Categories
Ragam TNI

Pushidros TNI AL Gelar Baksos dan Pemberian Tali Asih Balita Stunting 

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menyelenggarakan kegiatan bakti sosial dan sosialisasi Stunting bertempat di Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Selasa (25/7/2023).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Potensi Maritim (Aspotmar) Danpushidrosal Kolonel Laut (P) Soenardi yang diikuti Ketua Gabungan (PG) Jalasenastri Pushidrosal Ny. Titi Nurhidayat beserta Pengurus Jalasenastri Pushidrosal dengan pemberian tali asih kepada balita stunting dan disabilitas.

Baksos yang dilaksanakan ini bertujuan untuk menyukseskan program pemerintah yaitu menurunkan target angka stunting di Indonesia dan membantu meringankan masyarakat binaan Pushidrosal.

Kementerian kesehatan mengumumkan hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) pada rapat kerja nasional BKKBN yang lalu dimana prevelensi stunting di Indonesia turun dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6% di 2022 dan kini program pemerintah menurunkan angka stunting dengan target menjadi 17%.

Sedangkan jumlah penyandang disabilitas di Indonesia saat ini mencapai 22,97 juta jiwa atau sekitar 8,5% dari jumlah penduduk Indonesia, dengan jumlah disabilitas terbanyak pada usia lanjut.

Seperti yang pernah disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, bahwa penyelenggaraan program ini salah satunya diaplikasikan melalui sinergi dan kerjasama yang baik di berbagai sektor pemerintahan, sehingga diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.

Hal tersebut yang melatar belakangi Pushidrosal bersama Pengurus Gabungan Jalasenastri Pushidrosal hadir di tengah-tengah masyarakat khususnya masyarakat yang berada di Kelurahan Lagoa guna melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pemberian tali asih balita stunting dan penyandang disabilitas bagi keluarga purnawirawan TNI AL baik anak maupun cucunya.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Camat Koja Samsu Rizal Kadafi, Lurah Lagoa Drs. Suratno Widodo, Kapuskesmas Kelurahan Lagoa dr. Dina Ariyani, Kasikesra Kelurahan Lagoa Akti Ismaliah, Danplek Cakrawala Kelurahan Lagoa Mayor Laut (P) Mukid, Ketua RW 017 Kelurahan Lagoa Hermanto.(disp)

Categories
Megapolitan TNI

TNI AL dan BKKBN Wujudkan Keluarga Bebas Stunting

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif, serta bertujuan untuk pencapaian pembangunan yang berkelanjutan, sebagai alat juang yang tangguh bagi kepentingan pertahanan negara, TNI AL bekerjasama dengan BKKBN menyelenggarakan program Keluarga Keren Bebas Stunting, bertempat di Pendopo Kabupaten Sumenep, Madura, Selasa (18/7/2023).

Dalam kesempatan ini Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menerima kehormatan dikukuhkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting, dan Ketua Umum Jalasenastri Ny. Fera Muhammad Ali menjadi Bunda Asuh Anak Stunting.

Dikatakan oleh Kasal dalam kesempatan ini bahwa, penyelenggaraan program ini salah satunya diaplikasikan melalui sinergi dan kerjasama yang baik di berbagai sektor pemerintahan, sehingga diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.

“Atas dasar tersebut, TNI AL bersama BKKBN dan komponen bangsa lainnya, hadir di tengah-tengah masyarakat guna melaksanakan kegiatan bakti TNI AL, berupa kegiatan bakti sosial, pelayanan kesehatan dan sosialisasi keluarga berencana, serta percepatan penurunan stunting”, tegas Kasal.

Hal senada diungkapkan oleh Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa, dirinya mengatakan “Strong Partnership menjadi kunci, tim TNI AL selain di Sumenep juga akan bergerak ke Pulau Masalembu, partnership dari semua elemen strategis di Jawa Timur untuk memberikan support di kepulauan di Jawa Timur itu sangat luar biasa”, tandasnya.

