Categories
Kesehatan Nasional Polisi TNI

Ketua Satgas Bersama Panglima TNI dan Kabaharkam Polri Tinjau Tempat Isoman Terpusat Rumah Dinas Walkot Semarang

Koran Jurnal, Semarang – Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kabaharkam Polri Arief Sulistyanto meninjau pelaksanaan isolasi mandiri terpusat di Rumah Dinas Wali Kota (Walkot) Semarang, Jawa Tengah, Minggu (25/07/2021) sore. Setibanya di lokasi tersebut, rombongan disambut oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin dan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi beserta jajaran.

Adapun agenda tersebut sekaligus menutup rangkaian kegiatan kunjungan kerja Ketua Satgas, Panglima TNI dan Kabaharkam Polri dalam rangka pengendalian Covid-19, yang sebelumnya juga telah dilakukan di Bandung, Yogyakarta, Solo, Boyolali dan Semarang.

Dalam hal ini, kunjungan kerja tersebut sekaligus memiliki makna bahwa dalam upaya pengendalian Covid-19 perlu dilakukan bersama-sama dengan cara gotong-royong.

Wujud kebersamaan tersebut tidak hanya dari pemerintahnya saja, namun ada peran serta masyarakat, komunitas, akademisi, hingga media masa dalam memerangi penyebaran Covid-19.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Panglima TNI dan Kabaharkam Polri sekaligus ingin memperkuat basis kekuatan yang ada di daerah mulai dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, unsur BUMN dan segenap komponen lainnya yang ada di daerah.

Menurut Panglima TNI, penguatan seluruh unsur dan komponen daerah tersebut menjadi penting, mengingat kasus Covid-19 di Tanah Air masih tinggi dan dalam situasi yang dinamis.

“Kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Oleh karena itu, kita semua harus bahu membahu untuk menyelesaikan permasalahan Covid-19 ini,” jelas Panglima TNI.

“TNI/Polri memiliki tugas untuk pelaksanaan tracing kontak erat, vaksinasi dan pembagian obat serta menyiapkan fasilitas vaksinasi yang pelaksanaannya diawasi oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” imbuh mantan KSAU itu.

Di sisi lain, Ketua Satgas Ganip Warsito dalam kesempatan sebelumnya mengatakan bahwa potensi penularan virus SARS-CoV-2 masih sangat mungkin terjadi apabila masyarakat masih belum disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Oleh sebab itu, protokol kesehatan menjadi mutlak untuk mencegah terjadinya transmisi virus, karena Covid-19 dibawa oleh perantara manusia.

Kemudian yang kedua, Ketua Satgas juga mengajak agar masyarakat dapat mendukung program vaksinasi Covid-19, sehingga setiap individu dapat memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik terhadap Covid-19.

“Saya berpesan untuk disiplin untuk protokol kesehatan. Apabila ada program vaksinasi, maka ikuti program itu. Hanya dua hal itu yang menjadi cara agar diri kita terlindungi dari Covid-19,” kata Ganip.

Sementara itu, Kabaharkam Polri Arief Sulistyanto berpesan kepada masyarakat yang terinfeksi virus SARS-CoV-2 dari hasil _tracing_ agar bersedia dirawat di tempat isolasi terpusat untuk menghindari adanya transmisi antar anggota keluarga dan mencegah terjadinya kasus kematian akibat Covid-19.

“Apabila hasil tracing itu ditemukan hasil positif supaya mau dirawat di tempat isolasi terpusat. Karena masih ada masyarakat yang enggan untuk melakukan itu. Supaya ini bisa diisolir dan tidak menyebarkan virus ke mana-mana,” kata Kabaharkam Arief.

Pada kesempatan tersebut, rombongan Ketua Satgas, Panglima TNI dan Kabaharkam Polri juga menyempatkan diri berdialog dengan para pasien OTG yang sedang menjalani perawatan.

