Categories
Kesehatan Nasional

Mentan SYL Pimpin Vaksinasi PMK Perdana di Sukoharjo, Jawa Tengah 

Koran Jurnal, Sukoharjo – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memimpin Vaksinasi Perdana dan Apel Siaga Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jawa Tengah. Langkah ini menjadi salah satu upaya Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah dalam mempercepat pengendalian penyakit yang menyerang ternak sapi saat ini.

“Hari ini kita ada di Kabupaten Sukoharjo memastikan upaya – upaya vaksinasi dalam rangka pencegahan PMK. Kita berharap dengan segala kemampuan yang kita miliki bersama antar Kementerian Pertanian, jajaran pemerintah Provinsi, jajaran pemerintah kabupaten dan bersama semua stakeholder kita bisa kendalikan PMK dengan baik,” demikian dikatakan Mentan Syahrul saat meninjau vaksinasi PMK di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (18/6/2022).

Ia menegaskan penyelenggaraan Apel Siaga PMK bertujuan untuk memberikan sugesti dan semangat kepada semua stakeholder untuk sama-sama membantu peternak atau mengakselerasi tindakan penanganan PMK. Pengendalian PMK harus dilakukan dengan serius dan berusaha sekuat-kuatnya agar wabah PMK tereliminasi dan bahkan hilang di Indonesia.

“Kita bersyukur hari ini kita dipertemukan dalam gelar apel siaga dan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jawa Tengah yang akan kita laksanakan perdana. Sebenarnya tanpa apel ini kita terus bekerja tapi apel ini akan memberikan sugesti minimal kepada peternak kita,” tegasnya.

Upaya Pengendalian PMK

SYL menegaskan selain vaksinasi, pengendalian PMK dilakukan dengan berbagai upaya diantaranya pengetatan lalu lintas hewan khususnya dari zona merah dan kuning. Kementan juga sudah membentuk Gugus Tugas penanganan penyakit mulu dan kuku (PMK) untuk memitigasi penyebaran virus pada ternak.

“Selain vaksin, kita juga memperketat lalu lintas hewan. Boleh keluar dari tempat yang ditentukan tetapi pakai sertifikat atau surat kesehatan hewan tapi khusus zona merah di desa dan kecamatan yang tertular PMK tidak boleh keluar hewan hidup,” tegas SYL.

Lebih lanjut SYL menerangkan penguatan Posko dan Gugus Tugas dalam penanganan PMK di tingkat nasional/provinsi/kabupaten juga terus dipantau dan terus melakukan pelaporan secara rutin. Data pelaporan perkembangan terkini PMK di Indonesia sampai dengan 17 Juni 2022, mencatat PMK telah terdeteksi di 18 Provinsi.

“Hari ini kita bersyukur sejak beberapa hari lalu vaksin sudah ada dan kita berharap vaksin perdana yang bertotal 800 ribu akan kita coba dengan berbagai upaya dan nanti kita akan kita akan evaluasi,” terangnya.

Di kegiatan vaksinasi ini, Dosen Universitas Gajah Mada (UGM), Arif Haryanto mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Kementan siap berkontribusi dalam penanganan PMK baik dalam pengecekan hewan ternak hingga memantau hasil vaksinasi. Guna mempercepat penanganan PMK, kerjasama dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Provinsi Jawa Tengah pun dilakukan dengan optimal.

“Kami sepenuhnya siap memback up kegiatan Kementan dalam pengendalian PMK. Kami memiliki sumber daya dalam penanganan hewan. Saat ini kami juga sudah bekerja sama dengan seluruh dokter hewan di Jawa Tengah yang siap turun langsung,” ucap Arif.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah, Agus Wariyanto mengatakan vaksinasi PMK menjadi vaksin perdana di Jawa Tengah dan secara bertahap akan terus dilakukan di lokasi lain. Karena itu, sangat berterima kasih atas perhatian dan gerak cepat Kementan untuk pengendalian PMK di Jawa Tengah.

“Kita sudah mendapatkan vaksin dan Jawa Tengah memang sudah terdapat suspect PMK dan kita sedang upaya untuk bisa memberikan pengobatan yang cepat,” ucap Agus.

