Categories
Nasional Pendidikan

Presiden Jokowi Rencanakan Bantuan Pembangunan Gedung Baru Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta

Koran Jurnal, Yogyakarta – Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan Milad Satu Abad Madrasah Mu’allimin-Mu’allimaat Muhammadiyah di Gedung Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah, Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Kamis (06/12/2018).

Dalam sambutannya di acara tersebut, Kepala Negara memberikan instruksi kepada jajaran terkait untuk membantu pembangunan gedung baru Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah, Yogyakarta, yang menurut informasi proses pekerjaannya akan dimulai pekan depan.

“Sudah saya perintahkan kepada Menteri BUMN agar secepatnya dimulai. Nanti Bu Menteri BUMN perintah lagi ke dirut-dirut BUMN, cepat, cepat, cepat,” kata Presiden.

Banyaknya tokoh besar yang lahir dari Muhammadiyah membuat Presiden menaruh perhatian pada sarana pendidikan yang dimiliki Muhammadiyah. Presiden juga sempat memberikan komentarnya soal sarana pendidikan yang dikelola oleh Muhammadiyah.

“Saya melihat di buku ini gambar tahun 1929 saja gedungnya sudah gedung yang sangat besar dan megah. Tahun 51, berubah lagi tetapi lebih megah dari yang sebelumnya. Ini yang 2008 juga megah dan modern. Yang nanti sebentar lagi (rencana gedung baru) saya belum lihat gambarnya, tapi sudah ada coret-coretan di sini,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, tokoh Muhammadiyah Buya Syafii Maarif mengatakan bahwa partisipasi dari negara yang membantu pembangunan gedung madrasah maupun kampus merupakan salah satu perwujudan pelaksanaan tugas negara seperti yang terdapat dalam Undang-Undang Dasar 1945.

“Harus dibaca negara dalam UUD 1945 tugasnya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara. Jadi kalau negara membantu Muhammadiyah sama saja negara membantu dirinya sendiri,” ujar Buya.

Turut mendampingi Presiden dalam acara ini antara lain, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan Menteri BUMN Rini Soemarno.(red/DBPers)

Categories
Bisnis Ekonomi Industri Nasional

Presiden Jokowi Apresiasi Ekspor Produk Berkomponen Lokal Tinggi

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo menghadiri acara Pelepasan Ekspor Motor Yamaha Tahun 2018. Acara pelepasan digelar di kawasan Pulogadung, Cakung, Jakarta Timur, Senin (03/12/2018).

Dalam sambutannya, Kepala Negara mengaku senang dapat menghadiri acara-acara pelepasan ekspor serupa ini. Sebab, saat ini yang dibutuhkan Indonesia untuk mengatasi defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan adalah memperbanyak ekspor.

“Negara kita ini memiliki problem besar, yaitu impor lebih besar dari ekspor. Ini problem besar yang bertahun-tahun ingin kita atasi,” ucapnya.

Yamaha Indonesia pada tahun 2014 lalu, berdasarkan data yang didapat Presiden, mencatatkan ekspor kurang lebih 23 ribu motor. Sementara pada tahun ini ekspor Yamaha Indonesia diperkirakan mencapai 338 ribu unit sepeda motor. Selain itu, pelepasan ekspor kali ini juga bertepatan dengan pencapaian Yamaha Indonesia yang secara keseluruhan telah mencatatkan ekspor lebih dari 1,5 juta unit sepeda motor.

“Ini jumlah yang sangat besar. Pertama ekspornya tinggi, yang kedua investasinya juga besar,” ujar Presiden.

Selain itu, tingkat kandungan lokal yang terdapat dalam unit ekspor tersebut disebut Presiden juga sangat tinggi, yakni mencapai 94 persen. Investasi-investasi seperti inilah yang dibutuhkan oleh Indonesia.

