Categories
TNI

Dandim Sambas Apresiasi Kedekatan Dansatgas TMMD dengan Anak-anak

Koran Jurnal, Sambas – Canda tawa dan riang nampak di wajah anak kecil saat bersanda gurau bersama Dandim 1206/PSB Letkol Inf Jemi Oktis Oil S.I.P di lokasi TMMD ke-110 di Dusun Tintin Kemantan, Desa Hulu Pengkadan, Kecamatan Pengkadan, Kabupaten Kapuas Hulu, Sabtu (27/02/2021).

Kedekatan dan keakraban TNI dengan rakyat tidak perlu diragukan lagi, begitu juga dengan Dandim 1206/PSB saat meninjau lokasi Pra TMMD dimana kerumunan anak kecil yang sedang bermain di sekitar lokasi kegiatan Pra TMMD.

Kedekatan dengan anak-anak mendapat apresiasi dari Dandim 1208/Sambas Letkol Inf Setyo Budiyono, S.H., M. Tr.(Han). Menurutnya, tugas dan tanggung jawab seorang Komandan tidak hanya terfokus pada pekerjaan kantor saja, namun juga mampu berkomunikasi sosial seperti dikala sedang bersama masyarakat tidak terkecuali anak kecil sekalipun.

Lebih lanjut Letkol Inf Setyo Budiyono mengatakan bahwa di sela-sela kesibukannya sebagai Dansatgas TMMD ke-110, masih menyempatkan diri untuk bersandau gurau dengan anak-anak.

“Tampak wajah polos namun ceria penuh bahagia yang diperlihatkan anak-anak tersebut saat berada di dekat Dandim,” ungkapnya.(pen/red)

Categories
Kesehatan

Ketua Satgas: Hotel Karantina Bagi Penumpang Pesawat dari Luar Negeri dapat Dibuka untuk Umum

Koran Jurnal, Tangerang – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Doni Monardo memberikan restu kepada pihak hotel yang secara khusus ditunjuk untuk melayani karantina sementara bagi para penumpang pesawat dari luar negeri pada tanggal 30-31 Desember 2020, tetap dibuka untuk tamu umum.

Kebijakan tersebut diambil sebagaimana menurut hasil kesepakatan antara Satgas Penanganan COVID-19 bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Seluruh Indonesia (PHRI) dalam melaksanakan adendum Surat Edaran Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 3 Tahun 2020, sekaligus sebagai persiapan implementasi hasil Rapat Kabinet Terbatas tanggal 28 Desember 2020, yang menghasilkan keputusan untuk menutup sementara masuknya Warga Negara Asing (WNA) dari semua negara ke Indonesia per 1-14 Januari 2021.

“Bahwa hotel yang sudah ‘dipesan’ (untuk karantina penumpang pesawat dari luar negeri) tetap boleh melayani tamu umum,” ujar Doni dalam Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (29/12).

Adapun karantina sementara selama lima hari bagi penumpang pesawat luar negeri di hotel tersebut perlu dilakukan sebagai antisipasi dari adanya potensi penyebaran COVID-19 jenis varian baru VUI-202012/01, sebagai garis keturunan strain B-117 yang diduga berasal dari Inggris. Menurut hasil penelitian beberapa pakar dunia, jenis virus varian baru tersebut lebih cepat menyebar dan sangat mudah menulari.

Dalam implementasinya, para penumpang baik Warga Negara Indonesia (WNI) maupun WNA yang tiba dari luar negeri di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta wajib menjalani karantina sementara di 104 hotel kelas bintang dua dan tiga yang sudah mendapatkan rekomendasi dan disiapkan Satgas Penanganan COVID-19 bersama PHRI.

Menyinggung soal biaya, Doni mengatakan bahwa khusus bagi penumpang WNI akan ditanggung penuh oleh pemerintah di hotel yang telah disesuaikan dan direkomendasikan tersebut. Sedangkan bagi WNA maka biaya dibebankan kepada penumpang.

“Kalau WNI nanti dibiayai oleh Pemerintah,” ungkap Doni.

