Categories
Bencana TNI

KSAU Tinjau Kesiapan Pendistribusian Bantuan Bencana Alam Sulbar dan Kalsel

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., meninjau langsung proses pendistribusian bantuan untuk membantu korban terdampak bencana alam di Mamuju, Majene Sulawesi Barat dan Banjarmasin Kalimantan Selatan, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/01/2021).

Kasau mengatakan TNI Angkatan Udara akan menyiagakan alutsistanya guna mengangkut pendistribusian. Adapun pesawat yang mengangkut bantuan terdiri dari pesawat C-130 Hercules, pesawat CN-295, Boeing dan juga Helikopter dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Lanud Abdulrachman Saleh Malang, dan Lanud Sultan Hasanuddin Makassar.

TNI Angkatan Udara telah melaksanakan pendistribusian ke lokasi bencana yaitu Mamuju dan Banjarmasin dengan total bantuan sebanyak 87 ton. Terdiri dari bantuan logistik dari Presiden RI, Kemensos, Basarnas, BNPB, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Panglima TNI dan instansi terkait lainnya.

Adapun Pendistribusian bantuan dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Banjarmasin, TNI Angkatan Udara, mendistribusikan bantuan seberat 32.700 kg berupa perahu karet dan bantuan logistik serta 216 personel yang terdiri dari petugas medis dan relawan, sementara untuk Mamuju, Majene akan didistribusikan sebanyak 52.000 kg bantuan logistik, 200 petugas medis serta relawan.

Selain itu TNI Angkatan Udara juga melaksanakan pendistribusian bantuan dari Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, ke Mamuju, Majene, berupa 3 ton logistik, mengevakuasi 225 pengungsi dari Mamuju menuju Makassar Sulawesi Selatan. Bantuan yang dibawa oleh pesawat TNI AU berupa perahu karet, selimut, peralatan medis, tenda lapangan serta bahan makanan siap saji.

Kedepannya TNI AU akan selalu membantu penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan lainnya, dengan harapan kehadiran TNI Angkatan Udara dapan membantu dan mempercepat proses evakuasi penanggulangan bencana.

Hadir pada kegiatan ini Asops Kasau Marsda TNI Henri Alfiandi, Pangkoopsau I Marsda TNI Tri Wibowo Budi, S.M.M., M.Tr (Han) , Kadispenau Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah S.Sos, dan Danlanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI TNI Dr. Ir. Purwoko Aji Prabowo, M.M., M.D.S.(disp/red)

Categories
Bencana TNI

KSAD Andika Perkasa Melepas Keberangkatan Prajurit TNI AD untuk Bantu Korban Bencana Kalsel dan Sulbar

Koran Jurnal, Jakarta -Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, S.E., M.A., M.Sc., M.Phil., PH.D. melepas keberangkatan para prajurit TNI Angkatan Darat yang akan melaksanakan misi kemanusiaan dengan menggunakan Kapal TNI AD ADRI L dan ADRI LI ke wilayah terdampak bencana alam banjir di Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan dan gempa di Mamuju Provinsi Sulawesi Barat, bertempat di Satang Air Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, Senin (18/01/2021).

Sebelum memberangkatkan personelnya, KSAD sempat memberikan pengarahan dan penekanan kepada personil TNI AD yang tergabung dalam misi kemanusian untuk membantu warga masyarakat yang terdampak bencana alam di banjir di Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan dan korban gempa di Mamuju Provinsi Sulawesi Barat.

Dalam pengarahannya, KSAD menyampaikan, “Misi kita adalah misi kemanusiaan yang sangat dibutuhkan, sampai dengan saat ini khususnya di Sulawesi Barat titik pengungsian masih bertambah dan ketersediaan makanan maupun pendistribusiannya perlu segera dibantu dan juga di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat sangat membutuhkan dedikasi dari kita. Karena tanpa kehadiran kita disana, mungkin akan lebih lambat atau mungkin ada korban yang yang tidak tertolong”, ujar KSAD.

