Categories
Polhukam

Alumni Akabri 89 Kirim Bantuan Kemanusiaan Korban Bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar

Koran Jurnal Jakarta – Alumni Angkatan Bersenjata Republik Indonesia tahun 1989 (Akabri 89) menunjukkan kepedulian dan solidaritas kemanusiaan melalui penyaluran bantuan logistik bagi masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Sumatera melalui KRI dr. Soeharso-990 yang bersandar di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (7/1/2026). Alumni Akabri 89 merupakan perwira dari TNI AD, TNI AL, TNI AU dan Polisi lulusan Akabri tahun 1989.

Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., MM., M.Tr.Opsla., sebagai perwakilan dari Akabri 89 menyampaikan bahwa Bantuan kemanusiaan ini merupakan wujud kepedulian sosial dan aksi nyata alumni Akabri 89 dalam mendukung upaya penanggulangan bencana serta meringankan beban masyarakat yang terdampak. Berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan penunjang kehidupan sehari-hari disalurkan, meliputi peralatan dapur, perlengkapan kebersihan, alat kerja, kebutuhan sandang, serta sarana tidur dan perlindungan bagi para pengungsi.

Adapun bantuan yang dikirimkan antara lain 1 unit belco, beberapa genset, tabung gas dan kompor, selang regulator dan selang air, sepatu boots, angkong, sekop, pacul, ember, gayung, sikat, selimut, kelambu, kasur lipat, kasur kapuk, matras plastik, perlengkapan memasak, serta paket bahan pangan dan kebutuhan harian lainnya.

Bantuan dari Alumni Akabri 89 ini diharapkan dapat terdistribusi dan tepat sasaran sehingga segera dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak untuk mendukung pemulihan awal pascabencana. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Alumni Akabri 89 untuk senantiasa hadir dan berperan aktif dalam misi kemanusiaan sebagai salah satu bentuk bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.(disp)

Categories
Jurnal Foto TNI

TNI AU Salurkan Bantuan 1.000 Paket Sembako kepada Korban Bencana Alam Aceh Utara

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Udara menyalurkan bantuan 1.000 paket Sembako bagi warga masyarakat Aceh Utara terdampak bencana alam banjir dan tanah longsor di Kantor Desa Alue Tho Kecamatan Matang Kuli Kabupaten Aceh Utara, Minggu (9/10/2022).

Bantuan dari Kepala Staf Angkatan Udara tersebut diserahkan oleh Komandan Lanud (Danlanud) Sultan Iskandar Muda (SIM) Kolonel Pnb Yoyon Kuscahyono, S.Sos., dan diterima langsung oleh Bupati Aceh Utara Azwardi Abdullah.

Bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan TNI AU kepada warga Kabupaten Aceh Utara yang terdampak musibah banjir dan tanah longsor, paket sembako berupa beras, telur, mie instan dan minyak goreng diharapkan dapat membantu warga yang terdampak banjir, khususnya di kecamatan Matang Kuli dan kecamatan Lhok Sukon Aceh Utara. selain itu TNI AU juga menerjunkan anggota satuan Satrad Lhokseumawe dan Kipan B Yonko 469 Kopasgat untuk membantu proses evakuasi.

Pada kesempatan tersebut Bupati Aceh Utara mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada TNI Angkatan Udara atas kepeduliannya membantu warga yang lagi mendapatkan musibah banjir “Alhamdulillah saat ini jumlah pengungsi di beberapa titik pengungsian berangsur menurun, namun masih ada beberapa wilayah yang hingga saat ini masih tergenang air.” Jelasnya

