Categories
Ekonomi TNI

KSAD Panen Raya Jagung dan Singkong di Lahan Ketahanan Pangan Kostrad Ciemas Sukabumi

Koran Jurnal, Sukabumi – Dalam rangka mendukung program pemerintah dan Ketahanan Pangan Nasional yang merupakan program unggulan yang dicanangkan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., Kostrad menggelar Panen Raya Jagung dan Singkong di lahan ketahanan pangan Kostrad.

Pada kesempatan tersebut, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc bersama dengan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, melaksanakan panen raya jagung dan singkong sebagai wujud program Ketahanan Pangan TNI AD di lahan ketahanan pangan Kostrad, bertempat di Ds. Neglasari, Kec. Ciemas, Kab. Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (4/6/2024).

Dalam kunjungan ini, KSAD juga meninjau berbagai kegiatan dan fasilitas Hanpangan Kostrad di Neglasari. Beliau bersama rombongan melaksanakan panen singkong dan jagung di lahan seluas 121,98 hektar untuk jagung dan 308,34 hektar untuk singkong. Kasad juga meninjau proses pemipilan dan pengeringan jagung yang dilakukan oleh PT Palmyra di gudang Neglasari.

Selain itu, Kasad juga mengunjungi fasilitas breeding sapi milik PT Asia Beef dan SMK Pertanian TNI AD, serta meninjau proyek pipanisasi di Puncak Manik. Kegiatan kemudian dilanjutkan di subden Cibenda, di mana Kasad menyerahkan bantuan tali asih berupa 500 paket sembako dan santunan kepada 275 anak yatim. Peninjauan juga dilakukan terhadap lahan Community Forest seluas 212,5 hektar.

Hanpangan Kostrad di Neglasari dikelola oleh 418 personel yang terdiri dari personel militer, staf, pengawas, dan kelompok tani (Poktan). Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Dengan kunjungan ini, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berharap dapat memperkuat sinergi antara TNI dan berbagai pihak dalam upaya meningkatkan produksi pangan nasional serta kesejahteraan masyarakat.

“Saya sengaja mengajak Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman ke lokasi ketahanan pangan di Desa Neglasari untuk bersama-sama melaksanakan panen raya jagung dan singkong. Hasilnya Pak Mentan takjub dengan keberhasilan program ini serta sepakat Program Ketahanan Pangan Kostrad yang dilaksanakan di Desa Neglasari ini sebagai proyek percontohan untuk daerah lain di Indonesia,” kata Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc.

Menurut KSAD, untuk menjalankan program ketahanan pangan butuh perjuangan dan waktu yang tidak sedikit. Lahan seluas sekitar 980 hektare yang diberikan oleh PTPN awalnya merupakan semak belukar dan gersang. Berkat kerja sama antara TNI AD khususnya Kostrad dengan masyarakat sekitar sedikit demi sedikit lahan yang awalnya tidur ini mulai terbuka dan tertata. Pihaknya memilih komoditas jagung dan singkong untuk penanaman awal ini karena cocok ditanam di lokasi tersebut.

Sementara itu, Mentan RI Amran Sulaiman mengatakan merasa takjub di lokasi yang berada di pelosok dengan keterbatasan akses dan medan yang berat, program ketahanan pangan yang digagas KSAD Jendral Maruli Simanjuntak dinilai berhasil.

Bahkan produksi pertanian pun besar sehingga bisa menjaga ketersediaan pangan sesuai program pemerintah pusat tentang ketahanan pangan. Tentunya program ini menjadi proyek percontohan bagi daerah lain.

Dengan kondisi medan yang berat dan berada di pelosok, tetapi berhasil mendongkrak hasil pertanian dengan memanfaatkan lahan tidur yang awalnya hanya semak belukar. Daerah lain harus mencontoh dan harus bisa apalagi lahannya berada di lokasi yang mudah dijangkau dan didukung dengan akses.

Kementerian Pertanian RI pun sangat mendukung dengan apa yang telah dilaksanakan mantan Pangkostrad itu melalui program bantuan peralatan pertanian, benih dan lain sebagainya.

