Categories
Hukum Polhukam Polisi

Polwan Bripda Nesti Diduga Tularkan Paham Radikalisme di Lingkungan Polri

Koran Jurnal, Jakarta – Densus 88 Antiteror Mabes Polri tengah menyelidiki terkait kemungkinan polwan Bripda Nesti yang diduga terpapar paham radikalisme dan dugaan menyebarkannya kepada anggota kepolisian lainnya.

“Masih didalami apakah sempat memaparkan ke anggota lain, apakah terafiliasi dengan jaringan teroris lain masih didalami,” kata Kepala Bagian Penerangan umum (Kabagpenum) Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra  di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (07/10/2019).

Menurutnya, Densus 88 masih mengidentifikasi kemungkinan Bripda Nesti terlibat kelompok teroris yang ada di tanah air. Namun, sejauh ini anggota polisi wanita itu mengenal dan belajar mandiri mengenai radikalisme dari media sosial.

“Dia terpapar paham radikal karena belajar secara mandiri di media sosial dan masih didalami apa dia terafiliasi dengan jaringan teroris di dalam negeri,” sebutnya.

Diketahui Bripda Nesti ditangkap untuk kedua kali dengan dugaan kasus serupa. Nesti diduga berpaham terhadap kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Pada Minggu (26/5) Nesti ditangkap oleh Polda Jawa Timur saat mendarat di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur. Rencananya ia menuju ke Surabaya menggunakan identitas palsu. Kemudian Nesti kembali ditangkap oleh Densus 88 Antiteror di Yogyakarta.

Berdasarkan hasil keterangan, lanjut Asep, Nesti awalnya menaruh rasa simpatik kepada ISIS. Ia kemudian mencoba untuk bergabung dalam jaringan teroris yang ada di dalam negeri.

“Yang bersangkutan diamankan oleh pihak kepolisian karena meninggalkan tugas atau disersi. Setelah itu dilakukan penindakan dalam hal ini penegakan hukum disiplin terhadap yang bersangkutan,” terang Asep.

Namun setelah dilakukan pembinaan, Nesti polisi masih menemukan indikasi keaktifan Nesti untuk memelajari paham radikal.

Menurut Asep, sikap radikal Nesti terlihat dari ucapan dan perbuatannya. “Sampai sejauh ini pemikirannya yang bersifat radikal dengan ucapan, perkataan selama ini diamati oleh pihak kepolisian. Kemudian tindak tanduknya kemudian secara ekstrem meninggalkan kewajban tugasnya. Itu bagian dari secara keseluruhan yang menunjukkan sikap sikap radikal,” tandasnya.(mi/red)

Categories
Nasional Polhukam TNI

Amanat Presiden Jokowi Saat Memimpin Upacara Peringatan HUT ke-74 TNI Tahun 2019

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo memimpin upacara peringatan HUT ke-74 Tentara Nasional (TNI) di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (05/10/2019). Peringatan HUT kali ini mengangkat tema “TNI Profesional Kebanggaan Rakyat”.

Presiden dalam amanatnya mengucapkan selamat kepada TNI. Kepala Negara juga mengapresiasi sekaligus berpesan agar TNI terus menjadi tentara profesional dan kebanggan rakyat.

”Atas nama pribadi, masyarakat, bangsa dan negara, saya menyampaikan selamat Hari Ulang Tahun Ke-74 Tentara Nasional Indonesia. Selamat atas prestasi yang ditorehkan oleh TNI. Selamat atas kepercayaan dan kebanggaan rakyat Indonesia untuk saudara-saudara semua, dan selamat berbakti untuk ibu pertiwi,” kata Jokowi, Sabtu (05/10/2019).

Peringatan HUT ke-74 TNI selain dihadiri Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, turut hadir pula Wapres Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, para menteri Kabinet Kerja, pimpinan lembaga negara dan para tamu undangan.

Berikut Amanat Presiden Jokowi:

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!…dst

Para purnawirawan dan prajurit TNI yang saya cintai dan saya banggakan. Hadirin sekalian yang saya muliakan.

Atas nama pribadi, masyarakat, bangsa dan negara, saya menyampaikan selamat Hari Ulang Tahun Ke-74 Tentara Nasional Indonesia. Selamat atas prestasi yang ditorehkan oleh TNI. Selamat atas kepercayaan dan kebanggaan rakyat Indonesia untuk saudara-saudara semua, dan selamat berbakti untuk ibu pertiwi.

Bangsa Indonesia menyampaikan penghargaan khusus kepada para prajurit TNI yang gugur saat menjalankan tugas, demi tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rakyat Indonesia selalu bangga kepada saudara-saudara semua, kepada TNI, yang selalu berada di baris terdepan dalam menjaga NKRI, yang tidak kenal menyerah dalam menjaga kepentingan nasional, serta yang selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok dan golongan.

Kami juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jajaran TNI, yang selalu sigap membantu rakyat di wilayah yang terdampak bencana termasuk kebakaran hutan. TNI yang selalu aktif menjaga kelancaran dan keamanan Pemilu serentak tahun 2019.

TNI yang selalu membanggakan dalam penugasan PBB di berbagai penjuru dunia. TNI yang selalu memastikan negara hadir di daerah terpencil, di daerah perbatasan dan di pulau-pulau terdepan Indonesia. TNI yang selalu manunggal dengan rakyat

Saya menyampaikan selamat dan sangat berbangga atas keberhasilan saudara-saudara, yang telah berhasil menjadi juara pada lomba menembak ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) ke-28 tahun 2018 di Malaysia. Serta kesuksesan pada lomba menembak Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM), yang dengan senjata buatan Pindad telah berhasil menjadi juara 12 kali berturut-turut.

