Categories
Polhukam

Mertua Kaesang dan Kawulo Alit Indonesia Ajak Pelaku UMKM Menangkan Prabowo-Gibran

Koran Jurnal, Jakarta – Mertua Kaesang Pangarep, atau Besan Presiden Jokowi mengajak pelaku ekonomi rakyat UMKM untuk memenangkan pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 2 Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka satu putaran. Kebijakan Presiden Jokowi yang sudah baik mesti dilanjutkan dan disempurnakan.

“Pedagang bakso, pecel lele, ojek, pedagang pasar, nelayan, petani, dan seluruh UMKM, alhamdulilah puji syukur silaturahmi ini, dalam rangka memantapkan kemenangan Bapak Prabowo-Gibran menang satu putaran. Prabowo Gibran kabul..!!” ucap Mertua Kaesang Hj Sofiatun Gudono, dalam konferensi pers bertajuk “die hard KAI dan pimpinan organisasi Prabowo Gibran menang satu putaran”, di Jakarta, Jum’at sore (26/1/2024).

Acara yang digelar oleh Kawulo Alit Indonesia (KAI) ini dihadiri sekitar puluhan pimpinan organisasi usaha ekonomi rakyat di Indonesia. Pantauan di lokasi, tampak antusiasme para pimpinan organisasi dan perwakilan pelaku UMKM melakukan yel-yel.

Sofiatun, sebagai Ketua Dewan Kehormatan KAI juga menyampaikan kepada para pelaku ekonomi rakyat UMKM agar mengajak sanak saudara, keluarga dan warga masyarakat untuk memilih Prabowo Gibran pada 14 Februari mendatang.

“Semua diajak, satu per satu, getok tular, tegak luruh kepada Nomor 2, pada tanggal 14 Februari. Maju berkelanjutan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan sama, Presiden KAI dr Ali Mahsun ATMO M Biomed menyatakan 110 Pimpinan Organisasi Usaha dan Ekonomi Rakyat UMKM koleganya tekad bulat die hard menangkan Prabowo Gibran Satu Putaran.

“Kita semua pimpinan organisasi wajib mengajak anggotanya para pelaku ekonomi rakyat dan UMKM, keluarga dan karyawannya, minimal 40 juta atau 60% dari 65,4 juta pelaku ekonomi rakyat UMKM coblos Prabowo Gibran. Dengan demikian Prabowo Gibran dapatkan 52-53% suara sah terpilih jadi Presiden Wapres RI 2024~2029,” tambahnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Tim Penggalangan Komunitas TKN Prabowo Gibran, Suharto SS MM, DR Douglas Pasaribu dan DR Syahnan Phalipi, serta Ketua Relawan Sahabat Pagi, Olsu Babay.

Acara tersebut juga dirangkai dengan penyerahan sertifikat dan ratusan kaos Prabowo Gibran.(*)

Categories
Polhukam

Inginkan Pemilu Damai, Presiden PPMI Tak Hentinya Sampaikan Pesan Positif

Koran Jurnal, Jakarta – Harapan akan pelaksanaan Pemilu 2024 berlangsung damai sesuai ketentuan yang ada terus diserukan berbagai phak.

Penegasan akan hal tersebut di antaranya datang dari Presiden Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Daeng Wahidin.

Dia menjelaskan bahwa Pemilu menjadi tahapan dalam perjalanan bangsa ini yang patut disukseskan.

“Semua unsur lapisan masyarakat harus bergandengan tangan dalam membuat sukses ajang demokrasi itu,” kata Daeng, Rabu (24/1/2024).

Pihaknya mencontohkan langkah nyata yang sudah dilakukan sejak jauh hari agar gelaran pesta demokrasi tersebut pada waktunya terlaksana optimal.

“Kami konsisten untuk menebarkan pesan damai agar masyarakat terutama kalangan buruh dapat mempedomaninya,” ujar Daeng.

Lebih dari itu, pihaknya juga memberikan imbauan bagi masyarakat untuk tetap pererat persatuan kendati punya pilihan berbeda.

“Kendati beda dalam pilihan itu ialah sesuatu yang pasti bukan berarti persatuan dan sikap saling menghormati jadi terdampak justru harus makin diperkuat demi kebaikan semua pihak,” tegasnya.(*)

Categories
Polhukam

Sejalan Pada Upaya Pemerintah Lindungi Masyarakat Adat, AMAN-Polri Terus Berkolaborasi

Koran Jurnal, Jakarta – Komitmen pemerintah memberikan perlindungan dan advokasi pada masyarakat adat sejalan dengan eksistensi yang selama ini ditujukkan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).