Hadir dalam kegiatan ini, Wakasad, Danpusterad, Kaskostrad, para Asisten Kasad, Pangdam III Siliwangi, Kapolda Jabar, Irkostrad, Kapoksahli Pangkostrad, Wair Kostrad, Asren Kostrad, para Asisten Kaskostrad, Danrem Bogor, Dirut PT. Pupuk Indonesia, Dirut PT. PKT, para Dan/Ka Sat/Balak Kostrad, dan Forkopimda Kab. Sukabumi, serta kelompok tani dan tamu undangan.(pen)

Categories
Ekonomi

Pastikan Harga Jagung Tetap Stabil Jelang Panen Raya, Mentan Amran Gandeng Pabrik Pakan

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran) menggelar rapat dengan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), Satgas Pangan, dan Pemerintah Daerah untuk memastikan harga jagung tetap stabil di tengah panen raya. Untuk memastikan harga jagung, Kementan dan para mitra yang terkait sedang merencanakan kebijakan yang perlu diambil.

“Pertama kami akan mengunci impor jagung. Kami tidak akan lagi melakukan rekomendasi. Kedua, sinergi Bulog melakukan penyerapan dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Harganya 4.200/kg,” kata Mentan Amran usai Rapat Koordinasi tentang jagung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Kamis (14/3/2024).

Saat ini panen jagung sedang berlangsung di berbagai sentra produksi jagung seperti Jawa Tengah, Medan dan Lampung. Diperkirakan jagung di wilayah Jawa Timur dan Sulawesi akan siap panen dalam waktu mendatang.

Banjirnya stok jagung di lapangan ini berpengaruh terhadap menurunnya harga jagung di pasaran. Oleh sebab itu, perlu Harga Acuan Pembelian (HAP) perlu diberlakukan untuk memastikan harga jagung segera stabil.

Langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah penyerapan surplus jagung oleh stake holder. Dalam hal ini Mentan Amran bekerjasama dengan GPMT, Pinsar, dan Pemerintah daerah untuk melakukan hilirisasi jagung dan penyerapan stok.

“Kemudian GPMT membantu melakukan penyerapan. Saya terima kasih karena driernya kapasitas silonya meningkat 1,9 juta. Kemudian Asosiasi Jagung dan Bulog direct langsung ke petani sehingga kedepan harga merangkak kembali,” tambahnya lagi.

“Mimpi kita adalah petani untung, pedagangnya juga tersenyum, kemudian GPMT bahagia dan peternaknya juga senang. Kita menjaga keseimbangan sehingga semua pihak merasa untung,” ucap Mentan.

Johan Roy, perwakilan GPMT sekaligus pabrik pakan mengatakan bahwa saat ini penyerapan sedang dilakukan secara maksimal, terutama di masa puncak panen.

“Di puncak-puncak panen kita akan menyerap sampai 800 ribu dari biasanya 600-700 ribu. Kita juga pernah menyetok hingga paling tinggi 1,2 juta per bulan,” kata Johan.

Perwakilan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), Athung, menyetujui kebijakan Kementan untuk menghentikan impor jagung untuk sementara. Menurutnya, penyerapan stok jagung panen bulan Maret dan April ini harus terlaksanakan dengan baik untuk memastikan kestabilan harga jagung di masa mendatang.

“Untuk setop impor saya setuju, tapi pemerintah harus tetap pantau. Sekarang sedang panen raya. Kita harus cari cara bagaimana memantain jagung ini ke bulan Agustus-September. Kita perlu pemerintah, terutama bulog, untuk memantau jagung,” kata Athung.

Perwakilan Satgas Pangan, Kombes Pol. Hermawan mengatakan bahwa saat ini pihak satgas sedang mempercepat proses distribusi jagung ke daerah-daerah untuk memastikan penyerapan jagung berjalan lancar. Pihak satgas telah mengirimkan himbauan kepada pemerintah daerah untuk memudahkan akses masuknya truk kecil berisi bahan pangan.

