Categories
Nasional Polhukam

Presiden Jokowi Lantik 20 Dubes ‘Luar Biasa dan Berkuasa Penuh’

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik 20 (dua puluh orang) Duta Besar (Dubes) Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia (RI) di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/09/2020).

Pelantikan Dubes LBBP RI tersebut berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 91/P Tahun 2020 tanggal 11 September 2020, Nomor 92/P dan 93/P Tahun 2020 tanggal 14 September 2020 tentang Pengangkatan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia yang ditetapkan di Jakarta pada tanggal 14 September 2020.

Keppres tersebut dibacakan oleh Sekretaris Menteri Sekretaris Negara (Sesmensesneg), Setya Utama.

Para dubes yang dilantik seragam memakai masker merah, face shield, dan menjaga jarak satu dengan yang lainnya.

Berikut nama-nama Dubes LBBP yang dilantik;
1. Laurentius Amrih Jinangkung. Dubes LBBP RI untuk Tahta Suci Vatican, berkedudukan di Vatican;

2. Hildi Hamid. Dubes LBBP RI untuk Republik Azerbaijan, berkedudukan di Baku;

3. Mayjen TNI (Purn) Imam Edy Mulyono. Dubes LBBP RI untuk Republik Bolavarian Venezuela, merangkap Republik Trinidad & Tobago, Grenada, St. Lucia, Dominica (Commonwealth) dan St. Vincent & The Grenadies, berkedudukan di Caracas;

4. Mayerfas. Dubes LBBP RI untuk Kerajaan Belanda merangkap OPCW, berkedudukan di Den Haag;

5. Ridwan Hassan. Dubes LBBP RI untuk Qatar, berkedudukan di Doha;

6. Ratu Silvy Gayatri. Dubes LBBP RI untuk Republik Finlandia merangkap Estonia, berkedudukan di Helsinki;

7. Sukmo Harsono. Dubes LBBP RI untuk Republik Panama merangkap Republik Honduras, Republik Costa Rika, dan Republik Nikaragua, berkedudukan di Panama City;

8. Agung Kurniadi. Dubes LBBP RI untuk Ekuador, berkedudukan di Quito;

9. Suryopratomo. Dubes LBBP RI untuk Republik Singapura, berkedudukan di Singapura;

10. Kamapradipta Isnomo. Dubes LBBP RI untuk Kerajaan Swedia merangkap Republik Latvia, berkedudukan di Stockholm;

11. Ronny Prasetyo Yuliantoro. Dubes LBBP RI untuk Republik Islam Iran merangkap Turkmenistan, berkedudukan di Tehran;

12. Andri Hadi. Dubes LBBP RI untuk Kerajaan Belgia merangkap Keharyapatihan Luksemburg dan Uni Eropa, berkedudukan di Brussel;

13. Wisnu Edi Pratignyo. Dubes LBBP RI untuk Republik Namibia merangkap Republik Angola, berkedudukan di Windhoek;

14. Muhammad Lutfi. Dubes LBBP RI untuk Amerika Serikat, berkedudukan di Washington DC.

15. Hermono. Dubes LBBP RI untuk Malaysia, berkedudukan di Kuala Lumpur;

16. Adam Mulawarman Tugio. Dubes LBBP RI untuk Republik Islam Pakistan berkedudukan di Islamabad;

17. Mohamad Hery Saripudin. Dubes LBBP RI untuk Republik Kenya merangkap Republik Demokratik Kongo Republik Mauritius, Republik Seychelles, Republik Federal Somalia, Republik Uganda dan Perwakilan Tetap untuk UNEP, berkedudukan di Nairobi;

18. Herry Sudrajat. Dubes LBBP RI untuk Republik Mozambique merangkap Republik Malawi, berkedudukan di Maputo;

19. Denny Abdi. Dubes LBBP RI untuk Republik Sosialis Vietnam, berkedudukan di Hanoi;
20. Mohamad Irzan Djohan. Dubes LBBP RI untuk Kesultanan Oman, berkedudukan di Muscat;

Usai pembacaan Keppres, Presiden melakukan pengambilan sumpah jabatan keanggotaan Dubes LBPP dan diakhiri dengan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Pada bagian akhir acara, Presiden dan Wakil Presiden memberikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru saja dilantik.