“Ini kandungan lokalnya sangat tinggi. Investasi-investasi seperti inilah yang terus kita cari. Karena ekspor tapi bahan bakunya dari impor ini yang juga sering menyebabkan yang namanya defisit neraca perdagangan,” tuturnya.

Dua hal di atas, yaitu industri berorientasi ekspor dan tingkat kandungan lokal yang tinggi sangat diapresiasi Presiden. Dirinya juga ingin segera mengetahui rencana ke depan Yamaha Indonesia dalam mengembangkan industrinya di Tanah Air.

“Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh PT Yamaha. Saya ingin nanti mendengar rencana-rencana Yamaha Indonesia ke depan seperti apa,” ucapnya.

Selain itu, Presiden juga meminta Yamaha Indonesia untuk menginformasikan dirinya mengenai hambatan-hambatan yang dihadapi dalam berinvestasi dan berusaha di Indonesia. Ia mengatakan bahwa industri apapun yang memiliki orientasi ekspor dan mampu menggerakkan perekonomian lokal harus diberikan ruang untuk terus mengembangkan usahanya.

“Investasi-investasi yang orientasinya ekspor, yang konten lokalnya tinggi, kalau tidak kita berikan ruang yang sebesar-besarnya itu keliru besar. Oleh sebab itu, tadi saya sampaikan kalau Menteri tidak memberikan perhatian ya saya akan beri perhatian sendiri,” tandasnya.

Sebelum menghadiri acara tersebut, Presiden menyempatkan diri makan siang bersama karyawan di kantin. Presiden juga memilih sendiri makanan yang akan disantapnya.

Turut hadir mendampingi Kepala Negara, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.(red/DBPers)

Categories
Ekonomi Energi SDA

Presiden Jokowi Tegaskan Stop Ekspor Bahan Mentah

Koran Jurnal, Jakarta – Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah hendaknya disertai dengan hilirisasi, sehingga negara tak perlu lagi melakukan impor produk yang bahan mentahnya dari Indonesia.

Karena kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikutip dari laman setkab.go.id, sudah berpuluh tahun bahwa problem besar yang kita hadapi adalah defisit transaksi berjalan, current account deficit. Padahal, lanjut Presiden, negara kita ini sumber daya alamnya melimpah, ada batubara, mineral bauksit, ada kelapa sawit, CPO, ikan, dan masih banyak lagi.

Presiden menunjuk contoh misalnya mineral bauksit. Ia menyebutkan, setiap tahun jutaan ton bauksit mentah kita ekspor, harga 35 dollar per ton. Tapi di sisi lain, pabrik alumunium kita setiap tahunnya mengimpor ratusan ribu ton alumina yang merupakan produk hilir dari bauksit.

“Artinya menurut saya, kuncinya memang kita tahu dari dulu, industrialisasi dan hilirisasi. Kita tahu itu, tapi eksekusi lapangannya yang nggak pernah kita kejar,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri acara pembukaan CEO Networking 2018, di Ballroom 1 dan 2, The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place, Jakarta, Senin pagi (03/12/2018).

Itu pula, tegas Presiden, yang dia kejar terus, mati-matian untuk mengejar yang namanya industrialisasi, hilirisasi. Karena di situlah kunci. “Coba kalau kita sejak dulu membangun industri alumina, maka impor tidak perlu terjadi beratus-ratus ribu ton. Dan tentu saja pengaruhnya terhadap defisit transaksi berjalan kita,” ujarnya.

Presiden juga menunjuk contoh lainnya, batubara, yang memang paling enak itu ekspornya mentahan, cangkul hari ini, kirim hari ini, dapat duit hari ini. Batubara, lanjut Presiden, setiap tahun, kurang lebih 480 juta ton batubara mentah yang diekspor.

Coba kalau sejak dulu ada hilirisasi, menurut Presiden, yang namanya batubara kalori rendah itu bisa dipakai untuk LPG, bisa dipakai juga untuk aftur bisa, bisa dipakai untuk DME (Dimethyl Ether) bisa.