Oleh karena itu, atas nama bangsa Indonesia, izinkan saya untuk menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada institusi TNI dan seluruh prajurit serta purnawirawan TNI.

Para purnawirawan dan prajurit TNI yang saya cintai dan saya banggakan. Hadirin sekalian yang saya muliakan.

Dalam setahun terakhir ini, TNI juga telah menorehkan sejarah baru. Pada bulan Desember 2018, telah diresmikan pangkalan militer terpadu di Natuna yang akan disusul dengan empat pangkalan serupa di Biak, Morotai, Merauke, dan Saumlaki. Pada tanggal 30 Juli 2019, telah dibentuk Komando Operasi Khusus (Koopsus) yang akan mendukung penanganan terorisme.

Latihan gabungan Dharma Yudha juga telah sukses dilaksanakan di awal bulan September 2019, yang melibatkan 12.500 prajurit dari tiga matra dan menjadi ajang unjuk teknologi baru. Kemudian pada tanggal 27 September 2019, telah dibentuk Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) di Tanjung Pinang, Balikpapan, dan Biak. Kehadiran Kogabwilhan akan meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanganan krisis dan meningkatkan daya gentar kita.

Semua ini menandai pergeseran budaya militer di TNI kita, yang tadinya terpilah-pilah di masing-masing matra, kemudian menjadi terpadu dalam lingkup Tentara Nasional Indonesia dan semakin didukung oleh profesionalisme prajurit.

Pemerintah terus berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme TNI. Pemerintah telah menambahkan 60 jabatan perwira tinggi baru untuk mengoptimalkan peran prajurit. Pemerintah juga terus menambah jumlah alat utama sistem pertahanan (Alutsista) untuk memenuhi target Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essensial Forces) tahap II.

Peningkatan kemandirian industri pertahanan nasional juga terus diusahakan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No.16 tahun 2012. Serta meningkatkan kualitas pendidikan dan latihan prajurit TNI untuk mendukung profesionalisme prajurit.

Pemerintah terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan dan fasilitas kerja bagi prajurit TNI. Alokasi anggaran pertahanan tahun 2019 sebesar Rp121 triliun akan dinaikkan menjadi lebih dari Rp131 triliun di tahun 2020. Pemerintah mengupayakan kredit perumahan untuk prajurit hingga jangka waktu 30 tahun. Selain itu, pemerintah akan meningkatkan tunjangan kinerja TNI menjadi 80 persen di tahun 2020.

Hadirin yang saya muliakan, para prajurit TNI yang saya cintai,
Cita-cita kita untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia harus didukung angkatan perang yang kuat. Oleh karena itu, belanja pertahanan kita arahkan menjadi investasi pertahanan. Pemanfaatan teknologi tinggi ke depan tidak bisa ditawar lagi.

Rencana strategis Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essensial Forces) tahap III periode 2019-2024 harus segera dituntaskan. Demikian pula rencana jangka panjang hingga 100 tahun Indonesia merdeka harus kita wujudkan.

Di dalam era yang penuh dengan kemajuan teknologi, alutsista yang digunakan TNI harus semakin maju. Selain itu, sumber daya manusia (SDM) TNI juga harus semakin tangguh, semakin adaptif dan memegang teguh jiwa Sapta Marga.

Sehubungan dengan hal tersebut, sebagai Panglima Tertinggi TNI, saya perintahkan agar pertama, prajurit TNI di masa depan harus memiliki kemampuan adopsi dan adaptasi teknologi baru serta menjunjung tinggi kemandirian strategis alutsista produk dalam negeri.

Kedua, prajurit TNI tidak boleh lagi terjebak dalam ego matra. TNI harus mampu bersinergi dengan kementerian dan lembaga seperti Polri, BNPT, BNPB, dan Bakamla. Ketiga, prajurit TNI wajib menjaga kemanunggalan TNI bersama rakyat melalui Operasi Bhakti dan program Tentara Manunggal Membangun Desa.

Pada kesempatan yang baik ini saya ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada pejabat-pejabat dan perwira tinggi utama yang telah membantu periode kepemimpinan Presiden tahun 2014-2019.

Terima kasih kepada Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla; kepada Menkopolhukam Bapak Tedjo Edhy Purdijatno, Bapak Luhut Binsar Pandjaitan, dan Bapak Wiranto; kepada Menteri Pertahanan Bapak Ryamizard Ryacudu; kepada Panglima TNI Bapak Moeldoko, Bapak Gatot Nurmantyo, dan Bapak Hadi Tjahjanto; kepada KASAD Bapak Mulyono dan Bapak Andika Perkasa; kepada KASAL Bapak Ade Supandi dan Bapak Siwi Sukma Aji; serta kepada KASAU Bapak Ida Bagus Putu Dunia, Bapak Agus Supriatna, dan Bapak Yuyu Sutisna.

Kontribusi Bapak-bapak beserta semua jajaran prajurit TNI, sungguh sangat berarti bagi perjalanan negeri ini. Telah menjadi bhayangkari bangsa dan negara dalam menegakkan NKRI serta mengawal kemajuan Indonesia tercinta.

Dirgahayu TNI!
Teruslah menjadi tentara profesional!
Dan teruslah menjadi kebanggaan rakyat!

