Categories
Militer Nasional TNI

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto Terima Brevet Komando Baret Merah

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P menerima penyematan Brevet Komando dari pasukan elite TNI Angkatan Darat, Komando Pasukan Khusus atau Kopassus di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Senin (18/12/2017).

Penyematan dilakukan oleh Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Madsuni dalam suatu upacara militer yang dihadiri dan disaksikan langsung oleh para pimpinan angkatan, pejabat tinggi TNI dan Polri.

Panglima TNI dalam sambutannya mengucapkan terimakasih dan rasa bangganya atas pengangkatan dirinya menjadi warga kehormatan Kopassus.

“Saya merasa bangga dan terhormat menggunakan Baret Merah dan Brevet Kopassus yang merupakan simbol kebanggaan prajurit Kopassus, salah satu pasukan khusus TNI,” ujarnya.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. mengatakan bahwa sejatinya kebanggaan yang utuh adalah memelihara kemampuan, militan dan memiliki daya juang dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh negara.

“Saya mengharapkan para prajurit Kopassus selain memiliki kebanggaan Koprs Baret Merah dengan kualifikasi tinggi, yang paling penting adalah mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Itulah sejatinya kebanggaan yang utuh,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menginggatkan bahwa tantangan tugas ke depan tidak semakin ringan, dimana fenomena ancaman global semakin berubah, prajurit komando agar senantiasa meningkatkan etos kerja.

“Profesional dan modern bisa dicapai apabila didukung dengan kemampuan keterampilan prajurit, soliditas dan solidaritas antar satuan. Komitmen sekecil apapun yang disepakati merupakan kunci bagi keberhasilan tugas,” tuturnya.

“Untuk itu, selaku Panglima TNI, saya akan melengkapi peralatan yang diperlukan satuan Kopassus dalam mendukung tugas operasi, saya juga akan meningkatkan kemampuan prajurit Komando dihadapkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga mampu melaksanakan tugas-tugas yang diberikan negara dengan baik,” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan awak media tentang kesejahteraan prajurit, Panglima TNI menjelaskan bahwa kesejahteraan prajurit akan terus dievaluasi, utamanya terkait tunjangan khusus bagi prajurit yang bertugas di daerah perbatasan dan penyediaan rumah bagi seluruh prajurityang belum memiliki rumah pribadi.

“Kita akan cari formulasi untuk menyediakan perumahan bagi prajurit melalui Tabungan Wajib Perumahan (TWP), sehingga mereka merasa tenang dan nyaman meninggalkan keluarganya saat bertugas ke daerah yang jauh,” ujarnya.

Sementara itu menanggapi pertanyaan wartawan tentang proses penyelesaian kasus Helikopter AW 101, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa TNI pada dasarnya mendukung kebijakan dari pemerintah dalam memberantas korupsi.

“Terkait masalah Heli AW 101, saat ini sudah masuk ke tingkat penyelidikan, kita ikuti mekanisme sehingga sampai pada Pengadilan Militer di Otmil dan semua akan kita kawal sampai keputusan di pengadilan militer,” tutupnya.

Pewarta : Anton/Pusp.

Categories
Keamanan Megapolitan Militer Polhukam Polisi TNI

Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya Tinjau Aksi Bela Palestina 1712 di Monas

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Pangdam Jaya Mayjen TNI Jaswandi dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis meninjau langsung kegiatan Aksi Bela Palestina 1712 di Monas, Jakarta, Minggu (17/12/2017).

Pangdam Jaya saat meninjau unras (unjuk rasa) menggunakan pakaian muslim yang mana sesekali beliau menyapa para peserta aksi dengan penuh sahaja dan keakraban.

Aksi bela Palestina di Silang Monas berlangsung mulai pukul 09.53 WIB terdiri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pimpinan Prof. Dr. KH. Ma’aruf Amin dengan jumlah lebih kurang 7.000 orang. Aksi didahului dengan sholat shubuh berjamaah, dzikir dan doa bersama, dalam rangka Aksi Bela Palestina 1712.

