Categories
Bencana TNI

Gerak Cepat Danlanud Raden Sadjad Kirim Prajurit Bantu Bencana Tanah Longsor di Pulau Serasan

Koran Jurnal, Natuna – Komandan Lanud Raden Sadjad (Danlanud RSA) Kolonel Pnb Jajang Setiawan, S.M., M.Han., PSC(J)., bergerak cepat untuk mengirim personel Lanud RSA untuk membantu korban bencana banjir dan tanah longsor di Pulau Serasan, Kabupaten Natuna, Selasa (7/3/2023).

“Saya perintahkan setiap satuan di jajaran Koopsud I harus bergerak cepat tatkala terjadi bencana atau saat masyarakat setempat membutuhkan bantuan,” ujar Pangkoopsud I kepada semua jajaran yang ada di wilayah Koopsud I.

Pelepasan personel Lanud RSA dan Denhanud 477 Kopasgat yang akan dikirim ke lokasi terdampak bencana dihadiri oleh Sekda Kabupaten Natuna Boy Wijanarko Varianto, S.E., Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Natuna Wan Aris Munandar, Kepala BMKG Ranai, Para Kadis Lanud RSA dan Pejabat Lanud RSA lainnya.

Personel TNI AU yang diterjunkan sebanyak 30 orang yang terdiri dari personel Lanud RSA dan Denhanud 477 Kopasgat.

Adapun personel yang diperbantukan diantaranya dari Lanud RSA 1 orang dokter, 1 apoteker , 3 tenaga medis, 15 personel standby Lanud RSA dan 10 orang dari prajurit Denhanud 477 Kopasgat.

Perlengkapan yang dibawa meliputi 1 tenda serbaguna, 27 buah Velbed, obat-obatan 1 set, 1 Fraktur dan 1 stretcher/tandu. Prajurit TNI AU yang berangkat ke Pulau Serasan menggunakan KRI dari satuan TNI AL setempat.

Selain mengirim pasukan di daerah terdampak bencana, Lanud Raden Sadjad juga membuka Posko Satgas Udara sebagai jembatan penghubung lalu lintas udara dan jembatan penghubung lalu lintas laut ke tempat terdampak bencana Pulau Serasan, Kab. Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.(pen)

Categories
Bencana TNI

TNI AL Bersinergi dengan Masyarakat Atasi Bencana Longsor di Manado

Koran Jurnal, Jakarta – Tampak sejumlah prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) dari Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) VIII Manado, TNI serta Polri bersama dengan masyarakat tengah membersihkan material serta mengevakuasi korban yang tertimbun longsor di Kelurahan Kairagi Weru, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) Jumat (27/01/2023), dimana lokasi tersebut berdekatan dengan Markas Komando Lantamal VIII Manado.

Akibat peristiwa ini, tiga rumah tertimbun longsor serta empat warga menjadi korban jiwa, dan saat ini seluruhnya sudah berhasil dievakuasi. Dari keempat korban salah satu diantaranya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lantamal VIII Manado atas nama Jemy Moniaga berusia 53 tahun.

Saat berita ini diturunkan jenazah Jemy Moniaga sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) dr. Wahyu Slamet di Bitung Sulawesi Utara dengan menggunakan ambulans TNI Angkatan Laut.

Bencana longsor yang terjadi di Manado dipicu intensitas curah hujan tinggi yang mengguyur Manado sejak Jumat pagi tadi. Akibatnya sejumlah wilayah tidak hanya terdampak longsor, namun juga terendam banjir. TNI, Polri beserta masyarakat terus berjibaku membersihkan lokasi dari puing-puing dibantu dengan alat berat.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa TNI AL harus memiliki kesiagaan dan kesiapan tinggi dalam merespon segala kedaruratan yang terjadi pada misi perang maupun misi kemanusiaan yang terjadi di masyarakat. Untuk pemulihan fasilitas pangkalan yang terdampak bencana, KSAL, Laksamana TNI Muhammad Ali memprioritaskan pembangunan serta peningkatan fasilitas pangkalan dan ketersediaan hunian bagi prajurit TNI AL.(disp)

Categories
Daerah Ragam

BNPB dan Komisi VIII DPR RI Tinjau Longsor Sumedang

Koran Jurnal, Sumedang – Bencana longsor yang melanda Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang Jawa Barat pada Sabtu (9/1) lalu, menyebabkan puluhan rumah rusak dan korban jiwa.

Berdasarkan hal tersebut, Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meninjau lokasi longsor guna melihat langsung kondisi dan dampak yang terjadi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suyatman, dalam paparannya mengatakan menurut data BPBD Kab. Sumedang per tanggal 15 Januari 2021, kejadian longsor tersebut berdampak pada korban jiwa dan materil.

