Categories
Uncategorized

Prajurit TNI AL Terus Dikerahkan Bantu Masyarakat Cianjur

Koran Jurnal, Jakarta – Merespon cepat bencana alam yang terjadi di Cianjur, hingga saat ini prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) terus dikerahkan guna membantu masyarakat terdampak gempa bumi, di Cianjur Jawa Barat, Rabu (23/11) kemarin. Di lokasi yang mengalami bencana cukup parah, Prajurit TNI AL terus melaksanakan pencarian, evakuasi serta pendistribusian bahan bantuan bagi masyarakat.

Di daerah sektor 1 Kecamatan Warung Kondang, puluhan prajurit Marinir TNI AL mengevakuasi masyarakat yang terdiri dari balita serta manula ke tempat pengungsian yang disiapkan akibat pemukimannya yang hancur karena gempa berkekuatan 5.6 Skala Richter, yang melanda Cianjur.

Gelombang pengerahan pasukan hingga kini terus di konsentrasikan ke lokasi terdampak bencana sejak Senin lalu, tercatat TNI AL mengerahkan lebih dari 500 prajurit, dan akan terus bertambah guna merespon peristiwa bencana alam yang terjadi. Selain itu, tim kesehatan TNI AL yang diterjunkan telah menangani lebih dari 150 masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, maupun cidera akibat musibah ini.

Prajurit TNI AL yang berada di Cianjur dikerahkan ke lima titik lokasi yaitu Warung Kondang, Cilaku, Gekbrong, Cianjur Kota, serta di wilayah Desa Gasol Cianjur. Selain melaksanakan pendistribusian bantuan bagi masyarakat terdampak bencana alam, pengerahan pasukan TNI AL juga dilengkapi dengan rumah sakit lapangan yang mampu menampung hingga 100 orang pasien, lengkap dengan alat operasi dan ruang ICU.

Sejumlah alat berat juga dikerahkan oleh TNI AL seperti unit excavator maupun buldozer, dump truk serta trailer yang diharapkan dapat segera memberikan bantuan evakuasi para korban bencana yang saat ini masih terisolasi.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono telah memerintahkan jajarannya untuk mengerahkan seluruh kekuatan dan sumberdaya yang dimiliki dalam membantu masyarakat terdampak sehingga dapat mengurangi penderitaan rakyat yang mengalami cobaan ini.(disp)

Categories
Daerah Jurnal Lain-lain

Kepala BNPB Letjen Suharyanto Sambangi Pengungsi Gempa dan Bagikan Sembako di Stadion Manakarra Mamuju

Koran Jurnal, Mamuju – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., menyambangi lokasi pengungsian warga di Stadion Manakarra, Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (9/6/2022).

Pada peninjauan tersebut, Suharyanto berkeliling melihat kondisi tenda-tenda yang didirikan setelah terjadi gempa bumi M 5.8 Mamuju pada Rabu (8/6). Sesekali, Suharyanto melakukan dialog singkat dengan warga yang mengungsi untuk mendapatkan informasi penting di lapangan.

Dalam dialog tersebut, Suharyanto mendapati kesaksian warga yang merasa masih trauma dengan gempa bumi M 6.2 Mamuju pada Januari 2021 lalu. Kepala BNPB meminta agar masyarakat tidak larut dalam ketakutan, dan kembali ke rumah masing-masing dengan tetap waspada.

Kepala BNPB menyampaikan bahwa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memastikan gempa bumi M 5.8 kemarin tidak berpotensi tsunami. Di sisi lain, gempa susulan juga minim terjadi dengan kekuatan yang semakin kecil. Sehingga masyarakat dipastikan aman apabila kembali ke rumah, dengan catatan tetap harus waspada karena Mamuju dan wilayah Sulawesi Barat merupakan daerah rawan gempa bumi sedang hingga tinggi.

“Sudah. Tidak usah panik, ya bapak dan ibu. Sudah aman. Tidak ada tsunami,” kata Suharyanto.

Pada kesempatan itu Suharyanto juga menyerahkan bantuan logistik dan permakanan yang langsung dapat dimanfaatkan oleh warga. Beberapa jenis bantuan yang diserahkan itu berupa tenda pengungsi 10 unit, makanan tambahan gizi 174 paket, paket perlengkapan bayi 110 paket, perlengkapan keluarga 68 paket, masker 3.600 lembar, kantong jenazah 65 lembar, selimut 500 buah, matras 300 buah hingga rendang sebanyak 300 paket. Selain itu, Suharyanto juga menyampaikan dukungan untuk dapur umum berupa beras ukuran 5 kg sebanyak 500 paket, mie instan 500 dus dan air mineral 500 dus.

