Categories
Militer Polisi TNI

Panglima TNI bersama Kapolri Tinjau Pelatnas Karate di Bali

Koran Jurnal, Bali – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P. selaku Ketua Umum Federasi Karate-Do Indonesia (FORKI) bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, meninjau Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Karate di GOR Jasdam Kodam IX/Udayana, Kepaoen Bali, Kamis (04/02/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa Pelatnas yang berada di GOR Bali ini dipersiapkan untuk menghadapi dua event internasional  yang diawali dengan Pra-Olimpiade di bulan Juli 2021, untuk dapat lolos Olimpiade pada bulan Agustus 2021 mendatang termasuk Sea Games dengan target 5 medali emas.

“Ini merupakan peristiwa yang sangat luar biasa, karena Pelatnas Karate yang dilaksanakan di Bali sudah berjalan tiga bulan. Saya yakin ini bisa dilaksanakan dengan baik, kalau saya melihat langsung keseriusan para atlet karateka dalam melaksanakan latihan hari ini,” ungkapnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, permasalahan bagi para atlet tidak mudah, di samping mempersiapkan diri untuk kegiatan yang bentuknya ‘Kata’ atau ‘Kumite’, juga permasalahan bagaimana para atlet masih bisa melaksanakan latihan dengan sungguh-sungguh ditengah pandemi Covid-19.

“Dalam satu tahun para atlet istirahat, dalam kegiatan latihan ini mereka bisa menunjukkan kemampuannya sesuai dengan apa yang sudah dilaporkan oleh Ketua Harian FORKI bahwa para atlet memiliki disiplin yang tinggi, sehingga terhindar dari pandemi Covid-19,” ujarnya.

Panglima TNI selaku Ketua Umum PB FORKI memberikan pesan kepada para atlet Pelatnas agar apa yang menjadi penekanan Ketua Harian supaya dilaksanakan. Dalam menghadapi pandemi Covid-19 tetap bisa latihan sesuai rencana dan tentunya harus disiplin.

“Siapkan latihan dengan baik sehingga ketika kita melaksanakan, entah ‘Kata’ atau ‘Kumite’ bisa dilaksanakan sesuai harapan kita semua. Kuncinya adalah latihan, latihan dan latihan,” tegasnya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut diantaranya Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidarus, S.E., Gubernur  Bali Wayan Koster, Manajer Pelatnas Karate Indonesia Mayjen TNI Sapriadi, S.I.P., M.Si., Pejabat Teras Mabes TNI dan Polri.(Pusp/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan Militer Polisi TNI

Panglima TNI dan Kapolri Pantau Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 di Pasar Tanah Abang dan Jatinegara

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima kunjungan silaturahmi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, bertempat di Subden Denma Mabes TNI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (31/01/2021).

Turut serta mendampingi Kapolri yaitu Irwasum Polri, Kabaharkam Polri, Asops Kapolri, Kadiv Propam Polri dan Kadiv Humas Polri. Sementara Panglima TNI di dampingi oleh Aster Panglima, Asops Panglima, Kapuspen TNI dan Kapuskes TNI.

Dalam pertemuan tersebut, Panglima TNI menjelaskan bahwa ada beberapa agenda yang dibicarakan salah satunya adalah terkait  rencana Rapat Pimpinan TNI-Polri yang akan digelar pada Februari 2021.

“Kemudian konteks tugas, TNI senantiasa mendukung terlaksananya penegakan hukum yang dilaksanakan Polri demi terciptanya Kamtibmas,” katanya.

Panglima TNI mengatakan bahwa saat ini TNI dan Polri sedang dan terus melaksanakan penegakan protokol kesehatan di seluruh Indonesia, baik memberikan edukasi atau sosialisasi untuk tidak bosan dan jenuh menggunakan masker. “Karena dengan menggunakan masker saya akan melindungi saudara dan saudara akan melindungi saya dari terpaparnya Covid-19. Sinergi TNI-Polri dan didukung komponen masyarakat lainnya adalah modal dasar menjaga NKRI,” ujarnya.

Sementara itu,  Kapolri yang didampingi jajaran Pejabat Utama Mabes Polri menyampaikan bahwa kunjungan kepada Bapak Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bertujuan untuk bersilaturahmi. “Kami diterima langsung oleh Panglima TNI yang didampingi pejabat teras Mabes TNI,” ucapnya.

