Categories
Daerah Militer TNI

KSAU Beri Apresiasi atas Profesionalisme Prajurit TNI AU dalam Latihan Angkasa Yudha 2021

Koran Jurnal, Lumajang – Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., memberi apresiasi atas profesionalisme yang telah ditunjukkan para prajurit TNI AU dalam latihan Angkasa Yudha (AYU) 2021.

Menutut KSAU, sebagai latihan puncak TNI AU, AYU, menjadi tolak ukur sejauh mana tingkat profesionalisme prajurit TNI AU.

“Apresiasi tinggi saya berikan atas capaian para prajurit TNI AU dalam pelaksanaan latihan Angkasa Yudha 2021,” tegas KSAU.

Penegasan tersebut disampaikan Kasau disela-sela pelaksanaan manuver lapangan (Manlap) latihan AYU 202, di AWR Pandan Wangi, Lumajang Jawa Timur, Rabu (24/11/2021)

KSAU menambahkan, perkembangan lingkungan strategis, dan akselerasi kemajuan teknologi yang begitu pesat, menjadi tantangan yang harus dijawab TNI AU. Menyikapi hal tersebut, TNI AU dituntut memiliki kesiapan operasi yang tinggi, termasuk merevisi dan evaluasi doktrin, guna kesiapan alutsista, maupun kesiapan Sumber Daya Manusia yang mengawakinya.

“Terkait perkembangan lingkungan strategis dan pesatnya kemajuan teknologi, ada beberapa hal yang perlu kita revisi, dan evaluasi, termasuk Doktrin,” tambah KSAU.

Menurut KSAU, Latihan Angkasa Yudha merupakan sarana terbaik dalam mengevaluasi Doktrin, sehingga dapat melihat tingkat kesiapan operasi, satuan-satuan jajaran TNI Angkatan Udara dihadapkan dengan tantangan tugas mendatang.

Latihan Angkasa Yudha 2021, bertujuan memelihara, meningkatkan dan menguji profesionalisme Kotamaops TNI AU dan satuan-satuan jajarannya, dalam menyusun rencana dan melaksanakan operasi udara gabungan pada rencana Kampanye Militer.

Pada kesempatan tersebut, kasau juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada semua pihak, baik Kodiklatau selaku penyelenggara latihan, maupun kepada pemerintah setempat dan seluruh pejabat forkopimda.

Manuver lapangan Latihan Angkasa Yudha tahun 2021 ini, melibatkan 1579 prajurit dan 52 alutsista pesawat, baik pesawat tempur, angkut, intai dan juga helikopter. Seluruh pesawat memainkan skenario latihan sejumlah operasi udara, sesuai platform pesawat masing-masing.

Pesawat intai strategis Boeing 737 dari Skadron Udara 5 melaksanakan misi operasi Intelijen dengan melaksanakan operasi udara pengamatan dan pengintaian. Sementara Pesawat tempur F-16, Sukhoi, T-50, Super Tucano dan Hawk 100/200 melaksanakan berbagai misi operasi udara, diantaranya Operasi Udara Serangan Strategis (OUSS), Operasi Udara Lawan Udara Ofensif (OULUO), Operasi Udara Lawan Udara Defensif (OULUD) dan Operasi Udara Lawan Darat.

Sedangkan pesawat angkut C-130 Hercules dan Cassa-212 melaksanakan operasi mobilitas Udara, berupa penerjunan pasukan dan droping logistik di medan operasi. Adapun helikopter EC-725 Caracal dan NAS-332 Super Puma melaksanakan Search and Rescue Pertempuran (Sarpur) dan juga tindakan keamanan berupa air cover.

Selain pelaksanaan operasi udara, pada Angkasa Yudha 2021, prajurit Pasukan Khas melaksanakan berbagai misi operasi, diantaranya Operasi Pembentukan dan Pengendalian Pangkalan Udara Depan (OP3UD). Paskhas juga melaksanakan latihan penembakan berbagai persenjataan yang dimilikinya, diantaranya penembakan Oerlicon, MO 81, MO 60 R, sniper, Gatling Gun dan sejumlah persenjataan lainnya.

