Categories
Opini Politik

Relawan Membara: Debat ke-4, Capres Petahana Jokowi Terbukti Calon Panglima Tertinggi

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Relawan Membara (Membangun Bersama Rakyat) Alex Marantika mengatakan, dalam debat capres yang ke 4 kalinya, capres petahana Joko Widodo (Jokowi) semakin membuktikan dirinya sebagai calon pemimpin bangsa dan juga calon panglima tertinggi negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) periode 2019-2024.

Debat Pilpres ke 4 yang menampilkan kedua calon presiden itu, menurut Alex, capres petahana Jokowi lebih pantas memimpin negeri ini untuk periode 2019-2024.

“Jelas terlihat bahwa performa, pemahaman, dan statement-statement dari kedua capres jelas beda kualitas,” ujar Alex di Jakarta, beberapa waktu lalu, Rabu (20/03/2019).

Alex menyimpulkan, capres 02 masih bicara ‘akan’ sedangkan capres 01 sudah menjalankan proses pemerintahan bersama wakilnya Jusuf Kalla secara nyata dan terbukti.

“Prabowo masih ‘Akan’, tetapi Joko Widodo sudah teruji dan terbukti. 02 cuma bisa paparkan program di tataran ‘permukaan’, tetapi penerapan detailnya sudah dilakukan pemerintahan Jokowi,” ujarnya.

Sedangkan dari sisi emosional dan sikap, lanjut Alex, Jokowi lebih terkontrol emosinya.

“Capres 02 mudah emosi, beda Jokowi yang lebih menguasai (emosinya),” kata Alex.

Apalagi, tambah Alex, saat pembahasan soal kekuatan dan kemampuan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Alex menyayangkan capres 02 yang tidak percaya terhadap pertahanan TNI.

“Sudah diprediksi sejak awal, Jokowi bukan lawan capres 02. Jokowi punya pengalaman dan teruji. Istilah-istilah yang akrab dengan ketentaraan, menunjukkan bahwa Jokowi siap dan pantas menjadi Panglima Tertinggi sebagai Presiden RI,” kata Alex.

“Saya meyakini capres Jokowi yang didampingi seorang Kiai dan Ulama Besar KH Ma’ruf Amin adalah pasangan yang pantas menjadi pemimpin bangsa Indonesia,” tandasnya.(ton)

Categories
Polhukam

Presiden Jokowi Bakal Hadiri Rakernas Sedulur Jokowi di Jakarta

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Relawan Jokowi, Sedulur Jokowi akan menyelenggarakan Rakernas dan Diskusi Publik yang bertemakan “Memilih Presiden Yang Ideal Pada Pilpres 2019”, pada Jum’at, 19 Oktober 2018 di Grand Cempaka Hotel, Jakarta Pusat.

Ketua Umum (Ketum) relawan Sedulur Jokowi, Paiman Raharjo mengatakan, diskusi yang sekaligus rapat kerja nasional (rakernas) ini akan dihadiri seluruh pengurus Sedulur Jokowi dari perwakilan 34 Provinsi, DPC dan perwakilan luar negeri.

“Tantangan semakin kompleks, membutuhkan sosok pemimpin yang komitmen menyelesaikan masalah tadi. 2019 bangsa Indonesia jangan sampai salah memilih lagi. Pemimpin yang tangguh, trengginas dan pemimpim yang membangun pluralisme. Pak Jokowi ingin bersatu dan ingin membangun persatuan,” ujarnya, di Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Dalam diskusi nanti, lanjut Paiman, Kami mau menyosialisasikan, bahwa pemimpin harus bersaih dan negarawan.

“Sosok bersih dan negarawan tadi sudah terlihat. Memiliki visi berdemokrasi yang kuat dan konsisten. Saat ini penegakan hukum luar biasa. Jokowi tidak melibatkan keluarga dan kroninya dalam proyek. Mafia Migas dan mafia hukum diberantas. Jokowi selalu tiap ada fitnah, beliau memberi rasa tenang. Dalam memberantas korupsi dengan menggunakan cara yang benar,” pungkasnya.

Di tempat sama, Ketua Panitia menjelaskan, bahwa Rakernas Sedulur Jokowi juga akan dihadiri oleh Presiden Jokowi.