Guna mendukung program tersebut TNI AL mengerahkan unsur Kapal Bantuan Rumah Sakit KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 dengan melibatkan 136 tenaga kesehatan untuk melaksanakan operasi kemanusiaan bantuan kesehatan bagi masyarakat. Bantuan kesehatan yang dilaksanakan diantaranya operasi major, bibir sumbing, khitanan, operasi katarak, hingga pengobatan gigi dan mulut.

Kegiatan ini memiliki sasaran terlaksananya sosialisasi program stunting dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang keluarga berencana dan gizi buruk/stunting, serta dapat terselenggaranya pelayanan kesehatan dan pelayanan Keluarga Berencana (KB) kepada masyarakat.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala BKKBN RI Bapak Hasto Wardoyo, Gubenur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa, Bupati Sumenep Bapak Ahmad Fauzi, serta para pejabat tinggi di lingkungan TNI-Polri.(disp)

Categories
Kesehatan TNI

Peringati HUT ke-77, TNI AU Gelar Baksos Kesehatan di Kupang, NTT

Koran Jurnal, Kupang – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77, TNI AU menggelar bakti sosial (Baksos) Kesehatan. Baksos yang dipusatkan di kantor Gubernur NTT, Kupang, ditinjau Asisten Potensi Dirgantara (Aspotdirga) Kasau, Marsda TNI Andi Wijaya, S.Sos, Sabtu, (18/3/2023).

Aspotdirga Kasau mengatakan, Baksos kesehatan sebagai bentuk kepedulian TNI AU kepada masyarakat, khususnya pelayanan kesehatan gratis warga kota Kupang, NTT.

“Kegiatan Baksos kesehatan, sebagai bentuk nyata kepedulian TNI AU untuk selalu hadir ditengah masyarakat Kupang,” ujar Aspotdirga Kasau.

Baksos kesehatan yang terselenggara atas kerjasama TNI AU dengan BKKBN dan Walubi, memberikan berbagai layanan kesehatan gratis. Layanan kesehatan berupa operasi bibir sumbing (target 200 orang), pelayanan gigi (target 200 orang), Khitanan (target 150 orang), donor darah (target 200 orang), posyandu (target 100 orang) dan layanan kesehatan umum (target 1000 orang).

Selain layanan kesehatan, TNI AU juga membagikan paket Sembako (1000 paket), paket gizi Balita (300 Balita), dan kaca mata baca untuk 750 orang.

Kegiatan Baksos kesehatan di Kupang, rencananya juga akan dirangkai dengan pencanangan peran TNI AU dalam membantu pemerintah dalam pencegahan Stunting. Pencanangan pencegahan stunting akan disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., CSFA., pada Senin (20/3/2023), di Kupang, bersama pejabat Kementerian dan Lembaga terkait, seperti Kementerian PMK dan BKKBN.(disp)

Categories
Kesehatan TNI

TNI AU Gelar Layanan Kesehatan dan Penyuluhan Stunting di Jawa Tengah

Koran Jurnal, Ambarawa – Guna membantu mencegah stunting pada anak, TNI AU menyelenggarakan layanan dan penyuluhan kesehatan, di Ambarawa, Jawa Tengah, Sabtu (11/3/2023) kemarin.

Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama antara TNI AU dengan pemerintah daerah Ambarawa dan Keluarga Besar Pesona Bakti Ambarawa (PBA), sekaligus untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 TNI AU.

Acara dihadiri Ketua PBA Marsma TNI Edi Wuryanto, Wakil Bupati Semarang H. Basari S.T M.Si dan Ketua Panitia HUT ke-77 TNI AU tahun 2023, yang diwakili Paban I/Ren Spersau Kolonel Penerbang Didik Kristyanto S.E., M.Sc.

Macam layanan kesehatan yang dilaksanakan, meliputi pemeriksaan kesehatan Balita, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, dan layanan kesehatan lainnya.

Sosialisasi dan penyuluhan Stunting, disampaikan oleh dr.Citra dan Mayor Kes Anis dari Rumah Sakit Pusat TNI AU dr. Hardjolukito.