Kemudian Doni juga menjelaskan, apabila terdapat WNI atau WNA yang menghendaki hotel lain di luar 104 hotel yang telah ditentukan oleh pemerintah, maka biaya dan akomodasinya dibebankan kepada yang bersangkutan. Akan tetapi penerapannya tetap dipantau dan sesuai kriteria yang telah ditentukan oleh Satgas Penanganan COVID-19.

“Apabila ada yang ingin memilih hotel lain yang masih direkomendasikan Satgas Penanganan COVID-19, maka pihak yang bersangkutan wajib membiayai diri sendiri,” jelas Doni.

Adapun menurut rekapitulasi PHRI, daftar hotel yang dapat melayani karantina sementara di DKI Jakarta meliputi; Jakarta Pusat 43 hotel, Jakarta Selatan 24 hotel, Jakarta Barat 16 hotel, Jakarta Utara 17, Jakarta Timur 4 hotel dengan total keseluruhan kamar mencapai kurang lebih 9.521 kamar.

Kemudian untuk hotel di wilayah Provinsi Banten masing-masing ada 5 hotel di Kota Tangerang dan 1 hotel di Kota Cilegon dengan kapasitas kamar sebanyak 525 kamar.(hum/red)

Categories
TNI

Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB Berhasil Selamatkan Empat Warga Sipil dari Perampok Bersenjata di Kongo

Koran Jurnal, Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB)/Mission de l’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) berhasil menyelamatkan empat warga sipil dari perampokan bersenjata pada saat melaksanakan patroli. Penyelamatan tersebut dipimpin oleh Dantim Patroli Lettu Inf Edvin, berada di Desa Crispin, Kongo, Sabtu (19/12/2020).

Di sela-sela waktunya, Dansatgas TNI Konga XXXIX-B RDB/MONUSCO Kolonel Inf Daniel Lumbanraja menyampaikan bahwa situasi politik dan keamanan di Kongo saat ini tidak stabil dan masih terjadinya pemberontakan. Hal ini memicu munculnya tindakan kriminalitas di berbagai tempat.

Selanjutnya, dikatakan Dansatgas bahwa telah banyak pemberontak bersenjata yang menyerahkan diri, namun masih ada diantara pemberontak yang tetap bertahan di hutan.

“Mereka aktif melakukan perampokan dan pemerasan kepada masyarakat untuk bertahan hidup dan untuk mendanai berbagai upaya pemberontakan. Bahkan dalam melakukan aksinya, mereka tidak ragu untuk membunuh korbannya,” ujarnya.

Menurut Kolonel Inf Daniel Lumbanraja, peristiwa perampokan empat warga sipil di Desa Crispin merupakan bagian dari Area of Responsibility (AoR) Combat Operation Base (COB) Bendera dipimpin oleh Mayor Inf Ismail Taruna Vijaya.

“Daerah ini masih dinyatakan sebagai zona Merah karena masih banyaknya markas pemberontak bersenjata, sehingga tingkat kriminalitas masih cukup tinggi,” katanya.

Melalui patroli rutin dari COB Bendera yang dipimpin Lettu Edvin berhasil menyelamatkan empat warga sipil bermotor yang dirampok oleh kelompok bersenjata. Peristiwa ini terjadi pada saat tim tersebut melaksanakan patroli dan mendapatkan informasi dari warga. Selanjutnya tim patroli merespon cepat dengan melakukan penyisiran kedalam hutan dan berhasil melaksanakan tugas penyelamatan dengan baik dan aman.

Kegiatan patroli rutin yang dilakukan selama ini telah berhasil merangkul kembalinya 43 milisi dengan 33 senjata AK-47, disusul dengan penyelamatan dua orang warga sipil yang dirampok didekat desa Kapunda. Keberhasilan atas pendekatan dan patroli rutin yang dilakukan, telah membuat masyarakat Kongo makin percaya kepada Satgas Indo RDB.(Pusp/red)

Categories
TNI

94 Prajurit TNI AU Perkuat Satgas TNI Konga Unifil TA. 2020

Koran Jurnal, Jakarta – Sebanyak 94 Personel TNI Angkatan Udara yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) Unifil TA. 2020 hari ini resmi diberangkatkan, diawali dengan Upacara Keberangkatan yang bertempat di Plaza Mabes TNI, Kamis (17/12/2020).