“Dengan penyerapan jagung yang maksimal, tentunya petani akan semakin senang dengan jagung yang terserap dengan baik dan harga yang wajar. Kami akan terus melakukan monitoring untuk memastikan agar jagung bisa terserap dengan harga yang wajar bisa tercapai,” tutup Hermawan.(hum)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL Minta Industri Serap Jagung dari Petani Lokal

Koran Jurnal,  Pasuruan – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendorong para pelaku usaha dan industri pakan untuk melakukan penyerapan jagung dan produk lokal seperti dedak yang diproduksi petani seluruh Indonesia. Hal ini diungkapkan SYL saat meresmikan perusahaan pakan swasta yang berinvestasi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

“Saya berharap dengan adanya pabrik pakan disini akan memberikan nilai manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar, terutama penyerapan bahan baku pakan lokal seperti jagung, dedak dan sebagainya yang akan mendorong pengembangan ekonomi pedesaan,” ujar SYL, Rabu (2/11/2022).

Menurut SYL, berdasarkan hasil survei BPS mengenai struktur ongkos usaha peternakan, komponen pakan memiliki kontribusi 56,95 persen terhadap total biaya pada budidaya ayam ras pedaging di tingkat peternakan rakyat. Sedangkan untuk budidaya ayam ras petelur, kontribusi pakan mencapai 70,97 persen.

“Karena itu pabrik pakan dapat menyerap bahan baku pakan dari petani setempat, dan harga pakan untuk peternak lebih dapat terjangkau. Disisi lain saya berharap pabrik pakan memberikan pengaruh ke harga pangan asal ternak yang lebih kompetitif di tingkat konsumen. Yang pasti kita harapkan nantinya ada kerjasama yang saling menguntungkan, antara petani, dan peternak, serta masyarakat sekitar,” katanya.

SYL mengatakan, pertanian dan peternakan adalah sektor yang memberi solusi kongkrit bagi tumbuh kembangnya sebuah ekonomi. Kontribusi keduanya bahkan terbukti menjadi kunci utama bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi krisis dunia.

“Inilah saatnya Indonesia bangkit menjadi negara yang lebih kuat dan ini tergantung kita semua. Kita mau tidak berkeringat, kerja benar dan jangan sampai kita korupsi. Hari ini kementan melalukan support sepenuhnya karena pertanian itu untuk rakyat, bangsa dan negara,” katanya.

Sejauh ini, kata SYL, Indonesia dibawah pimpinan Presiden Jokowi mampu menguatkan ekonomi dari ancaman pandemi dan krisis lainya. Indonesia bahkan menjadi negara terkuat pada sistem ketahanan pangan setelah FAO dan IRRI memberi penghargaan swasembada beras selama tiga tahun berturut-turut.

“Dalam menghadapi global warming, dampak covid-19 dua tahun setengah, dimana ekonomi sedang tergoncang, pangan bersoal di seluruh negara, Indonesia adalah salah satu negara yang sangat survive menghadapi tantangan itu. Bahkan FAO dan IRRI memberikan penghargaan kepada Bapak Presiden terhadap bagaimana pertanian Indonesia menjadi kekuatan bangsa sekarang ini,” jelasnya.(hum)

Categories
Daerah Ekonomi

Bupati Taput Galakkan Gerakan Tanam Jagung Saat Pandemi Corona

Koran Jurnal, Sumut – Di masa pandemi virus corona atau covid-19, Pemkab Tapanuli Utara mencanangkan penanaman jagung dan bagikan benih bagi kelompok tani di Hutaraja Kecamatan Sipoholon, Selasa (19/05/2020).

“Saat ini kita menggiatkan gerakan percepatan olah tanah dan tanam komoditi jagung maupun padi. Pusat dan daerah berusaha menjadikan pertanian sebagai garda terdepan untuk mempertahankan ekonomi rakyat meskipun aktivitas kita terbatas. Kita tetap berupaya membangkitkan ekonomi pertanian dan menjamin ketersediaan pangan di tengah sulitnya perekonomian di tengah pandemi ini,” ujar Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan dalam siaran pers, Selasa (19/05).

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa salah satu komoditi unggul saat ini adalah jagung dengan permintaan pasar yang cukup tinggi karena permintaan industri yang berbahan baku jagung meningkat yang berdampak positif kepada petani jagung.

Bupati juga memberikan bantuan kepada kelompok tani benih jagung dalam bentuk bibit.

“Semoga kedepannya produksi jagung dapat lebih ditingkatkan mengingat masih banyak lahan yang tidur yang tidak berproduksi,” terangnya.