Sementara Danlanud SIM didampingi Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 20/D.I Lanud SIM berkesempatan meninjau langsung lokasi yang terdampak banjir. Beliau berharap bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dapat bermanfaat bagi masayarakat yang terdampak musibah banjir khususnya di Kecamatan Matang Kuli dan Kecamatan Lhok Sukon.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kadisops Lanud SIM Letkol Pas Agung Setyo Budi, S.H., Dansatrad Lhokseumawe, Dansatpom Pom Lanud SIM Mayor Pom Rudi Zaitul, S.H., Kaintelpam Mayor Sus Bambang Meyonohadi, Dankipan B Yonko 469 Kopasgat Lhok Seumawe beserta pengurus PIA Ardhya Garini Cabang 20/D.I Lanud SIM.(disp)

Categories
Ragam TNI

Perwira Karier TNI AU 2007 Berikan Bantuan Bagi Korban Banjir Bandang Kota Malang

Koran Jurnal, Malang – Banjir bandang yang menerjang wilayah Kota Batu, Malang, Jawa Timur, pada Kamis 4 November 2021 menyisakan duka bagi warga masyarakat yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Akibat banjir bandang tersebut menyebabkan rusaknya beberapa infrastruktur seperti jembatan, akses jalan dan jaringan pipa air bersih yang menjadi kebutuhan warga.

Imbas dari kerusakan pipa saluran air bersih tersebut, membuat layanan pendistribusian air bersih bagi warga masyarakat di beberapa kelurahan di Kota Malang terdampak. Akibatnya beberapa kelurahan tidak mendapatkan air bersih yang menjadi kebutuhan pokok warga masyarakat. Beberapa wilayah yang terdampak akibat rusaknya jaringan pipa saluran air bersih diantaranya adalah Tlogomas, Tasikmadu, Tunggul Wulung, Sumbersari, Ketawanggede, Karang Besuki, Jatimulyo, Tegal Gondo, Lowokwaru, Penanggungan, Mojolangu, Dinoyo, Merjosari dan Temas.

Untuk membantu meringankan beban korban banjir bandang yang terjadi di Kota Malang Jawa Timur tersebut, Perwira Karier TNI Angkatan Udara letting 2007 yang dikenal dengan “Durapati” melakukan aksi peduli dengan memberikan bantuan ke salah satu kelurahan yang terdampak banjir bandang yaitu Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Selasa (16/11/2021).

Bantuan yang diberikan oleh Durapati 2007 tersebut berupa pipa saluran air bersih untuk mengganti pipa air yang rusak diterjang banjir bandang. Pipa air bersih yang diberikan untuk Kelurahan Temas tersebut memiliki kekuatan dan elastisitas tinggi, sehingga sangat cocok serta aman untuk daerah rawan banjir. Bantuan pipa saluran air bersih itu nantinya dapat membantu sekitar 350 kepala keluarga yang tinggal Kelurahan Temas, Kecamatan Kecamatan Batu.(*)

Pemberian bantuan tersebut dilakukan setelah melaksanakan koordinasi dengan Kepala Kelurahan Temas Bapak Adi Santoso. Awalnya Durapati 2007 akan memberikan bantuan berupa makanan, obat-obatan, sembako dan pakaian layak pakai. Namun Kepala Kelurahan Temas menyampaikan bahwa untuk makanan dan obat-obatan sudah terpenuhi dan menyampaikan kebutuhan mendesak dari warga adalah air bersih, sehingga Kepala Kelurahan Temas menyampaikan agar bantuannya berupa pipa air bersih untuk mengganti yang sudah rusak karena diterjang air banjir bandang.

Aksi nyata yang dilakukan Perwira Karir TNI Angkatan Udara 2007 atau Durapati 2007 tersebut adalah spontanitas dalam membantu sesama manusia khususnya bagi warga masyarakat yang sedang tertimpa musibah bencana alam banjir bandang. Aksi Peduli yang dilakukan Durapati 2007 tersebut merupakan salah satu perwujudan dari prinsip manunggal bersama rakyat.

Penyaluran bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Mayor Sus Hermanto sebagai perwakilan “Durapati 2007” yang berdinas di Kota Malang Jawa Timur dan diterima secara langsung oleh Kepala Kelurahan Temas Bapak Adi Santoso di dampingi ketua RT dan warga masyarakat.

