Categories
Daerah TNI

Rektor IPDN Dampingi KSAL Terjunkan Satgas Vaksinasi Covid-19 Papua

Koran Jurnal, Jakarta – Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Hadi Prabowo mendampingi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono pada upacara pelepasan Satgas Vaksinasi Covid-19 Papua di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (8/9/2021). Laksamana TNI Yudo Margono bertindak sebagai Inspektur Upacara mewakili Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Hadi Prabowo menjelaskan, kegiatan ini untuk menyukseskan percepatan vaksinasi Covid-19 dan dukungan terhadap gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang digelar di Provinsi Papua. Kegiatan ini juga sesuai dengan petunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk secara serentak mendukung program Presiden terkait vaksinasi bersama TNI, Polri, dan IPDN.

Hadi mengatakan, pihaknya telah menerjunkan 20 personel untuk bergabung dalam Satgas Vaksinasi Covid-19 yang anggotanya berjumlah 81 orang terdiri dari unsur TNI, IPDN, dan relawan. Jumlah tersebut berperan untuk memperkuat personel yang saat ini sudah berada di Provinsi Papua.

“Jadi kesertaan IPDN, IPDN memiliki kampus di Jayapura dan ini juga sebagai tindak lanjut dari kerja sama TNI AL dengan IPDN pada saat vaksinasi pertama di Jatinangor,” ujar Hadi saat ditemui usai upacara pelepasan.

Vaksinasi Covid-19 ini bakal berlangsung selama tiga hari dari tanggal 13-15 September 2021 di tiga tempat berbeda. Pada hari pertama, vaksinasi akan berlangsung di Kampus IPDN Papua yang diperuntukkan bagi masyarakat Kota Jayapura. Peserta vaksinasi dikerahkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi khususnya pelajar SMP dan SMA serta mahasiswa dengan jumlah target sebanyak 3.500 orang.

Selanjutnya di hari kedua, vaksinasi akan digelar di Kantor Bupati Jayapura dan stadion, dengan target 3.000 orang. Sedangkan pada hari terakhir, akan dilakukan di Kabupaten Keerom, dengan target 3.500 orang. Untuk pelaksanaan vaksinasi dosis kedua akan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota setempat.

Selain ketiga tempat tersebut, vaksinasi juga dilaksanakan di Kapal Republik Indonesia (KRI) Suharso dengan target 2.000 orang. Jumlah itu terdiri dari masyarakat dan pelajar/mahasiswa di wilayah Jayapura utara dan Jayapura Selatan. Untuk vaksinasi yang digelar di KRI Suharso, diharapkan dapat mengantisipasi penanganan bila ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).(Pus/red)

Categories
TNI

KSAL: IMSS Sarana Perluas Kerja Sama dalam Menjaga Stabilitas Keamanan Laut

Koran Jurnal, Jakarta – Forum Internasional Maritime Security Symposium (IMSS) ini merupakan sarana memperluas kerja sama dalam menjaga stabilitas dan keamanan laut, Demikian poin sambutan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. saat pembukaan kegiatan Internasional Maritime Security Symposium ke-4 Tahun 2021, bertempat di Auditorium Yos Sudarso, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Bumi Cipulir, Jakarta Selatan. Senin (23/8). Event internasional ini dilaksanakan untuk yang keempat kalinya dimana IMSS pertama dan kedua dilaksanakan di Jakarta pada tahun 2013 dan 2015 sementara IMSS ketiga dilaksanakan di Bali tahun 2017 lalu.

Kegiatan dengan Keynote Speech Wakil Menteri Pertahanan RI, M. Herindra mewakili Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto yang disampaikan melalui Video Conference (Vicon) ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengeksplorasi perkembangan trend tantangan ketertiban dan keamanan laut, serta untuk membangun kerangka kerja sama keamanan maritim multilateral yang efektif, sehingga dapat diperoleh suatu konsep upaya mewujudkan ketertiban dan keamanan di laut.

Kasum TNI Letjen TNI Eko Margiyono mewakili Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., juga berkesempatan menyampaikan opening speech secara Vicon kepada para peserta simposium.

Pada IMSS 2021 yang merupakan agenda tahunan ini mengusung tema “Internasional Maritime Security Cooperation for Security, Peace and Prosperity,” dan dihadiri 27 Atase Pertahanan (Athan) perwakilan Angkatan Laut dari 37 negara dan sisanya melalui video conference termasuk 22 Kepala Staf Angkatan Laut negara sahabat.

