Categories
Megapolitan

Sosok Dibalik Kesuksesan Gelaran Nawacita Award 2023

Koran Jurnal, Jakarta – PT Media Nawacita Indonesia (MNI) sukses menggelar Nawacita Awards 2023 di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, Jum’at malam (8/9/2023). Kesuksesan acara itu tak lepas dari sosok Beesokhi Ndruru, Ketua Panitia Nawacita Award 2023.

Nawacita Awards adalah sebuah acara penghargaan yang dirancang untuk menghargai dan merayakan prestasi terbaik putra-putri bangsa di berbagai bidang. Acara ini juga bertujuan untuk memberikan pengakuan kepada individu, kelompok, dan lembaga yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam pembangunan dan kemajuan negara.

“Untuk kali ini, tahun 2023 lebih terseleksi lagi, lebih ketat, dan lebih bergengsi karena kita hanya memberikan satu award kepada satu orang untuk setiap kategori. Jadi hanya 9 penerima,” kata Beesokhi Ndruru.

Berbeda dengan penyelenggaran tahun sebelumnya, Nawacita Awards 2023 diberikan kepada 9 orang yang dinilai memenuhi kriteria penilaian dewan juri. Ke 9 orang tersebut merupakan orang-orang pilihan dari 250 nominator.

Beesokhi menyampaikan, kegiatan Nawacita Awards 2023 didukung penuh oleh semua Dewan Pembina MNI. Salah satunya, Menteri Hukum dan (HAM) Yasonna H Laoly.

“Semangat Nawacita di yakini menyatukan Indonesia menuju indonesia Emas tahun 2045,” ungkap Beesokhi Ndruru

Sosok Beesokhi sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Nias di Jakarta. Ia aktif di berbagai organisasi masyarakat. Diantaranya menduduki posisi sebagai Wakil Ketua Umum di organisasi Himpunan Masyarakat Indonesia (HIMNI). Beesokhi juga aktif di Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia( HIPPI ).

Di bidang sosial, Beesokhi mendirikan Yayasan Nias Iklas Awali Senyum atau disingkat Yayasan NIAS. Selain sebagai direktur PT. Media Nawacita Indonesia, Beesokhi juga pendiri YESSINSO. Saat ini, Beesokhi maju sebagai calon anggota legislatif DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Sumut II.

Atas kerja keras Beesokhi, dukungan management media nawacita, Tim dewan Juri Sarman Simanjorang,Agustus Gea, dan Prof Bayu Dwi Anggono dan seluruh sponsor sehingga gelaran Nawacita Award 2023 berjalan sukses dan menghasilkan sosok sosok mumpuni, yang diganjar Nawacita Award. Berikut daftarnya:

– Kategori Pertahanan dan Keamanan: Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono
– Kategori Penguatan Kebhinekaan Indonesia: Nasaruddin Umar
– Kategori Pendidikan Karakter Bangsa: Jenderal TNI (Purn) Moeldoko
– Kategori Pejuang Demokrasi: Hermus Indou
– Kategori Penegakan Hukum: ST Burhanuddin
– Kategori Kemandirian Ekonomi Nasional: Nicke Widyawati
– Kategori Infrastruktur, Industri dan Transportasi: Rusdi Kirana
– Kategori Kesejahteraan Rakyat: dr. Lie Agustinus Dharmawan
– Kategori Pembangunan Daerah: Ery Cahyadi
– Kategori Khusus Inspirator Milenial: Cinta Laura.(*)

Categories
Megapolitan

Jenderal Purnawirawan Hendropriyono dan Selebriti Cinta Laura Tak Menyangka Dapat Nawacita Awards 2023

Koran Jurnal, Jakarta – Jenderal Purnawirawan TNI A.M Hendropriyono dan selebriti Cinta Laura mengaku terkejut saat menerima penghargaan Nawacita Awards 2023, yang diselenggarakan oleh Media Nawacita Indonesia (MNI), di Gedung The Tribrata, Jakarta Selatan, Jum’at malam (8/9/2023).

“Luar biasa untuk saya, saya tidak ngerti sampai dapat penghargaan (Nawacita Awards) yang segini besar. Saya kira yang saya abdikan untuk bangsa dan negara di pertahanan keamanan belum seberapa,” ujar Jenderal (Purn) A.M Hendropriyono usai menerima penghargaan Nawacita Awards 2023 kategori pertahanan dan keamanan NKRI yang diserahkan langsung oleh Pembina Media Nawacita Indonesia, Yassona Laoly.

Hendropriyono, yang juga mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) ini juga mengungkapkan, award yang diterima akan menambah daya emosinalnya untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara.