Kepala Kelurahan Temas menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI khususnya Perwira Karier TNI AU 2007 yang telah peduli dan memberikan bantuan kepada masyarakat korban banjir bandang, khususnya yang berada di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu Malang, Jawa Timur.

Bantuan ini sangat penting sekali karena sesuai yang dibutuhkan warga Kelurahan Temas, dimana daerah ini adalah salah satu kelurahan yang paling terdampak banjir bandang dan menyebabkan putusnya jaringan pipa air bersih.

“Sekali lagi atas nama warga Kelurahan Temas kami mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI Angkatan Udara khususnya Perwira Karier TNI AU 2007, semoga bantuan ini menjadi berkah,” ungkapnya.

Categories
TNI

TNI AL- ACT Jawa Barat Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana Alam Sulbar dan Kalsel

Koran Jurnal, Bandung – TNI Angkatan Laut melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Bandung bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bandung Jawa Barat ikut menyukseskan pengiriman armada kemanusiaan berupa puluhan ton bantuan logistik pangan dan sandang yang dihimpun dari bantuan para donatur untuk saudara sebangsa yang tertimpa bencana alam di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan. Puluhan ton bantuan tersebut diberangkatkan dari Mako Lanal Bandung, Jalan Aria Jipang 8, Citarum, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (26/01/2021).

Armada kemanusiaan berupa bantuan logistik tersebut dilepas oleh Komandan Pangkalan TNI AL Bandung Kolonel Laut (P) Batos Leksono didamping Ketua Cabang 9 Korcab III DJA I Ny. Batos Leksono dan Head Regional ACT Jawa Barat Renno I. Mahmoeddin menuju Distribution Center ACT di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Nantinya, bantuan logistik tersebut akan disatukan dengan ribuan ton bantuan logistik dari ACT cabang se-Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

Pasca terjadinya gempa berkekuatan 6,2 magnitudo dipuluhan kecamatan di Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat, dan banjir yang merendam 11 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, puluhan ribu masyarakat terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Kondisi para pengungsi tidak hanya serba kekurangan, namun juga terancam paparan virus Covid-19. Untuk itu, dibutuhkan kerjasama yang kuat dalam memenuhi kebutuhan para penyintas bencana Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan.

Kapal Kemanusiaan membawa total 1.000 ton logistik bantuan terdiri atas 500 ton beras yang dikumpulkan dari Lumbung Pangan Wakaf (LPW) Global Wakaf – ACT, dan 500 ton sisanya terdiri dari Air Minum Wakaf, pangan, sandang, selimut, kebutuhan medis dan kebutuhan logistik lainnya yang terkumpul dari seluruh cabang ACT di Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.

Kapal Kemanusiaan tersebut akan berangkat pada Rabu(27/1) dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, DKI Jakarta ke Pelabuhan Belang-Belang, Mamuju, Sulawesi Barat. Sesuai jadwal Kapal Kemanusiaan ACT akan tiba di Sulawesi Barat pada Senin (1/2) dan secara bertahap didistribusikan ke 74 posko kemanusiaan ACT di Majene dan Mamuju untuk dibagikan merata kepada ribuan korban yang masih mengungsi. Selanjutnya akan berlayar ke Kalimantan Selatan untuk mendistribusikan bantuan ke 29 posko kemanusiaan ACT yang tersebar di 10 kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Danlanal Bandung mengatakan bahwa ini merupakan kegiatan yang luar biasa, peduli terhadap kemanusian, TNI AL dalam hal ini Lanal Bandung selalu siap mendukung kegiatan tersebut. Kebetulan ACT bekerjasama dengan TNI AL sudah seringkali berupa penyaluran bahan logistik kepada masyarakat terdampak bencana dengan menggunakan alutsista yang ada. Ini menunjukkan TNI AL peduli terhadap segala permasalahan yang ada di masyarakat. Sebagai anak negeri, inilah pembuktian bahwa kita bisa bergerak bersama selamatkan bangsa dengan melayarkan Kapal Kemanusiaan. Karena bangsa Indonesia adalah bangsa penggerak kebaikan, bangsa yang peduli, saling tolong menolong dan membantu sesama.

