Categories
Ekonomi

Mentan Amran Sidak Pasar Kebayoran, Harga Ini Langsung Turun

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung turun ke lapangan usai menerima laporan kenaikan harga dari masyarakat. Mentan Amran melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kebayoran, Jakarta, untuk memastikan harga pangan sesuai aturan.

“Kami tadi pagi sedang rapat, laporan datang ke kantor, mengatakan bahwa harga ayam naik, harga bawang putih naik. Setelah kita telepon, Pak Kapolda, Pak Dirkrimsus dengan Pak Kapolres, harganya langsung turun dari 40 ribu menjadi 25 ribu. Jadi ternyata telepon itu menurunkan harga 15.000 per kilo,” kata Mentan Amran di Pasar Kebayoran, pada Jum’at (20/2/2026)

Ia menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam jika ada pihak yang memainkan harga di bulan suci Ramadan.

“Kepada seluruh saudaraku, sahabatku, pengusaha, tolong deh jangan main-main di bulan suci Ramadan,” tegasnya.

Menurut Mentan Amran, koordinasi dilakukan cepat bersama Polri, mulai dari Mabes hingga Kapolres setempat.

“Kami langsung koordinasi, kalau ada yang menaikkan harga pasti ditindak. Ini langsung turun dari Polri, ada dari Mabes, kemudian Pak Kapolres itu kita turunkan langsung, dan kami minta ditindak,” ujarnya.

Saat sidak, harga bawang putih yang sebelumnya dilaporkan mencapai Rp 60 ribu per kilogram, turun menjadi Rp 38 ribu atau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Yang juga tadi bawang putih katanya harganya 60 ribu. Setelah tiba kami di sini harganya di bawah HET, di bawah 40 ribu. Alhamdulillah, harganya tadi 38 ribu. Kami terima kasih pada pengusaha,” kata Mentan Amran.

Namun, temuan berbeda terjadi pada minyak goreng rakyat. Kemasan MinyaKita yang seharusnya dijual Rp 15.700 ditemukan dijual Rp 19.000 per liter.

“Ini minyak goreng tertulis 15.700. Tapi dijual tadi 19.000. Ini kami minta Pak Dirkrimsus, aku serahkan ini diproses hukum, segel unit usahanya. Tapi jangan pak penjual pengecernya enggak boleh. Ini akan ditelusuri,” tegasnya.

Ia bahkan membeli dua kantong MinyaKita sebagai barang bukti.

“Aku beli tadi sengaja dua supaya ini jadi barang bukti, ditelusuri sampai ke distributor besar dan perusahaan, jangan dilepas. Pak diumumkan kalau sudah diproses,” ujarnya.

Mentan Amran menegaskan pemerintah tidak berniat mengganggu pelaku usaha. Namun seluruh sektor pangan wajib mematuhi regulasi, terutama selama Ramadan.

“Kami tidak mau berniat ganggu seluruh pengusaha. Ayo cari rezeki tetapi jangan mengganggu pemerintah, jangan mengganggu rakyat, jangan mengganggu saudara kita yang sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadan,” katanya.

Ia menekankan seluruh komoditas strategis seperti beras, ayam, daging, telur dan minyak goreng harus dijual sesuai HET.

“Yang dihujat itu pemerintah, tapi yang melakukan adalah segelintir orang tadi. Ini jangan main-main,” ujarnya.

Mentan Amran juga memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman dan lebih dari cukup.

“Pasokan telah kami pasok dari sebelum bulan suci Ramadan itu lebih dari cukup. Beras kita melimpah, minyak goreng kita mensupply dunia,” katanya.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah akan terus melakukan operasi pasar dan pengawasan ketat di seluruh Indonesia.

“Operasi terus. Kami bukan hanya Menteri Pertanian, tetapi juga sebagai Kepala Bapanas. Tim di seluruh Indonesia kami tempatkan sekarang. Ada laporan naik, langsung ditindak, tidak lagi dirayu-rayu, ditindak,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan tidak ada alasan harga minyak goreng naik di dalam negeri.