Dalam sambutan tertulis Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P yang dibacakan oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Muhammad Herindra, M.A., M.Sc., Penugasan PBB yang akan diemban prajurit TNI merupakan tugas yang istimewa, karena sebagai prajurit juga menjadi duta bangsa, duta TNI, dan menjadi wajah TNI di forum internasional.

Selain itu, Panglima TNI menekankan pentingnya memperhatikan faktor keamanan dan menerapkan protokol kesehatan selama bertugas.

“Jaga kondisi fisik dan kesehatan karena saat ini masih mewabahnya pandemi Covid-19 di seluruh dunia,” ucapnya.

“Hormati dan junjung tinggi budaya setempat, hindari pelanggaran ataupun ekses-ekses negatif yang mungkin timbul. Jadilah duta bangsa dan diplomat TNI yang baik,” tutupnya.

Ke-94 Prajurit TNI AU yang terdiri dari 81 prajurit pria dan 13 prajurit wanita (WARA) nantinya akan disebar ke sejumlah satuan tugas, antara lain Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-O/United Nations Interim Forces in Lebanon (UNIFIL), Satgas Military Police Unit (MPU) TNI, Konga XXV-M/UNIFIL, Satgas Force Headquarters Support Unit (FHQSU) TNI Konga XXVI-M1 UNIFIL, Satgas Force Protection Company (FPC) TNI Konga XXVI-M2/UNIFIL, Satgas Level II Hospital TNI Konga XXIX-L/UNIFIL, Satgas Militar Cummunity Outreach Unit (MCOU) TNI Konga XXX-K/UNIFIL dan Satgas CIMIC XXXI-K/UNIFIL.(disp/red)

Categories
TNI

Peduli Kesehatan Warga Perbatasan, Satgas Yonif 125/Simbisa Gelar Pelayanan Kesehatan Keliling

Koran Jurnal, Merauke –  Wujud kepedulian terhadap kesehatan warga perbatasan, Satgas Yonif 125/Simbisa di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kampung Rawa Biru, Distrik Sota, Kabupaten Merauke.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Senin (14/12/2020).

Dansatgas mengatakan bahwa pelayanan kesehatan keliling kali ini dilakukan lima orang personel Satgas dari Pos Rawa Biru dipimpin Danpos Letda Inf Okta Yudha Prasetyo S.Tr Han kepada warga Kampung Rawa Biru.  “Pengobatan keliling ini dilaksanakan sebagai respon atas keluhan beberapa warga kampung yang mengalami flu dan demam,” ungkapnya.

Pelayanan kesehatan kepada warga Kampung Rawa Biru ini dilakukan anggota Satgas dengan berkeliling kampung dan menyambangi rumah-rumah warga. “Hal ini merupakan wujud perhatian dan kepedulian sekaligus untuk mempererat tali silaturahmi antara anggota Satgas dengan warga,” ujar Dansatgas.

“Saya berharap, semoga kehadiran Satgas Yonif 125/Simbisa benar-benar dirasakan manfaatnya dan dapat membantu mengatasi kesulitan yang dialami warga perbatasan,” tambahnya.

Di tempat terpisah, Danpos Rawa Biru Letda Inf Okta Yudha Prasetyo S.Tr Han menuturkan, beberapa hari belakangan kondisi cuaca di sini tidak menentu sehingga banyak warga yang mengalami flu dan demam. “Mendengar keluhan dari beberapa warga yang mengalami tersebut, anggota Satgas langsung menanggapi dengan melaksanakan pelayanan kesehatan keliling kampung,” jelasnya.

Sementara itu, Agus Sanggra (39 th) salah seorang warga Kampung Rawa Biru mengucapkan terima kasih atas pelayanan kesehatan dan pengobatan yang dilakukan Satgas terhadap anaknya yang mengalami flu dan demam.