Pada kesempatan tersebut ACT Jawa Barat berterima kasih setulus-tulusnya kepada Danlanal Bandung, puluhan mitra dan ratusan sahabat dermawan yang sudah mendukung berlayarnya kembali Kapal Kemanusiaan ACT untuk menguatkan saudara sebangsa yang tengah dirundung duka mendalam.(disp/red)

Categories
Bencana TNI

4 Pesawat TNI AU Kembali Diterbangkan, Bantu Korban Bencana di Sulbar dan Kalsel

Koran Jurnal, Jakarta – Empat pesawat TNI Angkatan Udara kembali di terbangkan untuk misi kemanusiaan, pesawat-pesawat TNI Angkatan Udara ini dalam rangka mengangkut bantuan logistik dan tenaga kesehatan untuk membantu korban bencana alam di Mamuju Majene, Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan, Selasa (19/1/2021).

Seperti pesawat C-130 Hercules A-1338 Skadron Udara 32 Lanud Abdulrahman Saleh Malang yang diterbangkan oleh Mayor Pnb Andang dari Lanud Halim Perdanakusuma membawa 1.452 kg bantuan logistik tujuan Banjarmasin Kalimantan Selatan dan 8.093 kg dukungan logistik serta 15 tenaga kesehatan tujuan Mamuju Majene Sulawesi Barat.

Sementara untuk Pesawat boeing A-7304 Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar yang di terbangkan oleh Mayor Pnb Agung membawa lebih dari 9.000 kg bantuan logistik dan pesawat boeing A-7302 yang diterbangkan oleh Mayor Pnb Dani membawa 4761 kg bantuan logistik.

Kedua pesawat tersebut membawa bantuan untuk korban bencana Mamuju Majene Sulawesi Barat dan membawa lebih dari 117 pengungsi dari Mamuju ke Makassar.

Selain itu pesawat CN-295 A-2904 dari Skadron Udara 2 dengan pilot Kapten Pnb Gilang juga diterbangkan dari Makassar membawa 4.600 kg bantuan logistik untuk korban bencana Mamuju Majene Sulawesi Barat.

Pesawat-pesawat tersebut mengangkut bantuan dari TNI Angkatan Udara, BUMN, Kemensos, Polda Metro/ Bhayangkari, Dharma Pertiwi dan instansi lainnya.

TNI Angkatan Udara terus melakukan operasi bantuan kemanusian secara maksimal untuk menangani becana alam di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan hingga situasi dan kondisi wilayah tersebut kembali normal.(disp/red)

Categories
Bencana TNI

KSAU Tinjau Kesiapan Pendistribusian Bantuan Bencana Alam Sulbar dan Kalsel

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., meninjau langsung proses pendistribusian bantuan untuk membantu korban terdampak bencana alam di Mamuju, Majene Sulawesi Barat dan Banjarmasin Kalimantan Selatan, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/01/2021).

Kasau mengatakan TNI Angkatan Udara akan menyiagakan alutsistanya guna mengangkut pendistribusian. Adapun pesawat yang mengangkut bantuan terdiri dari pesawat C-130 Hercules, pesawat CN-295, Boeing dan juga Helikopter dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Lanud Abdulrachman Saleh Malang, dan Lanud Sultan Hasanuddin Makassar.

TNI Angkatan Udara telah melaksanakan pendistribusian ke lokasi bencana yaitu Mamuju dan Banjarmasin dengan total bantuan sebanyak 87 ton. Terdiri dari bantuan logistik dari Presiden RI, Kemensos, Basarnas, BNPB, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Panglima TNI dan instansi terkait lainnya.