“Logistik yang kami bawa ini langsung bisa digunakan. Sehingga kami pastikan kebutuhan dasar bagi warga pengungsian ini bisa dipenuhi,” jelas Suharyanto.

Stadion Manakarra telah menampung sebanyak kurang lebih 1.185 warga atas gempa bumi M 5.8 kemarin. Tim gabungan dari unsur forkopimda telah mendirikan beberapa tenda darurat guna tempat evakuasi sementara, dapur umum, posko kesehatan dan tenda khusus trauma healing bagi anak-anak.

Hasil kaji cepat dan pendataan sementara di Kabupaten Mamuju ada 70 unit rumah rusak akibat terdampak gempa bumi M 5.8, 1 tempat ibadah rusak dan 4 gedung pemerintah rusak. Sementara itu 17 orang harus dilarikan ke RS Bhayangkara karena mengalami luka-luka terkena reruntuhan bangunan saat terjadi gempa bumi.(pusd)

Categories
TNI

TNI AL- ACT Jawa Barat Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana Alam Sulbar dan Kalsel

Koran Jurnal, Bandung – TNI Angkatan Laut melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Bandung bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bandung Jawa Barat ikut menyukseskan pengiriman armada kemanusiaan berupa puluhan ton bantuan logistik pangan dan sandang yang dihimpun dari bantuan para donatur untuk saudara sebangsa yang tertimpa bencana alam di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan. Puluhan ton bantuan tersebut diberangkatkan dari Mako Lanal Bandung, Jalan Aria Jipang 8, Citarum, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (26/01/2021).

Armada kemanusiaan berupa bantuan logistik tersebut dilepas oleh Komandan Pangkalan TNI AL Bandung Kolonel Laut (P) Batos Leksono didamping Ketua Cabang 9 Korcab III DJA I Ny. Batos Leksono dan Head Regional ACT Jawa Barat Renno I. Mahmoeddin menuju Distribution Center ACT di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Nantinya, bantuan logistik tersebut akan disatukan dengan ribuan ton bantuan logistik dari ACT cabang se-Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

Pasca terjadinya gempa berkekuatan 6,2 magnitudo dipuluhan kecamatan di Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat, dan banjir yang merendam 11 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, puluhan ribu masyarakat terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Kondisi para pengungsi tidak hanya serba kekurangan, namun juga terancam paparan virus Covid-19. Untuk itu, dibutuhkan kerjasama yang kuat dalam memenuhi kebutuhan para penyintas bencana Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan.

Kapal Kemanusiaan membawa total 1.000 ton logistik bantuan terdiri atas 500 ton beras yang dikumpulkan dari Lumbung Pangan Wakaf (LPW) Global Wakaf – ACT, dan 500 ton sisanya terdiri dari Air Minum Wakaf, pangan, sandang, selimut, kebutuhan medis dan kebutuhan logistik lainnya yang terkumpul dari seluruh cabang ACT di Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.

Kapal Kemanusiaan tersebut akan berangkat pada Rabu(27/1) dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, DKI Jakarta ke Pelabuhan Belang-Belang, Mamuju, Sulawesi Barat. Sesuai jadwal Kapal Kemanusiaan ACT akan tiba di Sulawesi Barat pada Senin (1/2) dan secara bertahap didistribusikan ke 74 posko kemanusiaan ACT di Majene dan Mamuju untuk dibagikan merata kepada ribuan korban yang masih mengungsi. Selanjutnya akan berlayar ke Kalimantan Selatan untuk mendistribusikan bantuan ke 29 posko kemanusiaan ACT yang tersebar di 10 kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Danlanal Bandung mengatakan bahwa ini merupakan kegiatan yang luar biasa, peduli terhadap kemanusian, TNI AL dalam hal ini Lanal Bandung selalu siap mendukung kegiatan tersebut. Kebetulan ACT bekerjasama dengan TNI AL sudah seringkali berupa penyaluran bahan logistik kepada masyarakat terdampak bencana dengan menggunakan alutsista yang ada. Ini menunjukkan TNI AL peduli terhadap segala permasalahan yang ada di masyarakat. Sebagai anak negeri, inilah pembuktian bahwa kita bisa bergerak bersama selamatkan bangsa dengan melayarkan Kapal Kemanusiaan. Karena bangsa Indonesia adalah bangsa penggerak kebaikan, bangsa yang peduli, saling tolong menolong dan membantu sesama.

