Categories
Nasional TNI

Panglima TNI: TNI-Polri di Babel Harus Bekerja Spartan

Koran Jurnal, Bangka Belitung – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memimpin rapat terkait penanganan Covid-19, yang diikuti oleh jajaran Forkopimda Kepulauan Bangka Belitung dan dilanjutkan pengecekan Aplikasi Silacak di Mapolda Bangka Belitung, Sabtu (14/08/2021).

Kegiatan diawali dengan penjelasan Gubernur Bangka Belitung (Babel) Dr. H. Erzaldi Rosman, S.E., M.M., terkait strategi penanganan Covid-19 diwilayah Babel.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Panglima TNI atas perhatiannya mengirimkan bantuan alat kesehatan dan oksigen konsentrator. Di Babel, sinergi TNI-Polri dan Pemerintah Daerah dalam menangani Covid-19 sangatlah baik,” ujar Gubernur Babel.

Panglima TNI menyambut dengan baik terkait sinergi yang telah terjalin dengan baik di Babel, dan Panglima TNI berharap hal tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Lebih lanjut Panglima TNI menjelaskan bahwa sesuai arahan Presiden Jokowi, agar setiap elemen saat ini harus berupaya menurunkan indeks mobilitas, memasifkan pelaksanaan 3T (Testing, Tracing dan Treatment) serta menggencarkan serbuan vaksinasi.

“Saya minta Pangdam dan Kapolda bekerja keras agar tracing kontak erat, dan harus menangani Covid-19 di Babel ini dengan Extraordinary,” tegasnya.

Panglima TNI menekankan, para petugas dilapangan harus melaksanakan pendampingan bagi para pasien yang melaksanakan Isoman, serta berikan obat dan lakukan pemantauan kondisi dengan rutin.

“Perhatikan pasien yang melaksanakan Isoman, jangan sampai menularkan kepada orang lain,” ujarnya.

Panglima TNI menyampaikan akan berusaha mendukung apa yang menjadi kekurangan, obat-obatan, vaksin dan kebutuhan oksigen di Babel, saat ini KRI Semarang telah ditugaskan melaksanakan misi kemanusiaan, membantu pasokan oksigen di wilayah Babel.

Panglima TNI juga menyampaikan bahwa Tracing Kontak Erat yang saat ini di Babel masih minim, harus dilaksanakan dan petugas yang bertugas harus dapat memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat guna melaksanakan tracing kontak erat, guna menyelamatkan nyawa orang lain dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“TNI-Polri harus bekerja Spartan, semangat dan tak kenal lelah berjuang untuk masyarakat, karena memang itu salah satu tugas kita guna menyelamatkan nyawa rakyat. Ingat Covid-19 tidak pernah tidur dan tidak pernah libur,” tegasnya.

Kegiatan dilanjutkan Panglima TNI dan Kapolri meninjau penggunaan dari Aplikasi Silacak yang diawaki oleh 4 Pilar yang bertugas sebagai petugas yang melakukan tracing dilapangan.

Panglima TNI bertanya kepada dokter yang bertugas di 4 Pilar, jika ada kasus konfirmasi positif maka untuk pelaksanaan tracing apa yang perlu dilakukan.

Pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh dokter yang bertugas, kami melaksanakan tracing kepada orang yang kontak dengan pasien selama 2 hari sebelum bergejala.(Pusp/red)

Categories
Nasional Polisi

Kapolri Ingin Pos Penyekatan Kabupaten dan Kota di Bangka Belitung Dioptimalkan

Koran Jurnal, Bangka Belitung – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melakukan rapat evaluasi penanganan dan pengendalian Covid-19 bersama Forkompimda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (14/08/2021).

Rapat bersama itu membahas soal kenaikan angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Bangka Belitung yang terjadi dalam satu bulan terakhir. Hal tersebut disebabkan karena tingginya mobilitas masyarakat di berbagai sektor karena menganggap dengan berakhirnya PPKM Darurat maka PPKM telah selesai dan tidak adanya kegiatan penyekatan di dalam kota, antar kota dan Provinsi.