Selain layanan kesehatan dan sosialisasi, pada kesempatan tersebut, juga dibagikan paket makanan bergizi untuk Balita.(disp)

Categories
Featured Ragam TNI

KSAD Jenderal Dudung Abdurachman Dikukuhkan Sebagai Duta Bapak Asuh Anak Stunting

Koran Jurnal, Yogyakarta – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M. adalah salah satu tokoh bangsa yang memiliki kepedulian tinggi pada berbagai permasalahan rakyat. Berbagai program dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat sudah dilaksanakan sebagai perwujudan dari Tujuh perintah harian Kasad yang salah satunya adalah TNI AD harus hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat apapun bentuknya dan senantiasa menjadi solusi.

Bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional tahun 2022 yang bertemakan “Ayo Cegah Stunting agar Keluarga Bebas Stunting” BKKBN mengukuhkan Kasad Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M. menjadi Duta Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada apel siaga program Bapak Asuh Anak Stunting yang diselenggarakan di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Rabu (29/6/2022).

Dalam menyelesaikan stunting atau kondisi gagal tumbuh akibat malnutrisi, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi psikososial dibutuhkan strategi extraordinary. Untuk itu negara hadir di tengah rakyat melalui TNI Angkatan Darat.

Kepala BKKBN mengatakan bahwa stunting adalah ancaman nyata bagi masa depan anak-anak Indonesia dan angka kasus stunting di Indonesia saat ini sebanyak 24,4% masih di atas ambang batas yang ditetapkan oleh WHO, yakni prevelansi stunting kurang dari 20%. Dan target yang ditetapkan Pemerintah adalah 14%.

Sejalan dengan hal tersebut dalam rangka mengatasi stunting sebagai Duta BAAS Kasad memerintahkan kepada seluruh jajarannya untuk segera mengambil langkah konkrit dan signifikan mencapai target di bawah 10%.

“Saya perintahkan kepada seluruh jajaran Angkatan Darat untuk segera melakukan kegiatan-kegiatan yang konkrit dan signifikan sehingga mencapai prosentase 14% kalau perlu 10% seperti di Kodim Sleman,” perintah Kasad.

Pada kesempatan tersebut Kasad mengajak komponen bangsa lainnya untuk bersama melawan stunting.

“Kami mengajak kepada seluruh masyarakat mari kita bahu membahu gotong royong untuk menuntaskan masalah ini karena TNI Angkatan Darat pun tidak mungkin akan sanggup dengan sendirinya, pasti harus bekerja sama dengan elemen-elemen yang berkompeten masalah ini,” ungkap Kasad.

Selain itu Kasad juga memerintahkan jajarannya untuk membantu pemulihan ekonomi pasca Pandemi Covid-19 dengan cara menanam tanaman-tanaman produktif yang hasilnya setelah dikurangi biaya operasional diberikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan. Program lainnya adalah pembuatan ribuan MCK yang populer dilaksanakan di Jawa Tengah.

“Semoga apa yang kita lakukan tentunya mendapatkan ridho dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa demi pengabdian kepada Negara dan bangsa,” harap Kasad.

Dalam acara pengukuhan Duta Bapak Asuh Anak Stunting tersebut turut hadir secara daring Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, kemudian hadir secara luring Deputi III Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), para Pejabat Utama AD, Pangdam IV/Diponegoro, Forkopimda DIY dan Forkopimda Sleman.(disp)

Categories
Ekonomi

Kementerian Pertanian Jalin Kerjasama Lintas Sektor Tangani Stunting

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan salah satu program prioritas di periode kedua pemerintahannya adalah pembangunan sumber daya manusia. Komitmen pemerintah untuk mencetak generasi emas yang sehat dan kuat salah satunya adalah dengan upaya menekan angka stunting di Indonesia

Kementerian Pertanian bersama dengan Tujuh Kementerian dan Lembaga lain melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) mendukung program pengentasan daerah rentan rawan pangan yang disaksikan langsung oleh Menteri Pertanian. Penandatanganan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam penurunan prevalensi stunting atau angka kekurangan gizi di Indonesia.