Kapolri mengatakan bahwa sinergitas dan soliditas antara TNI-Polri akan terus ditingkatkan seperti yang telah dilakukan sejak beberapa Kapolri sebelumnya. “Kewajiban saya selaku Kapolri baru menjaga dan bahkan meningkatkan sinergitas dan soliditas yang telah kami laksanakan. Karena memang banyak sekali kegiatan-kegiatan penugasan kerja sama dalam hal Kamtibmas yang selama ini telah kita laksanakan,” ujarnya.

Kapolri memberikan contoh bahwa kegiatan yang dilakukan bersama antara  TNI-Polri seperti penegakan protokol kesehatan, kegiatan operasi di Poso dan Papua serta penanganan bencana alam.

“Kami terus berkomitmen agar soliditas dan sinergitas TNI-Polri terus akan menjadi lebih baik dan solid sehingga masyarakat merasakan TNI-Polri di lapangan memberikan rasa aman, memelihara Kamtibmas, sehingga iklim pertumbuhan ekonomi dan investasi serta penegakan aturan bisa dilaksanakan dengan baik. Masyarakat juga bisa merasakan kehidupan normal,” ungkapnya.

Usai melaksanakan pertemuan, Panglima TNI dan Kapolri beserta rombongan melakukan peninjauan penerapan protokol kesehatan yang berada di Blok A Pasar Tanah Abang dan Pasar Balimester Jatinegara Jakarta serta membagikan masker kepada para pedagang dan pengunjung di kedua pasar tersebut.

Di hadapan awak media, Panglima TNI menjelaskan bahwa kunjungannya ke Blok A Pasar Tanah Abang untuk memastikan pelaksanaan penerapan protokol  di tempat publik.

“Saya bersama Bapak Kapolri sengaja datang kesini untuk mengecek di lapangan, khusus di Pasar Tanah Abang terkait dengan penerapan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengharapkan agar seluruh masyarakat khususnya yang datang di Blok A Pasar Tanah Abang untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.

“Saya harapkan penggunaan masker ini terus dilaksanakan dan jangan sampai kendor karena satu-satunya untuk terhindar terpapar Covid-19 adalah dengan selalu menggunakan masker,” ucapnya.(Pusp/red)

 

Categories
Opini TNI

Panglima TNI: Kehadiran Vaksin Memberi Harapan Baru dan Pandemi Dapat Dikendalikan

Koran Jurnal, Jakarta – “Dalam mendukung vaksinasi nasional tersebut TNI telah menyiapkan personel, material dan Alutsista untuk mengawal dan mengamankan distribusi Vaksin Covid-19 ke daerah-daerah,” tegas Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat menjadi pembicara kunci pada Webinar bertajuk “Vaksin Covid-19 Untuk Indonesia Bangkit”, Sabtu (30/01/2021).

Apa yang disampaikan Panglima TNI dibuktikan dengan nyata bahwa TNI mengerahkan 91.817 personel  dan menyiapkan 109 Rumah Sakit TNI di 34 Provinsi di seluruh Indonesia untuk mendukung Program Vaksinasi Nasional Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI menyampaikan, keterlibatan TNI dalam membantu penanganan pandemi Covid-19, dimulai dari penjemputan dan karantina 238 orang WNI dari Wuhan pada akhir Januari 2020. Selanjutnya pembentukan Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) TNI di Natuna, di Pulau Sebaru Kecil, Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, dan Rumah Sakit Lapangan Indrapura.

“TNI selalu berada di garis depan dalam setiap upaya menjaga negara dan bangsa dari setiap ancaman, termasuk ancaman wabah penyakit seperti pandemi Covid-19 saat ini. Prajurit TNI dan tenaga kesehatan TNI selalu menjadi frontliner dalam penanganan pandemi adalah aset penting yang harus dijaga dan diapresiasi,” tegasnya.

Panglima TNI mengatakan, untuk mendukung perkuatan tenaga kesehatan yang  berjuang digaris depan, saat ini TNI telah merekrut tenaga kesehatan melalui jalur khusus dari Perwira Prajurit Karier Khusus Tenaga Kesehatan TNI.

