Categories
Polhukam

Berani Awasi Kasus-kasus Besar, Kinerja DPR RI Periode 2019-2024 Dipuji

Koran Jurnal, Jakarta – Sejumlah catatan mewarnai kinerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024. Salah catatan tersebut yakni fungsi pengawasan.

Ada banyak peristiwa penting yang terjadi sejak empat tahun terakhir. Bahkan, pada 2020 DPR RI sudah harus berjibaku dengan masalah pandemi COVID-19 yang mengguncang Indonesia.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dr. Dedi Kurnia Syah melihat posisi DPR dalam menjalankan kinerjanya ini cukup dilematis. Apalagi jika batasannya adalah tahun ini.

“Saya kira memang cukup dilematis kalau batasannya adalah tahun 2023, tapi kalau jangkauan yang mungkin bisa diperpanjang misalnya sejak awal 2019, mungkin ada beberapa hal yang memang cukup menarik,” kata Dedi kepada wartawan, belum lama ini.

Dedi mengatakan bahwa DPR sudah menghadapi sejumlah masalah besar sejak awal pelantikan. Salah satunya yakni saat Indonesia diguncang pandemi. DPR harus ikut mengawasi kebijakan-kebijakan sosial yang terkait rakyat.

“Misalnya saja ketika memasuki periode pertama di tahun pertama DPR sudah menghadapi namanya pandemi kemudian kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan pandemi itu muncul kemudian termasuk memudahkan membantu masyarakat sosial,” katanya.

Kendati demikian, Dedi melihat pengawasan DPR terhadap beberapa kebijakan pemerintah masih kurang maksimal. Salah satunya terkait program food estate Menhan.

“Kalau kita mau bicara tentang pengawasannya kurang maksimum. Kan berarti minimal ada gitu ya. Tetapi saya kira lebih lebih terlihat bahwa DPR tidak melakukan pengawasan sama sekali. Contoh kecil saja contoh kecil saja berkaitan dengan bagaimana pemerintah melaksanakan program-programnya yang dirasa gagal itu. Itu tetap saja tidak ada persoalan yang baru-baru ini ramai misalnya tentang food estate,” tuturnya.

Namun, pandangan lain disampaikan oleh pengamat sosial, Dr Salman M.Si. Salman menilai DPR telah melakukan banyak dukungan terhadap pengawasan masalah-masalah besar. Seperti misalnya kasus Ferdy Sambo yang begitu mengguncang masyarakat Indonesia.

Menurutnya, DPR berani memberikan dukungan terhadap kasus-kasus yang menimpa pejabat dengan pangkat tinggi. Dia sangat mengapresiasi kinerja DPR ini.

“Kemudian kasus Sambo dan kemudian supporting yang dilakukan oleh DPR khususnya di Komisi III, ini menurut saya sesuatu yang luar biasa. Yang selama ini, mungkin, kalau yang menimpa pejabat yang pangkatnya tinggi seperti Teddy Minahasa dan Sambo, mungkin akan tertutupi. Tapi di periode ini khususnya di periode tiga ini saya sangat mengapresiasi,” kata Salman.

Selain itu, dia juga mengapresiasi pengawasan terhadap kasus-kasus korupsi yang melibatkan para ASN Kementerian Keuangan. Dia memberikan acungan jempol untuk dukungan DPR terhadap kasus-kasus ini. Misalnya seperti kasus Rafael Alun hingga para ASN di daerah.

“Termasuk kasus Rafael Alun. Bahkan bukan cuma Rafael Alun. Misalnya ada kasus pegawai Kementerian Keuangan di Yogyakarta dan di Makassar. Menarik ini supporting dari DPR periode ini. Saya mengacungi jempol atas apa yang dilakukan oleh mereka,” ujarnya.(*)

Categories
Polhukam

Jelang Akhir Masa Bakti, Kinerja Legislasi DPR Tuai Apresiasi

Koran Jurnal, Jakarta – Masa bakti Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 akan berakhir di tahun depan. Kinerja DPR periode ini menuai apresiasi karena telah menghasilkan produk legislasi berkualitas.

Kendati demikian, masih ada sejumlah aspek yang menjadi catatan. Sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) penting di periode ini memang masih ada yang belum disahkan.