Agus menyebutkan pertanggal hari ini, sapi di Jawa Tengah yang terkonfirmasi PMK sebanyak 21 ribu, sembuh 4000. Upaya pengendalian melibatkan petani, penyuluh, perguruan tinggi bahwa pihak swasta terus ditingkatkan.

“Kita juga menyiapkan kajian-kajian terminologi bersama perguruan tinggi. Dan kita upayakan penyebaran bisa kita pantau dan kendalikan sehingga kawasan yang terdampak bisa fokus kita lakukan pengobatan,” ungkap Agus.

Sebelum meninjau vaksinasi PMK, Mentan SYL yang didampingi jajaran eselon 1 Kementan melakukan Apel Siaga PMK bertempat di Kantor Bupati Sukoharjo. Apel siaga ini bersama petugas Karantina seluruh Indonesia, petugas veteriner dan inseminator.

Pada kesempatan ini, Mentan SYL menyerahkan langsung bantuan vaksin kepada Bupati Sukoharjo. Adapun total bantuan vaksin yang disalurkan Kementam untuk Provinsi Jawa Tengah sebanyak 125 ribu dosis.(hum)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL Minta Pemerintah Daerah Optimalkan Peran Puskeswan

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meminta pemerintah daerah untuk mengoptimalkan fungsi Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang ada di tiap kecamatan. Pengoptimalan ini, menurut SYL penting dilakukan untuk menekan penularan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

“Keberadaan Puskeswan harus bisa mendeteksi penyakit hewan seperti PMK. Puskeswan kita dorong untuk berperan optimal sebagai unit terdepan dalam mempercepat proses pelayanan dan penanganan kesehatan hewan,” ujar SYL dalam koordinasi penanganan PMK, Rabu (25/5/2022).

Menurut Mentan, keberadaan puskeswan sangat vital untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penularan kontak langsung anatar hewan ke hewan atau manusia ke hewan. Selain itu, keberadaan puskeswan selama ini mampu mendekatkan peternak dengan petugas kesehatan hewan.

“Saya yakin puskeswan mampu memberikan pelayanan kesehatan hewan yang optimal untuk meningkatkan kualitas kesehatan hewan dan ternak, sehingga PMK ini segera dapat diatasi,” katanya.

Perlu diketahui, berdasarkan amanat Undang-undang No18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan disebutkan bahwa Puskeswan melakukan tugas utama sebagai ujung tombak kesehatan hewan yang strategis dalam mendukung Sistem Kesehatan Hewan Nasional (Siskeswannas).

Menurut Nasurullah l, dari data per Januari 2022 lalu, Indonesia memiliki 1.588 unit Puskeswan yang tersebar di seluruh Indonesia. “Terdapat juga 89,7 persen kabupaten/kota yang memiliki Puskeswan,” ujarnya.(hum)

Categories
Ekonomi Kesehatan Ragam

Mentan SYL Koordinasi Pengendalian dan Pencegahan Wabah PMK di Lampung

Koran Jurnal, Lampung – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menggelar koordinasi pengendalian dan pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Desa Mulyajaya, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung. Kegiatan ini dihadiri jajaran Pemda Lampung serta para peternak yang tengah melakukan proses penyembuhan.

Menurut Mentan, kegiatan tersebut merupakan respon cepat pemerintah atas adanya laporan penyebaran wabah PMK di desa tersebut. Kata Mentan, pemerintah langsung bergerak cepat dengan memberikan bantuan obat, antibiotik, dan vitamin.

“Alhamdulliah banyak hewan ternak yang sudah sembuh, sudah lincah kembali, sudah bisa makan dan hidungnya tidak meler lagi. Tapi saya mengingatkan agar tetap menerapkan Prototap-prototap yang berlaku. Catatannya 14 hari harus mendapat pengawasan,” ujar Mentan, Minggu (22/5/2022).

Mentan mengatakan, saat ini jumlah hewan ternak yang suspek positif PMK mulai menurun. Bahkan diantaranya sudah kembali pulih seperti biasa. Kata dia, wabah PMK bisa dikendalikan dengan kolaborasi dan kebersamaan semua pihak.

