Categories
TNI

TNI AL Bantu Evakuasi ABK Kapal Tenggelam di Perairan Muara Sungsang

Koran Jurnal, Jakarta – Tim SAR TNI Angkatan Laut (TNI AL) yang dilaksanakan oleh Pangkalan TNI AL (Lanal) Palembang membantu evakuasi 36 Anak Buah Kapal (ABK) Kapal (Flaoting Crane) FC Ark Shiloh di perairan Muara Sungsang, Kabupaten Banyuasin, Selat Bangka, Sumatera Selatan. Rabu (28/12/2022).

Kejadian bermula saat Kapal FC Ark Shiloh sedang bersandar di MV STL Miracle untuk berlindung dikarenakan cuaca buruk dan ombak besar. ABK FC Ark Shiloh mengetahui jika kapal mengalami kebocoran di tanki balas kanan sekitar pukul 04.00 WIB.

Pada saat kapal sudah terlihat miring, seluruh crew ABK FC Ark Shiloh dan MV STL Miracle berusaha membuang air dengan menggunakan pompa dan alkon tetapi tidak mampu mengatasi air yang masuk ke dalam kapal. Sekira pukul 05.30 WIB kapal semakin miring dan seluruh crew ABK FC Ask Shiloh dievakuasi ke MV STL Miracle.

Komandan Lanal Palembang Kolonel Laut (P) Widyo Sasongko menugaskan satu Sea Rider untuk melaksanakan SAR dan evakuasi korban kecelakaan FC Ark Shiloh.

Kolonel Widyo mengatakan, “Tidak ada korban jiwa dari kecelakaan tersebut dan kerugian materil tercatat 1 (satu) unit kapal FC Ark Shiloh karam dengan posisi miring, hampir seluruh badan kapal terendam air. Proses selanjut sejumlah 37 ABK kapal dievakuasi ke Palembang.”(disp)

Categories
TNI

Pushidros TNI AL Kerahkan TIm Survei Tanggap Darurat Jatuhnya Helikopter Polri di Perairan Belitung Timur

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) mengerahkan tim survei Tanggap Darurat guna membantu SAR helikopter Polri yang jatuh di perairan Belitung Timur, Senin (28/11/2022).

Tim survey tanggap darurat tersebut terdiri dari KRI Spica-934 yang bertolak dari Dermaga Pondok dayung dan tim unit pesisir yang berangkat dari bandar udara Pondok Cabe dengan menggunakan pesawat CN-235, Senin (28/11/2022).

Dengan peralatan survei modern yang dimilikinya seperti Multibeam Echosounder (MBES), Side Scan Sonar maupun Magnetometer, Tim Tanggap darurat Pushidrosal akan mencari titik jatuhnya helikopter Polri tersebut, sehingga dapat mempersempit area pencarian dan mempermudah Tim SAR dalam melaksanakan tugasnya.

Keberadaan KRI Spica-934 diharapkan bisa membantu pencarian pesawat maupun korban. Mengingat, KRI Spica-934 ini memiliki peralatan canggih dan mempunyai kemampuan untuk mencitrakan 3 Dimensi di dalam air.

KRI Spica-934 yang saat ini dikomandani Letkol Laut (P) Deirus Rizki Khair juga sudah memiliki pengalaman dalam melakukan pencarian pesawat jatuh. Beberapa waktu yang lalu, KRI Spica-934 juga membantu proses pencarian dan menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Karawang pada akhir Oktober 2018.(disp)

Categories
TNI

TNI AL Gunakan Empat Alat Canggih Bantu SAR Helikopter Polri yang Jatuh di Bangka Belitung

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangka menjalankan misi kemanusiaan, TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui jajarannya Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) mengirimkan empat alat canggih untuk membantu Search and Rescue (SAR) Helikopter NBO–105 dengan nomor regristasi P-1103 milik Polri yang jatuh di Perairan Buku Limau, Belitung Timur, Minggu (27/11/2022) kemarin sekitar pukul 14.40 WIB.

Adapun alat yang digunakan membantu pencarian heli yang mengangkut empat kru tersebut yaitu, Multibeam Ecosounder T50P yang digunakan untuk membaca kedalaman dan pendeteksian fitur-fitur bawah air, Conductivity Temperature Density (CTD) yang digunakan untuk koreksi sound velocity, Magneto meter alat pendeteksi tingkat magnet, serta Side Scan Sonar yang digunakan untuk pencitraan bawah air.

