Categories
Ekonomi

Presiden Jokowi Serahkan 3.000 Sertifikat Tanah untuk Masyarakat Kabupaten Tegal

Koran Jurnal, Tegal – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) laksanakan penyerahan sertifikat tanah untuk 3.000 masyarakat Kabupaten Tegal di GOR Indoor Tri Sanja, Slawi Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (09/11/2018). Sertifikat tanah itu diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kepada 12 perwakilan masyarakat penerima sertifikat tanah.

Sertipikat yang dibagikan pada kesempatan tersebut merupakan hasil pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2018.

Banyaknya keluhan kasus sengketa tanah yang dialami oleh masyarakat menjadi salah satu faktor dilaksanakannya program percepatan pendaftaran tanah dan penyertipikatan tanah melalui PTSL oleh Pemerintah khususnya Kementerian ATR/BPN. Saat ini Pemerintah sedang fokus melaksanakan PTSL di seluruh Indonesia guna memberikan jaminan hak atau kepastian hukum atas tanah yang dimiliki masyarakat.

“Setiap saya kunjungan ke daerah, banyak keluhan mengenai sengketa tanah yang terjadi di kalangan masyarakat, penyebabnya karena rakyat tidak mempunyai yang namanya sertipikat tanah, tidak punya bukti hukum atas tanah yang dimiliki. Sertipikat tanah itu bukti hukum atas tanah yang dapat menyelesaikan masalah sengketa tanah,” ujar Presiden.

“Saat ini ada 80 juta tanah yang belum bersertipikat artinya bahwa banyak sekali sengketa tanah. Maka dari itu saya amanahkan ke Kementerian ATR/BPN untuk melakukan pencepatan pendaftaran tanah agar masyarakat bisa memiliki sertipikat tanah tanpa menunggu puluhan tahun,” ujar Presiden.

Presiden menambahkan bahwa Kementerian ATR/BPN diberikan target PTSL setiap tahunnya. Untuk tahun 2018 ini target PTSL di seluruh Indonesia sebanyak 7 juta bidang tanah.

Presiden berpesan, “Kalau punya sertipikat tolong diberi plastik. Kalau gentengnya bocor sertipikatnya aman, juga difotokopi dan ditaruh di lemari yang berbeda. Kalau sertipikatnya hilang ngurusnya ke BPN akan mudah,” pesan Presiden.

Di akhir sambutannya, Presiden mengungkapkan rasa terima kasih kepada jajaran pemerintah yang turut menyukseskan kegiatan ini. “Saya sangat berterima kasih kepada Menteri ATR/BPN, Kanwil BPN, Kantor BPN, Ibu Bupati yang telah membantu sehingga sertipikat ini bisa sampai kepada masyarakat, ” ungkap Presiden.

Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A. Djalil melaporkan bahwa pada hari itu hadir bersama bapak Presiden sekitar 3.000 masyarakat Kabupaten Tegal. Jumlah sertipikat yang akan dibagikan di Kabupaten Tegal tahun ini 45.000 bidang.

Pada Tahun 2018 ini Provinsi Jawa Tengah mendapatkan target penyelesaian PTSL sebanyak 1.200.000 bidang tetapi dengan optimalisasi dan Kerja Sama dengan Pemerintah Daerah target tersebut menjadi 1.212.979 bidang. “Insya Allah seluruh bidang tanah di Jawa Tengah akan kami selesaikan pada tahun 2023,” ujar Sofyan A. Djalil.(red/GR)

Categories
Ekonomi

Hadiri Deklarasi Repnas, Presiden Jokowi: Pengusaha Muda Harus Cepat Merespon Peluang Usaha

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri deklarasi Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) di Hotel Fairmont Senayan, Jakarta, Sabtu (03/11/2018).

Tampak ratusan para pengusaha muda dari berbagai provinsi dan bidang usaha menyambut kedatangan capres yang memiliki latar belakang pengusaha kayu ini.

Dalam sambutannya, Jokowi mengaku teringat masa mudanya, sewaktu masih menjadi pengusaha. Ia mengaku sempat menjadi anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).

“Saya jadi ingat waktu masih jadi pengusaha, waktu itu masih di Hipmi Solo,” kata Jokowi dihadapan lima ratusan para pengusaha muda yang hadir dan tergabung dalam Repnas untuk Jokowi-Ma’ruf.