Adapun Pendistribusian bantuan dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Banjarmasin, TNI Angkatan Udara, mendistribusikan bantuan seberat 32.700 kg berupa perahu karet dan bantuan logistik serta 216 personel yang terdiri dari petugas medis dan relawan, sementara untuk Mamuju, Majene akan didistribusikan sebanyak 52.000 kg bantuan logistik, 200 petugas medis serta relawan.

Selain itu TNI Angkatan Udara juga melaksanakan pendistribusian bantuan dari Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, ke Mamuju, Majene, berupa 3 ton logistik, mengevakuasi 225 pengungsi dari Mamuju menuju Makassar Sulawesi Selatan. Bantuan yang dibawa oleh pesawat TNI AU berupa perahu karet, selimut, peralatan medis, tenda lapangan serta bahan makanan siap saji.

Kedepannya TNI AU akan selalu membantu penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan lainnya, dengan harapan kehadiran TNI Angkatan Udara dapan membantu dan mempercepat proses evakuasi penanggulangan bencana.

Hadir pada kegiatan ini Asops Kasau Marsda TNI Henri Alfiandi, Pangkoopsau I Marsda TNI Tri Wibowo Budi, S.M.M., M.Tr (Han) , Kadispenau Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah S.Sos, dan Danlanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI TNI Dr. Ir. Purwoko Aji Prabowo, M.M., M.D.S.(disp/red)

Categories
Bencana TNI

KSAD Andika Perkasa Melepas Keberangkatan Prajurit TNI AD untuk Bantu Korban Bencana Kalsel dan Sulbar

Koran Jurnal, Jakarta -Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, S.E., M.A., M.Sc., M.Phil., PH.D. melepas keberangkatan para prajurit TNI Angkatan Darat yang akan melaksanakan misi kemanusiaan dengan menggunakan Kapal TNI AD ADRI L dan ADRI LI ke wilayah terdampak bencana alam banjir di Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan dan gempa di Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, bertempat di Satang Air Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, Senin (18/01/2021).

Sebelum memberangkatkan personelnya, KSAD sempat memberikan pengarahan dan penekanan kepada personil TNI AD yang tergabung dalam misi kemanusian untuk membantu warga masyarakat yang terdampak bencana alam di banjir di Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan dan korban gempa di Mamuju Provinsi Sulawesi Barat.

Dalam pengarahannya, KSAD menyampaikan, “Misi kita adalah misi kemanusiaan yang sangat dibutuhkan, sampai dengan saat ini khususnya di Sulawesi Barat titik pengungsian masih bertambah dan ketersediaan makanan maupun pendistribusiannya perlu segera dibantu dan juga di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat sangat membutuhkan dedikasi dari kita. Karena tanpa kehadiran kita disana, mungkin akan lebih lambat atau mungkin ada korban yang yang tidak tertolong”, ujar KSAD.

Selain itu kita satu misi untuk membantu keluarga kita, masyarakat Indonesia yang ada di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat, dengan kehadiran Prajurit TNI AD disana diharapkan masyarakat dapat tertolong dan terbantu, maka kepada seluruh prajuritnya yang telah dipercaya untuk melaksanakan penugasan, agar melaksanakan dengan penuh semangat, mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan, menjaga nama baik Satuan,” tegas KSAD.