“Alhamdulillah respon cepat dan kebersamaan dari pak kadis, pak bupati, pak gubernur serta para peternak terus kita jaga. Saya kira apa yang kita saksikan hari ini adalah sesuatu yang memberi harapan besar, karena PMK hadir tapi ternyata bisa disembuhkan. Bahkan kesembuhannya sangat maksimal melalui intervensi negara dan kerjasama yang intens antara kementan dan pemerintah daerah,” katanya.

Dengan kegiatan pencegahan penularan dan pengendalian ini, Mentan mengaku optimis seluruh hewan ternak dapat kembali sehat dan penyebaran penyakit dihindari. Diapun berharap masyarakat tidak terjebak dalam kepanikan karena pemerintah terus bergerak mengendalikan penyakit ini.

“Walaupun semua sudah turun tangan tidak berarti mengurangi kewaspadaan kita. Kita semua harus saling menjaga. Kita a tidak boleh percaya diri yang berlebihan tetapi karantina harus siaga 1. Yang paling penting tidak boleh panik,” katanya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulang Bawang, Nazaruddin mengatakan bahwa penanganan wabah PMK sudah dilakukan secara maksimal sesuai arahan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian.

“Kami sangat berterimakasih dengan tindakan cepat kementan dan pengawasan masyarakat. Saya berharap PMK jangan sampai ke tempat lain karena itu mobilisasi harus dibatasi dan diperhatikan kebersihan kandangnya. ke depan kami berharap vaksinasi bisa di berikan,” katanya.

Salah satu peternak setempat, Ismail menyampaikan terimakasih atas respon cepat pemerintah dalam mengendalikan penyakit PMK. Menurutnya, hewan ternak yang ada saat ini dalam kondisi sehat dan siap dipotong untuk kebutuhan Idul Adha mendatang.

“Awalnya gak mau makan terus mulut berbusa dan lidah luka, saya langsung lapor ke Dinas dan langsung di respon cepat. Alhamdulillah ternak saya sembuh dan siap dipotong untuk idul Adha,” ujarnya.(hum)

Categories
Ekonomi Kesehatan

Optimis PMK Dapat Diatasi, Mentan SYL Sebut 3 Strategi Ini

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengaku optimis penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) dapat dikendalikan secara cepat. Karena itu, SYL mengajak agar semua pihak turun langsung dan terlibat aktif dalam menekan jumlah penularan. Menurutnya, penyakit tersebut bisa disembuhkan melalui 3 strategi berikut ini.

Pertama, kata SYL, Kementerian Pertanian mengajak untuk menerapkan strategi intelektual sebagai langkah percepatan, kedua menerapkan strategi manajemen sebagai langkah penguatan dan ketiga adalah strategi perilaku sebagai langkah bersama dalam menghilangkan PMK.

“Jadi sebenarnya PMK ini dapat disembuhkan dan tidak menular ke manusia, tetapi kita harus waspada dan terus bekerja. Yang terpenting tidak boleh membangun kepanikan karena itu sangat berbahaya,” ujar SYL, Rabu (18/5 2022).

SYL mengatakan, berdasarkan hasil penelitian dan penelusuran selama ini, penyakit PMK masuk dalam kategori penyakit hewan yang tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Sebab kata dia, seluruh bagian daging pada hewan yang positif PMK dapat dimakan melalui prosedur yang telah ditetapkan.

“Sekali lagi PMK dapat disembuhkan dan tidak berbahaya dikonsumsi manusia. Kedua, jajaran Kementan bersama 16 daerah yang terkontaminasi PMK menyatakan siap menghadapi Idul Qurban dan meski ada PMK, pasokan sapi yang ada tidak bermasalah,” imbuhya.

Disisi lain, Kementan juga telah membangun posko pengaduan dan crisis center PMK. Masyarakat yang memiliki hewan dengan gejala PMK dapat menghubungi nomor 081286345622. Posko darurat tanggap darurat ini dikelola langsung Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan.