Jokowi berpesan, pengusaha muda harus pandai memanfaatkan setiap peluang yang ada dan mampu menghasilkan produk bernilai dari sebelumnya tidak memiliki nilai.

“Itu baru namanya pengusaha,” ucapnya.

Di tempat sama, Jokowi menuturkan, Revolusi Industri 4.0, perubahannya akan muncul dan akan mengubah landscape ekonomi, budaya, sosial dan politik secara global.

“Perubahan sangat cepat sekali. Kecepatannya, menurut wacana global institute, 3 ribu kali lebih cepat dari revolusi industri yang pertama,” ujarnya.

Dan ini, menurut Jokowi, yang bisa merespon cepat, yang bisa mengantisipasi, semuanya adalah pengusaha muda.

“Nga ada yang lain. Peluang itu, bapak ibu-lah yg bisa ambil kesempatan ini,” ujarnya.

“Sesuatu yang baru kalau kita bisa ambil peluang itu, pasti akan memberikan nilai tambah yang cepat pada usaha-usaha yang kita miliki,” tambahnya.

Selain menyampaikan pidatonya dalam deklarasi tersebut, Jokowi yang juga sebagai calon presiden nomor urut 01,
sekaligus membuka Rapat Kerja Nasional Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Jokowi-Ma’ruf.

Di tempat sama, Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Repnas Jokowi-Ma’ruf Bahlil Lahadalia mengatakan, selain sebagai relawan pendukung Jokowi-Ma’ruf yang fokus pada penggalangan di kalangan pengusaha muda dan milenial, Repnas akan menyampaikan pencapaian Pemerintah di bidang ekonomi selama ini dan sekaligus siap menangkal serangan hoax soal kinerja
ekonomi.

“Alhamdulillah pasca deklarasi ini. Repnas siap menjadi garda terdepan menangkal
berbagai serangan hoax soal ekonomi,” ujar Bahlil yang juga sebagai Ketum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi)

Bahlil mengatakan, pihaknya siap menyosialisasikan kinerja dan pencapaian Presiden Jokowi-JK dalam bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat serta Program Pemerintah untuk Periode ke-2 nanti.

“Banyak sekali pencapaian dibidang pembangunan ekonomi selama Jokowi memerintah. Dan hal ini harus terus menerus disosialisasikan dengan baik
agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang seutuhnya tentang kemajuan pembangunan. Disini posisi Repnas mengemban tugas itu,” ujar Bahlil.

Dari pantauan jurnalis di lokasi, tampak beberapa pejabat pemerintahan hingga politisi partai politik turut hadir dalam acara tersebut, antara lain, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait, Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Kadir Karding, dan Ketua Nasional Repnas Eka Sastra beserta jajaran pengurus Repnas.

Ketua Nasional Repnas Eka Sastra mengatakan, pihaknya telah memiliki struktur kepengurusan lengkap di seluruh Indonesia.

“Relawan seluruh daerah sepertinya sudah tak sabar lagi ingin bergerak dan terlibat secara penuh dalam pemenangan pasangan Capres Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019 mendatang,” ucap Eka.

Eka mengatakan, Repnas juga siap menjadi dapur pemikiran ekonomi bagi Jokowi-Ma’ruf.

“Tidak hanya menjadi benteng pertahanan bagi kinerja ekonomi Jokowi, kami juga siap menggelar diskusi berkala baik secara online atau pun offline untuk menyampaikan ide dan gagasan Bapak Jokowi mengenai pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Repnas sendiri sebagai tim pendukung untuk penyusunan program ekonomi Bapak Jokowi tidak
menutup diri dengan gagasan-gagasan baru dari mana pun juga,” ucap Eka yang juga merupakan Anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi Ekonomi, Industri dan Perdagangan.(red)

Categories
Nasional

Presiden Jokowi Apresiasi Kerja Cepat Tim Pencarian Korban Lion Air JT-610

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo kembali mendatangi posko terpadu evakuasi Lion Air JT-610 yang berada di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jum’at (02/11/2018).

Tiba di lokasi pada pukul 16.00 WIB, Kepala Negara langsung mengadakan rapat koordinasi bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP, sebelumnya bernama Basarnas) Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, dan sejumlah unsur terkait lainnya. Rapat dilangsungkan di sebuah tenda yang berada di posko terpadu.