Selain alat deteksi bawah air, TNI AL juga mengerahkan unsur – unsur yang diantaranya KRI Spica-934, KRI Teluk Cirebon-543, KRI Pulau Rangsang-727, KRI Pulau Rengat-711, KRI Karotang-872, KRI Siwar-646, KAL Manau  dari Lanal Babel, Pesawat udara (Pesud) CN-235 P-8305 dari Puspenerbal, 1 Tim Tanggap Darurat dari Pushidrosal, dan 12 personel Penyelam TNI AL.

Ketua Pelaksana SAR Helikopter NBO-105 Register P-1103 Kombes Pol Drs. Hendrawan mengatakan bahwa KRI Spica dan KRI Teluk Cirebon akan tiba di perairan Burung Mandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur sekitar pukul 10.00 WIB. KRI tersebut diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Menurutnya, dukungan peralatan canggih sangat diperlukan untuk mendeteksi benda-benda berupa logam yang ada dibawah air. Apalagi jangkauan sonar dari alat ini sangat luas, sehingga bisa mempermudah pencarian.

Pencarian akan fokus di perairan Burung Mandi atau pada area sekitar tiga Mill Laut dari pesisir pantai tersebut. Area pencarian ini, merupakan lokasi ditemukannya serpihan-serpihan Helikopter dan jenazah Bripda Muhammad Khoirul Anam satu dari empat awak heli itu.

“Luas area pencarian akan dilakukan sekitar 20 mil ke arah utara. Untuk pencarian kami bagi tujuh area, dengan delapan kapal yang sudah disiapkan,” kata Kombes Hendrawan.

Helikopter yang merupakan Helikopter BKO Polda Kalimantan Tengah ini take off dari Pangkalan Bun dan bertolak ke Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengangkut empat anggota Polri yakni AKP Arif Saleh yang merupakan Capt Helikopter, Briptu Lasminto, Aipda Joko M dan Bripda Khoirul Anam.

Aksi cepat TNI AL dalam membantu tim SAR helikopter Polri yang jatuh di Belitung Timur merupakan bentuk pelaksanaan tugas prajurit Jalasena sesuai perintah Kasal Laksamana TNI Yudo Margono yaitu menjaga kepercayaan negara dan rakyat kepada TNI AL melalui kerja nyata yang bermanfaat bagi institusi, masyarakat, bangsa dan negara.(disp)

Categories
Bencana TNI

TNI AL dan SAR Gabungan Berhasil Evakuasi 13 Jenazah Korban Tertimbun Longsor Gempa Cianjur

Koran Jurnal, Jakarta – Prajurit Korps Marinir TNI AL dan SAR Gabungan hingga hari ini Sabtu, (26/11) berhasil mengevakuasi 13 jenazah warga yang tertimbun longsor akibat gempa pekan lalu, di Cianjur Jawa Barat. Diperkirakan sebanyak kurang lebih 30 Warga  di Desa Cijedil tertimbun longsor dan reruntuhan bangunan.

“Saya sangat berharap anggota keluarga saya yang tertimbun longsor jenazahnya dapat diketemukan, saya juga berterima kasih atas bantuan dari pasukan TNI AL yang sampai sekarang terus melakukan pencarian warga yang hilang di desa kami,” ungkap Bapak Solikhin warga desa Cijedil, Cianjur.

Bapak Solikhin merupakan salah satu dari 40 kepala keluarga yang rumahnya terletak di tebing dan menjadi korban tanah longsor akibat gempa yang terjadi dan mengakibatkan empat orang anggota keluarganya hilang tertimbun dan satu orang jenazahnya diantaranya telah diketemukan.

Pada pencarian hari pertama Komandan Pasmar -1 Brigjen TNI Marinir Hermanto yang juga merupakan Komandan Satgas TNI AL Penanggulangan Bencana Alam ini mengatakan bahwa Satgas TNI AL bersama Basarnas dan Satgas lainnya terus menerus melakukan pencarian korban semaksimal mungkin.

“Pencarian terus dilaksanakan dan tetap perhatikan faktor keamanan, Tim akan sangat berhati-hati, karena yang akan dievakuasi kondisinya sudah lebih dari tiga hari, kita bersama perangkat Desa, Basarnas dan unsur yang lain akan terus membantu pencarian dan evakuasi sampai ketemu dan tetap semangat,” tegas Brigjen Hermanto.