KSAD juga mengingatkan personelnya untuk tidak lupa berdoa dalam setiap pelaksanaan tugas, agar senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran, serta tetap laksanakan protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Adapun perlengkapan yang disediakan untuk membantu korban bencana banjir Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat berupa obat-obatan Mathub 56 Koli, Alkes 4 Koli, Crain Cargo 2 Unit, Trado 1 Unit, Dump Truck 24 Ton 1 Unit, Dump Truck 8 Ton 1 Unit, 1 Set Jembatan Acrow Tipe 1-1 10 Petak dan 1 Set Jembatan Compact Tipe 1-1 sebanyak 10 Petak. dan sekitarnya berupa ratusan bantuan logistik seperti Mi Instan 8.334 Dus, Beras 17,65 Ton, Minyak goreng 330 Dus, Susu 458 Dus, Sarden 108 Dus, Kopi 3 Dus, Air Mineral 657 Dus, Pop Mie Cup 1.528 Dus, Sarung 4 Koli, selimut 1500 pcs, gula 1 Ton, masker medis 1.252 box, terpal kebakaran 220 pcs, temulawak tab @200 720 box, pampers anak 64 dus, tikar plastik 525 pcs, Tenda 6 Pcs, Pakaian layak pakai 25 Karung, Biskuit 378 Dus, Bubur Bayi 300 Dus, Kecap Manis 103 Dus, Hand Sanitizer 84 Dus, Bantal 40 Pcs, Handuk 50 Pcs, sabun mandi 1000 pcs dengan jumlah total muatan 4.623 Koli.

Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman juga menyampaikan turut prihatin dan dukanya atas musibah yang melanda masyarakat Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat, Pangdam menyampaikan, “Kita TNI AD khususnya warga Kodam Jaya merasa terpanggil untuk membantu kesulitan rakyat, lebih-lebih yang sedang mengalami musibah saat ini, sudah sewajarnya dan seharusnya Kodam Jaya juga turut serta membantu kelancaran kegiatan yang dilaksanakan oleh Bpk.KSAD.”

Turut dalam acara melepas keberangkatan para prajurit TNI AD tersebut diantaranya, Asrena Kasad Mayjen TNI Hendrasto Joko Saksono, Asintel Kasad Mayjen TNI Teguh Arif Indratmoko, Asops Kasad Mayjen TNI Surawahadi, Aslat Kasad Mayjen TNI Harianto, Aspers Kasad Mayjen TNI Mulyo Aji, Aslog Kasad Mayjen TNI Jani Iswanto, Aster Kasad Mayjen TNI Nurchahyanto, Kapus Bekangad Mayjen TNI Isdarmawan Ganemoelijo, Danrem 052/Wkr Brigjen TNI Purwoko Hadi Wardhono, Dirum Pusiziad Brigjen TNI Jamallulael , Dircab Pusbekang-AD Brigjen TNI Agus Santoso, Dansatang-Air Kolonel Cba Winarno.(disp/red)

Categories
Daerah TNI

Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas Sigap Bantu Warga Yang Terdampak Banjir

Koran Jurnal, Kalbar – Hujan deras yang mengguyur wilayah perbatasan Entikong beberapa hari ini, menyebabkan meluapnya Sungai Sekayam yang mengakibatkan banjir di Dusun Entikong, tepatnya di wilayah RT 005, Desa Entikong, Kec. Entikong, Kab. Sanggau.

Berkaitan dengan hal tersebut, Prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas turun langsung membantu masyarakat yang terdampak banjir, Kamis (14/01/2021).

Air mulai naik pada Kamis dini hari, pukul 02.00 WIB, menyebabkan sedikitnya 25 rumah warga di Dusun Entikong terendam banjir lebih kurang setinggi 1 meter, diakibatkan oleh hujan yang turun dalam kurun waktu tiga hari terakhir ini, di wilayah Entikong dan sekitarnya.

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Letkol Inf Alim Mustofa dalam keterangannya di Pos Kotis Entikong, Kab. Sanggau, menjelaskan bahwa kabar banjir di terima dari salah seorang warga bernama Asmui (35 th), Ketua RT 05 Dusun Entikong, yang melapor ke Pos Pamtas Kotis Entikong.

“Selanjutnya Dankima Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas Lettu Inf Fian beserta 8 orang anggota dengan perlengkapan pelampung dan tali berangkat ke lokasi untuk membantu warga yang terdampak banjir,” ujarnya.