Presiden mendengarkan langsung paparan dari Menteri Perhubungan, Panglima TNI, Kepala BNPP, Ketua KNKT, dan lainnya mengenai perkembangan dari proses pencarian badan pesawat dan para korban Lion Air JT-610 hingga hari kelima pencarian ini. Pemaparan tersebut meliputi area pencarian, metode pencarian, hingga peralatan yang digunakan.

“Baru saja tadi saya menerima laporan secara detail dari Menteri Perhubungan, Kepala Basarnas, KNKT, BPPT, dan seluruh jajaran TNI dan Polri,” ujar Presiden.

Dalam pernyataannya, Kepala Negara menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi bagi 859 orang di tim gabungan yang bekerja keras melakukan pencarian terhadap badan kapal, para korban, dan satu kotak hitam yang telah ditemukan. Secara khusus, Presiden memberikan apresiasi bagi para penemu kotak hitam, yakni Sertu Marinir Hendra Saputra, Kopda Marinir Noor Ali, dan satu lainnya dari BPPT.

“Atas kecepatan penemuan _black box_ kemarin, saya juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam proses pencarian ini, tim gabungan terus bekerja keras dengan dibantu peralatan modern yang mampu mendeteksi benda-benda di dasar laut. Presiden berharap agar proses pencarian ini dapat segera menemukan hasil yang diinginkan.

“Saya hanya titip agar menggunakan seluruh kemampuan dan teknologi yang ada dan bekerja cepat untuk mencari yang belum diketemukan,” tuturnya.

Lebih jauh, Presiden meminta KNKT untuk segera mendalami penyebab dari kecelakaan pesawat dengan nomor penerbangan JT-610 tersebut sehingga pemerintah dapat segera memutuskan langkah-langkah yang harus diambil.

“Yang jelas menurut saya keselamatan penumpang harus diprioritaskan dan kita harap tidak ada lagi kecelakaan semacam ini di masa yang akan datang,” imbuh Presiden.

Mengutip siaran pers Humas BNPP, hingga Jumat ini, tim gabungan telah berhasil mengevakuasi sebanyak 67 kantong jenazah. Khusus hari ini, tim gabungan berhasil mengevakuasi 2 kantong jenazah yang langsung dibawa ke area posko terpadu.(red/DBPers)

Categories
Nasional

Presiden Jokowi ke NTB Serahkan Langsung Bantuan Pembangunan Rumah Korban Gempa

Koran Jurnal, NTB – Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo bertolak menuju Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis pagi (18/10/2018). Presiden dan rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada pukul 07.55 WIB.

Tiba di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Kabupaten Lombok Tengah pada pukul 10.30 WITA, Presiden langsung bertemu sejumlah pejabat dari daerah terdampak gempa.

Selanjutnya Presiden akan melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat dengan menggunakan helikopter Super Puma.

Presiden dan rombongan kemudian menuju kantor Bupati Sumbawa Barat untuk menyerahkan langsung buku tabungan stimulan pembangunan rumah bagi korban gempa.

Pada siang harinya, Presiden direncanakan untuk menuju Kecamatan Pototano, Kabupaten Sumbawa Barat, guna meninjau pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA).

Setelah itu, Presiden akan berangkat menuju Dusun Pademekan, Desa Belanting, Kecamatan Sembelia untuk melakukan peninjauan. Tak hanya itu, Presiden juga akan menyaksikan penandatanganan SPK kelompok antara masyarakat dan aplikator RISHA.

Pada petang harinya, Presiden diagendakan untuk menuju Kabupaten Lombok Tengah guna menyerahkan beasiswa kepada mahasiswa terdampak bencana alam.

Presiden dan rombongan kemudian akan kembali ke Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid untuk terbang menuju Provinsi Bali. Setibanya di Bali, Presiden akan menuju hotel untuk bermalam dan melanjutkan agenda kerja keesokan harinya.

Dalam kunjungan ke NTB kali ini, Presiden ingin melihat langsung proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa serta memastikan bahwa penyederhanaan administrasi untuk pemanfaatan dana bantuan pemerintah bagi warga terdampak gempa telah dilakukan.

Sebelumnya, saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna pada Selasa (16/10), Presiden memerintahkan jajarannya untuk menyederhanakan proses administrasi bagi warga terdampak gempa dalam pemanfaatan dana bantuan pemerintah.