“Secara keseluruhan dari kelompok AMAN mendukung adanya kerja sama antar lembaga dalam mendukung program kerja pemerintah, khususnya Polri dalam menjaga situasi kamtibmas pada seluruh masyarakat adat yang ada di Indonesia,”bunyi keterangan tertulis AMAN.

Selain itu, upaya yang dilakukan ialah dengan mengawal pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat

“Agar dapat segera disahkan untuk melindungi hak-hak masyarakat adat ditengah pembangunan Nasional yang semakin masif,” sebutnya.

Buktinya saat gelaran debat capres beberapa waktu lalu yang mana salah satu temanya menyangkut lingkungan, Sekretaris Jenderal AMAN Rukka Sombolinggi didapuk menjadi salah satu panelis.

Jika melihat ke belakang kontribusi AMAN pada pemerintahan juga dengan menyatakan keberpihakan pada Jokowi-Jusuf Kalla pada Pemilu 2014 silam.

“Namun pada Pemilu 2019 dan Pemilu 2024, AMAN memilih untuk bersikap netral. Sikap tersebut diambil karena hingga kini, RUU Masyarakat Adat belum juga disahkan,” demikian keterangan tersebut.

Guna memuluskan cita-cita tersebut para pihak sebagai representasi AMAN pun turun langsung pada Pemilu 2024 lewat konstelasi Pileg.

Sejumlah kader AMAN yang tercatat sebagai caleg di antaranya:

1. Ketua Pengurus Harian Daerah AMAN Sembalun, Junaedi, caleg DPRD Lombok Timur, dari Partai Nasdem nomor urut 7, Daerah Pemilihan 5 meliputi Kecamatan Sembalun, Suela, Wanasaba, Pringgabaya, Sambelia.

2. Pelopor pergerakan perjuangan Masyarakat Adat dari komunitas adat Kutai Tik Tebing, Rozi Aman, caleg DPRD RI dari Partai NasDem nomor urut 3 Dapil 1.

3. Def Tri Hardianto, calon DPD RI nomor urut 4, berasal dari Kabupaten Seluma, Bengkulu.

4. Sekjen AMAN dua periode dan Ketua Dewan AMAN Nasional (DAMANNAS) Abdon Nababan calon DPD RI, asal Sumut.

5. Umbu Wulang Tanaamah Paranggi, calon DPD RI nomor urut 17, dari Nusa Tenggara Timur.(*)

Categories
Polhukam

Demi Persatuan Bangsa, Ketum SBSI 1992 Ajak Semua Pihak Sukseskan Pemilu Damai

Koran Jurnal, Jakarta – Gelaran Pemilu 2024 yang akan berlangsung dalam waktu dekat diharapkan jadi momentum perekat sesama anak bangsa.

Meski perbedaan pilihan adalah keniscayaan namun bukan berarti persatuan dan kesatuan jadi terabaikan di tengah-tengah masyarakat.

Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992, Sunarti memandang momentum pesta demokrasi lima tahunan ini jangan malah menimbulkan perpecahan.

“Justru di ajang itulah rakyat harus bergembira dalam menentukan pilihannya sebagai wujud optimisme akan hal lebih baik lagi pada hari mendatang,” kata Sunarti, Minggu 21 Januari 2024.

Oleh karena itu, pihaknya pun mengimbau seluruh lapisan apalagi tokoh bangsa, tokoh agama hingga para sesepuh di masyarakat untuk memberikan contoh yang baik.

Konkretnya, kata dia, seperti dengan menyampaikan pesan-pesan bernarasi positif baik secara langsung maupun pada media sosial.

“Kalau dari pihak kami terus mengimbau agar menyikapi Pemilu 2024 ini dengan kepala dingin. Dapat menahan diri jangan sampai menghujat apalagi menebar ujaran kebencian maupun berita bohong,” ujar Sunarti.

Dengan kedepankan komitmen tersebut kemungkinan terjadinya hal-hal tak diinginkan dapat diminimalisir.