Terima kasih
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.(ins/red)

Categories
Kriminalitas TNI

Pangkalan TNI Angkatan Laut Batam Gagalkan Penyelundupan 47 Kg Sabu-sabu

Koran Jurnal, Batam – Tim F1QR Jajaran Koarmada I Lanal Batam berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 47 kg pada koordinat 1° 8′ 29.4684 N – 103° 56′ 3.984 E tepatnya di Perairan Tanjung Pinggir, Sekupang, Batam, Rabu (02/10/2019).

Penangkapan berawal dari adanya informasi yang diterima oleh Personel Tim F1QR Lanal Batam dari masyarakat pada awal bulan September 2019 tentang akan adanya pengiriman narkoba dengan menggunakan speed boat dari Malaysia menuju Batam, namun waktu dan lokasi pendaratan/ship to ship masih belum diketahui.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Danunit Intel Lanal Batam selaku pimpinan di lapangan secara berjenjang melaporkan informasi tersebut kepada Pasintel Lanal Batam. Selanjutnya Pasintel Lanal Batam melaporkan kepada Danlanal Batam. Kemudian Danlanal Batam memerintahkan kepada Pasintel Lanal Batam agar Tim F1QR Lanal Batam melaksanakan pengembangan terhadap lokasi-lokasi yang dicurigai sebagai tempat maupun lokasi pendaratan penyelundupan narkoba.

Dari hasil penyelidikan selama kurang lebih satu bulan, didapatkan informasi bahwa akan ada pengiriman/penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Indonesia (Batam) dengan menggunakan speed boad pancung tanpa nama mesin merk Yamaha 75 PK 1 Unit di sekitar perairan Tanjung Pinggir, Sekupang, Batam.

Setelah mendapat informasi tersebut, Pasintel Lanal Batam melaporkan kepada Komandan Lanal dan Komandan memerintahkan agar melaksanakan penyekatan dan penindakan. Selanjutnya Tim F1QR Lanal Batam melaksanakan pencegatan dan penyekatan di lokasi sesuai informasi yang diperoleh di lapangan.

Pencegatan dan penyekatan dibagi 3 (Tiga) Tim, Tim 1 dan Tim 3 titik kumpul di Posmat TNI AL Sagulung, sedangkan Tim 2 bergerak dari Tanjung Sengkuang. Pada saat di posisi pencegatan, Tim F1QR Lanal Batam melihat speed boat tanpa nama mesin 75 PK yang diindikasikan akan menjemput narkoba dari Malaysia melintas arah Tanjung Pinggir tujuan OPL Timur (Malaysia). Tim terus menunggu dan memantau di alur yang kemungkinan akan dilewati oleh pelaku giat penyelundupan narkoba tersebut, selanjutnya secara visual speed boat tanpa nama mesin 75 PK yang diduga telah selesai menjemput narkoba dari OPL Malaysia melintas mengarah ke Perairan Batu Ampar, kemudian Tim melaksanakan Pengejaran, Penangkapan dan Penggeledahan (Jarkaplid) terhadap speed boat tersebut.

Pada saat Jarkaplid, crew speed boat tanpa nama yang membawa narkoba melarikan diri ke arah Tanjung Pinggir dengan cara mengandaskan speed boat ke bibir pantai atau di bebatuan karang. Pada saat speed boat sudah kandas yang diindikasikan ada 2 (dua) orang pelaku melarikan diri ke arah tempat Wisata Tangga Seribu Tanjung Pinggir, Sekupang.

Dari hasil pemeriksaan terhadap speed boat tersebut diamankan barang bukti berupa narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 47 Pcs / 47 kg (47.000 Gram) dan speed boat pancung mesin merk Yamaha 75 PK 1 unit. Kemudian speed boat dan barang bukti narkoba di bawa ke Lanal Batam untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Komandan Lanal Batam melaksanakan pengecekan terhadap barang bukti narkoba dan memerintahkan kepada Pasintel Lanal Batam agar berkoordinasi ke BNNP Kepri untuk melaksanakan pengecekan terhadap barang bukti tersebut, dan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan barang bukti tersebut positif jenis sabu-sabu (methamphetamine).(disp/red)

Categories
TNI

Pangkoarmada I Pimpin Sertijab Danlantamal XII Pontianak

Koran Jurnal, Jakarta – Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., pimpin Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) XII Pontianak dari Laksamana Pertama TNI Gregorius Agung W.D., M.Tr (Han) kepada Laksamana Pertama TNI Agus Hariadi di Lapangan Apel Arafuru Mako Koarmada I, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Sabtu (28/09/2019).

Dalam sambutannya, Pangkoarmada I menyampaikan bahwa Lantamal XII merupakan komando pelaksana dukungan di lingkungan Koarmada I yang memiliki tugas sangat penting. Hal ini merupakan konsekuensi dari lokasi geografis wilayah kerja Lantamal XII yang berdekatan dengan wilayah perairan strategis yaitu Laut Cina Selatan, Alur Laut Kepulauan Laut Indonesia (ALKI) I, dan perairan perbatasan dengan Malaysia.

Kondisi ini menjadikan Lantamal XII sebagai salah satu pangkalan terdepan yang bertugas untuk menyelenggarakan dukungan logistik dan administrasi bagi unsur-unsur operasional khususnya KRI. Disamping itu, Lantamal XII juga bertugas melaksanakan pembinaan potensi nasional menjadi kekuatan pertahanan keamanan negara di bidang maritim, memberdayakan wilayah pertahanan laut (Dawilhanla) dan melaksanakan operasi keamanan laut di wilayah kerjanya.