Di tempat terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono mengamanatkan kepada Satgas TNI AL untuk memanfaatkan semaksimal mungkin potensi yang dimiliki TNI AL untuk penanganan isu kemanusiaan dan bencana alam sampai tuntas, dan untuk seluruh personel agar cepat tanggap dengan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Tidak kalah pentingnya dalam penugasan ini harus tetap koordinasi dan bekerjasama dengan stakeholder dan relawan yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini.(disp)

 

Categories
Ragam TNI

Tim SAR TNI AL Berhasil Temukan Nelayan Tenggelam di Lampon Banyuwangi 

Koran Jurnal, Jakarta – Tim SAR TNI Angkatan Laut dari Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 7 Lampon yang tergabung dalam operasi SAR gabungan berhasil menemukan salah seorang nelayan yang dinyatakan hilang dan tenggelam 4 hari yang lalu atas nama Ali Masykur warga Dusun Ringinsari RT. 01 RW. 01 Desa Pesanggaran Kec. Pesanggaran Kab. Banyuwangi dalam keadaan meninggal sekitar pukul 05.30 Wib di sekitaran Batu Mandi, kurang lebih 2 Km dari pantai Lampon. Minggu (30/10).

Bermula dari laporan salah satu warga bahwa ada salah seorang nelayan yang tenggelam saat sedang menebar jaring di laut perairan Lampon, maka Pasiops (Perwira Seksi Operasi) Puslatpurmar 7 Lampon Mayor Marinir Suhartoyo segera memerintahkan Letda Marinir Sigit Wirotomo sebagai Komandan Tim (Dantim) SAR dengan 7 personel.

Selanjutnya, Tim SAR TNI AL berkoordinasi dengan unsur Tim SAR lain serta dibantu dari masyarakat nelayan setempat bersama-sama mencari korban. Setelah 4 hari dilakukan pencarian dan penyisiran, akhirnya korban dapat ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Kemudian jenazah Ali Masykur dievakuasi dari lokasi penemuan dan dibawa ke Puskesmas Pesanggaran guna dilakukan proses lebih lanjut oleh petugas yang berwenang.

Menanggapi kejadian tersebut Komandan Puslatpurmar (Danpuslatpurmar ) 7 Lampon Letkol Marinir Kardono Syamsu menyampaikan turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan memberikan apresiasi kepada anggota Puslatpurmar 7 Lampon yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan. “Saya sampaikan banyak terima kasih serta penghargaan yang setinggi – tingginya kepada seluruh anggota Tim SAR Puslatpurmar 7 Lampon atas gerak cepat dan pengabdiannya dalam mendukung tugas misi kemanusiaan pencarian korban nelayan yang hilang,” ujarnya.

Aksi cepat tanggap para prajurit TNI AL Puslatpurmar 7 Lampon ini merupakan tindak lanjut dari perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono agar di manapun TNI AL berada harus memberikan manfaat kepada rakyat, cepat tanggap terhadap permasalahan dan kesulitan rakyat.(disp)

Categories
Ragam TNI

KSAL Beri Penghargaan kepada KRI Rigel-933 Atas Peran Serta dalam Operasi SAR Musibah di Perairan Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. memberikan penghargaan yang tinggi kepada komandan beserta ABK KRI Rigel-933 atas kiprah dan perannya selama ini utamanya dalam SAR jatuhnya pesawat Sriwijaya Air, SAR KRI Nanggala-402, serta SAR KMP Yunicce.

Penghargaan ini diberikan KSAL kepada komandan KRI Rigel-933 Letkol Laut (P) Jaenal Mutakim, S.T., M.Tr. Hanla dalam acara Penyerahan Tunjangan Banbinpotmar, Brevet dan Tali Asih kepada personel TNI Angkatan Laut di Mabes TNI AL, Cilangkap Jakarta Timur, Rabu (04/08/2021).

KSAL memberikan penghargaan kepada seluruh ABK KRI Rigel-933 atas peran yang luar biasa dalam melaksanakan Operasi Pencarian serta penyelamatan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 (9 Januari -21 Januari 2021), KRI Nanggala-402 (21 April -17 Mei 2021), serta KMP Yunicee di Selat Bali (29 Juni – 2 Juli 2021).

Seperti diketahui, KRI Rigel-933 yang diterjunkan TNI AL sangat berperan penting dalam operasi pencarian jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan beberapa waktu yang lalu. Saat itu KRI Rigel-933 langsung berhasil menemukan titik lokasi jatuhnya pesawat, yang kemudian dilanjutkan penyelaman oleh penyelam-penyelam TNI AL.