“Kita juga sudah memutuskan untuk prosedur pengambilan uang yang sudah diberikan itu agar disederhanakan. Dari 17 prosedur yang ada, kemarin sudah diputuskan menjadi 1 prosedur saja yang harus diikuti,” ujar Presiden ketika itu.

Meski demikian, Presiden mengingatkan bahwa penyederhanaan prosedur tersebut tetap memperhatikan prinsip akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Dalam penerbangan menuju Provinsi NTB ini Presiden dan Ibu Iriana didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono, dan Staf Khusus Presiden Adita Irawati.(red/DBPers)

Categories
Nasional

Presiden Jokowi Tinjau Fasilitas Ramah Disabilitas di GBK Senayan

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo mendatangi kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Selasa pagi (16/10/2018) kemarin.

Kunjungan Presiden kali ini dilakukan untuk meninjau fasilitas umum bagi penyandang disabilitas di kompleks olahraga tersebut.

“Kita ingin melihat fasilitas untuk kaum difabel terutama yang berkaitan dengan fasilitas yang ada di Senayan. Baik toilet, musala, trotoar, atau fasilitas menuju (bangku) penonton. Saya kira 80 persen sudah baik,” ujar Presiden setelah peninjauan.

Didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Presiden memulai peninjauan dengan melihat fasilitas toilet yang ramah bagi para disabilitas. Fasilitas toilet itu berada di sekitar patung Bung Karno di kawasan GBK.

Selanjutnya, Presiden dan rombongan meninjau fasilitas jalur penuntun dan petunjuk bagi disabilitas berupa _guiding block_ yang berada di sepanjang trotoar.

Meski mengaku cukup puas, Presiden masih memiliki sejumlah catatan yang masih harus ditindaklanjuti. Misalnya ketinggian wastafel yang menurutnya terlalu tinggi.

Dirinya sekaligus mendorong agar semua provinsi, kota, dan kabupaten mulai menyediakan fasilitas yang ramah bagi disabilitas di ruang-ruang publik.

“Kita ingin mendorong agar semua provinsi, kota, kabupaten itu juga ramah terhadap disabilitas. Ini yang ke depan ingin terus kita dorong sehingga yang kurang apa, nanti secara detail saya diberi masukan oleh Pak Menteri PU. Pak Gubernur juga beri masukan,” ucapnya.(red/DBPers)

Categories
Nasional

Presiden Jokowi Hadiri Lustrum XIII Universitas Kristen Indonesia

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Lustrum XIII Universitas Kristen Indonesia (UKI) di Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Jakarta Timur, Senin (15/10/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden memberikan orasi ilmiah dihadapan ribuan mahasiswa UKI dari berbagai fakultas. Presiden Jokowi menyampaikan beberapa isu antara lain kompetisi politik, pembangunan ekonomi, dan nilai-nilai kebangsaan.

“Memang kontestasi akan diikuti dengan kompetisi dan rivalitas. Tetapi kompetisi dan rivalitas harus dibangun di atas fondasi yang tidak saling menjatuhkan, kontestasi tidak perlu menimbulkan kegaduhan dan permusuhan, kebencian, kedengkian, tidak saling mencela dan tidak harus saling memfitnah,” kata Presiden dalam orasinya.

Menurut Presiden, kontestasi dalam pemilihan umum, baik pemilihan kepala daerah hingga pemilihan presiden, tidak boleh menimbulkan kerusakan dan mengorbankan pondasi sosial kebangsaan Indonesia yaitu stabilitas keamanan, toleransi serta persatuan.

Presiden menegaskan, pemilihan itu juga tidak boleh merusak pondasi ekonomi seperti kepercayaan internasional serta kenyamanan dalam berusaha dan bekerja.

“Rakyat harus merasakan kontestasi ini dengan kegembiraan, yang diwarnai oleh narasi-narasi yang sejuk dan ide-ide untuk kemajuan, gagasan-gagasan untuk kemajuan dan program-program untuk Indonesia maju,” lugasnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan, kontestasi politik dapat dilakukan dengan berkompetisi ide, gagasan, dan program serta rekam jejak.

Presiden Jokowi juga mengatakan tantangan global harus dihadapi dengan inovasi.

“Selain itu fakultas dan program studi juga bisa fokus kepada produk-produk unggulan kita, agar bisa memberikan nilai tambah yang maksimal kepada masyarakat,” ujar Presiden.