Menurut Letkol Inf Alim Mustofa, curah hujan yang begitu tinggi dalam tiga hari ini, membuat debit air di Sungai Sekayam bertambah dan meluap yang mengakibatkan puluhan rumah di wilayah dusun tersebut terendam banjir.

Sementara itu, dari Kab. Bengkayang, Pos Pamtas Koki Jagoi Babang Lama bersama Pos Pamtas Sentabeng membantu korban banjir masing-masing di Dusun Jagoi Babang dan Dusun Sekida, Kec. Jagoi Babang, Kab. Bengkayang. Selain membantu mengevakuasi warga dan perlengkapannya, personel Satgas juga memberikan bantuan berupa makanan kepada warga yang terdampak banjir.

“Kita bersama warga lainnya bahu membahu mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Selain itu, anggota juga membagikan makanan ke rumah-rumah warga menggunakan sampan untuk membantu meringankan warga yang terdampak banjir,” ungkap Dansatgas.

Selanjutnya, berdasarkan laporan dari anggota yang berada di lokasi banjir, Dansatgas mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materiil dialami warga berupa adanya perabot rumah tangga dan peralatan elektronik yang tidak sempat diselamatkan.

Letkol Inf Alim Mustofa meminta warga untuk lebih waspada terhadap kondisi curah hujan yang tinggi dalam kurun waktu tiga hari terakhir ini.

“Satgas Yonif 642/Kapuas akan selalu siap siaga untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan kapanpun warga membutuhkannya,” tutupnya.(pen/red)

Categories
Daerah Polisi Ragam

Kabaharkam Polri Kirim Bantuan 15 Ton Beras dan 750 Dus Mie Instan untuk Korban Banjir Kota Medan

Koran Jurnal, Medan – Hujan deras yang terjadi Jum’at (4/12/2020) malam menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Medan terendam banjir. Bahkan banjir ini memakan korban jiwa sebanyak 5 orang dan 2 orang lainnya dinyatakan hilang.

Dampak banjir merendam 2.396 rumah, 4.249 KK dan 12.783 jiwa. Data tersebut terangkum dari 10 kecamatan dan 14 kelurahan.

Bencana banjir di Kota Medan ini mendapat perhatian Kabaharkam Polri sekaligus Kaopspus Aman Nusa II 2020 Komjen Pol Agus Andrianto.

Melalui stafnya Abink, Mantan Kapolda Sumut ini menyalurkan bantuan sembako sebanyak 15 ton beras dan 750 dus mie instan.

“Saya di whatsapp Pak Kabaharkam untuk menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Kota Medan,” ujar Abink saat ditemui awak media Sabtu, (05/12/2020) di Kantor Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Maimun yang juga menjadi posko banjir BPBD Kota Medan.

Bantuan sembako dari Kabaharkam Polri diserahkan langsung ke BPBD Kota Medan untuk nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak banjir.

“Kami akan bantu salurkan kepada masyarakat Kota Medan yang terdampak banjir dan ke posko-posko dapur umum lapangan,” ujar Suheri Pinem dari BPBD Kota Medan.

Sementara itu Lurah Sei Mati Ruzi menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang dikirimkan Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto.

“Kami mewakili warga Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Maimun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang dikirimkan oleh Kabaharkam Polri,” ujar Ruzi.

Di tempat terpisah, Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat Whatsapp-nya mengatakan bahwa bantuan sembako untuk warga Kota Medan yang terdampak banjir merupakan wujud kepedulian dan kehadiran Polri ditengah masyarakat.

“Kehadiran Polri membantu masyarakat juga representasi kehadiran negara ditengah-tengah masyarakat,” ujar Komjen Pol Agus Andrianto.

Mantan Wakapolda dan Kapolda Sumut ini juga mendoakan semoga banjir yang melanda Kota Medan dan dibeberapa wilayah lain segara surut.