Ke-37 negara tersebut adalah Australia, Bangladesh, Brazil, Brunei, Kamboja, Kanada, China, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Iran, Italia, Jepang, Laos, Malaysia, Meksiko, Mozambique, Myanmar, Belanda, Selandia Baru, Pakistan, Peru, Filipina, Rusia, Singapura, Korea Selatan, Spanyol, Sri Lanka, Swedia, Thailand, Timor Leste, Turkey, Uni Emirat Arab, United Kingdom, Amerika Serikat dan Vietnam.

KSAL dihadapan delegasi negara sahabat menyampaikan bahwa, kawasan Asia Tenggara sebagai titik sentral yang menghubungkan kawasan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, menyebabkan setiap negara memiliki kebijakan yang menekankan pada pengembangan tatanan dan mekanisme kerjasama dalam rangka pengelolaan kepentingan bersama di laut dengan berdasarkan pada saling menguntungkan dan kerjasama dalam rangka membahas mengendalikan potensi konflik, ketidakpercayaan, kecurigaan, serta berbagai bentuk ancaman lainnya.

Menurut KSAL, ancaman keamanan non-tradisional terkait environmental security, food security, economic security, energy security, human security, maritime security, masih menjadi topik utama, yang disebabkan adanya keterkaitan, dan memungkinkan terjadinya overlapping, di samping itu kondisi tersebut diperburuk dengan adanya ancaman keamanan di bidang kesehatan, seperti halnya pandemi Covid-19 saat ini.

”Tantangan bidang maritim di masa depan sangatlah besar, sehingga tidak ada satu negara-pun yang mampu mengatasinya sendiri. Dalam perspektif saya, kerjasama merupakan elemen kunci paling memungkinkan dalam meningkatkan dan mengembangkan kapasitas dan kapabilitas dari tiap bangsa dalam menghadapi permasalahan yang muncul dengan jalan saling melengkapi”, ungkap Kasal.

Simposium selama 2 hari ini akan dibagi dalam 6 sesi dengan topik Biological Defense, Maritime Challenge and Oppoturnity; Humanitarian Assistence and Disasters Relief; Building Asian Sail Training Organization and Asian Tallship Regatta Program; Military and Intelligence Activities in EEZ, Rule and Exercise; Building Maritime Security Information Exchange dan Maritime Unmanned or Autonomous Vehicles Operation, Law of the Sea Perspective.(disp/red)

Categories
TNI

Dihadapan KSAL Prajurit Taifib Marinir Unjuk Kebolehan Jelang Berlatih Ke Amerika 

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., didampingi Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Suhartono menyaksikan langsung unjuk kemampuan tempur yang dimiliki oleh Prajurit Intai Amfibi Marinir yang akan berlatih Amerika Serikat dalam Latma Reconnaissance Exercise 21-I. Unjuk kesiapan sekaligus pelepasan kontingen latihan yang terlibat dalam kegiatan latihan bersama antara satuan Intai amfibi Korps Marinir dengan the United States Marine Corps (USMC) Reconnaissance Unit di lakukan di Lapangan Tembak Jusman Puger Kesatrian Marinir Hartono Bhumi Marinir Cilandak Jakarta Selatan, Kamis (12/8/21).

Adapun latihan unjuk kebolehan yang ditinjau Kasal dalam kesempatan tersebut adalah Latihan menembak berhadapan, Latihan Terjun Tempur, Latihan Close Quarters Battle (CQB) atau Pertempuran Jarak Dekat , Latihan Menembak Reaksi dan Latihan Ekspiltrasi Stabo dan Atav.

“Latma Reconex diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan dan pemahaman bersama antara marinir kedua negara , Indonesia dan Amerika Serikat. Latihan dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan interoperabilitas dan kemampuan Satuan Intai Amfibi Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan USMC Reconnaissance Unit melalui latihan teknis dan taktis serta Latihan, ungkap Kasal di hadapan media yang hadir.

Dalam amanatnya Kasal menyatakan , “Saya percaya kalian akan mampu mengimbangi dan melaksanakan latihan tersebut, karena Latihan ini sering dilaksanakan dan bagi yang belum hal ini menjadi kesempatan yang bagus untuk menyerap ilmu , tidak kalah dengan mereka dan tunjukan kalian mampu, jaga nama baik negara” harapnya.