“Tapi kenapa tidak dilakukan hilirisasi itu? Karena kita keenakan yang namanya nyangkul, kirim, dapat uang. Seperti ini pun, ini harus segera dihentikan,” ungkap Presiden Jokowi seraya mengemukakan, impor LPG itu 4 juta ton setiap tahunnya.

Menurut Presiden, teknologi itu kalau kita belum siap ya beli aja teknologi. Atau kita nggak siap, cari saja partner. “Selalu saya dorong itu. Menyelesaikannya memang harus kembali lagi ke hilirisasi, nggak ada yang lain,” ujarnya.

Demikian juga dengan kelapa sawit, menurut Presiden produksi kita terakhir 42 juta ton CPO per tahun. Ini yang sekarang sedang diusahakan agar ada hilirisasi industri kelapa sawit yang menghasilkan solar B20 (Biodiesel 20), dan diwajibkan penggunaannya.

Namun meski sudah 1,5 tahun, diakui Presiden sulit untuk mengajak masyarakat ke sini. Untuk itu, Presiden menegaskan akan menggunakan agar segala ini agar ini betul-betul terealisasi, B20. Sehingga bisa menuju ke tahapan berikut.

“Kalau B20 rampung ya B50, B80, dan B100. Kembali lagi, ini juga akan mengurangi yang namanya current account deficit, defisit transaksi berjalan. Karena apa? impor solar bisa dikurangi atau dihilangkan,” ungkap Presiden Jokowi.

Stop Ekspor Bahan Mentah

CEO NetworkingPresiden Jokowi juga menunjuk contoh nikel, yang sudah beberapa tahun kita, jutaan ton nikel mentah kita ekspor dengan harga 30-an dollar per ton nikel. Ia menyebutkan, saat ini sudah berjalan, dengan hilirisasi nikel menjadi feronikel, nilai tambahnya 4 kali.

“Kita sudah tahu ada added value disitu, ada nilai tambah disitu 4 kali, tapi tidak pernah kita lakukan karena nggak pernah pemerintah paksa untuk ini. Sekarang paksa,” kata Presiden seraya menambahkan, kalau kita bangun hilirisasi industri nikel 100% dari dulu, maka GDP Indonesia dari nikel akan naik 4 kali lipat, artinya 400% GDP kita. Sebuah angka yang menurutnya gede sekali, sehingga hal ini (ekspor bahan mentah)tidak diterus-teruskan.

Untuk itu, Presiden Jokowi mengajak seluruh CEO sektor riil agar segera melakukan industrialisasi, melakukan hilirisasi. “Stop ekspor bahan-bahan mentah, kurangi sebesar-besarnya ekspor bahan mentah kita,” tutur Presiden.

Sebagai orang bisnis, diakui Presiden seraya menambahkan, bahwa dagang itu lebih enak daripada industri. Pusing memang ngurus industri. “Tapi inilah keperluan negara kita,” tegasnya.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menkeu Sri Mulyani, Menhub Budi Karya Sumadi, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Gubernur BI Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi.(red/DBPers)

Categories
Ekonomi Energi SDA Nasional

Presiden Jokowi Berikan Fasilitas Sambung Listrik Gratis kepada Keluarga Tidak Mampu di Bantarjati Bogor

Koran Jurnal, Bogor – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau program ‘BUMN Hadir Untuk Negeri: Sambung Listrik Gratis Bagi Keluarga Tidak Mampu’ di Bogor, Jawa Barat, Minggu (02/12/2018).

Lokasi pemasangan tepatnya berada di pemukiman warga Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Dari Istana Kepresidenan Bogor, Presiden menuju lokasi dengan bersepeda. Sepanjang perjalanan, Kepala Negara menyapa warga yang tengah berolahraga pagi dan beraktifitas di area car free day (CFD).

Presiden kemudian menuju rumah-rumah warga dengan berjalan menyusuri gang. Dalam kesempatan ini, Presiden secara simbolis mengaktifkan aliran listrik ke rumah warga yang dibantu program tersebut dengan menekan tombol miniature circuit breaker (MCB).