“Diharapkan bagi rekan wartawan yang ingin meliput, sudah bisa hadir 30 menit sebelum acara dimulai, mengingat proses pengamanan yang dilaksanakan oleh petugas,” kata Agus.(ton)

Categories
Polhukam

Relawan Pinggiran JIKA “Jokowi Itu KitorAng” Siap Dukung dan Menangkan Paslon Nomor Urut 01

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Ratusan warga masyarakat dari enam provinsi di Indonesia, Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat menyatakan dukungannya kepada pasangan calon (paslon) nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Mereka menamakan diri “Relawan Pinggiran Jokowi Itu KitorAng” atau disingkat JIKA. Pernyataan dukungan digelar di Rumah Aspirasi Jokowi-Amin, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (07/10/2018).

Selain mendukung, Relawan Pinggiran JIKA juga siap memenangkan paslon Jokowi-KH Ma’ruf Amin dari pinggiran wilayah timur Indonesia dan berharap Jokowi melanjutkan kembali pembangunan di Indonesia lebih berkeadilan dan lebih beradab.

“Kami siap mendukung pasangan dan siap memenangkan pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden RI periode 2019-2024 di wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Salam satu kali lagi,” demikian bunyi deklarasi yang dibacakan oleh Kamillus Elu dan didampingi para perwakilan dari 6 provinsi Indonesia wilayah Timur.

Adapun tujuan Relawan Pinggiran JIKA melakukan gerakan dari pinggiran ini adalah untuk mengawal Nawa Cita terutama Nawa Cita ke 3 yang berbunyi membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

Selain itu, Relawan Pinggiran JIKA juga mendorong masyarakat di pinggiran Indonesia Timur untuk memenangkan Jokowi-Amin sebagai presiden dan wakil presiden RI periode 2019-2024 dan mengawal Jokowi-Amin selama menjalankan tugasnya sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

Deklarasi dihadiri Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Mustar Bonaventura Manurung, Ketua Koordinator Nasional Relawan Pinggiran JIKA Hironimus Hilapok, dan Sekjen Raimondus Arwalembun.

Berikut Koordinator Relawan Pinggiran Jokowi Itu KitorAng (JIKA) dari 6 Provinsi, yakni Provinsi Papua, Michael Himan; Provinsi Papua Barat, Carlo Salakay; Provinsi Maluku Utara, Dwi Ana; Provinsi Maluku, Dey Deonisius Kaluara; Provinsi NTT, Kamillus Elu; dan Provinsi NTB, Severinus Poso.

Dalam kesempatan itu, Mustar Bonaventura menyampaikan harapan kepada seluruh Relawan Pinggiran JIKA ini untuk mampu memenangkan paslon Jokowi-KH Ma’ruf Amin dan mengawal pemilu 2019 mendatang dengan baik.

“Kita berharap Relawan Pinggiran Jokowi Itu KitorAng tetap semangat dan bekerja memenangkan Jokowi-Amin. Ayo kita kawal pilpres 2019 di setiap TPS,” ujarnya.

Di tempat sama, Sekjen Raimondus Arwalembun mengatakan, deklarasi dukungan ini memiliki alasan yang mendasar bahwa hasil kerja pemerintah Jokowi telah dirasakan oleh masyarakat wilayah Indonesia bagian Timur.

“Selama kepemimpinan dia (Jokowi) sudah berhasil membangun Indonesia dari pinggiran, seperti di Papua, ada trans Papua. Pak Jokowi itu juga hadir disana ditengah-tengah kita sebagai bentuk kehadiran negara. Dan seluruh masyarakat Indonesia ini bersatu disini untuk deklarasi dukungan,” ungkapnya.(ton)

Categories
Polhukam

Puluhan Habib dan Ulama Deklarasikan Dukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Puluhan habib dan ulama dari berbagai daerah di Indonesia mengunjungi KH Ma’ruf Amin di kediamannya, di Jalan Sitobundo, Menteng, Jakarta, Sabtu sore (06/10/2018), untuk menyatakan dukungannya.

Ada sebanyak 33 habib dan ulama yang hadir di kediaman Calon Wakil Presiden RI nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin, dan menyatakan dukungannya sekaligus siap memenangkan pasangan capres-cawapres Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin, pada pemilu presiden 2019.

Pertemuan para habib dan ulama dengan KH Ma’ruf Amin berlangsung mulai pukul 16:30 WIB yang diawali dengan doa bersama. Pada pertemuan tersebut, para ulama yang berasal DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur itu menyatakan dukungan kepada pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin pada pemilu presiden 2019 mendatang.