Momentum tersebut juga sekaligus dilakukan guna memastikan bahwa para pasien telah mendapatkan perawatan dan penanganan secara profesional oleh para tenaga kesehatan dan dalam kondisi yang semakin baik.

BOR Kota Semarang Turun

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan bahwa _Bed Occupancy Rate_ untuk wilayah Kota Semarang saat ini berada pada angka 57 persen. Pihaknya mengaku bahwa tren keterisian tempat tidur di Kota Semarang telah mengalami penurunan, namun belum signifikan.

“Hari ini kita mencapai 57 persen. Beberapa Rumah Sakit yang tadinya penuh IGD-nya penuh sekarang sudah _clear_ semua. Memang beberapa ICU sejumlah Rumah Sakit masih ada yang penuh, tapi rata-rata beberapa Rumah Sakit sekarang sudah punya ketersediaan tempat tidur,” jelas Hendrar Prihadi.

Sementara itu, pihaknya juga akan menggalakkan upaya _tracing_ kepada masyarakat khususnya bagi kontak erat dan mendorong pelaksanaan program vaksinasi mulai pekan ini.

Sesuai arahan Panglima TNI, maka Pemerintah Kota Semarang akan mendorong sinergitas antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, Dinas Kesehatan dan lintas unsur terkait untuk meningkatkan upaya _tracing_ kontak erat dan pelaksanaan program vaksinasi.

“Kami akan mendorong bagaimana menggabungkan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan teman-teman Dinas Kesehatan untuk _tracing_ dan vaksinasi mulai Senin ini,” jelas Hendrar.

Dalam rangka percepatan penanganan COVID-19, Pemerintah Kota Semarang telah mendirikan enam lokasi yang diaktifkan sebagai tempat isolasi terpusat, yakni Rumah Dinas Wali Kota, Asrama Haji, Asrama UIN, Asrama Wonolopo, Balai Diklat Kota Semarang dan Miracle Health Center.

Adapun data per Senin (26/7), Rumah Dinas Wali Kota memiliki kapasitas tempat tidur sebanyak 101 untuk pasien laki-laki dan 105 untuk perempuan. Adapun yang sudah terpakai yakni 37 tempat tidur untuk pasien laki-laki dan 39 pasien perempuan.

Asrama Haji memiliki 52 tempat tidur untuk laki-laki dan 58 untuk perempuan. Sementara yang sudah terisi ada sebanyak 12 laki-laki dan 21 perempuan.

Kemudian Asrama UIN berkapasitas 62 tempat tidur laki-laki dan 62 perempuan. Adapun yang terpakai 9 tempat tidur laki-laki dan 14 perempuan.

Selanjutnya Asrama Wonolopo dengan kapasitas 45 tempat tidur laki-laki dan 45 tempat tidur perempuan. Saat ini terpakai 5 tempat tidur laki-laki dan 11 perempuan.

Berikutnya Balai Diklat Kota Semarang ada sebanyak 50 tempat tidur laki-laki dan 50 untuk perempuan. Dari jumlah tersebut saat ini terisi 14 laki-laki dan 11 perempuan.

Adapun yang terakhir Miracle Healt Center memiliki kapasitas 50 tempat tidur laki-laki dan 50 perempuan. Sementara yang sudah terisi adalah 8 laki-laki dan 8 perempuan.(Pusd/red)

Categories
Daerah TNI

Kunjungan Kabaharkam Polri, Dandim Sambas Jelaskan Penanganan Pekerja Migran 

Koran Jurnal, Sambas – Kabaharkam Mabes Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto melakukan kunjungan kerja di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, sekaligus meninjau langsung kegiatan penanganan pemulangan PMI yang kembali ke Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Kabaharkam  Mabes Polri di dampingi oleh Kapolda Kalbar dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sambas.

Komandan Kodim (Dandim) 1208/Sambas Letkol Inf Setyo Budiyono, S.H., M.Tr.(Han) menjelaskan tentang langkah-langkah penanganan proses pemulangan PMI, baik yang melalui jalur resmi maupun jalur non prosedural, Kamis (27/05/2021).