“Menjunjung tinggi kedamaian harus dijunjung tinggi agar seluruh proses dapat berlangsung lancar,” tandasnya.(*)

Categories
Polhukam TNI

TNI AL Berhasil Gagalkan Pemberangkatan 16 PMI Non Prosedural di Desa Sepahat

Koran Jurnal, Jakarta – Terus berupaya mengamankan wilayah perairan tanah air dari aksi pelanggaran hukum, TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam hal ini tim gabungan TNI AL yaitu tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Dumai dan Pos Angkatan Laut (Posal) Bengkalis berhasil menggagalkan pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural sebanyak 16 orang di Desa Sepahat, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (17/01/2024).

Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Kariady Bangun menyampaikan bahwa kejadian bermula saat Lanal Dumai mendapatkan informasi dari informan terkait adanya calon PMI non prosedural yang akan berangkat menuju Malaysia di pesisir pantai Desa Sepahat.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Danlanal Dumai segera memerintahkan tim gabungan F1QR Lanal Dumai dan Posal Bengkalis untuk bergerak cepat melaksanakan penyelidikan di wilayah tersebut.

Saat penyelidikan, tim gabungan TNI AL berhasil mengamankan sebanyak 16 orang terdiri dari 11 orang laki-laki dan 5 orang perempuan, diduga merupakan calon PMI non prosedural yang akan diberangkatkan menggunakan speed boat ke Malaysia bersembunyi di perkebunan sawit milik masyarakat di Desa Sepahat.

Selanjutnya tim gabungan membawa seluruh calon PMI non prosedural tersebut ke Lanal Dumai, untuk dilaksanakan pendataan dan pengecekan kesehatan. Berdasarkan pemeriksaan awal yang dilaksanakan, calon PMI non prosedural yang akan berangkat ke Malaysia melaksanakan komunikasi via Handphone dengan agen dan biaya yang dikenakan masing-masing calon PMI kepada agen sebesar Rp 5.000.000 hingga Rp 18.500.000.

Para calon PMI non prosedural tersebut diduga melakukan pelanggaran Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang selanjutnya diserahkan ke pihak Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Kota Dumai untuk proses lebih lanjut.

Keberhasilan dalam menggagalkan upaya pemberangkatan calon PMI non prosedural tidak terlepas dari penekanan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali kepada seluruh jajaran TNI AL untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam merespon cepat informasi yang diterima dan menghadapi berbagai ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah Indonesia.(disp)

Categories
Polhukam

Pererat Hubungan Maritim, Kepala Bakamla RI Terima Kunjungan KaKor Polairud Polri

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.Opsla., beserta jajaran, kembali menerima tamu kehormatan di bidang kemaritiman, yakni Kepala Korps Polisi Air dan Udara Badan Pemelihara Keamanan Kepolisian Republik Indonesia (Kakorpolairud Baharkam Polri) Irjen Pol. M. Yassin Kosasih, S.I.K., M.Si., M.Tr.Opsla., beserta jajaran. Pertemuan berlangsung di Aula Ary Hasibuan, Mabes Bakamla RI, Kemarin.

Pertemuan ini dalam rangka membahas Nota Kesepahaman antara Bakamla RI dengan Polri yang ruang lingkupnya meliputi pertukaran data dan informasi, operasi keamanan dan keselamatan, penggunaan sarana dan prasarana, pendidikan dan pelatihan, dan pelibatan personel.

Mulanya, Bakamla RI dengan Polri telah menandatangani Nota Kesepahaman pada Mei 2016 dan telah habis masa berlaku pada Mei 2021 silam. Dalam hal perpanjangan Nota Kesepahaman tersebut, Bakamla RI telah berkoordinasi dalam pengajuan permohonan Kerja Sama kepada Kapolri pada Juni 2022.

Diharapkan dengan adanya kunjungan kerja ini dapat disusun perjanjian kerja sama yang berkaitan dengan tugas dan fungsi kedua belah pihak demi mengamankan wilayah perairan dan yurisdiksi Indonesia. Tak hanya itu, kedua instansi turut menyinggung mengenai Patroli Bersama agar menghasilkan output pengamanan laut yang terbaik dan berkualitas.