Pada kesempatan tersebut ACT Jawa Barat berterima kasih setulus-tulusnya kepada Danlanal Bandung, puluhan mitra dan ratusan sahabat dermawan yang sudah mendukung berlayarnya kembali Kapal Kemanusiaan ACT untuk menguatkan saudara sebangsa yang tengah dirundung duka mendalam.(disp/red)

Categories
Bencana TNI

Satgas Kesehatan TNI Bantu Proses Persalinan Warga Korban Gempa Sulbar

Koran Jurnal, Sulbar – Satuan Tugas (Satgas) Kesehatan TNI dari Batalyon Kesehatan tiga Matra TNI kembali melaksanakan aksi kemanusiaan membantu proses persalinan warga Korban gempa bumi di Mamuju Sulawesi Barat.

Tiga dokter dari tim kesehatan TNI yakni Letda Ckm dr. Alfred Doni Purba (Yonkes 1 Kostrad), Letda Laut (K) dr. Andre Prasetyo Mahesya (Yonkes-1 Marinir) dan Letda Kes dr. M. Ibnu Fazar SP (Yonkes AU) dibantu oleh dr. Wulan (Puskesmas Rangas) dan Bidan di Posko Puskes TNI yang berada di Komplek Kantor Gubernur Sulbar, Jl. Abdul Malik Pattana Endeng Kelirahan Rangas, Kec. Simboro, Kab. Mamuju, Sulawesi Barat berhasil yang membantu proses persalinan ibu Nurdah dengan baik dan lancar, Sabtu (23/01/2021).

Ibu Nurdah, salah satu pengungsi yang tinggal di kluster pengungsian kantor Gubernur Sulbar, pada pukul 18.00 WITA didampingi suami dan dokter dr. Puskesmas mendatangi posko kesehatan TNI dan menyampaikan keluhan kalau ketuban pasien sudah pecah. Selanjutnya setelah diperiksa ternyata benar dan tim Satgas langsung menyiapkan peralatan untuk proses persalinan.

Proses persalinan berlangsung dari pukul 20.00 hingga pukul 21.15 WITA berjalan lancar dan sukses. Bayi lahir jenis kelamin perempuan dengan proses persalinan normal.

Pasutri ibu Nurdah dan bapak Udin yang dikaruniai bayi perempuan tersebut adalah anak ke enam dan berterima kasih kepada tim Kesehatan TNI yang telah membantu proses persalinan. “Terima kasih banyak saya ucapkan bagi TNI dan semua yang bertugas di kantor Gubernur atas bantuannya,” ucap ibu Nurdah.

Letkol Ckm Ngatmin, Amk selaku Dansatgas Kes TNI mengatakan bahwa setelah proses persalinan selesai sang ibu dan bayi dirujuk ke RS Regional Provinsi untuk dilaksanakan observasi dan untuk mendapatkan perawatan selanjutnya.

“Proses evakuasi menggunakan mobil ambulan dari Puskesmas Tabulahan Kabupaten Mamasa yang tergabung dalam klaster kesehatan bersama satgas kesehatan TNI,” katanya.

Selanjutnya, hari ini Tim Satgas Kesehatan TNI dipimpin Letda Kes dr. Ibnu mengunjungi rumah ibu Nurdah sambil membawa bantuan perlengkapan bayi berupa susu, baju, popok, botol dot, tisue basah dan keperluan lainnya.

“Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada TNI yang telah memberi kami bantuan berupa perlengkapan bayi,” kata ibu Nurdah.(Pusp/red)

Categories
Bencana TNI

TNI AL Gelar Doa Bersama untuk Korban Bencana Alam

Koran Jurnal, Jakarta – Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa diawal tahun 2021, Bangsa Indonesia dilanda berbagai bencana seperti kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di Perairan Pulau Laki Kepulauan Seribu, gempa Mamuju-Majene Sulawesi Barat, tanah longsor di Sumedang Jawa Barat, banjir di Kalimantan Selatan, banjir bandang di Bogor Jawa Barat dan bencana lainnya dibeberapa wilayah yang melanda masyarakat Indonesia.