“Hingga hari ini 15 Januari, korban tertimbun longsor diperkirakan 40 orang, 24 orang diantaranya sudah ditemukan dan 16 orang masih dalam pencarian. Luka berat 3 orang, luka ringan 22 orang dan diperkirakan warga yang terdampak sejumlah 1.003 jiwa / 267 KK. Sedangkan rumah yang tertimbun 20 unit, rumah rusak berat 5 unit, rumah rusak ringan dan terancam 51 unit,” ucap Herman saat menerima perwakilan Komisi VIII DPR RI dan BNPB di pos komando SMAN 1 Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, Jum’at (15/01/2021).

Lebih lanjut ia menyampaikan akan segera merelokasi warga terdampak sesuai dengan arahan kepala BNPB Doni Monardo beberapa waktu lalu.

“Pemda akan melakukan relokasi permanen bagi masyarakat terdampak dan terancam longsor, dan kami sedang melakukan persiapan untuk lokasi yang ditentukan,” tutur Herman.

Sementara itu wakil bupati Sumedang Erwan Setiawan menegaskan pemerintah daerah telah melakukan langkah cepat dengan memasang sistem peringatan dini untuk meminimalisir dampak longsor yang akan terjadi kedepannya dan akan mengevaluasi seluruh izin pembangunan di lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi longsor.

“Early Warning System (sistem peringatan dini) telah kami pasang di lokasi untuk memberikan tanda dan mengurangi dampak yang akan terjadi. Selain itu kami akan melakukan moratorium dan evaluasi seluruh izin pembangunan atau pengembangan di lokasi rawan longsor baik yang belum diberikan izin maupun bagi yang sudah memiliki izin,” ujar Erwan.

DPR RI Dorong Pembangunan Berbasis Mitigasi Bencana

Pada kesempatan yang sama wakil ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan, mengatakan Komisi VIII membidangi kebencanaan, oleh karena itu akan melakukan pendampingan terkait persoalan kebencanaan di Indonesia, salah satunya mengutamakan peran mitigasi atau pencegahan guna kurangi dampak bencana.

“Di dalam pembahasan Perubahan UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana di Komisi VIII DPR RI, mitigasi bencana adalah salah satu poin yang dibahas dengan memperhatikan tata ruang dari segi kebencanaan,” kata Ace.

Seperti longsor yang terjadi di Sumedang ini, daerah temopat terjadinya bencana longsor merupakan daerah padat penduduk yang memiliki kemiringan tanah yang berisiko terjadi longsor.

“Daerah itu dijadikam pemukiman penduduk yang cukup padat, sangat penting analisis dampak bencana dalam tata ruang ataupun pembangungan. TIdak boleh ada pemberian izin bagi pendirian bangunan yang tidak memperhatikan dampak bencana,” lanjut Ace.

Ace menambahkan, turut berduka atas kejadian ini dan mengapresiasi langkah yang telah diambil oleh stakeholder yang ikut melakukan penanganan longsor Sumedang.

“Komisi VIII turut prihatin dan berbelasungkawa atas kejadian ini, selain itu kami ucapan terima kasih kepada tim sar, TNI/POLRI, relawan dan pihak-pihak yang terlibat dalam penanggulangan longsor yang begitu aktif melakukan pencarian korban dari awal,” kata Ace.

BNPB Dukung Pemda Untuk Relokasi Warga Terdampak

Kemudian Sekretaris Utama BNPB Harmensyah menjelaskan, pemerintah pusat dalam hal ini BNPB akan terus mendukung proses penanggulangan bencana longsor, termasuk menyiapkan dukungan untuk relokasi bagi warga.

“Pemerintah pusat akan memberikan dukungan relokasi bagi masyarakat terdampak, untuk lokasi yang menentukan dari pemerintah daerah,” jelas Harmensyah.

Dalam rangka melakukan pencegahan longsor, perlu adanya bantuan alam, pada kesempatan ini BNPB memberikan ribuan bibit pohon guna ditanam dilokasi yang rawan longsor.

“Permasalahan lingkungan merupakan salah satu yang perlu diperhatikan, drainase yang buruk mengakibatkan air akan menguap dari saluran dan berdampak kepada tanah disekitarnya, jika tanah tidak ditanami pohon-pohon berakar kuat makan tanah akan mudah terbawa aliran air dan terjadi longsor,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini BNPB dan Komisi VIII DPR RI memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang berupa ribuan bibit pohon seperti pohon Sukun 500 buah, pohon Aren 500 buah, pohon Alpukat 350 buah, pohon Mahoni 1.500 buah dan Vetiver 5.000.