Pada kesempatan ini, Kepala Bakamla RI didamping oleh Deputi Jakstra Bakamla RI Laksda Bakamla Gregorius Agung W.D., M.Tr.(Han)., Deputi Inhuker Bakamla RI Laksda Bakamla Samuel H Kowaas, M.Sc., CSBA., Deputi Opslat Bakamla RI Laksda Bakamla Andi Abdul Aziz, S.H., M.M., serta jajaran lainnya. Sedangkan, Kakorpolairud didampingi oleh Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol. Hero Henrianto Bachtiar, S.I.K, M.Si., Dirpoludara Baharkam Polri Brigjen Pol. Drs. Agus Pranoto, M.H., beserta jajaran lainnya.(hum)

Categories
Polhukam

Lupakan Perbedaan Era Pilkada, BEM FISIP UBK Dorong Publik Bersatu Membangun Negeri

Koran Jurnal, Jakarta – Seiring dengan telah berlalunya gelaran Pilkada serentak 2024 lalu publik diharapkan untuk segera beralih fokus terutama soal perbedaan pilihan imbas momen pesta demokrasi lima tahunan itu.

Hal tersebut ditekankan oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Bung Karno (BEM FISIP UBK) Rahman Hakim, lewat keterangan tertulis, Minggu (8/12/2024).

“Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali bergandengan tangan demi persatuan antar sesama anak bangsa setelah pencoblosan dalam Pilkada serentak 2024,” kata Hakim.

Jangan malah adanya perbedaan itu kemudian menjadi pemicu renggangnya kerukunan di tengah kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat.

“Dinamika politik yang terjadi selama proses menuju Pilkada jangan sampai membuat masyarakat terus berlarut karena perbedaan pilihan,” tuturnya.

Kini telah tiba masanya, yang tadinya beda pilihan politik sekarang harus untuk saling bekerjasama dan kolaborasi demi Indonesia yang makin maju.

“Sudah saatnya seluruh elemen bangsa bahu membahu, bergotong royong bersama pemerintah,” paparnya.

Pihaknya juga menyebut kalau berbeda pilihan politik itu lumrah. Namun tak terus berlarut pada kondisi dimaksud.

“Dinamika politik yang terjadi selama proses menuju Pilkada jangan sampai membuat masyarakat terus berlarut karena perbedaan pilihan,” ujarnya.(*)

Categories
Ekonomi Polhukam

DPR RI Dorong Pemerintah Sisir Ulang Komponen Haji Agar Tekan Biaya

Koran Jurnal, Jakarta – Komisi VIII DPR RI berhasil menekan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Namun, meskipun telah ditetapkan, DPR RI tetap mendorong pemerintah untuk menyisir ulang komponen haji demi efisiensi biaya.

Adapun biaya rata-rata per jemaah Rp 56.046.172 atau sebesar 60 persen yang meliputi biaya penerbangan, akomodasi di Mekkah, sebagian akomodasi Madinah, biaya hidup (living cost) dan biaya visa.

Anggota Panja BPIH 2024 DPR RI Wisnu Wijaya menegaskan bahwa biaya haji masih perlu banyak efisiensi. Sebab, dia melihat masih banyak komponen biaya yang bisa ditekan, dari mulai tiket pesawat hingga gathering.

“Kita masih perlu banyak efisiensi. Efisiensi dalam apa? Dalam ticketing pesawat, gathering, masyair, masa tunggu. Jadi dari komponen itu masih banyak yang diefisienkan. Jadi tidak perlu bicara inflasi,” kata Wisnu saat dihubungi, Senin (11/12/2023).

Dia mengungkap salah satu kerugian yang ditanggung jemaah adalah tiket pesawat. Tiket pesawat yang kosong terkadang dibebankan kepada jemaah.

“Ini penyelenggara menanggung empat kali trip. Ketika dua kali pesawat kosong, itu ditanggung oleh jemaah. Dan ini sebenarnya kurang sesuai dengan kaidah prinsip syariah. Jangan ketika pesawat kosong dibebankan juga ke jemaah,” katanya.

Dia pun mendorong agar pemerintah membuka secara transparan tender maskapai penerbangan ini. Dia berharap pemerintah memiliki niat untuk memberikan manfaat kepada para jemaah haji.

“Saya minta dibuka semua tender seluas-luasnya. Dan dibuka maskapai yang sanggup membawa jemaah haji kita,” ungkapnya.