Untuk itu, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., menghimbau kepada seluruh Pimpinan Kotama untuk menggelar doa bersama secara serentak usai Sholat Jumat.

Menindaklanjuti hal tersebut, Panglima Koarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M., yang sedang on board di KRI Semarang-594 dalam rangka acara tabur bunga di laut bersama keluarga korban Sriwijaya Air 182 di Perairan Pulau Laki Kepulauan Seribu memanfaatkan moment tersebut untuk menggelar doa bersama usai Sholat Jum’at, (22/01/2021).

Kegiatan yang sama juga dilaksanakan di Mako Koarmada I, untuk Personel yang beragama Islam di Masjid Al Muttaqin, Agama Nasrani di Gereja Bahtera Kasih, dan Agama Hindu di Pura Graha Santhi.

Pangkoarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari himbauan Kasal untuk menggelar doa bersama yang bertujuan untuk memanjatkan doa kepada korban bencana agar amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.

“Bagi masyarakat yang dilanda bencana gempa dan banjir yang masih bertahan ditempat pengungsian agar senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan serta kesabaran. Semoga bencana yang terjadi dibeberapa daerah wilayah Indonesia akhir-akhir ini segera berakhir dan kita bisa bangkit kembali,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam menghadapi berbagai bencana tersebut, TNI AL telah turun langsung ke lapangan untuk membantu korban bencana baik sebagai tenaga SAR, tenaga kesehatan maupun bergerak dalam penyaluran bantuan ke lokasi bencana dengan menggunakan KRI.

“Semoga apa yang kita lakukan dapat membantu dan meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah,” tuturnya.(disp/red)

Categories
Bencana TNI

TNI dan Pemda Distribusikan Bantuan Bencana Gempa di Sulawesi Barat secara Merata

Koran Jurnal, Jakarta – Bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa di Kabupaten Majene Sulawesi Barat telah didistribusikan secara merata oleh TNI dan Pemda serta dibantu relawan hingga ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

Hal ini menjawab adanya informasi bahwa bantuan tersebut tidak sampai kepada masyarakat di beberapa wilayah yang terdampak bencana, salah satunya Desa Lombang Timur, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Menyikapi hal ini, Jum’at (22/1/2021) Komandan Kodim 1401/Majene Letkol Inf Yudi Rombe mengecek langsung ke lapangan dan berkoordinasi dengan Camat Malunda Bapak Salahuddin, S.Sos. guna mengklarifikasikan berita tersebut.

Camat Malunda  mengatakan bahwa bantuan yang disalurkan oleh pihak TNI dan Pemda serta para relawan telah menjangkau seluruh wilayahnya bahkan wilayah yang sulit dijangkau oleh alat transportasi darat seperti Desa Ulumanda. Bantuan logistik juga disalurkan menggunakan Helikopter.

“Terkait adanya informasi yang mengatakan bantuan tidak sampai kepada masyarakat Malunda, informasi tersebut tidak benar,” ujarnya.

“Masyarakat saya sendiri mengatakan bahwa bantuan yang diterima sangat berlebih sampai bertumpuk-tumpuk seperti mie instan, telur dan kebutuhan-kebutuhan lainnya,” tambah Salahuddin.

Pada kesempatan yang sama, Dandim 1401/Majene Letkol Inf Yudi Rombe selaku Dansatgas Bencana Gempa di Majene mengatakan bahwa anggotanya bersama stakeholder sudah mendistribusikan semua logistik dari komando atas dan dari para donatur. “Kami sudah menyalurkan bantuan sesuai prosedur termasuk kepada 5 desa yang terisolir dengan menggunakan Helikopter milik BNPB,” katanya.

“Semua bantuan kami serahkan kepada Camat, kemudian dari Camat diserahkan kepada Kepala Desa atau Kepala Dusun. Bantuan yang diberikan habis terbagi rata kepada masyarakat yang terdampak bencana dan kami selalu mengevaluasi semua kegiatan ini untuk mencapai hal yang lebih baik,” ucap Dandim 1401/Majene.(Pusp/red)

Categories
TNI

3 Kapal TNI AD Angkut Bantuan Kemanusiaan Menuju Kalsel dan Sulbar

Koran Jurnal, Jakarta – TNI AD mengerahkan tiga Kapal TNI AD (ADRI 50, ADRI 51, ADRI 52) yang mengangkut personel, bahan-bahan logistik, peralatan RS Lapangan serta alat berat guna membantu korban bencana alam di Kalimantan Selatan maupun Sulawesi Barat.