“Oleh karena itu jajaran Kementan siaga 1 dan lintas sektor dibawah jajaran Dirjen terus bekerja. Alhamdulillah sekarang tren penyebarannya sudah menurun,” ujarnya.(hum)

Categories
Ekonomi

Komitmen Gunakan Alsintan TKDN Tinggi, Mentan SYL Dorong Industri Pertanian

Koran Jurnal, Tangerang – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendorong alat mesin pertanian (alsintan) buatan dalam negeri dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) tinggi. Karena itu, ia melakukan kunjungan ke PT. Sharprindo Dinamika Prima sebagai salah satu komitment kepada industri alsintan guna menggairahkan produksi sekaligus penggunaan alsintan karya anak bangsa, Rabu (13/4/2022).

“Hari ini kita melihat produksi dari sebuah perusahaan milik anak bangsa yang memproduksi alsintan. Saya sangat bahagia di Ramadhan ini bisa diajak ke PT Sharprindo. Kami siap bekerja sama untuk hadirnya Indonesia yang lebih baik. Kalau mau bangsa ini baik, perbaiki alsintan, masa harus impor terus. Menurut saya yang susah dibuat itu mesin, tapi PT. Sharpindo sudah bikin mesinnya, artinya sudah selesai, masa harus terus impor,” demikian dikatakan Mentan SYL pada kunjungan tersebut.

SYL menegaskan mendorong pengembangan industri alsintan dalam negeri tidak boleh biasa-biasa saja, tapi harus serius dengan kerja keras. Karena itu, salah satu upaya nyata yang segera dilakukan adalah Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) alsintan buatan dalam negeri tidak boleh terus berada di posisi 42 persen, tapi harus di atas 50 persen.

“TKDN jangan 42 persen, tapi 3 sampai 5 bulan ke depan TKDN harus di atas 50 persen. Saya mau lihat ini hasilnya ke depan. Ini komitmen dan upaya nyata kita dorong semua industri alsintan dalam negeri agar kita tidak lagi impor komponen alsintan,” tegasnya.

SYL menambahkan peran mekanisasi pertanian telah terbukti menjadikan sektor pertanian yang tangguh pada kondisi pandemi covid 19. Dua tahun pandemi, Kementerian Pertanian (Kementan) terus menopang ketersediaan pangan sekaligus kesejahteraan petani sehingga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga di masa pandemi covid 19 hanya sektor pertanian yang pertumbuhan PDB nya paling besar dan positif, yakni 16,4 persen.

“Percepatan ketersedian pangan ini karena dukungan alsintan. Patut kita berikan apresiasi yang besar terhadap produk-produk lokal ini yabg turut berkontribusi dalam pembangunan pertanian,” tegasnya.

Dirut PT. Sharprindo Dinamika Prima, Jusmin Suwoko memberikan apresiasi atas dukungan Kementan yang menumbuhkan dan memprioritaskan alsintan buatan dalam negeri. Pasalnya, dukungan Kementan sangat penting untuk memproduksi alsintan dalam jumlah besar guna memenuhi kebutuhan petani dan menjadikan pembangunan pertanian semakin modern.

“Kami apresiasi kehadiran Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, karena baru pertama kali hadir perwakilan pemerintah di perusahaan kami. PT. Sharprindo adalah perusahaan dalam negeri, 100 persen alsintan yang diproduksi karya anak bangsa. Kami meminta dukungan penuh dari pemerintah agar bisa semakin lebih baik untuk memenuhi kebutuhan alsintan petani,” ujarnya.

“Dorongan Pak Menteri Pertanian sangat memberikan semangat pada kami untuk menaikan TKDN. Kami berkomitmen untuk mencapai TKDN di atas 50 dalam waktu dekat. Kami optimis bisa wujudkan ini,” tambah Jusmin.

Perlu diketahui, pengadaan alsintan di Kementan berpedoman pada Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, tanggal 2 Februari 2021, pasal 66 tentang kewajiban menggunakan produk dalam negeri dan UU 22 Tahun 2019 Tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan, pasal 65 dan 66 tentang kewajiban penggunaan produk yang memiliki SPPT SNI. Sehingga, pengadaan alsintan memprioritaskan produk industri dalam negeri.

