Categories
Kesehatan TNI

Kementan Gandeng TNI, Gencarkan Penandaan dan Pendataan Ternak Pasca Vaksinasi PMK di Jabar

Koran Jurnal, Bandung – Kementerian Pertanian (Kementan) kerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam rangka akselerasi dan menggencarkan pelaksanaan penandaan dan pendataan ternak pasca vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi Jawa Barat. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Agung Suganda pada acara Koordinasi Kegiatan Penandaan dan Pendataan Ternak pada hari Selasa di Bandung, Selasa (25/10/2022) kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Agung Suganda menyampaikan, kegiatan penandaan dan pendataan ternak (Sapi dan Kerbau) pasca vaksinasi sangat penting karena untuk identifikasi ternak, sehingga pelaksanaan vaksinasi mampu tertelusur.

Agung menjelaskan, pendataan secara digital ini sekaligus juga dilakukan untuk memonitoring jumlah populasi hewan, status reproduksi, dan distribusi melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi.

“Ternak yang telah divaksin akan diberi identitas berupa Eartag Secure QR Code (anting ternak). Namun karena ini hal yang baru, sehingga masih ditemukan permasalah di lapangan, seperti penolakan dari pemilik ternak,” ungkap Direktur Agung Suganda.

‘Untuk memberikan pemahaman di masyarakat, khususnya para peternak yang masih ragu-ragu dalam penandaan ini, maka kami perlu didukung dan melibatkan semua stakeholder terkait baik dari peternak, instansi pemerintah, swasta dan pendampingan TNI dan POLRI,” ungkap Agung.

Menurut Agung, TNI sebagai kekuatan besar dan memiliki personil hingga ke tingkat Desa melalui Babinsa nya, diharapkan dapat memberikan dukungan dalam mensukseskan pelaksanaan pendataan dengan memberikan pengamanan, pendampingan dan pengawalan bagi petugas pendataan yang ditetapkan oleh Dinas Provinsi berdasarkan usulan Dinas Kabupaten/Kota.

“Di sini, kami mengajak semua jajaran dari Dinas provinsi, kabupaten, kota dan seluruh petugas lapangan, serta peternak agar segera dilakukan pendataan ternak dan pelaksanaannya berjalan secara sinergis dengan pelaksanaan vaksinasi,” himbau Agung. “Apalagi ada TNI yang akan membantu dalam pengawasan dan pendampingan di lapangan, maka kita harapkan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Letkol Inf Budi Cahyanto dari TNI menyampaikan, program penandaan dan pendataan ternak secara digital ini merupakan bentuk terobosan sistem pendataan di tingkat Nasional ataupun daerah.

“Kami upayakan agar seluruh anggota TNI yang bertugas di wilayah masing-masing untuk melakukan pengawalan, pembinaan dan pendampingan pemberantasan PMK serta penyakit hewan menular lainnya,” ungkap Budi.

“Upaya tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan: pembatasan hewan, produk hewan dan media pembawa penyakit (HPM) sesuai status situasi di wilayah penyebaran penyakit mulut dan kuku dan penyakit hewan menular lainnya, serta Pengawasan lalulintas HPM di pos pemeriksaan; Pemusnahan bangkai hewan akibat wabah penyakit mulut dan kuku dan penyakit hewan menular lainnya; Edukasi dan sosialisasi dampak wabah penyakit mulut dan kuku dan penyakit hewan menular lainnya; Pendampingan kegiatan penandaan dan pendataan hewan,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Peternakan dan Perikanan, Kemenko Perekonomian, Pujo Setio menyampaikan, kolaborasi antara Kementan dengan TNI, serta stakeholder terkait dalam penangan pencegahan dan pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) sangat penting. Menurutnya, PMK harus diatasi bersama untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional. “Kami berharap kerjasama ini tetap berjalan bukan hanya PMK tetapi ada penyakit menular lainnya,” kata Pujo.

Menurutnya, Pengendalian PMK menjadi salah satu program strategis karena dampaknya yang luar biasa terhadap perekonomian dan ketahanan, serta kemandirian pangan nasional, mengingat saat dunia sedang dihadapkan pada ancaman krisis pangan dan energi.