Misalnya seperti RUU Masyarakat Adat, RUU Perampasan Aset hingga RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga. Ironisnya, UU Omnibus Law Cipta Kerja yang mulus proses pengesahannya justru mendapat sorotan karena pasal-pasal kontroversialnya.

Namun, terlepas dari itu semua, DPR periode ini telah melahirkan 70 UU. Beberapa di antaranya bahkan dianggap sebagai UU yang cukup revolusioner. Salah satunya UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Sejumlah pengamat pun mengapresiasi kinerja DPR ini.

Salah satunya pengamat sosial, Dr Salman M.Si. Ia menilai bahwa kinerja DPR dalam menghasilkan produk-produk UU perlu diapresiasi. Meskipun masih ada RUU krusial yang belum disahkan.

“RUU IKN kemudian tentan ASN, itu yang menurut saya krusial ya yang harus diselesaikan. Karena kalau tidak diselesaikan tidak selesaikan akan menjadi problem,” katanya kepada wartawan, Jum’at (8/12/2023) kemarin.

Dia memang melihat bahwa dari segi kuantitas, produk legislasi memang berkurang. Namun, dari yang sedikit itu ada UU yang berkualitas. DPR dinilai lebih fokus pada kualitas UU.

“Kuantitasnya memang berkurang. Contoh dari prolegnas prioritas itu ada sekitar 20an, tapi yang terealisasi hanya beberapa saja. Tapi dalam prespektif ini saya melihat mungkin yang diuber oleh Baleg DPR itu mungkin mereka lebih fokus kepada kualitas dari UU itu sendiri,” tuturnya.

Salman juga mengatakan bahwa DPR cukup akomodatif dalam menampung aspirasi masyarakat. Kendati demikian, tak bisa dipungkiri bahwa memang ada UU yang cukup mendapat sorotan.

“Sejauh ini cukup menampung ya aspirasi. Walaupun ada beberapa hal misalnya terkait UU KPK. Itu menjadi sorotan dari aktivis antikorupsi. Tapi menurut saya itu pilihan yang harus dipilih dari pilihan-pilihan yang ada,” jelasnya.

Apresiasi ini juga disampaikan oleh Mediator Mandiri Korban Kekerasan Seksual, Agustrijanto. Dia mengatakan bahwa usaha DPR dalam mengesahkan UU TPKS patut dihargai.

“Namanya hasil usaha harus dihargai ya. DPR sudah mengusahakan ini harus dihargai. DPR juga nggak kerja sendiri. Intinya ada niat baik dan itikad baik,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa UU selalu bermasalah dalam penegakannya. Ada pasal-pasal yang kadang menjadi permainan politis.

Namun, Agustrijanto mengatakan bahwa UU TPKS ini termasuk UU yang cukup mengakomodasi permasalahan di lapangan. Utamanya bagi para korban kekerasan seksual. Namun, kekurangan UU ini belum cukup terlihat karena baru satu tahun disahkan.

“Kalau ditanya cukup akomodatif? Ya cukup akomodatif. Artinya ketika sudah disahkan, ya harus dilaksanakan. Apakah ada kekurangan? Ini kan 2022. Ini baru satu tahun. Jadi kita tidak bisa bilang ini bagus sekali di lapangan,” katanya.

Selain, apresiasi, kinerja DPR juga mendapat beberapa catatan. Salah satunya terkait UU kontroversial.

Direktur Ekseutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dr. Dedi Kurnia Syah mencontohkannya dengan pengesahan UU Cipta Kerja. Dia menyoroti independensi DPR kala pemerintah mengeluarkan Perppu Cipta Kerja.

“Pemerintah mengajukan baru dan kemudian muncullah perppu cipta kerja itu artinya ini menunjukkan bahwa DPR dari sisi kinerja terkesan tidak independen terkesan tidak memiliki kebebasan untuk menentukan apa yang mau mereka kerjakan,” katanya.

Dia pun mengatakan bahwa kinerja DPR secara mudah bisa dilihat juga dari tingkat kepuasan terhadap pemerintah.

“Kalau ditanya soal kepuasan yang paling yang paling realistis bagi DPR adalah dilihat kepuasan terhadap pemerintah sambil kepuasan terhadap pemerintahnya baik berarti pekerjaan di DPR,” ungkapnya.(*)

Categories
Polhukam

UMP-UMK 2024 Telah Ditetapkan, Ketum KSPSI Pastikan Buruh Tetap Damai

Koran Jurnal, Jakarta – Penetapan Upah Minimum Provinsi dan Kabupaten/Kota (UMP-UMK) tahun 2024 sudah diumumkan oleh pemerintah.