“Kita mengekspor minyak ke seluruh dunia. Kenapa naik? Enggak ada alasan minyak goreng naik di Indonesia. Enggak boleh diberi ampun. Bagi orang yang ingin memanfaatkan bulan suci Ramadan itu harus ditindak,” pungkasnya.(hum)

Categories
Megapolitan

Dilantik Presiden Jadi Anggota DEN, Mentan Amran Siap Dorong Energi Hijau Berbasis Pertanian

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman resmi dilantik sebagai anggota Dewan Energi Nasional (DEN) oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (28/1/2026), dan menegaskan kesiapan sektor pertanian menjadi pilar utama pengembangan energi hijau nasional.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 134P Tahun 2026 tentang Pengangkatan anggota DEN dari Pemangku Kepentingan dan Keppres Nomor 6P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan DEN dari Pemerintah.

Usai pelantikan, Mentan Amran menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan potensi sektor pertanian dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional melalui pengembangan energi hijau (green energy) berbasis sumber daya lokal.

“Insya Allah, ke depan kita akan mengoptimalkan energi hijau dari sektor pertanian. Potensinya sangat besar, seperti dari ubi kayu atau singkong, kelapa sawit (CPO), tebu, dan berbagai komoditas lainnya,” kata Mentan Amran usai Upacara Pelantikan di Istana Negara, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, Indonesia sebagai negara agraris memiliki kekuatan besar untuk menjadi pemain utama dalam pengembangan energi terbarukan berbasis biofuel. Komoditas pertanian dinilai mampu menopang kebutuhan energi nasional sekaligus mendorong kemandirian energi.

Mentan Amran menyebutkan, kelapa sawit dan tebu saat ini menjadi dua sumber biofuel nasional, dan ke depan singkong akan didorong sebagai sumber energi alternatif baru dengan potensi yang sangat besar.

“Sawit dan tebu sudah berjalan. Selanjutnya, kita dorong singkong. Ini potensi besar kita,” ucapnya.

Lebih lanjut, Mentan Amran mengungkapkan bahwa pemerintah terus memperkuat kebijakan mandatori biodiesel, termasuk implementasi B50, yang ditargetkan mampu menekan impor solar secara signifikan.

“Insya Allah, sesuai hasil koordinasi, tahun ini kita tidak impor lagi solar karena kita masuk ke B50,” ujarnya.

Untuk diketahui, Dewan Energi Nasional merupakan lembaga nasional yang dibentuk negara untuk merumuskan dan mengoordinasikan kebijakan energi Indonesia secara menyeluruh dan berjangka panjang.

Dengan keanggotaan Mentan Amran dalam Dewan Energi Nasional, diharapkan sinergi antara sektor pertanian dan sektor energi semakin kuat dalam mendorong terwujudnya transisi energi yang berkelanjutan.

Ke depan, Kementerian Pertanian akan terus memperkuat program hilirisasi, pengembangan komoditas energi, serta perluasan budi daya tanaman penghasil biofuel yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Langkah ini diyakini mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi petani, memperkuat daya saing nasional, sekaligus mendukung target Indonesia menuju kedaulatan energi dan pembangunan hijau yang berkelanjutan.(hum)

Categories
Ekonomi

Kementan Gelar Operasi Pasar Murah Jelang Ramadan 2025, Daging Kerbau Rp 75 Ribu Per Kg

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan pimpinan Kementerian/Lembaga terkait pangan menggelar operasi pasar murah secara besar-besaran di seluruh Indonesia dengan harga terjangkau di bawah harga eceran tertinggi (HET).

Yang paling menarik pada operasi pasar kali ini, daging kerbau beku dijual dengan harga Rp 75.000 per kilogram dari HET Rp 80.000 per kilogram. Harga daging kerbau ini lebih rendah dibandingkan harga daging kerbau dan sapi yang saat ini dipasaran. Bahkan harganya pun lebih murah dibandingkan di negara tetangga Malaysia. Menurut pantauan harga, tercatat harga daging kerbau di Malaysia berdasarkan data 16 Februari 2025 rata-rata sebesar Rp 76.703 per kilogram. Bahkan harga daging kerbau bagian topside atau riverside sebesar Rp 85.000-Rp 90.000 per kilogram.