“Hal ini mengakibatkan mobilitas masyarakat menuju dan keluar Babel meningkat dalam satu bulan terakhir. Padahal masih ada PPKM Level untuk kebijakan selanjutnya,” kata Kapolri dalam arahannya.

Oleh karena itu, Kapolri meminta agar Forkompimda kembali mengoptimalkan pos penyekatan di titik-titik perbatasan antar Kecamatan, Kabupaten dan Kota hingga antar Provinsi. Tidak hanya itu, operasi yustisi di tempat keramaian maupun di sentra ekonomi yang dilakukan pelonggaran juga perlu ditingkatkan.

“Untuk mengurangi mobilitas potensi penularan,” tandasnya.

Hal tersebut, kata Kapolri, juga harus diiring dengan sosialisasi masif kepada masyarakat terhadap protokol kesehatan dan kebijakan PPKM yang sedang dijalankan.

Mantan Kapolda Banten ini mengatakan, bahwa semua itu merupakan ikhtiar selain melawan virus corona juga menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tingkat Nasional yang sudah tumbuh 7,07 persen, sementara di Provinsi Kepulauan Babel sendiri tumbuh 6,85 persen.

“Modal dasarnya, tekan kasus Covid dengan strategi pengendalian yang memperhatikan keseimbangan antara penyekatan (mengurangi mobilitas) dan pelonggaran dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” imbau mantan Kabareskrim Polri ini.

Disisi lain, Kapolri meminta agar Forkompimda aktif menyampaikan kepada masyarakat yang memilih melakukan isolasi mandiri agar bergeser ke tempat isolasi terpadu atau isoter yang telah disiapkan. Hal tersebut penting, karena di isoter telah disiapkan segala fasilitas termasuk tenaga kesehatan yang baik.

“Isoter yang sudah disiapkan tentunya punya tenaga kesehatan cukup dan pengawasan perawatan yang lebih baik dibandingkan isoman. ini harus dilaksanakan sehingga masyarakat yang dirawat bisa betul-betul sembuh dan resiko penularan akibat isoman yang tidak terdeteksi bisa dihindari,” pinta Kapolri.

Terhadap kebutuhan oksigen dan obat-obatan, Kapolri mengatakan ia bersama Panglima TNI telah menyampaikan kepada pemerintah untuk bisa ditambah dalam rangka penanganan Covid-19 di Provinsi Babel.

“Juga terkait bansos dari pusat, daerah dan TNI-Polri harus juga betul-betul sampai kepada masyarakat yang terdampak agar semua berjalan dengan baik,” demikian Kapolri.(hum/red)

Categories
Kesehatan Nasional Polisi TNI

Ketua Satgas Bersama Panglima TNI dan Kabaharkam Polri Tinjau Tempat Isoman Terpusat Rumah Dinas Walkot Semarang

Koran Jurnal, Semarang – Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kabaharkam Polri Arief Sulistyanto meninjau pelaksanaan isolasi mandiri terpusat di Rumah Dinas Wali Kota (Walkot) Semarang, Jawa Tengah, Minggu (25/07/2021) sore. Setibanya di lokasi tersebut, rombongan disambut oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin dan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi beserta jajaran.

Adapun agenda tersebut sekaligus menutup rangkaian kegiatan kunjungan kerja Ketua Satgas, Panglima TNI dan Kabaharkam Polri dalam rangka pengendalian Covid-19, yang sebelumnya juga telah dilakukan di Bandung, Yogyakarta, Solo, Boyolali dan Semarang.

Dalam hal ini, kunjungan kerja tersebut sekaligus memiliki makna bahwa dalam upaya pengendalian Covid-19 perlu dilakukan bersama-sama dengan cara gotong-royong.