Menyikapi kebijakan itu, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jumhur Hidayat, mengimbau kalangan buruh dimana pun berada agar tidak reaktif.

Menurut dia, kedamaian tetap menjadi keutamaan yang wajib dijaga para buruh demi kebaikan semua pihak.

“Keadaan aman dan damai yang sudah hadir di tengah-tengah masyarakat selama ini jangan sampai tercoreng,” kata Jumhur, Senin 4 Desember 2023.

Pihaknya pun secara konsisten mengingatkan buruh untuk menahan diri dari tindakan yang dapat merugikan publik.

“Kami selalu mewanti-wanti agar tak melangsungkan aksi yang dampaknya menganggu ketertiban umum,” ujar Jumhur.

Apalagi situasi saat ini sudah semakin mendekati gelaran pesta demokrasi lima tahunan pada Februari 2024 mendatang.

“Bagian dari upaya menjaga kondusifitas di lapangan supaya negara senantiasa aman dan damai, semua pihak saling bergandengan tangan, saling menghormati satu sama lain,” tegasnya.(*)

Categories
Polhukam

KASBI Optimis Penetapan UMP dan UMK 2024 Hingga Pemilu Baik-baik Saja!

Koran Jurnal, Jakarta – Kalangan buruh sedang dihadapkan pada proses penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kab/Kota (UMK) 2024.

Merespons hal tersebut, Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sunarno, menyerahkan sepenuhnya mekanisme yang ada terhadap para pihak terkait.

“Para pengambil kebijakan bersama stakeholder terkait pasti penuh kebijaksanaan dalam memutuskannya agar win-win solution dirasakan pengusaha maupun pekerja,” ujar Sunarno, Minggu (26/11/2023).

Oleh karena itu, ia mengajak para buruh se-tanah air tetap bijak pada masa menunggu momen penetapan tersebut.

“Jangan malah memperkeruh suasana dengan cara-cara yang menyimpang dari aturan. Dampaknya bisa kemana-mana,” katanya.

Menurut dia, pentingnya imbauan itu disampaikan sebab keputusan menyangkut pengupahan ini akan diketok dalam masa menjelang gelaran pesta demokrasi lima tahunan.

“Tak dapat dipungkiri kalau penetapan UMP dan UMK 2024 ini beriringan dengan momentum Pemilu. Sehingga perlu penguatan sikap bersama untuk tetap patuhi ketentuan berlaku demi keadaan bangsa senantiasa damai dan aman,” jelas Sunarno.

“Juga sebagai perwujudan mendukung pemerintah dalam hal ini TNI-Polri sampai jajaran Pemda demi pastikan Pemilu lancar tanpa rintangan berarti. Semuanya akan baik-baik saja,” tambah dia.

Selanjutnya, diharapkan juga tetap merekatkan kebersamaan jangan malah terpecah hanya karena pilihan politik yang tak sama.

“Intinya kita sesama anak bangsa harus tetap rukun dan bersahabat, jangan cuma karena Pemilu malah hubungannya jadi renggang,” pungkasnya.(*)

Categories
Polhukam TNI

Dankormar ke Prajurit Baret Ungu: Jaga Nama Baik Korps dan Jaga Netralitas TNI 

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi SE., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., melaksanakan entry briefing kepada seluruh Prajurit Korps Marinir Wilayah Jakarta bertempat di Lapangan Apel Brigif 1 Marinir Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan. Jum’at (24/11/2023).

Kegiatan entry briefing Komandan Korps Marinir diikuti oleh seluruh Perwira, Bintara, Tamtama, dan PNS Korps Marinir yang berada di wilayah Jakarta, diantaranya Prajurit Markas Komando Korps Marinir, Pasmar 1, Denjaka, Lanmar JKT, dan Rumah Sakit Marinir Cilandak (RSMC).