Turut hadir dalam agenda tersebut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.(Ist/red)

Categories
Ekonomi Nasional

Presiden Jokowi Luncurkan Program BLT Rp 2,4 Juta untuk 15,7 Juta Pekerja

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan Bantuan Pemerintah Subsidi Gaji/Upah untuk Pekerja/Buruh bagi 15,7 juta orang masing-masing sebesar Rp 2,4 juta.

“Ini memang diberikan kepada para pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan,” tutur Presiden saat meluncurkan program tersebut di Istana Negara, Provinsi DKI Jakarta, Kamis (27/08/2020).

Lanjut Presiden menyampaikan, bahwa program tersebut diberikan kepada para pekerja dan perusahaan yang rajin membayar iuran Jamsostek.

Artinya, Presiden menyampaikan bahwa program ini diberikan sebagai sebuah penghargaan/reward kepada para pekerja dan perusahaan yang patuh selalu membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan.

“Ini yang kita luncurkan hari ini 2,4 juta dan kita harapkan nanti di bulan September selesai 15,7 juta pekerja, semuanya diberikan,” imbuh Presiden.

Pada kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan bahwa Pemerintah telah meluncurkan banyak sekali stimulus ekonomi.

“Ada Bantuan Sosial Tunai/Bansos Tunai diberikan pada masyarakat Rp 600.000 per bulan. Ada yang namanya BLT Desa, juga sama Rp 600.000 per bulan. Ada juga yang namanya subsidi listrik, gratis listrik untuk yang 450 Va, diberikan,” tuturnya.

Selain itu, Presiden menyebutkan ada bantuan Sembako, bagi yang terkena PHK; Kartu Pra Kerja, diberikan, serta baru dua hari yang lalu Banpres Produktif untuk usaha mikro dan usaha kecil, diberikan bantuan Rp 2.400.000 langsung, tunai diberikan.

“Jumlahnya ini memang sebuah jumlah yang tidak kecil,” jelas Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menaker Ida Fauziah.(Ist/red)

Categories
Kesehatan Nasional

Presiden Jokowi: Kedisiplinan Protokol Kesehatan Jadi Kunci Sebelum Vaksinasi Dilakukan

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa kedisiplinan protokol jadi kunci sebelum vaksinasi nanti dilakukan pada bulan Januari tahun 2021.

”Insyaallah ini kita sudah mendapatkan komitmen dari Uni Emirat Arab, dari China totalnya 290 juta vaksin yang kita harapkan nanti insyaallah sebagian besar diproduksi di Indonesia, sebagian diproduksi di luar. Saya harapkan nanti, insyaallah nanti Januari sudah mulai vaksinasi,” tutur Presiden saat melakukan peninjauan Posko Penanganan Covid-19 Provinsi Aceh, Selasa (25/08/2020).

Pada kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Gubernur, Wali Nanggroe, Ketua DPRA dan seluruh Bupati, Wali Kota serta seluruh Gugus Tugas, dokter, perawat, tokoh masyarakat, relawan, dan tentu saja TNI dan Polri, Pangdam dan Kapolda yang telah bekerja keras.

”Semuanya bekerja keras tak kenal waktu dalam rangka mengendalikan Covid-19 di Provinsi Aceh,” kata Presiden. Menurut Presiden, sampai hari ini di dunia ada 23,8 juta kasus di 215 negara, hampir semua negara terinfeksi virus Corona.

Kematian di seluruh dunia, menurut Presiden, sampai hari ini ada 816 ribu yang meninggal.