“Award ini akan menjadi pemicu untuk saya semakin mengabdi lebih jauh lagi dalam usia saya yang sudah sangat senja, hampir 80 tahun,” ucap Hendropriyono.

Pengakuan serupa disampaikan selebriti Cinta Laura, penerima Nawacita Awards 2023 kategori Khusus Inspirator Milenial.

“Saya merasa benar-benar terhormat, dan tidak menyangka saya bisa memenangkan sebuah award yang juga dimenangkan oleh banyak sekali orang-orang hebat yang sudah punya jauh banyak pengalaman daripada saya dan lebih jauh banyak memberikan buat negara ini,” ujar Cinta Laura.

Seperti diketahui, pemberian award tersebut merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan kepada para tokoh nasional dan figur anak bangsa yang dinilai berdedikasi dan mengimplementasikan program Nawacita Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Pemberian award itupun telah melalui proses penjurian secara ketat. Disebutkan sekitar ratusan nominasi award dari tokoh nasional hingga publik figur dipilih dan kemudian dinilai oleh dewan juri.

“Untuk memberikan penghargaan atau apresiasi atas keberhasilan yang sudah mereka lakukan berdasarkan 9 program utama pembangunan Pak Jokowi,” kata Ketua Panitia Nawacita Awards 2023 Beesokhi Ndruru, di Jakarta, Kamis (24/8/2023) lalu.

Adapun dewan juri Nawacita Awards 2023 tersebut antara lain Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej), Jawa Timur Prof Bayu Dwi Anggono; Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Sarman Simanjorang; dan Agustus Gea.

Berikut hasil penjurian dari setiap kategori dan nama-nama yang berhak mendapatkan Nawacita Awards 2023:

– Kategori Pertahanan dan Keamanan: Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono

– Kategori Penguatan Kebhinekaan Indonesia: Nasaruddin Umar

– Kategori Pendidikan Karakter Bangsa: Jenderal TNI (Purn) Moeldoko

– Kategori Pejuang Demokrasi: Hermus Indou

– Kategori Penegakan Hukum: ST Burhanuddin

– Kategori Kemandirian Ekonomi Nasional: Nicke Widyawati

– Kategori Infrastruktur, Industri dan Transportasi: Rusdi Kirana

– Kategori Kesejahteraan Rakyat: dr. Lie Agustinus Dharmawan

– Kategori Pembangunan Daerah: Ery Cahyadi

– Kategori Khusus Inspirator Milenial: Cinta Laura

Categories
Ekonomi Megapolitan

Tutup KTT Asean Ke-43, Presiden Jokowi Tegaskan Asean Berada pada ‘Track’ yang Benar

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Konferensi Tingkat Tinggi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (KTT Asean) Ke-43 telah selesai dilaksanakan.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi pada Kamis (7/9/2023) saat melakukan konferensi pers kepada awak Media di Ruang Cenderawasih, Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC). Turut mendampingi Presiden Jokowi yaitu Menlu Retno Marsudi dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

“Alhamdulillah KTT ke-43 Asean dan KTT lainnya telah terlaksana dengan baik dan lancar, walaupun di tengah situasi yang sulit, keketuaan Indonesia menghasilkan banyak hal sebagai upaya menjaga stabilitas dan kemakmuran kawasan,” ujar Presiden Jokowi.

Ia melanjutkan bahwa setiap pemimpin yang hadir di KTT Asean memiliki tanggung jawab untuk tidak menciptakan ketegangan baru. Di saat yang sama, imbuh Presiden Jokowi, setiap pemimpin negara juga punya tanggung jawab untuk menurunkan tensi yang panas, mencairkan suasana yang beku dan menciptakan ruang dialog.

Kepala Negara turut mengingatkan bahwa dunia akan hancur apabila konflik terus dibawa dan dijadikan tarik menarik ke tempat lain. Karena itu, setiap pihak harus mampu mengelola rivalitas agar kehancuran tidak terjadi.

Tidak hanya itu Presiden Jokowi juga mengungkapkan bahwa dunia saat ini butuh penetral di tengah berbagai situasi global yang saat ini tidak menentu. Oleh sebab itu, Asean diperlukan untuk menjadi stabilisator.

“Saya pastikan bahwa Asean sudah berada pada track yang benar untuk bisa menjalankan peran menjadi kontributor stabilitas dan perdamaian serta epicentrum of growth,” tutur Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi pun menyampaikan bahwa sejumlah kesepakatan telah dicapai diantara para pemimpin negara. Salah satunya adalah East Leader Joint Statement.