Dalam kesempatan entry briefing tersebut, Dankormar menyampaikan beberapa penekanan. “Jaga nama baik Korps Marinir dan Kibarkan terus Panji-Panji Korps Marinir, jaga netralitas jangan ada yang terlibat dalam Politik Praktis, Kita harus siap kapanpun saat negara memanggil kita harus hadir dan berhasil,” tegas Dankormar kepada seluruh Prajurit.

“Korps Marinir ini harus kita jaga, pelihara, dan pertahankan dengan baik, sehingga bendera kejayaan Korps Marinir selalu berkibar. Sekecil apapun peran kalian, tolong berikan dengan tulus dari sanubari kalian masing-masing, peranan kalian semuanya sama pentingnya dengan saya Komandan Korps Marinir,” ujar orang nomor satu di Korps Baret Ungu.

Turut hadir dalam acara entry briefing, Wadan Kormar Brigjen TNI (Mar) Suherlan, Danpasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Umar Farouq, S.A.P., CHRMP., M.Tr.Opsla., M.Han., serta seluruh Pejabat Utama Korps Marinir.(disp)

Categories
Polhukam TNI

KSAL: Netralitas TNI Sebagai Komitmen Jaga Stabilitas Politik dan Keamanan Nasional Jelang Tahun Politik 2024

Koran Jurnal, Jakarta – “Netralitas TNI merupakan komitmen dan wajib kita laksanakan, tidak bisa ditawar, TNI harus netral, karena TNI memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional. Junjung tinggi netralitas dengan tidak terlibat dalam politik praktis menjelang tahun politik 2024”.

Hal tersebut disampaikan Asisten Potensi Maritim Kepala Staf Angkatan Laut (Aspotmar Kasal) Mayjen TNI Marinir Markos saat membacakan amanat tertulis Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali pada Upacara Bendera Tanggal 17 November 2023 bertempat di Lapangan Apel Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Jum’at (17/11/2023).

Dalam sambutan tertulisnya, KSAL menyampaikan bahwa beberapa kejadian di lingkup global yang perlu menjadi perhatian diantaranya konflik dan krisis kemanusiaan di jalur Gaza Palestina, perang Ukraina yang berlarut-larut serta ketegangan di kawasan Indo-Pasifik karena rivalitas kekuatan besar.

Lebih lanjut KSAL menegaskan pada level nasional akan dihadapkan pada tahun politik, dimana rangkaian tahapan pemilihan umum tahun 2024 sudah mulai bergulir. Potensi ancaman dan gangguan yang terjadi dalam kontestasi politik tersebut, hendaknya diantisipasi melalui upaya-upaya pengamanan pemilu secara humanis, profesional dan terukur sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Dalam menghadapi situasi nasional dan dunia yang tidak menentu, kita perlu bersikap bijak dan bertindak secara efektif. Pertahanan dan keamanan negara harus tetap menjadi prioritas utama,” ungkap KSAL.

KSAL mengajak kepada seluruh prajurit dan PNS TNI Angkatan Laut (TNI AL) untuk terus meningkatkan profesionalisme demi mewujudkan TNI AL yang profesional, modern dan tangguh.

“Kita harus terus menjaga soliditas dan sinergitas tidak hanya di lingkungan TNI – POLRI, tetapi juga dengan instansi dan lembaga pemerintahan, serta elemen masyarakat lainnya,” pesan KSAL.

Categories
Polhukam TNI

Kapuspen TNI ke Mahasiswa Unas: Tingkatkan Interpersonal Skill, Kreatif Inovatif, Kembangkan diri untuk jadi Public Relation Handal

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia, adalah Badan Pelaksana Pusat di tingkat Markas Besar TNI yang berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI, dengan fungsi utama adalah untuk membina dan menyelenggarakan fungsi penerangan di lingkungan TNI secara terpadu dan berlanjut, antara lain pengolahan informasi menjadi bahan publikasi kepada publik dan keluarga besar TNI.

Demikian amanat Kapuspen TNI Laksda TNI Julius Widjojono yang dibacakan oleh Wakapuspen TNI Brigjen TNI Teguh Pudji pada kegiatan kunjungan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nasional dalam rangka wawancara, di Puspen TNI, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (16/11/2023).