”Bapak Presiden Prabowo ingin agar masyarakat nyaman menjalankan ibadah puasa, dan mendapatkan pangan yang terjangkau. Harga bahan pokok di operasi pasar di bawah HET. Dan saya ingatkan sekali lagi, jangan ada pengusaha yang menjual di atas HET. Itu ada pasal-pasalnya jika melanggar bisa disegel bahkan terancam penjara,” kata Mentan Amran usai melakukan Kick Off Operasi Pasar Pangan Murah di Kantor Pos Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (24/2/2025).

Pada kesempatan tersebut, Mentan Amran juga menyampaikan kondisi stok komoditas pangan Indonesia yang relatif aman dibandingkan negara-negara lain seperti Malaysia, Filipina, dan Jepang yang saat ini tengah mengalami krisis pangan, khususnya beras.

”Kita patut bersyukur karena kita telah mempersiapkan diri dan bergerak cepat. Di saat negara lain mengalami krisis pangan, kita punya cadangan beras yang kuat. Bahkan parlemen Malaysia minta Kementerian Pertanian Malaysia belajar ke Indonesia. Itulah kebanggaan kita,” ucapnya.

Ia juga memaparkan bahwa Indonesia di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran terus menunjukkan kondisi yang semakin membaik. Ia berharap agar semua pihak terus mempertahankan sinergitas untuk mewujudkan Indonesia yang semakin maju, termasuk mencapai swasembada pangan.

Seperti diketahui, Operasi Pasar Pangan Murah merupakan kolaborasi pemerintah dan BUMN Pangan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan dan Idulfitri. Harga bahan pokok dijual di bawah HET. Selain daging kerbau, Minyakita dijual dengan harga Rp14.700 per liter dari HET Rp15.700 per liter, gula konsumsi dijual Rp15.000 per kilogram dari HET Rp18.500 per kilogram, bawang putih Rp32.000 per kilogram dari HET Rp40.000 per kilogram, daging ayam ras beku Rp34.000 per kilogram dari HET Rp40.000 per kilogram, dan beras SPHP Rp12.000 – Rp12.600 per kilogram dari HET Rp12.500 – Rp13.500 per kilogram.

Operasi Pasar ini melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, Kementerian Perdagangan, Kementerian Dalam Negeri, Badan Pangan Nasional, dan Satgas Pangan.

Adapun pasokan pangan disediakan oleh sejumlah jaringan asosiasi petani dan pengusaha komoditas, serta BUMN Pangan seperti Perum BULOG, PT RNI, PTPN, PT Berdikari, dan PT PPI dengan harga yang lebih rendah dibandingkan HET.

Untuk memasifkan pelaksanaan operasi pasar pangan murah kali ini, pemerintah menggandeng PT Pos Indonesia dan akan memanfaatkan jaringan BUMN Pangan serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan di berbagai daerah.(hum)

Categories
Ekonomi

Ini Alasan Mentan Amran Stop Sementara Impor Daging Domba

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian menghentikan sementara impor karkas dan daging domba guna melindungi peternak lokal dari persaingan harga yang tidak sehat. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan usaha peternakan rakyat di tengah maraknya daging impor murah.

“Kami stop sementara pengeluaran rekomendasi impornya agar harga daging domba impor tidak menekan peternak. Ini upaya kami melindungi peternak agar usahanya terus berjalan,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Jakarta, Sabtu (30/11/2024).

Keputusan ini diperkuat dengan sejumlah langkah konkret yang dilakukan Kementerian Pertanian. Pada 18 November 2024, kementerian menggelar audiensi dengan Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI). Tiga hari kemudian, Rembuk Nasional di Boyolali menjadi ajang untuk menyerap aspirasi peternak. Tidak hanya itu, inspeksi mendadak juga dilakukan pada 24 November ke 13 gudang importir untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Dalam pertemuan dengan importir daging pada 26 November, Kementan mewajibkan importir menandatangani surat pernyataan bermaterai. Pernyataan itu memuat tiga poin utama, yakni kewajiban melaporkan realisasi impor dan stok secara berkala, larangan mendistribusikan daging impor ke pelaku UMKM seperti restoran dan pedagang kecil, serta komitmen untuk merealisasikan impor sesuai rekomendasi tanpa mengganggu pasar lokal.