“Setelah melalui proses yang panjang dan sulit, kita berhasil mensepakati East Leader Joint Statement mengenai Epicentrum of Growth, sekali lagi ini bukan proses yang mudah, tarik menarik geopolitik sangat kental, tapi alhamdulillah konsensus tercapai.” kata Presiden Jokowi

Selanjutnya, Presiden turut mengungkapkan bahwa Asean konsisten dalam mengakhiri krisis kemanusiaan di Myanmar. Diantaranya melalui 5 Point Concencus.

“Asean akan terus melanjutkan upaya, Indonesia melalui keketuaannya telah menyampaikan 5 langkah untuk membantu Myanmar, salah satunya melalui pembentukan mekanisme Troika,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan Menlu Retno Marsudi yang menilai sejumlah kesepakatan baru telah terjadi. Selain itu, pilar-pilar untuk mendukung ASEAN sebagai Epicentrum of Growth juga turut diperkuat.

Dia menilai bahwa Indonesia telah mendorong solusi perdamaian. Namun, hal itu membutuhkan dukungan semua pihak untuk mewujudkan hal tersebut.

“Bapak Presiden di dalam pidatonya menyampaikan bahwa semua dari kita menyampaikan pentingnya perdamaian, kita betul-betul menginginkan, sekarang tinggal bagaimana kita mencapai apa yang kita inginkan,” tutur Menlu.(*)

Categories
Megapolitan TNI

Satgas Udara Amankan Langit Jakarta Selama KTT ke 43 Asean

Koran Jurnal, Jakarta – Pangkoopsud 1 Marsda TNI Bambang Gunarto selaku Dansatgasud memimpin briefing Satgasud dalam rangka menyelenggarakan Operasi Pengamanan (Pam) VVIP terhadap Presiden, Wakil Presiden dan Tamu Negara setingkat Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan dalam kegiatan Pengamanan VVIP KTT ke-43 ASEAN 2023, bertempat di Ruang Rapat Satgasud Terminal Selatan, Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Senin (4/9/2023) kemarin.

Pada pelaksanaan briefing tersebut, Dansatgasud mengecek kembali kesiapan masing-masing personel dan alutsista yang ikut dalam Pam VVIP KTT ke-43 ASEAN 2023 dimana Satgasud membawahi tiga Subsatgas yaitu Hanud, Mobud dan Udara Khusus yang melibatkan 1.288 personel.

Dalam pengarahannya, Dansatgasud memberikan penekanan kepada masing-masing personel agar mengikuti terus perkembangan yang terjadi, memahami tugas tanggung jawab yang telah diberikan dan jangan anggap remeh.

“Koordinasi dengan unsur pimpinan dan satgas lainnya apabila ada perkembangan terbaru agar tidak terjadi miskomunikasi dalam pelaksanaan tugas nantinya, karena keamanan udara selama kegiatan Pam KTT ini menjadi tanggung jawab kita selaku Satgasud,” pungkas Dansatgasud.

TNI AU mengerahkan beberapa pesawat tempur, angkut, Heli dan pesawat intai untuk mengamankan langit Jakarta.(Pusp)

Categories
Megapolitan

Kata Andika Perkasa Generasi Muda Punya Peran Penting Memajukan Bangsa

Koran Jurnal, Jakarta – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam memajukan Indonesia. Menurutnya, nasib bangsa dan negara tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi oleh para anak muda yang saat ini masih mengenyam pendidikan dan merintis kariernya baik di dalam negeri maupun luar negeri.

“Masa depan kita, masa depan Indonesia justru lebih besar bukan di tangan pemerintah, tetapi di tangan generasi muda,” ujar Andika Perkasa, saat memberikan kuliah umum kebangsaan di Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa kemarin (8/8/2023) dikutip antaranews.

Jenderal purnawirawan bintang empat yang punya hobbi body building ini mengatakan, generasi muda Indonesia terutama yang lahir pada periode 2000-an memiliki kemampuan dan keleluasaan yang lebih besar daripada generasi sebelumnya terutama untuk akses terhadap teknologi dan informasi.

“Mereka ini generasi yang sangat knowledgeable, generasi yang sangat berpengetahuan,” lugas Andika.

Tidak hanya itu, Andika meyakini generasi muda saat ini punya pemikiran yang lebih terbuka (open-minded) sehingga mereka dapat menyerap lebih banyak pengetahuan dan informasi.

“Mereka tidak dibatasi oleh apa yang dilihat secara nyata oleh matanya, tetapi juga yang dilihat secara virtual seluruh dunia,” kata Andika.