Selain itu untuk mengurangi penyebaran COVID-19 diberikan juga dukungan berupa Mesin PCR 1unit, Mesin RNA 1 unit, PCR Test 5.000 buah, RNA Test 5.008 buah, VTM Test 5.000 buah, Swab Antigen Test 5.000 buah, Mie Sago 100 karton dan masker kain 1.600 buah, serta tambahan dana siap pakai sejumlah 99 juta rupiah.

Pada kegiatan ini perwakilan Komisi VIII dan BNPB meninjau pos komando SMAN 1 Cimanggung dan meninjau lokasi kejadian longsor serta melakukan penanaman bibit pohon.(pus/red)

Categories
Daerah Ragam

Kepala BNPB Tinjau Lokasi Banjir Bandang dan Longsor Lebak Gedong Banten

Koran Jurnal, Banten – Kepala BNPB Doni Monardo bersama Menko PMK Muhajir Effendi meninjau lokasi yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Lebak Gedong, Lebak, Banten pada Sabtu (04/01/2020).

Pada kunjungan tersebut Doni Monardo menyerahkan bantuan dana siap pakai [DSP] sebesar Rp 350 juta kepada Korem 064/Maulana Yusuf yang digunakan untuk penanganan darurat. Penyerahan DSP disaksikan Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan Danrem setempat. Selain itu, pemda setempat mendapat bantuan dana dari kemenko PMK sejumlah Rp 500 juta dan Kemensos Rp 611 juta.

Setelah melihat lokasi terdampak, Doni menyapa para penyintas yang masih bertahan di pos kesehatan yang terletak di Desa Banjar Irigasi, Lebak Gedong. Di sela-sela kunjungan, Doni menyampaikan apresiasi kepada petugas, TNI, Polri, Basarnas dan unsur Pemerintah Kabupaten Lebak yang telah melakukan upaya penanganan darurat.

“Sejak hari pertama mereka telah turun ke lapangan, memberikan bantuan pertama, pertolongan pertama kepada masyarakat terdampak,” ujar Doni di lokasi.

Banjir bandang dan longsor yang tepatnya melanda Kampung Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong ini mengakibatkan lima orang meninggal dunia. Bencana tersebut terjadi pada Jumat (3/2), pukul 16.30 WIB. Selain hujan intensitas tinggi, salah satu penyebab longsor adanya galian tambang milik Aneka Tambang yang tidak dikembalikan fungsinya.(hum/red)

Categories
TNI

Personel TNI-Polri Berjibaku Rehabilitasi Gedung Kampus IAIN Ambon

Koran Jurnal, Ambon – Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX Ambon mengirim prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) IX Ambon untuk bergabung bersama personel TNI dan Polri lainnya mengatasi bencana tanah longsor. Mereka berjibaku melakukan rehabilitasi gedung di komplek kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon yang mengalami kerusakan karena curah hujan tinggi yang mengakibatkan bencana tanah longsor, Minggu (09/06/2019).

Para personel TNI/Polri terdiri dari personel Danzipur 5/CMG, Denkav-5/BLC, Yonmarhanlan IX Ambon dan gabungan Polda Maluku serta Basarnas P. Ambon gotong royong membuat pondasi dari karung berisikan tanah agar tidak terjadi erosi untuk menahan tanah yang bergerak.

Kegiatan dimulai sejak pagi ini dibagi menjadi tiga tim dengan tugas yang berbeda meliputi tim pertama bertugas mengisi karung dengan tanah, sedangkan tim kedua memindah karung berisi tanah ke lokasi yang akan di pondasi dan tim ketiga bertugas menata karung berisi tanah untuk dijadikan pondasi sebagai penahan tanah agar tidak longsor.

Dilansir dari beberapa media, diberitakan bahwa sebanyak tiga gedung Kampus IAIN Ambon di kawasan Kebun Cengkih, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon mengalami kerusakan dan nyaris roboh akibat adanya pergerakan tanah menyusul hujan lebat yang terus menerus mengguyur wilayah kampus.

Kerusakan terparah terjadi pada bangunan perpustakaan, sedangkan dua gedung lainnya yaitu Laboratorium MIPA, Fakultas Tarbiyah dan gedung Auditorium mengalami keretakan di bangian belakang dan depan gedung hingga dinding maupun jendela ambruk.

Upaya yang dilakukan personel TNI/Polri dan Basarnas Pulau Ambon dengan membuat pondasi dari karung berisi tanah merupakan langkah awal untuk memasang dan memperkuat areal sekitar lokasi longsor sebagai penahan agar gedung-gedung tersebut tidak roboh karena tanah tergerus longsor.(Disp/red)