Adapun tema dalam acara Sidang Senat Terbuka dan Dies Natalis UKI yang ke-65, yaitu “Dengan Semangat Kebersamaan, Komitmen, dan Koordinasi, Kita Membangun UKI sebagai Universitas Unggulan”.

Turut mendampingi Presiden RI pada acara tersebut, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir dan Rektor UKI Dr Dhaniswara K Harjono.(red)

Categories
Nasional

Presiden Jokowi Apresiasi LDII Manfaatkan Energi Terbarukan di Pondok Pesantren

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo menghadiri sekaligus membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Tahun 2018. Rakernas tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Minhajurrosyiddin, Jakarta Timur, Rabu (10/10/2018).

Mengusung tema “LDII untuk Bangsa”, Rakernas LDII tahun ini membahas sejumlah hal termasuk salah satunya soal pemanfaatan energi baru terbarukan, pemanfaatan teknologi digital produktif, dan pendidikan karakter.

Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo sempat memuji langkah LDII yang sudah bergerak untuk memanfaatkan energi baru terbarukan di sejumlah pondok pesantren yang dikelola mereka.

“Tadi saya dibisiki Bapak Ketua Umum, penggunaan energi baru terbarukan di pondok yang di Kediri sudah memakai solar panel semua. Pondok lain belum memulai, ini sudah duluan,” ujar Presiden dalam sambutannya.

Selain itu, mereka juga diketahui mulai memanfaatkan energi terbarukan berupa pembangkit listrik mikrohidro yang mampu menghasilkan listrik dan diterapkan dalam pengolahan sebuah pabrik teh di Jawa Timur dan disebut mampu menghemat biaya produksi hingga separuhnya.

“Mikrohidro juga sudah diterapkan di beberapa tempat oleh LDII. Saya kira ini dilakukan dalam rangka mengisi agar Indonesia maju ke depan,” tuturnya.

Di hadapan para pengurus dan anggota LDII dari seluruh Indonesia yang hadir dalam Rakernas itu, Presiden Joko Widodo mengingatkan soal perkembangan revolusi industri keempat yang mau tidak mau harus dihadapi Indoensia. Revolusi tersebut pada praktiknya dapat menimbulkan dampak baik positif maupun negatif.

“Perkembangan-perkembangan seperti ini yang harus kita hadapi dan kita antisipasi apakah banyak manfaat ataukah banyak mudarat, ini yang belum dihitung. Kalau perusahaan-perusahaan itu kan mikirnya untungnya, tapi bagi warga negara kita memberikan manfaat tidak. Hati-hati,” ucapnya.

Oleh karenanya, Presiden Joko Widodo berharap agar Rakernas LDII tahun ini mampu memberikan sumbangsih pemikiran kepada pemerintah terkait rekomendasi terhadap langkah-langkah yang harus dilakukan pemerintah dalam menyikapi dan mengimplementasikan revolusi industri keempat ini.

“Saya berharap agar dalam Rakernas ini bisa memberikan rekomendasi-rekomendasi ke pemerintah apa yang perlu kita lakukan, rencanakan, dan kerjakan untuk menatap Indonesia maju ke depan karena memang tantangannya tidak mudah,” ujarnya.(red/DBPers)

Categories
Ekonomi

Presiden Jokowi Resmikan Program Bank Wakaf Mikro

Koranjurnal.co.id, Medan – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Program Bank Wakaf Mikro, di Pondok Pesantren (Ponpes) Mawaridussalam, di Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Senin (08/10/2018).

Kegiatan tersebut adalah bagian akhir dari kunjungan kerjanya Presiden Jokowi di Provinsi Sumatera Utara yang didampingi Ibu Negara Iriana.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan saat ini pemerintah sudah mendirikan bank wakaf mikro di 33 pondek pesantren. Setiap bank wakaf mikro, menurut Presiden, diberikan modal kurang lebih Rp8 miliar.

Pendirian bank wakaf mikro ini, menurut Presiden, merupakan respons pemerintah atas keluhan dari masyarakat di desa-desa atau di pondok-pondok pesantren mengenai sulitnya mengakses pelayanan perbankan, karena selain administrasinya rumit juga harus ada jaminan.

Padahal, lanjut Presiden, masyarakat, umat perlu akses ke keuangan untuk modal kerja, untuk modal investasi, dan yang lain-lainnya. Oleh sebab itu, tambah Presiden, pemerintah berinsiatif mendirikan yang namanya bank wakaf mikro.

