Categories
Ekonomi

Kementan Intensifkan Program Peningkatan Daya Saing Komoditas Hortikultura dari Hulu

Koran Jurnal, Jakarta – Direktorat Perlindungan Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) merencanakan lima program utama pada 2021. Seluruh kegiatan menyasar pada pengamanan produksi untuk peningkatan daya saing baik kuantitas maupun kualitas, melalui pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) sesuai pengelolaan hama terpadu (PHT) dan dampak perubahan iklim (DPI). Dengan demikian produk yang dihasilkan aman konsumsi dan ramah lingkungan.

“Produk yang dihasilkan juga layak ekspor karena memenuhi persyaratan teknis SPS (sanitary and phytosanitary) yang diatur WTO (Organisasi Perdagangan Dunia),” ucap Direktur Perlindungan Ditjen Hortikultura, Sri Wijayanti Yusuf, dalam keterangan tertulis, Minggu (27/09/2020).

Kelima program tersebut, yakni memasifkan gerakan pengendalian (gerdal) OPT; penerapan PHT; penanganan DPI; menggencarkan bimbingan teknis (bimtek), pengawasan dan evaluasi (monitoring and evaluation/monev), dan pelaporan regulasi; serta penguatan kelembagaan terkait, seperti seperti BPTPH, POPT, LPHP, Klinik PHT, desa pertanian organik, SIM DPI, SIG OPT, dan BBPOPT Jatisari di Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar).

“Realisasi gerdal melalui sosialisasi pengelolaan OPT sesuai prinsip PHT, baik prefentif maupun kuratif, secara serempak dalam wilayah luas dan secara berkesinambungan, juga penyediaan bahan pengendali ramah lingkungan secara mandiri. Adapun bahan pengendali OPT Ramah Lingkungan seperti likat kuning, feromon seks, perangkap lampu, refugia, agen pengendali hayati, pestisida nabati, PGPR, dan trichokompos (pupuk organik berbahan dasar jamur antagonis Trichoderma sp, red),” tuturnya.

“Dengan begitu, maka produk yang dihasilkan petani-petani kita aman konsumsi, ramah lingkungan, dan sesuai pasar global karena memenuhi prosedur SPS WTO. Dengan demikian, peluang ekspor meningkat dan neraca perdagangan hortikultura tumbuh positif, sehingga kesejahteraan petani meningkat,” imbuhnya.

Penerapan pengelolaan OPT skala luas (area wide management/AWM) diutamakan pada budi daya aneka buah prospektif ekspor seperti Mangga, manggis, pisang, nanas, buah naga, salak dan sebagainya.

Kebijakan tersebut telah dijalankan di beberapa lokasi pada 2019, di antaranya AWM lalat buah pada salak di Banjarnegara dan Magelang, Jawa Tengah (Jateng) dan Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY); AWM kutu putih dan semut pada manggis di Tasikmalaya, Jabar dan Tabanan, Bali; serta AWM kutu putih, semut, dan kanker batang pada buah naga di Pesanggaran, Jawa Timur (Jatim).

Sementara itu, program penerapan PHT bertujuan untuk penyebarluasan teknologi, transfer teknologi dan pengetahuan OPT bersifat lokal dan ramah lingkungan melalui edukasi dan pelatihan.

“Luas serangan OPT terhadap luas tanam setiap tahunnya terus menurun. Selalu di bawah batas toleransi, khususnya untuk tanaman cabai, bawang merah, jeruk, dan mangga. Ini akan terus kita pertahankan,” jelas Yanti, sapaannya.

Pada 2021, Ditjen Hortikultura akan mengalokasikan kegiatan penanganan DPI ke daerah yang defisit cabai dan bawang merah; penyangga Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek); serta terdampak banjir dan kekeringan. Kegiatan DPI diutamakan di provinsi sentra yang sering mengalami kekeringan, antara lain di Jabar, Jateng, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sementara itu, Dirjen Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, menerangkan bahwa program sektor perlindungan turut memegang peran sentral dalam pengembangan pertanian di Tanah Air. Karenanya, seluruh pihak diharapkan ikut mendukung dan menyukseskannya. Hal ini sejalan dengan pesan yang disampaikan dalam berbagai kesempatan Bapak Mentan, Syahrul Yasin Limpo mengingatkan bahwa kegiatan perlindungan menjadi salah satu kunci dalam mengawal dan mengamankan produksi pangan terhadap serangan OPT dan penanganan Dampak perubahan iklim. Ini harus berjalan secara sinergis dan terintegrasi dengan pemangku kepentingan lainnya terutama dalam mengamankan produk pangan nasional untuk memenuhi kebutuhan 276 juta penduduk Indonesia.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan pemerintah daerah (pemda), penyuluh, petugas POPT, dan terutama petani. Mari bersama-sama menyukseskan program pemerintah demi kemaslahatan bersama,” tandas Anton, sapaannya.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Menko Airlangga Apresiasi Kinerja Ekspor Pertanian

Koran Jurnal, Kepri – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) bersama Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan sejumlah menteri bidang perekonomian lainnya, melepas ekspor produk pertanian di kawasan Bintan Industrial Estate (BIE), Lobam, Kepulauan Riau, Sabtu (26/09/2020).

