Categories
Polhukam Polisi TNI

Kapolri dan Panglima TNI Tinjau Gereja di Jakarta: Pastikan Ibadah Malam Natal 2022 Aman

Koran Jurnal, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono meninjau Gereja GPIB Immanuel dan Katedral, Jakarta di malam Natal. Hal itu dilakukan demi memastikan pengamanan dan penjagaan demi menciptakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Sigit mengungkapkan, Presiden Indonesia Joko Widodo telah menginstruksikan kepada TNI-Polri untuk bekerja secara maksimal dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat sepanjang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Sesuai arahan Pak Presiden bahwa pelaksanaan Nataru harus berjalan aman dan lancar,” kata Sigit di Gereja GPIB Immanuel, Jakarta Pusat, Sabtu, 24 Desember 2022, malam.

TNI-Polri, dikatakan Sigit, terus menindaklanjuti arahan Presiden Jokowi terkait pengamanan Nataru. Menurut Sigit, sejak jauh hari, sinergitas dua lembaga dan stakeholder terkait sudah melakukan upaya maksimal dalam rangka mengamankan tempat ibadah maupun pemantauan arus mudik.

Bahkan, TNI, Polri dan pihak terkait lainnya sudah melaksanakan apel gelar pasukan demi memantapkan seluruh rangkaian pengamanan Nataru berjalan damai tanpa adanya gangguan.

“Mulai tadi sore, saya kira seluruh jajaran bersama-sama antara TNI-Polri telah gelar pasukan untuk memastikan seluruh kegiatan ibadah telah dilaksanakan dan dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Sigit.

Terkait pengamanan di gereja, Sigit menyatakan bahwa, TNI dan Polri juga bersinergi dengan organisasi masyarakat lainnya seperti Banser NU dan Kokam Muhammadiyah serta ormas lainnya yang ikut membantu.

Sigit pun mengapresiasi sinergisitas elemen masyarakat tersebut. Menurutnya, hal itu mencerminkan tingginya nilai toleransi dan saling menghargai antar umat beragama di Indonesia.

“Disisi lain, ini menunjukkan nilai toleransi beragama yang tentunya harus selalu kita jaga. Semangat persatuan dan kesatuan tentunya harus kita jaga. Untuk menuju masa depan Indonesia yang lebih baik,”

Dengan adanya komitmen bersama antara, Pemerintah, TNI, Polri dan elemen masyarakat, Sigit meyakini bahwa, seluruh rangkaian Nataru akan berjalan aman, nyaman dan damai bagi seluruh warga.

“Saya mengucapkan selamat Natal 2022 dan selamat Tahun Baru 2023, bagi seluruh umat Kristiani. Dan kami TNI-Polri siap mengawal dan mengamankan agar situasi Nataru dapat berjalan aman dan lancar sesuai arahan Bapak Presiden,” ucap Sigit.

Disisi lain, Sigit menyebut bahwa, perayaan Natal di tengah Pandemi Covid-19 ini mengalami perbaikan serta peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Kegiatan ibadah di Gereja tahun ini bisa diikuti sebanyak 100 persen kapasitas.

“Jadi harapan kita tentunya kedepan, kita sedang menunggu. Bapak Menkes sedang melaksanakan penelitian kembali. Mudah-mudahan kita berdoa tahun depan kita bisa tinggalkan semua aturan terkait dengan PPKM dan kembali ke kehidupan normal. Jadi tentunya dengan demikian aktivitas masyarakat juga akan lebih baik, perekonomian akan lebih baik, dan tentunya kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat,” tutup Sigit.(hum)

Categories
Polhukam

Wakil Ketua MUI: Hidup Harmonis di Tengah Keberagaman Bagian Dari Muamalah

Koran Jurnal, Jakarta – Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr. KH. Marsudi Syuhud menyatakan kolaborasi warga dalam momentum Natal ini adalah hal yang sangat penting. Kolaborasi yang dimaksud adalah tentang bagaimana kita sebagai umat beragama bisa saling bersama-sama dan melakukan sesuatu yang dibutuhkan bagi satu sama lain.

Menurutnya, Hal ini adalah bagian dari kategori Muamalah.

“Muamalah adalah melakukan suatu usaha-usaha bersama demi kebaikan bersama yang tidak memandang sekat-sekat agama,” ujar Kiai kelahiran Kebumen ini.