Hal senada juga disampaikan oleh Arifin Soedjayana Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, dengan adanya kerjasama ini diharapkan dapat mengakselerasi pelaksanaan kegiatan penandaan dan pendataan ternak di Provinsi Jawa Barat.

Menurut Arifin, dengan penandaan dan pendataan ternak yang didukung melalui aplikasi IDENTIK PKH ini mampu meningkatkan akurasi dan validasi data ternak, serta mempermudah pemantauan data produksi dan mutasi ternak secara real time.

“Penandaan ini juga sekaligus dapat mengetahui status vaksinasi ternak, seperti data aplikasi pedulilindungi untuk covid sehingga sistem pendataan ternak menjadi semakin akurat dan tertelusur,” ungkap Arifin.

“Kami targetkan realisasi penandaan dan pendataan ternak di Jawa Barat sebanyak 278.168 ekor yang terdiri dari 208.740 ekor ternak rakyat di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat dan 69.428 ekor di 25 perusahaan peternakan di Jawa Barat,” pungkasnya.

Categories
Kesehatan Nasional

Mentan SYL Pimpin Vaksinasi PMK Perdana di Sukoharjo, Jawa Tengah 

Koran Jurnal, Sukoharjo – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memimpin Vaksinasi Perdana dan Apel Siaga Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jawa Tengah. Langkah ini menjadi salah satu upaya Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah dalam mempercepat pengendalian penyakit yang menyerang ternak sapi saat ini.

“Hari ini kita ada di Kabupaten Sukoharjo memastikan upaya – upaya vaksinasi dalam rangka pencegahan PMK. Kita berharap dengan segala kemampuan yang kita miliki bersama antar Kementerian Pertanian, jajaran pemerintah Provinsi, jajaran pemerintah kabupaten dan bersama semua stakeholder kita bisa kendalikan PMK dengan baik,” demikian dikatakan Mentan Syahrul saat meninjau vaksinasi PMK di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (18/6/2022).

Ia menegaskan penyelenggaraan Apel Siaga PMK bertujuan untuk memberikan sugesti dan semangat kepada semua stakeholder untuk sama-sama membantu peternak atau mengakselerasi tindakan penanganan PMK. Pengendalian PMK harus dilakukan dengan serius dan berusaha sekuat-kuatnya agar wabah PMK tereliminasi dan bahkan hilang di Indonesia.

“Kita bersyukur hari ini kita dipertemukan dalam gelar apel siaga dan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jawa Tengah yang akan kita laksanakan perdana. Sebenarnya tanpa apel ini kita terus bekerja tapi apel ini akan memberikan sugesti minimal kepada peternak kita,” tegasnya.

Upaya Pengendalian PMK

SYL menegaskan selain vaksinasi, pengendalian PMK dilakukan dengan berbagai upaya diantaranya pengetatan lalu lintas hewan khususnya dari zona merah dan kuning. Kementan juga sudah membentuk Gugus Tugas penanganan penyakit mulu dan kuku (PMK) untuk memitigasi penyebaran virus pada ternak.

“Selain vaksin, kita juga memperketat lalu lintas hewan. Boleh keluar dari tempat yang ditentukan tetapi pakai sertifikat atau surat kesehatan hewan tapi khusus zona merah di desa dan kecamatan yang tertular PMK tidak boleh keluar hewan hidup,” tegas SYL.

Lebih lanjut SYL menerangkan penguatan Posko dan Gugus Tugas dalam penanganan PMK di tingkat nasional/provinsi/kabupaten juga terus dipantau dan terus melakukan pelaporan secara rutin. Data pelaporan perkembangan terkini PMK di Indonesia sampai dengan 17 Juni 2022, mencatat PMK telah terdeteksi di 18 Provinsi.

“Hari ini kita bersyukur sejak beberapa hari lalu vaksin sudah ada dan kita berharap vaksin perdana yang bertotal 800 ribu akan kita coba dengan berbagai upaya dan nanti kita akan kita akan evaluasi,” terangnya.