Manuver lapangan yang berlangsung selama tiga hari ini, diselenggarakan dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Turut mendampingi KSAU saat peninjauan ini, para Asisten Kasau, para Pangkotama TNI AU, para Kepala Dinas Mabesau, Danlanud Abdulrachman Saleh. Sementara pejabat daerah yang hadir Bupati Lumajang, sejumlah pejabat Forkopimda provinsi dan kabupaten serta para pejabat TNI/Polri setempat.(disp/red)

Categories
Militer TNI

KSAU Tinjau Latihan Demo Udara Peringatan HUT Ke-76 TNI

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P. meninjau pelaksanaan latihan demo udara, dalam rangka memeriahkan peringatan HUT Ke-76 Tentara Nasional Indonesia di Apron Baseops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jum’at (01/10/2021).

Latihan demo udara yang ditinjau KSAU dan sejumlah pejabat utama TNI AU ini, melibatkan 15 pesawat tempur TNI Angkatan Udara dan 7 pesawat helikopter Trimatra (TNI AU/AL/AD).

Saat latihan ini, 15 pesawat tempur melaksanakan tiga flight penerbangan. Penerbangan pertama dengan call sign Golden flight terdiri dari enam pesawat T-50i Golden Eagle dari Skadron Udara 15, penerbangan kedua Dragon Flight terdiri dari 6 Pesawat F-16 Fighting Falcon dari Skadron 3 dan Bajra Flight dengan 3 pesawat Sukhoi SU 27/30 dari Skadron Udara 11 dan Skadron Udara 14.

Ketiga penerbangan pesawat tempur kebanggaan bangsa Indonesia ini, melaksanakan terbang formasi dalam bentuk “Arrow Head” dan ditutup dengan demo udara “Bomb Burst” tepat di atas landasan pacu Lanud Halim Perdanakusuma.

Sementara 7 pesawat helikopter dengan call sign Trimatra Flight terbagi dalam dua elemen. Elemen pertama dengan 3 helikopter terdiri dari 1 Nas-332 Super Puma yang membawa bendera Merah-Putih dan 2 helikopter AH-46 E Apache. Sementara elemen kedua dengan 4 helikopter terdiri dari 1 helikopter EC-725 Caracal dengan membawa bendera Trimatra TNI dan 3 helikopter AS565 MBe Panther.

Direncanakan, latihan demo udara ini akan dilanjutkan pada dua hari kedepan, dengan route penerbangan melintas Istana Negara, tempat pelaksanaan Upacara HUT Ke-76 TNI tahun 2021.

Turut mendampingi KSAU saat peninjauan, para pejabat utama Mabesau, Pangkoopsau I, dan sejumlah komandan satuan jajaran TNI AU lainnya.(disp/red)

Categories
TNI

Danbrigif 2 Marinir Buka Latihan Mupe TA 2020

Koran Jurnal, Sidoarjo – Komandan Brigif 2 Marinir Kolonel Marinir Rudi Harto Marpaung secara resmi membuka latihan operasi pertempuran di daerah Muara, Rawa, Sungai dan Pesisir (Mupe) TA. 2020 di lapangan apel Bhumi Marinir Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur. Rabu (25/11/2020).

Dalam amanatnya Komandan Brigif 2 Marinir menyampaikan bahwa tema latihan yaitu Pasmar 2 melaksanakan latihan operasi pertempuran di daerah muara, rawa, sungai dan pesisir untuk mengatasi gerakan separatis bersenjata di wilayah NKRI dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.

Tujuan latihan Mupe tahun 2020, lanjutnya, meningkatkan kemampuan dan ketrampilan teknik dan taktik operasi pertempuran di daerah muara, rawa, sungai dan pesisir pada kondisi dan situasi tertentu. Selain itu juga untuk memelihara dan meningkatkan kesiapsiagaan prajurit Korps Marinir untuk melaksanakan tugas operasi sesuai perintah Satuan Atas.