“Untuk memperkuat tenaga kesehatan, TNI baru saja melantik 164 orang Perwira Prajurit Karier Khusus Tenaga Kesehatan TNI yang akan langsung diterjunkan sesuai keahliannya masing-masing. Dengan perkuatan ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target Pemerintah dalam Program Vaksinasi Nasional,” ungkap Panglima TNI.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa selain menerjunkan tenaga kesehatan TNI untuk mendukung Program Vaksinasi Nasional,  TNI juga mengerahkan personel di satuan-satuan kewilayahan untuk melaksanakan sosialisasi dan memberikan penyuluhan untuk mengedukasi masyarakat.

“Hal ini penting karena salah satu faktor yang menjadi tantangan dalam Program Vaksinasi ini adalah beredarnya berita-berita bohong atau hoax. Masifnya informasi menyesatkan terkait vaksinasi menjadi penghambat dalam pemenuhan target 181 juta orang yang akan mendapatkan vaksinasi gratis sampai tahun 2022,” kata Panglima TNI.

Menurut Panglima TNI untuk memenangkan perang informasi dan narasi ini perlu adanya upaya sinergis dan kolaboratif seluruh stake holders terkait karena setiap anggota masyarakat adalah tokoh-tokoh sentral dalam penerapan disiplin protokol kesehatan. Masih adanya sebagian masyarakat yang enggan ataupun tidak disiplin berarti dibutuhkan pendekatan yang lebih baik. Pemahaman yang salah terkait vaksin dan upaya vaksinasi juga harus dijernihkan.

“Disinilah peran penting berbagai elemen yang ada di dalam masyarakat, termasuk tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh wanita, dan sebagainya. Sinergitas antara TNI-Polri Pemda dan tokoh masyarakat dan tokoh agama menjadi sangat penting dalam menyukseskan Program Vaksinasi Nasional Covid-19,” tuturnya.

Panglima TNI juga menegaskan bahwa penerapan disiplin protokol kesehatan menjadi kunci dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan harus  menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari sampai pandemi ini dapat diatasi dan berakhir.

Acara Webinar yang bertajuk “Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Bangkit” tersebut menghadirkan beberapa narasumber seperti Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Ketua MUI KH. Cholil Nafis dan Anggota Satgas Covid-19 dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) Dr. dr. Sukamto Koesno Sp.PD.(Pusp/red)

Categories
TNI

91.817 Personel Dikerahkan dan 109 Rumah Sakit TNI Disiapkan untuk Sukseskan Vaksinasi Nasional Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia mengerahkan 91.817 personel dan menyiapkan 109 Rumah Sakit TNI di 34 Provinsi di seluruh Indonesia untuk mendukung Program Vaksinasi Nasional Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat menjadi pembicara kunci pada Webinar bertajuk “Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Bangkit”, Sabtu (30/01/2021).

Panglima TNI menjelaskan bahwa TNI membuktikan komitmennya dalam berpartisipasi aktif mendukung Program Vaksinasi Nasional.

“Dalam mendukung vaksinasi nasional tersebut TNI telah menyiapkan personel, material dan Alutsista untuk mengawal dan mengamankan distribusi Vaksin Covid-19 ke daerah-daerah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI menyampaikan, keterlibatan TNI dalam  membantu penanganan pandemi Covid-19, dimulai dari penjemputan dan karantina 238 orang WNI dari Wuhan pada akhir Januari 2020. Selanjutnya pembentukan Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) TNI di Natuna, di Pulau Sebaru Kecil, Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, dan Rumah Sakit Lapangan Indrapura.

“TNI selalu berada di garis depan dalam setiap upaya menjaga negara dan bangsa dari setiap ancaman, termasuk ancaman wabah penyakit seperti pandemi Covid-19 saat ini. Prajurit TNI dan tenaga kesehatan TNI selalu menjadi frontliner dalam penanganan pandemi adalah aset penting yang harus dijaga dan diapresiasi,” ujarnya.

Panglima TNI mengatakan bahwa untuk mendukung perkuatan tenaga kesehatan yang  berjuang digaris depan, saat ini TNI telah merekrut tenaga kesehatan melalui jalur khusus dari Perwira Prajurit Karier Khusus Tenaga Kesehatan TNI.

