Categories
Militer TNI

CARM-Indosin HLC, Panglima TNI Tegas: Ciptakan Kawasan Asean Stabil, Aman dan Kondusif

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, bersama Panglima Angkatan Bersenjata Singapura memimpin Sidang ke-24 Combined Annual Report Meeting Indonesia-Singapore High Level Committee (CARM-Indosin HLC) tahun 2023, bertempat Ballroom Langham Hotel, Jakarta, Rabu (20/9/2023).

Dalam sambutannya, Panglima TNI menegaskan bahwa sidang ke-24 CARM-Indosin HLC menjadi momentum penting bagi kerjasama militer kedua negara, selain mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan, dalam sidang ini dibahas pula kerjasama militer kedua negara yang disesuaikan dengan perkembangan lingkungan strategis serta dapat memberikan citra positif kerjasama bilateral antara Indonesia dan Singapura di dunia internasional.

“Tahun ini, hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura memasuki usia ke-56 tahun sejak dimulai tahun 1967. Usia setengah abad lebih dalam perjalanan hubungan kedua negara telah memberikan warna yang dinamis bagi kedua Angkatan Bersenjata. Hal tersebut diharapkan akan semakin memperkokoh hubungan militer antara TNI dan SAF dalam menghadapi setiap bentuk tantangan dan ancaman yang akan dihadapi di depan,” ungkap Panglima TNI.

Lebih lanjut disampaikan Panglima TNI, hal ini juga dimaksudkan untuk menciptakan wilayah Asean yang lebih aman dan lebih kondusif, sehingga stabilitas kawasan tetap terjaga untuk menopang perkembangan sektor-sektor yang lain, utamanya perkembangan sektor ekonomi, yang menjadikan wilayah Kawasan Asean sebagai kawasan dinamis dan maju.(Pusp)

Categories
TNI

TNI AU Siap Dukung KTT ASEAN Summit 2023

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., CFSA, menegaskan, TNI AU siap mendukung KTT ASEAN Summit Ke-42 tahun 2023, yang akan dilaksanakan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

“Kepada para Komandan Satuan yang terkait kegiatan KTT ASEAN Summit 2023, agar menyiapkan personel dan Alutsista yang terlibat di lapangan dan laporkan ke komando atas,” tegas KSAU.

Pernyataan tersebut disampaikan Kasau saat memimpin Rapat Koordinasi Kesiapan TNI AU dalam rangka KTT ASEAN Summit Ke 42 tahun 2023 secara luring dan daring dari Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Senin(17/4/2023).

KSAU menambahkan, agar satuan yang terlibat menginventarisir kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung operasi. Kebutuhan harus terdukung dengan baik, yang meliputi personel maupun peralatan yang diperlukan selama kegiatan berlangsung.

Hadir dalam kegiatan secara Luring
Wakasau Marsdya TNI A. Gustaf Brugman, M.Si., Pangkoopsudnas Marsdya TNI M.Toni Hardjono, S.E., M.M., Asintel Kasau, Asops Kasau, Dankopasgat dan Danpuspomau. Sedangkan yang hadir secara daring Pangkoopsud II, Danlanud ELI Kupang, Danlanud IWJ, Madiun, Danlanud HND, Makasar, Danlanud RAI Bali, serta Danlanud ZAM Rembiga NTB.(disp)

Categories
Militer TNI

TNI AL Prakarsai ASEAN Cadet Sail 2023

Koran Jurnal, Jakarta – Memahamkan tugas diplomasi sejak dini prajurit matra laut, Taruna Angkatan Laut Negara Asean akan melaksanakan kegiatan Association South East Asia Nations (ASEAN) Cadet Sail 2023. Pada awal kedatangan di Indonesia, Cadet dari beberapa negara Asean ini melaksanakan City Tour ke Museum TNI Angkatan Laut (TNI AL) Monumen Nanggala dan Monumen Jalesveva Jayamahe di Koarmada II, Ujung Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (01/04) dan pelayarannya menuju Batam, Minggu (02/04/2023).

Kegiatan yang bertemakan “The Roles of The Young Generation In Advancing The Navy In The Future“ diikuti oleh perwakilan cadet dari negara ASEAN diantaranya Kamboja, Malaysia, Singapora, Thailand, Vietnam serta 10 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) tingkat IV angkatan ke-68.