Di kegiatan vaksinasi ini, Dosen Universitas Gajah Mada (UGM), Arif Haryanto mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Kementan siap berkontribusi dalam penanganan PMK baik dalam pengecekan hewan ternak hingga memantau hasil vaksinasi. Guna mempercepat penanganan PMK, kerjasama dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Provinsi Jawa Tengah pun dilakukan dengan optimal.

“Kami sepenuhnya siap memback up kegiatan Kementan dalam pengendalian PMK. Kami memiliki sumber daya dalam penanganan hewan. Saat ini kami juga sudah bekerja sama dengan seluruh dokter hewan di Jawa Tengah yang siap turun langsung,” ucap Arif.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah, Agus Wariyanto mengatakan vaksinasi PMK menjadi vaksin perdana di Jawa Tengah dan secara bertahap akan terus dilakukan di lokasi lain. Karena itu, sangat berterima kasih atas perhatian dan gerak cepat Kementan untuk pengendalian PMK di Jawa Tengah.

“Kita sudah mendapatkan vaksin dan Jawa Tengah memang sudah terdapat suspect PMK dan kita sedang upaya untuk bisa memberikan pengobatan yang cepat,” ucap Agus.

Agus menyebutkan pertanggal hari ini, sapi di Jawa Tengah yang terkonfirmasi PMK sebanyak 21 ribu, sembuh 4000. Upaya pengendalian melibatkan petani, penyuluh, perguruan tinggi bahwa pihak swasta terus ditingkatkan.

“Kita juga menyiapkan kajian-kajian terminologi bersama perguruan tinggi. Dan kita upayakan penyebaran bisa kita pantau dan kendalikan sehingga kawasan yang terdampak bisa fokus kita lakukan pengobatan,” ungkap Agus.

Sebelum meninjau vaksinasi PMK, Mentan SYL yang didampingi jajaran eselon 1 Kementan melakukan Apel Siaga PMK bertempat di Kantor Bupati Sukoharjo. Apel siaga ini bersama petugas Karantina seluruh Indonesia, petugas veteriner dan inseminator.

Pada kesempatan ini, Mentan SYL menyerahkan langsung bantuan vaksin kepada Bupati Sukoharjo. Adapun total bantuan vaksin yang disalurkan Kementam untuk Provinsi Jawa Tengah sebanyak 125 ribu dosis.(hum)

Categories
Ekonomi Kesehatan

Kementan Mulai Vaksinasi PMK secara Nasional

Koran Jurnal, Sidoarjo – Kementerian Pertanian bersama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur hari ini Selasa (14/06/2022) mulai melakukan kegiatan vaksinasi massal dalam upaya pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Vaksinasi massal mulai dilakukan di Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.

“Melalui vaksinasi ini kita harapkan dapat membantu mencegah penyebarluasan penyakit, terutama di sentra peternakan sapi perah dan wilayah sumber bibit ternak,” ucap Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Nasrullah saat melakukan pencanangan vaksinasi massal secara nasional di peternakan sapi perah Dusun Tanjunganom, Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman Sidoarjo di Kabupaten Sidoarjo, Selasa (14/6/2022).

Untuk lokasi kedua dilakukan di Kelompok Ternak Pertapaan Jaya, Dusun Banjar Anyar, Desa Pertapaan Maduretno Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.

Pada kesempatan tersebut, Nasrullah menyampaikan, vaksinasi masal secara nasional ini merupakan salah satu tindakan yang dilakukan permanen dan upaya serius pemerintah dalam rangka pencegahan dan pengendalian PMK melalui pengebalan hewan yang rentan PMK.

“Vaksin tahap pertama ini akan kita prioritaskan untuk ternak yang sehat dan berada di zona merah dan kuning karena jumlah vaksin kita saat ini masih terbatas, maka hanya ternak terpilih yang akan divaksin,” ungkap Nasrullah.

Menurut Nasrullah, hewan yang sudah sembuh dari PMK sudah memiliki kekebalan terhadap virus, sehingga belum divaksin dulu. Untuk pencegahan terhadap penularan PMK, Nasrullah menyarankan agar peternak menerapkan biosekuriti dan desinfeksi kandang.