“Niat bagaimana kita memberikan manfaat kepada para jemaah,” sambungnya.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu penyelenggara haji dan umrah, A. Sadat Kadar Usman. Ia mengatakan semestinya biaya haji untuk jemaah dibuat menjadi lebih ringan. Meskipun dia menyadari bahwa memang ada kenaikan dari pihak pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

“Kalau kita lihat dari segi haji pemerintah, sebaiknya ya memang dipermudah dan diperingan untuk masyarakat Indonesia. Walaupun ada kenaikan dari pemerintah Saudi, harus dikaji lagi. Jadi tidak serta merta menaikkan biaya haji,” kata Usman saat dihubungi, Jumat (8/12/2023).

Meskipun begitu, dia mengatakan ideal biaya haji berada di bawah Rp 50 juta. Sebab, dia melihat masih banyak jemaah yang kemampuan membayarnya di angka tersebut.

“Idealnya itu seharusnya di bawah Rp 50 juta ya. Ya rangenya di antaranya di antara Rp 35-Rp 50 juta. Karena saya berpikir banyak antara Rp 26-Rp 30 juta itu masih banyak yang mampu,” katanya.

Sedangkan terkait persiapan haji, dia juga mengapresiasi pemerintah. Sebab pelayanan haji saat ini sudah cukup baik. Hanya saja, dia melihat kendala itu memang berasal dari pihak vendor di Arab Saudi.

“Dari segi pemerintah ya sudah bagus untuk menyiapkan itu. Kendalanya itu dari Saudi-nya sendiri. Saya lihat dari tahun ke tahun lebih baik,” ungkapnya.

“Lebih diperhatikan lagi dari segi bus, tendanya,” sambungnya.

Sementara itu, pemerhati haji, Fadhli Arsil menilai penekanan biaya haji ini memang perlu dilakukan. Sebab, saat ini kondisi perekonomian masyarakat memang sedang tidak baik. Hal inilah yang perlu dipikirkan.

“Dalam kondisi saat ini, perekonomian, daya beli lebih turun dari sebelumnya. Saya pikir harus memperhatikan ini. Agar pemerintah selaku penyelenggara haji bisa memikirkan ini agar semua jemaah bisa berangkat,” katanya.

Dia mengungkap data soal jemaah yang tidak bisa melunasi ongkos haji. Akibatnya, para jemaah ini tidak bisa melanjutkan untuk bisa berangkat haji.

“Saya melihat ada data dari penyelenggara haji itu ada sekitar 15% yang tidak bisa melunasi ONH, sehingga mereka tidak bisa berangkat haji,” ungkapnya.

Lantas terkait upaya DPR menekan biaya haji, ia juga mengapresiasi. Namun, dia berharap DPR bisa maksimal lagi dalam menimbang biaya haji dengan memperhatikan kondisi perekonomian masyarakat.

“Harusnya sih bisa lebih maksimal lagi. Ini melihat kondisi hari ini, DPR itu bukan soal kebutuhan saja. Tapi juga menimbang kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Atau bisa disubtitusi untuk memfasilitasi jemaah haji ini,” pungkasnya.(*)

Categories
Megapolitan Polhukam

Kinerja DPR RI Dalam Sosialisasi Pemilu Dinilai Sudah Baik

Koran Jurnal, Jakarta – Di akhir masa kerjanya, DPR RI terus melakukan persiapan untuk penyelenggaraan Pemilu 2024. DPR dinilai telah melakukan sosialisasi yang baik terkait proses tahapan pemilu.

DPR telah melakukan kolaborasi dengan Bawaslu RI demi melakukan sosialisasi pemilu di daerah-daerah. Selain itu, DPR juga telah menyiapkan perangkat aturan untuk mengawal legitimasi pemilu ini.

Terkait hal ini, pengamat kebijakan publik Davis Roganda Parlindungan mengatakan bahwa pemilu kerap kali disertai dengan masalah. Di sinilah peran DPR dalam mengawal dan menyiapkan pemilu begitu krusial.

“Kalau kita lihat pemilu ini dari sebelum-sebelumnya, selalu menimbulkan masalah baik di tingkat penyelenggara maupun di masyarakat sendiri. Apalagi di 2019, polarisasinya terasa. Nah, tugas DPR ini jadi sangat penting dan krusial. Karena pemilu itu harus dijaga,” kata Davis, belum lama ini.

Dia juga menilai peran DPR sudah cukup baik. Menurutnya, DPR telah melakukan banyak hal, dari tingkat sosialisasi, penataan hingga penyusunan regulasi terkait pemilu.