Mengutip data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), saat ini terdapat 235.756 keluarga prasejahtera di Jawa Barat yang belum menikmati layanan listrik PLN secara langsung.

“Ingin saya sampaikan bahwa di Provinsi Jawa Barat ini ada kurang lebih 200-an ribu rumah yang belum ada listriknya,” ujar Presiden.

Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan penerangan sehari-hari, ratusan ribu rumah tersebut melakukan penyambungan listrik ke instalasi tetangga sekitar yang telah memiliki sambungan listrik.

“Ada yang memang belum ada listriknya, ada yang sudah ada listrik tetapi nyambung dengan tetangga atau dengan orang tua. Nah sekarang kita sambung secara mandiri,” kata Presiden.

Pada umumnya, mereka mengeluarkan dana kurang lebih Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per bulan untuk mendapatkan sambungan listrik dari tetangga.

“Sekarang kita sambung secara mandiri. Itu lebih murah dari data yang kita terima. Biasanya per bulan bayar bisa Rp50 ribu sampai Rp60 ribu. Setelah sendiri seperti ini bayar kurang lebih Rp25 ribu sampai Rp30 ribu,” kata Presiden.

Perlu diakui bahwa selama ini banyak warga yang merasa kesulitan untuk melakukan penyambungan listrik mandiri secara resmi melalui PLN. Biaya penyambungan standar merupakan kendala utama yang mereka hadapi.

Melihat kondisi tersebut, 34 BUMN sepakat untuk bersinergi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan salah satunya memberikan fasilitas penyambungan listrik secara gratis bagi masyarakat prasejahtera.

Di Jawa Barat sendiri, mengutip Siaran Pers Kementerian BUMN, hingga 30 November 2018, sinergi BUMN telah membiayai program penyambungan listrik bagi Rumah Tangga Tidak Mampu di sekitar Jawa Barat dan telah menjangkau 60.798 ribu KK. Sampai dengan akhir Desember 2018, jumlah keluarga yang rumahnya tersambung listrik ditargetkan mencapai 100 ribu KK.

“Artinya di Provinsi Jawa Barat saja masih sebegitu banyaknya sehingga di provinsi yang lain ini akan kita lihat. Memang biaya sambungan ini tidak murah dan itu sudah menjadi standarnya PLN kurang lebih Rp900-an ribu,” Presiden menjelaskan.

Lebih jauh, program ini juga diharapkan untuk dapat menyasar rumah tangga lainnya di seluruh provinsi yang ada. Presiden mengatakan, pihaknya akan berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik tetap yang layak.

“Hitungan kita 1,2 juta (keluarga) di seluruh provinsi. Ini akan terus kita sisir satu per satu,” tandasnya.

Turut hadir mendampingi Presiden di antaranya Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur Utama PLN Sofyan Basir, Direktur Utama Bank Mandiri Kartiko Wirjoatmodjo, Direktur Utama BTN Maryono, dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.(red/DBPers)

Categories
Infrastruktur Jalan Tol

Presiden Jokowi Resmikan Tol Bocimi Seksi 1 Ciawi-Cigombong

Koran Jurnal, Bogor – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengoperasian Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 1, dari Ciawi hingga Cigombong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (01/12/2018).

Presiden Jokowi yang tampil kasual dengan jaket bomber hitam dipadu celana bahan hitam melakukan tapping kartu elektronik dan menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikannya ruas tol dengan panjang 15,3 kilometer.

Turut mendampingi Presiden, Menteri PUPR Basuki Hadimulyono, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, saya resmikan segmen Ciawi-Cigombong, jalan tol Ciawi-Sukabumi,” ucap Presiden Jokowi saat peresmian tol tersebut, di Gerbang Tol Cigombong-1.