”Kita semuanya patut bersyukur alhamdulillah bahwa di Aceh kasus sampai hari ini saya tadi mendapat laporan dari Pak Gubernur 1.241 kasus, ini masih dalam angka yang kecil, tetapi jangan dibiarkan untuk membesar lagi. Kasus baru 30 dan yang sembuh 191,” ujarnya.

Mumpung masih dalam jumlah yang kecil, Presiden minta Pangdam dan Kapolda, agar Gubernur di-back up yang berkaitan dengan hal-hal pemakaian masker, jaga jarak, cuci tangan, tidak berkerumunan, berdesakan.

”Ini harus diulang-ulang terus ke masyarakat. Kita tahu betapa sangat bahayanya kalau kita enggak pakai masker, kalau kita berkerumun dalam jumlah yang banyak,” jelas Presiden.

Turut hadir dalam acara tersebut, KSP Moeldoko, Menteri BUMN Erick Thohir, Kepala BNPB Doni Monardo, dan Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah.(Ist/red)

 

Categories
Polhukam

Kabar Papua, Presiden Jokowi Tegaskan Tidak Ada Toleransi Bagi Perusuh

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin Rapat Terbatas Mengenai Penanganan Situasi Terkini di Papua. Rapat digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Jum’at (30/08/2019).

Dalam pengantarnya Presiden Jokowi kembali menegaskan, untuk menjaga keamanan, untuk menjaga ketertiban dirinya harus memerintahkan kepada aparat keamanan untuk bertindak tegas kepada siapapun yang melanggar hukum, merusak fasilitas umum, merusak fasilitas publik.

“Juga tidak ada toleransi kepada perusuh dan pelaku tindakan-tindakan anarkis,” tegas Presiden Jokowi.

Presiden kembali mengulang perintahnya kepada aparat keamanan agar bertindak secara tegas kepada siapapun yang melakukan tindakan rasialis dalam bentuk apapun.

“Saya sudah mendapatkan laporan tindakan hukum sudah dilakukan, baik proses hukum kepada oknum sipil maupun oknum militer yang melakukan tindakan itu, sudah dikerjakan tanpa kecuali,” ungkap Presden.

Presiden juga memerintahkan agar situasi kemanan, ketertiban di Papua dan Papua Barat juga dijaga dan segera secepat-cepatnya dipulihkan.

“Semua warga negara tanpa kecuali, semuanya harus dilindungi dan dijaga harkat dan martabatnya,” tegas Presiden.

Kerusakan fasilitas umum, lanjut Presiden, juga segera diperbaiki sehingga aktivitas ekonomi, aktivitas pendidikan, pelayanan kepada publik, aktivitas pemerintahan bisa dikembalikan normal kembali.

“Saya percaya bahwa warga di Papua, warga di Papua adalah warga yang cinta damai, cinta kepada bangsa dan negara,” kata Presiden Jokowi.

Tampak hadir dalam rapat terbatas itu antara lain Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menlu Retno Marsudi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Kepala BIN Budi Gunawan.(DBPers/red)

Categories
Polhukam

Presidium Relawan Indonesia Bersatu Apresiasi Pertemuan Jokowi dan Prabowo di MRT

Koran Jurnal, Jakarta – Puluhan organ relawan Jokowi yang tergabung dalam Presidium Relawan Indonesia Bersatu (RIB) mengapresiasi pertemuan antara Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto, di kawasan Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada pagi tadi, Sabtu (13/07/2019).

“Presidium Relawan Indonesia Bersatu mengucapkan selamat atas rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo di MRT Jakarta demi keutuhan NKRI,” ujar Ketua Presidium RIB Lisman Hasibuan saat dijumpai di kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (13/07/2019) malam.

Lisman mengatakan, pertemuan itu merupakan momen terbaik bagi bangsa Indonesia dan mengakhiri berbagai polarisasi yang terjadi di tengah masyarakat selama pemilihan umum (pilpres) 2019.