Dandim mengatakan bahwa pihaknya bersama unsur Polri dan Pemda terus memberikan edukasi serta pengayoman terhadap PMI karena sudah menjadi tanggung jawab semua pihak.

“Para PMI yang kembali ke Indonesia tentunya akan menjalani proses pemeriksaan mulai dari tes swab/PCR sampai dengan proses karantina di Wisma Indonesia yang sudah disiapkan,” jelasnya.

“Jika ada PMI yang reaktif langsung dirujuk di Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Teluk Kramat,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Camat Sajingan Besar Bapak Supardi menyampaikan pengananan PMI yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh pemerintah. Menurutnya, PMI yang akan kembali kerumahnya masing-masing harus melakukan proses karantina demi memutus mata rantai Covid-19.

Ardi salah satu PMI asal Kabupaten Sambas sangat berterima kasih dengan perlakuan para petugas PLBN Aruk. “Saya sangat berterima kasih karena kami diperlakukan dengan baik dan kami juga harus mengikuti segala prosedur yang ada, tetapi tujuannya baik agar kita semua dapat terhindar dari Covid-19,” ungkapnya.(pen/red)

Categories
Daerah Polisi Ragam

Kabaharkam Polri Kirim Bantuan 15 Ton Beras dan 750 Dus Mie Instan untuk Korban Banjir Kota Medan

Koran Jurnal, Medan – Hujan deras yang terjadi Jum’at (4/12/2020) malam menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Medan terendam banjir. Bahkan banjir ini memakan korban jiwa sebanyak 5 orang dan 2 orang lainnya dinyatakan hilang.

Dampak banjir merendam 2.396 rumah, 4.249 KK dan 12.783 jiwa. Data tersebut terangkum dari 10 kecamatan dan 14 kelurahan.

Bencana banjir di Kota Medan ini mendapat perhatian Kabaharkam Polri sekaligus Kaopspus Aman Nusa II 2020 Komjen Pol Agus Andrianto.

Melalui stafnya Abink, Mantan Kapolda Sumut ini menyalurkan bantuan sembako sebanyak 15 ton beras dan 750 dus mie instan.

“Saya di whatsapp Pak Kabaharkam untuk menyerahkan bantuan untuk korban banjir di Kota Medan,” ujar Abink saat ditemui awak media Sabtu, (05/12/2020) di Kantor Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Maimun yang juga menjadi posko banjir BPBD Kota Medan.

Bantuan sembako dari Kabaharkam Polri diserahkan langsung ke BPBD Kota Medan untuk nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak banjir.

“Kami akan bantu salurkan kepada masyarakat Kota Medan yang terdampak banjir dan ke posko-posko dapur umum lapangan,” ujar Suheri Pinem dari BPBD Kota Medan.

Sementara itu Lurah Sei Mati Ruzi menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang dikirimkan Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto.

“Kami mewakili warga Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Maimun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan yang dikirimkan oleh Kabaharkam Polri,” ujar Ruzi.

Di tempat terpisah, Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat Whatsapp-nya mengatakan bahwa bantuan sembako untuk warga Kota Medan yang terdampak banjir merupakan wujud kepedulian dan kehadiran Polri ditengah masyarakat.

“Kehadiran Polri membantu masyarakat juga representasi kehadiran negara ditengah-tengah masyarakat,” ujar Komjen Pol Agus Andrianto.

Mantan Wakapolda dan Kapolda Sumut ini juga mendoakan semoga banjir yang melanda Kota Medan dan dibeberapa wilayah lain segara surut.

“Semoga segera surut dan masyarakat dapat beraktivitas kembali, apalagi saat ini pandemi Covid-19 masih terjadi,” tutup Komjen Pol Agus Andrianto.(hum/red)

Categories
Daerah Polisi

Kabaharkam Wakili Kapolri Hadiri Penyerahan Hadiah Lomba Kampung Tegep Mandiri Babel

Koran Jurnal, Bangka Belitung – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, wakili Kapolri hadir pada acara penyerahan hadiah pemenang lomba Kampung Tegep Mandiri (KTM) yang digelar di Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (21/11/2020).