Di tempat sama, Presiden mengungkapkan kegembiraannya atas diresmikan dan dioperasikannya Ruas Tol Ciawi-Cigombong. Sebab, akan memangkas waktu jarak tempuh dari sekitar 1-2 jam menjadi sekitar 20 menit.

“Saya bahagia sekali bisa meresmikan tol Ciawi-Cigombong ini,” ungkapnya.(red)

Categories
Militer Nasional Polhukam TNI

Presiden Ingatkan TNI Harus Jaga Netralitas

Koran Jurnal, Bandung – Presiden Joko Widodo mengingatkan kembali akan pentingnya netralitas TNI dalam politik nasional. Hal itu disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan kepada peserta Apel Danrem-Dandim Terpusat TA 2018 yang digelar di Gedung Graha Yudha Wastu Pramuka yang berada di Pusat Persenjataan Infantri (Pussenif), Kodiklat TNI AD, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Senin (26/11/2018).

“Intinya saya menyampaikan netralitas TNI itu betul-betul harus dijaga. Netralitas TNI harus terus dijaga,” kata Presiden selepas acara.

Presiden juga mengingatkan para Komandan Resor Militer (Danrem) dan Komandan Distrik Militer (Dandim) untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan untuk mendukung pembangunan nasional.

“Yang namanya stabilitas politik dan keamanan itu sangat perlu dalam pembangunan kita, baik sekarang, jangka menengah, maupun panjang,” tuturnya.

Selain itu, dalam arahannya, Kepala Negara menyinggung profesionalitas dan gerak cepat TNI menghadapi perubahan global. Menurutnya, perubahan global yang begitu cepat saat ini memerlukan respons cepat pula dari TNI.

“Mestinya dengan ada perubahan besar, baik perubahan politik global maupun ekonomi global, itu harus direspons dengan sebuah strategi besar juga. Terutama di bidang anggaran,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih atas upaya Danrem dan Dandim mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah mereka serta mendukung jalannya acara-acara besar yang diselenggarakan pemerintah.

“Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih, penghargaan, dan apresiasi kepada para Danrem dan Dandim atas kerja kerasnya menjaga stabilitas keamanan di wilayah masing-masing dan juga dalam memastikan event-event besar yang kita laksanakan: Asian Games, Asian Para Games, dan pertemuan IMF-World Bank Annual Meeting,” ujar Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.(ton/DBPers)

Categories
Nasional

Presiden Jokowi Lantik Andika Perkasa sebagai KSAD yang baru

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melantik Letnan Jenderal (Letjen) TNI Andika Perkasa sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) yang baru menggantikan Jenderal TNI Mulyono yang akan memasuki masa pensiun, di Istana Negara Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Pengangkatan Andika Perkasa berdasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 97/TNI/TAHUN 2018 yang ditetapkan Presiden hari ini, 22 November 2018.

Bersamaan dengan itu, Andika juga mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi menjadi Jenderal TNI yang didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 98/TNI/TAHUN 2018 dan resmi berlaku hari ini.

“Kita melihat rekam jejak. Saya kira Pak Andika ini pernah di Kopassus, Kodiklat, Pangdam, Kostrad, kemudian sebelumnya pernah di Penerangan juga. Saya kira tour of duty-nya komplet. Pernah juga menjadi Komandan Paspampres. Saya kira komplet semua,” ujar Presiden mengomentari sosok Andika selepas pelantikan.

Pria lulusan Akademi Militer tahun 1987 tersebut sebelumnya menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) sejak 23 Juli 2018. Andika Perkasa juga pernah menjabat sebagai Dankodiklat TNI AD, Pangdam XII/Tanjungpura, Danpaspampres, dan Kadispen TNI AD.

