Categories
IPTEK TNI

Pushidros TNI AL – Kementerian ESDM Serah Terima Data dan Informasi 

Koran Jurnal, Bali – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) dan Kementerian Energi dan Sumber daya Mineral Republik Indonesia (ESDM) melakukan serah terima Data dan Informasi.

Serah terima data tersebut tertuang pada surat Berita Acara Serah Terima Data dan Informasi Nomor : 12. BA/DI.01/BLK.I/2024 pada hari Senin tanggal 4 Maret 2024 berupa data Batimetri Nasional dengan status tahun 2023 dalam bentuk format shapefile (.shp) dengan cakupan 9 lokasi di Indonesia.

Penandatanganan Berita Acara serah terima Data dan Informasi dilaksanakan setelah acara pembukaan International Hidrographic Organization (IHO) the 15th Marine Spatial Infrastructures Working Group (MSDIWG-15) di Marriott Bali Nusa Dua Resort, Bali, Senin (4/3/2024).

Penandatanganan Berita Acara serah terima Data dan Informasi antara Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) yang disaksikan langsung oleh Komadan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Budi Purwanto yang ditandatangani oleh Asopssurta Danpushidrosal Laksamana Pertama TNI Dyan Primana Sobarudin sebagai pihak kedua dengan Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi Kelautan (BBSPGL) Kementerian ESDM yang ditandatangani oleh Kepala Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi Kelautan Dr. P. Hadi Wijaya sebagai pihak pertama.(disp)

Categories
Ekonomi Energi SDA

Pemerintah Pastikan Atur Ulang Soal Subsidi Gas 3Kg Masih Tahap Kajian

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan rencana Pemerintah mengatur ulang kebijakan distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) subsidi dari terbuka ke tertutup (dengan syarat tertentu) masih dalam tahap kajian. Hal ini ditegaskan langsung oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif kepada audiens yang hadir pada acara Indonesia Millennial Summit 2020 di Gedung The Tribrata Jakarta, Jum’at (17/01/2020).

“Yang lagi ramai di media itu tidak sepenuhnya benar. Kita sedang dalam pembahasan,” jelas Arifin merespons salah satu pertanyaan peserta yang hadir.

Lebih lanjut Arifin menjelaskan, pembahasan pengaturan ulang atas pemberian subsidi LPG 3 kg tepat sasaran melibatkan banyak instansi terkait.

“Pembahasan ini tentu saja melibatkan Kementerian dan Lembaga dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat kecil dan juga pengusaha,” sambungnya.

Arifin menilai, pengaturan subsidi LPG 3 kg tertutup tengah dikaji dengan tujuan agar subsidi yang diberikan pemerintah nantinya lebih tepat sasaran.

Pemerintah, sambung Menteri ESDM, selanjutnya akan mendata warga yang benar-benar membutuhkan subsidi dari pemerintah.

“Maksudnya subsidi tertutup kita identifikasi dulu kira-kira yang memang berhak menerima tapi enggak batasi, yang menerima tetap menerima. Cuma teregister dan terdaftar jadi bisa teridentifikasi untuk cegah terjadi ‘kebocoran’,” jelas Arifin.

Ia menegaskan bahwa pada dasarnya Pemerintah berkomitmen memberikan akses energi yang merata kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa ada pihak yang dirugikan.

“Kami di Kementerian ESDM memiliki visi bagaimana bisa menyediakan energi untuk seluruh lapisan masyarakat dengan menyesuaikan kemampuan masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah sendiri berusaha terus menekan angka subsidi energi agar lebih tepat sasaran dan digunakan untuk sektor yang lebih produktif. Tercatat pada tahun 2019 total subsidi energi sebesar Rp135 triliun dengan rincian Rp85,7 triliun berasal dari BBM/LPG.

Besaran subsidi tersebut lebih rendah dibandingkan pada tahun 2018 yang mencapai angka sebesar Rp153,5 triliun dengan rincian Rp97 triliun untuk BBM/LPG.(DBPers/red)