Habib Zainal Abidin Bilfaqih dari Pasuruan Jawa Timur menyatakan, para habib dan ulama se-Indonesia bersepakat untuk mendorong seluruh elemen masyarakat untuk melaksanakan pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019 secara demokratis, tanpa adanya berita hoaks, tanpa adanya politisasi SARA, dan praktik politik uang.

Kemudian, KH Ahmad Badawi dari Kudus Jawa Tengah mengatakan, para ulama dan habaib, bersepakat siap memenangkan pasangan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin dalam kontestasi pemilu presiden 2019.

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Falah, Kudus, itu juga menyatakan, para ulama akan berupaya menciptakan iklim politik yang aman, sejuk, dan damai, serta berusaha menjaga kerukunan antarumat beragama.

Pada pertemuan tersebut, KH Ahmad Badawi membacakan deklarasi dukungan untuk pasangan capres-cawapres Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, seperti dilansir antaranews.(red)

Categories
Polhukam

Dukung Paslon Nomor 01, Relawan Harimau Jokowi Siap Hadapi Radikalisme

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Melawan radikalisme demi kedamaian bangsa, Harimau Jokowi siap sedia menghadapi dan mengatasi radikalisme dengan kedamaian demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tekad dan slogan deklarasi itu merupakan pernyataan tegas organisasi masyarakat (ormas) yang menamakan diri Relawan Harimau Jokowi untuk mengawal dan memenangkan pasangan calon (paslon) nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin pada pemilu presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Harimau Jokowi, Saiful Huda menegaskan bahwa ormas yang dipimpinnya berkomitmen untuk mengawasi berbagai berita bohong atau hoax dan ujaran kebencian (radikalisme) yang diluncurkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia.

“Kalau ada kegaduhan tertentu yang melakukan hoax, kita melakukan pelaporan,” katanya kepada wartawan usai menyatakan deklarasikan dukungan di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (29/09/2018).

Saiful menyebutkan, cara relawan Harimau Jokowi untuk menangkal radikalisme, salah satunya mengawasi berbagai hoax yang muncul di tengah masyarakat. yakni dengan melakukan pendekatan hingga membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.

“Pendekatan Harimau Jokowi ada 3, pendekatan dialogis, hukum, dialogis. Jadi kalau ada masyarakat melakukan hoax memancarkan seperti itu, kita deketin, kita ajak dialog, kalau nga bisa baru kita laporkan dia, kita atasi mereka secara hukum. Kemudian setelah itu kita ajak dialog lagi. Sehingga persoalan hukum bisa tuntas,” ujar Saiful yang berprofesi sebagai pengacara.

Sementara, Saiful mengatakan, jajaran pengurus organisasi Harimau Jokowi memiliki keberanian untuk melawan dan menghadapi berita bohong atau hoax yang beredar di masyarakat.

“Kita punya tim buru sergap. Tim kita dari advokat-advokat petarung dan juga dibekali seni bela diri,” tandasnya.

Saiful mengatakan, untuk menangani masalah hoax, Harimau Jokowi akan bekerjasama dengan tim kampanye nasional (TKN) Jokowi-KH Ma’ruf Amin.

“Kita bersinergi dengan kelompok relawan-relawan lainnya, karena kita ingin bekerja bersama sama. Masalah ini adalah masalah kita bersama, masalah Indonesia yang mempunyai kepedulian yang sama terhadap negara yang sudah diacak-acak oleh orang-orang yang nga bener,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Sekretaris Jenderal Harimau Jokowi, Soendoro Soepringgo, Ia mengatakan, adanya pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan kepercayaan masyarakat menjelang pemilu umum 2019 dengan menyebar isu dan hoax.

“Mereka memanfaatkan ketidaktahuan, keawaman masyarakat. Masih banyak masyarakat yang belum literate, nah kasihan gitu,” ujarnya.

“Seperti yang dikatakan pak Ketum tadi, bahwa penyalahgunaan kepercayaan masyarakat itu sudah sangat mengerikan oleh pihak-pihak yang melakukan itu,” pungkasnya.

Harimau Jokowi adalah organisasi kemasyarakatan yang berdiri sejak 1 Juli 2018 lalu. Organisasi ini disahkan sebagai ormas oleh surat keputusan Kementerian Hukum dan HAM nomor: AHU.0011211.AH.01.07.-Tahun 2018.