Umat muslim Indonesia sebagai umat beragama Islam, berbangsa dan bernegara di Indonesia telah mendapatkan teladan langsung dari sikap Nabi Muhammad SAW yang hidup dalam berbangsa dan bernegara di Madinah. Beliau hidup bersama antar umat beragama dari agama Islam, Majusi, Nasrani, dan Yahudi dapat sepakat sepakat hidup bersama bersatu dalam gotong royong.

KH. Marsudi Syuhud menjelaskan keterlibatan Banser dalam pengamanan Natal misalnya, bukan karena situasi tidak aman, melainkan untuk ikut menjaga kehidupan bersama karena kita bersama-sama hidup, agar sama-sama nyaman, enak, dan kepenak.

Terkait pentingnya menjaga harmonisasi di tengah Natal dan Tahun Baru maupun Tahun Politik bahkan tahun-tahun lainnya , dirinya menegaskan bahwa yang terpenting adalah menjadi bangsa yang satu diikat oleh kebersamaan.

“Karena kita sudah menyatu dengan kesepakatan maka dari sinilah kita mengikuti aturan yang ada. Kita bisa harmonis jika kita tertib. Kita bisa tertib, kalau kita semua ikuti aturan,” pungkasnya.

Dengan ini, pihaknya yakin Indonesia akan damai dan nyaman. Sebagaimana berbangsa adalah ber-aturan, maka menghadapi Natal, Tahun Baru, Tahun Politik, yang terpenting adalah memiliki akhlak yang sesuai aturan. Maka pastinya tidak ada lagi pelanggaran-pelanggaran seperti menyebar hoax, maupun larangan lainnya.

“Kita harus bersyukur, karena Indonesia adalah negara civilized, yang beradab. Lihat bagaimana negara lain yang perang dengan kaum nya sendiri. Maka inilah pentingnya kita diskusi, ada ruang bersama antar sesama umat beragama agar saling memaafkan. Jadikanlah Indonesia sebagai rumah besar,” ungkap KH. Marsudi Syuhud dalam salah satu acara diskusi pada Sabtu (24/12).

Lebih lanjut, KH. Marsudi Syuhud menjelaskan Natal kali ini menjadi Natal pasca pandemi Covid-19, tetapi pihaknya mengimbau bahwa penyakit akan ada terus menerus, sehingga kewajiban umat adalah menjauhkan diri dari wabah dan penyakit.

“Kita jangan mendekati mudharat, maka jangan salaman dulu jika menyebabkan penularan virus. Menjaga jiwa yang paling utama sebagai umat beragama, dan kesehatan adalah bagian dari menjaga jiwa,” tambahnya.

Wakil Ketua MUI juga menyatakan bahwa MUI berperan dalam menjaga Kamtibmas.

“Para kiai, ustad, dari pusat hingga kampung, bersama masyarakat agar dapat memahami bagaimana hak-hak bertetangga, hak-hak berbangsa, berkeluarga dan berteman. Hari ini kita menghormati Natalan. Bertetangga saja perlu saling menghormati. Karena itulah, pentingnya kita menjaga perilaku sehari-hari atau muamalah, agar sama-sama nyaman,” tuturnya.

Menilai bagaimana ketika bisa menghormati umat beragama dan antar umat beragama maka disitulah kebahagiaan nyata, a real happines.

Menurut KH. Marsudi Syuhud terkait mengucapkan Selamat Natal ada yang mengatakan boleh tidak boleh, itu adalah pendapat. Yang penting saling menghormati dan menjaga harmonisasi dan tanpa saling menuntut. Selalu ucapkan yang baik.

Pihaknya juga menekankan bahwa perbedaan itu rahmah.

“Kita cari rahmahnya (kenyamanan hati) bukan menggali perbedaan dengan mengungkit-ungkit keburukan. Jaga yang baik-baik dalam hidup satu sama lain,” imbuhnya.

Pesan terakhir, KH. Marsudi Syuhud mengingatkan bahwa sesuatu yang paling mahal adalah rukun.