Kiprah dan peran yang sama dilaksanakan KRI Rigel-933 dalam operasi SAR musibah diperairan yang lain, seperti SAR tenggelamnya KRI Nanggala-402 di perairan Utara Bali dan tenggelamnya KMP Yunicee di Selat Bali.(disp/red)

Categories
TNI

14 KRI Laksanakan SAR Sriwijaya Air SJ 182 di Perairan Pulau Laki

Koran Jurnal, Jakarta – Menindaklanjuti kejadian kecelakaan yang menimpa Sriwijaya Air SJ182 rute penerbangan Jakarta-Pontianak yang lost contact disekitar Pulau Laki Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1), TNI AL mengerahkan 14 KRI, 3 Heli, dan 1.257 personel untuk melaksanakan SAR.

Pangkoarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M., dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa TNI AL menurunkan 14 KRI untuk melaksanakan SAR terhadap Sriwijaya Air SJ182 yang mengalami kecelakaan disekitar Pulau Laki Kepulauan Seribu diantaranya KRI Bontang, KRI Semarang, KRI John Lie, KRI Teluk Cirebon, KRI Teluk Gilimanuk, KRI Tjiptadi, KRI Parang, KRI Kurau, KRI Cucut, KRI Leuser, KRI I Gusti Ngurah Rai, KRI RE Martadinata, KRI Malahayati, dan KRI Rigel.

Selain itu, TNI AL juga melibatkan Kapal TD Galunggung,
TD Malabar, 2 Heli Panther, 1 Heli Bell, Pasukan Taifib, Kopaska, Dislambair, dan Denjaka.

“TNI AL akan bekerja secara maksimal melaksanakan kegiatan SAR bersama dengan instansi terkait dalam upaya menemukan korban maupun badan pesawat Sriwijaya Air SJ182, semoga tidak terkendala dengan cuaca,” ujarnya.

Pada pencarian hari pertama, Tim SAR TNI AL sudah berhasil menemukan beberapa serpihan dan bagian pesawat tidak jauh dari titik koordinat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 pada posisi 05°57′.857 S – 106°34.568 T.

Tim SAR akan terus berupaya melaksanakan pencarian dengan titik fokus penemuan black box yang sudah terdeteksi titik koordinatnya.(disp/red)

Categories
Militer TNI

Komando Armada I Kerahkan KRI Lemadang-632 Cari Kapal Tenggelam di Perairan Laut Banten

Koran Jurnal, Jakarta – Satuan Komando Armada I (Koarmada I) melaksanakan SAR korban kapal nelayan tenggelam di wilayah laut Provinsi Banten dengan menggerakkan unsur kapal perang yakni KRI Lemadang – 632, dimana kegiatan SAR dilaksanakan pada tempat kejadian tenggelam dan sektor yang diduga sebagai lokasi para korban hanyut, Sabtu (20/06/2020).

KRI Lemadang-632 yang merupakan BKO Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I dalam melaksanakan tugas pengamanan dan sedang berpatroli mengamankan Perairan Selat Sunda menjelang pemberlakuan TSS (Traffic Separation Scheme) mendapatkan perintah dari Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M., untuk bergerak melaksanakan SAR terhadap para korban kapal tenggelam tersebut.

Sebelumnya pada Kamis (18/6) pukul 18.30 WIB, kapal nelayan dengan nama KM. Puspita Jaya dengan jumlah ABK 16 orang mengalami kecelakaan laut dan terbalik karena dihantam oleh gelombang besar yang mengakibatkan kapal terbalik.

Dari 16 jumlah korban, 6 orang berhasil dievakuasi menuju Merak, Kota Cilegon Banten oleh unsur gabungan melibatkan Lanal Banten, Basarnas dan Unsur Maritim, sedangkan 10 orang lainnya masih dalam pencarian.

Laporan tersebut diterima oleh Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) Koarmada I untuk selanjutnya dilaporkan kepada Panglima Koarmada I dan kemudian Panglima Koarmada I memerintahkan KRI Lemadang-632 agar melaksanakan perbantuan SAR di Provinsi Banten secara terkoordinasi dengan Basarnas, Direktorat Polairud, KPLP dan Unsur amaritim lainnya yang berada di Banten. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M., saat pertemuan dengan Gubernur Banten Dr. H. Wahidin Halim beberapa waktu lalu dimana Panglima Koarmada I menyampaikan bahwa Koarmada I siap mendukung Provinsi Banten dalam kepentingan keamanan dan keselamatan perairan Provinsi Banten.