“Berbagai tugas yang diemban oleh Lantamal XII merupakan bentuk nyata dari komitmen Koarmada I untuk mewujudkan visi pemerintah guna menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia dengan sumber daya manusia sebagai pondasinya. Titik tumpu pembangunan nasional yang bersandar pada sumber daya manusia ini merupakan komitmen pemerintah yang disampaikan pada perayaan ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia 2019 yaitu menciptakan sumber daya manusia unggul Indonesia Maju,” ujar Pangkoarmada I.

Pada kesempatan tersebut, Pangkoarmada I menyampaikan ucapan terima kasih kepada Laksma TNI Gregorius Agung yang telah melaksanakan tugas dengan baik dalam memimpin Lantamal XII, hal tersebut dapat tercapai berkat terjalinnya komunikasi dan hubungan kerja sama serta koordinasi yang baik diantara pemangku kepentingan di Kalimantan Barat terutama dalam menjaga stabilitas keamanan laut. Ucapan selamat juga disampaikan kepada Laksma TNI Agus Hariadi atas kepercayaan yang diberikan pemimpin TNI AL sebagai Komandan Lantamal XII, kembangkan gagasan dan ide-ide cemerlang serta inovasi baru untuk meningkatkan kinerja organisasi Lantamal XII dalam mendukung kebijakan pemimpin untuk mewujudkan TNI Angkatan Laut yang adaptif, inivatif dan kompetitif guna menghadapi ancaman global.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Staf Koarmada I, Komandan Guspurla Koarmada I, Komandan Guskamla Koarmada I, Pejabat Utama Koarmada I, para Komandan Lantamal, para Komandan Satuan, Komandan Lanal dan Komandan KRI Jajaran Koarmada I.(disp/red)

Categories
Daerah TNI

TNI AD: 2 Kodam di Papua Dipimpin Putra Daerah

Koran Jurnal, Jayapura – Dengan diangkatnya Mayjen TNI Herman Asaribab menjadi Pangdam XVII/Cenderawasih, menjadi catatan sejarah tersendiri, dimana untuk pertama kalinya putra daerah terbaik dalam waktu bersamaan memimpin dua Kodam di wilayah Papua dan Papua Barat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Candra Wijaya, dalam rilis tertulisnya di Jayapura, Selasa (17/09/2019).

Diungkapkan Kadispenad, upacara Sertijab Pangdam dari Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring kepada Mayjen TNI Herman Asaribab yang dilaksanakan pada hari ini di Kodam XVII/Cen, dipimpin langsung Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa.

“Sertijab ini berdasarkan Keputusan Panglima TNI dengan Nomor Kep/872.a/VIII/2019,” ujarnya.

“Selanjutnya Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring menduduki jabatan baru sebagai Pa Sahli Tk. III Bid. Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI,” jelas Candra Wijaya.

Lebih lanjut dikatakan, Mayjen TNI Herman Asaribab merupakan lulusan Akmil tahun 1988, dan berpengalaman luas dalam penugasan bidang tempur, pendidikan, dan teritorial.

“Beliau adalah putra asli Papua, lahir di Jayapura, 10 Juni 1964, pernah menjadi Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVII/Cen, sejak tanggal 10 September 2015 s.d. 4 Desember 2017,” terang Candra.

Dijelaskan pula, sebelumnya Mayjen TNI Herman Asaribab juga pernah mengemban tugas sebagai Pa Sahli Tk. III Bid. Banusia Panglima TNI.

“Terakhir, beliau menjabat sebagai Pangdam Tanjungpura, sehingga saat ini untuk kedua kalinya beliau menjadi Pangdam,” tambahnya.

Dikatakan Candra lebih lanjut, sebagai putra asli dan pernah bertugas di Papua, Herman Asaribab mengerti betul teritorial, kultur, adat dan budaya masyarakat ujung Timur Indonesia ini.

“Semoga di bawah kepemimpinan beliau, Kodam Cenderawasih akan lebih maju dan melalui berbagai programnya dapat diselaraskan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sini,” tutur Candra.

Pada upacara Sertijab ini, selain mengucapkan sumpah jabatan, Mayjen TNI Herman Asaribab juga menandatangani Pakta Integritas.

“Dengan beralihnya tongkat estafet kepemimpinan Pangdam XVII/Cen hari ini, juga menjadi catatan sejarah tersendiri, karena dalam waktu bersamaan, kedua Pangkotama di Papua dan Papua Barat dipimpin oleh Jenderal TNI AD terbaik yang merupakan putra asli Papua,” tegasnya.

Untuk diketahui saat ini Pangdam XVIII/Ksr dijabat oleh Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau yang juga putra asli Papua dan telah menjabat sejak 13 Oktober 2016.

“Setelah acara Sertijab, Kasad dan Ketua Umum Persit Kartika Candra Kirana, memberikan pengarahan kepada para prajurit dan PNS Kodam Cenderawasih,”tutur Candra.

Dalam pertemuan yang berlangsung dengan hangat di Rindam XVII/Cen itu, Kasad mengajak yang hadir untuk menjaga pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan secara berimbang serta berolahraga.

“Ditekankan juga, meski tetap fokus terhadap tugas, para prajurit agar senantiasa mengutamakan keluarga, serta terhadap sesama prajurit, khususnya antara senior dan junior menunjukkan sikap kasih sayang,” pungkasnya.(Disp/red).