Andika juga menyebut generasi muda punya karakter yang lebih kreatif karena hidup dengan berbagai kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi.

“Betul, pemerintah punya tanggung jawab menyediakan lapangan kerja, di tingkat pemerintah ya, dan itu juga cara mengukur keberhasilan dalam sebuah pemerintahan, tetapi kalau semua warga negara kreatif, saya mau bikin sesuatu, maka kesempatan itu ada,” pungkasnya.

Oleh karena itu, kata Andika, generasi muda dapat mencapai prestasi-prestasi yang lebih tinggi daripada generasi pendahulunya.

Kuliah umum kebangsaan Jenderal (Purn) Andika Perkasa di Kampus Salemba, Universitas Indonesia, merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia.(*)

Categories
Megapolitan TNI

TNI AU dan Pemprov DKI Segera Bangun Monumen Pesawat A-4 Skyhawk

Koran Jurnal, Jakarta – TNI AU dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, akan segera membangun monumen pesawat A-4 Skyhawk. Rencana pembangunan monumen pesawat tempur TNI AU tersebut, disepakati dalam kegiatan sosialisasi pembangunan monumen pesawat di Seno Park, Tebet, Jakarta Selatan, Jum’at (28/7/2023).

Kesiapan pembangunan monumen pesawat tempur, yang diberi nama “Monumen Swa Bhuana Paksa”, disosialisasikan kepada masyarakat oleh Aslog Koopsud I Kolonel Tek Iman Ghozali S.E., dan dihadiri Wakil Camat Tebet Akhmad Basyarudin. Sementara desain monumen pesawat dipaparkan oleh Mayor Sus Bimo.

Aslog Kas Koopsud I, atas nama TNI AU mengucapkan terimakasih kepada Pemprov DKI Jakarta dan warga masyarakat sekitar Eco Park yang telah mendukung pembangunan monumen.

Dikatakannya, bahwa Pesawat A-4 Skyhawk mulai memperkuat TNI Angkatan Udara pada tahun 1980-an, sebagai pesawat tempur generasi ke-3. Kehadirannya, di Indonesia telah memberikan warna baru dalam perjalanan sejarah TNI AU. Dirinya akan menambah wahana edukasi masyarakat tentang TNI AU.

“Saya yakin dengan adanya monumen Pesawat A-4 Skyhawk di Seno Park ini akan semakin tumbuh minat kedirgantaraan generasi muda khususnya, dan masyarakat pada umumnya,” jelasnya.

Sementara Wakil Camat Tebet Ahmad Basyarudin menyatakan sangat mendukung rencana pembangunan monumen pesawat A-4 Skyhawk di Ceo Park yang berada di wilayah Kecamatan Tebet ini. Pihaknya mengucapkan terimakasih kepada pimpinan TNI AU yang telah menginisiasi pembangunan monument pesawat A-4 Skyhawk.

Pesawat A-4 Skyhawk telah menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia selama puluhan tahun. Jejak pengabdiannya diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus edukasi bagi generasi penerus bangsa dan semakin menambah rasa cinta dirgantara.

Setelah pelaksanaan sosialisasi, dilanjutkan peninjauan lokasi tempat pembangunan monumen Pesawat A-4 Skyhawk.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kasubdis Pespur Kolonel Tek Jarot Sudarwanto, S.E., M.M., Kasubdis Jarah Kolonel Sus Dra. Maylina Saragih, Kasubdis Sarpras Diskonau Kolonel Sus Gardjito Budi, Staf Ahli Bidang Iptek Koopsud I Kolonel Tek Sofyan, dan perwakilan pejabat Pemprov DKI Jakarta.(disp)

Categories
Megapolitan TNI

Dankormar Mayjen Nur Alamsyah Soft Launching Beladiri ‘Chadrick’ Prajurit Petarung Korps Marinir TNI AL

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah, S.E., M.M., M.Tr (Han) melaksanakan acara soft launching ‘Chadrick’ Beladiri Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut di Lapangan Hijau Markas Komando Korps Marinir (Mako Kormar), Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun, Kwitang, Jakarta Pusat, Jum’at (28/07/2023).

 

Acara soft launching tersebut diawali dengan penampilan para Prajurit Marinir dalam mengolah gerakan Beladiri Chadrick, Pengarahan Komandan Korps Marinir dilanjutkan Penyematan Sabuk Hitam kepada para peserta oleh Mayor Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah, S.E., M.M., M.Tr (Han) diikuti seluruh Pejabat Utama Korps Marinir yang hadir dan diakhiri foto bersama.