Dalam arahannya, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo, menegaskan kerjasama ini merupakan bagian dari upaya maksimal dari sebuah negara dalam membuktikan kehadirannya ditengah rakyat, mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Kerjasama ini merupakan keterpanggilan tanggung jawab moralitas kebangsaan, saya berharap hari ini adalah bagian – bagian dari implementasi kita, bahwa negara bangsa tidak salah memilih kita untuk mengurus bangsa dan negara ini,” ungkap Syahrul di Hotel Bidakara, Jakarta (30/10/2019).

Syahrul mengatakan bahwa penyebab kerawanan pangan di Indonesia sangat multifaktor, karena itu penyelesaiannya harus dilakukan secara multisektor, “Indonesia adalah negara besar ke empat dunia, terdiri dari 17 ribu lebih pulau dengan jumlah penduduk mencapai 267 juta jiwa, tidak gampang untuk bisa menjadikan negara ini menjadi sesuatu yang bisa terjaga dengan baik, cara satu-satunya adalah bagaimana kita sama – sama bertanggung jawab terhadap pangan dari 267 juta jiwa rakyat Indonesia,” ungkap Syahrul.

Mentan Syahrul menekankan perlunya dukungan lintas sektor dalam penanganan daerah rentan rawan pangan. Berdasarkan hasil Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas – FSVA) Tahun 2018, masih terdapat 88 Kabupaten/ kota atau 17,1 % di Indonesia yang masih masuk katergori daerah rentan rawan pangan. Ia mengatakan isu pangan bersifat sangat kompleks dan multidimensi, dengan sinergi lintas sektor dan target waktu yang tepat, permasalahan kerawanan pangan didaerah akan lebih mudah diurai.

“Katakanlah 34 propinsi, 582 kabupaten kota yang rawan berapa, kita sama-sama konsentrasi, apalagi teman-teman dari kabupaten dan propinsi , kita harus bersatu, kita maping data yang benar, kita fokus pada data itu,pada daerah rawan yang kita miliki, kita harus saling melengkapi,saya yakin bisa,” tegas Syahrul.

FSVA merupakan peta tematik yang menggambarkan visualisasi geografis dari hasil analisa data indikator kerentanan terhadap kerawanan pangan. FSVA disusun menggunakan sembilan indikator yang mewakili tiga aspek ketahanan pangan, yaitu ketersediaan, keterjangkauan dan pemanfaatan pangan. FSVA memberikan rekomendasi kepada pembuat keputusan dalam penyusunan kebijakan dan program intervensi baik di tingkat pusat dan daerah dengan melihat indikator utama yang menjadi pemicu terjadinya kerentanan terhadap kerawanan pangan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi mengatakan situasi ketahanan pangan di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan, jika dibandingkan dengan FSVA 2015, terdapat 177 Kabupaten yang mengalami peningkatanan status ketahanan pangan.

“Berdasarkan hasil FSVA 2018, ada 426 kabupaten dan kota atau 82,9 % di Indonesia, yang sudah masuk katergori daerah tahan pangan, jika disbanding 2015, ada peningkatan status ketahanan pangan di 177 kabupaten” terang Agung.

Lebih lanjut Agung menjelaskan, pengentasan rawan pangan juga kemiskinan termasuk stunting harus dikerjakan bersama-sama sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Intervensi program diarahkan untuk menyelesaikan permasalahan yang menjadi factor penyebab kerentanan pangan.

“Sinergitas lintas sektor telah dilakukan, dan kita bersama-sama sepakat untuk bekerja bersama. Sebelum penandatanganan ini, proses memperkuat sinergitas telah kita lakukan dalam bentuk FGD mensinergikan program” kata Agung.

Adapun Kementerian dan Lembaga lain yang ikut terlibat dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tersebut adalah Kementerian Kesehatan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Sosial, Kementerian Dalam negeri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Serta Lembaga Ketahanan Nasional.(hum/red)