Selain itu kita satu misi untuk membantu keluarga kita, masyarakat Indonesia yang ada di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat, dengan kehadiran Prajurit TNI AD disana diharapkan masyarakat dapat tertolong dan terbantu, maka kepada seluruh prajuritnya yang telah dipercaya untuk melaksanakan penugasan, agar melaksanakan dengan penuh semangat, mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan, menjaga nama baik Satuan,” tegas KSAD.

KSAD juga mengingatkan personelnya untuk tidak lupa berdoa dalam setiap pelaksanaan tugas, agar senantiasa diberikan kemudahan dan kelancaran, serta tetap laksanakan protokol kesehatan sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Adapun perlengkapan yang disediakan untuk membantu korban bencana banjir Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat berupa obat-obatan Mathub 56 Koli, Alkes 4 Koli, Crain Cargo 2 Unit, Trado 1 Unit, Dump Truck 24 Ton 1 Unit, Dump Truck 8 Ton 1 Unit, 1 Set Jembatan Acrow Tipe 1-1 10 Petak dan 1 Set Jembatan Compact Tipe 1-1 sebanyak 10 Petak. dan sekitarnya berupa ratusan bantuan logistik seperti Mi Instan 8.334 Dus, Beras 17,65 Ton, Minyak goreng 330 Dus, Susu 458 Dus, Sarden 108 Dus, Kopi 3 Dus, Air Mineral 657 Dus, Pop Mie Cup 1.528 Dus, Sarung 4 Koli, selimut 1500 pcs, gula 1 Ton, masker medis 1.252 box, terpal kebakaran 220 pcs, temulawak tab @200 720 box, pampers anak 64 dus, tikar plastik 525 pcs, Tenda 6 Pcs, Pakaian layak pakai 25 Karung, Biskuit 378 Dus, Bubur Bayi 300 Dus, Kecap Manis 103 Dus, Hand Sanitizer 84 Dus, Bantal 40 Pcs, Handuk 50 Pcs, sabun mandi 1000 pcs dengan jumlah total muatan 4.623 Koli.

Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman juga menyampaikan turut prihatin dan dukanya atas musibah yang melanda masyarakat Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat, Pangdam menyampaikan, “Kita TNI AD khususnya warga Kodam Jaya merasa terpanggil untuk membantu kesulitan rakyat, lebih-lebih yang sedang mengalami musibah saat ini, sudah sewajarnya dan seharusnya Kodam Jaya juga turut serta membantu kelancaran kegiatan yang dilaksanakan oleh Bpk.KSAD.”

Turut dalam acara melepas keberangkatan para prajurit TNI AD tersebut diantaranya, Asrena Kasad Mayjen TNI Hendrasto Joko Saksono, Asintel Kasad Mayjen TNI Teguh Arif Indratmoko, Asops Kasad Mayjen TNI Surawahadi, Aslat Kasad Mayjen TNI Harianto, Aspers Kasad Mayjen TNI Mulyo Aji, Aslog Kasad Mayjen TNI Jani Iswanto, Aster Kasad Mayjen TNI Nurchahyanto, Kapus Bekangad Mayjen TNI Isdarmawan Ganemoelijo, Danrem 052/Wkr Brigjen TNI Purwoko Hadi Wardhono, Dirum Pusiziad Brigjen TNI Jamallulael , Dircab Pusbekang-AD Brigjen TNI Agus Santoso, Dansatang-Air Kolonel Cba Winarno.(disp/red)

Categories
Militer TNI

Ketum Dharma Pertiwi Salurkan Bantuan kepada Masyarakat Korban Gempa Mamuju

Koran Jurnal, Mamuju – Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXV Makorem Koordinasi Cabang Korem 142 PD XIV/Hasanudin Ny. Sari Firman Dahlan menyerahkan bantuan dari Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto untuk korban gempa, bertempat di Stadion Manakarra Jl. Usman Jafar, Rimuku Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (17/01/2021).

Penyerahan bantuan dari Ketum Dharma Pertiwi  diserahkan secara simbolis oleh Ny. Sari Firman Dahlan kepada perwakilan masyarakat yang berada di wilayah Kelurahan Binangah, Kecamatan Mamuju, diantaranya kasur lipat, kain sarung, biscuit, sembako dan perlengkapan bayi.