Rencana Latma Reconex 21-I yang akan digelar di Amerika Serikat ini berlangsung bulan depan. Latma Reconex merupakan latihan yang diselenggarakan setiap tahun ini antara TNI Angkatan Laut dalam hal ini Korps Marinir TNI AL dengan USMC Reconnaissance Unit sebagai implementasi kesepakatan antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Amerika Serikat untuk memperkuat kerjasama bilateral bidang pertahanan.

Turut hadir mendampingi Kepala Staf Angkatan Laut, Wakasal Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono , Asrena Kasal , Aspotmar Kasal , Pejabat Utama Mabesal, Wadan Kormar, Dan Pasmar 1, Ir Kormar dan pejabat utama Korps Marinir.(disp/red)

Categories
IPTEK TNI

KSAL Lepas Keberangkatan Ekspedisi Jala Citra I 2021 ‘Aurora’ TNI AL ke Perairan Halmahera

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., didampingi Komandan Pusat Hidro-oseanografi TNI AL (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Agung Prasetiawan, M.A.P., para Panglima Kotama TNI AL wilayah Jakarta, pejabat utama Mabes TNI AL, serta pejabat Kementerian dan Lembaga, melepas keberangkatan Ekspedisi Jala Citra I 2021 “Aurora” TNI AL, bertempat di Dermaga Pondok Dayung, Komando Armada (Koarmada) I, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (03/08/2021).

Ekspedisi tersebut dengan menggunakan Kapal Perang RI (KRI) Spica-934 dan akan melakukan tugas penelitian ke perairan Halmahera Maluku.

KSAL mengatakan, Ekspedisi Jala Citra I ‘Aurora’ 2021 ini dilaksanakan dalam rangka memperingati 100 tahun Hari Hidrografi Dunia. Ia juga menyebut kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang digelar Pushidrosal (Pusat Hidro-oseanografi TNI AL) dengan menggandeng para peneliti dari Kementerian, Lembaga dan Universitas bidang hidrografi, geodesi, geologi oseanografi, meteorologi, serta kelautan dan perikanan.

“Ekspedisi Jala Citra I ‘Aurora’ 2021 ini merupakan kolaborasi antar peneliti dan Pushidrosal, peneliti Kementerian/Lembaga terkait dan peneliti dari beberapa universitas nasional,” ujar KSAL.

Lanjut KSAL, para peneliti akan bekerja dan melaksanakan survei serta penelitian guna mengungkap lebih dalam misteri yang ada di laut Halmahera dan sekitarnya, sehingga dapat turut mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Para peneliti akan bekerja melakukan penelitian dengan menggunakan alat survey dan pemetaan yang ada di KRI Spica 934,” tuturnya.

“Dan akan melaksanakan survey dan ekspedisi Aurora 2021 di perairan Halmahera selama 2 bulan, mulai hari ini (03/08) sampai tanggal 03 Oktober 2021. Dengan waktu tersebut diharapkan mendapatkan hasil optimal,” jelas KSAL.

Dia menambahkan, ekspedisi ini merupakan yang pertama dilakukan bersama-sama oleh anak bangsa setelah sekian lama tidak dilakukan.

“Kita memiliki wahana kapal survei hidro-oseanografi sehingga putra-putri Indonesia, para peneliti Indonesia dapat mengungkap ataupun melihat sumber daya maritim kita yang selama ini belum terungkap dengan optimal,” ujar KSAL.

Untuk diketahui, Ekspedisi Jala Citra I 2021 “Aurora” TNI AL dilaksanakan dengan tiga etape. Etape pertama tanggal 13-23 Agustus 2021 dengan membawa 9 peneliti, Etape kedua dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus – 7 September dengan membawa 9 peneliti, sementara etape ketiga dilaksanakan pada tanggal 12-22 September 2021 tanpa peneliti. Ekspedisi ini direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober ini dilaksanakan menggunakan KRI Spica-934 sebagai wahana penelitian yang merupakan kapal survei TNI AL di bawah komando dari Pushidrosal sebagai wahana penelitian utama. Ekspedisi ini bertujuan untuk meneliti sumber daya alam perairan Halmahera dan Papua, serta diharapkan dapat mengungkap lebih dalam misteri yang ada di laut Halmahera dan perairan Papua.