Acara pelantikan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dan jabat tangan yang dimulai dari Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo untuk kemudian diikuti oleh sejumlah tamu undangan yang hadir.(red/DBPers)

Categories
Nasional

Presiden Jokowi: 7 Mimpi Anak Bangsa Bisa Terwujud Jika Kita Bersatu dan Optimis

Koran Jurnal, Merauke – Tiga tahun yang lalu, pada awal tahun 2015 dan tepat di ujung paling barat Indonesia atau di titik Nol Kilometer, dari Pulau Sabang Provinsi Aceh. Presiden Joko Widodo memulai Gerakan Nasional Ayo Kerja.

“Sebuah ajakan kepada semua elemen bangsa untuk memulai kerja besar, kerja keras, kerja bersama untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita,” ucap Presiden Joko Widodo ketika memberikan sambutan pada Peresmian Monumen Kapsul Waktu di Merauke, Provinsi Papua, Jum’at (16/11/2018).

Presiden meyakini tujuh mimpi anak-anak bangsa akan bisa terwujud, jika semua elemen bangsa mau bekerja keras, kerja bersama atau mau berkolaborasi.

“Jika kita mau bersatu, jika kita optimis dan penuh keyakinan, kita akan menjadi negara yang besar, negara yang digdaya, negara yang bermartabat dan dihormati negara-negara lain di dunia,” kata Presiden.

Tiga tahun yang lalu juga, tujuh mimpi anak-anak bangsa itu dimasukkan ke dalam kapsul waktu dan dibawa mengelilingi 34 provinsi sejauh 24.089 kilometer.

“Ekspedisi Kapsul waktu telah berhasil membawa Kapsul Waktu Impian Indonesia 2015-2085 dari ujung barat ke ujung timur Indonesia,” ucap Presiden.

Tujuh mimpi anak-anak bangsa dari 34 Provinsi yang ditulis dan disimpan dalam Kapsul waktu itu adalah satu, SDM Indonesia kecerdasannya mengungguli bangsa-bangsa lain di dunia. Dua, masyarakat Indonesia menjunjung tinggi pluralisme, berbudaya, religius, dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika.

Tiga, Indonesia sebagai pusat pendidikan, teknologi, dan peradaban dunia. Empat, masyarakat dan aparatur pemerintah kita bebas dari perilaku korupsi. Lima, membangun infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia.

Enam, Indonesia sebagai negara yang mandiri dan negara yang paling berpengaruh di Asia Pasifik. Tujuh, Indonesia sebagai barometer pertumbuhan ekonomi dunia.

Presiden mengingatkan bahwa mimpi besar yang diletakkan di Monumen ini bukanlah pekerjaan satu generasi, bukanlah pekerjaan 5 tahun, bukan pekerjaan 10 tahun, ataupun 20 tahun, tapi pekerjaan beberapa generasi.

“Ini pekerjaan besar, artinya selama 70 tahun atau 100 tahun ke depan, semua elemen bangsa harus terus kerja keras, tidak ada pekerjaan yang instan, tidak ada pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh satu orang atau segelintir orang. Ini kerja bersama,” kata Presiden.

Pekerjaan besar itu, lanjut Presiden, untuk mewujudkan mimpi Indonesia tahun 2085 dan tidak boleh berhenti.

“Kita harus berani mengambil pilihan yan sulit untuk bisa bergerak lebih cepat lagi, kita harus berani melompat, meraih kemajuan. Sekali lagi, Indonesia Maju bukan Indonesia mundur, apalagi Indonesia Bubar,” tutur Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Gubernur Papua Barat Lukas Enembe, dan Bupati Merauke Frederikus Gebze.(red/DBPers)

Categories
Ekonomi

Presiden Jokowi: Kurangi Ketergantungan Terhadap Satu Mata Uang

Koran Jurnal, Jakarta – Saat ini, kita menghadapi kondisi ekonomi global yang tidak stabil, serta meningkatnya sentimen proteksionisme dan anti globalisasi.

Hal ini sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan, karena dapat merusak sistem perdagangan multilateral, mengganggu pertumbuhan ekonomi kawasan dan nasional, dan mengakibatkan fluktuasi nilai tukar.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo dalam KTT ke-21 ASEAN Plus Three (APT) di Suntec Convention Centre, Singapura, Kamis (15/11/2018).