Bantuan berupa sembako dan keperluan sehari-hari tersebut merupakan wujud nyata kepedulian sosial Dharma Pertiwi kepada masyarakat yang terkena musibah. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terkena musibah bencana gempa.

Bantuan dari Ketum Dharma Pertiwi tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang sedang tertimpa musibah akibat gempa bumi. Bapak Irfan salah satu warga yang menerima bantuan menyampaikan kegembiraannya dan ucapan terima kasih kepada Ibu Ketum Dharma Pertiwi. “Saya merasa bahagia karena sudah dibantu, terima kasih bantuannya sangat berarti bagi kami,” ucapnya.

Kegiatan penyerahan bantuan di hadiri pula oleh Pengurus Jalasenastri Cabang 5 Koorcab VI DJA II  Lanal Mamuju dan Pengurus PIA Ardhya Garini Detasemen AU Mamuju beserta Pengurus lainnya.(Pusp/red)

Categories
Bencana Ragam

Kemensos Dirikan 6 Dapur Umum di Sulawesi Barat

Koran Jurnal, Mamuju – Kementerian Sosial (Kemensos)  membangun enam posko dapur umum (dumlap) bagi korban gempa. Enam dapur umum tersebut dua berasal dari Provinsi Sulawesi Barat, sedangkan satu dari Provinsi Sulawesi Selatan dan tiga dari Provinsi Sulawesi Tengah.

Fasilitas itu untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi para penyintas gempa di Kabupaten Majene dan Mamuju.

“Seluruh masakan kita sebarkan ke lokasi pengungsi atau bagi yang lokasi pengungsianya dekat bisa langsung mengambil,” jelas Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos, M Safii Nasution, di Sulbar, Minggu pagi (17/01/2021).

“Satu mobil dapur umum lapangan dapat memasak 2000 masak makanan. Sehari kita salurkan 2 kali. Jadi total nya mencapai 24.000,” ungkap Safii.

Menurut dia, rencananya posko dapur umum difokuskan di satu titik, yakni Kantor Gubernur. Hal ini demi distribusi dan komunikasi berada dalam satu komando. Selanjutnya makanan akan didistribusikan ke 97 posko pengungsian yang terdaftar di Dinas Sosial, Sulbar.

“Untuk memudahkan pengontrolan Gubernur minta semua dapur umum dalam satu titik yaitu di kantornya,” tambah Safii.

Safii menyebut situasi di Sulawesi Barat  belum sepenuhnya kondusif. Namun, pemerintah berupaya semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan dasar seluruh korban.

Kumpulkan Pengungsi di Stadion

Tersebarnya titik pengungsian di Kabupaten Mamuju dan Majene menyulitkan distribusi makanan dan bantuan lainnya. Untuk itu, bagi pengungsi yang berada di Kabupaten Mamuju, Kemensos bersama Pemprov Sulbar mengambil kebijakan mengumpulkan mereka dalam satu lokasi yaitu di stadion Manakarra, Mamuju.

Untuk menghindari penyebaran covid 19, Safii mengaku telah mengirimkan tenda pengungsi covid 19 yaitu tenda yang menggunakan pembatas dan adanya ventilasi disetiap ruangnya.

“Kita siapkan 10 tenda untuk sementara dan bisa nambah tergantung jumlah pengungsi,” tegasnya.

Selain itu, Kemensos juga menyediakan genset untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi pengungsi.

“Kita juga pastikan semua kebutuhan listrik terpenuhi. Masyarakat bisa ngecarge HPnya agar mereka bisa berkomunikasi dengan keluarganya,” lanjut Safii.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Sulawesi Tengah Mumu Suherlan mengaku membawa tiga mobil dapur umum lapangan (Dunlap) yaitu dari mobil dunlap propinsi, Kabupaten Donggala dan Sigi untuk membantu penyediaan makanan korban gempa di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

“Kita berangkat hari Jumat pagi jam enam setelah mendapat arahan dari Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazaeuddin, dengan menempuh perjalanan 12 jam dari kota Palu,” jelas Mumu.

