negeri secara unprosedural. Sinergi ini disampaikan saat doorstop setelah audiensi di Mabes Polri, Kamis (9/1/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Kapolri menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana pembentukan desk khusus atau satuan tugas (Satgas) Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang digagas Kementerian P2MI. Langkah ini bertujuan untuk memberantas praktik ilegal dan melindungi hak-hak pekerja migran.

“Kami sangat mendukung tindak lanjut pembentukan desk atau Satgas TPPO. Ini adalah bagian dari upaya negara untuk melindungi masyarakat kita yang berangkat secara ilegal dan rentan menjadi korban sindikat perdagangan orang,” ujar Jenderal Listyo Sigit.

Kapolri juga menekankan pentingnya langkah terpadu yang meliputi penindakan hukum terhadap oknum-oknum yang terlibat, upaya preventif, serta kerjasama lintas kementerian. Selain itu, Polri berkomitmen untuk menerima laporan dan pengaduan masyarakat melalui desk khusus yang akan dibentuk.

“Kami akan meningkatkan kerjasama melalui pencegahan dan penegakan hukum. Langkah pertama adalah penindakan terhadap oknum, kemudian perbaikan sistem, serta membantu masyarakat yang terjebak dalam sindikat atau jalur unprosedural,” tegasnya.

Senada dengan Kapolri, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding menyoroti data yang menunjukkan bahwa 90% pekerja migran yang mengalami eksploitasi dan ketidakadilan merupakan mereka yang berangkat secara unprosedural. Oleh karena itu, ia meminta dukungan Polri untuk menekan angka tersebut.

“Mayoritas kasus eksploitasi, overcharging, bahkan human trafficking terjadi pada pekerja migran yang berangkat unprosedural. Kami berharap Polri membantu membongkar sindikat yang bermain di balik ini,” kata Abdul Kadir Karding.

Menteri P2MI juga mengungkapkan bahwa desk khusus yang akan dibentuk nantinya akan menangani pengaduan dan evaluasi secara intensif. Ia optimistis kerjasama ini akan memberikan dampak signifikan dalam melindungi pekerja migran Indonesia.

“Ini momen penting. Saya merasa hari ini seperti mendapatkan lailatul qadar. Apa yang kami butuhkan diterima dengan sangat baik oleh Polri,” ungkapnya.

Dengan adanya sinergi ini, diharapkan angka pekerja migran yang berangkat secara unprosedural dapat ditekan, dan perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia di luar negeri semakin optimal.(**)

Categories
Megapolitan

Sinergi Tanpa Sekat: Kunci Kemajuan Wilayah Metropolitan

Koran Jurnal, Jakarta – Saat ini pemerintah telah menetapkan pengembangan 10 wilayah metropolitan prioritas yang masuk dalam Kawasan Strategis Nasional (KSN). 10 Wilayah Metropolitan tersebut memiliki tema pengembangannya masing-masing.

Wilayah metropolitan tersebut, antara lain, Mebidangro, Patungraya Agung, Jabodetabekpunjur, Cekungan Bandung, Kedungsepur, Gerbangkertosusila, Banjarbakula, Sarbagita, Bimindo, dan Mamminasata.Upaya ini diharapkan dapat mengatasi isu-isu pengembangan wilayah yang tidak dapat tertangani secara sektoral, seperti kepentingan masing-masing pemerintah daerah (pemda), ketergantungan pada wilayah inti yang menjadi pusat bisnis dan pemerintahan, hingga tidak selarasnya rencana pembangunan.

Pelaksana harian (Plh) Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Adwil Kemendagri) Amran mengatakan urgensi terhadap pengelolaan dan pengembangan metropolitan di beberapa wilayah sudah sangat mendesak. Hal ini terjadi karena semakin maraknya perpindahan penduduk ke kota-kota besar, seperti Daerah Khusus Jakarta (DKJ), Bandung, Palembang, Surabaya, Medan, Semarang, Banjarmasin, Denpasar, Makasar, dan Manado.

Ia menerangkan bahwa kota – kota besar tersebut mengalami permasalahan beban spasial seperti over capacity dimana daya tampung kota melebihi beban yang diterima. Saat pusat kota tak lagi cukup menampung penduduk, harga hunian yang semakin mahal, dan juga dampak dari industri yang mulai mengalihkan kantor atau pabriknya ke wilayah sub pusat kota, menjadikan terjadinya perpindahan penduduk ke kota – kota satelit. Sebagai contoh di DKJ, sebagian besar pekerjanya merupakan penduduk yang tinggal di luar Jakarta, yaitu di wilayah Kota Depok, Bekasi, Tangerang, dan Bogor.

“Sebagian besar masyarakat metropolitan ini bekerja di pusat kota sehingga untuk sampai ke tempat kerjanya harus bermacet-macetan dan mereka harus menghabiskan waktunya di jalan. Ini kerugian yang besar jika dirupiahkan. Lalu, ada yang bekerja di kantor dan pabrik di pusat kota. Kota satelit kerap kelimpungan dengan perkembangan yang cepat dan pesat karena belum bisa menyediakan fasilitas umum dan memberikan pelayanan publik yang baik,” ujarnya di Jakarta, Rabu (18/12/2024).

Amran mengungkapkan terdapat beberapa masalah klasik yang dihadapi wilayah metropolitan, seperti kemacetan, ketersediaan hunian yang layak, semakin berkurangnya ruang terbuka hijau, transportasi umum, penyediaan air bersih, dan pengelolaan sampah. Menurutnya, semua aspek itu perlu menjadi perhatian utama agar masyarakat yang tinggal di kota tersebut dapat hidup nyaman, sehat, dan sejahtera.