Disampaikan juga bahwa Latihan akan dilaksanakan pada minggu terakhir November 2020 di daerah Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya dengan materi yang akan dilatihkan meliputi menembak di atas perahu karet, teknik pelolosan di daerah rawa, patroli tempur / kontak drill, menembak lorong reaksi, anti penghadangan, survival daerah rawa, renang siang dan malam, evakuasi medis daerah rawa, motoris, dayung perahu karet dan teknik pemutusan pertempuran.

Diakhir amanatnya, Kolonel Marinir Rudi Harto Marpaung mengharapkan kepada seluruh prajurit agar melaksanakan latihan dengan sungguh-sungguh dan tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan personel maupun material.

“Selama latihan, tetap laksanakan protokol kesehatan pencegahan covid-19 dengan selalu memakai masker dan menjaga physical distancing,” pungkasnya.(disp/red)

Categories
TNI

Hadapi Situasi Perang, Satgasrat Brigif R-9 Libatkan Masyarakat Latihan Pengungsian

Koran Jurnal, Sumsel – Detasemen Teritorial Satgasrat Brigif R-9/DY Kostrad melaksanakan latihan pengendalian penduduk dan pengungsian dengan melibatkan sekitar 200 orang warga di sekitar wilayah Kec. Martapura, Ogan Komering Ulu Timur, Sumsel, Senin (23/11/2020), sebagai salah satu upaya melatih kewaspadaan masyarakat saat dihadapkan pada situasi peperangan.

Diskenariokan telah terjadi dua ledakan oleh musuh di pemukiman penduduk, dimana salah satunya menggunakan zat kimia berbahaya. Satgasrat Brigif R-9 kemudian mengerahkan Tim Penjinak Bahan Peledak  (Jihandak) dari Kompi Zeni Tempur (Zipur) untuk mengatasi ledakan.

Secara bersamaan, Satgas Teritorial melakukan pengendalian situasi dengan mengumpulkan dan mengevakuasi penduduk dengan kendaraan dari lokasi ledakan menuju titik pemisahan.

Setelah sampai di titik pemisahan, Satgas Teritorial melakukan pendataan untuk memisahkan penduduk yang mau diungsikan secara sukarela (pro) dan penduduk yang tidak mau diungsikan (kontra). Selanjutnya, penduduk yang pro akan dibawa ke tempat pengungsian khusus untuk mendapatkan pelayanan, baik makanan maupun kesehatan.

Selain itu, di tempat pengungsian tersebut, Satgas Teritorial menggelar penyuluhan-penyuluhan, antara lain penyuluhan tentang kesehatan dari pihak Dinas Kesehatan setempat dan penyuluhan  hukum serta wawasan kebangsaan atau bela negara oleh Tim Hukum Satgasrat Brigif R-9 Kostrad.

“Latihan ini merupakan sarana untuk menguji kesiapan aparat teritorial untuk bertindak bilamana wilayahnya terkena dampak akibat perang sekaligus memberikan pengetahuan kepada masyarakat apabila terjadi peperangan,” pungkas Mayor Inf Supriyanto, Danden Teritorial Kodim Satgastrat Brigif R-9/DY Kostrad.(pusp/red)

Categories
TNI

Pangkoarmada I Pimpin Apel Gelar Pasukan Latihan Operasi Dukungan Tembakan

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M., pimpin Apel Gelar Pasukan Latihan Operasi Dukungan Tembakan TA 2020 dengan tema “Koarmada I menyelenggarakan latihan Operasi Dukungan Tembakan TA 2020 di Perairan Natuna Selatan dan sekitarnya dalam rangka mendukung tugas TNI Angkatan Laut”, bertempat di Dermaga JICT II Tanjung Priok Jakarta Utara, Jum’at (20/11/2020).