Acara ini digelar bertepatan dengan Upacara Peringatan Hari Jadi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke-20 yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman.

Sehari sebelumnya, Kabaharkam Polri berkesempatan meninjau langsung lokasi KTM Desa Lubuk Besar di Kabupaten Bangka Tengah dan Taman Edukasi Ketahanan Pangan Terintegrasi Polsek Jebus di Kabupaten Bangka Barat.

KTM tersebut merupakan implementasi Kampung Tangguh Nusantara yang telah dicanangkan Panglima TNI dan Kapolri beberapa waktu lalu, yang menginstruksikan jajaran TNI-Polri memanfaatkan lahan tidur untuk dikelola menjadi produktif guna membantu kebutuhan ekonomi masyarakat yang lesu akibat pandemi COVID-19.

Adapun para pemenang lomba berdasarkan hasil penilaian tim gabungan adalah sebagai berikut:

Juara Umum Wilayah Pulau Bangka

KTM Desa Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah

Juara Umum Wilayah Pulau Belitung

KTM Desa Badau Kabupaten Belitung

Juara Favorit Bidang Kesehatan

KTM Desa Buyan Kelumbi Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat

Juara Favorit Bidang Sosial Ekonomi dan Pangan

KTM Desa Rias Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan

Juara Favorit Bidang Keamanan

KTM Desa Mentawak Kecamatan Kelapa Kampit Kabupaten Belitung Timur

Juara Favorit Bidang Informatika dan Inovasi

KTM Lingkungan Sidodasi Kelurahan Sri Menanti Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka

Juara Harapan

KTM Perumahan Gelase Asri Kampung Dul Pangkalpinang.

Di penghujung kegiatan, Kabaharkam Polri juga berkesempatan membacakan amanat Kapolri Jenderal Pol Drs Idham Azis MSi.

Dalam amanatnya, Kapolri mengucapkan selamat ulang tahun kepada Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang ke-20 serta ucapan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat atas kontribusinya dalam memelihara situasi Kamtibmas, upaya penanganan Covid-19, upaya pemulihan perekonomian nasional, dan juga menjaga ketahanan pangan nasional.

“Mudah-mudahan Provinsi Bangka Belitung menjadi provinsi yang maju dan sejahtera,” kata Komjen Pol Agus Andrianto membacakan amanat Kapolri.

Kapolri berharap, Program Kampung Tegep Mandiri di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat membantu perekonomian dan mendukung ketahanan pangan masyarakat, karena Pandemi COVID-19 telah nyata-nyata berdampak tidak hanya di bidang kesehatan, melainkan juga di bidang ekonomi, keagamaan, sosial dan budaya, keamanan, serta politik.

Selain itu, mengingat situasi pandemi juga menimbulkan niat dan kesempatan untuk melakukan tindak pidana, ditambah empat dari tujuh kabupaten di wilayah Bangka Belitung sedang melaksanakan pilkada, Kapolri mengingatkan perlu adanya pengelolaan wilayah ini dengan baik.

Karena jika tidak, maka akan berpotensi mengganggu situasi Kamtibmas. “Di sinilah peran Polri yang didukung oleh TNI dan pemerintah daerah dibutuhkan, agar potensi gangguan Kamtibmas tidak berkembang menjadi gangguan nyata,” katanya.

Selaku pimpinan Polri, Kapolri juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitunh, khususnya Forkompinda, atas gagasannya melombakan program Kampung Tangguh Nusantara melalui kegiatan lomba Kampung Tegep Mandiri yang didukung oleh Gubernur, Forkompinda Provinsi, dan Forkompinda kabupaten/kota.

“Saya sangat berharap bahwa lomba Kampung Tegep Mandiri ini tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Para pimpinan daerah diharapkan mempertahankan upaya-upaya yang telah dilakukan,” pesan Kapolri.