“(perwakilan) Kami tersebar di 22 wilayah provinsi di Indonesia dan sejumlah Kabupaten dan Kota,” jelas Soendoro.(ton)

Categories
Polhukam

Dukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Pendiri Gerindra Dirikan Relawan Kotak Hijau

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Dukungan politik untuk Jokowi dan Ma’ruf Amin semakin mengalir deras, salah satunya datang dari pendiri Partai Gerindra, Fami Fachrudin, yang mendirikan relawan Kotak Hijau

Mantan Ketua DPP Gerindra itu kembali ke politik praktis karena keprihatinannya melihat hasut dan fitnah yang semakin marak berkembang di tengah-tengah umat Islam.

“Kotak Hijau mempunyai misi utama untuk mereduksi arus disinformasi dan hoaks yang berkembang di tengah umat Islam,” kata Fami dalam acara deklarasi relawan Kotak Hijau di kawasan Cikini, Jakarta,  Rabu (19/09/2018).

Dia menuturkan bahwa umat Islam yang seharusnya penuh hikmah, beradab dan adil, seolah terjebak dalam ujaran kebencian dan informasi provokatif.

Dalam paparannya Fami juga mengemukakan prinsip Islam Washatiyah sebagai prinsip Kotak Hijau. Umat Islam harus mampu berdialog dengan baik di tengah-tengah perbedaan, baik di internal umat Islam maupun di antara komponen bangsa.

“Frasa anti aseng sebaiknya dihindari, karena banyak saudara Tionghoa adalah Muslim dan yang non Muslim adalah anak bangsa Indonesia,” ujarnya.

Relawan Kotak Hijau memandang Presiden Jokowi harus melanjutkan kepemimpinannya di periode yang kedua, 2019-2024.

“Selain dekat dengan Ulama dan sering mengunjungi pesantren beliau adalah pribadi yang santun dan pekerja keras. Kesantunannya tampak dengan tidak menanggapi berbagai kritikan dan kecaman yang dialamatkan kepadanya kecuali kalau sudah berbau fitnah dan ujaran kebencian,” jelasnya.

“Kerja kerasnya tampak dengan pembangunan tersebar luas dan prestasi bangsa meningkat,” imbuhnya.

Menurut Kotak Hijau, KH Ma’ruf Amin

adalah sosok yang tepat mendampingi Joko Widodo.

“Keulamaan Kyai Ma’ruf menyejukkan umat dan kepakarannya dalam bidang ekonomi syariah sangat dibutuhkan untuk pembangunan ekonomi umat,” pungkasnya.

Beberapa elemen yang turut bergabung dalam relawan Kotak Hijau adalah Generasi Muda Masyumi Indonesia, Forum Alumni PII, Forum Alumni Santri Persis, Pemuda Lintas Mazhab, Habib Muda Untuk Jokowi, Pemuda Malirja, Jamaah Toldemiyah, dan Ikatan Keluarga Pesantren Darunnajah.(ton/rl)

Categories
Polhukam

PKB Berharap Efek Ekor Jas dari Pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) tanggal 20 September mendatang akan menetapkan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) peserta Pemilu Presiden 2019, yakni pasangan Joko Widodo-KH Maruf Amin dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Selanjutnya tanggal 21 September atau sehari setelah ditetapkan, KPU akan mengundi nomor urut pasangan calon.

“PKB berdoa pasangan yang kami dukung, yakni bapak Jokowi dan Kyai Haji Ma’ruf Amin mendapat nomor urut satu, karena dengan demikian PKB berpeluang mendapat Efek Ekor Jas (Coat-Tail Effect), karena nomor urut PKB adalah nomor 1,” demikian ditegaskan Sekretaris MPR Fraksi PKB Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, di Gedung DPR/MPR Jakarta, Senin (17/09/2018).

Efek Ekor Jas adalah hubungan positif antara kekuatan elektoral calon presiden dan partai yang mengusungnya. Artinya, Jokowi yang populer dan memiliki elektabilitas yang tinggi akan memberikan keuntungan positif secara elektoral kepada PKB.

“Pilih Presiden nomor urut 1 dan partai no 1 PKB,” ujar Neng Eem yang juga fungsionaris DPP PKB ini.