“Semoga segera surut dan masyarakat dapat beraktivitas kembali, apalagi saat ini pandemi Covid-19 masih terjadi,” tutup Komjen Pol Agus Andrianto.(hum/red)

Categories
Daerah Militer Ragam TNI

Pangdam III/Siliwangi Sambut Kedatangan Presiden Jokowi Meninjau Korban Banjir Bandang Lebak Banten

Koran Jurnal, Lebak – Pangdam III/Slw Mayjen TNI Nugraha Budi Wiryanto, S.I.P., M.M., Q.I.A., menyambut kehadiran Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo beserta rombongan di Ponpes Latansa

Kampung Parakan Santri, Desa Banjar Irigasi, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak Banten, Selasa (0701/2020).

Selain Pangdam III/Slw, Gurbenur Banten, Kabinda Banten, Danrem 064/MY, Bupati Lebak, dan Pimpinan Ponpes Latansa Lebak Banten turut menyambut Kehadiran Presiden RI Ir.Joko Widodo.

Kedatangan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo beserta rombongan dalam rangka kunjungan kerjanya untuk meninjau secara langsung warga korban pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor. Juga untuk memastikan penanganan bagi para warga yang terdampak banjir dan longsor berjalan dengan baik.

Sebelumnya Persiden Jokowi sempat meninjau warga terdampak longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.
“Tadi pagi saya hadir di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor dan sekarang kita melihat (penanganan) banjir bandang di Kabupaten Lebak,” kata Presiden di Pondok Pesantren La Tansa yang juga terdampak banjir bandang.

Bangunan-bangunan hancur masih terlihat di Pondok Pesantren La Tansa saat Presiden tiba sekitar pukul 11.48 WIB. Presiden melihat beberapa fasilitas yang rusak dengan didampingi rombongan. Dari La Tansa, Presiden kemudian meninjau para pengungsi di Gelanggang Olah Raga (GOR) Lebak Gedong. Presiden hendak memastikan kebutuhan warga terdampak bencana terpenuhi.

Presiden mengatakan, beberapa penyebab bencana banjir bandang di Lebak adalah akibat perambahan hutan dan penambangan emas secara ilegal. Untuk itu, ia meminta Gubernur Banten dan Bupati Lebak untuk menghentikan kedua aktivitas tersebut.

“Enggak bisa lagi karena keuntungan satu, dua, tiga orang, kemudian ribuan yang lainnya dirugikan dengan adanya banjir bandang ini,” tegasnya.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, Jokowi menyebut ada 30 jembatan penting yang menghubungkan antardesa yang perlu segera diselesaikan.

“Tadi saya sudah perintahkan kepada Menteri PU agar dalam 3-4 bulan itu semuanya sudah bisa diselesaikan,” ungkapnya.

“Rumah yang rusak dilaporkan oleh Bu Bupati tadi ada 1.410. Nanti akan kita data di lapangan secara lengkap, apakah memungkinkan untuk direlokasi, karena memang kalau melihat banjirnya besar seperti ini harus direlokasi,” jelasnya.

“Beberapa hal tadi sudah disampaikan untuk masyarakat yang terkena longsor untuk mau direlokasi, dipindahkan ke tempat yang tidak terlalu jauh kurang lebih 2 kilometer dari situ.

“Kemarin kita lihat dari helikopter sangat kelihatan sekali, yang longsor itu bukan hanya puluhan, tapi ratusan. Ini baru pada tahap diselesaikan, dibersihkan, terutama yang terisolir,” ucapnya.

Oleh karena itu, Presiden mengimbau kepada seluruh jajaran pemerintah daerah mulai dari tingkat desa agar terus waspada terhadap kemungkinan bencana. Terutama mengingat puncak musim hujan masih akan berlangsung sampai bulan depan.

Turut mendampingi Presiden saat meninjau lokasi banjir bandang di Lebak antara lain, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara, dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung. (Pen/red)