“Nanti ibu-ibu yang mau pinjam atau yang sudah pinjam, pertama itu Rp3 juta. Nanti kalau sudah mengangsur baik, bisa kembangkan lagi Rp1-3 juta. Kemudian kalau sudah diangsur, bagus, mau nambah Rp10 (juta) silakan, mau nambah Rp15 (juta) silakan, kan enggak ada agunan,” kata Presiden Jokowi.

Ditegaskan Presiden Jokowi, pengembangan ekonomi mikro, pengembangan ekonomi umat, terutama di pondok pesantren dan di lingkungan pondoknya harus berjalan dengan baik. Karena itu, sambung Presiden, pemerintah akan terus mengembangkan bank wakaf mikro.

“Kita harapkan nantinya kalau sudah gede, sudah ratusan atau sudah ribuan, ini akan di-holding-kan menjadi sebuah bank besar,” ucap Presiden Jokowi seraya menambahkan, bahwa saat ini memang baru dalam tahap membangun sebuah pondasi.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, pimpinan dan siswa pondok pesantren, serta warga sekitar.(red/DBPers)

Categories
Nasional TNI

Presiden Jokowi Pimpin Upacara Peringatan Dirgahayu TNI Ke-73

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo memimpin upacara peringatan Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-73 yang digelar di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jum’at (05/10/2018).

Tiba pada pukul 09.00 WIB di Gedung Sudirman Mabes TNI Cilangkap, Presiden beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo disambut oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto beserta Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji

Setelah itu, Presiden selaku inspektur upacara kemudian menuju tempat upacara. Dalam upacara kali ini bertindak selaku komandan upacara yaitu Kolonel Pnb. Yoyon Kuscahyono.

Sementara Kepala Staf Garnisun Tetap I/Jakarta Brigjen TNI Herianto Syahputra bertindak selaku perwira upacara. Adapun Sapta Marga pada upacara ini dibacakan oleh Letda Inf. Haryo Utomo, Lettu Laut (P) Satri Adriawan, dan Letda Lek. Arief Ryan Herawan.

Sebelum menyampaikan amanatnya, dalam kesempatan ini Presiden menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia, berupa Bintang Kartika Eka Paksi Nararya kepada Kolonel Cpl. Hery Keswanto, Bintang Jalasena Nararya kepada Kapten Mar. Sunardi, dan Bintang Swa Bhuana Paksa Nararya kepada Peltu Argo Budi Prasetyo. Adapun Keputusan Presiden Republik Indonesia dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden Marsda Trisno Hendradi selaku Sekretaris Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.

Setelah menyampaikan amanatnya, prosesi dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Presiden beserta Ibu Iriana. Potongan tumpeng kemudian diberikan kepada 3 perwakilan prajurit berprestasi dari masing-masing angkatan.

Ketiga prajurit tersebut adalah Lettu Herliansyah yang meraih _Best of the Best_ Menembak AASAM 2014-2018, Praka Mar. Jefry Ardianto yang meraih medali emas cabang olahraga dayung pada Asian Games 2018, dan Pratu Olef M. Kafiar yang meraih medali emas cabang olahraga triathlon pada Aquathlon Metasport Series Singapura Tahun 2017.

Setelah itu, pada pukul 10.03 WIB Presiden beserta Ibu Iriana kemudian meninggalkan tempat upacara.(red/DBPers)

Categories
Nasional

Presiden Jokowi Tegaskan Pentingnya Hutan untuk Kemakmuran Rakyat

Koranjurnal.co.id, Yogyakarta – Indonesia merupakan negara dengan kekayaan sumber daya alam hutan yang luar biasa banyaknya. Dari situ tersimpan potensi ekonomi yang dapat menyejahterakan masyarakat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara pembukaan Festival Kesatuan Pengelola Hutan Tingkat Nasional mengatakan, fungsi hutan tidak hanya menjadi paru-paru dunia, namun juga berperan sebagai sumber kehidupan masyarakat. Hal itu yang sering tidak disadari oleh kita.

“Saya pernah bertemu dengan beberapa kepala negara dari Skandinavia. Mereka cerita kehidupan sehari-hari dan perputaran ekonomi yang ada di negara-negara itu contoh Norwegia, Finlandia, dan Denmark banyak yang hanya hidup dari sektor industri kehutanan,” ujarnya di hutan pinus Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Jumat (28/09/2018).