Wujud kebersamaan tersebut tidak hanya dari pemerintahnya saja, namun ada peran serta masyarakat, komunitas, akademisi, hingga media masa dalam memerangi penyebaran Covid-19.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Panglima TNI dan Kabaharkam Polri sekaligus ingin memperkuat basis kekuatan yang ada di daerah mulai dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, unsur BUMN dan segenap komponen lainnya yang ada di daerah.

Menurut Panglima TNI, penguatan seluruh unsur dan komponen daerah tersebut menjadi penting, mengingat kasus Covid-19 di Tanah Air masih tinggi dan dalam situasi yang dinamis.

“Kasus Covid-19 di Indonesia masih tinggi. Oleh karena itu, kita semua harus bahu membahu untuk menyelesaikan permasalahan Covid-19 ini,” jelas Panglima TNI.

“TNI/Polri memiliki tugas untuk pelaksanaan tracing kontak erat, vaksinasi dan pembagian obat serta menyiapkan fasilitas vaksinasi yang pelaksanaannya diawasi oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas,” imbuh mantan KSAU itu.

Di sisi lain, Ketua Satgas Ganip Warsito dalam kesempatan sebelumnya mengatakan bahwa potensi penularan virus SARS-CoV-2 masih sangat mungkin terjadi apabila masyarakat masih belum disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Oleh sebab itu, protokol kesehatan menjadi mutlak untuk mencegah terjadinya transmisi virus, karena Covid-19 dibawa oleh perantara manusia.

Kemudian yang kedua, Ketua Satgas juga mengajak agar masyarakat dapat mendukung program vaksinasi Covid-19, sehingga setiap individu dapat memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik terhadap Covid-19.

“Saya berpesan untuk disiplin untuk protokol kesehatan. Apabila ada program vaksinasi, maka ikuti program itu. Hanya dua hal itu yang menjadi cara agar diri kita terlindungi dari Covid-19,” kata Ganip.

Sementara itu, Kabaharkam Polri Arief Sulistyanto berpesan kepada masyarakat yang terinfeksi virus SARS-CoV-2 dari hasil _tracing_ agar bersedia dirawat di tempat isolasi terpusat untuk menghindari adanya transmisi antar anggota keluarga dan mencegah terjadinya kasus kematian akibat Covid-19.

“Apabila hasil tracing itu ditemukan hasil positif supaya mau dirawat di tempat isolasi terpusat. Karena masih ada masyarakat yang enggan untuk melakukan itu. Supaya ini bisa diisolir dan tidak menyebarkan virus ke mana-mana,” kata Kabaharkam Arief.

Pada kesempatan tersebut, rombongan Ketua Satgas, Panglima TNI dan Kabaharkam Polri juga menyempatkan diri berdialog dengan para pasien OTG yang sedang menjalani perawatan.

Momentum tersebut juga sekaligus dilakukan guna memastikan bahwa para pasien telah mendapatkan perawatan dan penanganan secara profesional oleh para tenaga kesehatan dan dalam kondisi yang semakin baik.

BOR Kota Semarang Turun

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan bahwa _Bed Occupancy Rate_ untuk wilayah Kota Semarang saat ini berada pada angka 57 persen. Pihaknya mengaku bahwa tren keterisian tempat tidur di Kota Semarang telah mengalami penurunan, namun belum signifikan.

“Hari ini kita mencapai 57 persen. Beberapa Rumah Sakit yang tadinya penuh IGD-nya penuh sekarang sudah _clear_ semua. Memang beberapa ICU sejumlah Rumah Sakit masih ada yang penuh, tapi rata-rata beberapa Rumah Sakit sekarang sudah punya ketersediaan tempat tidur,” jelas Hendrar Prihadi.

Sementara itu, pihaknya juga akan menggalakkan upaya _tracing_ kepada masyarakat khususnya bagi kontak erat dan mendorong pelaksanaan program vaksinasi mulai pekan ini.