“Kami tidak berkompromi soal keberlanjutan usaha peternakan rakyat. Kebijakan ini kami rancang untuk melindungi peternak lokal yang menjadi tulang punggung industri peternakan,” tegas Amran.

Selain menata kebijakan domestik, Kementan juga mempercepat harmonisasi regulasi ekspor domba dan kambing ke Malaysia dan Brunei. Langkah ini bertujuan membuka kembali akses pasar internasional sekaligus menyerap surplus produksi dalam negeri.

Pemerintah optimistis, kebijakan ini mampu menjaga keseimbangan kebutuhan pasar domestik, mengurangi ketergantungan pada daging impor, dan memperkuat daya saing subsektor peternakan nasional.(hum)

Categories
Megapolitan

Mentan Andi Amran dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Kompak dalam Pembekalan Khusus Para Menteri di Akmil Magelang 

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin, Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Dudung Abdurachman terlihat sangat kompak. Keakraban mereka menjadi perhatian publik saat para petinggi negara ini menghadiri acara Pembekalan Khusus di Akmil Magelang, Jum’at (25/10/2024).

Mentan Amran, Menhan Sjafrie dan Penasihat Presiden Dudung memang telah terbangun lama. Kesamaan visi dalam membangun bangsa menyatukan mereka.

Diketahui, para anggota kabinet kepresidenan Prabowo Subianto bersama-sama ke Akademi Militer (Akmil) di Magelang, Jawa Tengah, untuk mendapatkan pembekalan khusus.

Para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih itu terlihat naik pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara (AU) dari Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, untuk menuju Akmil Magelang, Kamis (24/10) siang kemarin.

Menurut Presiden Prabowo tujuan dari pembekalan ini adalah membawa kembali tradisi keberanian dan tradisi cinta tanah air. Dia memilih Magelang adalah memiliki nilai historis sehingga dipilih menjadi lokasi pembekalan kepada menteri kabinet. Prabowo meyakini pembekalan terhadap menteri akan memberikan nilai manfaat.

“Kemudian kita akan ada koordinasi-koordinasi di tempat di Magelang, Jawa Tengah, di kawasan Akademi Militer. Hal itu saya nilai akan banyak membawa manfaat. Karena sesungguhnya, lahirnya republik kita memang proklamasi di Jakarta, tetapi ujian proklamasi berada di daerah-daerah, di mana pejuang kita melaksanakan perebutan kemerdekaan secara fisik,” ujar Prabowo.

Prabowo menjelaskan Magelang punya nilai historis perjuangan melawan penjajah. Sehingga, dapat memberikan kesan dan pesan yang baik untuk jajaran menteri kabinet.

“Daerah Magelang merupakan suatu sentra perlawanan kita terhadap penjajah mulai ratusan tahun, dikenal sebagai perjuangannya Pangeran Diponegoro, di antara 5 gunung, itu saya kira cukup membawa aura tradisi keberanian, tradisi cinta tanah air,” imbuhnya. (**)

Categories
Ekonomi

Mentan Amran Ajak Vietnam Berinvestasi Peternakan Sapi Perah di Indonesia

Koran Jurnal, Hanoi – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman berhasil menarik minat Vietnam untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya peternakan sapi. Dalam kunjungan resmi ke Vietnam pada Rabu, 25 Juli 2024, Amran bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian Vietnam dan sejumlah pengusaha.

Saat ini pemerintah Indonesia sedang berupaya keras untuk meningkatkan produksi dan produktivitas ternak sapi, agar nantinya dapat memenuhi kebutuhan pangan untuk program pemerintahan berikutnya, yaitu penyediaan makan siang bergizi dan minum susu gratis bagi anak sekolah.