Terakhir, Kapolri mengingatkan agar penerapan protokol kesehatan di tengah-tengah masyarakat melalui penggunaan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan harus terus dijaga secara ketat.(rls/red)

Categories
Polisi

Hari Pangan Sedunia 2020, Kabaharkam Polri: Ketahanan Pangan untuk Indonesia Maju

Koran Jurnal, Jakarta – Peringatan Hari Pangan Sedunia 2020 yang jatuh pada hari ini Jum’at (16/10/2020) memiliki makna tersendiri bagi Kaopspus Aman Nusa II 2020 yang juga Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto.

Kepada awak media, Jenderal Bintang 3 kelahiran Blora ini kembali mengungkapkan pentingnya ketahanan dan kemandirian pangan.

“Pangan itu soal hidup matinya suatu Negara,” ujar Komjen Pol Agus.

Saat ini pandemi Covid-19 masih berlanjut dan memberikan pelajaran kepada kita semua, masa-masa yang tidak pasti ini telah membuat orang menghidupkan kembali penghargaan untuk sesuatu yang mungkin dianggap remeh yaitu makanan.

“Ekosistem keamanan terganggu, apabila kita kekurangan pangan,” ujar Komjen Agus.

Mempertahankan dan menyediakan akses ke makanan yang aman, sehat dan bergizi akan terus menjadi bagian penting dari respons terhadap pandemi Covid-19, terutama bagi masyarakat miskin dan rentan, yang paling terpukul oleh pandemi dan guncangan ekonomi.

“Ketersediaan pangan baik dari kuantitas dan kualitas itu juga index menuju negara maju,” tegas Komjen Agus.

Lebih lanjut Komjen Agus mengatakan bahwa saat ini masih banyak lahan-lahan tidak produktif yang dibiarkan saja.

“Sampai kapan kita akan bergantung dengan negara lain, apalagi urusan pangan, kapan lagi kita bisa mandiri kalau tidak saat ini,” ujar Komjen Agus.

Masih menurut Komjen Agus, melalui momentum peringatan Hari Pangan Sedunia 2020 ini mari kita bangun ketahanan pangan dari lingkup terkecil, yaitu rumah tangga dengan memanfaatkan lahan kosong atau pekarangan, serta memanfaatkan lahan-lahan tidak produktif menjadi lahan produktif.

“Selamat Hari Pangan Sedunia 2020, mari kita wujudkan ketahanan pangan untuk Indonesia maju”, tutup Komjen Agus.

Tanggal peringatan Hari Pangan Sesunia diambil sesuai dengan hari berdirinya Asosiasi Pangan dan Pertanian Organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa (FAO) pada 16 Oktober 1945.

Tujuan diperingati hari ini adalah tercipta kesadaran tentang adanya masalah obesitas dan gizi buruk akibat kelaparan.

FAO sendiri mengangkat tema ‘Tanam, Pelihara, Lestarikan Bersama’ untuk Hari Pangan Sedunia tahun 2020.(hum/red)

Categories
Opini Polisi

Jelang HUT Bhayangkara 74, Kabaharkam Polri: Teruslah Berbuat Baik

Koran Jurnal, Jakarta – Persepsi kepercayaan masyarakat kepada Polri memang kerap naik turun. Namun naiknya susah, turunnya mudah. Sedikit saja anggota Polri berbuat salah, persepsinya di mata masyarakat langsung terjun bebas.

“Kita berbuat baik saja belum tentu masyarakat menerima kita, apalagi kita tidak berbuat baik. Namun percayalah, kebaikan itu datangnya dari Yang Maha Kuasa. Jadi, lakukan kebaikan saja untuk masyarakat,” kata Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, Jum’at (19/06/2020).

Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1989 itu mengalamatkan pernyataan tersebut kepada jajaran Baharkam Polri untuk senantiasa berbuat baik, melakukan tugas dengan baik dan benar, tanpa harus ambil pusing atas penilaian masyarakat.