Di tahun 2021, Kementan melakukan pengadaan alsintan prapanen sebanyak 25.134 unit yang terbagi dengan jenis dan nilai kontraknya. Jenis alsintan ini meliputi traktor roda 2, traktor roda 4, pompa air, rice transplanter, cultivator, hand sprayer dan alat tanam jagung, yang tentunya sudah memiliki seritifikat TKDN.(hum)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL Dorong Pembentukan Holding BUMN Klaster Pangan Protein

Koran Jurnal, Jakarta – Kementerian Pertanian menyambut baik pembentukan holding BUMN klaster pangan yang terdiri dari 8 BUMN termasuk PT. Berdikari yang bergerak di bidang bisnis peternakan terintegrasi dari hulu ke hilir, khususnya untuk ayam ras pedaging. Hal itu disampaikan oleh Menteri Pertanian RI Syahrul yasin Limpo (SYL) bertepatan dengan HUT PT. Berdikari Ke-55 tahun, perusahaan me-launching dua Produk baru yakni Be Best dan Gerai Daging Berdikari di Gudang PT. Berdikari Logistik Indonesia, Tanjung Priok – Jakarta Utara, Senin (23/08/2021).

Dikatakan bahwa Launching Produk dan Gerai Daging Berdikari merupakan salah satu upaya dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan di Indonesia dengan penyediaan protein hewani yang berkualitas bagi masyarakat Indonesia, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia seutuhnya.

“Selamat Ulang Tahun kepada PT. Berdikari, yang pada hari ini telah mencapai usianya yang ke-55 tahun, bersamaan dengan launching brand produk ritel “Be Best” serta outlet saluran distribusi “Gerai Daging Berdikari,” sebagai wujud kontribusi PT. Berdikari terhadap pembangunan agroindustri peternakan nasional dan peningkatan ekosistem protein hewani di Indonesia,” ucapnya.

Mentan SYL mengharapkan dengan terbentuknya BUMN klaster pangan tersebut, PT. Berdikari dapat semakin berperan aktif khususnya sebagai off taker dalam penyerapan Live Bird peternak melalui berbagai pilihan produk olahan berkualitas dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.

“Kami juga mengharapkan PT.Berdikari dapat berperan aktif menjadi eksportir produk pertanian nasional, khususnya untuk produk olahan hasil peternakan, dan mampu menembus ke pasar-pasar potensial, baik Asia, Timur Tengah bahkan ke seluruh dunia,” harapnya.

SYL kembali berharap bahwa momentum ini merupakan langkah awal yang baik ini diikuti dengan langkah-langkah strategis dan operasional, unsur K/L serta stakeholders terkait harus bekerjasama dan bahu membahu untuk menyelesaikan masalah pangan hewani secara terintegrasi hulu hingga hilir untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha peternakan.

“Dengan sinergitas dan perjuangan bersama insyaallah dalam waktu dekat kita dapat menjadi negara eksportir produk pangan hewani unggulan, yang dapat menembus pasar regional dan internasional,” tambah Menteri Syahrul.

Mentan SYL mengapresiasi peran aktif PT. Berdikari pada bisnis peternakan terintegrasi hulu-hilir, dengan memproduksi berbagai produk olahan daging sapi dan ayam sebagai salah satu pilihan produk hasil peternakan yang berkualitas bagi masyarakat.

“Semoga PT. Berdikari dapat terus berperan aktif dalam pembangunan nasional dan menjadi perusahaan agroindustri nasional terbaik yang inovatif, bersaing dan tumbuh berkelanjutan,” harapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa seperti kita ketahui bersama, pada tahun 2020, kebutuhan daging ayam ras di Indonesia mencapai 2,7 juta ton per-tahun, sementara produksi nasional sebesar 3,2 juta ton per tahun, sehingga Indonesia mengalami surplus produksi daging ayam ras secara nasional sebesar 496 ribu ton. Di satu sisi konsumsi daging ayam ras masyarakat Indonesia per-kapita per- tahun pada tahun 2020 sebesar 10,1 kg, masih relatif lebih rendah dibanding konsumsi negara ASEAN lainnya seperti Malaysia (49,3 kg), Vietnam (16,5 kg) dan Philipina (13,7 kg).