“Kami bekerja secara intensif untuk meningkatkan produksi daging sapi dan susu domestik melalui pengembangan industri pembibitan sapi dan meningkatkan kapasitas peternak,” sebut Amran.

Amran menyebutkan Indonesia dan Vietnam telah memiliki MoU kerjasama bidang pertanian yang telah ditandatangani pada 19 Mei lalu. Salah satu fokus utama dari MoU ini adalah promosi investasi dan perdagangan di sektor pertanian antara kedua negara.

“Saya meyakini bahwa pemerintah kedua negara akan mendorong dan memfasilitasi kerjasama investasi dan perdagangan Indonesia – Vietnam,” ungkap Amran. .

Amran pun mengungkapkan Indonesia bercita-cita menjadi pemasok pangan global pada tahun 2033. Untuk mencapai tujuan tersebut, peningkatan produksi pangan sangat penting.

“Kami berusaha keras untuk mengurangi kebutuhan impor yang sempat meningkat akibat fenomena El Nino. Indonesia akan segera kembali mencapai swasembada pangan demi kebutuhan 278 juta penduduk Indonesia,” tegas Amran.

Wakil Menteri Pertanian dan Pengembangan Pedesaan Vietnam Phung Dec Tien menyambut baik kedatangan Amran ke Indonesia. Secara khusus, Ia menghargai perhatian besar pemerintah Indonesia terhadap sektor pertanian, termasuk dalam upaya menyediakan kebutuhan susu dari dalam negeri. Menurutnya, pengembangan peternakan sapi perah di Vietnam juga sempat dihadapkan banyak tantangan di masa lalu.

“Tapi dengan pengembangan industri pembibitan dan penggunaan teknologi yang tepat, pengembangan peternakan sapi perah kami bisa berkembang dengan baik,” sebut Phung Dec.

Dia pun optimistis kerja sama antara Indonesia dan Vietnam di peternakan sapi perah akan berdampak positif pada produksi dan konsumsi susu di Indonesia.

“Susu sangat baik bagi nutrisi anak-anak sehingga fisik mereka pun akan bisa berkembang dengan baik,” tutur Phung Dec.

Salah satu pengusaha yang ditemui oleh Amran adalah Pendiri dan Ketua TH Group Madam Thai Huong. Pengusaha yang terkenal sangat berpengaruh di Vietnam tersebut menunjukkan ketertarikannya untuk berinvestasi di Indonesia.

Madam Thai Huong pun membuka peluang untuk berinvestasi di Indonesia, terutama di bidang peternakan sapi perah dan industri susu. Ia bahkan menyampaikan apresiasinya kepada Presiden RI terpilih yang telah memberikan perhatian besar terhadap kesehatan dan kebutuhan nutrisi anak-anak di Indonesia.

“Saya merasa sangat tersentuh. Saya sudah sampaikan kepada Duta Besar, bahwa kita harus membantu pemerintah Indonesia dalam mewujudkan program tersebut,” jelasnya.

Madam Thai Huong menekankan pentingnya target usia yang tepat dalam Program Susu Sekolah agar berhasil. “Dari hasil penelitian yang kami pelajari, target untuk program ini sebaiknya anak-anak usia 2 – 12 tahun,” jelasnya.

Madam Thai Huong pun menyebutkan Indonesia sangat beruntung karena pemerintah Indonesia memberikan perhatian besar dan menyediakan anggaran khusus untuk program makan siang gratis bagi murid sekolah. Sementara di Vietnam, diperlukan kerja sama dengan orang tua ataupun pemanfaatan dana dari Perusahaan swasta sehingga program makan bergizi dan susu bagi anak-anak sekolah bisa berjalan.

“Dengan model seperti itu, kami menghadapi banyak tantangan di lapangan dalam mewujudkan program ini,” ungkapnya.

Dengan semangat kerjasama dan inovasi, Madam Thái Hương dan TH Group pun menyatakan siap mendukung upaya peningkatan kesehatan dan gizi anak-anak di Indonesia.