“Rasullullah telah mengingatkan umat bahwa silaturahmi bisa menambah rejeki, connectivity one and another. Silaturahmi tidak dibatasi oleh agama tertentu. Dimana Anda berada, dengan tetangga pun tetap silaturahmi. Apalagi dalam berbangsa, tetaplah menjadi satu, memberi ruang untuk diskusi, saling memaafkan, dan jangan mencari persoalan-persoalan memicu konflik. Insha Allah, 2024 Indonesia bisa kenyal ketika dihadapkan dengan berbagai situasi karena tetap bisa bersatu,” tutupnya.(**)

Categories
Polhukam

Jelang Natal dan Tahun Baru, PBNU Imbau Masyarakat Miliki Sikap Toleransi

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Keagamaan KH Ahmad Fahrur Rozi yang biasa disapa Gus Fahrur Rozi menilai, kondisi keamanan menjelang natal dan tahun baru aman dari tindak radikalisme.

Ketua PBNU itu meyakini bahwa sikap toleransi antar umat beragama sangat penting dalam menjaga kerukunan antar umat beragama. PBNU akan secara aktif dalam mengkampanyekan sikap toleransi antar umat beragama untuk menciptakan Indonesia yang lebih aman.

“Kita semua menjalankan agama masing-masing dengan baik, tetapi jangan terlalu berlebihan sehingga bisa mengganggu kepercayaan orang lain. Dalam perayaan Natal ini justru umat Muslim harus menghargai dan mendukung umat Nasrani yang merayakan Natal,” kata Ketua PBNU Fahrur Rozi.

Fahrur Rozi menjelaskan, menjelang natal dan tahun baru, PBNU akan ikut terlibat dalam menjaga keamanan dan ketertiban sebagai bentuk tidak pencegahan adanya tindak intoleransi yang didasrkan atas dasara radikalisme.

Ia menjelaskan, Radikalisme lahir dari adanya pemahaman yang salah dari agama, pemahaman yang tidak lengkap dan disampaikan secara sepotong-sepotong.

Untuk itu, ketua PBNU itu menekankan peran guru dalam menciptakan moderasi beragama yang ada di Indonesia. hal ini sangat penting karena mereka menjadi rujukan pola pikir bagi para muridnya. Dan jika guru tidak moderat mengajarkan radikal ia akan melahirkan murid-murid radikal.

“Materi penting tapi guru yang menyampaikan lebih penting. Jadi bisa diterima atau tidak tergantung yang membawakan,” kata Ahmad Fahrur Rozi.

Lebih lanjut, Ahmad Farur Rozi menjelaskan, Moderasi beragama harus dimulai dengan sikap adil. Setiap umat beragama harus memberikan ruang untuk setiap perbedaan pendapat dan tafsir bagi umat seagama maupun berbeda agama.

“Adil adalah kata kuncinya. Islam mengajarkan tidak boleh ada kebencian yang kemudian menjadikan tidak adil, kita tidak boleh merasa benar sendiri dan tidak boleh memaksakan, harus saling menghormati dan saling menghargai,” imbuh ketua PBNU.

Selain itu, Presiden Jokowi berupaya keras dalam merawat kerukunan antarumat beragama agar keutuhan bangsa tetap terjaga, termasuk melalui program moderasi beragama.

Oleh karena itu, komitmen kuat yang dimiliki Presiden Joko Widodo dalam merawat kerukunan antar umat beragama harus diikuti oleh semua pihak, khususnya generasi muda penerus bangsa.

“Sikap-sikap tidak toleran apalagi yang disertai dengan kekerasan fisik maupun verbal harus hilang dari Indonesia,” ujar Presiden Joko Widodo.

“Sikap keras yang menimbulkan perpecahan di masyarakat tak boleh ada di negeri kita yang kita cintai ini,” lanjut Presiden.(**)

Categories
Polhukam Polisi TNI

Kapolri dan Panglima TNI Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2022: Siap Amankan Nataru

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah, TNI, Polri dan stakeholder terkait lainnya menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2022 terkait pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Lapangan Monas, Jakarta, Kamis (22/12/2022).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa, seluruh personel TNI-Polri dan pihak terkait lainnya siap memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat ketika merayakan Natal dan Tahun Baru.

“Hari ini kita melaksanakan Apel Gelar pasukan gabungan dari TNI, Polri dan seluruh stakeholder yang terkait untuk memastikan bahwa personel siap untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan juga tentunya kesiapan dari sarana prasarana ataupun alutsista,” kata Sigit.

Apel gelar pasukan ini sendiri, dikatakan Sigit merupakan tindaklanjut dari instruksi Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang menginstruksikan kepada TNI, Polri dan jajarannya untuk memastikan pelaksanaan Natal dan Tahun Baru berjalan aman tanpa ada gangguan.