Selain mengerahkan Dulap, dikatakan Mumu dinsos Sulteng juga mengerahkan pilar sosial seperti Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Tagana guna memasak makanan siap saji bagi pengungsi dan relawan yang membantu evakuasi korban gempa.

“Kita bawa 9 TKSK dan 40 Tagana dari Sulteng. Semua kita kerahkan untuk bantu penyediaan makanan di tiga titik Dunlap^, tambah Mumu.

Sementara Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan korban jiwa akibat gempa Magnitudo 6,2 di Sulawesi Barat bertambah menjadi 56 orang.

Selain itu, terdapat 637 korban luka di Kabupaten Mejene dengan perincian 12 orang luka berat, 200 orang luka sedang, dan 425 orang luka ringan. Di Kabupaten Memuju, 189 orang mengalami luka berat dan menjalani rawat inap.(hum/red)

Categories
Ragam

Sebanyak 56 Orang Meninggal Akibat Gempa M6,2 di Sulawesi Barat

Koran Jurnal, Jakarta – Berdasarkan data per 16 Januari 2021 pukul 20.00 WIB, Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa M6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat di Provinsi Sulawesi Barat menjadi 56 orang, dengan rincian 47 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan sembilan orang di Kabupaten Majane.

Selain itu, terdapat 637 korban luka di Kabupaten Majene dengan rincian antara lain 12 orang luka berat, 200 orang luka sedang dan 425 orang luka ringan. Sedangkan di Kabupaten Mamuju terdapat 189 orang mengalami luka berat atau rawat inap.

BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju serta Kabupaten Polewali Mandar terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan TNI – Polri, Basarnas serta relawan maupun instansi lainnya dalam proses evakuasi masyarakat terdampak.

Pusdalops BNPB memutakhirkan informasi saat ini bahwa aliran listrik di Kabupaten Majene sebagian sudah menyala. Sedangkan aliran listrik di sebagian wilayah Kabupaten Mamuju sudah dapat dialiri listrik sedangkan setengahnya masih mengalami gangguan.

Selanjutnya, jalur darat yang menghubungkan Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju, Provonsi Sulawesi Barat (Sulbar) kembali pulih dan dapat dilalui kendaraan pada Sabtu (16/01/2021) sore.

Adapun jalur tersebut dapat kembali dibuka setelah Dandim 1401/Majene, Letkol Inf Yudi Rombe dari Komando Daerah Militer (Kodam) XIV/Hasanuddin, menugaskan Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 8/SMG untuk membuka akses menggunakan alat berat.

BNPB telah menyerahkan bantuan awal untuk operasional kebutuhan pokok penanganan Gempabumi Sulawesi Barat sebesar 4 miliar Rupiah pada hari ini, Sabtu (16/1). Bantuan tersebut diserahkan sebesar 2 miliar rupiah untuk Provinsi Sulbar dan masing-masing 1 miliar rupiah untuk Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

Selain itu, BNPB juga telah mendistribusikan 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 pcs masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit Genset 5 KVA.

Pada Sabtu (16/1) pukul 06.32 WIB, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan telah kembali terjadi gempabumi dengan kekuatan M5,0 di Kabupaten Majene. BMKG juga memprakirakan gempa susulan masih akan terjadi. Untuk itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada terkait adanya potensi gempa susulan yang berkekuatan signifikan.

BNPB juga mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan dengan tebing curam untuk waspada terhadap longsoran dan reruntuhan batu. Selain itu, bagi yang tinggal di kawasan pantai atau pesisir, diharapkan untuk selalu waspada dan segera menjauhi pantai apabila merasakan adanya gempa susulan.

Masyarakat diminta untuk dapat mengikuti informasi resmi dan tidak mudah percaya dengan segala informasi yang belum jelas sumbernya. Masyarakat juga diimbau untuk tidak percaya berita bohong atau hoax mengenai prediksi dan ramalan gempabumi yang akan terjadi dengan kekuatan lebih besar dan akan terjadi tsunami.