Categories
Militer Polhukam

Kepala BNPB dan Panglima TNI Lakukan Anev serta Tinjau Karhutla di Riau

Koran Jurnal, Pekanbaru – Kepala BNPB Doni Monardo mendampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam rangka melakukan analisis dan evaluasi (anev) serta peninjauan langsung karhutla di Provinsi Riau, Sabtu (14/09/2019). Karhutla Riau semakin memburuk hingga menyebabkan dampak luas kepada masyarakat.

Peninjauan dilakukan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Panglima TNI setelah bertolak menuju Riau dari Lapagan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur pada pukul 13.00 WIB dengan pesawat Indonesia Air Force TNI B737. Setelah mendarat, rombongan Kepala BNPB dan Panglima TNI beserta rombongan langsung menuju Kantor Gubernur Riau untuk melakukan Rapat Koordinasi (rakor) Penanggulangan dan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) di Provinsi Riau bersama Gubernur Riau, Kapolda Riau, Kepala BPBD, hingga walikota dan bupati se-Provinsi Riau.

Dalam analisis dan evaluasi yang disampaikan melalui rakor tersebut, Gubernur Riau sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Karhutla Provinsi Riau memaparkan bahwa jumlah hotspot dari Januari hingga September 2019 telah terdeteksi sebanyak lebih dari 2.000 titik. Dalam mengatasi karhutla tersebut, Pemerintah Provinsi Riau telah mengerahkan 5.499 pasukan dari unsur TNI/Polri, Manggala Agni, Pemadam Kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), BPBD hingga relawan dari masyarakat.

Selain itu, pihaknya telah mengerahkan 1 pesawat jenis Cassa 212 untuk hujan buatan, 1 helikopter pantau, 6 helikopter bantuan BNPB dan TNI serta 2 bantuan helikopter dari korporasi sebagai upaya pemadaman karhutla melalui udara.

Upaya mengatasi dampak buruk, Pemerintah Provinsi Riau juga menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah. Untuk mengurangi dampak negatif akibat asap, pembagian masker penutup mulut dan hidung juga dilakukan. Selain itu, pos-pos darurat kesehatan telah didirikan, baik mulai dari rumah sakit, puskesmas hingga pos kesehatan masyarakat lain di wilayah tertentu. Gubernur Syamsuar juga meminta agar korporasi juga turut membantu dengan menyediakan lebih banyak pos kesehatan dan memberi pelayanan yang terbaik

Di hadapan Panglima TNI dan Kepala BNPB, Gubernur dengan masa bakti 2018-2023 itu mengharap agar bantuan personel darat dapat ditambah mengingat cakupan karhutla di Riau meluas. Selain itu beliau juga mengajak agar kekuatan tidak hanya dari pemerintah saja, melainkan dari korporasi juga masyarakat.

Syamsuar dengan tegas menyatakan akan mengambil langkah tindak lanjut secara nyata terhadap pihak yang terbukti melanggar dan membakar hutan untuk kepentingan korporasi dengan mencabut izin perusahaannya. Seluruh bupati dan walikota yang hadir diminta untuk mendukung keputusan itu dan dapat dilaksanakan dengan baik.

“Kepada bupati dan walikota, Saya mengharap bahwa semua perusahaan harus ada izin dari bupati, dan apabila ada yg melanggar saya minta agar dibekukan,” tegas Syamsuar.

Sementara itu, Kepala BNPB kembali menegaskan bahwa asap (karhutla) adalah pembunuh yang tidak bisa diketahui secara langsung. Membiarkan asap adalah membiarkan kerusakan generasi yang akan datang. Oleh sebab itu, Doni menekankan agar seluruh unsur, baik masyarakat hingga pemerintah daerah agar bersinergi melakukan penanggulangan melalui upaya pencegahan. Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu juga mengingatkan bahwa jika tidak bisa menyepelekan hal itu maka manusia itu menjadi pembunuh potensial.

“Boleh jadi nanti kalau anda sekalian bisa, (menanggulangi karhutla) maka semuanya bisa jadi pahlawan kemanusiaan. Jika tidak bisa, kita adalah pembunuh potensial,” tegas Doni.

Dalam kesempatan yang sama, Doni Monardo juga kembali menegaskan bahwa 99% karhutla disebabkan oleh ulah manusia. Dari beberapa kali kunjungan di Riau, Doni mendapatkan laporan bahwa 80% karhutla itu berubah menjadi perkebunan, seperti yang terjadi di Kabupaten Pelalawan.

“Kita ketahui bahwa 80% karhutla di Pelalawan berubah menjadi kebun. Saya catat, saya ingat itu, ungkapan Pak Bupati Pelalawan,” ungkap Doni.

Dalam hal itu, Doni juga meminta agar pemerintah daerah tidak hanya bermain kata-kata saja namun juga harus ada tindakan yang nyata. Hal itu dikatakan mengingat sebelumnya Doni mendengar slogan “Riau Tanpa Asap,” akan tetapi hal itu berbanding terbalik dengan kenyataannya.

“Saya tidak ingin hanya slogan-slogan. Dulu saya senang dengan pernyataan Riau Tanpa Asap. Tapi apa, hari ini Riau penuh asap,” ujar Doni.