Sesuai arahan Panglima TNI, maka Pemerintah Kota Semarang akan mendorong sinergitas antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, Dinas Kesehatan dan lintas unsur terkait untuk meningkatkan upaya _tracing_ kontak erat dan pelaksanaan program vaksinasi.

“Kami akan mendorong bagaimana menggabungkan Babinsa, Bhabinkamtibmas dan teman-teman Dinas Kesehatan untuk _tracing_ dan vaksinasi mulai Senin ini,” jelas Hendrar.

Dalam rangka percepatan penanganan COVID-19, Pemerintah Kota Semarang telah mendirikan enam lokasi yang diaktifkan sebagai tempat isolasi terpusat, yakni Rumah Dinas Wali Kota, Asrama Haji, Asrama UIN, Asrama Wonolopo, Balai Diklat Kota Semarang dan Miracle Health Center.

Adapun data per Senin (26/7), Rumah Dinas Wali Kota memiliki kapasitas tempat tidur sebanyak 101 untuk pasien laki-laki dan 105 untuk perempuan. Adapun yang sudah terpakai yakni 37 tempat tidur untuk pasien laki-laki dan 39 pasien perempuan.

Asrama Haji memiliki 52 tempat tidur untuk laki-laki dan 58 untuk perempuan. Sementara yang sudah terisi ada sebanyak 12 laki-laki dan 21 perempuan.

Kemudian Asrama UIN berkapasitas 62 tempat tidur laki-laki dan 62 perempuan. Adapun yang terpakai 9 tempat tidur laki-laki dan 14 perempuan.

Selanjutnya Asrama Wonolopo dengan kapasitas 45 tempat tidur laki-laki dan 45 tempat tidur perempuan. Saat ini terpakai 5 tempat tidur laki-laki dan 11 perempuan.

Berikutnya Balai Diklat Kota Semarang ada sebanyak 50 tempat tidur laki-laki dan 50 untuk perempuan. Dari jumlah tersebut saat ini terisi 14 laki-laki dan 11 perempuan.

Adapun yang terakhir Miracle Healt Center memiliki kapasitas 50 tempat tidur laki-laki dan 50 perempuan. Sementara yang sudah terisi adalah 8 laki-laki dan 8 perempuan.(Pusd/red)

Categories
Kesehatan Nasional

Ketua Satgas bersama Panglima TNI dan Menkes Tinjau Serbuan Vaksin Serentak di GBK Senayan

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan program Serbuan Vaksin yang diinisiasi oleh Markas Besar (Mabes) TNI Cilangkap di halaman Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu (11/07/2021) sore.

Dalam peninjauan tersebut, Ketua Satgas mengaku puas dan bangga melihat semangat dan antusias para warga yang hadir untuk mengikuti vaksinasi, sebagai bagian dari percepatan pencapaian kekebalan kelompok di wilayah Indonesia.

“Ini suatu yang membanggakan,” jelas Ganip di sela peninjauan.

Adapun pelaksanaan vaksinasi tersebut juga merupakan bagian dari program Pemerintah Indonesia dalam “Satu Juta Vaksin Per Satu Hari” yang dilaksanakan secara serentak se-Tanah Air.

Dalam pelaksanaannya, Serbuan Vaksinasi GBK tersebut telah mencapai 10 ribu penyuntikan vaksin. Adapun rinciannya, sebanyak 6 ribu dari warga yang mendaftarkan diri melalui aplikasi Jaki dan 4 ribu lainnya adalah mereka yang datang secara langsung ke lokasi vaksinasi.

Menurut Menkes RI Budi Gunadi Sadikin, capaian angka penyuntikan tersebut sudah cukup baik apabila dibandingkan dengan beberapa faskes lainnya.

Hal itu dikatakan Menkes RI melalui Kabid Yankesin Puskes TNI, Kolonel Laut (K) dr. RM. Tjahja Nurrobi selaku Koordinator Serbuan Vaksin GBK.