Chadrick memiliki arti “Prajurit Petarung yang Tangguh.” Pemberian nama dan gagasan terbentuknya Beladiri Chadrick atas ide serta inisiasi Dankormar Mayor Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah, S.E., M.M., M.Tr (Han).

Beladiri Chadrick Korps Marinir tidak berafiliasi dengan cabang beladiri manapun. Beladiri ini merupakan kombinasi atau gabungan seni beladiri yang ada di tanah air maupun manca negara, mulai dari Mixed Martial Arts (MMA), Karate, Taekwondo, Judo, Pencak Silat, Jiujitsu dan lain lain dengan gerakan dasar pukulan, tangkisan, tendangan dan kuncian serta menguasai perkelahian sangkur dan senjata.

Dibentuknya beladiri Chadrick sebagai syarat mutlak yang wajib dikuasai oleh seluruh Prajurit Korps Marinir. Serta untuk meningkatkan kedigdayaan seluruh Prajurit Korps Marinir serta memiliki tingkat beladiri dengan kemampuan sebagai petarung yang tangguh, guna mendukung tugas pokok Korps Marinir.

Beladiri Chadrick Korps Marinir memiliki 5 tingkatan sabuk, yaitu tingkat pertama ”Sadawira” (sabuk abu-abu), tingkat dua ”Bhadrika” (sabuk hijau), tingkat tiga ”Balakosa” (sabuk biru), tingkat empat ”Caiden” (sabuk coklat), dan tingkat lima ”Parama” (sabuk hitam).

Dalam amanatnya, Dankormar menyampaikan bahwa “Beladiri Chadrick Korps Marinir menjadi Tradisi Korps yang harus dilestarikan dan dikembangkan serta wajib dikuasai oleh seluruh prajurit sebagai bekal dalam melaksanakan tugas operasi maupun untuk menjaga diri dalam menghadapi situasi yang membahayakan, karena kemampuan beladiri menjadi hal mutlak yang harus dimiliki setiap prajurit petarung Korps Marinir TNI Angkatan Laut”.

Dalam kesempatan ini Dankormar menyematkan sabuk tingkat lima ”Parama” (sabuk hitam) kepada Oza (pelatih) yang akan melatih disetiap satlak Korps Marinir.

Turut hadir pada acara tersebut Komandan Pasmar – 1, Brigjen TNI Mar Umar Farouq, S.A.P., CHRMP., M.Tr. Opsla., M.Han., para Asisten dan Kadis Kormar serta pejabat utama di jajaran Korps Marinir.(disp)

Categories
Megapolitan TNI

TNI AL dan BKKBN Wujudkan Keluarga Bebas Stunting

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif, serta bertujuan untuk pencapaian pembangunan yang berkelanjutan, sebagai alat juang yang tangguh bagi kepentingan pertahanan negara, TNI AL bekerjasama dengan BKKBN menyelenggarakan program Keluarga Keren Bebas Stunting, bertempat di Pendopo Kabupaten Sumenep, Madura, Selasa (18/7/2023).

Dalam kesempatan ini Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menerima kehormatan dikukuhkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting, dan Ketua Umum Jalasenastri Ny. Fera Muhammad Ali menjadi Bunda Asuh Anak Stunting.

Dikatakan oleh Kasal dalam kesempatan ini bahwa, penyelenggaraan program ini salah satunya diaplikasikan melalui sinergi dan kerjasama yang baik di berbagai sektor pemerintahan, sehingga diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.

“Atas dasar tersebut, TNI AL bersama BKKBN dan komponen bangsa lainnya, hadir di tengah-tengah masyarakat guna melaksanakan kegiatan bakti TNI AL, berupa kegiatan bakti sosial, pelayanan kesehatan dan sosialisasi keluarga berencana, serta percepatan penurunan stunting”, tegas Kasal.

Hal senada diungkapkan oleh Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa, dirinya mengatakan “Strong Partnership menjadi kunci, tim TNI AL selain di Sumenep juga akan bergerak ke Pulau Masalembu, partnership dari semua elemen strategis di Jawa Timur untuk memberikan support di kepulauan di Jawa Timur itu sangat luar biasa”, tandasnya.

Guna mendukung program tersebut TNI AL mengerahkan unsur Kapal Bantuan Rumah Sakit KRI dr. Radjiman Wedyodiningrat-992 dengan melibatkan 136 tenaga kesehatan untuk melaksanakan operasi kemanusiaan bantuan kesehatan bagi masyarakat. Bantuan kesehatan yang dilaksanakan diantaranya operasi major, bibir sumbing, khitanan, operasi katarak, hingga pengobatan gigi dan mulut.