“Kami akan secepatnya berkunjung ke Indonesia dan mengajak tim kami untuk melakukan survey Lokasi,” pungkasnya. (*/hum)

Categories
Ekonomi TNI

KSAD Panen Raya Jagung dan Singkong di Lahan Ketahanan Pangan Kostrad Ciemas Sukabumi

Koran Jurnal, Sukabumi – Dalam rangka mendukung program pemerintah dan Ketahanan Pangan Nasional yang merupakan program unggulan yang dicanangkan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., Kostrad menggelar Panen Raya Jagung dan Singkong di lahan ketahanan pangan Kostrad.

Pada kesempatan tersebut, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc bersama dengan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, melaksanakan panen raya jagung dan singkong sebagai wujud program Ketahanan Pangan TNI AD di lahan ketahanan pangan Kostrad, bertempat di Ds. Neglasari, Kec. Ciemas, Kab. Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (4/6/2024).

Dalam kunjungan ini, KSAD juga meninjau berbagai kegiatan dan fasilitas Hanpangan Kostrad di Neglasari. Beliau bersama rombongan melaksanakan panen singkong dan jagung di lahan seluas 121,98 hektar untuk jagung dan 308,34 hektar untuk singkong. Kasad juga meninjau proses pemipilan dan pengeringan jagung yang dilakukan oleh PT Palmyra di gudang Neglasari.

Selain itu, Kasad juga mengunjungi fasilitas breeding sapi milik PT Asia Beef dan SMK Pertanian TNI AD, serta meninjau proyek pipanisasi di Puncak Manik. Kegiatan kemudian dilanjutkan di subden Cibenda, di mana Kasad menyerahkan bantuan tali asih berupa 500 paket sembako dan santunan kepada 275 anak yatim. Peninjauan juga dilakukan terhadap lahan Community Forest seluas 212,5 hektar.

Hanpangan Kostrad di Neglasari dikelola oleh 418 personel yang terdiri dari personel militer, staf, pengawas, dan kelompok tani (Poktan). Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Dengan kunjungan ini, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berharap dapat memperkuat sinergi antara TNI dan berbagai pihak dalam upaya meningkatkan produksi pangan nasional serta kesejahteraan masyarakat.

“Saya sengaja mengajak Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman ke lokasi ketahanan pangan di Desa Neglasari untuk bersama-sama melaksanakan panen raya jagung dan singkong. Hasilnya Pak Mentan takjub dengan keberhasilan program ini serta sepakat Program Ketahanan Pangan Kostrad yang dilaksanakan di Desa Neglasari ini sebagai proyek percontohan untuk daerah lain di Indonesia,” kata Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc.

Menurut KSAD, untuk menjalankan program ketahanan pangan butuh perjuangan dan waktu yang tidak sedikit. Lahan seluas sekitar 980 hektare yang diberikan oleh PTPN awalnya merupakan semak belukar dan gersang. Berkat kerja sama antara TNI AD khususnya Kostrad dengan masyarakat sekitar sedikit demi sedikit lahan yang awalnya tidur ini mulai terbuka dan tertata. Pihaknya memilih komoditas jagung dan singkong untuk penanaman awal ini karena cocok ditanam di lokasi tersebut.

Sementara itu, Mentan RI Amran Sulaiman mengatakan merasa takjub di lokasi yang berada di pelosok dengan keterbatasan akses dan medan yang berat, program ketahanan pangan yang digagas KSAD Jendral Maruli Simanjuntak dinilai berhasil.

Bahkan produksi pertanian pun besar sehingga bisa menjaga ketersediaan pangan sesuai program pemerintah pusat tentang ketahanan pangan. Tentunya program ini menjadi proyek percontohan bagi daerah lain.

Dengan kondisi medan yang berat dan berada di pelosok, tetapi berhasil mendongkrak hasil pertanian dengan memanfaatkan lahan tidur yang awalnya hanya semak belukar. Daerah lain harus mencontoh dan harus bisa apalagi lahannya berada di lokasi yang mudah dijangkau dan didukung dengan akses.