Total bantuan logistik maupun perlengkapan dan peralatan penunjang lainnya terdiri dari beras 74.654 kilogram (74,6 ton), mie instan 14.109 dus, minyak goreng 1.214 dus, Sarden/makanan kaleng 134 dus, biskuit 801 dus, susu 654 dus, vitamin 25 dus, air mineral 967 dus, tenda 28 unit, terpal 61 lembar, alas tidur/matras 251 lembar, masker medis 57 boks, perlengkapan ibadah 639 dus, sanitizer 144 dus, alat mandi 52 dus, pampers dan pembalut 224 dus, selimut 696 lembar, kopi 11 dus, gula 556 kg, kecap 50 dus, obat 4 dus, botol susu 1 dus, makanan bayi 255 dus, handuk 2 koli, paket sembako 1.122 paket, APD 9 koli, tissue 1 dus, sandal 1 dus, alat pertukangan dan genset 18 unit, sarung bantal 1 dus, jaket loreng 2 koli, aneka minuman 26 dus dan toren air kapasitas 1005 liter 4 buah.

Selain itu, barang maupun kendaraan yang diangkut adalah alat kesehatan 111 koli, peralatan perhubungan 28 koli, peralatan dapur lapangan 56 koli, tenda serba guna 2 koli, pemanas Naraga 11 koli, Naraga 312 koli, Truk Fuso 5 ton 1 unit, Truck NPS 2,5 Ton 3 unit, Dump Truck Hino 2 unit (berisi jembatan bailey), Crane Cargo 2 unit, Truck Trado 1 unit (berisi Jembatan bailey).

Peralatan pendukung lain yang juga dikirim adalah HT Icom 100 buah, repeater link icom 2 set, radio SSB 2 set, accu 120 ah 10 buah, solar cell 1000 watt 6 buah, solar cell arjuna 25 buah, veldbed alumunium dan selimut 1.000 set, meja lapangan 120 buah, kursi lapangan 60 buah, tenda serba guna 8 set, kompor T-50 12 set, alat dapur lapangan 34 Item 12 set, ompreng 1.500 buah, 1 truck tangki air, 1 hilux kendaraan dansatgas, 2 unit sepeda motor, jembatan acrow panel 1 set (13 petak), alat berat excavator PC 70 4 unit, backhoe loader 2 unit, truck cargo 2 unit, dump truck 2,5 ton 2 unit, truck tangki air 1 unit, mobil RO 1 unit, sepeda motor trail 6 unit dan mobil Mitsubishi Strada 1 unit.

Untuk Kapal ADRI 52 yang diberangkatkan pada hari Selasa (19/1/2021) dari tempat yang sama mengangkut 194 personel termasuk 38 ABK Kapal terdiri dari 142 personel dari Yonkes 2 Kostrad, personel Puskesad, personel Perhubungan, personel Pembekalan dan Angkutan, personel Dispenad serta juga membawa bantuan logistik yang dibutuhkan para korban terdampak bencana.

Rumah Sakit Lapangan yang diangkut Kapal ADRI 52 berkapasitas perawatan 100 tempat tidur & terdiri dari 146 unit alat kesehatan, 45 unit perlengkapan kesehatan, 22 set tenda type 54, 6 set tenda type 36, 1 set modul laboratorium, 1 set modul emergency, 1 set modul CSSD, 1 set modul perawatan, 1 set modul farmasi, 1 set modul OK, 1 set modul ICU. Selain itu untuk mendukung operasional rumah sakit lapangan didukung dengan 1 unit ambulans, 9 unit truck logistik, 2 unit truck boks, 1 unit kendaraan Danyon, 1 unit dapur lapangan, 1 unit water treatment, 2 unit genset, 28 set Rigid Floor, 28 unit AC, 1 unit cool box, 1 unit forklift, 1 set panel listrik, 1 unit truck tanki BBM, 2 unit kendaraan sanitary, 12 unit truck logistik, 1 unit truck fuso dan alat perhubungan berupa 1 set SSB dan 35 unit HT WLAN serta lighting tower 3.

Bantuan ini selain dari pengadaan TNI AD juga didapatkan dari sumbangan beberapa Filantropis diantaranya Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, PT. Sritex, PT. Cimory, PT. Tribangun Semesta, Indofood, PT. Mayora, Budha Tzu Chi, Artha Graha Peduli dan beberapa pihak donatur lainnya.