“Angka 10 ribu itu prestasi. Karena satu minggu belum tentu dapat angka segitu,” ujar Nurrobi menirukan pernyataan Menkes RI.

Sementara itu, Panglima TNI mengapresiasi dan memberi semangat para relawan yang telah mencurahkan waktu dan tenaganya untuk kesehatan serta keselamatan masyarakat.

Menurut Panglima TNI, para relawan sebanyak 561 itu memiliki semangat layaknya anggota TNI.

“Terima kasih, ya. Semangat 55,” ucap Panglima diikuti salam khas Komando TNI 55 oleh para relawan secara serentak.

Sebelum meninggalkan lokasi, Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Panglima TNI dan Menkes juga menyempatkan diri meninjau mobil dapur lapangan yang dioperasikan secara khusus untuk menyuplai logistik dan makanan bagi para tenaga relawan dan seluruh anggota yang bertugas.

Sebanyak dua mobil dapur lapangan tersebut telah melayani suplai makanan sejak dimulainya program vaksinasi dari pukul 08.00 sampai 18.00 WIB.(Pusp/red)

Categories
Kesehatan Opini TNI

Panglima TNI: Nakes adalah Ksatria Negara untuk Lindungi Masyarakat dari Ancaman Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima TNI memberikan apresiasi kepada para petugas 4 Pilar (TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan) dan Tenaga Kesehatan termasuk Bapak Walikota Bekasi atas upaya yang telah dilakukan selama ini terkait penanganan Covid-19.

Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., dihadapan awak media saat meninjau Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Kelurahan Jati Cempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Minggu (04/07/2021).

Panglima TNI juga mengatakan bahwa Bapak dan Ibu para Nakes adalah kesatria negara untuk melindungi masyarakat dari ancaman Covid-19. “Saya apresiasi untuk tenaga kesehatan dan 4 Pilar yang benar-benar tidak mengenal lelah untuk bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga masyarakat bebas dari Covid-19,” ucapnya.

“Terima kasih banyak khususnya 4 Pilar dan Tenaga Kesehatan, Bapak dan Ibu harus jaga kesehatan karena Bapak dan Ibu sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Termasuk Walikota, Babinsa, Bhabinkamtibmas kemudian Kapolres tetap jaga kesehatan untuk menjaga mereka, sudah bagus dalam pelaksanaan PPKM,” kata Panglima TNI.

Menurut Panglima TNI, pelaksanaan PPKM Mikro di Kota Bekasi sudah dapat terlaksana dengan baik.

“Namun demikian, kita terus memantau bagaimana pelaksanaan tracing kontak erat, diawali dengan testing dan treatment di wilayah, khususnya PPKM Mikro dengan berbasis RT dan RW,” ujarnya.

“Di beberapa tempat memang sudah bisa melaksanakan isolasi mandiri dan terdukung kebutuhannya diantaranya adalah obat-obatan,” tambahnya.

Selanjutnya Panglima TNI menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi akhirnya mendapatkan satu strategi yang bagus ketika para penerima vaksinasi harus datang di tempat tertentu yang sudah ditentukan oleh Walikota.

“Mereka tinggal vaksin saja sehingga dalam satu setengah jam itu bisa mendapatkan kurang lebih 25.000 vaksin, karena skrining dilaksanakan di desa-desa kemudian swab termasuk pengisian blanko,” katanya.

“Ini hal yang sangat baik untuk mempercepat akselerasi vaksinasi yang memang kita harapkan, sebelum bulan Agustus kita sudah mendapatkan herd immunity,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI juga berdialog dengan petugas PPKM Mikro yang sedang bertugas dan mengatakan bahwa tingkat kesembuhan sudah mulai bagus. “Ini karena pelaksanaan PPKM disini sangat baik, kemudian akselerasi vaksinasi juga terus kita kejar. Kalau dua itu kita laksanakan dengan baik, target untuk herd immunity tercapai dan Insya Allah segera turun Covid-19 tiap hari,” kata Panglima TNI.