Bupati juga berharap agar tidak ada lagi lahan yang tidur, sehingga nantinya produksi di sektor pertanian dapat meningkat, dan menghasilkan sumber pangan yang lebih berkualitas.

Adapun penerima bantuan benih jagung meliputi seluruh Kecamatan, yakni Kecamatan Pagaran sebanyak 12.195 kg/813 Ha dengan jumlah Poktan penerima 41 Poktan, Kecamatan Muara, sebanyak 10.650 kg/710 Ha dengan Poktan penerima 42 Poktan, Kecamatan Adian koting, sebanyak 7.500 kg/ 500 Ha dengan jumlah Poktan 32 Poktan, Kecamqtan Siatas Barita, sebanyak 13.500 kg/900 Ha dengan jumlah Poktan 25 Poktan, Kecamatan Tarutung 4.530 kg/302 Ha, dengan jumlah Poktan 12, Kecamatan Pahae Jae sebanyak 1.875 kg/125 Ha, jumlah Poktan 5 Poktan, Kecamatan Parmonangan sebanyak 27.600 kg/ 1.840 Ha dengan jumlah Poktan 58 Poktan, Kecamatan Sipahutar, sebanyak 15.000 kg/1000 ha dengan jumlah Poktan 69 Poktan, Kecamatan Sipoholon sebanyak 22.500 kg/1.500 ha dengan jumlah Poktan  65 Poktan, Kecamatan Siborongborong  sebanyak 11.400 kg/ 760 ha dengan  jumlah Poktan 51 Poktan, Kecamatan Pangaribuan sebanyak 27.750/1850 Ha dengan jumlah Poktan 77.

“Untuk jumlah keseluruhan sebanyak 153.500 kg/10.300 Ha, dengan jumlah Poktan 431 Poktan,” tandasnya, seperti dilansir RMco.id.(red)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL Canangkan Gerakan Tanam Padi Jagung Serentak se-Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam situasi pandemi covid 19 yang belum berakhir ini, tidak menyurutkan langkah Kementerian Pertanian sebagai salah satu garda terdepan dalam upaya penanganan dampak wabah Covid 19. Kementan sesuai arahan Presiden Jokowi dituntut melakukan langkah konkret untuk menjamin ketersediaan pangan terutama di masa pandemi ini.

Menindaklanjuti hal tersebut Mentan Syahrul Yasin Limpo menyapa seluruh petani di kabupaten dalam rangka Video Conference Gerakan Percepatan Tanam Padi dan Jagung serentak seluruh Indonesia.

Dalam arahannya, Menteri Pertanian menyampaikan terimakasih yang sebesar besar nya kepada para kepala daerah yang mau terjun langsung ke lapangan dapat dipastikan dengan optimis semua dapat di kendalikan dn amankan bersama. “Kalau para kepala daerah turun ke lapangan,keputusan itu pasti terjadi,“ ujar SYL, di ruang rapat Agriculture War Room (AWR) Kementan, Selasa (12/05/2020).

“Saya 25 tahun menjadi kepala daerah dan saya rasakan kalau mengambil keputusan di lapangan aroma tanah pasti tercium sehingga berefek baik bagi daerah masing masing,“ lanjutnya.

Lebih lanjut Mentan mengatakan Covid 19 ini adalah tantangan yang nyata yang berdampak sudah tersentuh langsung ke masyarakat. Oleh Karena itu solusi dari covid 19 ini adalah Medical Solution dan Food Security. Persipan pangan adalah solusi covid 19, oleh karena itu kita harus bekerja lebih keras, lebih terpadu dan lebih gotong royong agar makanan rakyat bisa terjamin.

“Yang harus kita waspadai adalah rekomendasi dari FAO yang menyatakan bahwa setelah Covid 19 ini berlalu akan hadir krisis pangan dunia dan akan datang nya kemarau panjang sesuai dengan rekomendasi BMKG,“ lanjut SYL.

“Ini tidak boleh terjadi di negeri kita, kita harus hadapi dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi krisis pangan dunia,“ tegasnya.

Oleh karena itu Mentan mengajak seluruh insan pertanian untuk menghadapi tantangan tantangan tersebut dengan 2 langkah yaitu dengan penanaman yang lebih cepat dan momentum penyaluran sarana dan prasarana yang tepat. Dan berharap kerjasama yang lebih intens dari berbagai pihak agar semua dapat berjalan dengan baik.