“Situasi ekonomi global berdampak serius bagi negara-negara di kawasan. Capital outflow yang besar mengakibatkan fluktuasi nilai tukar,” ujar Presiden Jokowi.

Oleh karenanya, untuk menjaga ketahanan ekonomi, Presiden Jokowi mengingatkan agar mekanisme Kawasan harus dipastikan berjalan dengan baik, sehingga Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM) harus diperkuat.

Selain itu, aksi konkret harus dilakukan. Pertama, kita tingkatkan kontribusi pada CMIM, sehingga dana bantuan yang cukup harus siap untuk membantu anggota yang membutuhkan.

Kedua, operasionalisasi CMIM harus lebih implementatif. CMIM harus tanggap membantu anggota yang terkena krisis keuangan.

“Ketiga, saya mengusulkan agar kita tugaskan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral untuk bahas peningkatan dana talangan menjadi 2 kali lipat,” kata Presiden Jokowi.

Dalam forum tersebut, Presiden Jokowi juga mengingatkan untuk mulai mengurangi ketergantungan kawasan terhadap satu mata uang, melalui implementasi efektif kerja sama currency swap, dan meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam pembayaran transaksi perdagangan lintas negara.

“Kerja sama APT harus menjadi bagian dari solusi global,” ucap Presiden Jokowi.

Untuk itu, Presiden Jokowi mengatakan bahwa APT perlu melakukan kerja sama yang lebih erat untuk mewujudkan Asia Timur dan Asia Tenggara yang stabil dan sejahtera.

Selain itu, Presiden Jokowi mengatakan bahwa perdamaian dan kesejahteraan kawasan kita, tidak dapat dipungkiri sangat ditentukan APT.

“Kerja sama ASEAN Plus Three sangat penting artinya,” tutur Presiden.

Selain dihadiri para kepala negara/kepala pemerintahan ASEAN, KTT ASEAN Plus Three ini dihadiri juga oleh PM RRT Li Keqiang, PM Jepang Shinzo Abe, dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, (Gumilar Abdul Latif).(red/DBPers)

Categories
Nasional

Presiden Jokowi Pimpin Upacara Hari Pahlawan 2018 di TMPN Cikutra Bandung

Koran Jurnal, Bandung – Presiden Joko Widodo pagi ini bertindak sebagai inspektur upacara pada Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2018. Tahun ini, peringatan Hari Pahlawan secara nasional dipusatkan di Bandung, Jawa Barat.

Upacara peringatan digelar di Taman Makam Pahlawan Nasional Cikutra, Kota Bandung, Sabtu (10/11/2018).

Tiba sekira pukul 08.10 WIB, Kepala Negara langsung memulai jalannya rangkaian upacara dengan melakukan penghormatan bagi arwah para pahlawan.

Selanjutnya, untuk mengenang pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, dalam suasana hening, dibunyikan sirene selama kurang lebih 1 menit yang diakhiri dengan mengheningkan cipta.

Upacara yang berlangsung dengan khidmat tersebut diakhiri dengan pembacaan doa untuk arwah para pahlawan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Adapun jajaran Menteri Kabinet Kerja yang hadir di antaranya ialah Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

Selepas upacara, Presiden meninggalkan tempat upacara sambil melaksanakan tabur bunga di pusara beberapa pahlawan seperti Laksamana Muda Udara Nurtanio Pringgoadisurdjo, Komodor Sulaiman, Dr. Setiabudi Danudirdja atau Douwes Dekker, Prof. Dr. Moestopo, dan HR. Moh. Yogie S. Memet.

Sebelum meninggalkan TMPN Cikutra, Presiden juga sempat beramah tamah dan berfoto bersama keluarga para pahlawan yang hadir dalam upacara peringatan Hari Pahlawan ini.(red/DBPers)