Dalam sambutannya, Pangkoarmada I menyampaikan bahwa “Latihan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan, baik material maupun personel peserta latihan secara riil yang akan dilaksanakan selama enam hari mulai tanggal 20 sampai dengan 26 November 2020, dengan tujuan latihan antara lain meningkatkan kemampuan personel dalam merencanakan, menyiapkan persenjataan dan ketepatan penembakan terhadap sasaran yang dilakukan secara gabungan dalam bentuk unsur fungsi dan meningkatkan interoperabilitas antar satuan yang terlibat mulai dari tahap deteksi sampai dengan tahap netralitas.

“Adapun urgensi dilaksanakan latihan ini yakni untuk mengukur dan menguji kemampuan dan kesiapan satuan-satuan Koarmada I dan untuk meningkatkan kesiapan personel dan Alutsista Koarmada I dalam mendukung tugas-tugas TNI dan TNI Angkatan Laut,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa “Latihan ini bersifat interoperabilty antar satuan sehingga dibutuhkan kerjasama taktis unsur latihan yang meliputi komando, pengendalian dan komunikasi, dan pelaksanaan latihan mengutamakan prosedur secara cermat dan benar guna terwujudnya “zero accident” dan mematuhi prosedur protokol kesehatan Covid-19”.

Latihan ini melibatkan 314 personel dan 10 KRI yakni KRI Wiratno-379, KRI Sutedi Senoputra-379, KRI Todak-631, KRI Barakauda-814, KRI Parang-647, KRI Bubara-868, KRI John Lie-358, KRI Kujang-642, KRI Surik-645, KRI Tjiptadi-381.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kas Koarmada I, Inspektorat Koarmada I, Kapok Sahli Pangkoarmada I, Kadissoplatal, Danguspurla Koarmada I, Danlantamal III, dan Pejabat Utama Koarmada I.(disp/red)

Categories
Militer TNI

TNI AD dan US ARMY Tunjukkan Kemampuan Fisik Individu melalui ARMY ACFT 600

Koran Jurnal, Jakarta – Masih dalam rangkaian kegiatan Latihan Bersama (Latma ) Platoon Exchange-A , kali ini berupa Kegiatan Army ACFT 600/ kesegaran jasmani US Army, para prajurit Yonif Para Raider 431 Kostrad dan Cav 3-4 US Army terlibat olah raga bersama yang digelar di Fort Shafter 25th Infantry Division, Honolulu, Hawai, Selasa (17/11/2020).

Adapun materi yang dilaksanakan dalam Army ACFT 600 meliputi Deadlift, Standing Power Throw, Hand Release Push-Up, Sprint-Drag-Carry, Leg Tuck dan ditutup lari sejauh 2 Mil.

Tanpa ragu prajurit Yonif Para Raider 431 Kostrad mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh semangat dan rasa percaya diri yang penuh, walaupun ini masih awam bagi tentara Indonesia, tetapi bagi prajurit Kostrad materi yang disajikan justru menjadi hal yang layak untuk dicoba dan dipraktekkan secara Individual. Disisi lain US Army juga menampilkan kemampuan terbaik mereka untuk mengimbangi prajurit TNI AD yang sangat antusias sehingga kegiatan ini berjalan seru diselimuti penuh rasa kekeluargaan dan keseriusan.

Komandan Kontingen PLATEX-A TNI- AD Mayor Inf Kemas Muhammad Nauval yang hadir pada acara tersebut turut membakar semangat peserta pertandingan, dimana saat memberikan pesan kepada prajurit Yonif Para Raider 431 Kostrad yang akan bertanding, Mayor Inf Kemas Muhammad Nauval menekankan agar seluruh prajurit Satria menunjukan kemampuan terbaik mereka guna menjaga harkat dan martabat bangsa dan negara Indonesia dengan tetap memperhatikan semangat kerjasama antara TNI AD dan US ARMY.

Dalam pelaksanaan ARMY ACFT, seluruh prajurit yang terlibat Latma Platex-A baik dari TNI AD maupun US Army, tentunya melaksanakan persiapan dan pemanasan dengan diselingi komunikasi antara prajurit TNI AD dan US Army, karena melalui kegiatan fisik bersama ini diharapkan peserta kedua delegasi bisa menunjukkan kemampuannya sekaligus menjalin kebersamaan antar peserta agar terbangunan semangat kerjasama yang baik dan saling menguntungkan diantara TNI AD dan US Army di masa mendatang.