Polisi dibenci masyarakat itu biasa. Karena sering kali polisi hanya diidentifikasi sebagai penegak hukum. Kerjanya menangkap orang yang diduga melakukan pelanggaran. Namun ternyata, menurut Komjen Pol Agus Andrianto, tugas Polri bukan semata penegakan hukum. Ia memberi contoh badan yang dipimpinnya, yang memiliki tugas utama pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

Secara struktur, Baharkam Polri menaungi tiga korps di bawahnya, yakni Korps Pembinaan Masyarakat (Korbinmas), Korps Samapta Bhayangkara (Korsabhara), dan Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud).

Korbinmas bertugas menangani faktor-faktor penyebab gangguan kamtibmas (preemtif). Korsabhara bertanggung jawab atas pencegahan gangguan kamtibmas (preventif), seperti melakukan pengamanan, pengawalan, dan patroli. Sementara Korpolairud mempunyai tugas membantu operasional Polri, Harkamtibmas di wilayah pesisir, hingga penegakan hukum atas pelanggaran yang terjadi sepanjang 12 mil wilayah laut Indonesia diukur dari garis pantai.

“Baharkam Polri memiliki tugas yang sangat kompleks: preemtif, preventif, dan penegakan hukum. Baharkam Polri dapat dikatakan sebagai miniatur Polri. Yang tidak tertangani oleh tugas Baharkam akhirnya berpotensi menjadi gangguan Kamtibmas,” kata Komjen Pol Agus Andrianto.

Contoh lain bahwa tugas Polri tak sebatas penegakan hukum, lanjut Kabaharkam Polri, adalah Operasi Kepolisian Terpusat Kontinjensi Aman Nusa II-Penanganan COVID-19 Tahun 2020 (Opspus Aman Nusa II 2020). Yakni operasi kepolisian yang bertujuan membantu kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

“Di Polri ada beberapa operasi kontinjensi, yaitu Aman Nusa I tentang keamanan nasional (teroris), Aman Nusa II tentang bencana alam dan nonalam (COVID-19), dan Aman Nusa III terkait kegiatan dinamis dari pemerintah. COVID-19 ini adalah pelajaran baru dalam kegiatan di semua kementrian dan lembaga. Semua Instansi secara masif bergandengan tangan untuk memutus mata rantai persebaran COVID-19,” ungkap jenderal polisi bintang tiga yang juga mendapat amanat sebagai Kaopspus Aman Nusa II 2020 tersebut.

“Jadi reserse adalah bagian kecil dari tugas Polri. Fokus lain, bagaimana kita bisa memberikan kontribusi untuk mendorong kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Komjen Pol Agus Andrianto berpesan kepada jajaran Baharkam Polri di seluruh Indonesia untuk terus menebar kebaikan bagi masyarakat. Jika sudah demikian, ia yakin, nama Polri dengan sendirinya akan harum di hadapan masyarakat. “Cintailah profesi dan jangan suka mempersulit orang lain,” katanya.(hum/red)

Categories
Polhukam Polisi

Kabaharkam Agus Andrianto: Polri Harus Beradaptasi dengan New Normal saat Berikan Pelayanan Masyarakat

Koran Jurnal, Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus beradaptasi dengan menerapkan kebiasaan baru (new normal) saat melaksanakan pelayanan kepada masyarakat berpedoman pada protokol kesehatan.

“Apabila hal ini dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, kita bisa mencegah terjadinya cluster baru,” kata Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, selaku Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan COVID-19, saat rapat bersama Pejabat Utama Mabes Polri dengan para Kapolda melalui video conference (Vicon) dari Ruang Pusdalsis Mabes Polri, Jakarta, Selasa (16/06/2020).

Untuk itu, Komjen Pol Agus Andrianto memohon kepada para Kapolda agar memastikan semua anggota yang bertugas di lapangan, baik itu dalam pelayanan masyarakat, pengamanan, maupun pendisiplinan, harus sesuai dengan 13 poin protokol kesehatan untuk aparat.