“Sejauh ini, di tahun politik ini peran DPR cukup baik ya. Artinya dari tingkat sosialisasi, penataan hingga penyusunan regulasi terkait itu. Tapi yang paling penting kredibilitas dan legitimasi itu yang harus dijaga,” tuturnya.

Dia pun mendorong agar DPR terus melakukan pengawasan. Ada fase-fase persiapan pemilu yang perlu diawasi.

“Tentunya fungsi pengawasan lembaga legislatif terhadap para penyelenggara pemilu itu menjadi hal yang harus diperhatikan. Sejauh ini masih aman. Nah di fase-fase persiapan ini yang perlu diawasi,” jelasnya.

Selain itu, DPR juga harus berhadapan dengan sejumlah tantangan. Ia mengingatkan agar kredibilitas dan legitimasi dalam pemilu dijaga dengan baik.

“Tantangannya saya kira yang akan dihadapi DPR ya ada beberapa masalah klasik. Kalau saya lihat saat ini masyarakat kita lebih dewasa secara politik. Dan saya yakin ketika kredibilitas dan legitimasi itu baik, ya sehat sistemnya,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh mahasiswa dari Jakarta, Mufid. Mufid menilai DPR sudah cukup adaptif dalam melakukan sosialisasi pemilu di kalangan anak muda.

“Adaptif. Kenapa adaptif? Karena perkembangannya, lebih turun ke anak muda. Ngasih pendidikan ke anak muda. Jadi kita tahu unsur politik itu kayak gini. Ternyata tidak cuma orangtua saja, tapi anak muda juga dilibatkan,” katanya.

“Apa yang kita sampaikan lebih didengar. Seperti misalnya interaksi kita di media sosial,” sambungnya.

Sementara itu, seorang warga bernama Irfan juga mengapresiasi kinerja DPR dalam persiapan pemilu ini. DPR dinilai sudah bekerja maksimal. Hal ini tampak dari masyarakat yang telah dibekali aturan terkait pemilu.

“Memang sudah maksimal. Karena targetnya Februari 2024 ini kan sudah dilakukan pemilu. Kalau perundang-undangan, itu DPR sudah bekerja maksimal. Jadi masyarakat sudah dibekali dengan aturan,” tandasnya.(*)

Categories
Ekonomi Polhukam

DPR RI Tekan Biaya Jemaah Haji 2024, Penyelenggara Haji Beri Apresiasi

Koran Jurnal, Jakarta – DPR RI telah ikut membantu proses penekanan biaya haji untuk jemaah di tahun 2024. Upaya DPR ini mendapat apresiasi dari penyelenggara haji.

Sebagaimana diketahui, Komisi VIII DPR RI secara resmi berhasil menekan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) atau biaya yang dibayar langsung oleh jemaah haji. Dengan rata-rata per jemaah sebesar Rp 56.046.172, atau sebesar 60 persen yang meliputi biaya penerbangan, akomodasi di Mekkah, sebagian akomodasi Madinah, biaya hidup (living cost) dan biaya visa.

Adapun, saran rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1445 H atau 2024, per jemaah untuk jemaah haji reguler sebesar Rp 93.410.286,07 antara lain yaitu biaya yang bersumber dari Nilai Manfaat keuangan haji rata-rata per jemaah sebesar Rp37.364.114.

Hal itu menjadi salah satu poin penting dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas saat menyepakati asumsi dasar Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1445 H/2024 di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (27/11/2023).

Upaya penekanan biaya haji ini diapresiasi oleh salah satu penyelenggara haji dan umrah, A. Sadat Kadar Usman. Usman mengatakan bahwa memang semestinya biaya haji untuk jemaah itu dibuat menjadi lebih ringan. Meskipun dia menyadari bahwa memang ada kenaikan dari pihak pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

“Kalau kita lihat dari segi haji pemerintah, sebaiknya ya memang dipermudah dan diperingan untuk masyarakat Indonesia. Walaupun ada kenaikan dari pemerintah Saudi, harus dikaji lagi. Jadi tidak serta-merta menaikkan biaya haji,” kata Usman saat dihubungi, baru-baru ini.

Meskipun begitu, dia mengatakan ideal biaya haji berada di bawah Rp juta. Sebab, dia melihat masih banyak jemaah yang kemampuan membayarnya di angka tersebut.