Menurut Panglima TNI, angka kesembuhan di Wisma Atlet sudah mencapai 800 orang setiap harinya, kemudian pasien yang masuk juga berkurang.

“Ini artinya kerja keras kita setiap hari sudah mulai membuahkan hasil, mudah-mudahan minggu depan terus akan semakin sehingga Bed Occupancy Rate (BOR) juga akan semakin turun,” harapnya.(Pusp/red)

Categories
Kesehatan TNI

Panglima TNI: Kolaborasi 4 Pilar dalam Penanganan Covid-19 sangat Dibutuhkan

Koran Jurnal, Jakarta – Penanganan Covid-19 tengah digencarkan oleh pemerintah melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Mengingat saat ini, kasus Covid-19 semakin mengganas di Tanah Air.

“Kolaborasi 4 Pilar (TNI, Polri, Pemda, Dinkes) dalam penanganan Covid-19 sangat dibutuhkan, bahkan menjadi kunci pengendalian kasus Covid-19,” kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke wilayah Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Sabtu (26/06/2021).

Turut serta dalam Sidak tersebut yaitu Menteri Kesehatan Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU., Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Pak Lurah, kita datang 4 Pilar, ada Gubernur, Pak Menkes, Kapolri dan Panglima TNI. Apakah Posko empat pilar sudah berdiri di sini ? tanya Panglima TNI kepada Lurah Ulujami.

Panglima TNI juga menanyakan kesiapan penanganan Covid-19, mulai dari obat-obatan, alat pelindung diri, hingga triase. Selain itu, juga ditanyakan mengenai peta zona kasus Covid-19 di wilayah tersebut.

Dengan adanya kasus di wilayah tersebut, Panglima TNI juga mempertanyakan apakah perlu dilakukan lockdown, namun tak perlu lockdown karena diklaim masih bisa dikendalikan.(Pusp/red)

Categories
Kesehatan Nasional

Panglima TNI, Kapolri dan Menkes Tinjau Vaksinasi Massal Jelang HUT Bhayangkara

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung vaksinasi massal masyarakat dalam rangka menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara pada 1 Juli.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Kamis (24/06/2021). Mereka meninjau secara langsung proses vaksinasi masyarakat mulai dari tahap pendaftaran, penyuntikan hingga observasi pasca-vaksin.

“Kegiatan ini kami lakukan dalam rangka menyambut momentum hari Bhayangkara,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam jumpa pers di lokasi.

Menurut Kapolri, kegiatan ini juga sebagai upaya untuk mengimplementasikan program vaksinasi satu juga dosis per hari sebagaimana arahan dari Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).

“Sesuai dengan arahan bapak Presiden dalam rangka melaksanakan program vaksinasi massal untuk mencapai 1 juta sehari maka kami dari jajaran Kepolisian bergabung dengan TNI dan tentunya rekan-rekan di Dinkes melaksanakan vaksinasi masal secara serentak,” ujar mantan Kapolda Banten itu.

Eks Kabareskrim Polri ini mengungkapkan bahwa, pada hari ini terdapat 2.100 titik yang melakukan vaksinasi massal. Dengan begitu, Sigit berharap, pada akhir Juni 2021 nanti program sehari satu juta vaksin dapat terwujud.

“Harapan kami sesuai dengan arahan Presiden di akhir Juni kami masuk di angka 1 juta. Tanggal 26 kami laksanakan dalam kegiatan serentak. Harapan kami di tanggal tersebut dapat tercapai oleh karena itu kami harus bisa melaksanakan program tersebut dan bisa kami pertahankan harapan kami di minggu ke depannya lagi bisa kami tingkatkan,” tutur Kapolri.

Senada, Panglima TNI menyebut bahwa, untuk mewujudkan target Presiden Jokowi, TNI, Polri serta Dinas Kesehatan bakal menggelar program vaksinasi massal di titik-titik sentral masyarakat.