“Untuk memperkuat tenaga kesehatan, TNI baru saja melantik 164 orang Perwira Prajurit Karier Khusus Tenaga Kesehatan TNI yang akan langsung diterjunkan sesuai keahliannya masing-masing. Dengan perkuatan ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target Pemerintah dalam Program Vaksinasi Nasional,” ucapnya.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa selain menerjunkan tenaga kesehatan TNI untuk mendukung program vaksinasi nasional, TNI juga mengerahkan personel di satuan-satuan kewilayahan untuk melaksanakan sosialisasi dan memberikan penyuluhan untuk mengedukasi masyarakat.

“Hal ini penting karena salah satu faktor yang menjadi tantangan dalam Program Vaksinasi ini adalah beredarnya berita-berita bohong atau hoax,” imbuhnya.

“Masifnya informasi menyesatkan terkait vaksinasi menjadi penghambat dalam pemenuhan target 181 juta orang yang akan mendapatkan vaksinasi gratis sampai tahun 2022,” tambah Panglima TNI.

Menurut Panglima TNI, untuk memenangkan perang informasi dan narasi ini perlu adanya upaya sinergis dan kolaboratif seluruh stakeholders terkait karena setiap anggota masyarakat adalah tokoh-tokoh sentral dalam penerapan disiplin protokol kesehatan. Masih adanya sebagian masyarakat yang enggan ataupun tidak disiplin berarti dibutuhkan pendekatan yang lebih baik. Pemahaman yang salah terkait vaksin dan upaya vaksinasi juga harus dijernihkan.

“Disinilah peran penting berbagai elemen yang ada di dalam masyarakat, termasuk tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh wanita, dan sebagainya. Sinergitas antara TNI-Polri Pemda dan tokoh masyarakat dan tokoh agama menjadi sangat penting dalam menyukseskan program vaksinasi nasional Covid-19,” tuturnya.

Panglima TNI menegaskan bahwa penerapan disiplin protokol kesehatan menjadi kunci dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan harus menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari sampai pandemi ini dapat diatasi dan berakhir.

“Kita harus tetap disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya euforia akibat ketersediaan vaksin bagi masyarakat,” ujarnya.

“Vaksin merupakan salah satu opsi untuk menekan pandemi, namun pelaksanaannya membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga penerapan protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan,” tegas Panglima TNI.

Acara Webinar yang bertajuk “Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Bangkit” tersebut menghadirkan beberapa narasumber seperti Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Ketua MUI KH. Cholil Nafis dan Anggota Satgas Covid-19 dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) Dr. dr. Sukamto Koesno Sp.PD.(Pusp/red)

Categories
TNI

Panglima TNI Tinjau Fasilitas Baru di Lanud Iswahjudi Madiun

Koran Jurnal, Madiun – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Pangkogabwilhan III Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad, S.I.P., melaksanakan kunjungan kerja ke Lanud Iswahjudi di Madiun, Jawa Timur, Kamis (28/01/2021).

Kedatangan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Main Apron Lanud Iswahjudi disambut oleh Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., Pangkoopsau II Marsda TNI Minggit Tribowo, S.I.P., Asrena Kasau Marsda TNI Andyawan, Koorsahli Kasau Marsda TNI Wisnu Nugroho dan Komandan Lanud Marsma TNI M. Untung Suropati, S.E.

Selanjutnya Panglima TNI beserta rombongan meninjau fasilitas latihan Air Combat Manuvering Instrumentation (ACMI) yang saat ini masih dalam proses pengembangan.  ACMI merupakan fasilitas yang dapat digunakan untuk menganalisa hasil latihan penerbang, baik itu platform pesawat tempur, pesawat angkut maupun pesawat helikopter.

Panglima TNI menyampaikan bahwa dengan adanya gedung baru ACMI dapat digunakan dalam memonitoring, mengendalikan jalannya latihan serta manuver pertempuran udara secara real time, sehingga dapat dianalisa setelah latihan selesai dilaksanakan.

Usai meninjau ACMI, Panglima TNI beserta rombongan meninjau Hanggar Pesawat Tempur Sukhoi Skadron Udara 14 yang baru selesai dibangun.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P. dan rombongan melaksanakan foto bersama dengan para penerbang F-16 dan T-50 di Shelter Skadron Udara 14 dengan latar 5 pesawat tempur.

