Categories
Megapolitan Polhukam

Tim Pemenangan DPW Partai Berkarya DKI Jakarta Beri Motivasi Perjuangan Kader dan Caleg untuk Serap Aspirasi Warga

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Tim Pemenangan DPW DKI Jakarta Partai Berkarya, Naswan Gunawan, memberikan dukungan penuh untuk membantu perjuangan para kader dan caleg memenangkan pemilu 2019.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Berkarya DKI Jakarta telah memulai konsolidasi lewat kunjungan ke sejumlah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk menyosialisasikan target pemenangan. Partai Berkarya mendapat nomor urut 7 pada Pileg 2019 mendatang.

Ketua Tim Pemenangan DPW DKI Jakarta Partai Berkarya, Naswan Gunawan,  mengatakan dirinya banyak mendapat kritikan, masukan dan harapan dari DPC, DPD maupun para caleg yang akan bertarung dalam kontestasi elektoral 2019.

Naswan menemui langsung Ketua DPD Jakarta Selatan, Indra Duwila, beserta jajarannya dalam rapat tim pemenangan di wilayah Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (19/11) malam. Usai rapat Naswan menyebut Partai Berkarya belum memiliki popularitas dan elektabilitas yang memadai di kalangan masyarakat.

Kondisi itu membuat para caleg maupun DPC dan DPD Berkarya sulit sosialisasi caleg maupun mempromosikan nomor urut partai 7. Naswan berjanji akan memberikan dukungan penuh untuk membantu perjuangan para kader dan caleg.

“Masyarakat lebih kenal partai lain dan caleg parpol lain dibanding caleg dan partai kami. Ini tantangan besar karena Berkarya adalah partai baru dengan ide segar yang fokus meningkatkan kesejahteraan,” kata Naswan usai rapat.

Tugas terberat bagi parpol baru memang memperkenalkan diri ke publik. Naswan telah meminta kepada para caleg dan kader untuk menjaga rutinitas turun ke masyarakat. Tujuannya bukan untuk pencitraan, tapi menyerap aspirasi sekaligus menghadirkan solusi.

Naswan menolak segala konsep politik uang yang kerap dimainkan partai baru yang memiliki uang. Menurut dia logistik Pemilu bukan yang utama dalam pemenangan karena yang harus mereka raih adalah kepercayaan rakyat.

“Logistik itu persoalan semua parpol. Bukan kami saja, tapi yang paling penting adalah bagaimana kami menjaga rutinitas turun ke lapangan sambil mendatangkan solusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua DPD Berkarya Jakarta Selatan, Indra Duwila, mengatakan telah memetakan sosialisasi di Jakarta Selatan. Dari 65 kelurahan di sana, para caleg maupun kader Berkarya akan melakukan upaya persuasif terutama dalam memperkenalkan partai lewat alat peraga kampanye (APK) seperti bendera, baliho, kaos hingga promosi nomor urut 7.

“Ketika kami menyebar logistik berupa bendera dan baliho, saat itu juga para kader langsung bergerak membantu masyarakat. Fasilitas umum, sosialisasi kesehatan dan lingkungan jadi pekerjaan rutin kami berbuat untuk masyarakat,” ujar Indra Dumila yang merupakan caleg Berkarya untuk DPR RI.(ton)

Categories
Polhukam

Polri dan Bawaslu Yakin Proses Pemilu 2019 Aman dan Lancar

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjamin pelaksanaan pemilu tahun 2019 mendatang berjalan aman dan lancar. Untuk melaksanakan pengamanan pemilu, Polri sudah bersiap diri lebih dini dengan mematangkan strategi pengamanan. Dalam pelaksanaan pengamanan proses Pemilu nanti, Polri tidak bekerja sendiri melainkan bekerja sama dengan TNI, mitra kamtibmas dan instansi terkait lainnya.

Diperkirakan Polri akan mengerahkan 272.880 personilnya untuk memastikan pemilu berjalan lancar. Selain itu akan dilibatkan juga TNI dengan total 2/3 dari kekuaran Polri serta Linmas sebanyak 1,73 juta orang yang nantinya setiap TPS akan ditempatkan 2 orang Linmas.

Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brgjen Pol. Dedi Prasetyo, mengatakan pemilu yang akan digelar pada 17 April 2019 mendatang menjadi momentum yang sangat istimewa. Hal ini karena dua pasangan calon Presiden dan Wakilnya adalah orang-orang yang sangat berpengaruh yaitu pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Meski masa kampanye baru akan dimulai Oktober nanti, namun saat ini sudah muncul berbagai masalah seperti adanya daftar pemilh ganda dan masalah lainnya. Hal ini berpotensi menjadikan pemilu terancam dipenuhi masalah. Oleh sebab itu Polri dengan segala kekuatannya akan memastikan permasalahan tersebut dapat diatasi bersama-sama dengan pihak terkait lainnya.