Kegiatan ini memiliki sasaran terlaksananya sosialisasi program stunting dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang keluarga berencana dan gizi buruk/stunting, serta dapat terselenggaranya pelayanan kesehatan dan pelayanan Keluarga Berencana (KB) kepada masyarakat.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala BKKBN RI Bapak Hasto Wardoyo, Gubenur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa, Bupati Sumenep Bapak Ahmad Fauzi, serta para pejabat tinggi di lingkungan TNI-Polri.(disp)

Categories
Megapolitan

Cegah Urbanisasi, Mendagri Tegaskan Desa adalah Sentra Baru Ekonomi

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan, desa merupakan sentra baru ekonomi di tengah tingginya laju urbanisasi. Dia mengajak masyarakat untuk berpikir bersama bagaimana memperkuat desa agar terjadi percepatan pembangunan dan mencegah terjadinya fenomena urbanisasi. Sebab program membangun dan memperkuat desa menjadi hal yang sangat vital untuk kepentingan bangsa ke depan.

“Desa harus menjadi sentra-sentra ekonomi yang baru, tidak hanya mengandalkan kota. Meskipun saat ini penduduk kota kita menurut data Dukcapil sudah mulai lebih banyak di kota daripada di desa, lebih kurang 51-52 persen di kota, tapi masih 40-an persen, 48-49 persen ada di desa. Itu kondisi sekarang,” katanya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kick Off Pelaksanaan Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) Tahun 2023 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (11/7/2023) kemarin

Mendagri mengungkapkan, berkaca pada negara Jepang dan Korea Selatan, dua negara ini sebagian besar penduduknya meninggalkan desa dan pergi ke kota. Di Jepang, sebagian besar warganya berbondong-bondong pergi ke Tokyo, Kyoto, dan Osaka; sementara di Korea Selatan terkonsentrasi di Seoul dan Busan. Padahal kota-kota besar tersebut memiliki iklim yang kompetitif.

“Mereka harus survive di kota, dengan segala glamor di kotanya. Iklim yang kompetitif membuat mereka fokus pada pendidikan, pekerjaan, dan berusaha untuk mendapatkan penghasilan yang baik, akibatnya yang terjadi stres, angka kasus bunuh diri tinggi. Yang kedua mereka juga terlambat untuk menikah, bahkan ada yang mau tidak menikah,” ujarnya.

Dia menceritakan, pada tahun lalu dirinya mendampingi wakil presiden (wapres) bertemu dengan para pejabat di Jepang seperti Gubernur Tokyo, Gubernur Hokkaido, Mendagri, juga Sekretaris Kabinet di sana. Mereka menyampaikan terkait masalah minimnya pertumbuhan penduduk di Jepang, jumlah yang dilahirkan lebih sedikit daripada jumlah kematian.

“Nah di Korea juga demikian, bagaimana yang terjadi dengan desa, desa ditinggalkan. Desa-desa diisi orang tua, terjadi ketimpangan pembangunan antara kota dan desa dan menyebabkan masalah nasional yaitu kurangnya pertumbuhan penduduk,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, jelas Mendagri, berkebalikan dengan yang terjadi di Indonesia yang mengalami bonus demografi. Hal itu memberikan peluang, sekaligus hambatan. Penduduk Indonesia banyak diisi oleh kelompok usia produktif sehingga menciptakan angkatan kerja yang besar untuk produksi.

“Kita bonus demografi, angkatan kerjanya tinggi, tapi kalau seandainya dia tidak sehat karena stunting misalnya, dia tidak terdidik dan tidak terlatih ini akan menjadi beban, burden. Jadi bukan demografic bonus tapi adalah demografic disaster, bencana demografi,” tutur dia.

Guna mengatasi hal tersebut, Mendagri menegaskan pemerintah telah menggenjot upaya kemajuan di bidang kesehatan dan pendidikan dalam membentuk generasi unggul. Bersama dengan berbagai stakeholder, program-program pemerintah seperti penurunan stunting dan peningkatan tenaga kerja yang berkualitas menjadi upaya yang terus dijalankan.

“Oleh karena itu desa harus diperkuat, desa melakukan menjadi lapangan kerja yang baru, bahkan ada istilah bekerja di desa tapi rezekinya rezeki kota, banyak yang berpendapat seperti itu,” tandasnya.(pen)

Categories
IPTEK Megapolitan Pendidikan

Pengamat Maritim Indonesia, Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa Dianugerahi Gelar Doktor HC oleh CMR University India

Koran Jurnal, India – Direktur Urusan Luar Negeri CMR University India Prof. Vinayak Khrishnamurthy dengan disaksikan para pejabat CMR University menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) kepada Pengamat Maritim dari Indonesia Dr. (H.C.) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar.