Setelah melaksanakan foto bersama, Panglima TNI didampingi Kasau serta para pejabat lainnya berkesempatan berdialog dengan Komandan Skadron Udara 3 Letkol Pnb Agung Dwi Ariyanto, Komandan Skadron Udara 15 Letkol Pnb Dharma T. Gultom dan Komandan Skadron Udara 14 Mayor Pnb I Kadek Suta Arimbawa.(Pusp/red)

Categories
TNI

Panglima TNI: Ditengah Pandemi Covid-19 Kehadiran Tenaga Kesehatan TNI Sangat Krusial

Koran Jurnal, Jakarta – Ditengah pandemi Covid-19 ini, kehadiran tenaga kesehatan TNI sangat krusial karena pandemi Covid-19 telah membuat disrupsi dengan dampak yang belum pernah dirasakan sebelumnya, salah satu aspek yang terdampak paling besar adalah pelayanan kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat melantik dan mengambil sumpah 164 Perwira Prajurit Karier TNI khusus Tenaga Kesehatan Tahun 2021 terdiri dari TNI AD 100 personel, TNI AL 42 personel dan TNI AU 22 personel yang dilaksanakan secara virtual (video conference) di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (28/01/2021).

“Sejak awal tenaga kesehatan TNI sudah berperan sebagai ujung tombak dalam penanganan pandemi Covid-19, dan perlu diperkuat oleh tenaga kesehatan TNI di 109 Rumah Sakit TNI serta beberapa fasilitas kesehatan penanganan pasien Covid-19 lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, ditengah  berbagai kesulitan di awal tahun 2021 memberi harapan baru dengan kehadiran vaksin Covid-19, program vaksinasi nasional juga memerlukan partisipasi dan sinergi semua pihak agar hasilnya optimal.

“Disinilah peran tenaga kesehatan kembali dibutuhkan agar program ini dapat berjalan sesuai rencana, sebagai bentuk kontribusi nyata TNI dalam menyukseskan program Nasional ini maka 164 perwira Prajurit Karir TNI khusus Tenaga Kesehatan saya lantik menjadi Perwira pada hari ini,” ucap Panglima TNI.

“Prasetya Perwira atau pelantikan Perwira merupakan pintu gerbang menuju medan tugas, sumpah untuk memenuhi kewajiban kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, berarti para Perwira akan mempersembahkan yang terbaik dalam pengabdiannya,” jelas Panglima TNI.

Panglima TNI menekankan kepada para Perwira yang baru dilantik untuk selalu berpegang teguh kepada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI serta senantiasa mengembangkan potensi diri menjadi Perwira yang adaptif, profesional yang membawa kemajuan untuk TNI kedepannya.

“Untuk itu selalu tingkatkan kemampuan komunitas kerja sama dan bersinergi dengan berbagai komponen bangsa dalam upaya bersama dalam menangani pandemi dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Upacara pelantikan dan pengambilan sumpah Perwira Prajurit Karier TNI khusus Tenaga Kesehatan yang dilaksanakan secara virtual tersebut, diwakili oleh 17 Perwira perwakilan dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU. Sedangkan prajurit yang disumpah lainnya mengikuti upacara dari Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

Lulusan terbaik dari matra Darat diraih oleh Letda Ckm drg. Agung Ariesta Dheona, Matra Laut diraih oleh Letda Laut (K) dr. Stevano Mengko dan Matra Udara diraih oleh Letda Kes dr. Eka Pramudita. Sedangkan lulusan terbaik untuk kategori Wanita TNI diraih oleh Letda Ckm (K) drg. Junita Briskila dari Matra Darat.(Pusp/red)

Categories
TNI

Panglima TNI Terima Laporan Kenaikan Pangkat 22 Pati TNI

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 22 Perwira Tinggi (Pati) TNI, terdiri dari 5 Pati TNI AD, 6 Pati TNI AL dan 11 Pati TNI AU, bertempat di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (26/01/2021).

Laporan Korps Kenaikan Pangkat 22 Pati TNI tersebut berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/170/I/2021 tanggal 25 Januari 2021.