Saat memberikan sambutan, Airlangga menyampaikan harapan, ekspor yang dilaksanakan hari ini dapat dijadikan rujukan untuk direplikasi di daerah lainnya. “Ini adalah ekspor yang luar biasa dan diharap dapat direplikasi diberbagai daerah karena kita adalah negeri rayuan pulau kelapa,” ungkap Menko Arilangga.

Komoditas pertanian yang diekspor yang dikedepankan kali ini adalah produk olahan kelapa meliputi santan kelapa tujuan Jerman dengan volume 70 ribu kilogram senilai Rp1,6 miliar dan bubuk kelapa tujuan India dengan volume 108 ribu kilogram senilai Rp 1,2 miliar.

Airlangga menyebutkan produk olahan kelapa Indonesia saat ini menjadi salah satu komoditas unggulan. Apalagi salah satu produk olahannya bisa meningkatkan imunitas tubuh.

“Tadi Pak Syahrul cerita kalau minyak VCO (virgin coconut oil.red) bisa meningkatkan imunitas tubuh manusia. Sehingga dalam kondisi pandemi sekarang,permintaannya juga meningkat,” terang Airlangga.

Selain produk olahan kelapa, komoditas lainnya yang diekspor adalah arang dengan Malaysia bervolume ekspor sebesar 7 ribu kilogram senilai Rp 49 juta; karet dengan tujuan China, UEA, Kanada, Jepang, Turki dan Amerika Serikat dengan volume sebesar 2 juta kilogram senilai Rp35,27 miliar; dan babi potong hidup tujuan Singapura sebanyak 915 ekor dengan nilai ekonomi Rp 3,3 miliar.

Pada kesempatan yang sama, Syahrul menyebutkan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki program strategis Gerakan Tiga Kali Ekspor (Gratieks). Melalui program ini, diharapkan sektor pertanian bisa menjadi penopang kemajuan ekonomi.

“Dalam lima tahun ke depan, secara terukur kita harapkan peningkatan ekspor pertanian sebanyak tiga kali lipat itu bisa kita capai. Berdasarkan data kami, 544 kabupaten/kota sudah teridentifikasi memiliki potensi untuk ekspor,” ucap Mentan.

Syahrul pun berharap kinerja ekspor komoditas pertanian bisa terus meningkat. Apalagi bisa ditopang sinergi lintas sektor dan lembaga. Diharapkan sektor pertanian pun bisa semakin menopang perekonomian nasional.

Pada periode bulan Januari sampai dengan Agustus 2020, Syahrul menyebutkan ekspor sektor pertanian Indonesia meningkat sejumlah 8,82 persen,yakni mencapai Rp258 triliun. Peningkatan nilai ekspor pertanian turut disumbang oleh sejumlah komoditas unggulan baru.

“Porang, sarang burung walet, daun ketapang, sarang semut hitam, sarang semut putih, merupakan komoditas-komoditas ekspor baru pertanian yang bisa memberikan peningkatan ekspor pertanian,” pungkasnya.

Mentan kemudian memaparkan bahwa di dalam organisasinya terdapat Badan Karantina Pertanian sebagai instrumen strategis dalam ekspor produk pertanian bertanggung jawab dalam pemberian Sertifikat Karantina, sertifikat sanitary dan phytosanitary, produk-produk pertanian.

“Karantina pertanian kita sudah berbasis online dan kami selalu pastikan tidak boleh sampai ada masalah. Setiap jumat kita kontrol. Karantina kami juga berfungsi seperti konsultan. Jadi kalau ada yang kesulitan dan bermasalah dalam proses ekspor, bisa berkonsultasi dengan mereka,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Syahrul juga menyampaikan harapan kerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Ekonomi agar dapat melaksanakan pengadaan pohon kelapa berjumlah satu juta pohon.

“Kalau pak Menko izinkan, saya ingin mengembangkan satu juta pohon kelapa. Kita lihat kelapa dari akar sampai dengan daunnya bisa menghasilkan devisa bagi Indonesia. Dengan satu juta dengan model cluster, kelapa genjah, kita bisa menghasilkan 150 buah dalam satu tahun,” harapnya.

Selain Airlangga dan Syahrul, dalam pelepasan ekspor kali ini, turut hadir Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia Teten Masduki, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Rakorpim Komite PC-PEN K/L 2020, Mentan SYL Paparkan Perkembangan Sektor Pertanian

Koran Jurnal, Bintan – Mentan Syahrul Yasin Limpo sampaikan perkembangan ketersediaan beras di tahun 2020, pada Rapat Koordinasi Pimpinan komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Kementerian Lembaga 2020.

“Di Musim Tanam I dari bulan Januari ke Juni 2020, ada 23 juta ton beras carry over, dan konsumsi beras masyarakat sekitar 15 juta ton lebih. Alhamdulilah stok Juli Agustus itu ada 7,83 juta ton beras,” kata Mentan, Jum’at (25/09/2020).