Dalam mengamankan Nataru, Sigit mengungkapkan bahwa, sebanyak 166.322 personel gabungan diterjunkan guna memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru di seluruh Indonesia berjalan aman dan kondusif.

Ratusan ribu personel tersebut, kata Sigit akan dikerahkan ke dalam pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu di seluruh Indonesia, demi semakin memantapkan situasi yang aman, damai dan kondusif sepanjang perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Dan tentunya ini adalah personel gabungan. Kemudian juga terbagi di dalam pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu. Sehingga kemudian kita harapkan bahwa seluruh pos yang tergelar tersebut betul-betul bisa memberikan rasa aman dan nyaman,” ujar Sigit.

Disisi lain, Sigit juga tetap mengingatkan kepada masyarakat untuk melakukan vaksinasi booster. Mengingat, sampai saat ini masih berlangsung Pandemi Covid-19. Dalam Operasi Lilin 2022, disiapkan juga gerai-gerai vaksinasi untuk warga yang hendak melakukan vaksinasi booster.

“Kemudian juga tentunya karena Covid-19, walaupun sudah masuk ke PPKM level I, namun dengan adanya varian baru selain mengimbau masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi boster kita tetap mempersiapkan gerai-gerai vaksin,” ucap Sigit.

Lebih dalam, Sigit menekankan, dalam melakukan pengamanan di tempat ibadah Natal atau Gereja, pihak aparat melakukan sinergitas dengan Banser NU dan Kokam Muhammadiyah.

“Serta seluruh Ormas atau OKP yang ada di wilayah masing-masing dan ini menunjukan solidaritas dan sinergitas yang ada di Indonesia,” tutur Sigit.

Tak hanya itu, Sigit juga telah menginstruksikan kepada jajaran Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri untuk melakukan pencegahan dan upaya maksimal dalam mencegah terjadinya potensi teror ketika kegiatan Natal dan Tahun Baru berlangsung.

“Sehingga seluruh rangkaian pengamanan tempat ibadah, dan kegiatan memasuki Tahun Baru 2023 seluruh masyarakat betul-betul bisa aman dari ancaman-ancaman dan gangguan-gangguan,” ungkap Sigit.

Demi semakin menciptakan rasa aman bagi warga, Sigit mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bisa melaporkan kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga pihak RT, saat hendak meninggalkan rumahnya ketika merayakan momentum libur akhir tahun.

“Sehingga kemudian kita bisa melaksanakan kegiatan patroli untuk mengantisipasi jangan sampai, karena rumahnya ditinggal dalam waktu yang lama kemudian terjadi masalah keamanan, jadi silahkan dilaporkan dan kita akan jadikan itu menjadi rute patroli kita,” tegas Sigit.

Sementara itu, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menyebut, pihaknya mengerahkan 20 ribu prajurit dari tiga matra TNI demi mengamankan Natal dan Tahun Baru di seluruh Indonesia.

“Tentunya disamping kita membekalkan personel pengamanan juga kita siapkan alat tempur material alutsista, diantaranya tiga kapal rumah sakit kita stand by kan untuk antisipasi dalam pelaksanaan Nataru ini,” tutup Yudo.(*)

Categories
Polhukam TNI

Laksamana Yudo Margono Resmi Jabat Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa

Koran Jurnal, Jakarta – Laksamana TNI Yudo Margono resmi menjabat sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa. Pergantian pucuk pimpinan TNI itu ditandai dengan prosesi penandatanganan naskah serah terima jabatan (Sertijab) dari pejabat sebelumnya Jenderal Andika Perkasa kepada pejabat baru Laksamana Yudo Margono, di Plaza Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (20/12/2022).

Hadir dalam sertijab, diantaranya Menko Polhukam Mahfud MD, Menhan Prabowo Subianto, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua DPR Lodewijk F Paulus dan sejumlah anggota Komisi I DPR.

Dilansir laman antaranews, dalam prosesi sertijab itu, sekaligus juga dilakukan pengangkatan istri Laksamana Yudo Margono, Ny. Veronica Yulis Prihatin Yudo Margono sebagai Ibu Asuh Wan TNI (Ibu Raksa Tri Anggana Tantri) sebagai Ketua Umum Dharma Pertiwi dan IKKT PWA yang baru menggantikan Ny. Hetty Andika Perkasa, istri dari Panglima TNI sebelumnya Jenderal Andika Perkasa.