“Terima kasih atas kepedulian Satgas yang sudah memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan kepada kami. Kiranya Tuhan senantiasa menyertai dan memberkati bapak sekalian,” tuturnya.(pen/red)

Categories
TNI

Jelang Perayaan Natal, Satgas Yonif 125/Simbisa Bantu Memperindah Gereja di Kampung Toray

Koran Jurnal, Merauke – Dalam rangka menyambut perayaan Natal, Satgas Yonif 125/Simbisa turut berpartisipasi membantu memperindah Gereja Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Jemaat BERAKHA di Kampung Toray, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua, Sabtu (12/12/2020).

Dansatgas Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi mengatakan bahwa 10 orang personel Satgas dipimpin langsung Dan SSK B Kapten Inf M.D. Lumbantoruan melakukan kerja bakti membantu warga jemaat GPKAI memperindah Gereja tersebut dalam rangka menyambut perayaan Natal.

“Sasaran kegiatan kali ini adalah perbaikan plafon gereja yang sudah banyak terkelupas akibat termakan usia,” urainya.

Lebih lanjut dikatakan, selain membantu perbaikan plafon, Satgas juga menyerahkan bantuan berupa podium, salib dan mimbar untuk digunakan di GKPAI Jemaat BERAKHA Kampung Toray.  “Ini diperuntukkan mengganti podium dan mimbar yang selama ini digunakan sudah terlihat kusam dan kurang layak,” imbuhnya.

Menurut Dansatgas, turut berpartisipasi membantu memperindah gereja tersebut dilaksanakan sebagai wujud kepedulian serta toleransi antar umat beragama di perbatasan dari Satgas Yonif 125/Simbisa yang berada di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW.

“Semoga partisipasi dan sumbangan dari Satgas dapat bermanfaat untuk memperindah GPKAI Jemaat BERAKHA kampung Toray terutama dalam menyambut perayaan natal,” ujarnya.

“Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan antara Satgas dengan warga perbatasan,” tambah Dansatgas.

Di tempat terpisah, Bapak Evan Sadrak Rohkobun (42 th) Pendeta GPKAI Jemaat BERAKHA Kampung Toray mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan partisipasi Satgas, khususnya anggota Pos Toray yang telah menyumbangkan podium, salib dan mimbar untuk gereja ini.

“Satgas rela menyumbangkan podium, salib dan mimbar dan ikut melaksanakan gotong-royong untuk memperindah gereja kami.  Sekarang, gereja ini tampak lebih indah dan rapi, apalagi sekarang ini kita sedang menyambut perayaan natal,” tuturnya.

“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa akan membalas kebaikan bapak Satgas sekalian, kami sungguh bangga atas ketulusan dan pengabdiannya,” pungkas Evan.(pen/red)

Categories
Kesehatan

Tingkat Kepatuhan Protokol Kesehatan Saat Pilkada Serentak di Atas 89 Persen, Ketua Satgas: Jangan Kita Puas

Koran Jurnal, Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat angka rata-rata tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan bagi 309 daerah yang menyelenggarakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 berada di atas 89 persen hingga 96 persen.

Data tersebut didapatkan dari hasil Monitoring Kepatuhan Protokol Kesehatan Saat Pelaksanaan Pilkada, Rabu (9/12/2020).

Adapun protokol kesehatan menjadi penting dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 pada masa pandemi Covid-19, sebagaimana hal itu juga menjadi salah satu yang tertuang dalam Peraturan KPU No.6 Tahun 2020 dan No.10 Tahun 2020.

Melihat data yang menunjukkan tingkat rata-rata kepatuhan tersebut sudah cukup baik, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo tetap meminta kepada seluruh unsur yang terlibat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 untuk tidak cepat puas.

Dalam kegiatan Monitoring Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah yang disiarkan melalui media daring di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Doni mengingatkan bahwa tahapan-tahapan dari penyelenggaraan Pilkada masih berjalan dan belum berakhir.