Terkait dengan Musim Tanam II, Mentan menjelaskan mengejar produksi pada lahan eksisting seluas 7,5 juta hektar, dengan keadaan lahan yang sudah tertanam 87 persen, dan perkiraan menghasilkan kurang lebih 15 juta ton.

“Dengan stok yang ada, maka sampai akhir tahun kita memiliki stok beras yang cukup,” jelas Mentan menjelaskan ketercukupan stok beras nasional.

Mentan menambahkan, bahwa proses produksi yang berjalan ini membutuhkan penyerapan produksi beras secara masif, hal ini penting agar kestabilan harga panen tetap terjaga.

“Musim panen biasanya harga menurun, dan kita harus intervensi. Kita harus mempersiapkan daya serap kita, tidak cukup hanya dengan Bulog, tapi dengan sinergi kementerian lain, dan seperti BUMN ada Berdikari, Pertani dan yang lain.”

Untuk perkembangan komoditas pertanian yang lainnya, Seperti jagung, hortikultura, daging ayam dan telur, Mentan menjelaskan bahwa program telah sesuai harapan dan target perencanaan.

Terkait dengan dukungan pembiayaan bagi petani, selain dana APBN, Mentan menyebutkan pertanian mendapatkan dukungan KUR pendampingan sebanyak 34,2 trilyun.

Mentan menyampaikan harapannya agar dukungan penguatan KUR kepada Menteri Koordinator yang hadir pada pertemuan tersebut, yakni Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi dan Menko Bidang Perekonomian.

“Saya harap Pak Menko, disiapkan KUR dengan insentif khusus untuk membeli alsintan, yakni dengan satu propinsi satu trilyun. Traktor besar, penggilingan, RMU, penggilingan beras. Kami punya 186 penggilingan, 80 persennya sudah ketinggalan zaman. Kalau ini berikan dengan skala kredit dan ini berputar, ini dalam paling lambat dalam setahun akan menghasilkan,” papar Mentan.

Mentan optimis dengan intensif yang diberikan pada input produksi menggunakan KUR, mekanisasi yang diterapkan dapat mengurangi angka losses pada produksi, dari yang biasanya ada di angka sampai dengan 9 -13 persen, akan terminimalisir sampai di 3-4 persen.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Tinjau Balai Benih Induk Kepri, Mentan Lihat Peluang Kekuatan Ekonomi

Koran Jurnal, Kepri – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, (Mentan SYL) melakukan peninjauan ke Balai Benih Induk (BBI) Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Kesehatan Hewan di Tembeling, Toapaya Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (24/09/2020) sekaligus melakukan penanaman secara simbolis bibit buah mangga dan panen buah naga.

Balai Benih Induk Pertanian menurut Mentan memiliki peluang yang besar untuk pengembangan produk pertanian khususnya di sektor hortikultura, perkebunan. Ia menambahkan, dari lokasi ini, ke depannya bisa diproyeksikan untuk pengembangan sektor peternakan. Terlebih, posisi Kepri yang begitu dekat dengan negara tetangga merupakan modal kekuatan perekonomian negara.

“Kepulauan Riau adalah bagian kekuatan-kekuatan negeri yang ada. Ini dekat dengan Singapura dan Malaysia. Untuk itu upaya-upaya akselerasi sektor pertanian dari hortikultura, perkebunan juga peternakan yang ada di sini menjadi kekuatan ekonomi,” ungkap Mentan.

Untuk itu Mentan berpesan kepada Kepala BBI dan Kepala BPTP Kepulauan Riau yang hadir untuk memperhatikan pengembangan komoditas yang potensial yang digemari masyarakat dan wisatawan sebagai komoditas dengan daya jual yang tinggi.

“Ini kita punya peluang luar biasa berbeda dari tempat lain. Di depan itu ada Singapura, tempat terbuka untuk kalian. Saya kira di sini juga tiap tahun dikunjungi turis yang banyak untuk itu harus bisa dipersiapkan dan di dorong dari sini,” pungkas Mentan.

Di lokasi BBI ini Mentan berkesempatan secara simbolis menanam bibit mangga varietas Garifta Gading yang memiliki buah dengan tekstur lunak berserat kasar, rasanya manis, aromanya harum kuat, dengan produksi rata-rata capai 64,42 Kg per pohon per-tahunnya.

Tak hanya satu kali secara simbolis Mentan menanam bibit buah mangga, di hari ini Mentan juga berkesempatan menanam bibit Mangga varietas Sala, kemudian melanjutkan pemetikan buah naga di lokasi yang berdekatan dengan lahan tanam mangga.