5 (Lima) Pati TNI AD yaitu Mayjen TNI Sugeng Santoso, S.I.P. (TA Pengkaji Bid. Kewaspadaan Nasional Lemhannas), Brigjen TNI Amrizar (Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Indag), Brigjen TNI Iwan Ma’ruf Zainudin, S.E. (TA Pengkaji Madya Bid. Demografi Lemhannas), Brigjen TNI Ade Prasetya Nurdin (Pa Sahli Tk. II Was Eropa & AS Sahli Bid. Hubint Panglima TNI) dan Brigjen TNI Bagus Suryadi Tayo (Wair Kostrad)

6 (enam) Pati TNI AL yaitu Laksda TNI Imam Suprayitno, S.E., M.Tr. (Han) (Pa Sahli Tk. III Bid. Hubint Panglima TNI), Laksda TNI Nur S. Prihartono, S.E., M.Tr. (Han) (Pa Sahli Tk. III Bid. Banusia Panglima TNI), Laksda TNI Dr. Kasih Prihantoro, S.E., M.M., M.Tr. (Han) (Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan), Laksma TNI Saiful Basri (Pa Sahli Tk. II LH Sahli Bid. Wassus dan LH Panglima TNI), Laksma TNI Joko Edi Supriyanto, S.Sos. (Kadiskomlekal)  dan Laksma TNI Eko Purwanto, S.E., M.A.P., C.Fr.A. (Kadisbekal).

11 Pati TNI AU yaitu Marsda TNI Wisnu Dewantoko, S.E., M.M., M.Si. (Han) (Koorsahli Kasau),  Marsda TNI Toto Miarto (TA Pengkaji Bid. Diplomasi Lemhannas), Marsda TNI Sujatmiko G. S., M.Sc. (Pa Sahli Tk. III Bid. Ekkudag Panglima TNI), Marsda TNI Kusworo, S.E., M.M. (Aspotdirga Kasau), Marsma TNI Djoko Tjahjono, S.E., M.M. (Pangkosek Hanudnas I Jkt), Marsma TNI Mochammad Untung Suropati, S.E. (Danlanud Iwj), Marsma TNI Y. Catur Prasetiyanto Panggih (Irbinsumda Itjenau), Marsma TNI Eddy Supriyono, S.E., M.M. (Kadisaeroau), Marsma TNI Joseph Rizki P, S.T., S.I.P. (Kadisinfolahtaau), Marsma TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko (Wadan Paspampres) dan Marsma TNI dr. Agoes Tino S., Sp.B. (Pati Sahli Kasau Bid. Kersalem).(Pusp/red)

Categories
TNI

Panglima TNI Tinjau Korban Gempa dan Serahkan Bantuan Presiden Jokowi di Mamuju Sulbar

Koran Jurnal, Mamuju – Setelah meninjau dan menyerahkan Bantuan Presiden Jokowi di Kalsel, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., langsung bertolak ke Kabupaten Majene, Mamuju Sulawesi Barat, Sabtu (16/01/2021).

Adapun tujuan dari Panglima TNI untuk meninjau, melihat dan mendengar langsung masyarakat yang terkena musibah bencana gempa bumi dengan kekuatan 6,2 SR dan telah memakan korban jiwa. Dalam kesempatan itu pula, Panglima TNI menyerahkan bantuan Presiden Joko Widodo sebanyak 10.000 Paket Sembako.

Sebelumnya, pada Jum’at 15 Januari 2021 Panglima TNI telah memerintahkan jajaran TNI untuk menerjunkan Prajurit dan bantuan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) untuk membantu korban gempa di lokasi tersebut.

Kegiatan diawali Panglima TNI dengan mengunjungi Posko pengungsian di Kantor Gubernur Sulawesi Barat dan menerima penjelasan dari Komandan Korem 142/Tatag Brigjen TNI Firman Dahlan, S.I.P., terkait situasi dan kondisi terkini di wilayah Sulbar Pasca Gempa dan secara simbolis menyerahkan bantuan Paket Sembako dari Presiden Jokowi yang nantinya akan diberikan 10.000 paket.

“Saat ini TNI terus mempersiapkan langkah-langkah berikutnya, langkah evakuasi korban sudah dilaksanakan. Kemudian langkah berikutnya adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban, untuk itu dalam beberapa hari nanti akan kita hadirkan KRI  dr. Soeharso, kebetulan saya lihat Lanal kondisinya bagus tidak ada kerusakan. Bagi korban patah tulang, termasuk korban-korban akibat yang lain bisa dirawat atau dioperasi apabila perlu di KRI Soeharso,” terang Panglima TNI.

Lebih lanjut Panglima TNI menekankan kepada jajaran, untuk para korban juga harus dipersiapkan bantuan sembako yang saat ini sudah mulai berdatangan, baik dari Jakarta melalui jalur udara dan dari wilayah-wilayah sekitar Mamuju.