“Jangan kita puas. Sekali lagi tidak boleh puas dulu. Karena tahapan-tahapan tugas untuk pilkada ini belum berakhir,” kata Doni.

Ke depannya menurut Doni masih akan ada beberapa kegiatan penghitungan suara yang juga berpotensi menimbulkan kerumunan. Oleh sebab itu dia mengharapkan agar seluruh unsur tidak lengah sampai batas akhir.

“Hari ini saja, untuk kegiatan penghitungan suara, kemungkinan-kemungkinan terjadinya kerumunan masih tetap ada. Oleh karenanya jangan lengah jangan kendor,” kata Doni.

Lebih lanjut, Doni juga meminta agar seluruh pihak tidak segan-segan menegur dan mengingatkan kepada siapapun yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik pada penyelenggaraan Pilkada Serentak.

“Selalu cerewet, selalu nyinyir, selalu mengingatkan,” kata Doni.

Doni Tegur Pejabat Daerah

Dalam kegiatan Monitoring Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah bersama Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Doni juga mengatakan bahwa pihaknya tidak segan untuk mengingatkan pejabat daerah yang terpantau di wilayahnya tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik saat pelaksanaan pemunguntan suara.

“Kami melihat perkembangan dari seluruh provinsi. Ada provinsi dengan tingkat kepatuhan yang rendah, tetapi peringatan yang diberikan petugas juga rendah sekali. Lantas kami menghubungi pejabat terkait,” jelas Doni.

Melalui peringatan seperti yang telah dilakukannya tersebut, Doni yakin penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pilkada Serentak dapat lebih baik dan ada perubahan untuk keamanan serta keselamatan masyarakat.

“Kita lihat datanya sudah masuk sepuluh besar. Artinya apa, kalau ada pemberitahuan dan segera ditindak lanjuti maka di lapangan pun ada perubahan”, jelas Doni.

Lebih lanjut, dia juga meminta agar peringatan ada sebelum terjadinya pelanggaran. Sebab, hal itu juga berarti ada kepedulian dari sesama untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Tentunya, kesuksesan dari pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 yang aman Covid-19 juga berawal dari kerja keras dari seluruh pihak yang selalu menjaga konsisten dan mengikuti peraturan yang telah ditetapkan.

“Kerja keras dari semua pihak diharapkan tidak kendor, tidak berhenti sampai dengan sekarang. Begitu ada pelanggaran langsung diingatkan. Jangan tunggu terjadinya pelanggaran. Sebelum ada pelanggaran diawali dengan peringatan-peringatan,” kata Doni.

“Apabila SOP yang telah disusun oleh KPU dilakukan dengan baik. Maka semuanya pasti berjalan dengan baik,” pungkasnya.(KPC/red)

Categories
Kesehatan

Satgas Covid-19: Menghalangi Petugas Kesehatan Memeriksa Akan Dijatuhi Sanksi

Koran Jurnal, Jakarta – Satgas Penanganan Covid-19 menghimbau masyarakat tidak menghalang-halangi petugas kesehatan di lapangan yang melakukan penanganan Covid-19. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku mengingatkan, bagi masyarakat yang menghalangi petugas yang melakukan pemeriksaan, dapat dijatuhkan sanksi.

“Tindakan menghalang-halangi akan menghambat upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah. Di berbagai daerah, seperti DKI Jakarta, terdapat sanksi yang akan dijatuhkan,” ujarnya saat menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers di Kantor Presiden, Kamis (26/11/2020) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Masyarakat perlu mengetahui, bahwa pemeriksaan yang dilakukan petugas kesehatan adalah upaya deteksi dini agar masyarakat dan kontak terdekatnya yang positif Covid-19 dapat segera ditangani dengan baik. Karenanya Satgas Penanganan Covid-19 meminta kerjasama dari masyarakat dalam mengendalikan Covid-19.