Ia pun menyebutkan, pemerintah pada tahap pertama akan mengadakan vaksin sebanyak 800 ribu dosis dan direncanakan tahap berikutnya sebanyak 2,2 juta dosis. Pada tanggal 12 Juni 2022 lalu telah tiba Sebagian vaksin tahap pertama sebanyak 10.000 dosis. Vaksin tersebut akan didistribusikan ke Koperasi Unit Desa (KUD) sapi perah di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, serta 4 Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pembibitan yaitu Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Baturaden, Balai Embrio Transfer Cipelang, Balai Inseminasi Buatan Lembang, dan Balai Inseminasi Buatan Singosari.

“Distribusi dan pelaksanaan vaksin tahap selanjutnya, selain mempertimbangkan prioritas komoditas, wilayah rentan PMK dan tujuan pengembangan ternak, juga akan memperhatikan pertimbangan teknis lainnya, seperti ketersediaan vaksin, vaksinator, manajemen rantai dingin vaksin,” terang Nasrullah.

Lebih lanjut Nasrullah sampaikan, untuk efektifitas pelaksanaan vaksin akan dilakukan penandaan sekaligus pendataan melalui ear tag (QRcode).

“Pasca vaksinasi, sangat penting untuk dilakukan penandaan pada sapi dan dilakukan pendataan ke dalam system pendataan ternak,” ungkap Nasrullah.

“Setelah dilakukan pendataan dan vaksinasi, maka QR Code yang terdapat di Eartag akan dapat di scan melalui Mobile Apps berbasis android,” terangnya.

Ia sebutkan, riwayat vaksinasi ini akan ditampilkan dalam bentuk kartu vaksin yang berisi nomer identifikasi ternak, jenis/rumpun ternak, jenis kelamin, jenis vaksin, riwayat vaksinasi, hingga lokasi dan tanggal vaksinasi.

“Kami telah menyiapkan untuk penandaan ternak pasca vaksinasi di provinsi Jawa Timur sebanyak 233.300 buah yang dilengkapi dengan Secured QR Code,” ungkap Nasrullah.

“Dan hari ini kita telah siapkan 1.000 buah Eartag Secured QR Code dan akan didistribusikan ke provinsi Jawa Timur beserta 5 unit aplikator, dengan demikian kita bisa mendata ternak yang sudah divaksin dalam aplikasi kami,” pungkasnya.

Selain pencanangan vaksinasi di Kabupaten Sidoarjo, Kementerian Pertanian juga memberikan bantuan obat-obatanan di Kabupaten Sidoarjo berupa Antihistamin 500 dosis, vitamin 200 dosis, obat luka sebanyak 240 dosis dan desinfektan. Bantuan obat juga diberikan untuk Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Madiun.(hum)

Categories
Kesehatan TNI

Satkes Denma Koopsud I Vaksinasi Booster Covid-19 untuk Wartawan

Koran Jurnal, Jakarta – Sebagai salah Satu bentuk peran serta TNI AU khususnya Koopsud I untuk mendorong pemulihan kesehatan masyarakat gencar melaksanakan serbuan vaksinasi. Selain itu, untuk melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi, Satkes Denma Koopsud I melaksanakan vaksinasi untuk wartawan di Klinik Satkes Denma Koopsud I, Makoopsud I, Kamis (21/4/2022).

Kegiatan vaksinasi ini sebagai bentuk kepedulian pelayanan kesehatan TNI AU terutama Koopsud I kepada masyarakat, perwakilan dari beberapa portal berita silaturahmi ke Kepala Penerangan Koopsud I Kolonel Sus Gerardus Maliti, S.Sos, M.Si., sekaligus melaksanakan vaksinasi booster di Klinik Satkes Denma Koopsud I.