Pada saat bersamaan Direktur Utama PT. Berdikari Harry Warganegara menyampaikan bahwa produk berdikari best, merupakan produk hilirisasi dalam bentuk olahan seperti bakso, kornet, sosis, nugget dan lainnya. Saat ini sudah ada kurang lebih 50 gerai daging diluncurkan dalam bentuk outlet penjualan daging sapi dan produk berbahan daging lainnya. “Dengan langkah ini, kedepan kami optimis mampu mendorong tujuan Indonesia bergizi dalam beberapa tahun mendatang” ujar Harry.

Ditempat terpisah, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Nasrullah mengatakan, “saya berharap ini menjadi produk yang terbaik secara kualitas untuk dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia dan juga ekspor, sesuai dengan brand produk yang diusung BE BEST yang artinya Berdikari Best (terbaik)” ungkap Nasrullah. Selain itu “gerai daging ini juga diharapkan bisa menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia untuk memudahkan akses mendapatkan protein hewani dengan harga yang terjangkau,” tambah Nasrullah.

Dirjen Nasrullah juga menyampaikan, “selamat Ulang Tahun ke 55 untuk PT. Berdikari, saya sangat berharap agar PT. Berdikari bisa menjadi lokomotif dalam pembangunan peternakan Indonesia untuk menyiapkan protein hewani bangsa Indonesia dan juga menembus pasar ekspor,” tutup Nasrullah.(hum/red)

Categories
Polhukam

Mentan SYL: Saatnya Kita Menjadi Garda Terdepan Pancasila

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menggelar Upacara Hari Kelahiran Pancasila yang diikuti pejabat dan seluruh pegawai Kementerian Pertanian secara virtual. Peringatan Hari Lahir Pancasila, ungkap SYL hendaknya dapat menjadi momentum untuk meningkatkan rasa gotong royong membangun pertanian Indonesia apalagi ditengah tantangan covid 19 saat ini.

“Yang terpenting dalam peringatan hari lahir pancasila adalah bagaimana kita secara sungguh – sungguh memperkokoh rasa kenegaraan dengan menghidupkan nilai – nilai pancasila dalam relung kehidupan” ungkap SYL di Agriculture War Room Kanpus Kementan Jakarta, usai mengikuti upacara virtual peringatan Hari Lahir Pancasila bersama Presiden RI, Senin (01/06/2020).

SYL mengatakan Covid – 19 memberi tantangan – tantangan baru, termasuk tantangan pada perekonomian dunia, dan nilai – nilai pancasila hendaknya dapat menjadi kekuatan untuk terus berjuang menjadikan Indonesia sebagai negara pemenang dalam pertarungan ini.

“Ditengah tantangan covid 19 yang melanda hampir diseluruh negara didunia, bekerja di bidang pertanian, menjamin tidak ada persoalan terkait perut takyat, menghadirkan nilai – nilai pancasila dalam bekerja , akan mendorong rasa ikhlas dan ketulusan kita untuk mensyukuri nikmat Allah, saatnya kita berbuat untuk bangsa negara,” tegas SYL.

Pertanian, ungkapnya menjadi faktor penentu bagi bangsa Indonesia dalan melewati dinamika – dinamika yang dihadirkan Covid – 19. Ia mengatakan setidaknya ada lima hal yang perlu untuk dipedomani oleh jajarannya.

“Pertama adalah bagaimana program yang kita rencanakan dapat diintensifkan, kedua tingkatkan koordinasi kelembagaan dan kawal implementasinya hingga kelembagaan dan personal taninya,” ungkap SYL.

Koordinasi kelembagaan yang dimaksud harus mampu secara terstruktur, memastikan program dan kebijakan yang dibuat pemerintah dapat menyentuh hingga level petani secara personal. Untuk sampai dititik itu penting bagi Kementerian Pertanian menggandeng erat pemerintah daerah, tidak hanya di tingkat provinsi tapi hingga kabupaten dan kota.