Kementerian Pertanian RI pun sangat mendukung dengan apa yang telah dilaksanakan mantan Pangkostrad itu melalui program bantuan peralatan pertanian, benih dan lain sebagainya.

Hadir dalam kegiatan ini, Wakasad, Danpusterad, Kaskostrad, para Asisten Kasad, Pangdam III Siliwangi, Kapolda Jabar, Irkostrad, Kapoksahli Pangkostrad, Wair Kostrad, Asren Kostrad, para Asisten Kaskostrad, Danrem Bogor, Dirut PT. Pupuk Indonesia, Dirut PT. PKT, para Dan/Ka Sat/Balak Kostrad, dan Forkopimda Kab. Sukabumi, serta kelompok tani dan tamu undangan.(pen)

Categories
Ekonomi

Pastikan Harga Jagung Tetap Stabil Jelang Panen Raya, Mentan Amran Gandeng Pabrik Pakan

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran) menggelar rapat dengan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), Satgas Pangan, dan Pemerintah Daerah untuk memastikan harga jagung tetap stabil di tengah panen raya. Untuk memastikan harga jagung, Kementan dan para mitra yang terkait sedang merencanakan kebijakan yang perlu diambil.

“Pertama kami akan mengunci impor jagung. Kami tidak akan lagi melakukan rekomendasi. Kedua, sinergi Bulog melakukan penyerapan dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Harganya 4.200/kg,” kata Mentan Amran usai Rapat Koordinasi tentang jagung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Kamis (14/3/2024).

Saat ini panen jagung sedang berlangsung di berbagai sentra produksi jagung seperti Jawa Tengah, Medan dan Lampung. Diperkirakan jagung di wilayah Jawa Timur dan Sulawesi akan siap panen dalam waktu mendatang.

Banjirnya stok jagung di lapangan ini berpengaruh terhadap menurunnya harga jagung di pasaran. Oleh sebab itu, perlu Harga Acuan Pembelian (HAP) perlu diberlakukan untuk memastikan harga jagung segera stabil.

Langkah berikutnya yang perlu dilakukan adalah penyerapan surplus jagung oleh stake holder. Dalam hal ini Mentan Amran bekerjasama dengan GPMT, Pinsar, dan Pemerintah daerah untuk melakukan hilirisasi jagung dan penyerapan stok.

“Kemudian GPMT membantu melakukan penyerapan. Saya terima kasih karena driernya kapasitas silonya meningkat 1,9 juta. Kemudian Asosiasi Jagung dan Bulog direct langsung ke petani sehingga kedepan harga merangkak kembali,” tambahnya lagi.

“Mimpi kita adalah petani untung, pedagangnya juga tersenyum, kemudian GPMT bahagia dan peternaknya juga senang. Kita menjaga keseimbangan sehingga semua pihak merasa untung,” ucap Mentan.

Johan Roy, perwakilan GPMT sekaligus pabrik pakan mengatakan bahwa saat ini penyerapan sedang dilakukan secara maksimal, terutama di masa puncak panen.

“Di puncak-puncak panen kita akan menyerap sampai 800 ribu dari biasanya 600-700 ribu. Kita juga pernah menyetok hingga paling tinggi 1,2 juta per bulan,” kata Johan.

Perwakilan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), Athung, menyetujui kebijakan Kementan untuk menghentikan impor jagung untuk sementara. Menurutnya, penyerapan stok jagung panen bulan Maret dan April ini harus terlaksanakan dengan baik untuk memastikan kestabilan harga jagung di masa mendatang.

“Untuk setop impor saya setuju, tapi pemerintah harus tetap pantau. Sekarang sedang panen raya. Kita harus cari cara bagaimana memantain jagung ini ke bulan Agustus-September. Kita perlu pemerintah, terutama bulog, untuk memantau jagung,” kata Athung.

Perwakilan Satgas Pangan, Kombes Pol. Hermawan mengatakan bahwa saat ini pihak satgas sedang mempercepat proses distribusi jagung ke daerah-daerah untuk memastikan penyerapan jagung berjalan lancar. Pihak satgas telah mengirimkan himbauan kepada pemerintah daerah untuk memudahkan akses masuknya truk kecil berisi bahan pangan.