“Semoga silaturahmi dan kerja samanya selama ini yang sudah berjalan dengan baik dapat diteruskan kedepannya,” ujar Kapen Koopsud I.(disp)

Categories
Kesehatan TNI

Pangkoopsud Marsda TNI Tedi Rizalihadi Tinjau Serbuan Vaksinasi Koopsud I di Kantor MNC Grup Jakarta

Koran Jurnal, Jakarta – Sebagai bentuk peran serta TNI AU khususnya Koopsud I untuk pemulihan ekonomi nasional diantaranya dengan mendorong pemulihan kesehatan, yaitu dengan gencar melaksanakan serbuan vaksinasi. Selain itu juga untuk melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi. Koopsud I menggelar serbuan vaksinasi yang bekerjasama dengan MNC Grup. Bertempat di Gedung High End – MNC Grup, Jalan Kebon Sirih 17-19, Jakarta Pusat, Rabu (20-4-2022)

Kegiatan serbuan vaksinasi Koopsud I di MNC Grup ditinjau langsung oleh Panglima Komando Operasi Udara I (Pangkoopsud I) Marsda TNI Ir. Tedi Rizalihadi S., M.M., yang didampingi oleh pejabat MNC Grup, Bapak Syafril Nasution, selaku Direktur Corporate Secretary MNC Grup, untuk menyapa dan melihat langsung warga yang hendak divaksin.

“Alhamdulillah pada hari ini (Rabu, 20/4) TNI Angkatan Udara dalam hal ini Koopsud I beserta RSAU Esnawan Antariksa yang bekerja sama dengan MNC Grup, menggelar serbuan vaksinasi untuk masyarakat. Targetnya adalah 500 dosis tapi alhamdulillah ini sudah terdaftar 600 dosis. Kita menyediakan jenis vaksin Moderna, Pfizer, Astra Zeneca, dan ini juga tentunya dalam rangka menghadapi mudik lebaran. Seperti kita ketahui bahwa salah satu syarat mudik itu harus sudah booster. Dan ini Alhamdulillah animo masyarakat cukup tinggi,” ujar Pangkoopsud I saat diwawancarai oleh media saat meninjau vaksinasi.

Lebih lanjut dalam kesempatan tersebut Pangkoopsud I menambahkan, “Untuk kedepannya kami Koopsud I akan bekerja sama terus dengan MNC Grup untuk melakukan serbuan vaksinasi ditempat-tempat lain. Karena ada beberapa tempat juga yang capaian boosternya masih kurang jadi nanti akan kita survey. Kita akan gencar melaksanakan vaksinasi untuk masyarakat,” tegas Marsda TNI Ir. Tedi RIzalihadi S., M.M.

Seperti kita ketahui bersama, bahwa vaksinasi merupakan upaya pencegahan yang spesifik atas suatu penyakit. Sehingga dengan melakukan pemulihan kesehatan melalui vaksinasi yang berhasil dilakukan, maka individu sehat, keluarga sehat, tatanan masyarakat sehat, maka produktivitas akan meningkat. Sehingga dapat mendorong untuk pemulihan ekonomi nasional.

Turut hadir dalam peninjauan vaksinasi Pangkoopsud I di Kantor MNC Grup, Asren Koopsud I, Asintel Kaskoopsud I, Aspotdirga Kaskoopsud I, Kakes Koopsud I, Sahli Tekinfo Koopsud I, Sahli Sarpras Koopsud I, Pabandyadukops Sops Kaskoopsud I beserta staf dari MNC Grup.(pen)

Categories
TNI

Peringati HUT ke-76, TNI AU Gelar Bazar dan Layanan Vaksinasi

Koran Jurnal, Jakarta – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76, TNI Angkatan Udara menggelar Bazar murah untuk prajurit dan masyarakat. Bazar berupa kebutuhan pokok, digelar serentak di sejumlah satuan jajaran TNI AU se Indonesia, Selasa (19/4/2022).

Bazar yang akan berlangsung selama tiga hari mulai 19 sampai dengan 21 April 2022 ini, sekaligus untuk menyambut hari raya Idul Fitri 1443 H. *Beberapa satuan TNI AU yang menggelar Bazar antara lain Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Lanud Sulaiman Bandung, Lanud Muljono Surabaya, Lanud Adisutjipto Yogyakarta, Lanud Supadio Pontianak, Lanud Manuhua Biak, Lanud Sultan Hasanudin Makassar dan beberapa Lanud kota besar lainnya.*

Selain Bazar, di sejumlah satuan juga digelar layanan vaksinasi gratis untuk masyarakat. Kegiatan yang mendapat atensi dari pimpinan TNI AU ini, sebagai wujud kepedulian TNI AU kepada prajurit dan warga masyarakat sekitar satuan TNI AU yang membutuhkan kebutuhan sehari-hari, dengan harga terjangkau khususnya Sembako, dan layanan vaksinasi Covid-19.