Kapal ADRI 51 telah tiba di Pelabuhan Fery Simboro, Mamuju, kemarin (Kamis, 21 Januari) pada pukul 15.30 WITA, kemudian Kapal ADRI 50 juga telah tiba di pelabuhan Trisakti, Banjarmasin kemarin pada pukul 17.25 WITA. Sementara itu Kapal ADRI 52 direncanakan akan tiba di Pelabuhan Fery Simboro, Mamuju, sore ini pukul 16.00 WITA.(disp/red)

Categories
Bencana Nasional

Kementerian Sosial Dukung Pemulihan Psikososial Para Pengungsi Bencana Gempa Sulbar

Koran Jurnal, Jakarta – Gempabumi berkekuatan M6,2 di Provinsi Sulawesi Barat tidak hanya menyebabkan kerugian materil dan jatuhnya korban jiwa, namun juga menimbulkan kekhawatiran serta trauma bagi masyarakat terdampak. Guna memulihkan kondisi psikologis dan sosial pascagempa, Kementerian Sosial turut mendukung pemulihan psikososial bagi para pengungsi.

Hal ini disampaikan oleh Pekerja Sosial Ahli Muda Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia Dika Yudhistira Rizqy bahwa Kemensos memastikan kebutuhan para pengungsi atau penyintas dapat terpenuhi, salah satunya kebutuhan pemulihan psikososial.

“Kemensos memastikan kebutuhan penyintas dapat terpenuhi, terlebih kebutuhan pemulihan psikososial,” ujar Dika dalam Konferensi Pers Penanganan Bencana Pasca Gempa M6,2 Sulawesi Barat, Rabu (20/01/2021).

Dika menjelaskan bahwa Kemensos telah mengerahkan tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi para penyintas untuk membantu pemulihan trauma yang dirasakan oleh masyarakat terdampak gempabumi.

“Tim LDP Kemensos yang berasal dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan SDM Program Keluarga Harapan. Adapun relawan yang ikut turun sebanyak 30 orang yang tersebar di Kabupaten Majene dan Mamuju untuk kegiatan pelayanan sosial,” jelas Dika.

“Sampai hari ini, sebanyak 201 Tagana yang terlibat dari Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah telah bergabung untuk mendukung pemenuhan kebutuhan sosial sekaligus pemulihan psikologis bagi para pengungsi,” lanjutnya.

Kemensos turut melakukan pendistribusian logistik untuk kebutuhan dasar para pengungsi seperti makanan siap saji, makanan anak, tenda gulung, matras, selimut, peralatan dapur keluarga, tenda serba guna maupun tenda COVID-19, _kids wear_, _food wear_, velbed, kasur, sandang, perlengkapan siaga bencana untuk evakuasi, dan masker medis untuk pencegahan penularan COVID-19.

Selain itu, Kemensos juga memberikan pelayanan dapur umum lapangan dengan menggunakan 10 mobil dapur umum yang tersebar pada beberapa titik, antara lain :
– Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Barat oleh Tagana Sulawesi Selatan dan Sulawesi Timur sebanyak 4.600 per hari
– Stadion Marakara oleh Tagana Sulawesi Tengah sebanyak 6.000 per hari
– Desa Takandean Kecamatan Kapalang oleh Tagana Sidrab Sulawesi Selatan sebanyak 2.000 per hari
– Lapangan Tembak Mamuju oleh Tagana Pare-Pare sebanyak 2500 per hari
– Desa Bukit tinggi Kabupaten Majene oleh Tagana Tinram Kota Palu sebanyak 1.000 per hari
– Desa Partidi Mamuju Tagana Takar sebanyak 1.500 per hari
– Desa Salupangi oleh Tagana Mamuju Tengah dan Utara sebanyak 2.000 per hari

Kemensos turut melakukan pemeriksaan kelayakan tempat pengungsian agar para pengungsi yang terdampak dapat tinggal dengan layak. Berkerja sama dengan Dinas Sosial setempat dan Tagana, Kemensos kembali mendirikan dua tempat pengungsian di lingkar 2 Kabupaten Mamuju dan STN Desa Mekata Kabupaten Majene bagi para pengungsi yang menempati tenda kurang layak sehingga mendapatkan tempat yang lebih nyaman dan aman.(pus/red)

Categories
Bencana TNI

4 Pesawat TNI AU Kembali Diterbangkan, Bantu Korban Bencana di Sulbar dan Kalsel

Koran Jurnal, Jakarta – Empat pesawat TNI Angkatan Udara kembali di terbangkan untuk misi kemanusiaan, pesawat-pesawat TNI Angkatan Udara ini dalam rangka mengangkut bantuan logistik dan tenaga kesehatan untuk membantu korban bencana alam di Mamuju Majene, Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan, Selasa (19/1/2021).