Melalui Ekspedisi ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan kembali ekspedisi kelautan pada lingkup Nasional lainnya yang dilaksanakan untuk meneliti sumber daya kelautan oleh putra-putri Bangsa Indonesia, seperti Ekspedisi Siboga, Snellius I Serta Snellius II. Sehingga diharapkan, dapat menambah khasanah pengetahuan serta melengkapi inventarisasi potensi sumber daya kelautan serta karakteristik lingkungan laut perairan nasional.

Penelitian ini juga bertujuan untuk melaksanakan pengumpulan data, hidrografi di perairan Halmahera dan sekitarnya, untuk kepentingan pemetaan, keselamatan navigasi dan pelayaran terkait di lokasi yang merupakan pendekat ke pelabuhan-pelabuhan khusus di Halmahera, dimana wilayah perairan pada area tersebut juga memiliki kondisi geologi yang kompleks serta keanekaragaman hayati, sehingga ekspedisi ini juga akan dapat memberikan manfaat yang besar bagi bangsa Indonesia, dan ini diharapkan juga dapat meneliti fenomena aliran pergeseran arus dari Samudra Pasifik ke Laut Banda menuju Samudra Hindia, serta koneksitasnya dengan sistem cuaca dan kandungan mineral bawaan pada kolom air laut.(disp/red)

Categories
Daerah Kesehatan TNI

KSAL Tinjau Serbuan Vaksinasi Covid-19 di Semarang

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., mewakili Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahtjanto, S.I.P., meninjau pelaksanaan serbuan vaksinasi di Pelabuhan Umum Tanjung Mas, Semarang. Kegiatan vaksinasi ini merupakan bagian program vaksinasi 1 juta sehari yang dicanangkan pemerintah, Kamis (24/06/2021),

Pelabuhan Umum Tanjung Mas, Semarang menjadi Pelabuhan kedua yang ditinjau dalam pelaksanaan serbuan vaksinasi setelah sehari sebelumnya melaksanakan hal yang sama di Pelabuhan Penumpang Nusantara, Tanjung Priok Jakarta Utara. Sejumlah Pelabuhan lainnya khususnya Pelabuhan internasional akan disasar dalam program ini seperti Tanjung Perak, Surabaya, Makasar, Belawan dan Pelabuhan lainnya dengan target perhari sebanyak 1.000 orang.

KSAL dihadapan media mengatakan bahwa pelabuhan adalah tempatnya sentra ekonomi dengan banyak pekerja seperti operator pelabuhan, para pengemudi, tenaga bongkar muat yang keberadaannya sangat vital serta pekerja pendukung pelabuhan yang harus divaksin sehingga semua pekerja harus dalam kondisi sehat agar sentra ekonomi atau pelaksanaan perekonomian di Pelabuhan ini tidak terhenti.

“Pelabuhan tempat bongkar muat dan masuknya kapal-kapal asing pembawa eksport import dan juga kapal-kapal yang melakukan bongkar muat antar pulau berkat program tol laut sehingga perlu dilaksanakan vaksin,” tegas KSAL.

Laksamana TNI Yudo Margono mengaku terdapat kendala khususnya vaksinasi terhadap ABK Kapal, karena mereka tidak bisa meninggalkan kapal sehingga nantinya akan didatangi ke kapal-kapal untuk pelaksanaan vaksinasi. Sementara untuk vaksinasi yang kedua akan diusahakan untuk bisa dilakukan dimana saja mengingat mereka melaksanakan pelayaran dalam waktu yang lama.

Ia berharap dengan kerjasama yang baik dari seluruh aspek baik pemerintah, swasta, TNI- Polri melalui tenaga kesehatan gabungan dari TNI, Polri dan tim kesehatan Pelabuhan, masyarakat di Semarang khususnya di Pelabuhan semuanya dapat tervaksin termasuk keluarganya.

“Dengan bersama-sama dapat menciptakan 1 juta vaksinasi sehari sesuai program pemerintah,” tandasnya.(disp/ton)

Categories
TNI

KSAL Tegaskan POMAL Harus Berdedikasi, Kredibel dan Profesional

Koran Jurnal, Jakarta — Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengemukakan tantangan tugas Polisi Militer TNI Angkatan Laut (Pomal) kedepan dalam menegakkan disiplin dan peraturan militer membutuhkan sikap dan tindakan profesional. Karena itu, Pomal dituntut lebih terampil dalam mencegah dan menangani setiap pelanggaran disiplin, maupun menjauhkan prajurit TNI AL dari segala bentuk tindak pidana.