Sementara itu, Kepala BBI, Nil Erison menyebutkan komoditas tanaman yang ada di lokasi tanggung jawabnya memiliki koleksi tanaman hortikultura dan perkebunan yang diambil dari balai-balai penelitian tanaman hortikultura dan perkebunan Badan Litbang Kementan,

“Luasan kami ada sekitar 50 hektar, yang kami miliki dari produk horti seperti mangga, durian, alpukat, dan perkebunannya kami punya kebun pala, cengkeh, dan lada, ini dari Balitbu dan Balittro,” katanya.(hum/red)

Categories
Daerah Ekonomi

Hari Tani Nasional 2020, Bupati Purwakarta Apresiasi Program Terobosan Kementan

Koran Jurnal, Purwakarta – Peringatan Hari Tani Nasional 2020 menjadi momentum bagi pemerintah baik pusat dan daerah untuk lebih spektakuler meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pahlawan pangan dan sekaligus meningkatkan lagi produksi pangan. Bertepatan dengan peringatan yang dilaksanakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menggelar Peringatan Hari Tani Nasional Tahun 2020 Tingkat Kabupaten yang dikemas melalui Pencanangan Panen Padi Varietas Tarabas di Kampung Tegal Onder, Purwakarta, Kamis (24/09/2020).

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengungkapkan pertanian merupakan andalan pemerintah Kabupaten Purwakarta pada masa pandemi Covid-19 ini. Oleh karena itu, ia memberikan apresiasi kepada para petani dan penyuluh karena dapat menjaga produksi dan produktivitas hasil pertanian dan juga mengapresiasi program terobosan Kementerian Pertanian (Kementan) yang berdampak nyata terhadap peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan petani itu sendiri di era pandemi covid 19.

“Salah satunya program pengembangan varietas unggul baru padi yang bertujuan untuk meningkatkan produksi dan pendapatan petani. Jadi kami sangat mendukung adanya pengembangan varietas padi varietas tarabas yang merupakan varietas unggul baru yang mempunyai kualitas dan nilai jual tinggi sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani, dan pada RJPMD Kabupaten Purwakarta, pertanian merupakan prioritas utama di tahun 2021,” demikian ujar Anne dalam peringatan Hari Tani Nasional 2020 tersebut.

Hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Sekda Purwakarta, Dandim 0619 Purwakarta, Kapolres Purwakarta, Kepala OPD, BB Penelitian Tanaman Padi Sukamandi, KTNA Kabupaten Purwakarta, Penyuluh dan Para Petani.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus. R. Suherlan menjelaskan pihaknya berkomitmen terhadap produksi dan produktivitas tanaman pangan dalam upaya pemenuhan kebutuhan beras. Adapun padi Varietas Unggul Baru ini dikembangkan pada lahan sawah milik pemerintah Kabupaten Purwakarta yaitu varietas Tarabas dan Pemelen.

“Selamat Hari Tani Nasional 2020. Ke depan kita terus tingkatkan produksi dan pendapatan petani,” ujar Agus.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Dadan Hidayat mengungkapkan padi varietas Tarabas ini menjadi substitusi impor beras dari Jawa Barat karena beras ini sangat diminati oleh ekspor khususnya di negara Jepang pada Industri makanan seperti restoran-restoran Jepang.

“Oleh karena itu, pada momentum peringatan Hari Tani Nasional 2020 ini, kami berkomitmen penuh tingkatkan produksi dan kesejahteraan petani sebagai pahlawan pangan. Sejalan dengan program Kementerian Pertanian, kita targetkan untuk bisa ekspor beras varietas baru ini,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KTNA Kabupaten Purwakarta, Ujang Alim Aji Saputra menyatakan dalam rangka Hari Tani Nasional Tahun 2020 ini, KTNA Purwakarta mengucapkan selamat dan sukses kepada para petani, sebab walaupun di era pandemi covid-19 ini petani masih bisa bertahan dengan baik dengan memberikan kontribusi PDB sebesar 12,6% secara nasional, sehingga hal ini menandakan petani itu tidak ada masalah dengan covid. Hari Tani merupakan hari kebanggaan bagi petani dimana kita sebagai pejuang pangan masih bisa bertahan usaha memenuhi kebutuhan ketersediaan pangan.

“Pertanian merupakan usaha yang memiliki prospek masa depan lebih bagus terlebih saat ini mulai bermunculan petani-petani milenial yang mempunyai SDM bagus untuk membangun pertanian masa depan,” ujarnya.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, peringantan Hari Tani Nasional 2020 adalah momentum untuk melakukan akselerasi semaksimal mungkin untuk membangun pertanian dan petani itu sendiri yang lebih maju, mandiri dan modern. Adapun program pengembangan varietas unggul baru padi merupakan salah satu terobosan nyata agar stok beras dalam negeri aman walau dihadapkan tantangan apapun termasuk pandemi covid 19.

“Selamat Hari Tani Nasional 2020. Apresiasi dan terima kasih kepada petani, tetap semangat dan semakin jaya. Petani adalah ujung tombak pembangunan pertanian. Petani adalah pahlawan pangan dan pemasik pangan bagi negeri,” tutur Suwandi.