Seperti pesawat C-130 Hercules A-1338 Skadron Udara 32 Lanud Abdulrahman Saleh Malang yang diterbangkan oleh Mayor Pnb Andang dari Lanud Halim Perdanakusuma membawa 1.452 kg bantuan logistik tujuan Banjarmasin Kalimantan Selatan dan 8.093 kg dukungan logistik serta 15 tenaga kesehatan tujuan Mamuju Majene Sulawesi Barat.

Sementara untuk Pesawat boeing A-7304 Skadron Udara 5 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar yang di terbangkan oleh Mayor Pnb Agung membawa lebih dari 9.000 kg bantuan logistik dan pesawat boeing A-7302 yang diterbangkan oleh Mayor Pnb Dani membawa 4761 kg bantuan logistik.

Kedua pesawat tersebut membawa bantuan untuk korban bencana Mamuju Majene Sulawesi Barat dan membawa lebih dari 117 pengungsi dari Mamuju ke Makassar.

Selain itu pesawat CN-295 A-2904 dari Skadron Udara 2 dengan pilot Kapten Pnb Gilang juga diterbangkan dari Makassar membawa 4.600 kg bantuan logistik untuk korban bencana Mamuju Majene Sulawesi Barat.

Pesawat-pesawat tersebut mengangkut bantuan dari TNI Angkatan Udara, BUMN, Kemensos, Polda Metro/ Bhayangkari, Dharma Pertiwi dan instansi lainnya.

TNI Angkatan Udara terus melakukan operasi bantuan kemanusian secara maksimal untuk menangani becana alam di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan hingga situasi dan kondisi wilayah tersebut kembali normal.(disp/red)

Categories
Bencana TNI

Rumah Sakit Apung TNI Tangani Pasien Korban Gempa Mamuju Sulawesi Barat

Koran Jurnal, Jakarta – Guna menangani para pasien korban gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, dengan kekuatan Magnitudo (M) 6,2 yang terjadi beberapa waktu lalu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengirimkan rumah sakit apung KRI dr. Soeharso 990.

Sebanyak 38 pasien korban bencana gempa bumi telah mendapat penanganan medis dengan baik oleh Tim Kesehatan KRI dr. Soeharso 990 yang sandar di Dermaga Lanal Mamuju, Jalan Arteri No.1 Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa (19/01/2021).

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) KRI dr. Soeharso 990 Mayor Laut (K) dr. Agung Malinda, SPOT., mengatakan bahwa pasien yang ditangani oleh tim kesehatan KRI dr. Soeharso 990 sudah melalui proses pemeriksaan awal di Lanal Mamuju. “KRI dr. Soeharso 990 ini bisa menampung pasien korban gempa sebanyak 40 tempat tidur (20 pasien laki-laki dan 20 pasien perempuan),” ungkapnya.

Pasien yang akan berobat sebelumnya sudah melalui proses screening dan observasi terlebih dahulu di Lanal Mamuju, apakah perlu penanganan operasi atau non operasi. “Bagi pasien yang tidak memerlukan tindakan operasi akan diarahkan ke rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan kita, sedangkan pasien yang dirawat di kapal sebelumnya sudah dilaksanakan swab antigen Covid-19,” kata Karumkit.

Menurut Mayor Laut (K) dr. Agung Malinda, SPOT., ada tiga pasien yang saat ini sedang dirawat oleh Tim Kesehatan KRI dr. Soeharso 990 dan ketiganya adalah pasien yang mengalami patah tulang.

Bapak Munassar salah satu pasien yang mengalami patah tulang paha menyampaikan banyak terima kasih karena telah dibantu oleh tim kesehatan dari TNI.

“Alhamdulillah dengan adanya Kapal Rumah Sakit ini saya bisa di operasi, karena saya rujukan dari Rumah Sakit Umum,” ucapnya.(Pusp/red)