Selain unsur dari Koarmada I, Lanal Banten yang berada dibawah jajaran Koarmada I juga menggerakkan unsur Patkamla Lanal Banten dalam membantu kegiatan SAR tersebut.(disp/red)

Categories
Daerah TNI

Pos TNI AL Singkil Lakukan Pencarian Korban Tenggelam di Aceh Singkil

Koran Jurnal, Aceh – Memasuki hari ketiga Operasi SAR (Search And Rescue), Pos TNI AL Singkil yang tergabung dalam Operasi SAR, tetap lakukan pencarian terhadap satu orang korban dari dua pelajar yang dilaporkan hilang terseret arus di Pantai Cemara Indah (PCI), Gosong Telaga Selatan, Singkil Utara, Aceh, Senin (15/06/2020).

Pencarian korban hilang yang dilaporkan Sabtu lalu oleh kedua rekannya Bina Jona dan Kasia Mono Berutu diketahui bernama Zulfandi (15) dan Muhammad Diva (15) asal Desa Tulaan dan Desa Rimo, Gunung Meriah, Aceh Singkil.

Satu korban bernama Zulfandi (15) telah ditemukan Minggu malam dalam keadaan meninggal dunia di pinggir pantai sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian.

Komandan Pos TNI AL Singkil Lettu Laut (T) Nur Cholis mengatakan “Pos TNI AL Singkil selama Operasi SAR dilaksanakan telah menurunkan personel yang bergabung dengan instansi lainnya seperti BPBD Aceh Singkil, SAR Sibolga, Polairud dan Koramil Singkil Utara,” kata Danposal Singkil.

“Pencarian hari ketiga ini selain menyisir tempat yang disinyalir tempat tenggelamnya korban, juga akan memperluas area penyisiran dengan dibantu masyarakat nelayan yang turut berpartisipasi melakukan Operasi SAR sejak kemarin. Selain itu, area penyisiran dilakukan di daerah Pantai tempat korban pertama diketemukan tadi malam,” ungkap Danposal Singkil.

Secara terpisah, Komandan Pangkalan TNI AL (Lanal) Simeulue Letkol Laut (P) Dian Wahyudi, S.T., M.Tr. Hanla., telah memerintahkan Danposal Singkil untuk selalu berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Aceh Singkil dan instansi lain dalam pelaksanaan Operasi SAR.

Dalam keterangannya Danlanal Simeulue mengatakan “Kita selalu monitor perkembangan Operasi SAR di Pantai Cemara Indah Aceh Singkil, tidak menutup kemungkinan akan menambah jumlah personel apabila memang diperlukan guna menambah kekuatan personel Gabungan SAR yang saat ini masih berjuang menemukan satu lagi korban,” jelasnya.

“Semoga pencarian hari ketiga ini bisa membuahkan hasil yang maksimal guna mendapati kepastian satu dari dua korban yang dinyatakan hilang pada Sabtu lalu,” pungkas Danlanal Simeulue.

Sabtu lalu, dua dari Empat pelajar asal Desa Tulaan dan Rimo, Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil masing-masing Zulfandi (15) dan Muhammad Diva (15) dilaporkan hilang saat berenang di Pantai Cemara Indah (PCI) Gosong Telaga Selatan, Aceh Singkil.

Dua dari empat pelajar yang berenang menggunakan pelampung ban di Pantai Cemara Indah diduga hilang dihempas ombak besar lalu terseret kedaerah dalam laut di pantai itu.(disp/red)

Categories
Angkutan Laut Daerah Transportasi

UPP Kolaka Pimpin Penyelamatan 18 Penumpang Long Boat yang Kandas di Perairan Maniang

Koran Jurnal, Sulteng – Tim reaksi cepat atau Quick Response Team (QRT) Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Kolaka bersama dengan tim SAR gabungan pelabuhan Kolaka berhasil menyelamatkan 18 orang penumpang long boat asal Kabupaten Kolaka yang kandas di perairan Pulau Maniang Kolaka, Sulawesi Tenggara, Sabtu (6/6) pukul 21.52 WITA.

