Categories
Hukum Megapolitan Militer TNI

Polisi Tangkap Komplotan Penipu Modus Pinjaman Modal Usaha Ratusan Miliar Rupiah

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Petugas Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap komplotan pelaku penipuan. Keenam pelaku tersebut adalah, AR (47), MA (45), M (47), HB (47), W (47), dan JE (43).

Modus penipuan para pelaku yakni berpura-pura menjanjikan korban seorang pengusaha sawit berinisial V (30) yang sedang mencari bantuan pinjaman modal usaha sebesar Rp 500 miliar untuk memperluas usaha perkebunan kelapa sawitnya di Jambi.

“Korban berkomunikasi dengan salah satu pelaku, AR yang mengaku sebagai calo yang bisa membantu korban mendapatkan pinjaman modal,” ujar Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ade Ary di Jakarta, Selasa (23/01/2018).

Pada 30 Oktober 2017, V dihubungi AR untuk menemui bosnya yaitu AW di Apartemen Belezza di Jakarta Selatan. Permintaan itu pun disanggupi V, sehingga V dan AW akhirnya bertemu dengan disaksikan HB serta JW.

Dalam pertemuan itu, AW mengaku sebagai orang kepercayaan pemilik modal.

“Uang dijanjikan akan diberikan dengan pecahan 100 ribuan, dengan masa pengembalian 15-20 tahun,” terang Ade.

Sebelum uang diberikan, AW meminta bunga 1 persen yang wajib dibayar di muka. Lalu pada 8 November 2017 jam 08.00 WIB, korban berjumpa dengan JW di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat tepatnya di depan minimarket, untuk menyerahkan surat pengajuan pinjaman. Kemudian, pada 11 November 2017, V mendapat telepon dari AR, yang mengatakan bahwa pinjaman disetujui.

Pada 13 Desember 2017, V menemui AW dan JW dengan membawa uang 368 ribu dolar Amerika sebagai pembayaran bunga 1 persen. Mereka lalu menuju Yayasan Kartika Juang di Cijantung untuk memeriksa uang Rp 3 miliar dalam 80 koper yang sudah  dipersiapkan untuk diberikan kepada V.

14 Desember 2017, V bertemu dengan AW di sekitar Rumah Sakit Pondok Indah dan dibawa ke Yayasan Kartika Jaya Cijantung.

“Saat di Pondok Indah, pelaku mengajak korban berdoa dan meminta mematikan HP untuk disimpan dalam tas AW,” kata Ade menambahkan.

AW meminta SIM A korban untuk difoto, dengan alasan untuk digunakan membuat surat perjalanan mengantar uang pinjaman. Setelah itu, V diturunkan di Mal Cijantung dengan dalih hendak menemui seorang pejabat untuk meminta surat persetujuan pengeluaran uang.

Namun tanpa sepengetahuan korban, pelaku kembali ke Pondok Indah untuk menemui rekan V yang ditugaskan memegang uang. Bermodal foto SIM, pelaku meminta uang Rp 5 miliar tersebut. Setelah mendapatkan uang tersebut pelaku langsung kabur.

“Diperlihatkan foto SIM itu ke rekan korban yang memegang uang, sambil mengatakan jika urusan kedua pihak telah selesai,” jelas Ade.

Merasa tertipu, V bergegas melaporkan peristiwa ini ke Polda Metro Jaya. Para pelaku akhirnya berhasil dibekuk dari 28 Desember 2017 hingga 10 Januari 2018 di berbagai daerah.

“Para pelaku kita jerat Pasal 378, 372,dan 480 KUHP dengan ancaman sanksi paling lama empat tahun penjara,” tutur Ade.

Hasil penangkapan dan pengungkapan tersebut, Polisi mengamankan barang bukti diantaranya berupa uang dolar dan rupiah serta uang mainan, 2 kendaraan mobil merek Avanza, sebuah motor, dan identitas lainnya. (tonmp)

Categories
Kriminalitas Megapolitan

Polisi Tembak Mati Pelaku Curanmor Bersenjata Pistol Rakitan Jaringan Lampung

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Polisi menembak mati seorang pelaku maling motor bersenjata pistol rakitan berinisial SW (31) di Jalan Cibarusa, Bekasi, Jawa Barat. Pelaku tewas ditembak di tempat kejadian perkara (TKP) karena melawan petugas. Sementara, satu pelaku lainnya berhasil kabur.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu 10 Januari 2018. Polisi kebetulan memiliki data bahwa SW adalah pencuri motor yang meresahkan warga Bekasi.