Perlu diketahui, demplot perbenihan Varietas Unggul Baru (VUB) padi khusus (Tarabas, Inpari IR Nutri Zinc, dan Pamelen) yang diadakan Dinas Pertanian Purwakarta merupakan salah satu langkah pengembangan padi mendukung usaha tani jenis padi di era milenial menjawab tantangan pasar. Varietas Tarabas merupakan satu satunya varietas tipe Japonica milik Indonesia yang berhasil dilepas oleh Badan Litbang Kementerian Pertanian. Pengembangan padi Tarabas ini akan sangat menekan laju impor beras khusus tipe japonica yang selama ini terjadi, bahkan berpotensi meningkatkan ekspor beras tipe japonica ke negara yang notabennya mengkonsumsi nasi jenis Sticky Rice. Kemudian Varietas Pamelen merupakan padi merah pulen. Beras Pamelen bertekstur nasi pulen berwarna merah, memiliki pangsa pasar tersendiri dan trend hidup sehat dimasa pandemik covid-19 akan mengarahkan konsumen untuk banyak mengkonsumsi pangan sehat.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Kementan Dorong Penetapan dan Pelepasan Galur Ternak

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus berupaya mendorong proses penetapan dan pelepasan rumpun atau galur ternak. Salah satunya dengan melaksanakan penilaian tahap II di tahun 2020 terhadap proposal ternak yang akan ditetapkan sebagai rumpun atau galur ternak.

Kegiatan penilaian ini dilaksanakan dalam rangka memberikan penghargaan dan pengakuan terhadap rumpun atau galur ternak untuk menjaga kelestarian dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Direktur Jenderal PKH, Nasrullah menyampaikan, 6 proposal yang dinilai pada tahap II ini terdiri dari 4 usulan penetapan rumpun ternak dan 2 usulan pelepasan galur ternak. Usulan penetapan rumpun yaitu sapi Krui dari Pesisir Barat provinsi Lampung, sapi PO Merauke dari Merauke provinsi Papua.

“Ada juga domba Doser dari Deli Serdang, Sumatera Utara dan kambing Saanen Baturraden dari BBPTU HPT Baturraden. Sementara, untuk usulan pelepasan galur yaitu ayam Arbor Acres Plus (AA+) dari PT. Expravet Nasuba Medan dan ayam Gaosi-1 Agrinak dari Balitnak Bogor,” ungkap Nasrullah, Kamis (24/09/2020).

Nasrullah menerangkan, dalam proses penilaian, tim penilai memberikan tanggapan yang beragam atas paparan dan proposal ternak yang akan ditetapkan sebagai rumpun atau galur ini. Namun, semua tanggapan tersebut mengarah ke hasil yang positif

“Secara umum tim penilai memberikan apresiasi kepada seluruh pengusul yang memiliki kemauan untuk menjaga kelestarian ternak lokalnya,” imbuh Nasrullah.

Meski hasilnya positif, namun secara umum semua proposal usulan pelepasan galur atau penetapan rumpun ternak ini perlu diperbaiki dan dilengkapi terkait dengan data-data secara kualitatif dan kuantitatif. Selain itu, perlu penegasan pola pengembangan rumpun atau galur, serta dilakukan uji observasi oleh KP3RGT.

Sebagai informasi, sampai saat ini, rumpun atau galur ternak yang telah ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian ada sebanyak 83 ternak. Jika tim penilai menerima 6 usulan ini maka nantinya akan ada sebayak 89 ternak yang terdata dan ini akan menjadi pengembangan ternak yang cukup positif.

“Ternak-ternak hasil pelepasan galur atau penetapan rumpun tersebut harapannya akan menambah variasi galur dan rumpun ternak lokal Indonesia serta memberikan pilihan pada pembibit untuk pengembangan lebih lanjut,” jelas Nasrullah.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan kegiatan penilaian ini juga sebagai upaya pemerintah menjaga rumpun atau galur ternak. Ia memastikan hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah yang terus berupaya hadir dalam rangka menjaga kelestarian sumber daya genetik ternak di Indonesia dan memanfaatkanya secara optimal dan masal.

“Kegiatan penilaian penetapan dan pelepasan rumpun atau galur ternak menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memberikan apresiasi kepada para pembibit, pemulia, dan para pengusul sehingga ternak dapat ditetapkan atau dilepaskan serta memberikan perlindungan hukum terhadap rumpun atau galur ternak tersebut,” tutur Mentan SYL.(hum/red)

Categories
Ekonomi Nasional

Peringatan Hari Tani 2020, Mentan SYL Ajak Semua Pihak Bekerja Sama Majukan Pertanian Nasional

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar peringatan Hari Tani Nasional tahun 2020, di Gedung Pusat Informasi Agribisnis (PIA), Kompleks Kementan, Jalan HM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (24/09/2020).

Dalam sambutannya, Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan peringatan Hari Tani Nasional merupakan momentum untuk mengkonsolidasi secara emosional bagi bangsa Indonesia.

“Khususnya seluruh jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) dan para kepala daerah bahwa pertanian menjadi penting dimana sektor ini sangat strategis bagi negara ini,” ujar SYL.

Menurut SYL, kemajuan sebuah daerah, kabupaten, provinsi bahkan kemajuan nasional sangat ditentukan oleh akselerasi pertanian yang mampu dioptimalkan untuk lebih kuat karena hal ini turut menandai kekuatan suatu bangsa.