Selain itu, Komjen Pol Agus Andrianto mengingatkan bahwa Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 pusat telah membuat aplikasi “Bersatu Lawan COVID” dan Kemenkominfo membuat aplikasi “Peduli Lindungi” yang dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam pencegahan masifnya penularan COVID-19.

“Imbau masyarakat untuk men-download aplikasi tersebut sehingga masyarakat sadar dan mampu melindungi dirinya sendiri dari dampak COVID-19,” ungkap Komjen Pol Agus Andrianto.

Tak lupa, Komjen Pol Agus Andrianto mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah memberikan penghargaan kepada 10 anggota Polri yang telah menyumbangkan plasma darahnya untuk dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk penyembuhan COVID-19.

“Mohon imbau masyarakat yang telah dinyatakan sembuh dari COVID-19 untuk dapat menyumbangkan plasma darahnya,” kata Komjen Pol Agus Andrianto mengajak jajaran kepolisian menggalakkan metode pengobatan COVID-19 lewat terapi plasma konvalesen.(hum/red)

Categories
Polhukam Polisi

Kabaharkam Komjen Pol Agus Andrianto: Polri Siap Dukung Penerapan New Normal

Koran Jurnal, Jakarta – Walau kebijakan penerapan tatanan kehidupan normal baru (New Normal) belum diputuskan, Polri telah menyatakan kesiapannya mendukung kebijakan tersebut dan kebijakan pemerintah lainnya.

Hal itu disampaikan Kabaharkam Polri sekaligus Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan COVID-19, Komjen Pol Drs Agus Andrianto SH, MH, saat menjadi narasumber pada Focus Group Discussion (Webinar Series) “New Normal di Masa Pandemi Prospek dan Tantangan” yang diselenggarakan Divhumas Polri di Hotel Ambhara, Jakarta, Kamis (04/06/2020).

Menurut Kabaharkam Polri, konsep new normal merupakan salah satu exit strategy yang menjadi pertimbangan pemerintah untuk diterapkan di masa pandemi agar masyarakat tetap produktif dan aman dari COVID-19.

“Karena dampak pandemi ini tidak hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga berdampak pada ekonomi. Dampak ekonomi tidak ditangani akan merembet ke gangguan sosial. Gangguan sosial tidak bisa ditangani, nanti akan lari ke masalah keamanan. Masalah keamanan nanti bisa lari ke masalah politik sehingga stabilitas negara kita terganggu,” jelas Komjen Pol Agus Andrianto.

Dalam rangka persiapan penerapan exit strategy tersebut, Kabaharkam Polri mengungkapkan, Presiden Jokowi telah memerintahkan kementerian/lembaga agar menyusun protokol kesehatan yang sesuai dengan tatanan kehidupan baru di tengah pandemi.

“[Protokol kesehatan itu] yang bisa dijadikan dasar dalam upaya mendisiplinkan masyarakat untuk mendukung penyelenggaraan tatanan normal baru, sebagai acuan kami bertindak di lapangan,” kata Komjen Pol Agus Andrianto.

Namun demikian, Kabaharkam Polri mengingatkan, seluruh jajaran kepolisian agar mengedepankan tindakan humanis, edukatif, persuasif, dan menghindari tindakan kontraproduktif dalam menjalankan tugas.

“Petugas Polri dalam melakukan penindakan agar betul-betul menggunakan hati nurani dan akal sehatnya,” pesan Komjen Pol Agus Andrianto.

Selain Kabaharkam Polri, narasumber FGD yang dibuka oleh Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono SIK, MSi, itu juga dihadiri oleh Kepala Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Ir Bernadus Wisnu Widjaja MSc, Pembina Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia, Ir Handaka Sentosa, dan Deputi Staf Kepresidenan Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Bidang Polhuhankam, Jaleswari Pramodhawardani.(bmb/red)