Adapun tuntutan aksi adalah menyikapi pernyataan Presiden AS Donald Trump yg mengklaim Kota Yerusalem sbg Ibukota Israel dan akan memindahkan Kedubes AS dari Tel-Aviv ke Yerusalem.

Elemen yang tergabung dalam unras PBNU, PKS, Muhammadiyah, PP Syarikat Islam, PP Persatuan Tarbiyah Islamiyah, PB Zamiyatul Wasliyah, PB Mathlaul Anwar, GUPPI, PTDI, PP Dewan Masjid Indonesia, PP Al Ittihadiyah, PP DDII, PERSIS, PP AL Irsyad Al Islamiyah, ICMI, PP Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, PP Majelis Dakwa Islamiyah, PARMUSI, PP Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, PP Hidayatullah, PP Nahdlatul Wathan, PP BKPRMI, PP Rabitha Alawiyyin, Al Khaerat, IKADI, LDII, PP Wahdah Islamiyah, FPI, Satkar Utama, MIUMI, IKAPMI.

Tokoh yang hadir dalam aksi bela Palestina di Silang Monas antara lain Ustadz Slamet Ma’arif (Ketua Presidium 212), Habieb Muksin Alatas (Ketua FPI DKI Jakarta), Ustadz M. Zaitun Rasmin (MUI), KH. Jafar Shidik (Waketum FPI), Ustadz Irfan S. Awwas (Ketua Majelis Mujahidin) , M. Kholin Nafis (Komisi Dakwah MUI), Ustadz Rahmat (MUI sulsel), KH. Abdul Rasyid Abdullah Safeii, Ustadz Hasri Harahap (Sekjen Presidium 212), Lukman Hakim (Menteri Agama), Opick (Artis).

Sebelum sholat Zuhur giat aksi selesai dan massa saat ini berangsur-angsur mencair, sesuai dengan harapan Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya selama Aksi Bela Palestina 1712 berjalan tertib, situasi tetap kondusif dan aman.

Pewarta : Anton/ZS/Pen

Categories
Megapolitan Militer TNI

Kasdam Jaya Lepas Gerak Jalan Tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya TA 2017

Koranjurnal.co.id, Cikarang – Upacara penyerahan simbol dan pemberangkatan Peleton Beranting (Tonting) Yudha Wastu Pramuka Jaya TA 2017 dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika dan HUT Infanteri Tahun 2017 secara resmi diberangkatkan. Pelaksanaan pemberangkatan Tonting etape I ini di lapangan Plaza komplek perkantoran Pemda Kab Bekasi Desa Sukamahi Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (16/12/2017).

Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Kasdam Jaya/Jayakarta Brigjen TNI Herianto Syahputra dan sebagai Komandan Upacara (Danup) Letda Inf Indra Faturusi dari Yonif Mekanis 203/AK.

Dalam amanat Pangdam Jaya/Jayakarta pada upacara tersebut yang dibacakan Kasdam Jaya/Jayakarta Brigjen TNI Herianto menyampaikan, kegiatan gerak jalan Tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya, merupakan momen penting yang setiap tahun rutin dilaksanakan oleh prajurit TNI AD khususnya Kecabangan Infanteri.

Dimana kegiatan tersebut bertujuan untuk memupuk jiwa korsa dan rasa kebanggaan prajurit Infanteri sebagai pasukan terdepan dalam setiap pertempuran serta menanamkan nilai-nilai kejuangan, semangat pantang menyerah dan keteladanan Panglima Besar Jenderal Sudirman kepada prajurit muda TNI AD.

Kasdam Jaya juga menjelaskan dimana hakikat gerak jalan Tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya bukan sekedar memberikan kesan peristiwa yang seremonial atau kegiatan penciptaan kebanggaan dalam arti sempit saja.

“Kegiatan ini sebagai upaya untuk menggali nilai-nilai patriotisme guna membangun kekuatan dan semangat bagi prajurit Infanteri dalam melanjutkan tugas pengabdiannya kepada bangsa dan negara Indonesia,“ terangnya.