Dia juga mengungkapkan, apa yang disampaikan serta disepakati oleh Jokowi dan Prabowo bahwa tidak ada lagi sebutan pendukung 01 atau 02 yang ada hanyalah Garuda Pancasila dan Merah Putih, adalah merupakan salah satu bentuk rekonsiliasi anak bangsa untuk bersama-sama membangun bangsa Indonesia lebih maju.

“Kita semua bersaudara. Salam Persatuan dan Kesatuan Sila ke 3 Pancasila,” tukasnya.

Diketahui, dalam pertemuan bersejarah itu, Presiden Jokowi menyampaikan harapannya agar para pendukung juga melakukan hal yang sama, karena kita adalah saudara se tanah air.

“Tidak ada lagi yang namanya 01, yang namanya 02, yang namanya cebong, yang namanya kampret. Yang ada adalah Garuda, Garuda Pancasila,” tegas Presiden seraya mengajak semuanya untuk merajut dan menggerakkan kembali persatuan membangun bangsa karena kompetisi global antar negara sangat ketat, sehinga perlu kebersamaan memajukan bangsa ini.

Menanggapi hal itu, Prabowo Subianto sebagai rivalnya menyampaikan sepakat tidak ada lagi julukan cebong dan kampret.

“Saya setuju, sudahlah ngga ada cebong-cebong, ngga ada kampret-kampret, semuanya merah putih,” tegas Prabowo.

Adapun organ-organ Presidium Relawan Indonesia Bersatu yang mengapresiasi pertemuan tersebut yakni, Relawan Do’akan Jokowi Menang, BPJS (Barisan Perempuan Jokowi Sumut), GMKB (Generasi Muda Kasih Bangsa), RAJA Indonesia (Relawan Jokowi Amin), GANN Maju Bersama Jokowi, Projo Jati,
Himpasu (Himpunan Masyarakat Pra Sejahtera Sumut), Sikap JPKP, KNPI, Gerakan Karya Justitia Indonesia (GKJI) DPD Banten, Gerobak Cinta (Nawacita Indonesia, Indonesia Maju), BADJO NKRI (Barisan Dukung Jokowi), Rakyat Indonesia Hebat, dan puluhan organ-organ lain yang tergabung dalam Presidium RIB.(red)

Categories
Nasional Polhukam

Jokowi dan Prabowo Sepakat Tidak Ada Lagi Julukan ‘Cebong’ dan ‘Kampret’

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden terpilih periode 2019-2024 dan rivalnya di Pilpres 2019 Prabowo Subianto akhirnya bertemu bersama di Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (13/07/2019) pagi. Keduanya kemudian bersama-sama naik MRT menuju Stasiun MRT Senayan.

Tiba di Stasiun MRT Senayan, kepada wartawan dalam keterangan pers, Presiden Jokowi mengemukakan, pertemuannya dengan Prabowo Subianto hari ini merupakan pertemuan seorang sahabat, seorang kawan, seorang saudara yang sudah direncanakan lama.

“Tapi Pak Prabowo juga sibuk sering mondar-mandir ke luar negeri, saya pun juga begitu perga-pergi dari Jakarta ke luar daerah dan juga ke luar negeri, sehingga pertemuan yang kita rencanakan itu belum bisa dilaksanakan. Alhamdaulillah hari ini kita bertemu di MRT, karena saya tahu Pak Prabowo belum pernah nyoba MRT,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga menyampaikan setelah kompetisi di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang merupakan kompetisi yang sangat berat, baik di antara dirinya dengan Prabowo maupun diantara pendukung. Oleh sebab itu, ia bersyukur sebagai sehabat, sebagai kawan, bisa bertemu kembali dengan Prabowo.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi juga menyampaikan harapannya agar para pendukung juga melakukan hal yang sama, karena kita adalah saudara se tanah air.

“Tidak ada lagi yang namanya 01, yang namanya 02, yang namanya cebong, yang namanya kampret. Yang ada adalah Garuda, Garuda Pancasila,” tegas Presiden seraya mengajak semuanya untuk merajut dan menggerakkan kembali persatuan membangun bangsa karena kompetisi global antar negara sangat ketat, sehinga perlu kebersamaan memajukan bangsa ini.