Namun, di Indonesia, kekayaan hutan yang ada selama ini belum mampu dimanfaatkan dengan baik. Hutan selama ini belum mampu dimanfaatkan sebagai sumber penghidupan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar atau di dalam hutan.

“Fakta yang ada, ini yang harus kita perbaiki, di negara kita masyarakat kita yang hidup baik di sekitar maupun di kawasan hutan justru miskin. Seharusnya terbalik, masyarakat yang hidup di sekitar atau di dalam hutan harusnya makmur,” kata Presiden.

Maka itu, dalam beberapa tahun ke belakang, pemerintah berupaya menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi rakyat terutama yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Melalui program perhutanan sosial, hutan yang ada dikelola bersama dengan masyarakat untuk menambah penghasilan mereka.

“Oleh sebab itu, 4 tahun lalu saya perintahkan kepada Menteri agar membangun kelompok-kelompok usaha yang berada di hutan maupun di tepi dan pinggiran hutan,” ujarnya.

Dalam program itu, Kesatuan Pengelolaan Hutan atau disingkat dengan KPH, harus dapat berperan dalam membangun pengelolaan hutan yang berbasis masyarakat sekaligus melestarikan hutan. Presiden Joko Widodo mengatakan, sudah menjadi tugas bagi KPH untuk dapat membimbing masyarakat untuk bersama-sama memanfaatkan kekayaan hutan secara produktif, berkelanjutan, dan bertanggung jawab.

“Kita ini ada lahan, ada orang yang bisa menanam, tapi kok enggak (mulai) menanam. Ini tugasnya KPH untuk membimbing, mengajak, dan mengawal. Kalau rakyat sudah berjalan dan merasakan hasilnya enggak usah disuruh semua akan tanam,” tuturnya.

Ia mengingatkan, betapa potensi industri dari hasil perhutanan rakyat ini terbuka lebar di Indonesia. Banyak sekali perusahaan yang membutuhkan bahan baku perhutanan sementara kebutuhan itu belum dipenuhi secara luas.

“Padahal kalau ditanami ada yang mau beli. Ini kan hanya menyambungkan, yang menengahi ini harus ada. Siapa? KPH. Tugas-tugas seperti ini adalah tugas lapangan, bukan tugas administratif,” imbuhnya.

Maka itu, dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menyatakan komitmennya untuk dapat mengembangkan dan menjalankan program perhutanan sosial di lebih banyak daerah di Tanah Air. Semua itu dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat khususnya yang berada di sekitar kawasan hutan.

“Tugas saya adalah mengejar menteri terus agar hal-hal ini bisa dilaksanakan di lapangan. Menterinya juga mengejar kepala-kepala KPH. Kepala KPH juga mrngejar yang ada di bawahnya. Kerja memang harus seperti itu,” tandasnya.

Sektor Kehutanan Serap Banyak Tenaga Kerja

Dalam laporannya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyatakan, dunia usaha kehutanan sesungguhnya memiliki kontribusi yang nyata. Pada tahun 2017, sesuai instruksi Presiden, Menteri LHK melakukan identifikasi untuk meneliti kesempatan kerja yang dibuka oleh semua sektor.

“Penyerapan tenaga kerja dalam pola padat karya kehutanan dari rehabilitasi lahan serta tebang tanam kayu rakyat dengan rata-rata luas rehabilitasi 24.000 hektare, kebun bibit rakyat dan persemaian serta bibit produksi dan bangunan konservasi tanah, semuanya merangkum tenaga kerja tidak kurang dari 151.400 orang dalam setahun,” kata Siti Nurbaya.

Sementara tahun 2019, Menteri LHK melanjutkan, Presiden menugaskan untuk melakukan rehabilitasi lahan pada luasan 10 kali lipat dibandingkan dengan rata-rata setahun selama ini yaitu 240.000 hektare, yang berarti akan diserap tenaga kerja sangat besar. Di sisi lain, rakyat juga melakukan tebang tanam pohon kayu pada lahan milik rakyat sendiri seluas 102.000 hektare.

“Ini identik dengan tenaga kerja sekitar 510.000 orang dengan volume kayu yang berputar tiap tahun sekitar 9,53 juta meter kubik, khususnya hutan rakyat Pulau Jawa,” ujarnya.(red/DBPers)