“Indonesia adalah negara agraris dengan sumber daya alam yang melimpah mulai dari pantai, dataran rendah maupun dataran tinggi yang bisa menjadi resource yang bisa dimanfaatkan anak bangsa,” tukas SYL

SYL juga menambahkan bahwa pertanian Indonesia bisa menyumbang hasil kinerja yang lebih dari capaian yang sudah ada selama ini. Pertanian menjadi pilar utama Negara dimana Negara bisa kuat jika lahir kekuatan ekonomi yang baik dan ekonomi yang baik ditandai dengan pertanian yang maju.

“Saat ini negara negara maju di dunia sudah mulai kembali bertani. Apalagi kita memang negara agraris, negara pertanian sehingga sektor ini menjadi bagian penting,” ucapnya.

SYL menambahkan, pihaknya terus mendorong juga petani muda atau kaum millenial bahwa pertanian itu menjanjikan kehidupan. Pertanian kini sudah bertransformasi dengan berbagai teknologi, mekanisasi yang akan terus ditingkatkan sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo dimana sektor pertanian harus berinovasi dengan berbagai akselerasi dibidang pertanian.

“Saat ini sektor Pertanian mampu tumbuh positif dari lima sektor penyumbang ekonomi nasional lainnya. Disaat ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 5,3 persen, pertanian menjadi satu-satunya sektor yang mengalami pertumbuhan 2,19 persen (year on year),” tuturnya.

Berdasarkan data BPS, Pada Agustus 2020, Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yakni sebesar 100,65 atau 0,56 persen (month to month). Kenaikan juga terjadi pada Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Agustus 2020 sebesar 100,84 atau naik 0,31 persen (month to month). Baik NTP maupun NTUP pada Januari-Agustus secara keseluruhan terus membaik, yaitu berada di angka 101,21.

“Kinerja tersebut membuktikan, pada masa pandemi Covid-19 petani menjadi pahlawan yang menjaga perekonomian nasional,” terang SYL.

Lebih lanjut SYL turut mengharapkan dimasa pandemi Covid-19 Indonesia bisa bahu membahu dalam memberikan energi untuk sektor pertanian, memberikan dukungan kepada para petani dan terus meningkatkan produktivitas hasil pertanian baik dari dukungan dari kepala daerah, sektor pembiayaan perbankan hingga industri hulu-hilir.

“Makan rakyat Indonesia tidak bisa ditunda sehingga Kementerian Pertanian tidak bisa kerja sendiri harus bekerja bersama dengan semua kalangan untuk bisa bersama mengakselerasi pertanian. Kita berharap besok kehidupan pertanian yang makin produktif sekaligus mendorong kesejahteraan petani,” cetusnya.

Dalam acara tersebut, Kementan juga melakukan MoU dengan Bukalapak dalam rangka pemanfaatan aplikasi Toko Tani online dan pengembangan pasar konstratani hingga program pemberdayaan 500 ribu petani dan perempuan Petani Indonesia tentang Covid-19 melalui kerja sama dengan PT Bayer Indonesia dan Mercy Corps Indonesia.

“Kita mendorong para start up berada di frontline kita atau bisa kita tempatkan di konstratani untuk mempertemukan antara produsen pertanian dan pembeli hasil pertanian sehingga bisa mempersingkat distribusi hasil pertanian,” tandas SYL.

Kepala Biro Humas Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan tema peringatan hari tani nasional 2020 yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian adalah pertanian andalan ekonomi nasional pada masa Covid-19.

Ia mengatakan bahwa seluruh jajaran Eselon 1 serta UPT lingkup Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan di daerah berpartisipasi di dalam rangkaian hari tani melalui gerakan mendukung sektor pertanian dan kepedulian terhadap petani dalam berbagai gerakan seperti panen raya tanam serentak, gerakan percepatan ekspor, pelatihan petani, pelatihan petugas petani serta memberikan penghargaan terhadapa petani millenial.

“Perayaan hari tani dilaksanakan hari ini sebagai upaya dari kita menghargai profesi petani sekaligus sebagai upaya menyatukan gerak dan arah meningkatkan kinerja sektor pertanian ke depan,” terang Kuntoro.

Hari Tani Nasional 2020 diperingati setiap tanggal 24 September 2020. Kegiatan ini dilatar belakangi penetapan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria yang mengatur tentang dasar-dasar dan ketentuan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan sumber daya agraria nasional di Indonesia.

Acara tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementan, para pimpinan Direktorat Jenderal Kementan, petani, stakeholder, dan tamu undangan dengan mengedepankan protokol kesehatan covid-19 yang ketat. Serta turut diikuti oleh sejumlah kepala daerah dan kelompok tani dari beberapa Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia secara virtual online atau daring.(rls/red)

Categories
Ekonomi TNI

Kementan dan TNI AD Kerjasama Dukung Pelaksanaan Program 1.000 Desa Sapi

Koran Jurnal, Bogor – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama TNI AD melakukan penyusunan perjanjian kerja sama terkait dukungan pendampingan super prioritas program peternakan 1.000 desa sapi.