Laksamana Yudo Margono mengatakan, dirinya akan konsisten melanjutkan program yang telah dijalankan oleh Jenderal TNI Andika Perkasa.

“Saya akan konsisten untuk melanjutkan program-program maupun pembangunan yang sudah dilaksanakan oleh Jenderal Andika Perkasa,” kata Yudo, dikutip antaranews.

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengucapkan terima kasih atas jasa-jasa Jenderal TNI Andika Perkasa selama menjabat sebagai Panglima TNI.

“Ini menjadi kebanggaan bersama dan tentunya nanti akan saya lanjutkan di dalam saya menjabat sebagai Panglima TNI,” lugasnya.

Sebelumnya, pada Senin (19/12) Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melantik Laksamana TNI Yudo Margono sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa yang akan memasuki masa purna. Pelantikan itu berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 91/TNI/2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Panglima Tentara Nasional Indonesia.

Categories
Militer Nasional Polhukam TNI

Presiden Jokowi Lantik Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melantik dan mengambil sumpah jabatan Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), di Istana Negara, Jakarta, Senin (19/12/2022).

Dilansir dari laman sekretariat kabinet, pelantikan dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 91/TNI Tahun 2022 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Panglima Tentara Nasional Indonesia yang ditetapkan di Jakarta tanggal 19 Desember 2022.

“Demi Allah, saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara,” kata Yudo mengucapkan penggalan sumpah jabatan yang didiktekan oleh Presiden.

Laksamana Yudo juga berjanji akan menjalankan tugas serta menjunjung tinggi etika jabatan sebagai panglima TNI.

“Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjunjung tinggi sumpah prajurit,” lugas Laksamana Yudo.

Prosesi selanjutnya adalah penanggalan dan penyematan tanda pangkat dan jabatan serta penyerahan tongkat komando panglima TNI kepada Yudo Margono.

Turut hadir dalam acara pelantikan, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Sebelumnya, pada Rapat Paripurna, Senin (13/12/2022), DPR RI menyetujui Laksamana Yudo Margono, yang sebelumnya menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), untuk menjadi Panglima TNI. Laksamana Yudo menggantikan pendahulunya Jenderal Andika Perkasa yang memasuki masa purna tugas.(*)

Categories
Nasional Polhukam

Kapolri Listyo Sigit Sebut 166 Ribu Personel Gabungan Dikerahkan untuk Pengamanan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023

Koran Jurnal, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengikuti rapat lintas sektoral kementerian/lembaga, dalam rangka kesiapan pengamanan dan penjagaan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jum’at (16/12/2022).

“Siang hari ini kita semua membahas mulai dari bagaimana mempersiapkan infrastruktur jalan agar mudik akhir tahun bisa berjalan baik, seperti pada waktu itu dilaksanakan sebelumnya di hari raya Idul Fitri dan mudah-mudahan kali ini bisa lebih baik,” kata Sigit mengawali pemaparannya.

Sigit menegaskan, kepolisian bersama dengan stakeholder terkait akan bekerja keras dalam menciptakan serta mewujudkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru.

Demi mewujudkan hal itu, Sigit menyatakan, pihak kepolisian akan menyiapkan pos pengamanan, pelayanan dan terpadu dengan sinergi bersama seluruh pihak terkait.

“Kemudian juga untuk memastikan agar masyarakat betul-betul bisa merasa aman dan nyaman. Tentunya kami juga mendirikan pos pelayanan. Baik, pos pengamanan, pos pelayanan sampai dengan pos terpadu. Dimana di dalamnya lengkap seluruh stakeholder terkait untuk bersama-sama bekerja di lapangan,” ujar Sigit.

Dengan adanya pos tersebut, diharapkan dapat mengantisipasi terjadinya kemacetan yang terjadi di saat momen Nataru. Kemudian, mencegah kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Serta, petugas dapat bergerak cepat membantu masyarakat apabila ada insiden-insiden yang terjadi di lapangan.

Selain pengamanan, Sigit menekankan, seluruh lintas sektoral juga akan mempersiapkan infrastruktur untuk menunjang aktivitas masyarakat yang merayakan Natal maupun Tahun Baru.

Mengingat berdasarkan data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pada Natal dan Tahun Baru ini diprediksi sebanyak 44 juta orang akan bepergian.