Satgas kata Wiku, berkomitmen untuk dapat memetakan klaster yang muncul akibat kegiatan yang mengundang kerumunan baru-baru ini. Seperti kerumunan yang terjadi di wilayah Petamburan, Tebet, Megamendung dan Bandara Soekarno Hatta yang melibatkan massa dalam jumlah besar.

Sehingga masyarakat yang hasil tesnya positif, akibat berada dalam kondisi berisiko tersebut dapat segera mendapatkan perawatan yang baik dan sesuai standar. Agar dapat segera sembuh dari Covid-19. “Dengan demikian mereka juga dapat lekas sembuh,” harap Wiku.(KPC/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan

Lurah Petamburan, Titik Awal Tracing Karena Positif Covid dan Hadir di Acara Maulid serta Pernikahan

Koran Jurnal, Jakarta – Kerja, tetap lebih baik daripada berpangku tangan. Sebuah pesan penutup dari pengarahan Ketua Satgas Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo, dalam rapat virtual (zoom) Sabtu sore (21/11/2020).

Dalam rapat virtual itu hadir antara lain Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Juga unsur satgas di sejumlah kabupaten/kota yang ada di Jawa Barat dan Banten, serta Kepala Suku Dinas Kesehatan dan Puskesmas yang ada di Jakarta.

Pembahasan rapat koordinasi tersebut yakni fokus pada upaya tracing, tracking dan treatment atas sejumlah titik kerumunan. Diantaranya kerumunan Demo Omnibus Law RUU Cipta Kerja, paska liburan panjang, penjemputan di Bandara, kerumunan di Tebet, Mega Mendung dan Petamburan baru-baru ini.

Doni Monardo berbicara di sesi akhir rapat, yang selesai menjelang kumandang adzan maghrib. Sebelumnya, host rapat telah mengatur Kepala Dinas Kesehatan dan petugas yang berinteraksi langsung untuk memberikan laporan fakta fakta di lapangan.

Dalam kesempatan itu, para peserta menyampaikan data-data terkini terkait perkembangan terakhir Covid-19 di wilayah tugas masing-masing daerah, maupun secara khusus yang terjadi di klaster-klaster khusus, seperti disebut di atas.

Laporan peserta rapat menyebutkan, baik yang di Petamburan maupun di Megamendung, petugas kesehatan masih kesulitan untuk melakukan pelacakan. Mereka dihalang-halangi ketika hendak masuk melakukan tracing dan tracking. Diharap, Satgas Covid-19 Pusat, tidak saja memberi tambahan fasilitas swab tetapi juga dukungan agar bisa masuk ke kluster kluster yang dicurigai berpotensi menjadi pusat penularan.

Kerelaan Melakukan Swab

Dalam arahannya, Doni Monardo menyadari benar kesulitan yang dihadapi di lapangan. Tak lupa ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras para petugas di lapangan. Doni mengemukakan, dibutuhkan kerelaan hati dari masyarakat untuk melakukan swab, utamanya bagi yang pernah mengikuti kerumunan termasuk selama liburan panjang, demo Omnibus Law RUU Cipta Kerja. “Tes swab di Puskesmas, tidak dipungut biaya,” tegasnya.

Tak lupa, Doni Monardo berharap dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat di setiap daerah, termasuk para Ketua RT dan Ketua RW.

“Sampaikan bahwa kami akan melakukan test massal, dimulai dari keluarga inti yang positif. Ini bagian dari upaya memutus mata rantai penularan Covid-19. Upaya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak. Karenanya perlu kerja sama yang baik dan harmonis. Semua harus dilakukan dengan pendekatan humanis,” papar Doni.

Kepada aparat Satgas Covid-19 daerah, Doni Monardo meminta untuk melanjutkan kerja kerasnya menemukan kasus positif dan segera dilakukan karantina di tempat yang telah ditentukan bagi OTG maupun yang sudah bergejala, supaya semua bisa selamat.

“Bagi yang positif, pemerintah menyediakan fasilitas isolasi mandiri. Jangan ragu untuk ikut test, dan jangan takut kalau positif,” tambahnya.