Sebelumnya, tim gabungan yang sama juga berhasil menyelamatkan 25 orang pemuda asal Kabupaten Kolaka setelah kapal yang ditumpanginya mati mesin dan patah as akibat menabrak tiang di Perairan Laut Lambasina Kolaka, Kamis (4/6) malam.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Kolaka, Hasfar yang memimpin langsung tim SAR gabungan tersebut mengatakan bahwa SAR Gabungan Pelabuhan Kolaka yang terdiri dari UPP Kolaka, Basarnas Angkatan laut dan kepolisian KPPP beserta Polair berhasil mengevakuasi 18 orang penumpang Long boat beserta awak kapal asal Kab. Kolaka di Pulau Maniang Kab. Kolaka di Sabtu malam (06/06/2020).

“Pada hari Sabtu tanggal 6 Juni 2020 Pukul 21.52 WITA, telah berlangsung evakuasi 18 orang penumpang long boat asal Kab. Kolaka, 15 diantaranya wisatawan lokal dan 3 awak kapal oleh tim SAR gabungan Kolaka di perairan Pulau Maniang Kab. Kolaka dengan koordinat perkiraan lokasi kejadian 04⁰10’13.67″S 121⁰29’14.10″E haluan 216⁰ jarak -+ 9 NM karena long boat yang dinaiki penumpang tersebut saat pulang kembali ke Kab. Kolaka mengalami kandas,” jelas Hasfar.

Hasfar menjelaskan kronologis menurut keterangan salah satu penumpang yang mengatakan bahwa pada tanggal 6 Juni 2020 Pukul 08.00 WITA, 15 orang penumpang beserta 3 awak kapal menggunakan long boat dari Dermaga Desa Palewai Kec. Tanggetada Kab. Kolaka berangkat menuju Pulau Padamarang Kab. Kolaka dan pada pukul 11.00 WITA, long boat tiba di Pulau Padamarang.

Pada pukul 15.30 WITA, selesai berkegiatan di pulau tersebut, kemudian meninggalkan tempat untuk kembali ke Kec. Tanggetada Kab. Kolaka dan pada pukul 17.00 WITA, saat dalam perjalanan pulang long boat yang dimaksud kandas di karang perairan Pulau Maniang Kab. Kolaka.

“Setelah kandas, semua penumpang termasuk awak kapal berdiam diri di atas kapal sambil menghubungi keluarganya dan UPP Kolaka,” jelas Hasfar.

Pada pukul 18.54 WITA, salah satu penumpang berhasil menghubungi UPP Kolaka dan menginformasikan bahwa long boat yang ditumpanginya mengalami kandas di karang perairan Pulau Maniang.

Pukul 20.30 WITA, Tim SAR Gabungan dipimpin langsung oleh kepala kantor UPP Kelas III Kolaka, Hasfar dengan menggunakan Kapal Basarnas Kolaka berangkat dari Dermaga Pelabuhan Samudra Kolaka Kel. Kolakaasi Kec. Kolaka Kab. Kolaka menuju perairan Pulau Maniang dimana long boat tersebut kandas.

Pada pukul 21.45 WITA, tim SAR gabungan tiba di perairan Pulau Maniang, selanjutnya Tim SAR gabungan melakukan evakuasi dengan menurunkan perahu karet mengingat kapal SAR tidak bisa mendekat ke lokasi kejadian.

“Pukul 22.00 WITA, 18 penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat ke Kapal SAR,” terang Hasfar.

Adapun Long Boat yang kandas tersebut dapat bergeser dari lokasi kejadian setelah para penumpang dievakuasi oleh tim SAR gabungan bersamaan dengan naiknya air pasang.

“Pukul 22.45 WITA, evakuasi selesai dengan selamat dan aman, selanjutnya Kapal SAR meninggalkan perairan Pulau Maniang menuju Dermaga Petikemas Kab. Kolaka,” ucap Hasfar.

Pada kesempatan ini, Hasfar mengimbau kepada masyarakat agar sebelum melakukan aktivitas yang berkaitan dengan melaut selalu memperhatikan kondisi cuaca dan mengutamakan keselamatan pelayaran.

“Menjaga keselamatan pelayaran bukan hanya tugas Syahbandar saja tetapi tanggungjawab kita semua. Apalagi cuaca akhir-akhir ini sangat tidak terduga perubahannya, jika ingin melaut hendaknya memastikan kondisi cuaca serta memperhatikan kondisi sekitar agar kejadian serupa tidak terjadi lagi,” tutup Hasfar.(hum/red)