Menurut Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah bahwa pelaksanaan program peternakan ini sebagai Instruksi Presiden Joko Widodo. Sebagai tindaklanjut Menteri Pertanian dan Panglima TNI telah menandatangani dengan Nota Kesepahaman Nomor 10/MOU/HK.220/M/4/2020 pada tanggal 1 April 2020 tentang Dukungan Pelaksanaan Program Pembangunan Pertanian,

“Sesuai arahan Menteri Pertanian, kita perlu bersinergi dalam mengoptimalisasikan program untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan program 1.000 desa sapi“ tegas Nasrullah saat membuka pertemuan penyusunan perjanjian kerjasama antara Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan dengan TNI AD di IPB ICC, Bogor, Kamis (03/09/2020).

Nasrullah menyampaikan dalam situasi pandemi covid-19 ini, pemerintah terus berupaya dalam memenuhi kecukupan pangan khususnya protein hewani, untuk itu diperlukan akselerasi peningkatan populasi sapi dan produksi daging sapi melalui program 1.000 desa sapi, program.ini juga diharapkan sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan peternak.

“’Program ini telah bersinergi dengan grand design, Rencana Pembangungan Jangka Menengah Nasional dan Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2020 -2024” terang Nasrullah.

Lebih lanjut Nasrullah menyampaikan bahwa super prioritas program peternakan (SP3) 1.000 (seribu) desa sapi tahun anggaran 2020 merupakan kegiatan pengembangan sapi indukan dan sapi bakalan dengan berbasis korporasi petani atau peternak. Sebagai pilot project akan diimplementasikan di 5 (lima) provinsi pada tahun 2020 yakni, Lampung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.

Kedepannya berdasarkan evaluasi pilot project, diharapkan pada tahun mendatang program ini dapat direplikasi ke seluruh provinsi di Indonesia atau 1.000 desa sesuai potensi dan kriteria, sehingga target penambahan populasi dan pemenuhan protein hewani bagi seluruh masyarakat di Indonesia dapat tercapai.

Perjanjian Kerjasama antara Kementan dengan TNI AD melingkupi pembinaan dan pendampingan program, penyelesaian permasalahan sesuai tupoksi para pihak dan memberikan motivasi dan mobilisasi penerima manfaat dalam pelaksanaan kegiatan program serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Nasrullah mengharapkan dari kerjasama yang dilakukan bersama TNI dapat mengawal kinerja Kementan lebih baik lagi dalam mewujudkan kedaulatan Pangan khususnya komoditas peternakan.

“Dukungan TNI AD melalui Babinsa diharapkan mampu meminimalisir risiko permasalahan yang mungkin akan terjadi di lapangan sesuai dinamika masyarakat desa agar dapat berjalan lebih baik” terang Nasrullah.

Oleh karenanya, dengan keterbatasan waktu mejelang akhir tahun 2020, kita harus lebih bersemangat dan berupaya keras untuk segera menyelesaikan segala aspek, baik teknis maupun admintratif. Pelaporan harus terus dilakukan per periode sehingga dapat dilihat hasil progresnya dari waktu ke waktu.

Seiring dengan penegasan yang diberikan Dirjen PKH, Asisten Teritorial Kepala Staf TNI AD, Nurchahyanto memberikan dukungannya terhadap kinerja Kementan, “Sebagai program super prioritas tentunya nilainya sangat strategis, begitu PKS (Perjanjian Kerja Sama) ditanda tangani kami segera bersinergi dengan melakukan sosialisasi ke semua lini TNI AD terkait perjanjian kerjasama ini” tegasnya.

Nurchahyanto juga menambahkan bahwa sinergitas akan lebih cepat mencapai keberhasilan, dengan pelatihan yang diberikan kepada anggota kami akan menjadikan bekal sebelum melakukan pendampingan pelatihan dapat dilakukan segera mungkin sehingga sesuai dengan target yang diharapkan.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Kementan Upayakan Pasokan dan Harga Ayam Tingkat Peternak Stabil

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) tengah mengupayakan langkah stabilisasi pasokan dan harga ayam di tingkat peternak berangsur mengalami kenaikan dan stabil.

Kementan mencermati harga ayam hidup (livebird/LB) di Pulau Jawa sejak memasuki Agustus 2020 mengalami penurunan dan per tanggal 29 Agustus 2020 Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Ditjen PKH mencatat informasi harga dari laporan PIP (Petugas Informasi Pasar) menyebutkan di Pulau Jawa rata-rata Rp 13.357/kg. Harga LB terendah terjadi di Provinsi Jawa Tengah yaitu Rp 11.500/kg, diikuti Provinsi Jawa Timur Rp 12.000/kg, Provinsi Jawa Barat Rp 12.333/kg, Provinsi Banten Rp. 13.500/kg dan harga LB tertinggi terjadi di Provinsi DIY yaitu Rp 13.667/kg.