“Dengan penyerapan jagung yang maksimal, tentunya petani akan semakin senang dengan jagung yang terserap dengan baik dan harga yang wajar. Kami akan terus melakukan monitoring untuk memastikan agar jagung bisa terserap dengan harga yang wajar bisa tercapai,” tutup Hermawan.(hum)

Categories
Ekonomi Hukum Nasional

Mentan ‘Blacklist’ 5 Importir Nakal Bawang Bombai Mini

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Komitmen Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman untuk menindak tegas dan memblacklist Importir Nakal terus dilakukan. Kali ini, Mentan Andi Amran Sulaiman menindak tegas 5 dari 10 Perusahaan Importir yang diduga kuat melanggar ketentuan karakteristik komoditas sesuai  Permendag 16 tahun 2018 dan Permentan 38 tahun 2017.

Adapun 5 perusahaan Importir yang sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh pihak berwajib dan sudah diaudit oleh Kementerian Pertanian, diantaranya, PT TAU, PT SMA, PT KAS, PT FMP, dan PT JS. Lima (5) Perusahaan Importir tersebut diduga melanggar ketentuan izin masuk komoditas pangan, yakni diduga kuat memasukkan komoditas bawang bombai mini di Indonesia tanpa mengindahkan aturan yang berlaku.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa sejak tahun 2016 tidak lagi mengeluarkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) bawang merah (shallot).

“Sesuai Kepmentan 105/2017 yang telah menutup impor bawang bombai berukuran diameter kurang dari lima centimeter (biasa disebut bawang bombai mini), karena secara morfologis bentuknya menyerupai bawang merah lokal sehingga berpotensi mengelabui konsumen dan merugikan petani Iokal,” tegas Mentan Amran seusai acara apel bersama seluruh jajaran PNS, pejabat dan pimpinan Kementerian Pertanian RI, yang digelar di lapangan kantor Kementan, Jalan Ragunan, Jakarta Selatan, Jum’at (22/06/2018).

Kementerian Pertanian mensinyalir bawang bombai mini tersebut masuk melalui pintu pelabuhan Tanjung Perak dan Belawan.

“Jika terbukti melanggar, kami tegas mem-blacklist importir nakal tersebut,” ancam Amran.

Langkah tegas orang nomor satu di Kementerian Pertanian ini setidaknya membuat jera pelaku (perusahaan importir) yang melanggar aturan. Keputusannya memasukkan perusahaan Importir nakal kedalam daftar black list hingga memproses secara hukum para Importir nakal ke pihak berwenang tersebut, menjadi salah satu upaya strategis Kementan yang bertujuan membersihkan perdagangan komoditas pertanian illegal yang dilakukan oleh kartel-kartel atau mafia pangan yang dapat merugikan petani Indonesia.

Sebelumnya Mentan juga telah memblacklist 5 importir bawang putih yang melanggar aturan. Sedangkan satgas pangan menindak ratusan kasus bahan pokok dan non bahan pokok dengan tersangka 49 orang.

Terkait pelanggaran yang dilakukan oleh 5 Perusahaan Importir tersebut, Kementerian Pertanian telah melakukan koordinasi intensif dengan Satgas Pangan dan instansi berwenang lainnya untuk mengusut tuntas kasus ini termasuk terhadap lembaga pengawas dan sertifikasi yang terlibat.

Menurut catatan Kementerian Pertanian, importir yang diduga melanggar ketentuan tersebut, hingga Juni 2018 memegang Surat Persetujuan Impor (SPI) sebanyak 73 ribu ton.

Sementara itu, Amran juga menghimbau kepada para pedagang agar tidak ikut memperjualbelikan bawang bombai mini. Ia juga meminta konsumen lebih teliti membeli bawang merah dengan iming-iming harga murah.

“Jika menemukan bawang bombay merah berukuran kecil, segera laporkan kepada satgas pangan atau instansi berwajib untuk ditindaklanjuti,” lugasnya.(red)