Acara pengukuhan sendiri dilaksanakan pada hari Senin, 3 Juli 2023 di CMR University, Bangalore, India. Pengukuhan ditandai dengan penyerahan ijazah kepada Dr. (H.C.) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar., yang diberikan oleh Direktur Urusan Luar Negeri CMR University sebagai wakil dari CMR University.

Direktur Urusan Luar Negeri CMR University mengucapkan selamat dan menyebutkan bahwa penganugerahan gelar Doktor HC ini sebagai bentuk penghargaan tertinggi kepada Dr. (H.C.) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar atas pencapaiannya yang secara konsisten mengamati, mengkritisi, dan menyuarakan kemaritiman di Indonesia khususnya dan Internasional umumnya.

Sementara itu, Dr. (H.C.) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar dalam acara tersebut mengucapkan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pihak CMR University.

“Saya sampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pihak CMR University atas penghargaan Gelar Doktor Honoris Causa bidang Maritim yang diberikan kepada saya. Apalagi penghargaan ini diberikan oleh Universitas CMR – India yang telah terkenal reputasinya dalam melahirkan banyak pemikir dan pemimpin di dunia,” ucapnya dalam keterangan pers tertulisnya kepada media, Senin (3/7/2023).

Lebih lanjut Dr. (H.C.) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar menyebutkan, “Saya mengakui untuk mendapatkan gelar kehormatan ini tidaklah mudah. Penghargaan ini diberikan karena dedikasi saya di Bidang Maritim di Indonesia. Selama lebih dari 25 tahun, Saya menekuni dunia Maritim. Mulai dari pendidikan dan dilanjutkan dengan 18 tahun lebih berprofesi sebagai Nakhoda di atas kapal-kapal Niaga, mulai dari kapal kecil hingga kapal super tanker di banyak belahan dunia, sampai dengan posisi saya saat ini sebagai seorang Pengamat Maritim dari Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia Strategic Center (IKAL SC). Saya yakin, justru dengan penghargaan ini, saya akan semakin memicu untuk menelurkan banyak hal positif terkait bidang Maritim Indonesia kedepannya.”

Kita sebagai Anak Bangsa harusnya belajar Dan bangga dengan pernyataan Presiden Soekarno, “Kita sekarang satu persatu, seorang demi seorang harus yakin bahwa Indonesia tidak bisa menjadi negara yang kuat, sentosa, sejahtera, jikalau kita tidak menguasai pula samudera, jikalau kita tidak kembali menjadi satu bangsa samudera, jikalau kita tidak kembali menjadi satu bangsa bahari, bangsa pelaut sebagaimana kita dikenal dijaman bahari itu.” Ir. Soekarno, Jakarta – 23 September 1963.

Itu adalah petikan pidato dari Founding Fathers Bangsa Indonesia dan Presiden Republik Indonesia Pertama Ir. Soekarno dalam sebuah kesempatan di tahun 1963. “Pidato tersebut sangat dalam maknanya bagi saya sebagai seorang Pengamat Maritim. Karenanya, sebagai bentuk penghargaan tertinggi dari saya kepada Ir. Soekarno, saya tempatkan kata-kata Beliau diawal pidato pembukaan saya. Karena Beliaulah yang tercatat dalam ingatkan saya sebagai negarawan yang pertama kali menyebut bahwa Bangsa Indonesia adalah Bangsa Pelaut, sebagai Bangsa Maritim,” paparnya.

Dalam inaugurasi tersebut DR (HC) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa menyampaikan pandangan seputar isu-isu kemaritiman, seperti urgensi penyelesaian batas wilayah laut Indonesia dengan Negara-Negara tetangganya, Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Indonesia, dan Ekspor Pasir Laut.

Persoalan Utama di sektor maritim yang rentan terhadap gangguan keamanan adalah penyelesaian Batas Wilayah Laut Indonesia dengan negara-negara tetangganya, termasuk juga dalam hal ini dengan Negara India. Saya ingin memberikan penekanan betapa saat ini kedaulatan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang berada di perairan Natuna seringkali memunculkan masalah. Wilayah tersebut kaya akan sumber daya perikanan serta sumber daya alam lainnya, sehingga seringkali menjadi incaran negara lain serta tentunya kapal-kapal ikan asing untuk mengeksploitasinya. Pokok masalah terbesar di sana adalah belum disepakatinya batas wilayah laut dengan masing-masing Negara tetangganya yang saling melakukan klaim sepihak atas wilayah tersebut.