Usai melaksanakan Army ACFT 600, walaupun materi yang disajikan cukup menguras tenaga prajurit, tetapi prajurit Yonif Para Raider 431 Kostrad dan US Army masih terlihat penuh semangat dan menebar senyum persahabatan.(disp/red)

Categories
TNI

Kepala Pushidros TNI AL Lepas Manlap Latsurta Hidros

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Agung Prasetiawan, M.A.P. melepas manuvra lapangan (Manlap) Latihan Survei dan pemetaan (Latsurta) Hidro Oseanografi T.A 2020 di Dermaga Terminal 04, Jakarta Internasional Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta Utara. Jum’at (13/11/2020).

Sebelum pelepasan manlap dilakukan apel gelar pasukan, yang dimulai laporan komandan KRI Rigel-933 Letkol Laut (P) Jaenal Mutaqim kepada Kapushidrosal tentang kesiapan pasukan mengikuti manlap. Hadir dalam acara tersebut di antaranya Wakapushidrosal Laksamana Pertama TNI Budi Purwanto, S.T. M.M, Kadisopslatal Laksamana Pertama TNI Ali Triswanto, Wairjenal Laksamana Pertama TNI Nur Fachruddin dan seluruh personel peserta latihan.

Dalam sambutannya Kapushidrosal menyampaikan Pushidrosal sebagai kotama pembinaan dan operasional, mengemban tugas sebagai penyelenggara fungsi hidrografi dan Osenografi untuk kepentingan militer dan layanan publik. Guna mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas, Pushidrosal secara periodik dan berkelanjutan menyelenggarakan program latihan surta hidros, guna meningkatkan kemampuan dan profesionalisme prajurit Pushidrosal menuju terwujudnya Pushidrosal sebagai Lembaga Hidrografi Nasional dan pusat informasi geospasial kelautan.

Latihan ini dilaksanakan secara terpadu antara unsur KRI, Unit Survei pesisir dan staf pendukung sebagai ajang uji dan penilaian pelaksanaan tugas, peran dan fungsi serta tanggung jawab Satker pelaksana maupun pendukung di jajaran Pushidrosal.

Apel gelar yang dilaksanakan ini untuk melihat kesiapan personel, material dan alutsista yang disiapkan guna mendukung pelaksanaan Latsurta Hidro-Oseanografi.

Melalui Tema “Pushidrosal melaksanakan Latihan Operasi Survei dan Pemetaan Hidrog-Oseanigrafi TA 2020 di Perairan Kepulauan Seribu dan Teluk Jakarta guna mendukung tugas TNI Angkatan Laut” Kapushidrosal juga berharap sasaran latihan dapat sepenuhnya tercapai, mealui kesatuan komandao dan pengendalian serta kesamaan visi dan misi bagi seluruh prajurit sehingga misi latihan dapat berjalan dengan lancar secara efektif, efisien tepat sasaran dan terukur.

Beberapa penekanan untuk dijadikan pedoman pelaksanaan Latihan yang disampaikan oleh Kapushidrosal sebelum mengakhiri sambutannya antara lain adalah pertama, dalami dengan seksama rencana latihan agar paham dan megerti fungsi dan tugas setiap pelaku sehingga keberhasilan dapat tercapai. Kedua, melaksanakan setiap rangkaian kegiatan latihan dengan penuh kesungguhan dan disiplinn, sehingga latihan berjalan sesuai dengan perencanaan. Ketiga, perhatikan keamanan latihan dengan menepati semua prosedur yang telah ditetapkan, dengan perhitungan yang cermat dan pertimbangan yang logis. Keempat, pertahankan kondisi tehnis alat utama agar tetap prima untuk mendukung kelancaran dan keberhasilan kegiatan. Kelima, laksanakan latihan ini dengan sabaik-baiknya sehingga outputnya dapat menjadi bekal penugasan lapangan. Dan terakhir ke enam, melaksanakan latihan dengan memperhatikan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Kegiatan Manlap Latsurta tersebut dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 13 sampai dengan tanggal 17 Nopember 2020, dengan melibatkan KRI Rigel-933, KAL Vega, serta unit survei darat.(disp/red)