“Saya siap dihubungi kapan saja untuk hal hal yang urgent untuk selanjutnya saya akan berkoordinasi dengan para Dirjen,“ tegasnya.

Acara Video conference yang digelar kali ini diikuti oleh 77 titik yang menggambarkan kabupaten yang sedang tanam,panen padi dan jagung, bahkan ada Gubernur NTT serta 22 Bupati dari Jayapura, Merauke, Tapin, Sumbawa Barat, Humbang S, Aceh Barat Daya, Batang, Barru, Enrekang, Lingga, OKI, Banyuasin, Bungo, Landak, Kolaka, Belu, Batang, Bone, Bone Bolango, Pringsewu, Lingga, dan Tuban dan Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat yang bergabung sebagai wujud sikap komitmennya untuk mendukung langkah yang dilakukan Mentan SYL.

Turut hadir dalam acara Video Conference, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, yang berharap pandemi ini segera berlalu agar kegiatan di Pertanian dapat berjalan normal kembali. Terutama kaitannya dengan Recofusing anggaran diharapkan tidak mengurangi kinerja aparatur pertanian.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan Komitmen bersama “Kami siap menjaga pangan Indonesia“ yang digaungkan oleh seluruh peserta yang tersebar di 77 Kabupaten dan 21 Provinsi.

Selain itu dialognya dengan Gubernur dan para Bupati, Mentan menyampaikan
arahan spesifik yaitu agar menyiapkan lumbung pangan di tingkat Provinsi dan Kabupaten. Bahkan di harapkan para kepala Desa dan Lurah untuk membangun juga lumbung desa agar ketersedian pangan selalu tetap ada.

“Rakyat jangan buru-buru menjual padinya. Agar ada cadangan beras di tingkat rakyat selalu tersedia,“ tandasnya.

Tidak lupa SYL mengimbau untuk memperhatikan irigasi melalui program padat karya pengairan, “Kami akan bicara dengan Kementerian PUPR agar untuk bisa mendukung pertanian kami,” lanjutnya dengan penuh semangat.

Mentan SYL terus meyakinkan bahwa pasokan pangan aman dan meminta komitmen bersama dari seluruh daerah untuk tetap fokus pada upaya peningkatan produksi pangan.

Sebagai gambaran dijelaskan pula oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi bahwa Sasaran tanam padi dan jagung Tahun 2020 cukup tinggi dibanding realisasi tahun sebelumnya.

“Untuk mencapai keberhasilan sasaran tersebut, pertanaman padi bulan Mei sampai dengan September 2020 harus dioptimalkan,“ jelasnya.

Pada tahun 2020 secara nasional Pemerintah mentargetkan luas tanam padi 11,66 juta ha, berpotensi menghasilkan 33,6 juta ton beras. Untuk jagung, ditargetkan seluas 4,49 juta ha, berpotensi menghasilkan 24,17 juta ton pipilan kering.

“Angka sasaran tersebut diatas diharapkan bisa disampaikan kepada masing-masing Provinsi, Kabupaten/Kota untuk menjabarkan angka tersebut ke tingkat Kecamatan dan sampai tingkat Desa, dengan rincian perbulan. Rincian angka sasaran tersebut dapat dijadikan sebagai komitmen semua pihak yang terlibat di masing-masing tingkatan, dan sebagai acuan dalam mengukur keberhasilan pencapaian sasaran tanam padi,“ ujar Suwandi.

Disebutkan strategi yang akan dilakukan Pemerintah diantaranya dengan peningkatan indeks pertanaman dengan cara percepatan pengolahan lahan sehingga dapat segera melakukan tanam padi, serta perluasan di areal baru pada lahan kering, lahan rawa-lebak, dan hasil cetak sawah. Mengoptimalkan bantuan alsintan prapanen dan pascapanen dan mempercepat pelaksanaan kegiatan APBN dan APBD tahun 2020. Yang tidak kalah penting adalah meningkatkan pendampingan dan pengawalan pelaksanaan kegiatan di lapangan oleh penyuluh, babinsa, POPT, Pengawas Benih Tanaman, dan Kepala Cabang Dinas di Kecamatan.