Mendukung upaya dan pernyataan Kepala BNPB yang sebelumnya disampaikan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengingatkan kembali bahwa permasalahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat saja. Adapun unsur TNI dalam hal ini berfungsi untuk membantu kementerian/lembaga mengatasi karhutla dengan personel dan peralatan tempur yang disesuaikan. Oleh karena itu, Panglima TNI mengajak seluruh unsur masyarakat, korporasi dan pemerintah daerah serta media agar bersama-sama memecahkan masalah yang sudah menjadi langganan setiap tahun.

Sejauh ini TNI sudah membantu upaya pemadaman karhutla yang melanda di beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan dengan menerjunkan pasukan langsung ke titik api. Selain itu, TNI juga telah berupaya menyemaikan natrium klorida (NaCl) untuk hujan buatan dan melakukan pemadaman melalui udara dengan water-bombing.

Panglima juga mendukung upaya pencegahan sebagai langkah mitigasi terbaik seperti melakukan penanaman pohon produktif dan mengubah pemahaman serta perilaku manusia agar lebih mementingkan kelestarian lingkungan demi generasi penerus bangsa. Tentunya hal itu dibutuhkan partisipasi dan dukungan dari berbagai pihak.

“TNI tugasnya membantu. Jangan sampai nanti TNI yang justru seakan memiliki permasalahan ini. Ini permasalahan kita semua. Kita yang harus menyelesaikan masalah,” tutup Panglima TNI.

Usai melakukan analisis dan evaluasi serta rakor karhutla tersebut, Panglima TNI dan Kepala BNPB akan melanjutkan kunjungan kerja di Riau dengan melakukan pantauan udara langsung menggunakan helikopter pada esok hari, Minggu (15/9).(hum/red)

Categories
Daerah TNI

Warga Gunung Sitoli Terima Bantuan Kaki Palsu dari Satgas SBJ 68/2019

Koran Jurnal, Sumut – Kolonel Laut (P) Avianto Rooswirawan, S.E., M.Si.,selaku Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Operasi Bakti TNI AL Surya Baskara Jaya (SBJ) 68/2019 di dampingi Wakil Komandan Satuan Tugas (Wadansatgas) Kolonel Laut (K) dr. Gigih Imanta J, Sp.PD., M.M. menyerahkan kaki dan tangan palsu bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI kepada warga Gunung Sitoli di pelabuhan Lama Nias Selatan Sumatera Utara, Jum’at (13/09/2019).

Penyerahan kaki palsu langsung di serahkan kepada Edieli Zebua,Mukhlis Zalikhu,Elifati Gea ketiganya warga yang berasal dari Gunung Sitoli,sedangkan untuk kaki dan tangan palsu masing-masing 1 lagi diserahkan kepada Nanda Aurifa Zalukhu dan Tarti keduanya merupakan warga yang berasal dari Nias Utara.

Selain kaki palsu,satgas operasi bakti TNI AL SBJ 68/2019 serahkan juga diantaranya kaca mata baca,alat bantu dengar lanjut usia dan tuna rungu,kruk,wolker,dan kursi roda yang merupakan bantuan dari Kemensos RI.

“Kita semua patut bersyukur kepada Tuhan YME karena masih di berikan kesehatan dan kesempurnaan organ-organ tubuh kita masih berfungsi dengan baik semua.semoga dengan kaki palsu ini kalian bisa lebih nyaman beraktifitas tanpa menggunakan kruk/tongkat lagi,” pungkas Kolonel Avianto.

Categories
TNI

TNI Mutasi Jabatan dan Promosi 31 Pati

Koran Jurnal, Jakarta – Mutasi jabatan di lingkungan TNI dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier Perwira Tinggi (Pati), guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis. TNI melakukan upaya peningkatan kinerja melalui mutasi dan promosi jabatan  di tingkat Perwira Tinggi TNI.

Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/995/IX/2019 tanggal 6 September 2019 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia, telah ditetapkan mutasi dan promosi  jabatan 31 Perwira Tinggi (Pati) TNI terdiri dari 14 Pati jajaran TNI Angkatan Darat, 12  Pati jajaran TNI Angkatan Laut dan 5 Pati jajaran TNI Angkatan Udara.

Dalam mutasi dan promosi jabatan tersebut tercatat sebagai berikut: 14 Pati TNI Angkatan Darat yaitu Mayjen TNI Tri Soewandono dari Pangdam III/Slw menjadi Sesmenko Polhukam, Brigjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M. dari Kasdam Jaya menjadi Sesmilpres Kemensetneg, Brigjen TNI Muhammad Hita Tunggal, S.T. dari Karoum Settama BSSN menjadi Pa Sahli Tk.III Bid. Polkamnas Panglima TNI, Brigjen TNI Deddy Suryanto, S.H., M.H. dari Pa Sahli Tk. II Poldagri Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Andi Muhammad, S.H. dari Pa Sahli Tk. II Was Eropa & AS Sahli Bid. Hubint Panglima TNI menjadi Staf Khusus Kasad, Brigjen TNI Gatot Sudjatmiko, S.I.P.,M.M. dari Staf Khusus Panglima TNI menjadi Sahli Tk. II Was Eropa & AS Sahli Bid. Hubint Panglima TNI, Mayjen TNI Rudianto dari Sahli Bid. SDM dan Teknologi Kemenko Polhukam menjadi Deputi Bid. Koordinasi Pertahanan Negara Kemenko Polhukam.