Kegiatan bazar dan layanan vaksinasi covid-19, sekaligus upaya TNI AU membantu program pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional dan pemenuhan target vaksinasi covid-19 nasional.(disp)

Categories
Kesehatan Nasional

Vaksinasi ‘Booster’ Covid-19 Gratis Bagi Seluruh Masyarakat Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memutuskan pemberian vaksin Covid-19 yang ketiga atau Booster bagi seluruh masyarakat Indonesia tidak dipungut biaya alias gratis.

“Saya memutuskan pemberian vaksin ketiga ini gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia, karena sekali lagi saya tegaskan bahwa keselamatan rakyat adalah yang utama,” ujar Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (11/01/2022).

Menurut Presiden Jokowi, upaya vaksinasi booster penting dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh masyarakat mengingat virus Covid-19 yang terus bermutasi.

“Vaksinasi ketiga ini adalah calon penerima sudah menerima vaksin Covid-19 dosis kedua lebih dari enam bulan sebelumnya,” terangnya.

Dikabarkan bahwa pemerintah akan memulai pelaksanaan vaksinasi dosis lanjutan atau booster pada tanggal 12 Januari 2022 dengan prioritas bagi lansia dan kelompok rentan.

“Meski sudah divaksin, saya mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan; memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Karena vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan merupakan kunci dalam mengatasi pandemi Covid-19,” tandasnya.

Adapun vaksin yang digunakan untuk booster yakni CoronaVac atau Vaksin Covid-19 Bio Farma, Comirnaty oleh Pfizer, AstraZeneca (Vaxzevria dan Kconecavac), Moderna, dan Zifivax.(*)

Categories
Kesehatan TNI

TNI-Polri Gencarkan Vaksinasi Covid-19 di Pademangan Jakarta Utara

Koran Jurnal, Jakarta – TNI-Polri terus menggencarkan serbuan vaksinasi Covid-19 di wilayah Pademangan Jakarta Utara. Kali ini kegiatan dipusatkan di SDN 11 Pademangan Barat, Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Jum’at (07/01/2022).

Kegiatan tersebut merupakan instruksi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono dalam turut menyukseskan program pemerintah yaitu vaksinasi nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo dalam percepatan penanganan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Vaksinasi menyasar masyarakat usia dewasa dan juga diperuntukkan bagi anak-anak berusia 6-11 tahun seperti yang digalakkan pemerintah mulai akhir Desember 2021 yang lalu. Vaksinasi bagi anak-anak ini juga ditujukan dalam menghadapi pembelajaran tatap muka (PTM) yang mulai diberlakukan.

Pada serbuan vaksinasi tersebut, Pushdirosal) yang mengerahkan 8 Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bekerja sama dengan Polri yang mengerahkan 5 nakesnya. Pada pelaksanaannya, dari peserta yang terdaftar sebanyak 83 orang, tercatat 80 orang berhasil divaksin dengan menggunakan vaksin Sinovac dosis pertama, sementara 3 orang tertunda divaksin dengan alasan medis.

TNI AL dalam hal ini Pushidrosal bekerja sama dengan instansi TNI Polri akan terus menggencarkan serbuan vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat yang membutuhkan, sampai pemerintah secara resmi menghentikan kegiatan vaksinasi tersebut secara nasional.(disp/red)

Categories
Kesehatan TNI

Jelang Akhir Tahun, TNI AL Vaksinasi Covid-19 Warga Usia 6 sampai 69 Tahun di Penjaringan

Koran Jurnal, Jakarta – Menjelang akhir tahun 2021, TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam hal ini Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) kembali menggelar kegiatan sosial berupa Serbuan vaksinasi Covid-19 secara massal bagi masyarakat maritim bertempat di Kantor Kelurahan Penjaringan, RT. 021, RW.07, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (29/12/2021).