Tuntutan tersebut dapat terlaksana jika memiliki prajurit Pomal terus berdedikasi, kredibel dan profesional serta membenahi organisasi berlandaskan pada kesiapan personel, kesiapan materiil Pomal yang didukung dengan perangkat lunak serta penyelenggaraan dukungan yang baik.

Laksamana Yudo menambahkan, Pomal merupakan figur prajurit yang harus memegang teguh semboyan, Wijna Wira Widhayaka. Semboyan itu artinya prajurit penegak aturan yang berwatak kesatria, arif dan bijaksana serta senantiasa menjunjung tinggi prinsip kebenaran.

“Setiap prajurit Pomal harus menjadi teladan dan panutan dalam pelaksanaan tugas sesuai dengan hukum, Undang-Undang dan peraturan yang berlaku,” pesan Yudo dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Pomal di Lapangan Apel Markas Pusat Polisi Militer TNI AL (Puspomal) Jakarta Utara, Senin (22/02/2021).

Yudo pun berharap Pomal dapat terus mengedepankan sinergi dan soliditas TNI-Polri sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi), serta menciptakan situasi kondusif antar-instansi penegak hukum dengan mendukung program pemerintah dalam rangka percepatan penanggulangan Covid-19, pemulihan ekonomi nasional dan program vaksinasi nasional.

Peringatan HUT ke-75 Pomal diawali dengan pengangkatan Kasal sebagai Warga Kehormatan Polisi Militer TNI Angkatan Laut, ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan dan Prosesi Pembaretan Kasal Laksamana Yudo Margono oleh Komandan Puspomal Laksamana Muda TNI Nazali Lempo.

Sinergi dan soliditas TNI-Polri juga ditampilkan pada kegiatan tersebut, terutama saat pelaksanaan demonstrasi keterampilan mengendarai motor, dilanjutkan dengan pemberian kue ulang tahun dan tumpeng dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M.Fadil Imran, serta pertunjukan demonstrasi freestyle motor gede Aswatama Wira Pratama gabungan dari Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) dan Polisi Wanita (Polwan).

Kegiatan itu dihadiri oleh Ketua Umum Jalasenastri Vero Yudo Margono, Inspektur Jenderal Angkatan Laut (Irjenal) Laksamana Muda TNI Moelyanto, Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kasal Laksamana Muda TNI S. Thamrin, para Asisten Kasal, para Kepala Dinas jajaran Mabesal, dan para Pimpinan Kotama TNI AL Wilayah Jakarta, serta para mantan Danpuspomal dari masa ke masa.(disp/red)

Categories
TNI

KSAL Terima Kunjungan Kehormatan Wamenhan RI

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono S.E., M.M., menerima kunjungan kehormatan Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) Letnan Jenderal TNI Muhammad Herindra, M.A., M.Sc., bertempat di Gedung Utama, Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (08/02/2021).

Kunjungan kerja ini dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta perkenalan sebagai Wamenhan RI setelah dilantik oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo pada bulan Desember 2020 lalu. Dalam silaturahmi di Mabesal ini, diharapkan TNI Angkatan Laut dan Kemhan RI dapat lebih mempererat kerja sama antar instansi dan lebih meningkatkan komunikasi dalam rangka membangun kemajuan bangsa dan negara.

Turut mendampingi KSAL, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M., Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kasal Laksamana Muda TNI Muhammad Ali S.E., M.M., Asisten Intelijen (Asintel) Kasal Laksamana Muda TNI Angkasa Dipua S.E., M.M. dan Wakil Asisten Logistik (Waaslog) Kasal Laksamana Pertama TNI Rachmad Hartoyo, S.Sos., M.M., CHRMP.
Sementara itu, Wamenhan didampingi Direktur Jenderal Kekuatan dan Pertahanan (Dirjen Kuathan) Kemhan Marsekal Muda TNI N. Ponang Djawoto, Direktur Jenderal Perencanaan Pertahanan (Dirjen Renhan) Kemhan Mayor Jenderal TNI Budi Prijono dan Kepala Bagian Dukungan Administrasi (Kabag Dukmin) Kemhan Kolonel Czi Irfan Siddiq.(disp/red)

Categories
TNI

Misteri Drone Bawah Laut Terungkap, Ini Penjelasan KSAL

Koran Jurnal, Jakarta – Beredarnya informasi tentang penemuan drone bawah laut di perairan Desa Majapahit Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar pada 26 Desember 2020 dalam kondisi mengapung di permukaan laut yang ramai diberitakan media massa minggu-minggu belakangan ini, akhirnya terungkap. Benda asing tersebut adalah Sea Glider atau Underwater Glider yang merupakan alat ukur oseanografi nir-awak.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M kepada media massa saat menggelar Konferensi Pers bertempat di Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (Pushidrosal), Jakarta Utara, Senin (04/01/2020).