Brigjen TNI Purnomo Sidi, S.I.P., M.H., M.M. dari Ir. Kemenko Polhukam menjadi Sahli Bid. SDM dan Teknologi Kemenko Polhukam, Brigjen TNI Tedi Rustendi, S.Sos. dari Asdep Koordinasi Pengelolaan Pemilu dan Penguatan Partai Politik Kemenko Polhukam menjadi Ir. Kemenko Polhukam, Kolonel Inf Yusran Yunus dari Kabid Pembaruan Bangsa dan Kearifan Lokal Pada Asdep Koord Koordinasi Memperteguh Ke-Bhinekaan Kemenko Polhukam menjadi Asdep Koordinasi Pengelolaan Pemilu dan Penguatan Partai Politik Kemenko Polhukam, Brigjen TNI Yoseph Puguh Eko Setiawan, S.E., M.H. dari Sekretaris Deputi pada Deputi  Bid. Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia Kemenko Polhukam menjadi Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan BSSN, Kolonel Inf Jusmarizal dari Kabid Penanganan Konflik dan Kontijensi pada Asdep Koordinasi Penanganan Konflik dan Keamanan Transportasi Kemenko Polhukam menjadi Sekretaris Deputi pada Deputi  Bid. Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia Kemenko Polhukam, Kolonel Inf Yudi Zanibar, S.I.P. dari Pamen Kodam III/Slw menjadi Bandep Ur. Lingkungan Strategi Nasional pada Deputi Bid. Pengkajian dan Penginderaan Setjen Wantannas, Brigjen TNI Isaac Marcus Pattipeilohy dari Karo Persidangan Sistem Informasi dan Pengawasan Internal Setjen Wantannas menjadi Sahli Bid. Sosbud Setjen Wantannas.

12 Pati TNI Angkatan Lautyaitu Laksda TNI drg. Andriani, Sp., Ort.,F.I.C.D. dari Pa. Sahli Tk. III Bid. Polkamnas Panglima TNI menjadi Staf Khusus Kasal, Laksma TNI Yusup, S.E., M.M. dari Waasops Kasal menjadi Sahli Bid. Kedaulatan Wilayah dan Kemaritiman Kemenko Polhukam, Laksma TNI Irvansyah, S.H. dari Danguspurla Koarmada I menjadi Waasops Kasal, Kolonel Laut (P) Didong Rio DPK, S.T.,M.A.P.,M.tr (Han) dari Paban V Straops Sopsal menjadi Danguspurla Koarmada I, Laksda TNI Teguh Prihantono, S.Sos., M.B.A. dari Deputi Bid. Pengkajian dan Penginderaan Setjen Wantannas menjadi Staf Khusus Kasal, Laksma TNI Nurhidayat, S.H., M.A.P. dari Bandep Ur. Lingkungan Strategi Nasional Pada Deputi Bid. Pengkajian dan Penginderaan Setjen Wantannas menjadi Deputi Bid. Pengkajian dan Penginderaan Setjen Wantannas.

Laksda TNI Manahan Simorangkir, S.E., M.Sc. dari Sahli Bid. Sosbud Setjen Wantannas menjadi Staf Khusus Kasal, Laksma TNI Gregorius Agung W.D., M.Tr (Han) dari Danlantamal XII Ptk Koarmada I menjadi Karo Persidangan Sistem Informasi dan Pengawasan Internal Setjen Wantannas, Laksma TNI Agus Hariadi dari Danguskamla Koarmada III menjadi Danlantamal XII Ptk Koarmada I, Laksma TNI Taat Siswo Sunarto, S.E., M.Si. dari Dirum Kodiklatal menjadi Danguskamla Koarmada III, Laksma TNI Rubiyanto, S.E., M.M., CHRMP dari Kadiswatpersal menjadi  Dirum Kodiklatal dan Laksma TNI drg, R.A. Nora Lelyana, MH. Kes., F.I.C.D. dari Staf Khusus Kasal menjadi Kadiswatpersal.

5 (Lima) Pati TNI Angkatan Udarayaitu Marsma TNI Didi Dipo Issasongko, S.E. dari Staf Khusus Panglima TNI menjadi Pa. Sahli Tk.II Poldagri Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI, Marsma TNI Gandhara Olivenca dari Kadissurpotrudau menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Kolonel Pnb. I Made Susila A dari Sesdislambangjaau menjadi Kadissurpotrudau, Marsma TNI Ir. Muchtar Mawardi, M.M. dari Kadisfaskonau menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun) dan Kolonel Tek. I.G. Made Radar P.J., S.T. dari Paban III/Alpal Slog TNI menjadi Kadisfaskonau.(Pusp/red)

Categories
Militer TNI

Dirgahayu ke-74 Angkatan Laut, Bersama Rakyat TNI AL Siap Membangun SDM Unggul Fondasi Indonesia Maju

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-74. Acara hari jadi itu dirayakan dengan upacara peringatan HUT ke-74 TNI AL, di komplek Dermaga Pondok Dayung Koarmada I, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (10/09/2019).

Pada HUT ke-74 tahun 2019 ini, TNI AL berharap menjadi institusi yang menopang pembangunan sumber daya manusia yang unggul untuk Indonesia maju.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji menyebut tahun ini akan menjadi tahun prioritas untuk membangun sumber daya manusia (SDM). Hal ini sejalan dengan visi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Selaras dengan visi pemerintahan ke depan, area yang menjadi fokus utama untuk TNI AL tahun ini adalah peningkatan pembangunan SDM karena tingginya tingkat profesionalisme,” ucap Siwi dalam sambutannya.