Categories
TNI

Tinjau Latihan MOT TA. 2020, KSAU: Penerbang TNI AU Harus Mampu Kembangkan Taktik dan Teknik Tempur Operasi Udara

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., meninjau langsung latihan Mission Oriented Training (MOT) Tahun 2020 yang dipusatkan di Lanud Iswahjudi Madiun, Jawa Timur, Jum’at (23/10/2020).

Kedatangan KSAU dan para pejabat TNI AU, disambut langsung oleh Danlanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputro, S.E., M.M., dan Pasukan jajar kehormatan.

Dalam kesempatan itu, KSAU meminta para penerbang TNI AU untuk terus meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan strategi, taktik, dan teknik tempur operasi udara.

“Kedepan kegiatan latihan ini bisa lebih ditingkatkan dengan latihan yang lebih ofensif tidak hanya bersifat defensif, penuh taktik dan strategi dalam merancang kekuatan tempur di udara,” tegas KSAU.

Sekedar informasi, rangkaian kegiatan KSAU dalam acara tersebut dimulai dengan menerima paparan pelaksanaan kegiatan MOT dari Direktur Latihan (Dirlat), kemudian KSAU beserta rombongan berkesempatan menyaksikan pertempuran udara melalui layar monitor di gedung Air Combat Maneuvering Instrumentation (ACMI) Lanud Iswahjudi Madiun.

Adapun maksud dan tujuan dari latihan MOT ini adalah memberikan bekal dan pengalaman serta meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam bekerja sama antar unsur-unsur satuan yang mengoperasikan Alutsista dengan platform yang berbeda-beda, untuk secara terpadu melaksanakan operasi udara dengan intensitas serta kompleksitas yang tinggi.

Turut hadir mendampingi KSAU, para Asisten Kasau, Pangkohanudnas, Pangkoopsau I, II, dan III, Dankorpaskhas, para Kepala Dinas di jajaran Mabesau, dan para pejabat Lanud IWJ.(disp/red)

Categories
TNI

Asops Kasau Resmi Membuka Latihan MOT dan GFAC di Lanud Iswahjudi Madiun

Koran Jurnal, Madiun – Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Udara (Asops Kasau), Marsda TNI Henri Alfiandi secara resmi membuka latihan Mission Oriented Training (MOT) dan Ground Forward Air Control (GFAC) yang diselenggarakan di Gedung VIP Lanud Iswahjudi, Senin (19/10/2020).

Hadir pada acara pembukaan ini, Danlanud Iswahjudi, Marsma TNI Widyargo Ikoputra, S.E., M.M., Wakapuslaiklambangjaau, Marsma TNI Agung Heru Santoso, M.Si (Han), Kadisopslatau, Marsma TNI Kusworo, S.E., M.M., Asops Kaskoopsau II, Kolonel Pnb Eko Sujatmiko, Danwing 3, Kolonel Pnb M. Anjar legowo, Danwing 6, Kolonel Pnb Setiawan dan sejumlah pejabat jajaran Lanud Iswahjudi, serta sejumlah Danskadron Udara yang terlibat pada latihan ini.

Selain diikuti oleh para pejabat di atas, acara pembukaan ini turut diikuti secara virtual oleh sejumlah pejabat TNI AU lainnya dan para peserta latihan.

Pembukaan latihan ditandai dengan pernyataan resmi pembukaan dan penyematan Badge MOT 2020/tanda latihan kepada perwakilan peserta latihan oleh Asops Kasau.

Pada sambutannya Asops Kasau menyampaikan, MOT dan GFAC merupakan latihan yang memadukan latihan – latihan sebelumnya, sehingga terbentuk sebuah kekuatan yang cukup besar dan terpadu dalam melaksanakan suatu operasi udara.