“Yang perlu diperhatikan adalah sistem distribusi bantuan yang saat ini sedang berjalan, harus benar-benar diamankan mulai dari pemberangkatan sampai menuju wilayah Mamuju,” ujarnya.

Panglima TNI menekankan pengawalan dari aparat TNI-Polri sampai bantuan tersebut  benar-benar sampai ke gudang dan petugas segera mendistribusikan karena masyarakat memerlukan bantuan tersebut.

“Kemudian yang berikutnya adalah bagaimana kita bersama untuk menormalkan kembali kebutuhan-kebutuhan masyarakat akan bahan bakar, kita lihat tadi masih adanya antrian kendaraan dan tugas kita adalah untuk berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menormalkan kembali, sehingga kebutuhan bahan bakar minyak khususnya bisa terdukung dengan baik dan termasuk juga kebutuhan akan listrik,” kata Panglima TNI.

Permasalahan-permasalahan lain contohnya beberapa gedung juga dalam kondisi hancur, Panglima TNI menginstruksikan kepada Pangdam, Danrem untuk menggerakkan anggota untuk membersihkan puing-puing dan juga akan dibantu dari Batalyon Zeni.

“Semoga tidak terlalu lama kita bisa menyelesaikan permasalahan yang ada di Mamuju ini dengan baik dan aktifitas perekonomian di Mamuju juga bisa berjalan dengan baik,” harap Panglima TNI.

Kegiatan dilanjutkan Panglima TNI dan rombongan meninjau RSUD Sulawesi Barat yang saat ini banyak menampung korban gempa. Di tempat ini Panglima TNI berdialog langsung dengan beberapa tenaga medis dan meninjau tenda-tenda darurat tempat perawatan korban. Setelah dari RSUD Sulawesi Barat, Panglima TNI mengunjungi Stadion Manakara untuk berdialog dengan korban gempa.

Panglima TNI juga membawa bantuan berupa, 7 Unit Tenda TNI, 1200 Tikar Plastik, 1000 selimut, 1000 dus mie instan, 2000 sarung, 100.000 masker medis, 170 box obat obatan, 432 box vitamin dan 300 dus air mineral botol.(Pusp/red)

Categories
Megapolitan TNI

Panglima TNI: Lokasi Penemuan FDR Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Sesuai Perkiraan

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Marsdya TNI Bagus Puruhito dan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono, menggelar konferensi pers terkait ditemukannya Flight Data Recorder (FDR) pesawat Sriwijaya Air SJ-182, bertempat di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/01/2021).

Terkait kronologis ditemukannya FDR oleh penyelam dari TNI Angkatan Laut, Panglima TNI menyampaikan bahwa pada hari ini, Selasa 12 Januari 2021, tepat pukul 14.00 WIB, Kasal menyampaikan informasi bahwa sesuai dengan perkiraan yang sudah ditentukan di wilayah yang sudah ditandai, telah ditemukan bagian dari FDR.

Selanjutnya Panglima TNI memerintahkan kepada Kasal agar terus mencari FDR yang kemungkinan besar masih berada di sekitar wilayah yang telah ditandai. “Kasal menyampaikan bahwa bagian yang ditemukan justru adalah pecahan dan Underwater Beacon yang berfungsi memberikan sinyal,” ungkapnya.

Sekitar pukul 16.40 WIB, Kasal kembali melaporkan bahwa FDR telah ditemukan setelah tim penyelam melakukan operasi pencarian di sekitar titik temuan awal pecahan Black Box. “Kasal melaporkan kembali bahwa FDR sudah ditemukan dan dilaporkan pula bahwa Underwater Locator Beacon ditemukan sebanyak dua buah” kata Panglima TNI.

Selain FDR,  untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 juga dibutuhkan Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merekam pembicaraan pilot. Panglima TNI meyakini bahwa CVR bisa segera ditemukan di sekitar lokasi penemuan FDR Black Box Sriwijaya Air SJ-182.

“Kami meyakini semua bahwa beacon yang ada di CVR juga ditemukan di sekitar itu, maka dengan keyakinan yang tinggi, Cockpit Voice Recorder akan segera ditemukan,” ucapnya.