“Kami laksanakan vaksinasi secara serentak yang dilaksanakan TNI-Polri, selain itu TNI sendiri di wilayah remote di wilayah terpencil seperti Kodim, Koramil, Lanud, Lanal, juga melaksanakan kegiatan secara serentak. Apabila wilayah di situ juga ada satuan TNI-Polri dan Dinkes maka dilaksanakan secara bersama-sama. Kami berharap 1 juta perhari bisa terealisasi apabila ka.i laksanakan serentak. Dan kami lihat, Insya Allah semuanya bisa terealisasi,” kata Hadi di kesempatan yang sama.

Sementara Menkes Budi menyampaikan apresiasinya kepada pihak TNI-Polri yang berusaha mewujudkan program vaksinasi untuk masyarakat dalam rangka mencegah Covid-19 atau virus corona.

“Sekali lagi, untuk mengejar angka 1 juta suntik perhari tidak mungkin dilakukan sendiri, kami harus kompak bersama melakukan. Dan saya bangga melihat TNI-Polri mampu membantu kita bersama sama,” ujar Budi.(hum/red)

Categories
Kesehatan Nasional TNI

Isolasi Terpusat OTG Nagrak dan 4 Posko PPKM Mikro Disidak Panglima TNI

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si dan Menkes Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU. melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) tempat Isolasi Terpusat OTG di Rusun Nagrak Cilincing dan Posko PPKM Mikro di wilayah Ibukota Jakarta dan Cilodong-Depok, Selasa (22/06/2021).

Rusun Nagrak terletak di Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, merupakan tempat isolasi terpusat bagi para pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19. Rusun Nagrak yang sudah siap dengan segala kelengkapan dan fasilitasnya.

Tiba di Rusun Nagrak, Panglima TNI, Kapolri dan Menkes, berdialog langsung dengan Kabid Kesmas Dinkes DKI dr. Fifi didampingi Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji.

“Bagaimana kesiapan dari tower ini, apakah mampu menampung 1000 tempat tidur bagi pasien OTG?” tanya Panglima TNI. “Siap Bapak Panglima, Tower telah siap digunakan, untuk kelengkapan juga sudah kami lengkapi,” jawab Kabid Kesmas Dinkes DKI.

Selanjutnya Panglima TNI beserta rombongan meninjau 4 Posko PPKM Mikro yang berlokasi di Kelurahan Rorotan Cilincing-Jakarta Utara, Kelurahan Gandaria Selatan Cilandak-Jakarta Selatan, Kelurahan Ciracas-Jakarta Timur dan Kelurahan Sukamaju Cilodong-Depok.

Panglima TNI menyampaikan bahwa 4 Pilar (TNI, Polri, Pemda dan Dinkes) harus bersinergi guna menangani dan menekan kasus Covid-19 di wilayah, dan tetap tegakkan disiplin protokol kesehatan, termasuk melaksanakan 3 T (Testing, Tracing, Treatment).

“Petugas Posko PPKM Mikro disetiap wilayah harus dapat melaksanakan tugasnya dengan optimal dan memberikan pemahaman yang baik, termasuk menegakkan disiplin protokol kesehatan, penyekatan, testing, tracing, pengawasan isolasi mandiri,” pesan Panglima TNI.

Turut serta mendampingi Panglima TNI diantaranya Asops Panglima TNI Mayjen TNI Syafrudin, S.E., M.M., M.Tr. (Han), Aster Panglima TNI Mayjen TNI Madsuni, S.E., Kapuskes TNI Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S, MARS., M.H. dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Prantara Santosa, S.Sos., M.Si., M.Tr. (Han).(Pusp/red)

Categories
Kesehatan TNI

Panglima TNI: Antisipasi Meningkatnya Kasus Positif Covid-19 di Ibukota Jakarta

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. menggelar rapat khusus menyikapi lonjakan Covid-19, bertempat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (12/06/2021).