Kendati demikian, Direktur Jenderal PKH Nasrullah menyebut harga LB di regional Sumatera, Bali Nusra, Sulawesi dan Papua berkisar Rp.19.241-35.000/kg dan berada di atas harga acuan Permendag No. 7 tahun 2020. Lebih lanjut Nasrullah merinci secara spasial harga LB melemah sejak akhir Juli lalu terjadi di Pulau Jawa dan Kalimantan yang berada di bawah harga acuan.

Dari aspek supply, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Sugiono menambahkan bahwa potensi produksi livebird sejak Agustus-Desember 2020 tumbuh 8,01% dengan rataan tiap bulan sebanyak 259,4 juta ekor atau setara daging ayam sebanyak 304,3 ribu ton. Sementara kebutuhannya sebanyak 137,7 juta ekor atau setara daging ayam sebanyak 161,5 ribu ton sehingga potensi surplus masih terlalu tinggi sebesar 88,44% rata-rata per bulan sebanyak 121,7 juta ekor atau setara daging ayam sebanyak 142,8 ribu ton.

Mencermati tinggi nya potensi surplus LB tersebut, maka Dirjen PKH Nasrullah mengatakan telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Dirjen PKH No. 09246T/SE/PK/230./F/08/2020 Tentang Pengurangan DOC FS Melalui Cutting Hatching Egg (HE) Umur 18 Hari, Penyesuaian Setting HE dan Afkir Dini Parent Stock (PS) Tahun 2020.

SE dimaksud memberikan arah kebijakan pengendalian supply Final Stock (FS) melalui pengurangan DOC FS dengan cara cutting HE umur 18 hari sebanyak 7 juta butir per minggu. Pengurangan DOC tersebut juga dilakukan melalui pembatasan jumlah setting HE dengan target sebanyak 7,5 juta butir per minggu dan akan berdampak mengurangi supply DOC FS di bulan September-Oktober 2020. Kemudian lebih lanjut Nasrullah menjelaskan bahwa SE dimaksud juga mewajibkan perusahaan pembibit melakukan afkir dini PS umur lebih dari 50 minggu yang akan berdampak pada pengurangan supply LB dibulan November-Desember 2020.

Untuk mengawal pelaksanaan SE dimaksud, dilakukan pengawasan oleh Tim Fungsional Ditjen PKH, Satgas Pangan POLRI, Petugas Dinas Prov/Kab/Kota yang ditunjuk oleh Kepala Dinas, perusahaan pembibit (cross monitoring) dan asosiasi perunggasan.

“Di dalam SE Dirjen PKH juga menyebutkan kewajiban penyerapan LB dari internal dan eksternal perusahaan pembibit berdasarkan market share,” jelas Nasrullah dalam rilisnya, Senin (31/08/2020).

Implikasi diterbitkannya SE Dirjen PKH ini diharapkan secara langsung berdampak pada peningkatan pemotongan LB di RPHU dan sekaligus penyimpanan di cold storage. Sehingga nantinya bisa mengurangi supply LB di pasar becek dan secara bertahap berpengaruh terhadap kenaikan harga LB di tingkat peternak.

“Pengawasan pemotongan livebird juga terus dilakukan. Pengawasan ini dikoordinir oleh Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet),” tutur Nasrullah.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen untuk membenahi sektor perunggasan nasional dan stabilisasi harga LB di tingkat peternak. Hal ini demi keberlanjutan usaha peternakan rakyat.

“Kami upayakan stabilitas perunggasan nasional ini utamanya untuk keberlanjutan usaha dan kesejahteraan peternak. Pemerintah juga akan mendengarkan usulan berbagai pihak,” ujar Menteri SYL.(hum/red)

Categories
Bisnis Ekonomi

PT Mustika Ratu Tbk Gelar RUPS 2019 dan Public Expose 2020

Koran Jurnal, Jakarta – PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) menggelar acara laporan tahunan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2019 dan Public Expose 2020 di Kudus Hall, Hotel Sultan, Jakarta, Jum’at (28/08/2020).

Rapat Umum Pemegang Saham tahun 2019 dihadiri oleh Dewan Komisaris PT Mustika Ratu Tbk dan Ketua Dewan Penasehat PT Mustika Ratu Tbk. Sementara itu, Dewan Direksi dihadiri oleh Presiden Direktur, Bingar Egidius Situmorang, Direktur (Jodi Andrea Suryokusumo dan Kusuma Ida Anjani).

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham diputuskan beberapa hal seperti menyetujui dan menerima hasil laporan kinerja direksi.

PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) berhasil mencatatkan laba bersih per Desember 2019 sebesar Rp 132 Juta, tumbuh sebesar 106 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya yang mencatatkan kerugian sebesar Rp 2.26 miliar. Laba tersebut diperoleh dari penjualan bersih sebesar Rp 305.2 miliar. Jumlah tersebut tumbuh 1,55 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Upaya yang telah dilakukan Perseroan sepanjang tahun 2019 untuk meningkatkan laba adalah memperluas pasar export ke berbagai manca negara, mengembangkan produk untuk konsumen milenial, melakukan banyak inovasi dari segi kemasan hingga jenis produknya.(rls/red)