Selain itu Kasdam Jaya juga menekankan agar segenap prajurit dapat memaknai kegiatan ini secara sungguh-sungguh serta menempuh setiap etape dengan penuh semangat, karena sepanjang rute perjalanan akan dinilai dan dilihat oleh masyarakat.

“Prajurit harus selalu membangun kedekatan dan kebersamaan dengan rakyat melalui berbagai macam kegiatan sebagai perwujudan kemanunggalan TNI-Rakyat,” pungkasnya.

Pewarta : Anton/Pen

Categories
Nasional Olahraga TNI

KSAD Buka Kejurnas Judo Senior dan Rakernas PJSI Tahun 2017

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Mulyono membuka kejuaraan nasional (Kejurnas) Judo Senior di GOR Judo Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

Dalam sambutannya, KSAD menyampaikan bahwa Kejurnas Judo Senior 2017 terselenggara berkat dedikasi yang tinggi dari panitia pelaksana dengan tujuan sebagai ajang pemantauan bakat atlet menuju Asean Games 2018 di Jakarta, Sea Games 2019 di Filipina serta sebagai ajang pengumpulan poin menuju PON 2020 di Papua serta sebagai ajang pembinaan yang berkesinambungan.

Kejurnas Judo Senior adalah merupakan program kegiatan Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB-PJSl) tahun 2017. Pelaksanaan Kejurnas dimulai tanggal 16 sampai dengan 18 Desember 2017 dan diikuti oleh 345 orang peserta terdiri dari 200 orang atlet, 29 orang wasit, 40 orang official dan 76 orang panitia.

“Kejurnas Judo Senior 2017 yang digelar selama 3 hari di GOR Judo Kepala Gading Jakarta ini akan mempertandingkan 16 kelas perorangan putra-putri serta kategori sata putra-putri, dimana pertandingan akan dilaksanakan sesuai dengan peraturan IJF (International Judo Federation) terbaru,” kata KSAD.

Tujuan digelar Kejurnas Judo Senior agar pembinaan dapat terus berkesinambungan dan untuk meningkatkan teknik, fisik dan mental para Pejudo, sekaligus menyiapkan kader Pejudo Indonesia agar siap terjun pada event nasional maupun internasional.

“Bagi peserta kejuaraan ini adalah sebagai ajang tolok ukur pembinaan yang telah dilaksanakan di daerah selama ini. Untuk itu kepada para penjudo yang mengikuti Kejurnas Judo Senior tahun 2017 ini, gunakan dan manfaatkan event ini dengan sebaik-baiknya. Hadirkan diri kalian sebagai atlet-atlet unggulan yang siap mengukir prestasi pada event kejuaraan ini dan masa yang akan datang,” kata KSAD.

Selaku Ketua Umum PJSI, KSAD Jenderal TNI Mulyono menegaskan juga, agar para peserta pejudo dapat bertanding dengan  sportivitas yang tinggi.

“Bertandinglah secara sportif, ksatria dan hindari terjadinya kesalahpahaman yang dapat merusak nama baik dan citra organisasi dimana kalian diwadahi. Patuhi semua ketentuan dan aturan yang sudah disepakati sebelumnya. Biasakan tampil sebagai pejudo yang cerdas serta memiliki sportivitas yang tinggi yaitu penjudo yang berani menerima kemenangan sekaligus juga siap menerima kekalahan,” tegas KSAD.

Bersamaan dengan pelaksanaan Kejurnas Judo Senior 2017, juga digelar rapat kerja nasional (Rakernas) PJSl tahun 2017 yang akan berlangsung pada tanggal 16 dan 17 Desember 2017 di Hotel Sunlike Sunter.

Rakernas akan dihadiri 19 Pengprov PJSl dari 33 Pengprov PJSI yang ada di lndonesia, dengan jumlah 66 orang peserta terdiri dari 38 orang Pengprov, 10 orang pengurus PB PJSl dan 18 orang Panitia.