“Karena berdasarkan data dari Kemenhub akan ada peningkatan 44 juta masyarakat yang akan melaksanakan mobilitas. Itu juga perlu ada persiapan,” ucap Sigit.

Disisi lain, untuk mewujudkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, Sigit menyebut, mengerahkan 166 ribu personel gabungan dalam mengamankan Natal dan Tahun Baru.

“Saya kira secara menyeluruh 166 ribu orang yang nanti akan diturunkan untuk melaksanakan kegiatan pengamanan,” tutur Sigit.

Sigit juga menambahkan, demi memastikan keamanan Nataru, pihak kepolisian akan menggelar operasi lilin yang berjalan selama kurang lebih 11 hari.

“Kita laksanakan gelar di tanggal 22 atau 23 (Desember) sampai tanggal 3 (Januari),” tambah Sigit.

Sigit menuturkan, dalam lintas sektoral tadi, kepolisian, kementerian dan lembaga sepakat untuk bersinergi dan bekerjasama dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

“Tentunya kita semua akan berusaha semaksimal mungkin agar seluruh rangkaian kegiatan dan aktivitas masyarakat di akhir tahun semuanya bisa berjalan dengan baik,” tutup Sigit.(hum)

Categories
Polhukam TNI

Laksamana Yudo Titip Pesan ‘Besarkan Angkatan Laut’, Jelang Pergantian KSAL

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi, loyalitas dan kinerja prajurit Jalasena sehingga membuat Angkatan Laut menjadi besar seperti saat ini. “Saya titip kepada kalian untuk tetap mempertahankan dan meningkatkan dedikasi, loyalitas dan kinerja untuk membesarkan TNI AL”.

Hal tersebut disampaikan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono didampingi Ketua Umum Jalasenastri Ny. Vero Yudo Margono saat melaksanakan olahraga bersama dengan seluruh prajurit TNI AL wilayah Jakarta bertempat di lapangan Trisila Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (15/12/2022) kemarin.

Laksamana Yudo menyampaikan agar apa yang menjadi penekanan-penekanan selama ini mampu menjadi pemicu guna membangun Angkatan Laut yang Jalesveva Jayamahe dalam arti yang sesungguhnya bukan sekedar slogan maupun tulisan dibuku saja, tetapi Angkatan Laut yang berhasil dalam segala operasi, mampu bersama rakyat mengabdi, serta memberi kinerja terbaik tanpa henti guna mewujudkan Angkatan Laut yang Jalesveva Jayamahe.

“Walau dalam prosesnya pasti ada saja hambatan, Saya yakin jika setiap prajurit Jalasena memiliki komitmen tinggi pasti kita semua akan mampu dengan mudah mewujudkan Angkatan Laut yang Jalesveva Jayamahe”, ungkap Laksamana Yudo.

Kegiatan Olahraga bersama Kasal kali ini diikuti oleh seluruh prajurit Angkatan Laut Wilayah Jakarta dengan diawali Senam Kesehatan Jasmani (SKJ) 88 dan dilanjutkan dengan jalan sehat serta hiburan dari pemenang-pemenang lomba Band antar Kotama TNI AL yaitu Kolin Power Band dari Kolinlamil, Seacoustic Band dari Mabesal, dan Raksa Band dari Korps Marinir, serta bintang tamu lainnya.

Sebelumnya kegiatan olahraga bersama Kasal juga telah dilaksanakan bersama seluruh prajurit petarung di lapangan Apel Brigif 1 Mar, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak Jakarta Selatan pada Rabu (14/12) lalu dan rencananya Jumat (16/12) ini akan dilaksanakan bersama prajurit TNI AL Wilayah Timur.(disp)

Categories
Megapolitan Polhukam TNI

DPR RI Sahkan Pengangkatan Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) yang dipimpin oleh Ketua DPR RI Dr. Puan Maharani mengesahkan pengangkatan Laksamana TNI Yudo Margono sebagai Panglima TNI berikutnya menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa, bertempat di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2022).

Dalam acara tersebut, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid menyampaikan laporan atas hasil uji kelayakan fit and proper test terhadap calon Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono kepada Ketua DPR RI didampingi oleh Wakil Ketua DPR RI H. Lodewijk F Paulus dari Bid. Korpolkam/Fraksi Golkar, Prof. Ir. Sufmi Dasco. Ahmad, SH., MH dari Bid. Korekeu/Fraksi Gerindra, Dr. Rachmad Gobel dari Bid. Korinbang/Fraksi Nasdem dan Drs. H. A. Muhaimin Iskandar, M.Si dari Bid. Korkesra/Fraksi PKB .