“Dalam penangkapan ini, kami menyita sebuah barang bukti satu motor Yamaha Vixion warna hitam B 3192 FYR yang merupakan hasil curian,” kata Ade dalam pers rilis di Dirreskrimum Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jum’at (12/01/2018).

“Adapula senpi rakitan dan sebuah tas yang berisi topi berlambang Hankam (Angkatan Darat). Namun, dia tak ada hubungannya dengan oknum. Pistolpun rakitan,” tambah Ade.

Pengungkapan serta penangkapan ini, lanjut Ade, merupakan pengembangan dari sejumlah laporan Polisi soal adanya sindikat kejahatan pencurian kendaraan bermotor di wilayah Bekasi. Pelaku yang dikenal sadis terhadap para korbannya ini adalah jaringan Lampung yang menggunakan senjata api.

“Artinya mereka akan menembak korbannya jika melawan ketika motornya dibawa kabur,” ujarnya.

Dari laporan yang masuk, SW diduga sudah berkali-kali mencuri motor di kawasan Bekasi. Kendaraan yang menjadi target adalah motor yang terparkir di depan rumah dan pertokoan baik pada pagi, siang maupun malam hari.

“Bahkan, motor yang berada didalam rumah meski dalam keadaan kegembok, bisa dirusak pelaku. Mereka hanya membutuhkan waktu 3 detik untuk mencuri dengan modal kunci Letter T,” kata Ade.

Seperti yang dialami korban Irfan ini. Dia kehilangan motornya pada pagi buta ketika sedang ditinggal mandi.

”Motor saya parkir di rumah. Saya tinggal mandi sebentar, begitu keluar tiba-tiba sudah hilang,” kata Irfan salah seorang warga Kampung Cijangga RT 01/02,  Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat.

Polisi berharap agar masyarakat semakin berhati-hati dalam menjaga kendaraannya.

“Parkirlah di tempat yang aman dengan kunci ganda. Kalau perlu dipasang GPS agar bisa terdeteksi dengan mudah,” kata Wadirkrimum PMJ.(tonmp)

Categories
Megapolitan Olahraga Polisi Ragam

Kejuaraan Futsal ‘Kapolda Cup 2017‎’ Digelar Hari Ini

Koranjurnal.co.id, Jakarta – ‎ Penyelenggaraan Kejuaraan olahraga Futsal piala Kapolda Metro Jaya (Kapolda Cup) 2017 resmi dibuka oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. Kegiatan ini diselenggarakan di Grand Futsal Kuningan, Jakarta, Sabtu (02/12 /2017)

Kejuaraan futsal Kapolda Cup 2017 dengan mengambil tema “Kami Datang Kami Menang” ini diikuti oleh 23 tim futsal terdiri dari para Jurnalis dan Wartawan media massa baik cetak, elektronik, online, dan anggota Kepolisian dari berbagai satuan tugas di wilayah Polda Metro Jaya.

Dalam sambutannya, mewakili Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya, Kabidhumas Argo Yuwono mengatakan, kejuaran futsal Kapolda Cup 2017 bukan hanya sekedar untuk berkompetisi melainkan juga sebagai ajang silaturahmi.

“Kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi. Dalam tema kejuaraan ini, “Kami Datang Kami Menang”, menang untuk apa, menang untuk mengalahkan diri sendiri, menang dalam arti kata bisa mengalahkan emosi kita,” kata Argo.

Sementara itu Ketua Forum Wartawan Polri, Naek Pangaribuan dalam sambutannya mengatakan, acara ini merupakan salah satu kiat atau kegiatan dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) Polda Metro Jaya yang ke-8‎.

“Jujur saja biasanya kita jumpa dalam keadaan formal atau tugas, tapi saat ini kita disini berjumpa untuk mengikuti kejuaraan futsal Kapolda Cup 2017, dan untuk ajang silaturahim. Sporty dan Unity‎,” ujar Naek.

Selain itu, Ketua Panitia Kejuaraan Kapolda Cup 2017 Takdir Siregar diawal sambutan menjelaskan, bahwa kejuaraan futsal yang ke-4 kali ini merupakan agenda kegiatan setiap tahun yang diadakan oleh Forum Wartawan Polri dan Humas Polda Metro Jaya untuk mempererat hubungan kebersamaan (tali silaturahmi) antara Polisi dan Wartawan.

“Kami panitia mengucapkan terima kasih kepada semua tim yang hadir pada kejuaraan Kapolda Cup 2017 hari ini,  apabila ada kekurangan dalam penyambutan, mohon maaf, selanjutnya bisa berkoordinasi dengan tim panitia,” tuturnya.

Pewarta : Anton