Asops Kasau juga mengatakan, maksud penyelenggaraan latihan ini memberikan bekal dan pengalaman, serta meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam bekerja sama antar unsur-unsur yang mengoperasikan alutsista dengan platform yang berbeda-beda, untuk secara terpadu melaksanakan operasi udara dengan kompleksitas yang tinggi.

Selain melibatkan pesawat tempur, pada latihan MOT dan GFAC tahun 2020 ini juga melibatkan pesawat angkut, pesawat Intai dan Helikopter, serta personel GCI dan tim GFAC.

Latihan MOT dan GFAC tahun 2020 juga akan melaksanakan Large Force Employment malam hari yang melibatkan 24 pesawat tempur dan pesawat transport, materi latihan ini merupakan terobosan baru yang belum pernah dilatihkan pada latihan-latihan sebelumnya.

Pada bagian akhir sambutannya, Asops Kasau menginstruksikan seluruh peserta latihan, agar mengedepankan budaya Safety dengan mengetahui limitasi masing-masing, baik limitasi personel maupun alutsista.

”Ingat bahwa keselamatan terbang dan kerja tetap menjadi prioritas utama,” tegas Asops Kasau.

Kepada seluruh peserta latihan ditekankan pula untuk mematuhi protokol kesehatan dan aturan penanganan Covid-19 yang berlaku di Lanud Iswahjudi maupun Lanud Abdulrachman Saleh, sehingga kondisi kesehatan seluruh personel tetap terjaga.

Latihan MOT dan GFAC yang dilaksanakan di Lanud Iswahjudi dan Lanud Abdulrachman Saleh ini, direncanakan akan berlangsung hingga tanggal 27 Oktober 2020 mendatang.(disp/red)

Categories
TNI

46 Pesawat TNI Angkatan Udara Siap Ambil Bagian dalam Latihan MOT di Lanud Iswahjudi

Koran Jurnal, Jakarta – Sebanyak 46 pesawat TNI Angkatan Udara turut ambil bagian dalam pelaksanaan latihan Mission Oriented Training (MOT) yang akan berlangsung di Lanud Iswahjudi. Sesuai perencanaan yang dibuat, latihan ini akan berlangsung mulai dari tanggal 18 (18/10/2020) hingga tanggal 27 (27/10/2020) mendatang.

46 pesawat ini terdiri dari pesawat tempur, pesawat angkut dan pesawat helikopter. Seluruh pesawat berasal dari 15 skadron udara yang ada di Indonesia.

Sementara dari Lanud Iswahjudi sendiri, melibatkan 3 jenis pesawat tempur yang dioperasionalkannya, 6 pesawat tempur F-16 Skadron Udara 3, 3 pesawat tempur Sukhoi Skadron Udara 14 dan 6 pesawat tempur T-50i Skadron Udara 15.

Ketiga skadron udara dari Lanud Iswahjudi ini melaksanakan latihan MOT bersama skadron udara lainnya seperti Skadron Udara 1 dengan pesawat tempur Hawk 100/200 , Skadron Udara 11 pesawat Sukhoi, Skadron Udara 12 pesawat Hawk 100/200, Skadron Udara 16 pesawat F-16 dan Skadron Udara 21 dengan pesawat EMB-314 Super Tucano.

Sedangkan untuk jenis pesawat angkut melibatkan pesawat CN-295 Skadron Udara 2, Pesawat B-737 Skadron Udara 5, Pesawat Hercules C-130 dari Skadron Udara 31, 32 dan Skadron Udara 33.

Sementara untuk jenis pesawat helikopter terdiri dari pesawat Super Puma AS-332 dari Skadron Udara 6, pesawat EC-725 Caracal dari Skadron Udara 8.

Direncanakan hari ini, Sabtu (17/10/2020) seluruh pesawat sudah tiba di Lanud Iswahjudi. Selain melibatkan alutsista dalam jumlah yang begitu besar, latihan MOT yang direncanakan selama 10 hari ini melibatkan lebih dari 700 personel.(disp/red)