“Saya tidak mau menebak-nebak benda asing yang ditemukan tersebut, oleh karena itu TNI AL langsung membawa benda tersebut ke Pushidrosal sebagai lembaga yang kompeten untuk meneliti adanya peralatan ini supaya lebih jelas tentang penggunaan maupun fungsi dari alat yang ditemukan di Kabupaten Selayar,” jelas Laksamana TNI Yudo Margono.

Menurut KSAL, benda asing yang memiliki badan utama terbuat dari aluminium dengan dua sayap masing-masing berukuran 50 cm dengan panjang bodi 225 cm, propeller 18 cm, panjang mirip antena belakang 93 cm dan terdapat instrumen mirip kamera yang terletak di badan atau bodi. Kondisi benda tersebut tidak ditemukan ciri-ciri atau tulisan negara pembuat sehingga belum tahu benda ini milik siapa.

KSAL dihadapan awak media mengatakan, Sea Glider atau Underwater Glider adalah kendaraan bawah air nir-awak atau Autonomous Underwater Vehicle (AUV) yang dikembangkan untuk pengukuran parameter oseanografi jangka panjang yang berkelanjutan untuk kepentingan penelitian ataupun pertahanan, dimana pengamatan oseanografi tidak dapat dilakukan oleh teknologi penginderaan jauh seperti satelit.

Selain itu, AUV ini memiliki kemampuan mengambil data Multibeam dan Side Scan Sonar yaitu pengambilan data kedalaman, Citra Dasar Laut, Conductivity Temperature Depth (CTD) dan Sound Velocity Profiler (SVP) yang mana data tersebut selain digunakan untuk kepentingan Peta Laut, kepentingan Industri kelautan juga untuk kepentingan militer seperti peta layer bawah laut (untuk mencari jalan kapal selam).

“Tapi kalau dipakai pertahanan, mungkin bisa digunakan data kedalaman ataupun layer lautan tadi, supaya kapal selam tidak dapat dideteksi oleh sonar kapal atas air,” pungkas KSAL.

Teknologi semacam ini sudah bisa dibuat oleh beberapa negara seperti; Amerika, Perancis, China, Kanada, Jepang. Benda itu milik siapa kita tidak tahu karena hingga saat ini tidak ada yang mengakuinya.

Diungkapkannya bahwa, benda tersebut ditemukan oleh nelayan setempat Saerudin (60th) yang kemudian melaporkannya kepada Aparat Militer setempat yaitu Komando Rayon Militer (Koramil) 1415-03 dan Pos Pengamat (Posmat) TNI-AL Selayar serta Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) VI Makassar pada tanggal 28 Desember 2020 lalu.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Asisten Intelijen (Asintel) Kasal, Laksamana Muda TNI Angkasa Dipua, S.E., M.M., Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut (Kapushidrosal), Laksamana Muda TNI Agung Prasetiawan, M.A.P., Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono dan para pejabat terkait lainnya.(disp/red)

Categories
TNI

KSAL Pimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan TNI Angkatan Laut

Koran Jurnal, Jakarta – Koarmada I sebagai penyelenggara acara menggelar Apel Kesiapsiagaan TNI Angatan Laut Tahun 2020 dengan Penerima Apel Kepala Staf TNI Angakatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, SE, M.M., dengan Komandan Apel Danlantamal III Laksma TNI Hermanto, S.E., M.M., di Dermaga JICT II Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, Senin (23/11/2020).

KSAL dalam amanatnya menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini memiliki makna yang sangat penting untuk mengukur kesiapsiagaan kesatuan TNI AL dalam melaksanakan tugas sebagai bagian integral dari TNI yang merupakan komponen utama pertahanan negara.