Menanggapi hal itu, Prabowo Subianto sebagai rivalnya menyampaikan sepakat tidak ada lagi julukan cebong dan kampret.

“Saya setuju, sudahlah ngga ada cebong-cebong, ngga ada kampret-kampret, semuanya merah putih,” tegas Prabowo.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan Ketua Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Erick Tohir.

Sementara Prabowo Subianto didampingi oleh Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani.(DBPers/red)

Categories
Nasional TNI

Presiden Jokowi Pimpin Upacara Peringatan Dirgahayu TNI Ke-73

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo memimpin upacara peringatan Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-73 yang digelar di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jum’at (05/10/2018).

Tiba pada pukul 09.00 WIB di Gedung Sudirman Mabes TNI Cilangkap, Presiden beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo disambut oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto beserta Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji

Setelah itu, Presiden selaku inspektur upacara kemudian menuju tempat upacara. Dalam upacara kali ini bertindak selaku komandan upacara yaitu Kolonel Pnb. Yoyon Kuscahyono.

Sementara Kepala Staf Garnisun Tetap I/Jakarta Brigjen TNI Herianto Syahputra bertindak selaku perwira upacara. Adapun Sapta Marga pada upacara ini dibacakan oleh Letda Inf. Haryo Utomo, Lettu Laut (P) Satri Adriawan, dan Letda Lek. Arief Ryan Herawan.

Sebelum menyampaikan amanatnya, dalam kesempatan ini Presiden menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia, berupa Bintang Kartika Eka Paksi Nararya kepada Kolonel Cpl. Hery Keswanto, Bintang Jalasena Nararya kepada Kapten Mar. Sunardi, dan Bintang Swa Bhuana Paksa Nararya kepada Peltu Argo Budi Prasetyo. Adapun Keputusan Presiden Republik Indonesia dibacakan oleh Sekretaris Militer Presiden Marsda Trisno Hendradi selaku Sekretaris Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.

Setelah menyampaikan amanatnya, prosesi dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Presiden beserta Ibu Iriana. Potongan tumpeng kemudian diberikan kepada 3 perwakilan prajurit berprestasi dari masing-masing angkatan.

Ketiga prajurit tersebut adalah Lettu Herliansyah yang meraih _Best of the Best_ Menembak AASAM 2014-2018, Praka Mar. Jefry Ardianto yang meraih medali emas cabang olahraga dayung pada Asian Games 2018, dan Pratu Olef M. Kafiar yang meraih medali emas cabang olahraga triathlon pada Aquathlon Metasport Series Singapura Tahun 2017.

Setelah itu, pada pukul 10.03 WIB Presiden beserta Ibu Iriana kemudian meninggalkan tempat upacara.(red/DBPers)

Categories
Nasional Polhukam

Joko Widodo Pilih Ma’ruf Amin sebagai Cawapres 2019-2024

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Ir.H.Joko Widodo (Jokowi) secara resmi mengumumkan H.Ma’ruf Amin sebagai cawapres yang akan mendampinginya di Pilpres 2019.

Pengumuman disampaikan Jokowi bersama 9 ketum parpol pendukungnya di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (09/08/2018).

“Saya ingin menyampaikan sebuah keputusan, setelah melalui perenungan yang mendalam, mendengarkan saran dari berbagai elemen masyarakat, maka saya memutuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari partai koalisi, Koalisi Indonesia kerja, yang akan mendampingi saya sebagai cawapres periode 2019-2014 adalah Prof Dr. KH Ma’ruf Amin,” kata Jokowi.

Sebelum mengumumkan Ma’ruf Amin sebagai cawapres, Jokowi terlebih dahulu menggelar pertemuan tertutup dengan para ketua umum (ketum) dan sekretaris jenderal (sekjen) partai politik pendukungnya.