Petugas diminta melakukan pendekatan secara persuasif. Ajak masyarakat mau bekerjasama atas nama nilai-nilai kemanusiaan. “Mulailah dengan tracing dari Lurah Petamburan. Selanjutnya tes massal dari keluarga inti semua yang positif,” ujar Doni Monardo.

Hindari Kerumunan

Mengutip imbauan Doni Monardo saat melakukan kunjungan ke Yogyakarta sehari sebelumnya. Bahwa ia mengimbau para kepala daerah, termasuk semua Gubernur agar mengantisipasi terjadinya kerumunan akibat kegiatan-kegiatan sosial-keagamaan yang mungkin bakal digelar di daerahnya. “Cegah dan tangkal sejak dini, jangan sampai kegiatan kerumunan yang melanggar protokol kesehatan terjadi,” kata Doni.

Kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat, Doni juga menyerukan agar bisa menjadi teladan penerapan protokol kesehatan.

“Covid-19 ini nyata, bukan rekayasa. Korban sudah ribuan, termasuk para tenaga medis. Kita sudah delapan bulan bekerja keras mengendalikan penyebarannya. Tolong jangan mengecewakan hasil kerja keras kami selama ini,” tandas Doni.

Dalam penegakan disiplin masyarakat menerapkan protokol kesehatan, sekali lagi Doni menekankan “prinsip nondiskriminasi”. Bahwa negara dalam penanggulangan bencana tidak memberikan perlakuan yang berbeda terhadap jenis kelamin, suku, agama, ras, dan aliran politik apa pun.

“Salus populi suprema lex. Keselamatan rakyat adalah hukum yang tertinggi. Itu prinsip kami,” tegas Doni Monardo.(KPC/red)

Categories
Kesehatan

Satgas Covid-19: Pemerintah Kawal Akselerasi Vaksin Merah Putih

Koran Jurnal, Jakarta – Vaksin Covid-19 karya anak bangsa, Vaksin Merah Putih saat ini sedang dikembangkan 6 perguruan tinggi dan lembaga penelitian terkemuka di Indonesia. Diharapkan bibit Vaksin Merah Putih dapat diserahkan kepada PT Bio Farma pada tahun 2021. Selanjutnya Bio Farma akan melakukan uji klinis tahap 1 sampai 3.

“Jika seluruh tahapan uji klinis berjalan dengan baik, maka izin edar diproyeksikan diperoleh pada akhir tahun 2021, dan akan didistribusikan pada awal tahun 2022,” jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers, Kamis (19/11/2020) di Kantor Presiden yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Di samping itu, terkait uji klinis tahap 3 terhadap kandidat vaksin Covid-19 dari Sinovac yang sedang berjalan, tidak ditemukan adanya Gejala Ikutan Paska Imunisasi (KIPI). Dari uji klinis terhadap 1620 relawan yang dilakukan beberapa waktu lalu di Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat, hanya ditemukan gejala ringan seperti nyeri dan pegal-pegal otot pada bekas suntikan.

“Tidak ditemukan efek samping serius karena vaksin maupun vaksinasi. Kami akan terus memantau perkembangan uji klinis dan perkembangan status kehalalannya,” jelas Wiku masih menjawab pertanyaan media terkait vaksin Covid-19.

Pemerintah juga berupaya agar program vaksinasi dapat segera berjalan. Hal ini diwujudkan melalui simulasi vaksinasi yang ditinjau langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu lalu (18/11/2020) di Puskesmas Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat. Simulasi ini merupakan upaya memastikan kesiapan masyarakat dalam melakukan vaksinasi.

Bahwa program vaksinasi sangat bergantung pada proses pengembangan vaksin yang akan digunakan. Saat ini berbagai kandidat vaksin yang digunakan pada tahap uji klinis, untuk memastikan keamanan, efektivitas dan dosis aman yang dapat digunakan.

“Sesuai yang sudah disampaikan Presiden, kami berharap vaksinasi massal dapat dilakukan secepatnya jika vaksin sudah siap,” katanya menjawab pertanyaan media.(KPC/red)