“Sebagai prajurit yang memiliki naluri yang tajam, kita harus mampu mencermati situasi perkembangan lingkungan strategis yang tengah terjadi saat ini baik dalam negeri maupun luar negeri. Dengan demikian, kita mampu memperhitungkan apa yang tengah dan akan terjadi serta dampak apa yang kita hadapi,” ujarnya.

“Kita juga tetap harus memperhitungkan dampak covid 19 yang saat ini terus berlanjut diikuti dengan maraknya pemberitaan yang hoax berupa disinformasi dan mis integrasi yang dapat merusak kepercayaan masyarakat kepada pemerintah maupun munculnya kelompok yang dapat memprofokasi yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya.

“Ini semua berpengaruh terhadap stabilitas keamanan dalam negeri dan menimbulkan situasi yang kurang menguntungkan terutama bagi TNI/ Polri yang memiliki tugas pokok memberikan rasa aman kepada masyarakat Indonesia. Untuk itu, saya instruksikan kepada seluruh Pangkotama, Komandan Satuan dan Komandan Unsur agar bertanggung jawab penuh terhadap seluruh jajarannya untuk melaksanakan tugas. Tidak ada satu pun individu atau kelompok yang melaksanakan pergerakan tanpa ada perintah yang jelas dari Komando atas,” tegasnya.

Apel Gelar Pasukan diikuti sebanyak 1.500 personel terdiri dari 1 Kompi Koarmada I, 1 Kompi Lantamal III, 1 Kompi Kolinlamil, 1 Kompi Gabungan Seskoal dan Pushidrosal, 1 Kompi Marinir, 1 Kompi Pomal, 1 Pleton Denjaka, 1 Pleton Satkopaska.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakasal, Irjenal Kasal, Aspers Kasal, Aslog Kasal, Asrena Kasal, Irops Kasal, Pangkoarmada I, Pangkolinlamil, Danseskoal, Kapushidrosal, Dankormar, Danpuspomal, Danlantamal III, Danpasmar I, Kadisminpersal, Kadisdikal.(disp/red)

Categories
TNI

Jelang HUT TNI ke-75, KSAL Inspeksi Kesiapan Operasional Unsur Koarmada I

Koran Jurnal, Jakarta – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Tentara Nasional Indonesia tahun 2020, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., melaksanakan inspeksi kesiapan unsur-unsur Koarmada I salah satunya mengunjungi KRI Bung Tomo 357 yang sandar di JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (01/10/2020).

Kedatangan KSAL disambut Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M., dan Panglima Komando Lintas laut Militer (Pangkolinlamil) Laksamana Muda TNI Irwan Achmadi, M.Tr (Han).

Inspeksi Pemimpin TNI AL ke unsur-unsur Koarmada I ini merupakan salah satu upaya untuk melihat dari dekat kondisi teknis dan kesiapan operasional KRI dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Kesiapan KRI merupakan faktor utama TNI AL dalam mengemban tugas menegakkan kedaulatan dan hukum di perairan yurisdiksi Indonesia. Inspeksi ini juga untuk mengetahui sejauh mana tingkat profesionalisme para ABK KRI dalam menjaga dan memelihara Alutsista.

KSAL Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., yang berada di KRI Bung Tomo-357 meninjau langsung manuver-manuver beberapa unsur KRI dan pesawat udara di Perairan Teluk Jakarta dan Laut Jawa yang menunjukkan kesiapsiagaannya. Manuver lapangan mengerahkan unsur-unsur antara lain KRI Bung Tomo-357, KRI Cut Nyak Dien-375, KRI Wiratno-379, KRI Halasan-630, KRI Kerambit-627, KRI Tenggiri-865, KRI Cucut-866 dan Heli Panther HS-4209 dari Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal).

Manuver latihan yang dilaksanakan sebagai wujud uji kesiapan operasional personel pengawak dan Alutsista KRI dan Pesawat Udara dalam melaksanakan uji interoperabilitas, fungsi dan komando pengendalian untuk melaksanakan tugas operasi laut yang lebih kompleks.

KSAL berharap agar semangat prajurit untuk melaksanakan latihan dan operasi pada situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini harus tetap dipelihara dan tidak boleh menurun. “Latihan dan operasi tetap dilaksanakan dengan penuh semangat dan selalu tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai himbauan pemerintah, karena tugas ini merupakan salah satu wujud pertanggungjawaban kita kepada bangsa dan negara”, ujar KSAL.(disp/red)