Masyarakat juga dapat mengikuti perkembangan informasi kegempaan melalui BMKG dan portal InaRisk untuk mengetahui potensi risiko bencana yang ada disekitar tempat tinggal.(pus/red)

Categories
TNI

Panglima TNI Tinjau Korban Gempa dan Serahkan Bantuan Presiden Jokowi di Mamuju Sulbar

Koran Jurnal, Mamuju – Setelah meninjau dan menyerahkan Bantuan Presiden Jokowi di Kalsel, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., langsung bertolak ke Kabupaten Majene, Mamuju Sulawesi Barat, Sabtu (16/01/2021).

Adapun tujuan dari Panglima TNI untuk meninjau, melihat dan mendengar langsung masyarakat yang terkena musibah bencana gempa bumi dengan kekuatan 6,2 SR dan telah memakan korban jiwa. Dalam kesempatan itu pula, Panglima TNI menyerahkan bantuan Presiden Joko Widodo sebanyak 10.000 Paket Sembako.

Sebelumnya, pada Jum’at 15 Januari 2021 Panglima TNI telah memerintahkan jajaran TNI untuk menerjunkan Prajurit dan bantuan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) untuk membantu korban gempa di lokasi tersebut.

Kegiatan diawali Panglima TNI dengan mengunjungi Posko pengungsian di Kantor Gubernur Sulawesi Barat dan menerima penjelasan dari Komandan Korem 142/Tatag Brigjen TNI Firman Dahlan, S.I.P., terkait situasi dan kondisi terkini di wilayah Sulbar Pasca Gempa dan secara simbolis menyerahkan bantuan Paket Sembako dari Presiden Jokowi yang nantinya akan diberikan 10.000 paket.

“Saat ini TNI terus mempersiapkan langkah-langkah berikutnya, langkah evakuasi korban sudah dilaksanakan. Kemudian langkah berikutnya adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban, untuk itu dalam beberapa hari nanti akan kita hadirkan KRI  dr. Soeharso, kebetulan saya lihat Lanal kondisinya bagus tidak ada kerusakan. Bagi korban patah tulang, termasuk korban-korban akibat yang lain bisa dirawat atau dioperasi apabila perlu di KRI Soeharso,” terang Panglima TNI.

Lebih lanjut Panglima TNI menekankan kepada jajaran, untuk para korban juga harus dipersiapkan bantuan sembako yang saat ini sudah mulai berdatangan, baik dari Jakarta melalui jalur udara dan dari wilayah-wilayah sekitar Mamuju.

“Yang perlu diperhatikan adalah sistem distribusi bantuan yang saat ini sedang berjalan, harus benar-benar diamankan mulai dari pemberangkatan sampai menuju wilayah Mamuju,” ujarnya.

Panglima TNI menekankan pengawalan dari aparat TNI-Polri sampai bantuan tersebut  benar-benar sampai ke gudang dan petugas segera mendistribusikan karena masyarakat memerlukan bantuan tersebut.

“Kemudian yang berikutnya adalah bagaimana kita bersama untuk menormalkan kembali kebutuhan-kebutuhan masyarakat akan bahan bakar, kita lihat tadi masih adanya antrian kendaraan dan tugas kita adalah untuk berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menormalkan kembali, sehingga kebutuhan bahan bakar minyak khususnya bisa terdukung dengan baik dan termasuk juga kebutuhan akan listrik,” kata Panglima TNI.

Permasalahan-permasalahan lain contohnya beberapa gedung juga dalam kondisi hancur, Panglima TNI menginstruksikan kepada Pangdam, Danrem untuk menggerakkan anggota untuk membersihkan puing-puing dan juga akan dibantu dari Batalyon Zeni.

“Semoga tidak terlalu lama kita bisa menyelesaikan permasalahan yang ada di Mamuju ini dengan baik dan aktifitas perekonomian di Mamuju juga bisa berjalan dengan baik,” harap Panglima TNI.