“Berkenan dengan Kejurnas Judo Senior dan Rakernas PJSI, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada pihak-pihak yang mendukung kegiatan ini serta kepada panitia pelaksana yang telah mempersiapkan kegiatan ini. Semoga kegiatan kejurnas dan rakernas PJSI 2017 dapat berjalan dengan lancar dan mampu melahirkan pejudo-pejudo yang handal,” jelas Jenderal TNI Mulyono.

Usai memberikan sambutan, KSAD menyalami para peserta Kejuaraan Judo Senior 2017 yang diikuti dari 18 provinsi di Indonesia.

Pewarta : Anton 

Categories
Keamanan Megapolitan TNI

Jelang Natal dan Tahun Baru 2018, Kapendam Jaya: Kodam Siap Bantu Polri dan Pemprov Amankan Situasi Ibukota

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Jelang Perayaan Natal Tahun 2017 dan malam pergantian tahun (Tahun Baru 2018), Kodam Jaya/Jayakarta, siap membantu Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya, dalam memberikan jaminan rasa aman, tentram dan ketertiban masyarakat Ibu Kota khususnya, serta masyarakat di wilayah yang termasuk dalam wilayah Kodam Jaya/Jayakarta.

“Pada prinsipnya, Kodam Jaya selalu siap membantu Pemerintah Daerah dan Polri, dalam hal ini Polda Metro Jaya, dalam mengamankan Ibu Kota, setiap saat, kapan pun. Termasuk jelang Natal 2017 dan malam tahun baru nanti,” ujar Kapendam Jaya Letkol Inf. Kristomei Sianturi di Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Lebih jauh mantan Dandim 0424/Tanggamus, Lampung ini menerangkan, Kodam Jaya/Jayakarta selalu memiliki pasukan yang stanby (siaga), siap membantu dan siap digerakkan kapanpun dibutuhkan untuk perbantuan.

“Yang namanya membantu itu, kita sudah harus lebih siap, lebih dahulu. Jadi kita siap membantu pemerintah daerah dan kepolisian kapan pun,” tandasnya.

Selain itu, lanjut mantan Danyonif Para Raider 305/Tengkorak, Kostrad ini, persiapan yang dilakukan oleh Kodam Jaya/Jayakarta, juga didukung dengan kerja dan pelaksanaan tugas pokok satuan-satuan wilayah seperti Korem, Kodim dan Koramil.

“Termasuk di dalamnya temu cepat, lapor cepat, cegah dini. Jadi, di tingkat Kodam kita lakukan kesiapan, sementara satuan di wilayah melakukan antisipasi. Tinggal disesuaikan dan menunggu permintaan, kita siap,” tegasnya.

Arbituren Akmil 1997 ini menambahkan, untuk masyarakat di Ibukota, jaga selalu kondusifitas, jangan mudah terpancing isu, hoax yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.

“Ini yang harus diwaspadai dan disadari bersama. Amati setiap ada pemberitaan, cermati benar atau tidak. Jaga selalu persatuan dalam kerangka Kebhinnekaan,” pungkasnya.

Pewarta : Anton/Pen.

Categories
Daerah Nasional TNI

Hari Juang Kartika ke-72, KSAD: Indonesia Macan Asia Bahkan Dunia, Bukanlah Mimpi

Koranjurnal.co.id, Pekanbaru – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono meyakini bahwa cita-cita menjadikan Indonesia sebagai “Macan” Asia bahkan Dunia, bukan sekedar mimpi melainkan bisa diwujudkan jadi nyata.

Hal ini disampaikan KSAD dalam amanatnya kala menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada upacara peringatan hari jadi TNI AD atau yang lebih dikenal dengan sebutan Hari Juang Kartika (HJK) ke-72 Tahun 2017, yang secara terpusat digelar di Stadion Kaharudin Nasution Rumbai, Pekanbaru, Provinsi Riau (15/12).