“Masa kampanye sebentar lagi dilaksanakan, namun saat ini banyak masalah yang timbul, terutama terkait DPT (daftar pemilih tetap) dan juga ganda yang terus ditelusuri seluruh pihak agar tidak timbul masalah kecurigaan dari berbagai pihak. Masalah lain adanya potensi black campaign (kampanye hitam) ini juga harus diselesaikan bersama,” kata Dedi dalam Forum Promoter Polri yang berlangsung di Hotel Amaroossa Cosmo, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (13/09/2018).

Ditambahkannya, ada beberapa potensi ancaman yang berimbas pada pelaksanaan pemilu menjadi terganggu. Beberapa ancaman tersebut diantaranya protes dan gelombang unjuk rasa, bentrokan masal, sabotase, black campign dan money politic (politik uang), manipulasi hasil suara, serta tindakan anarkis yang terkait dengan pemilu lainnya. Potensi kerusuhan yang dapat menganggu jalannya pemilu ini bisa terjadi di manapun saja.

Oleh sebab itu untuk meminimalisir dampak dan mencegah potensi terjadinya gangguan pelaksanaan pemilu, Polri bersama dengan pihak terkait lainnya menyiapkan lima strategi. Yang pertama adalah ‘Operasi Mantap Brata 2018’ yang dikhususkan untuk pengamanan pemilu. Kemudian Strategi Pro-Active Preventif untuk mencegah tindakan-tindakan yang berpotensi mengganggu pelaksanaan pemilu, ‘Operasi Nemangkawi 2018’ yang dikhususkan untuk menciptakan kondisi aman khususnya di wilayah Papua.

“Lalu ‘Operasi Antimop 2018’ khusus untuk menindak pelanggaran money politic serta Satgas Nusantara untuk mengantisipasi penyebaran konten hoax dan hate speech,” kata Dedi

Sementara itu, Kepala bagian ATP3 Bawaslu, Ilham, menyatakan pihaknya akan memaksimalkan pengawasan dalam proses dari sebelum hingga hasil pemilu ditetapkan. Diharapkan dengan adanya pengawasan yang intensif segala bentuk pelanggaran pemilu dapat ditekan. Kalaupun kedepan ditemukan bukti pelanggaran diharapkan ada proses penyelesaian sengketa sesuai dengan koridor yang berlaku.

Untuk memaksimalkan pengawasan tersebut dia berharap agar ada peran aktif masyarakat untuk melaporkan setiap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh para kandidat yang maju dalam kontestasi politik, baik untuk pemilihan legislatif ataupun presiden tahun 2019 mendatang.

“Kita berupaya melakukan pencegahan
terhadap pelanggaran yang sangat mungkin terjadi dalam setiap tahapan Pemilihan salah satunya melalui Sosialisasi Pusat Pengawasan Partisipatif,” ulasnya.(red/bb)

Categories
Megapolitan Polhukam

PDI-Perjuangan Gembleng Kader Partai Bacaleg Pemilu 2019

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan mengumpulkan seluruh kader bakal calon legislatif (bacaleg) Pemilu 2019 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Minggu (05/08/2018).

Para kader partai itu akan diberikan pembekalan sebelum melaksanakan rangkaian kampanye di masyarakat.

“Jadi sebagai tindak lanjut konsistensi PDI Perjuangan dalam memperkuat lembaga kepartaian, hari ini dilakukan penggemblengan caleg DPR RI dan DPRD DKI secara khusus, mengingat DKI Ibu Kota negara,” ujar Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristianto di lokasi.

Para Bacaleg PDI Perjuangan juga diminta berkomitmen pada idelogi Pancasila. Tugas sebagai agen penjaga NKRI juga disampaikan saat turun ke daerah pemilihan masing-masing kader.

“Pembekalan ini momentum para caleg sebagai komitmen ideologi pancasila dalan menjaga NKRI, dengan nafas kerakyatan gotong royong turun ke dapilnya,” papar Hasto.

Hasto memastikan acara ini dihadiri Presiden RI Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang sekaligus akan membuka secara langsung acara tersebut. Beberapa materi bakal disampaikan sebagai pembekalan para bacaleg PDI Perjuangan.

“Hari ini selain pengarahan dari Bu Mega, Bapak Presiden juga akan hadir memberikan hal-hal strategis berkaitan agenda ke depan dengan pencapaian nawacita tentu saja konsolidasi pemenangan pemilu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hasto mengatakan, para bacaleg PDI Perjuangan juga bakal terus digembleng setelah dinyatakan lolos verifikasi di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia memastikan, seluruh kadernya yang baru maupun lama mendapat pendidikan dan tujuan politik yang baik.

“Akhir Agustus mereka digembleng kembali sekolah legislatif,” pungkasnya.(ton/pb)