“Berbicara tentang ZEE, contohnya adalah perundingan mengenai batas laut dan penetapan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) antara Indonesia dan Vietnam adalah topik yang menarik untuk dikaji secara ilmiah, karena perundingan tersebut telah berlangsung lama sejak 21 Mei 2010 dan sampai saat ini belum menemukan kesepakatan. Pemberian konsesi ZEE ke Vietnam yang tak kunjung menemui kesepakatan perlu mendapat pengawalan baik dari masyarakat maritim, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan maupun dari TNI AL,” ungkapnya..

Disebut Capt. Hakeng lebih lanjut, Negara Indonesia secara geografis terletak diantara simpangan dua samudera yakni Samudera Hindia dan Samudera Pasifik dan dua Benua yakni Benua Asia dan Benua Australia.

Wilayah maritim Indonesia yang luas memiliki banyak potensi sumber kekayaan alam seperti potensi energi dan potensi protein ikan. Namun potensi yang ada belum secara optimal dimanfaatkan, karena terbatasnya sumber daya manusia untuk menggarap sektor maritimnya. Dengan memberdayakan potensi maritim yang dimiliki ini, Indonesia dapat mewujudkan pemerataan ekonomi.

“Yang menjadi catatan saya, baru sekitar 10% saja dari potensi 1200 Triliun sumber daya maritim yang berhasil dikelola oleh Bangsa Indonesia, itupun sebagian besar masih sebatas dikomersialkan dalam bentuk bahan mentah saja, belum sampai ketahap pengelolaan lebih lanjut sehingga memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi,” Dr. (H.C.) Marcellus Hakeng Jayawibawa.

Untuk itu sudah saatnya Indonesia fokus kembali ke maritim. Tidak berlebihan jika Indonesia memposisikan laut menjadi pusat pemecahan dari berbagai persoalan bangsa Indonesia seperti pengentasan kemiskinan, penurunan angka pengangguran hingga pada persoalan kelaparan.

Selanjutnya, Pendiri dan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Ahli Keamanan dan Keselamatan Maritim Indonesia (AKKMI) ini menyoroti Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut.

“Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut. Salah satu point di PP No 26/2023 tersebut diperbolehkan ekspor pasir laut ke Singapura. Menurut pandangan saya PP tersebut berpotensi merugikan Indonesia baik dari sisi Ketahanan Nasional hingga sisi ekosistem laut dan masyarakat pesisir yang kebanyakan berprofesi sebagai nelayan,” ungkap DR (HC) Capt. Hakeng.

Pengerukan pasir laut yang kemudian diekspor ke Singapura menurut dugaan DR (HC) Capt Hakeng akan dipakai untuk memperluas daerah daratan Negara Singapura. “Hal itu tentu akan mempengaruhi batas wilayah antara Singapura dan Indonesia. Potensi terjadinya konflik Pertahanan dan Keamanan dapat terjadi. Konflik perbatasan tidak menutup kemungkinan terjadi dengan Negara ASEAN lainnya yang bertetangga dengan Singapura,” tegasnya.

Dalam keterangan pers tertulisnya DR (HC) Capt Hakeng juga menyatakan bahwa Indonesia sebagai Negara Maritim belum menyadari posisinya saat ini. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, tapi bangsa Indonesia masih fokus pada urusan sebagai negara agraris. Padahal daratan hanyalah sepertiga dari keseluruhan wilayah Indonesia. Bangsa Indonesia telah terlalu lama memunggungi lautan. Sehingga sulit bagi bangsa Indonesia untuk melakukan akselerasi menjadi bangsa yang besar, padahal potensi yang dimiliki sangat besar. Jika potensi besar itu digarap dengan baik, tentu Bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang besar dengan cepat.

“Untuk mempercepat hal tersebut saya tidak dapat bekerja sendiri, tentu dibutuhkan lebih banyak lagi pemikir di bidang maritim dari Bangsa Indonesia yang harus dilahirkan. Karenanya saya selalu mendorong banyak pihak di Indonesia untuk fokus akan hal ini,” harapnya.

Dalam akhir keterangan pers, DR (HC) Capt Hakeng menegaskan, “Setiap Bangsa memiliki jalurnya masing-masing untuk menjadi sebuah Bangsa yang besar di Dunia. India dengan populasinya serta kemampuannya di Bidang Teknologi telah menjadi sebuah Bangsa yang besar. Untuk Bangsa Indonesia, saya memiliki keyakinan bahwa jalur Indonesia menjadi Bangsa yang besar adalah dengan menjadi Bangsa Maritim.” (**)