Asean Cadet Sail merupakan program usulan TNI Angkatan Laut (TNI AL) pada 16th Asean Navy Chief Meeting (ANCM), yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada calon Perwira Muda masing-masing negara di ASEAN, untuk menambah pengalaman, wawasan dan jaringan yang luas antar Angkatan Laut di ASEAN. Selain itu kegiatan tersebut akan rutin dilaksanakan setiap tahunnya dengan Indonesia sebagai tuan rumah.

Ditempat terpisah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa peningkatan kerjasama khususnya di bidang latihan dengan negara sahabat menjadi salah satu prioritas.

“Pengembangan Sumber Daya Manusia secara bilateral dalam bentuk latihan dan pendidikan mutlak harus dilaksanakan dengan negara-negara sahabat,” tegas KSAL.

Pada hari sebelumnya, para taruna ASEAN Cadet Sail juga telah melaksanakan tour facility ke Bridge Simulator AAL, Monumen Kapal Selam dan Monumen Tugu Pahlawan.(disp)

Categories
Militer TNI

TNI Angkatan Laut Jadi Tuan Rumah 10th ASEAN Navy Young Officer Interaction ‘ANYOI’

Koran Jurnal, Surabaya – TNI Angkatan Laut berkesempatan menjadi host country dalam penyelenggaraan event 10th ASEAN Navy Young Officer Interaction (ANYOI) dengan mengundang dua perwira muda tiap Angkatan Laut negara-negara ASEAN yang mengangkat tema “The Roles of ASEAN Navies Young Officers In Supporting Regional Cohession for Peace and Stability” berlangsung mulai tanggal 7 hingga 10 Maret 2023 di Surabaya.

ANYOI merupakan salah satu program kerja di bawah kesepakatan seluruh Kepala Staf Angkatan Laut negara-negara ASEAN dalam forum ANCM yang bertujuan untuk menciptakan interaksi dan membangun jaringan antar perwira muda negara-negara ASEAN.

Surabaya dipilih sebagai tempat penyelenggaraan selain karena memiliki fasilitas Angkatan Laut yang lengkap, juga ingin membawa atmosfer serta semangat kepahlawanan yang dimiliki kota Surabaya.

Kegiatan 10th ANYOI telah dilaksanakan di beberapa fasilitas TNI AL di Surabaya yang dihadiri oleh 27 partisipan perwira muda dengan berbagai kegiatan, seperti Seminar yang memaparkan mengenai Angkatan Laut masing-masing negara peserta, Fleet tour ke KRI I Gusti Ngurah Rai-332, Satkopaska Koarmada II, dan Fleet House, Marines Visit ke Ksatrian Pasmar 2 Sutedi Senaputra di Karang Pilang, serta Naval Aviation Visit ke Museum Penerbangan TNI AL dan static air show di Hanggar Wing Udara 2 Juanda.

Acara ASEAN Navy Young Officer Interaction (ANYOI) sesuai dengan program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali yakni dengan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) prajurit Jalasena yang tangguh dan professional. Laksamana TNI Ali juga melakukan pengawasan dan seleksi dengan tepat dan terukur serta memberikan pendidikan dasar, pendidikan lanjutan, dan pendidikan pengembangan sesuai dengan kompetensi dan kemampuan prajurit.(disp)

Categories
Ekonomi Nasional

SYL dan Menteri Pertanian se ASEAN Bahas Kerjasama Bidang Kesehatan Hewan di Forum AMAF ke-43

Koran Jurnal, Jakarta – Kerjasama bidang kesehatan hewan menjadi salah satu topik penting dalam pertemuan tingkat Menteri se ASEAN (AMAF) ke-43 yang dilaksanakan secara virtual pada tanggal 26-27 Oktober 2021 kemarin. Hal ini erat kaitannya dengan ancaman penyakit hewan dan zoonosis yang berpotensi pandemi.

Indonesia sendiri telah diakui keunggulannya dibidang kesehatan hewan. Hal ini terbukti dengan ditunjuknya Indonesia sebagai lead country untuk penyusunan Protocol for an Animal Vaccine Testing Network among ASEAN Reference Laboratories. Dokumen tersebut juga akan menjadi target kegiatan (key deliverables) tahun 2022. Selain itu Indonesia juga dipercaya untuk memimpin Regional Assessment Study on Newcastle Disease in ASEAN.

Direktur Kesehatan Hewan sebagai perwakilan delegasi dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan menyampaikan bahwa Indonesia sudah memulai penilaian terkait penyakit Newcastle Desease di ASEAN meskipun masih ada 3 negara yang belum mengembalikan kuesioner ke Indonesia.