Keyakinan Neng Eem didasari atas perilaku masyarakat pemilih di Indonesia yang cenderung simple dan tidak mau repot-repot saat berada di bilik suara.

Lebih lanjut Neng Eem yang kini menjadi Anggota Komisi V DPR dan akan kembali maju di Pemilu Legislatif dari daerah pemilihan (dapil) 3 Jawa Barat Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor berharap, PKB juga mendapatkan berkah suara dari dukungan kepada calon wakil presiden kyai haji Maruf Amin yang berasal dari NU yang merupakan basis suara PKB, sehingga target memperoleh 100 kursi DPR RI tercapai.(ton/pkb)

Categories
Megapolitan Polhukam

Advokat Senopati PPIR DKI Jakarta Deklarasikan Dukungan kepada Prabowo-Sandiaga Uno

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Forum Advokat Senopati 08 Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) DKI Jakarta mendeklarasikan dukungan kepada pasangan bakal calon presiden (bacapres) dan bakal calon wakil presiden (bacawapres), Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Deklarasi dukungan dan sekaligus pengukuhan pengurus Advokat Senopati 08 PPIR DKI Jakarta dipimpin oleh Ketua Kordinator Wilayah PPIR DKI Jakarta, H. Tabat SH.

“Saya nyatakan pengukuhan dan pengurus anggota advokat Senopati 08 DKI Jakarta untuk ikut serta aktif dan dalam memenangkan pasangan capres dan wapres RI periode 2019-2024 Bapak Letnan Jenderal TNI Purnawirawan Haji Prabowo Subianto dan Bapak Haji Sandiaga Salahuddin Uno pada pilpres 2019,” ujarnya di Hotel Santika, Jakarta Timur, Minggu (16/09/2018).

Tabat mengimbau, untuk semua anggota forum tersebut agar terus berjuang untuk memenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga.

“Kami berterimakasih atas kepercayaan yang luar biasa untuk terus memperjuangkan dan membela serta memenangkan pasangan Prabowo-Sandi,” pungkasnya.

Ia berharap agar Tuhan YME untuk memudahkan jalan Prabowo-Sandi menuju pilpres 2019.

“Mudah-mudaha Allah akan melimpahkan rahmat dan hidayahnya agar beliau terpilih menjadi presiden republik Indonesia,” tutupnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga, Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso sebagai saksi dalam penandatangan deklarasi tersebut, dan juga para Ketua Korwil Bekasi, Depok Advokat Senopati 08.(ton)

Categories
Polhukam

Polri dan Bawaslu Yakin Proses Pemilu 2019 Aman dan Lancar

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjamin pelaksanaan pemilu tahun 2019 mendatang berjalan aman dan lancar. Untuk melaksanakan pengamanan pemilu, Polri sudah bersiap diri lebih dini dengan mematangkan strategi pengamanan. Dalam pelaksanaan pengamanan proses Pemilu nanti, Polri tidak bekerja sendiri melainkan bekerja sama dengan TNI, mitra kamtibmas dan instansi terkait lainnya.

Diperkirakan Polri akan mengerahkan 272.880 personilnya untuk memastikan pemilu berjalan lancar. Selain itu akan dilibatkan juga TNI dengan total 2/3 dari kekuaran Polri serta Linmas sebanyak 1,73 juta orang yang nantinya setiap TPS akan ditempatkan 2 orang Linmas.

Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brgjen Pol. Dedi Prasetyo, mengatakan pemilu yang akan digelar pada 17 April 2019 mendatang menjadi momentum yang sangat istimewa. Hal ini karena dua pasangan calon Presiden dan Wakilnya adalah orang-orang yang sangat berpengaruh yaitu pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Meski masa kampanye baru akan dimulai Oktober nanti, namun saat ini sudah muncul berbagai masalah seperti adanya daftar pemilh ganda dan masalah lainnya. Hal ini berpotensi menjadikan pemilu terancam dipenuhi masalah. Oleh sebab itu Polri dengan segala kekuatannya akan memastikan permasalahan tersebut dapat diatasi bersama-sama dengan pihak terkait lainnya.

“Masa kampanye sebentar lagi dilaksanakan, namun saat ini banyak masalah yang timbul, terutama terkait DPT (daftar pemilih tetap) dan juga ganda yang terus ditelusuri seluruh pihak agar tidak timbul masalah kecurigaan dari berbagai pihak. Masalah lain adanya potensi black campaign (kampanye hitam) ini juga harus diselesaikan bersama,” kata Dedi dalam Forum Promoter Polri yang berlangsung di Hotel Amaroossa Cosmo, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (13/09/2018).