Dalam amanatnya, KSAD menghimbau agar momentum HJK kali ini digunakan oleh seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama menggali kembali nilai-nilai luhur budaya bangsa yang selama ini menjadi kekuatan bangsa Indonesia dalam menjaga kemerdekaannya. “Nilai-nilai luhur yang secara pribadi saya menyebutnya sebagai Imunitas Bangsa, yaitu suatu kekebalan yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia dalam mempertahankan keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yakni menghargai perbedaan, semangat untuk bersatu, pantang menyerah dan rela berkorban, patriotisme dan percaya diri, kebersamaan dan gotong royong,” ungkap KSAD.

Jenderal TNI Mulyono juga mengungkapkan bahwa secara internal, TNI AD terus berupaya meningkatkan kemampuan prajuritnya sehingga menjadi prajurit yang unggul dan profesional. Diantaranya melalui proses rekrutmen, pendidikan dan pelatihan serta penugasan yang baik. Saat ini, komitmen tersebut telah mengantarkan TNI pada peringkat ke-14 dunia dan peringkat pertama di Asia Tenggara dalam daftar kekuatan tempur dunia yang dikeluarkan oleh Global Fire Power (GFP) 2017. Hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan kekuatan pertahanan negara yang dilakukan oleh pemerintah telah mendorong TNI sebagai kekuatan yang diperhitungkan dunia.

“Hal ini sejalan dengan visi Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto untuk mewujudkan TNI yang profesional dan modern serta memiliki kemampuan proyeksi regional serta komitmen global. Dengan didukung komitmen yang kuat antara TNI, pemerintah, rakyat dan komponen Bangsa lainnya, maka cita-cita menjadikan Indonesia sebagai “Macan” Asia bahkan Dunia, yang disegani kawan dan ditakuti lawan, bukanlah mimpi belaka,” tegas KSAD.

Hari Juang Kartika merupakan peringatan peristiwa bersejarah perjuangan para pendahulu TNI Angkatan Darat bersama rakyat, melawan musuh yang ingin menjajah kembali Indonesia di kota Ambarawa pada tanggal 15 Desember 1945 (72 tahun silam). Momentum itulah yang kemudian diperingati Angkatan Darat setiap tahunnya sebagai cikal bakal dari lahirnya TNI Angkatan Darat.

Upacara HJK 2017 terpusat di Pekanbaru diikuti oleh jajaran TNI AD, Forkopimda Provinsi Riau dan masyarakat umum serta dihadiri Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman. Adapun tema yang diangkat tahun ini yaitu “Manunggal Dengan Rakyat, TNI AD Kuat”. Tema tersebut mengandung simbol kemanunggalan TNI dan rakyat Indonesia yang semakin tidak terpisahkan pada peristiwa Palagan Ambarawa.

Dari tema tersebut, diharapkan hubungan antara TNI AD dan rakyat bukanlah sebatas hubungan profesionalitas belaka namun lebih dari itu. TNI AD yang dilahirkan dari rakyat akan senantiasa membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat, dan sebaliknya, rakyat adalah pendukung dan penguat perjuangan TNI AD dalam setiap tugas yang diemban.

Tahun ini, peringatan HJK secara nasional dipusatkan di Korem 031/Wira Bima, Kodam I/Bukit Barisan dengan melibatkan masyarakat umum untuk berpartisipasi mengikuti upacara. Usai upacara, TNI AD juga menggelar rangkaian kegiatan seperti pertunjukan drama kolosal oleh gabungan para pelajar Riau dan prajurit TNI AD yang menceritakan perjuangan Pahlawan Tuanku Tambusai dalam perjuangannya melawan belanda di Rukan Hulu, Riau pada abad ke 19.

Selain itu, beberapa atraksi seperti aksi terjun bebas (Free Fall) 72 prajurit peterjun yang berasal dari Kopassus dan Kostrad serta demonstrasi beladiri Yong Modoo yang diperagakan para prajurit TNI AD dari berbagai satuan, juga turut menyemarakkan acara peringatan HJK 2017. Setelah atraksi, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial seperti donor darah, khitanan massal, operasi katarak, pengobatan massal dan pemberian santunan kepada warakawuri (istri dari prajurit yang telah meninggal dunia), para veteran dan pejuang, kemudian ditutup dengan acara syukuran dan hiburan rakyat.