Sebelumnya, laboratorium pengujian mutu dan sertifikasi obat hewan Gunung Sindur (BBPMSOH) juga telah mendapatkan sertifikat re akreditasi sebagai laboratorium referensi untuk pengujian vaksin hewan di ASEAN.

Terkait dengan hal itu, ketua delegasi Indonesia yang merupakan Sekjen Kementan, Kasdi Subagyono mengundang seluruh negara anggota ASEAN untuk dapat mengujikan vaksin hewan produksinya ke BBPMSOH.

Dihubungi terpisah Dirjen Peternakan dan Keswan menyampaikan bahwa Sertifikat reakreditasi ini juga membuktikan kontribusi besar Indonesia dalam hal penjaminan kesehatan hewan di wilayah ASEAN.

“Kontribusi Indonesia untuk Laboratorium Referensi ini akan meningkatkan kepercayaan negara tujuan ekspor Indonesia dalam pemenuhan persyaratan kesehatan hewan dan keamanan pangan komoditas. Selain itu juga dapat meningkatkan daya saing ekspor Indonesia”, ungkapnya.

Terdapat 9 jenis pengujian vaksin hewan dari BBPMSOH yang telah diakui yaitu Newcastle Disease Vaccine (live); Newcastle Disease Vaccine (inactivated); Marek’s Disease Vaccine (live); Infectious Laryngotracheitis Vaccine (live); Infectious Bronchitis Vaccine (live); Infectious Bronchitis Vaccine (inactivated); Egg Drop Syndrome ’76 Vaccine (inactivated); Fowl Cholera Vaccine (inactivated); dan Haemophilus paragallinarum Vaccine (inactivated).

Dalam rangkaian pertemuan AMAF ke-43 yang dipimpin oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo tersebut, FAO dan Australia menyampaikan komitmennya untuk membantu ASEAN dalam rangka meningkatkan mekanisme regional dalam mencegah, mendeteksi dini, dan tanggap terhadap penyakit hewan dan zoonosis yang berpotensi pandemik melalui Proyek Penguatan Mekanisme Kesehatan Hewan untuk ASEAN yang Tangguh (SMART-ASEAN).

“Proyek Penguatan Mekanisme Kesehatan Hewan untuk ASEAN yang Tangguh (SMART-ASEAN) akan meningkatkan mekanisme regional untuk mencegah, mendeteksi dini, dan tanggap terhadap penyakit hewan dan zoonosis yang berpotensi pandemik. Hanya dengan koordinasi yang baik daerah akan mampu mengatasi ancaman penyakit,” kata Menteri Pertanian RI Dr. Syahrul Yasin Limpo.

Proyek ini selanjutnya akan mendukung ASEAN Coordinating Centre for Animal Health and Zoonosis (ACCAHZ) yang telah dibentuk oleh negara anggota ASEAN sebelumnya.

Secara garis besar,Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang menjadi chair (pimpinan sidang) pertemuan AMAF ke 43 dan pertemuan AMAF+3 ke-21 menekankan kerjasama dalam upaya pemulihan dampak pandemi di ASEAN.

“Berkat kerja keras masing-masing negara dalam mengatasi tantangan tersebut, berbagai Lembaga Internasional memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi global dan kawasan ASEAN mulai menunjukkan tren pemulihan. Dengan dukungan sistem pangan yang resilien, diharapkan perkiraan tren positif tersebut dapat terealisasi dengan cepat”, ungkapnya.

Indonesia merupakan tuan rumah penyelenggaraan pertemuan Prep SOM 43rd AMAF, Prep SOM 21st AMAF+3 Meetings, The 43rd AMAF dan The 21st AMAF+3 Meeting tahun 2021 setelah sebelumnya dipimpin oleh Kamboja pada tahun 2020. Seluruh delegasi negara anggota ASEAN menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Indonesia, Syahrul Yasin Limpo karena telah berhasil menjadi pimpinan sidang dan tuan rumah yang baik dan efisien.

Categories
International Nasional

Presiden Jokowi Dorong Kerja Sama Hard dan Soft Connectivity ASEAN-Korea

Koran Jurnal, Korea Selatan – ASEAN dan Korea memiliki dasar yang kuat untuk dapat digunakan dalam memajukan kerja sama konektivitas, antara lain melalui ASEAN Outlook on Indo-Pacific dan kebijakan baru Korea Selatan “New Southern Policy”. Untuk itu sinergi antara ASEAN Outlook dan kebijakan New Southern Policy Korea harus diperkuat.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika berbicara pada ASEAN-Republic of Korea (RoK) Summit yang dilaksanakan di Busan Exhibition and Convention Center (BEXCO), Korea Selatan, Selasa (26/11/2019).