Kegiatan vaksinasi massal yang digelar berkolaborasi dengan Kesdam Jaya tersebut melayani masyarakat umum berusia antara 12-69 Tahun dan anak-anak usia 6-11 Tahun, dengan target 300 orang menggunakan jenis vaksin Sinovac Dosis 1 dan 2 serta Aztra Zeneca Dosis 1.

Serbuan vaksinasi masyarakat maritim Covid-19 merupakan perintah langsung Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono dan merupakan salah satu implementasi pengabdian TNI AL agar dapat secara langsung menyentuh masyarakat dan memberikan dampak positif bagi kesehatan rakyat Indonesia terutama di wilayah maritim Jakarta Utara.

Vaksinasi yang digelar diawali dengan pendaftaran, pengecekan suhu, pengukuran tekanan darah dan screening kesehatan sesuai standar Kemenkes RI. Bila tidak ditemukan masalah, peserta vaksinasi akan digiring menuju ke ruang vaksinasi untuk mendapatkan suntikan vaksin, dan observasi diakhiri dengan pembagian sertifikat vaksin yang langsung diserahkan.

Untuk serbuan kali ini Pushidrosal mengerahkan Tenaga Kesehatan (Nakes) sebanyak 12 Personel dari Dinas Kesehatan (Diskes) Pushidrosal serta dibantu oleh petugas dari Kelurahan Penjaringan untuk mengurus bagian administrasi.

Pelaksanaan vaksinasi dimulai dari pukul 08.00 wib hingga pukul 13.00 wib. Dari peserta yang terdaftar sebanyak 255 orang, tercatat yang berhasil di vaksin sebanyak 250 orang, dengan rincian 213 orang dengan vaksin Sinovac dan 37 orang dengan vaksin Astra Zeneca. Sementara 5 orang tertunda divaksin karena alasan kesehatan.

Selama kegiatan berlangsung hingga akhir, petugas vaksinasi dan para peserta vaksin tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat.(disp/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan TNI

TNI AL Gelar Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun di Wilayah Lagoa Jakut

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui Dinas Kesehatan Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Diskes Pushidrosal) menggelar vaksinasi covid-19 untuk anak berusia antara 6 hingga 11 tahun bertempat di SDN 01,02,05 Lagoa Pagi, Jl. Menteng No.2-4 RT.001/09, Kecamatan Koja Jakarta Utara. Rabu (22/12/2021).

Penyuntikan vaksin kepada anak usia 6-11 tahun dilakukan dengan intramuskular atau injeksi ke dalam otot tubuh di bagian lengan atas dengan dosis 0,5 mili. Vaksinasi diberikan sebanyak 2 kali dengan interval minimal 28 hari. Sebelum pelaksanaan vaksinasi harus dilakukan skrining dengan menggunakan format standar oleh petugas vaksinasi.

Adapun pelaksanaan vaksinasi Covid-19 anak usia 6-11 tahun didasari telah terbitnya rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunizational/ ITAGI) perihal kajian vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun dan sudah adanya Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM untuk penggunaan vaksin Sinovac bagi anak usia 6-11 tahun.

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi anak ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 dikalangan generasi muda dengan mempercepat pembentukan kekebalan kelompok atau Herd Immunity di masa Pandemi.

Tenaga Kesehatan (Nakes) yang diturunkan untuk serbuan vaksinasi yang dilaksanakan di wilayah Lagoa Koja ini berjumlah 32 orang yang terdiri dari Diskes Pushidrosal berjumlah 10 Personel dibantu 12 orang dari Tenaga Kesehatan (Nakes) Kelurahan Lagoa untuk pengurusan administrasi. Dengan sasaran sebanyak 400 orang. Pada pelaksanaannya tercatat sebanyak 336 orang anak telah berhasil di vaksin, tertunda 4 orang anak, yang keseluruhannya menggunakan vaksin jenis Sinovac.

Ketentuan vaksinasi yang digalakkan oleh TNI Angkatan Laut khususnya Pushidrosal ini merupakan perintah langsung dari Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono untuk dilaksanakan setiap kotama-kotama TNI AL di seluruh Indonesia.

TNI AL juga memberikan bingkisan berupa paket sembako kepada masyarakat yang telah mengikuti kegiatan vaksinasi. Hal ini dimaksudkan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19.(disp/red)