Lebih lanjut Suwandi menjelaskan bahwa Berdasarkan KSA BPS diketahui bahwa potensi panen padi bulan Mei 2020 mencapai 1,25 juta ha, yang dapat menghasilkan beras sebesar 3,43 juta ton. Sedangkan potensi panen padi bulan Juni 2020 mencapai 0,74 juta ha, yang dapat menghasilkan beras sebesar 1,94 juta ton. Stok beras akhir Juni 2020 diperkirakan masih mencapai 6,84 juta ton. Untuk komoditas jagung, disepakati potensi panen bulan Mei 2020 seluas 0,21 juta ha, yang dapat menghasilkan pipilan kering dengan kadar air 15% sebanyak 0,98 juta ton.

Suwandi berharap para penyuluh melaporkan perkembangan luas tambah tanam padi diwilayah kerjanya secara berjenjang melalui sms kepada koordinator penyuluh dan KCD/KUPT Dinas Kecamatan.

“Jangan sampai lupa untuk selalu mengirimkan laporan harian ke Dinas Pertanian Kabupaten/kota yang kemudian dilanjutkan ke Dinas Provinsi dan Pusat/pendamping UPSUS Pusat masing-masing Kabupaten/ Kota,“ tutupnya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Ditjen PKH Kementan: Pasokan Jagung untuk Pakan Awal Tahun 2020 Aman

Koran Jurnal, Jakarta – Berbagai langkah koordinasi telah dilakukan oleh Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) dalam rangka mengamankan ketersediaan jagung khususnya untuk industri pakan dan peternak.

Menurut Direktur Pakan Ternak, Ditjen PKH, Sri Widayati, Ditjen PKH telah berkoordinasi dengan Kemenko Perekonomian, Ditjen Tanaman Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Pinsar, Dewan Jagung Nasional dan instansi terkait lainnya untuk memastikan pasokan jagung untuk industri pakan dan peternak.

“Berdasarkan hasil koordinasi dengan Ditjen Tanaman Pangan, dapat kita sampaikan bahwa pertanaman Jagung dilakukan pada periode September-Oktober 2019 telah siap untuk penyediaan jagung periode Januari-Maret 2020,” ungkapnya di Jakarta (19/01/2020).

Saat ini, Ditjen PKH selalu memantau penyerapan jagung lokal terkait pembelian, stok, kecukupan dan harga oleh pabrik pakan secara daring atau online menggunakan aplikasi SIMPAKAN. Berdasarkan laporan pabrik pakan tersebut, stok jagung per akhir Desember 2019 sebesar 852.424 ton dan sampai awal tahun 2020 ini harganya stabil.

“Stok yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi pakan selama 45 hari ke depan. Dan stok ini akan bertambah saat masa panen jagung pada awal Februari,” tambah Widayati.

Selama satu tahun, lanjut Widayati, biasanya ada tiga kali panen raya jagung yakni pada bulan Februari-April, Juli-Agustus dan panen ke-3 pada bulan November-Desember. Berdasarkan prognosa Kementan, produksi jagung sepanjang tahun 2020 diperkirakan mencapai 24.16 juta ton. Hal ini membuat stok jagung aman sepanjang tahun 2020.

Terkait produksi pakan, pada tahun 2020, diperkirakan produksi pakan mencapai 21,53 juta ton atau tumbuh sekitar 5% dibandingkan produksi pakan tahun 2019 (20,5 juta ton). Proyeksi kebutuhan jagung pada tahun 2020 untuk pabrik pakan sebesar 8,5 juta ton dan untuk peternak sebesar 3,48 juta ton. Oleh karena itu diharapkan tahun 2020 Indonesia dapat surplus jagung.

Dalam rangka menjaga kontinuitas pasokan jagung bagi industri pakan dan peternak mandiri, Widayati juga menyampaikan bahwa Ditjen PKH sedang membangun sarana pendukung pasca panen seperti silo dan dryer di sentra peternakan unggas di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Diharapkan silo dan dryer tersebut dapat digunakan untuk menyimpan dan mengawetkan jagung lebih lama, sehingga ketersediaan jagung dapat terus terjaga,”pungkasnya.(hum/red)