Dalam forum tersebut, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa konektivitas seperti infrastruktur disebut sebagai hard-connectivity.

Di bidang hard-connectivity ini Indonesia mengundang Korea Selatan untuk berpatisipasi dalam “Indo-Pacific Connectivity and Infrastructure Forum” di Jakarta tahun 2020.

“Saya yakin hasil dari Indo-Pacific Connectivity and Infrastructure Forum ini akan memperkuat kemitraan kita di bidang hard-connectivity,” kata Presiden Jokowi.

Selain hard-connectivity, Presiden Jokowi mengingatkan ada satu hal penting lainnya yang tidak boleh dilupakan, yaitu soft-connectivity, terutama yang terkait dengan konektivitas antar manusia.

Berbicara mengenai kerja sama soft-connectivity, Presiden menyebutkan ada tiga hal yang harus diperkuat, yakni hubungan antar masyarakat itu sendiri, hubungan antar pelajar atau mahasiswa, dan kolaborasi para pengusaha.

“Mari kita terus bekerja sama baik di bidang hard connectivity maupun soft connectivity,” ucap Presiden Jokowi.(DBPers/red)

Categories
Polhukam

Menko Mahfud MD Sebut 5 Hal Penting Soal Menjaga Keamanan Bersama di ASEAN

Koran Jurnal, Thailand – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyampaikan bahwa ASEAN perlu mengembangkan dan meningkatkan mekanisme pemantauan keamanan secara komprehensif. Hal tersebut disampaikan pada pertemuan ASEAN Political Security Community (APSC) yang ke-20 di Thailand, Sabtu (02/11/2019).

Pada pertemuan tersebut, Menko Polhukam menyampaikan 5 hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama. Pertama, terkait masalah terorisme, Menko Mahfud menyampaikan bahwa kelompok teroris terus mengubah taktik dan strategi mereka termasuk melibatkan perempuan sebagai aktor serangan.

“Kita juga harus memperkuat tekad bersama dalam menghadapi Foreign Terrorist Fighters (FTF) yang kembali ke wilayah kita (ASEAN). Kita tidak punya pilihan lain selain menghentikan upaya mereka dalam membangun jaringan dan menyebarkan narasi radikal dan melakukan kekerasan ekstrimisme,” ungkap Mahfud MD.

Disamping itu, Menko juga menegaskan bahwa ASEAN harus terus meningkatkan kerja sama pertukaran informasi teroris lintas batas melalui Interpol 24/7 dan ASEAN Our Eyes.

Kedua, dalam era Revolusi Industri 4.0 dan ekonomi digital, Menko Polhukam mengatakan bahwa ASEAN harus menjaga ruang siber dari kemungkinan terjadinya serangan serta mampu mengatasi tantangan seperti cross-border data flow dan perlindungan data pribadi.

“Karenanya, sangat penting bagi ASEAN untuk memperkuat kerja sama kami dalam keamanan siber,” kata Mahfud.

Ketiga, terkait masalah penyelundupan narkoba, Menko Mahfud mengatakan kalau negara-negara anggota ASEAN harus berkomitmen terhadap penanggulangan obat-obat terlarang.

Keempat, disampaikan bahwa Indonesia menekankan agar ASEAN Outlook on Indo Pacific (AOIP) dapat diimplementasikan melalui kerja sama praktis dalam 4 area kerja sama pada Outlook. “Implementasi AOIP akan menunjukan peran aktif dan sentralitas ASEAN dalam menciptakan ekosistem yang damai di kawasan ini,” kata Mahfud.

Terakhir, terkait penanganan hak asasi manusia antarpemerintah ASEAN, Mahfud menyampaikan setelah 10 tahun terbentuknya ASEAN Intergovernmental Commission for Human Rights (AICHR), sudah saatnya untuk mereview Kerangka Acuan AICHR dalam upaya pemajuan dan perlindungan Hak Asasi Manusia di Kawasan.

“Tantangan dan masalah yang saya sebutkan di atas hanya dapat diatasi ketika kita bersatu dan sentralitas ASEAN adalah kuncinya,” tutup Mahfud.(hum/red)