Kegiatan dilanjutkan Panglima TNI dan rombongan meninjau RSUD Sulawesi Barat yang saat ini banyak menampung korban gempa. Di tempat ini Panglima TNI berdialog langsung dengan beberapa tenaga medis dan meninjau tenda-tenda darurat tempat perawatan korban. Setelah dari RSUD Sulawesi Barat, Panglima TNI mengunjungi Stadion Manakara untuk berdialog dengan korban gempa.

Panglima TNI juga membawa bantuan berupa, 7 Unit Tenda TNI, 1200 Tikar Plastik, 1000 selimut, 1000 dus mie instan, 2000 sarung, 100.000 masker medis, 170 box obat obatan, 432 box vitamin dan 300 dus air mineral botol.(Pusp/red)

Categories
Militer TNI

TNI Temukan 188 Jenazah di Reruntuhan Perumahan Warga Balaroa Palu

Koranjurnal.co.id, Sulawesi Tengah – Memasuki hari ke-11 pasca bencana  gempa bumi dan tsunami yang menerjang Kota Palu, Kabupaten  Donggala dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, prajurit TNI yang tergabung dalam  Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) masih terus melakukan pencarian dan evakuasi korban, baik yang masih hidup maupun sudah meninggal dunia.

Salah satu lokasi pencarian dan evakuasi korban yang dilakukan oleh prajurit TNI Kogasgabpad yaitu Perumahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Sulawesi Tengah, yang mengalami kerusakan sangat parah akibat guncangan gempa bumi dan tsunami beberapa waktu lalu.

Di lokasi Perumahan Balaroa, Kogasgabpad menerjunkan 249 personel dari Batalyon Infanteri Para Raider 432/Waspada Setia Jaya (Yonif Para Raider 432/WSJ) Divisi 3/Kostrad dibawah pimpinan Mayor Inf Gustiawan yang  bertanggung jawab di sektor perumahan  tersebut,

Komandan Yonif Para Raider 432/WSJ Mayor Inf Gustiawan, Selasa (09/10/2018) mengatakan bahwa pencarian korban di reruntuhan Perumahan Balaroa sangat menyulitkan, hal ini dikarenakan banyaknya puing-puing bebatuan yang hancur total akibat gempa bumi berkekuatan 7,4 skala richter.

“Pencarian yang dilakukan selama 11 hari oleh TNI dibantu Basarnas dan relawan beserta warga setempat berhasil  menemukan 188 korban meninggal dunia. 188 jenazah tersebut terdiri dari 150 dewasa dan 38 anak-anak,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Mayor Inf Gustiawan bahwa pencarian dan evakuasi korban di Perumahan Balaroa dibantu dengan menggunakan 13 unit alat berat milik TNI, terdiri dari 11 unit excavator dan dua unit bulldozer.

“Alat berat tersebut sangat membantu TNI, Basarnas, relawan dan warga masyarakat setempat dalam mempercepat proses pencarian dan  evakuasi korban di bawah reruntuhan bangunan,” jelasnya.

Selanjutnya Komandan Yonif Para Raider 432/WSJ Mayor Inf Gustiawan menyampaikan bahwa di sektor Balaroa yang menjadi wilayah tanggung jawabnya,  para personel TNI dibagi menjadi dua tim yaitu tim pencarian & evakuasi korban  dan tim pengamanan yang bertugas mengamankan sektor perumahan Balaroa.

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dan menjaga agar tidak terjadi tindakan kriminal dari orang-orang  yang tidak bertanggung jawab di sektor perumahan Balaroa.

“Beberapa hari lalu, tim pengamanan berhasil menangkap tiga orang pelaku pencurian di perumahan tersebut yang ditinggal mengungsi oleh penghuninya,”  ungkapnya.

“Para pencuri menyamar menjadi warga setempat dan mengambil barang-barang dari rumah kosong. Belum sempat melarikan diri, para pencuri berhasil diamankan personel TNI selanjutnya pelaku diserahkan kepada Polsek Palu,”  kata Mayor Inf Gustiawan.(red/Pusp)