Ditambahkannya, ada beberapa potensi ancaman yang berimbas pada pelaksanaan pemilu menjadi terganggu. Beberapa ancaman tersebut diantaranya protes dan gelombang unjuk rasa, bentrokan masal, sabotase, black campign dan money politic (politik uang), manipulasi hasil suara, serta tindakan anarkis yang terkait dengan pemilu lainnya. Potensi kerusuhan yang dapat menganggu jalannya pemilu ini bisa terjadi di manapun saja.

Oleh sebab itu untuk meminimalisir dampak dan mencegah potensi terjadinya gangguan pelaksanaan pemilu, Polri bersama dengan pihak terkait lainnya menyiapkan lima strategi. Yang pertama adalah ‘Operasi Mantap Brata 2018’ yang dikhususkan untuk pengamanan pemilu. Kemudian Strategi Pro-Active Preventif untuk mencegah tindakan-tindakan yang berpotensi mengganggu pelaksanaan pemilu, ‘Operasi Nemangkawi 2018’ yang dikhususkan untuk menciptakan kondisi aman khususnya di wilayah Papua.

“Lalu ‘Operasi Antimop 2018’ khusus untuk menindak pelanggaran money politic serta Satgas Nusantara untuk mengantisipasi penyebaran konten hoax dan hate speech,” kata Dedi

Sementara itu, Kepala bagian ATP3 Bawaslu, Ilham, menyatakan pihaknya akan memaksimalkan pengawasan dalam proses dari sebelum hingga hasil pemilu ditetapkan. Diharapkan dengan adanya pengawasan yang intensif segala bentuk pelanggaran pemilu dapat ditekan. Kalaupun kedepan ditemukan bukti pelanggaran diharapkan ada proses penyelesaian sengketa sesuai dengan koridor yang berlaku.

Untuk memaksimalkan pengawasan tersebut dia berharap agar ada peran aktif masyarakat untuk melaporkan setiap dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh para kandidat yang maju dalam kontestasi politik, baik untuk pemilihan legislatif ataupun presiden tahun 2019 mendatang.

“Kita berupaya melakukan pencegahan
terhadap pelanggaran yang sangat mungkin terjadi dalam setiap tahapan Pemilihan salah satunya melalui Sosialisasi Pusat Pengawasan Partisipatif,” ulasnya.(red/bb)

Categories
Megapolitan Polhukam

PDI Perjuangan: Kader Partai Solid Dukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Beda dengan Demokrat

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Ketua DPP Partai PDI-Perjuangan Hendrawan Supratikno, meyakini seluruh kadernya solid mendukung pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019. Ia pun memastikan, kader PDI Perjuangan tak akan membelot seperti kader-kader Partai Demokrat.

“PDI Perjuangan itu demokrasinya demokrasi terpimpin. Sehingga begitu ada keputusan selalu tegak lurus,” kata Hendrawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (10/09/2018) seperti dilansir metrotvnews.

Namun demikian, Hendrawan menilai, Partai Demokrat telah dewasa dan teruji untuk menyikapi perbedaan di internal partai. Dari informasi yang beredar, sejumlah DPD Demokrat dan sejumlah kader partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyatakan sikap dukungannya kepada paslon Jokowi-KH Ma’ruf Amin. Mereka antara lain; Deddy Mizwar, Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi, dan Lukas Enambe.

Hendrawan pun enggan menentukan sejumlah dukungan kader Demokrat tersebut sebagai keuntungan atau kerugian bagi pasangan calon tertentu. Menurutnya, Pilpres 2019 adalah salah satu pemilihan umum yang memunculkan paslon yang mumpuni.

“Saya kira ini kontestasi yang penuh dengan persahabatan. Dan sebagai bangsa kita bersyukur bahwa paslon yang muncul hari ini adalah paslon yang visi kebangsaannya sudah jelas. Kemudian cita-citanya terhadap Indonesia masa depan juga baik,” tandasnya.

Soal dukungan tersebut, Partai Demokrat memberikan dispensasi pada kadernya yang mendukung pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto menjelaskan dispensasi diberikan karena 90 persen kader di beberapa wilayah mendukung Jokowi-Ma’ruf.(red)