Upaya untuk menangani dampak dari perkembangan wilayah metropolitan ini sebenarnya sudah tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 59 Tahun 2022 Tentang Perkotaan. Permasalahan yang kerap dihadapi dalam pengelolaan wilayah metropolitan ini adalah pemerintah, baik provinsi, kabupaten, maupun kota kerap tak bersinergi dalam pengembangan kotanya. Masing-masing pemerintah daerah memiliki program dan kebijakannya sendiri tanpa melihat masalah, kebutuhan, dan solusi yang diperlukan ketika berada dalam satu wilayah aglomerasi.

“Dalam konteks Indonesia, pengelolaan kawasan metropolitan tidak dapat dilakukan secara independen. Pengelolaannya harus tetap berada dalam struktur pemerintahan yang ada. Pengelolaan ini melibatkan pemerintah pusat dan daerah. Intinya, koordinasi dan kerja sama yang baik dalam membangun kawasan metropolitan harus dilakukan antar pemda agar dapat maksimal dalam mencapai hasilnya,” terangnya.

Lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) itu menuturkan keberadaan metropolitan ini dapat mendorong pemerataan ekonomi dan pembangunan daerah. “Dengan program yang selaras antar pemda dalam satu wilayah metropolitan tentunya dapat mengurangi permasalahan kemiskinan. Asalkan, semua masalah yang terjadi, seperti akses pendidikan sebagai modal penyediaan tenaga kerja dan transportasi umum terintegrasi, bisa ditangani dengan baik,” tegasnya.

Amran juga mengingatkan pemda untuk merancang tata ruang yang baik. Hunian mulai dirancang vertikal untuk menyiasati lahan yang semakin terbatas. Tentunya, pemda harus membangun ruang terbuka hijau sebagai tempat sosialisasi dan menjaga keberlanjutan lingkungan. “Untuk beberapa daerah satelit, harus bisa mempertahankan kawasan produktif, seperti pertanian dan perkebunan. Ini diperlukan untuk menopang kebutuhan wilayah metropolitan itu sendiri,” paparnya.

Dalam pengembangan metropolitan, pemerintah juga dapat melihat best practice pengelolaan kawasan metropolitan dari negara lain, seperti Greater Capital City Statiscal Area Australia, Metropolis Tokyo, dan Metropolitan Seoul Area. “Tidak harus mencontoh sama persis karena ada beberapa perbedaan situasi, demografi, dan lainnya. Kita coba melihat mana yang mungkin diterapkan di sini,” kata Amran.

Ditjen Bina Adwil Kemendagri dalam melakukan asistensi selalu mengingatkan kepada pemda-pemda untuk memetakan masalah dan potensi wilayah sendiri dan sekitarnya. Dari situ, kepala daerah dan organisasi perangkat daerah akan dapat membuat program, kebijakan, dan perencanaan pembangunan yang tepat. Tidak saling tumpang tindih.

“Sehingga dalam satu wilayah metropolitan tidak saling bersaing dan mengembangkan potensi yang sama. Yang baik itu saling menopang kebutuhan, baik pangan, tenaga kerja, sumber air, dan sebagainya. Nantinya, pemda dan masyarakatnya yang merasakan manfaat ekonomi dari integrasi wilayah yang terpadu dan bersinergi tersebut,” pungkasnya.(*)

Categories
Megapolitan

Kementerian Pertanian Gandeng Satgas Pangan Polri Awasi Penyerapan Susu Segar

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) RI menggandeng Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kepolisian RI (Polri) untuk mengawasi penyerapan susu segar dalam negeri (SSDN) oleh Industri Pengolahan Susu (IPS). Langkah ini dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi guna mengatasi rendahnya penyerapan susu segar dari peternak.

Upaya ini diawali dengan rapat koordinasi yang digelar pada 11 November 2024. Dalam rapat tersebut, para pihak, termasuk koperasi peternak, pengepul susu, dan IPS, menyepakati peningkatan penyerapan susu segar.

Sebagai tindak lanjut, Kementan menyelenggarakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara koperasi/pengepul dan IPS pada 14 November 2024 di Pasuruan, Jawa Timur. Kegiatan ini diiringi dengan Gerakan Minum Susu untuk 10.000 siswa sebagai bagian dari kampanye nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kementan juga membentuk tim monitoring untuk memastikan kesepakatan tersebut terealisasi di lapangan. Tim ini bertugas memantau penyerapan susu segar, kualitas dan keamanan susu, hingga mencegah praktik pembuangan susu yang sempat terjadi di Pasuruan dan Boyolali.

“Kami melibatkan Satgas Pangan Polri, terutama di sentra produksi susu seperti Boyolali, Pasuruan, dan Blitar, untuk memastikan pelaksanaan optimal,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, di Jakarta, Jum’at, (13/12/2024).

Tim monitoring mulai bertugas sejak minggu pertama Desember 2024. Selain melakukan monitoring, Tim juga memberikan pendampingan teknis kepada peternak, seperti manajemen produksi susu dan pembinaan higiene sanitasi agar susu yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi industri. Di sisi lain, koperasi dan IPS diawasi agar tidak terjadi lagi penumpukan stok.
Tim juga melakukan pengambilan sampel untuk pengujian kualitas dan keamanan susu.

“Kami mengawal penuh komitmen IPS untuk kembali menyerap susu peternak sesuai kapasitas semula. Di sisi lain, koperasi dan peternak harus meningkatkan kualitas susu agar memenuhi standar industri,” tambah Agung.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kontribusi SSDN yang saat ini baru memenuhi 21 persen dari total kebutuhan nasional sebesar 4,7 juta ton per tahun.

“Kami terus mendorong kolaborasi antara peternak, koperasi, dan IPS agar industri susu nasional semakin kuat serta berperan dalam pemenuhan gizi masyarakat,” tutup Agung.(hum)