Lebih lanjut disampaikan bahwa Kapuspen TNI, Puspen TNI juga sebagai penjuru terdepan dalam cipta dan kontra opini dalam menghadapi berbagai ancaman yang bersifat multi dimensi di era globalisasi dan kemajuan digital saat ini, baik pada tataran global, regional dan nasional yang dapat mempengaruhi kehidupan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Saat ini Puspen TNI dalam proses pergantian nomenklatur, pergantian nama tersebut dianggap penting seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi komunikasi yang mengharuskan TNI melakukan komunikasi publik secara dua arah (two way communications),” jelasnya.

Dihadapan 120 mahasiswa Universitas Nasional, Kapuspen TNI berharap para mahasiswa dapat memperluas wawasan dan pengetahuan seputar peran dan fungsi TNI dalam konteks informasi dan penerangan, dalam proses wawancara, tentu mahasiswa dapat mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam dan nyata tentang bagaimana strategi komunikasi yang dilakukan oleh Puspen TNI untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kemudian juga, melalui kegiatan ini menciptakan peluang bagi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa (generasi z) untuk mengaitkan teori yang mahasiswa pelajari di bangku kuliah dengan aplikasinya dalam konteks nyata.

“Kunjungan ini tidak hanya menjadi sarana untuk memperluas pengetahuan, tetapi juga sebagai upaya nyata mahasiswa untuk meningkatkan Interpersonal Skill, Kreatif Inovatif, mengembangkan diri untuk jadi Public Relation Handal, juga untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan analisis, dan pemahaman mendalam terhadap peran TNI dalam menyajikan informasi kepada publik,” jelas Kapuspen TNI.

Dalam kesempatan tersebut, para mahasiswa mendapatkan materi mengenai Peran Sosial Media dalam Publikasi TNI oleh Kolonel (KH) Bayu Kurnianto, S. Kom., M. T.I., CHRMP; Kedua,  Binter TNI dalam perspektif Stakeholder Relations oleh Letkol Kav Catur Setyo  Wibowo, S.Pd, M.Sc.; Ketiga, Improving the capabality of public relation in TNI oleh Kolonel Arm Suhendro Oktosatrio.(Pusp)

Categories
Polhukam TNI

Perkuat Sinergi dengan TNI AL, Kepala Bakamla RI Bertemu KSAL 

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla mengadakan Courtesy Call kepada Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali di Wisma Elang Laut (WEL),, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2023)

Maksud dan tujuan Kepala Bakamla RI melaksanakan kunjungan kerja adalah untuk bersilahturahmi dan berdiskusi tentang penguatan keamanan laut yang tidak dapat dipisahkan dari peran TNI AL juga. Pertemuan yang penuh dengan keakraban tersebut, turut membahas hal penting perihal situasi keamanan dan keselamatan laut.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Bakamla RI mengatakan bahwa Bakamla saat ini secara bertahap diperkuat dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) No.13 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Keamanan, Keselamatan, dan Penegakan Hukum di Wilayah Perairan dan Yurisdiksi Indonesia oleh Presiden Republik Indonesia Ir.H. Joko Widodo pada 11 Maret 2022 lalu.

Kepala Bakamla RI menjelaskan bahwa PP tersebut akan mengatur kebijakan nasional keamanan laut, patroli bersama, integrasi sistim informasi dan forum yang bertujuan untuk menyinergikan penyelenggaraan keamanan, keselamatan dan penegakan hukum di laut.

Disampaikan juga bahwa didalam PP ini, Bakamla tidak mengambil alih wewenang siapapun, melainkan hanya bertindak sebagai koordinator bagi setiap kementerian dan lembaga yang memiliki peran dalam menyelenggarakan keamanan, keselamatan, dan penegakan hukum di perairan dan yurisdiksi Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Kasal menyampaikan bahwa TNI AL akan selalu siap untuk bersinergi dan mendukung segala kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.

Dalam pertemuan itu, turut mendampingi Kepala Bakamla RI yakni Sestama Bakamla RI Laksda TNI Tatit E. Witjaksono, S.E., M.Tr. (Han), Deputi Jakstra Bakamla RI Laksda Bakamla Dr. Gregorius Agung W.D., M.Tr. (Han), Kepala Biro Sarpras Laksma Bakamla Rudi Parulian Simorangkir, S.E., Direktur Kebijakan Kamla Laksma Bakamla Ferry Supriady, S.T., M.M., M.Tr.Opsla.,CIQaR, dan Direktur Data dan Informasi Laksma Bakamla Frandinanto, S.T.(hum)

Categories
Polhukam TNI

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono Anugerahi Soedirman Awards kepada 9 Prajurit Berprestasi

Koran Jurnal, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia menggelar Soedirman Awards tahun 2023 sebagai bentuk apresiasi kepada prajurit TNI yang memiliki dedikasi luar biasa bagi masyarakat. Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., selaku Inisiator Soedirman Awards memberikan trophy secara langsung kepada prajurit TNI terbaik di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin malam (13/11/2023).