Dari hasil pembahasan Anggota Komisi 1 DPR RI setelah mendengarkan dan mempertimbangkan Fraksi-Fraksi Anggota Komisi I DPR RI terhadap Calon Panglima TNI serta sesuai Pasal 306 Ayat 2 Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang tata tertib yang menyatakan bahwa, pengambilan keputusan dalam Rapat DPR pada dasarnya dilakukan dengan cara musyawarah untuk mufakat, maka Komisi I DPR RI memutuskan poin satu menyetujui pemberhentian dengan hormat Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Panglima TNI, serta memberikan apresiasi atas usahanya membuat TNI makin maju dan profesional, poin dua memberikan persetujuan terhadap pengangkatan Laksamana TNI Yudo Margono sebagai Panglima TNI.

Usai penetapan dan pengangkatan calon Panglima TNI oleh Ketua DPR RI  dihadapan awak media, Ketua DPR RI menyampaikan ucapan selamat kepada Laksamana TNI Yudo Margono atas pengangkatannya sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa yang akan memasuki masa purna tugas pada bulan Desember tahun ini.

“DPR berharap, kinerja TNI semakin baik dan menjalankan tugasnya secara amanah dengan memperkuat, memperbesar, serta menyatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan mengayomi rakyat menjadi semakin baik, tidak hanya untuk masa depan TNI tetapi seluruh rakyat Indonesia,” kata Ketua DPR RI.

Sementara itu, Laksamana Yudo mengatakan bahwa setelah dilaksanakan rapat persetujuan pengangkatan Panglima TNI oleh DPR RI, langkah selanjutnya menunggu pelantikan Panglima TNI oleh  Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, dan kedepan sebagai Panglima TNI akan melanjutkan serta meningkatan program-program yang sudah dilaksanakan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa.

“Sesuai fit and proper test maupun kehendak rakyat, sebagai Panglima TNI sesuai tugas dan fungsi, saya akan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” kata Laksamana Yudo.

Laksamana TNI Yudo dalam Sidang Paripurna tersebut didampingi Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI Muhammad Ali, Pangkogabwilhan II Marsekal Madya TNI Andyawan Martono Putra, Pangkogabwilhan III Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, Pangkoarmada RI Laksamana Madya TNI Heru Kusmanto, Dankodiklatal Letnan Jenderal TNI (Mar) Suhartono, Kadispenal Laksma TNI Julius Widjojono serta Danguspurla Koarmada I Laksmana Pertama TNI H.Krisno Utomo.(disp)

Categories
Polhukam

Ristadi Tetap Dukung Situasi yang Kondusif Usai Penetapan UMP Tahun 2023

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Ristadi menegaskan mendukung penuh atas keputusan pemerintah yang telah menetapkan UMP/UMK untuk tahun 2023.

Ristadi bilang yang pasti pihaknya mengedepankan sisi intelektual dalam hal ini melakukan kajian guna menyikapi keputusan itu.

“Ke depan kami akan diskusikan atau dibawa ke dalam forum seperti diskusi publik maupun FGD,” ucap Ristadi, Jumat (9/12/2022).

Dengan adanya penetapan UMP 2023 itu, pihaknya berharap dapat disikapi dengan kepala dingin dan bijaksana sehingga dapat menciptakan iklim yang kondusif baik di kalangan buruh maupun pengusaha itu sendiri.

“Sekalinya pun tak terima kan sudah ada mekanisme hukumnya, jangan sampai malah menyuarakan pendapat dengan sikap yang anarkis sehingga ketertiban dan kenyamanan masyarakat terganggu, itu yang kita hindari,” tegasnya.

“Kami tetap mendukung dan bersinergi dengan seluruh lapisan masyarakat, aparat TNI hingga Kepolisian dalam mewujudkan situasi yang kondusif,” lanjut dia.

Dia juga menilai keputusan pemerintah dalam menaikan UMP tahun 2023 telah dilakukan berdasarkan pertimbangan serta kajian yang ilmiah dan rasional.

“Sehingga tidak perlu disikapi dengan gerakan-gerakan yang justru akan merugikan buruh itu sendiri,” pungkasnya.(**)