“Keempat hal yang terpenting adalah hati – hati dengan masalah administrasi, pastikan tidak ada pelanggaran disitu, yang kelima dalah bangun pendekatan dan kemitraan yang kuat,” ungkapnya.

Dalam membenahi beragam persoalan di Sektor Pertanian, tidak mungkin bagi Kementerian Pertanian untuk bergerak sendiri, Dirinya mengatakan pendekatan dan kemitraan yang dibangun secara berjenjang, akan menghadirkan koordinasi yang baik ditingkat Gubernur, Bupati, Walikota, Kepala Dinas hingga level penyuluh dan desa.

“Saya mengajak seluruh pihak, sekali lagi mari kita maknai nilai pancasila dalam setiap sendi kehidupan, bekerja di sektor pertanian adalah panggilan perjuangan, saatnya kita menjadi garda terdepan pancasila, kita harus hadir dan katakanan bahwa kita pancasila,” tutup SYL.(hum/red)

Categories
Ekonomi

Mentan SYL: Komando Strategis Pertanian Segera Diaktifkan

Koran Jurnal, Batangkaluku – Usai acara serah terima jabatan di kantor pusat Kementrian Pertanian pada Jum’at (25/10/2019), Menteri Pertanian (Mentan) kabinet Indonesia Maju, Syahrul Yasin Limpo (SYL) langsung tancap gas dan memberi komando untuk segera mengaktifkan stategis kerja, dengan menghidupkan penyuluh pertanian. Mentan mengaku pada kesempatan sebelumnya, bahwa pembangunan pertanian dengan melibatkan peran penyuluh sampai di tingkat Kecamatan itu penting.

Tanpa menunda untuk kerja, Mentan langsung lakukan kunjungan pertamanya di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Makassar.

“Penyuluh pertanian adalah inti dari agen of change pembangunan pertanian. Karena itu, jadilah penyuluh pertanian yang hebat, disayangi serta ditunggu oleh semua masyarakat pertanian,” ucapnya saat memberikan arahan pada acara kunjungan tersebut.

Mentan mengungkapkan jika penyuluh adalah otaknya masyarakat di bawah. Penyuluh harus mampu mengelola tata kelola pertanian yang ada di masyarakat. Penyuluh juga harus berperan sebagai pasukan ‘kopassus’ pertanian.

“Mengurus pertanian sama artinya mengurus tambang emas 100 karat. Artinya pengelola pertanian orang hebat. semua orang membutuhkan dan ingin pertanian baik,” tegas SYL.

Selanjutnya, SYL menambahkan sebanyak 267 juta penduduk Indonesia tidak boleh terganggu pangannya, dan mewujudkan pangan yang cukup, akan menjadi ladang ibadah buat semua yang telah mengurusnya.

Mentan menekankan bahwa desa akan menjadi baik dan kuat, apabila penyuluh pertanian bisa memanfaatkan dan mengadaptasikan teknologi hasil-hasil penelitian.

“Peran BBPP akan menjadi penting dan strategis untuk menghilirisasikan inovasi teknologi kepada masyarakat bawah. Untuk itu, bangun framework BBPP yang kuat dengan membangun kerjasama dengan Perguruan Tinggi,” tambahnya.

Mentan juga mengatakan jika untuk membangun Behavior leadership, dalam 100 hari ke depan akan ada sistem komando strategis di tingkat kecamatan.

“Tugas sebagai pengendalian dan pelaksana, penyuluhan terpadu, show window inovasi, pemanfaatan citra satelit. Semua kekuatan dan sumberdaya pertanian akan dialokasikn disitu dengan memanfaatkn Artificial Intelegence (AI)” bebernya.

Syahrul juga mengatakan bahwa sebuah negara akan menjadi kuat apabila pertaniannya kuat, karena itu Mentan dan Kementan merupakan wilayah kerja yang strategis dan istimewa.

“Riset di kementan juga akan dihidupkan kembali dengan menempatkan SDM yang memiliki kompetensi yang memadai untuk menghasilkan dan mengembangkan berbagai inovasi teknologi,” tambahnya.(hum/red)