Dalam sambutannya, Panglima TNI menjelaskan penyelenggaraan Soedirman Awards 2023 ini terinspirasi dari nama besar Jenderal Soedirman seorang tokoh pemberani dan tabah yang menjadi tauladan bagi seluruh prajurit TNI dalam melaksanakan tugasnya.

“Awards ini sebagai bentuk apresiasi kepada para prajurit TNI yang memiliki semangat dan mengikuti tauladan Jenderal Soedirman, sekaligus penyampaian laporan langsung kepada masyarakat umum atas kinerja TNI yang telah dilaksanakan,” katanya.

Laksamana TNI Yudo juga mengatakan, tidak sedikit dari prajurit TNI di seluruh tanah air, saat ini melakukan sesuatu di tengah-tengah masyarakat yang melebihi panggilan tugasnya, dengan kemampuan dan kreatifitasnya, berhasil melakukan sesuatu yang sangat bermanfaat dalam meningkatkan produktifitas ekonomi maupun kehidupan sosial masyarakat.

“Ditengah menjalankan tugasnya, mereka melakukan upaya-upaya yang luar biasa untuk membantu mengatasi persoalan yang ada di tengah-tengah masyarakat bahkan sampai pada level nasional,” ujarnya.

Kepada para penerima awards, Laksamana TNI Yudo selaku Pimpinan TNI menyampaikan ucapan selamat atas prestasi dan pencapaian yang luar biasa.

“Terima kasih atas kerja keras dan kerja ikhlasnya, kalian semuanya pantas untuk mendapatkan penghargaan ini. Kepada seluruh jajaran TNI, teruslah berbuat yang terbaik dan profesional guna membantu mengatasi kesulitan rakyat, sehingga kehadiran TNI selalu dirindukan.

Menurut Panglima TNI, penyelenggaraan acara Soedirman Awards ini bekerja sama dengan CT Corp sehingga pelaksanaannya sukses dan berjalan dengan lancar, “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada bapak Chairul Tanjung selaku Chairman CT Corp dan detik.com serta segenap panitia atas peran dan dukungan sehingga acara ini terselenggara dengan baik,” tutupnya.

Adapun pemenang Soedirman Awards, Kategori Anugerah Tentara Berdedikasi, diraih oleh TNI AD: Sertu Fadli Canu (Pengaliran air pipa bawah laut di Tojo Una-una); TNI AL: Mayor Nabil (Bangun rumah tahfiz di Asahan, Sumut); TNI AU: Sertu Meldi Wahyuda (Budidaya lebah madu di Bintan).

Kategori Anugerah Tentara Inovatif, diraih oleh TNI AD: Koptu Anronikus Tampani (Pembuatan PLTA Mini di Ende); TNI AL: Letkol Ricky Tacoma (Menyulap KRI Teluk Weda menjadi perpustakaan terapung); TNI AU: Letkol G Siringoringo (Membuat water bombing Karhutla).

Kategori Anugerah Tentara Penjaga Wilayah NKRI, diraih oleh TNI AD: Mayor Sabar Simanjuntak (Membangun rumah pintar dan pasar masyarakat di Batas Batu, Asmat, Papua); TNI AL: Letda Semuel Wambrauw (Gagalkan peredaran 179 Kg kokain di Banten); TNI AU: Letkol Penerbang Bambang Apriyanto (pengusir pesawat asing di Pekanbaru).(*/Anton)

Categories
Polhukam

Yasonna Laoly Tekankan Pentingnya Literasi Keagamaan Lintas Budaya

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H. Laoly, menyatakan pentingnya literasi keagamaan lintas budaya di dalam masyarkat dunia yang semakin multikultural dan saling terkoneksi satu sama lain. Demikian disampaikan dalam sambutan Menkumham dan sekaligus membuka acara Konferensi Internasional Literasi Keagamaan Lintas Budaya “Martabat Manusia dan Supremasi Hukum untuk Masyarakat yang Damai dan Inklusif” yang digelar di Hotel Kempinski, Senin (13/11/2023).

