Categories
Polhukam

Diduga Lindungi Situs Judi Online, CBA Desak KPK Panggil Budi Arie

Koran Jurnal, Jakarta – Center for Budget Analysis (CBA) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera memanggil eks Menteri Kominfo, Budi Arie Setiadi alias Muni, terkait dugaan keterlibatan dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan situs judi online (judol).

Desakan ini muncul usai nama Budi Arie disebut-sebut dalam persidangan kasus TPPU dengan terdakwa Darmawati, istri dari Muhrijan alias Agus, yang menghadirkan Agus sebagai saksi kunci. Dalam keterangannya, Agus mengungkap bahwa Adhi Kismanto, terdakwa dalam kasus ini, merupakan tangan kanan Budi Arie saat menjabat sebagai Menteri Kominfo.

Direktur CBA, Uchok Sky Khadafi, menilai sudah saatnya KPK mengambil alih penanganan kasus ini dari Kejaksaan dan Kepolisian. “Ini bukan lagi semata kasus pidana judi. Sudah masuk ranah pencucian uang dan korupsi. Maka KPK harus turun tangan!” tegas Uchok dalam keterangannya kepada media, Minggu (8/6/2025).

Menurut Uchok, perkara-perkara korupsi yang menumpuk di Kejaksaan Agung justru akan menghambat penanganan cepat kasus besar seperti ini. Ia juga menyindir agar institusi penegak hukum tidak “masuk angin”.

Tak hanya mendesak pemanggilan Budi Arie, Uchok juga meminta KPK dan PPATK menelusuri asal-usul kekayaan mantan Menkominfo itu. Berdasarkan LHKPN 2023, harta kekayaan Budi Arie mencapai Rp102,1 miliar, yang terdiri dari tanah dan bangunan, kendaraan, surat berharga, hingga kas.

“PPATK pasti tahu transaksi-transaksi dan kekuatan uang yang mengalir ke Budi Arie. Kalau benar dia terlibat, harus bertanggung jawab. Jangan cuma enak duduk sebagai menteri, tapi yang dikorbankan anak buahnya,” sindir Uchok dengan nada tajam.

Setelah lengser dari Kominfo, kini Budi Arie Setiadi menjabat sebagai Menteri Koperasi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Namun masa lalu sebagai pejabat Kominfo di era Jokowi kini membayangi reputasinya.

“Kalau Adhi Kismanto adalah tangan kanan Muni di Kominfo, ya Muni tidak bisa lepas tangan begitu saja! KPK wajib panggil!” pungkas Uchok.(**)

Categories
Megapolitan

Pushidros TNI AL Gelar Sosialisasi Bahaya Judol dan Pinjol

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menggelar sosialisasi bahaya Judi Online (Judol) dan Pinjaman Online (Pinjol) bertempat di ruang serbaguna Pushidrosal, Jakarta Utara, Senin (28/4/2025).

Acara sosialisasi tersebut di buka oleh Asisten Personalia (Aspers) Danpushidrosal Kolonel Laut (P) Hendi Suhendi, S.E., CHRMP. yang diikuti oleh Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Pushidrosal.

Aspers Danpushidrosal dalam sambutannya mengatakan, perkembangan teknologi informasi saat ini membawa berbagai kemudahan dalam kehidupan kita. namun, di sisi lain, perkembangan tersebut juga membuka ruang bagi berbagai ancaman, salah satunya adalah maraknya praktik judi online dan pinjaman online ilegal. kedua hal ini telah terbukti membawa dampak negatif yang serius, tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi keluarga, institusi, bahkan bangsa dan negara.

Kegiatan sosialisasi ini sangat penting dan relevan, khususnya bagi kita sebagai prajurit TNI AL, yang dituntut untuk senantiasa menjaga kehormatan diri, keluarga, dan satuan. Kita harus membentengi diri dengan pengetahuan dan kesadaran, serta mampu menjadi agen perubahan yang mendorong lingkungan sekitar kita untuk menjauhi praktik-praktik ilegal tersebut.

Lebih lanjut, marilah kita sama-sama berkomitmen untuk menjaga integritas, kehormatan, dan profesionalisme sebagai prajurit pushidrosal, sekaligus menjadi pelopor dalam memerangi bahaya judi online dan pinjaman online ilegal.

Sosialisasi bahaya Judol dan Pinjol ini menghadirkan narasumber Pranata Komputer Ahli Madya Menhariq Noor, S.Kom, MT., Ketua tim pengendalian konten internet illegal perjudian, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi).

Dalam paparannya, narasumber menyoroti urgensi dan kompleksitas tantangan ruang digital di Indonesia, khususnya dalam penanganan konten ilegal seperti perjudian online, pinjaman online ilegal, dan penipuan daring, sehingga dengan regulasi ketat, penegakan hukum efektif dan seseorang memahami penggunaan teknologi digital dalam penggunaanya menjadi kunci penting dalam melindungi masyarakat dari jebakan pinjaman ilegal dan perjudian daring.(disp)