Dalam rapat tersebut, Panglima TNI, Kapolri dan Kepala BNPB menerima laporan dari Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Fadil Imran dan Kapuskes TNI Mayjen TNI Tugas Ratmono selaku Kepala Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet.

Panglima TNI menyampaikan penekanan kepada Pangdam Jaya, Kapolda Metro Jaya dan Kepala Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet untuk mengantisipasi meningkatnya kasus positif Covid-19 di Ibukota Jakarta.

Beberapa hari terakhir RSD Wisma Atlet mengalami peningkatan pasien yang cukup signifikan, untuk itu Panglima TNI memerintahkan agar ketiga pejabat tersebut memastikan kesiapan tempat tidur ruang perawatan, tenaga kesehatan, perlengkapan yang dibutuhkan serta obat-obat yang tersedia dan dibutuhkan untuk perawatan pasien Covid-19.

“Tingkatkan dan tegakan fungsi Posko PPKM Skala Mikro di area service Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya untuk memastikan disiplin protokol kesehatan dilaksanakan di tengah masyarakat, kemudian juga pelaksanaan Testing dan Tracing untuk mencegah meluasnya penyebaran virus Covid-19,” tegas Panglima TNI.

Panglima TNI mengingatkan, setiap petugas yang ada di lapangan harus mengetahui tugasnya secara detail dengan memberi pemahaman yang baik sehingga setiap petugas dapat melaksanakan tugasnya dengan optimal, baik untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan, tracing, pengawasan isolasi mandiri, pemantauan dan distribusi logistik.

“Laksanakan terus pemantauan kasus aktif, angka kematian, angka kesembuhan, BOR (Bed Occupancy Rate) ICU, dan BOR isolasi serta laporkan data secara obyektif agar menjadi bahan evaluasi yang obyektif pula,” ujarnya.

Panglima TNI menjelaskan bahwa jika data nyata di lapangan diketahui dengan detail, maka dapat segera mengambil kesimpulan yang tepat sehingga keputusan yang diambil juga akan tepat sasaran. “Data yang obyektif tentu akan memungkinkan untuk mengambil langkah antisipasi dengan segera untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus kembali,” ungkapnya.

“Disamping itu, treatment juga harus berjalan dengan baik, yaitu ketersediaan tempat tidur rumah sakit, tenaga kesehatan, alat kesehatan yang dibutuhkan, obat-obatan, serta tempat dan pelaksanaan isolasi mandiri dan tentunya hal tersebut harus selalu dievaluasi guna mengambil langkah perbaikan yang dibutuhkan,” pungkas Panglima TNI.(Pusp/red)

Categories
Nasional TNI

Panglima TNI Tinjau Serbuan Vaksinasi untuk Lansia di Jawa Timur

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Jawa Timur dalam rangka memimpin rapat internal terkait penanganan Covid-19, bertempat di Convention Hall Kediri, Kamis (10/06/2021).

Selanjutnya Panglima TNI beserta rombongan meninjau langsung pelaksanaan Serbuan Vaksinasi Covid-19 yang diikuti oleh 2.000 orang vaksin untuk lansia dari beberapa wilayah, dengan rincian 500 orang di Simpang Lima Gumul dan 1.500 tersebar di 26 Kecamatan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI mengingatkan bahwa setelah divaksin bukan berarti kebal terhadap Covid-19. Untuk itu, tetap harus melaksanakan disiplin protokol kesehatan.

“Masyarakat harus tetap mematuhi disiplin prokes dan jadikan prokes tersebut sebagai sebuah kebutuhan, diantaranya menggunakan masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Panglima TNI juga menambahkan bahwa untuk menghindari penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat, harus dilaksanakan secara konsisten yaitu 3T atau Testing, Tracing, dan Treatment.

“Hal ini untuk menghindari kasus-kasus baru, terutama yang berasal dari luar Kediri,” tutupnya.(Pusp/red)