“Dengan pemahaman dan penghormatan yang semakin tinggi terhadap perbedaan, maka masyarakat dapat menjadi lebih inklusif dan harmonis. Untuk itu, Kami di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) bersama the Leimena Institute telah bekerjasama untuk menyelenggarakan program pelatihan bagi para guru di tanah air terkait literasi keagamaan lintas budaya,” kata Yasonna.

Menkumham mengungkapkan penyelenggaraan Konferensi Literasi Keagamaan Lintas Budaya, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya kolaborasi umat beragama yang dilandasi saling menghormati di antara masyarakat yang berbeda agama dan keyakinan.

“Kami menempatkan isu kebebasan beragama sebagai hal yang teramat penting karena Indonesia merupakan bangsa yang sangat beragam,” ujarnya.

Namun demikian, diakui Yasonna, masih akan selalu ada pihak-pihak yang intoleran dan radikal. Pada konteks ini, maka supremasi hukum memiliki peran penting untuk menjamin dan menghormati hak setiap warga negara.

“Pada September lalu, Presiden Joko Widodo telah mengesahkan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama. Peraturan ini bertujuan memperkuat harmoni dan persatuan antar umat beragama di tanah air,” terangnya.

Lebih lanjut, Menkumham juga menyinggung keterkaitan antara upaya mendorong kebebasan beragama dan perdamaian dunia. Menurutnya, kedua upaya tersebut mesti berjalan beriringan.

“Indonesia secara aktif mendorong dialog antar umat beragama baik di tataran nasional maupun internasional dengan maksud untuk meningkatkan toleransi, penghormatan, pemahaman, dan empati,” jelasnya.

Karena itu, Yasonna berharap pada forum ini para peserta dapat saling berbagi pandangan dan pengalaman terbaik memajukan literasi keagamaan lintas budaya dan martabat manusia dalam masyarakat yang beragam.

“(Melalui forum ini) Kita dapat berkontribusi pada upaya bersama untuk mendorong masyarakat yang lebih toleran dan inklusif,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia (Dirjen HAM) Dhahana Putra, mengungkapkan bangsa Indonesia telah terbiasa untuk hidup berdampingan dalam keberagaman dan semangat persaudaraan.

Kendati demikian, Dirjen HAM mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah terkait isu toleransi beragama di tanah air. Pasalnya, merujuk kepada Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB), indikator toleransi di tanah air masih berada pada 68,72.

“Skor tersebut menunjukan masih ada permasalahan intoleransi dan perlunya intervensi untuk meningkatkan situasi tersebut antara lain dengan literasi keagamaan lintas budaya dan penguatan moderasi beragama,” jelasnya.

Guna mendorong upaya peningkatan toleransi beragama di tanah air, Dhahana menyatakan Kemenkumham melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) HAM mengeluarkan sejumlah regulasi, di antaranya yaitu: Peraturan Menkumham (Permenkumham) No. 22 Tahun 2021 tentang Kriteria Kabupaten Kota Peduli HAM, yang telah memasukan indikator hak atas keberagaman.

Selain itu, bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kemenkumham telah mengesahkan peraturan bersama Menkumham dan Mendagri Nomor 20 dan 77 Tahun 2012 tentang Parameter HAM dalam Pembentukan Produk Hukum Daerah.

“Peraturan ini bertujuan untuk mencegah munculnya produk hukum daerah yang intoleran dan diskriminatif,” jelasnya.

Sebagai informasi, Konferensi Internasional ini terselenggara atas kerja sama antara Kemenkumham dan Leimena Institute didukung oleh Templeton Religion Trust, The
International Center for Law and Religious Studies at Brigham Young University Law School, dan International Religious Freedom Secretariat.

Konferensi berskala internasional dengan ini juga merupakan rangkaian dari peringatan hari HAM sedunia ke-75. Puluhan tokoh agama dari mancanegara dan para duta besar negara-negara sahabat turut menghadiri kegiatan konferensi internasional literasi keagamaan lintas budaya yang dihelat selama dua hari (13-14 November 2023).(hum)