Menurut Panglima TNI, pasca ditemukannya Flight Data Recorder, proses evakuasi korban dan badan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 akan tetap dilakukan. “Badan pesawat perlu diangkat guna proses penyelidikan penyebab jatuhnya pesawat dan dalam rangka melengkapi data yang diperlukan oleh KNKT,” ujarnya.

Usai ditemukannya Flight Data Recorder, Panglima TNI secara simbolis menyerahkan secara langsung temuan Black Box atau kotak hitam Sriwijaya Air SJ-182 dari penyelam kepada Kabasarnas, yang kemudian dari Kabasarnas diserahkan kepada Ketua KNKT.

“Saya mewakili seluruh prajurit TNI di lapangan, anggota Polri di lapangan, dan stakeholder terkait menyerahkan hasil temuannya FDR kepada penanggung jawab operasi evakuasi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yakni Kabasarnas,” kata Panglima TNI.(Pusp/red)

Categories
TNI Transportasi

Panglima TNI Bersama Menhub Tinjau Lokasi Penemuan Serpihan Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Marsdya TNI Bagus Puruhito dan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono, meninjau langsung lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan menggunakan  KRI John Lie-358 yang bertolak dari Dermaga JICT Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (10/01/2021).

Seperti diketahui bahwa pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (09/01/2021) sore sekitar pukul 14.40 WIB. Pesawat tersebut mengangkut sebanyak 56 penumpang, terdiri dari 46 dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.

Panglima TNI menyampaikan ucapan belasungkawa dan duka yang mendalam terkait tragedi pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. “Saya turut prihatin dan berbela sungkawa atas kejadian jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182,” ungkapnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dari hasil pemantauan terakhir telah didapatkan titik koordinat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182,  sesuai dengan koordinat yang diberikan dari kontak terakhir adanya sinyal dari pesawat tersebut.

“TNI telah menurunkan  tim penyelam dari Denjaka dan Kopaska TNI AL, dan mudah-mudahan apa yang ditemukan oleh KRI Rigel 933 memang tepat sesuai dengan perkiraan,” ujarnya.

Panglima TNI menyampaikan bahwa TNI mendukung penuh upaya pencarian dan pertolongan untuk menemukan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu di bawah komando Basarnas. “Sejumlah Alutsista dan personel TNI  dilibatkan untuk mendukung pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan mengerahkan  pesawat, helikopter, dan KRI serta  menerjunkan tim penyelam dari Denjaka dan Kopaska TNI AL,” katanya.

Selanjutnya Panglima TNI mengatakan bahwa proses pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 mengalami kemajuan dengan ditemukannya serpihan pesawat hingga lifevest jacket oleh penyelam dari Kopaska dan Denjaka TNI AL.

“Seperti yang saya sampaikan tadi pagi ketika di dermaga bahwa KRI Rigel 933 sudah menemukan sinyal dan setelah dilakukan penyelaman oleh Kopaska itu sudah ditemukan beberapa serpihan dari pesawat tersebut seperti lifevest jacket, kemudian warna bagian dari pesawat ada dan juga bagian dari ada registrasinya dikedalaman 23 meter,” tuturnya.

Panglima TNI berharap proses evakuasi bisa segera dilakukan karena dari informasi para penyelam jarak pandang di bawah air saat ini cukup bagus. “Dilaporkan dari penyelam bahwa visibility di bawah air tersebut juga baik dan cukup jelas, sehingga memungkinkan apabila nanti ditemukan bagian-bagian dari pesawat tersebut termasuk korban, sampai sore hari ini mudah-mudahan bisa diangkat kalau tidak ada perubahan arus di bawah,” urainya.

Pengerahan personel, materiil dan Alutsista TNI yang dikerahkan untuk mendukung operasi SAR Sriwijaya Air SJ 182 meliputi TNI AD 130 orang (Kodam Jaya) ; TNI AL 1.218 orang, materiil (6 Sea Rider, 6 perahu karet, 25 alat selam), Alutsista (16 KRI, 3 Heli) ; TNI AU 50 orang, Alutsista (2 Heli, 1 CN 295, 1 Boeing Intai Strategis) termasuk  2 Tim SAR Paskhas 12 orang.

Total keseluruhan yaitu personel : 1.398 orang; Materiil : 6 Sea Rider, 6 perahu karet, 25 alat selam ; dan Alutsista : 16 KRI, 5 Heli, 1 CN 295, 1 Boeing Intai.(Pusp/red)