“Idealnya itu seharusnya di bawah Rp 50 juta ya. Ya range-nya di antaranya di antara Rp 35-Rp 50 juta. Karena saya berpikir banyak antara Rp 26-Rp 30 juta itu masih banyak yang mampu,” katanya.

Sedangkan terkait persiapan haji, dia juga mengapresiasi pemerintah. Sebab pelayanan haji saat ini sudah cukup baik. Hanya saja, dia melihat kendala itu memang berasal dari pihak vendor di Arab Saudi.

“Dari segi pemerintah ya sudah bagus untuk menyiapkan itu. Kendalanya itu dari Saudi-nya sendiri. Saya lihat dari tahun ke tahun lebih baik,” ungkapnya.

“Lebih diperhatikan lagi dari segi bus, tendanya,” sambungnya.

Dia mengatakan sejak awal mestinya biaya haji dihitung ulang. Hal ini mengingat ada beberapa variabel biaya haji yang masih bisa ditekan lagi. Namun, dia mengapresiasi kinerja DPR dalam menekan biaya ini.

“Dari awal saya bilang harusnya dihitung ulang. Supaya ada variabel-variabel yang bisa ditekan lagi. Dikhawatirkan ada kepentingan-kepentingan juga. Sebenarnya dari DPR sendiri sudah melihat dan berusaha menekan sampai keluar angka yang ada sekarang,” jelasnya.

Senada, apresiasi juga disampaikan oleh Solahudin (65) yang merupakan calon jamaah haji 2024. Dia merupakan jemaah haji yang sudah mendaftar sejak Desember 2012. Saat itu, dia menyetor uang sebesar Rp 25,5 juta.

“Awalnya Rp 105 juta dari Kemenag sebelum di DPR. Tapi setelah di DPR turun menjadi Rp 94 juta. Terus akhirnya jadi Rp 56 juta,” kata Solahudin.

Dia menilai biaya haji ini memang masih besar nilainya. Namun, menurutnya, hal ini kembali kepada jemaah itu sendiri.

“Kalau dari nilainya memang cukup besar. Tapi semua itu kembali kepada jemaah. Apalagi kan sifat hukumnya haji itu nggak wajib mutlak,” katanya.

Dia pun berharap pelayanan haji tahun depan menjadi lebih baik. Dia ingin jemaah haji diperhatikan dengan sangat baik.

“Sekarang ini kan beda dengan tahun ’80-an. Kalau dulu kan pendaftaran sekali setahun. Nah sekarang ini pendaftarannya dibuka terus. Harapan dari saya pribadi, karena pertama menunggu lama dan biayanya lumayan mahal. Kita berharap benar-benar diperhatikan, maksimal ibadahnya,” tuturnya.

Sementara itu, pemerhati haji, Fadhli Arsil menilai penekanan biaya haji ini memang perlu dilakukan. Sebab, saat ini kondisi perekonomian masyarakat memang sedang tidak baik. Hal inilah yang perlu dipikirkan.

“Dalam kondisi saat ini, perekonomian, daya beli lebih turun dari sebelumnya. Saya pikir harus memperhatikan ini. Agar pemerintah selaku penyelenggara haji bisa memikirkan ini agar semua jemaah bisa berangkat,” katanya.

Dia mengungkap data soal jemaah yang tidak bisa melunasi ongkos haji. Akibatnya, para jemaah ini tidak bisa melanjutkan untuk bisa berangkat haji.

“Saya melihat ada data dari penyelenggara haji itu ada sekitar 15% yang tidak bisa melunasi ONH, sehingga mereka tidak bisa berangkat haji,” ungkapnya.

Dia juga mengungkit soal masalah-masalah yang terjadi pada jemaah haji 2023. Dia berharap dengan naiknya biaya haji, masalah-masalah seperti itu bisa diatasi.

Lantas terkait upaya DPR menekan biaya haji, ia juga mengapresiasi. Namun, dia berharap DPR bisa maksimal lagi dalam menimbang biaya haji dengan memperhatikan kondisi perekonomian masyarakat.

“Harusnya sih bisa lebih maksimal lagi. Ini melihat kondisi hari ini, DPR itu bukan soal kebutuhan saja. Tapi juga menimbang kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Atau bisa disubtitusi untuk memfasilitasi jemaah haji ini,” pungkasnya.(*)