KSAL mengatakan, pertahanan sebuah negara bukan hanya setara fisik atau kekuatan militer, tapi juga berasal dari kualitas sumber daya manusia.

“Pada HUT hari ini, tema yang diambil adalah ‘Bersama Rakyat TNI AL Siap Membangun SDM Unggul Fondasi Indonesia Maju’. Perlu kita sadari bersama bahwa kekuatan pertahanan sebuah negara terukur dalam konsep fisik dan moral. Dalam faktor sumber daya manusia, di situlah unggulnya,” ucap Siwi.

Dalam peringatan HUT ke-74 TNI AL, juga dilaksanakan penyematan penganugerahaan tanda kehormatan Satya Lencana Kesetiaan VIII, XVI dan XXIV tahun. Selain itu, juga menampilkan demonstrasi upacara parade dan defile yang melibatkan pasukan upacara yang terdiri dari 1 unit Korsik gabungan Mabesal, Lantamal III Jakarta dan Lanmar Jakarta, kelompok Panji TNI AL, 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Perwira gabungan (Pamen dan Pama) dari Mabesal, Kormar dan Kolinlamil, 1 Satuan Setingkat Batalyon (SSY) Gabungan dari Puspomal dan Kowal, 1 SSY Bintara gabungan dari Koarmada I dan Kolinlamil, 1 SSY Tamtama Gabungan dari Kolinlamil, Pushidrosal dan Seskoal, 1 SSY Marinir dari Kormar, 1 SSY Gabungan dari Dislambair dan Puspenerbal, 1 SSY Gabungan Kopaska dengan Taifib 1 SSK gabungan Kompi PNS dan Kompi Gabungan Saka Bahari.

TNI Angkatan Laut menampilkan demonstrasi-demonstrasi gabungan yang terdiri dari Kopaska Martial Art Koarmada I, Aikido Kopaska Koarmada I, Tim Karate Koarmada l. Jiu Jitsu Dislambair Koarmada l, serta unsur KRI dan Ranpur antara lain: KRI Bung Tomo-357, KRI Sutanto-377, KRI Sultan Thaha Syaifuddin-376, KRI Sembilang-850, KRI Torani-860. KRI Teluk Cirebon-543 den 4 Unit BTR.

Pada kesempatan tersebut juga digelar Naval Base Open Day dengan kegiatan pameran Alutsista TNI AL yang akan menampiikan kapal perang dan helikopter TNI AL. Selain itu luga digelar demo terjun payung oleh penerjun dari prajurit Kopaska dan Marinir, serta panggung hiburan dan bazar yang dibuka untuk masyarakat umum.

Sebelumnya telah dilaksanakan pula berbagai rangkaian kegiatan dalam menyambut HUT ke-74 TNI AL, diantaranya pengobatan umum yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Diskes) Koarmada I, pengobatan massal dan donor darah bekerja sama dengan PMI DKI Jakarta, dan bhakti sosial (Baksos) kemasyarakatan yang dilaksanakan oleh Dinas Potensi Maritim (Dispotmar) Koarmada I, serta ziarah ke Taman Makam Pahlawan Nasional Katibata dengan melibatkan 200 personel dan Koarmada I serta Lantamal lll Jakarta.(red)

Categories
TNI

Pangkoarmada I Terima Kunjungan Kehormatan Komandan Kapal Angkatan Laut Spanyol ESPS Mendez Nunez

Koran Jurnal, Jakarta – Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., diwakili oleh Kepala Staf Koarmada I Laksamana Pertama TNI Bambang Irwanto, M.Tr (Han) menerima kunjungan kehormatan Komandan Kapal Angkatan Laut Spanyol ESPS Mendez Nunuez Letnan Kolonel Antoni Gonzales Del Tanago di Mako Koarmada I, Jalan Gunung Sahari No. 67 Jakarta Pusat, Selasa (27/08/2019).

Kunjungan ini menjadi kesempatan yang baik guna meningkatkan komunikasi bilateral kedua negara untuk berbagi pandangan secara umum sebagai negara maritim.

Pada pertengahan bulan Mei 2018, TNI Angkatan Laut telah mereorganisasi struktur kekuatan armada menjadi 3 komando armada yaitu Komando Armada I di Jakarta, Komando Armada II di Surabaya, dan Komando Armada III di Sorong.

Pada dasarnya tidak ada perubahan besar dalam struktur setelah menjadi Komando Armada. Namun kami akan selalu tetap menjaga keselamatan dan keamanan atas perairan kepulauan barat Indonesia, termasuk alur pelayaran kepulauan sebagai prioritas utama kami.

Untuk melaksanakan tugas secara efektif terutama pada wilayah tanggung jawab yang bersifat kompleks dan dinamis, kerja sama adalah kunci utama guna menjaga stabilitas keamanan regional maritim. Kami selalu berkomunikasi dan bekerja sama dengan stake holder dan juga negara tetangga.

Oleh karena itu, Koarmada I membentuk Tim Reaksi Cepat Koarmada I untuk mendukung upaya mengatasi pelanggaran di laut yang berdasarkan hukum nasional maupun hukum internasional yang terjadi di perairan barat Indonesia.

Tim Reaksi Cepat melaksanakan koordinasi dengan negara tetangga dalam menghadapi kasus yang sedang dihadapi dan hal ini sangat bermanfaat, hal tersebut sudah terbukti dapat menurunkan jumlah pelanggaran di perairan barat Indonesia khususnya di Selat Malaka dan Selat Singapura.(Disp/red)