Tampak hadir Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Sekjen Hasto Kristiyanto, Ketum NasDem Surya Paloh bersama sekjen Johnny G Plate, Ketum PKB Muhaimin Iskandar bersama Sekjen Abdul Kadir Karding, Ketum PPP M. Romahurmuziy bersama Sekjen Arsul Sani. Ketum Hanura Oesman Sapta Odang bersama Harry Lontung Siregar.
Hadir pula Ketum PSI Grace Natalie, Ketum PKPI Diaz Hendropriyono, dan Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo. Hadir pula Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjen.

Jokowi juga mengatakan akan mendaftarkan dirinya (capres) bersama pendampingnya (cawapres) ke KPU besok Jum’at (10/08). Pendaftaran akan dilakukan pada pukul 09.00 WIB. Setelah mendaftar ke KPU RI bersama cawapresnya, Jokowi berencana akan langsung bertolak ke NTB untuk meninjau gempa di Lombok.

Untuk nama Ma’ruf Amin memang sudah menguat menjadi cawapres Jokowi dalam beberapa pekan terakhir. Ma’ruf pertama kali disebut oleh Ketum PPP M. Romahurmuziy untuk menjadi cawapres Jokowi.

Sebelumnya, nama yang menguat adalah Mahfud MD. Mahfud bahkan sudah bersiap untuk menghadiri deklarasi cawapres Jokowi. Namun dinamika politik berkata lain, Jokowi sebagai capres petahana menyatakan memilih figure cawapres lebih tua usianya dari dirinya, seperti yang dipilihnya pada Pilpres periode lalu.(ton)

Categories
Megapolitan Polhukam

Rizal Ramli: Ambang Batas (PT) Hilang Jokowi Tetap Masuk Dua Besar

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Rizal Ramli mendukung ambang batas pencalonan presiden 20 persen (presidential threshold), dihilangkan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Kekhawatiran penerapan PT (Presidential Threshold) tersebut dianggap menciderai aspirasi rakyat dan seolah melanggengkan politik dagang sapi atau jual beli jabatan.

“Yang terjadi adanya threshold 20 persen buntutnya untuk melanggengkan dagang sapi dengan partai-partai pendukung, kalo dukung ‘Jokowi’ dapat apa?. Ini merusak amanah demokrasi dan tidak sesuai dengan UUD 45,” kata Rizal Ramli dalam diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin sore (09/07/2018).

Selain tidak sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945, Rizal juga menilai PT tidak memenuhi rasa keadilan bagi warga negara yang memiliki peluang untuk dipilih oleh rakyat.

“Siapapun warga negara bisa jadi presiden, tidak ada batasan 20 atau 30 persen,” tandasnya.

Mantan menteri kemaritiman di masa kabinet kerja tersebut, mengatakan, Jokowi tidak perlu takut jika ambang batas dinolkan (dihilangkan) bakal memunculkan banyak calon.

“Ada kekhawatiran kalau (PT) nol calonnya banyak. Tidak ada masalah karena nanti (calonnya) pada gelontoran. Tidak usah pusing sehingga tidak perlu dagang sapi. Pak Jokowi juga tidak usah takut, pak Jokowi pasti masuk top two (dua besar),” ujarnya.

Namun, tambah Rizal, kalau memang nanti ujungnya Jokowi bakal kalah, menurutnya memang sudah keinginan rakyat.

“Kalau nanti tahap berikutnya kalah, berarti rakyat ingin perubahan,” imbuhnya.

Rizal menyebutkan penetapan ambang batas berdasarkan perolehan kursi di Pemilu 2014 sama saja membohongi rakyat. Karena ketika itu rakyat tidak tahu suaranya bakal dipakai untuk pemilihan lima tahun berikutnya.

“Apalagi penetapan 20 persen berdasarkan pemilu 5 tahun lalu kita tidak dikasih tahu bahwa suara kita akan menentukan pilpres 2019,” cetusnya.

Hadir dalam diskusi tersebut, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, Kordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhie Massardi, dan sejumlah tokoh lainnya.(ton/mrd)