Selain terpusat, peringatan HJK 2017 juga diselenggarakan secara tersebar dan serentak di seluruh wilayah Indonesia. Disamping kegiatan upacara, masing-masing satuan TNI AD di wilayah melaksanakan kegiatan syukuran, ziarah, doa bersama, karya bakti dan lomba lari 10 kilometer yang dilaksanakan secara serentak dengan melibatkan 67.328 orang dari berbagai kalangan.

Kegiatan bakti sosial juga demikian, dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia dengan total pembagian Sembako sejumlah 27.152 paket, santunan kepada 2.976 orang Veteran dan Warakawuri, donor darah sejumlah 20.460 orang, khitanan massal sejumlah 2.486 orang, operasi bibir sumbing sejumlah 247 orang, operasi katarak sejumlah 2.668 orang dan pengobatan massal sejumlah 19.262 orang.

Pewarta : Anton/Disp.

Categories
Daerah Militer Polisi Ragam TNI

Drama Kolosal dan Yong Moodo Meriahkan Hari Juang Kartika di Korem 142 Mamuju 

Koranjurnal.co.id, Mamuju – Tepat 72 tahun yang lalu, para pendahulu kita telah menorehkan catatan yang sangat penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia yaitu peristiwa yang dikenal sebagai palagan ambarawa meski dengan senjata dan perlengkapan yang sangat sederhana, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) merupakan cikal bakal TNI bersama rakyat memenangkan pertempuran secara gemilang.

Palagan ambarawa adalah simbol kemanunggalan TNI AD dan rakyat Indonesia. Hubungan antara TNI AD dan rakyat bukanlah sebatas hubungan profesionalitas belaka, namun lebih dari itu TNI AD memiliki hubungan biologis dengan rakyat Indonesia karena di lahirkan dari rakyat sehingga membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

Dalam rangka mengenang kembali nilai nilai Kejuangan Palagan Ambarawa, bertempat di Makorem 142/Tatag Kel. Rangas, Kec. Simbol, Kab. Mamuju di gelar upacara Hari Juang Kartika 2017, dengan inspektur upacara Danrem 142/Tatag Kolonel Inf. Taufiq Shobri. Tema Hari Juang kali ini (2017) adalah “Manunggal Dengan Rakyat, TNI AD Kuat”.

Nampak hadir dalam kegiatan itu, Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Hj. Ny. Enny Anggraeni, Kapolda Sulbar Brigjen Pol. Drs. Baharuddin Jaffar, Bupati Mamuju H. Wahid Habsi, Danlanal Mamuju, mewakili Bupati Mateng, Kepala SKPD, Veteran, FKPPI.

Dalam sambutan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono yang dibacakan oleh Inspektur Upacara menyampaikan bahwa upacara dilaksanakan secara terpusat maupun tersebar secara sederhana. Disamping itu berbagai kegiatan dilaksanakan dalam menyambut Hari Juang Kartika 2017 seperti acara syukuran, ziarah, lomba lari 10 K, bhakti sosial, karya bhakti.

“Prestasi yang di raih TNI AD ditingkat Internasional baik dalam penugasan maupun dalam pertandingan militer serta keberhasilan dalam penanggulangan teroris maupun kelompok kriminal separatis bersenjata. Wujud keberhasilan pembangunan kekuatan pertahanan Negara,” tegas KSAD.

Selaras dengan Visi Nawacita Presiden Joko Widodo, bahwa TNI AD berkomitmen untuk membantu tugas tugas pemerintah serta meringankan kesulitan rakyat yang dilaksanakan melalui Operasi Militer Selain perang (OMSP).

Danrem dalam kesempatan tersebut juga Menyampaikan ucapan terimakasih pada semua pihak yang telah berkenaan hadir dalam upacara Hari Juang Kartika 2017 yang di gelar di Makorem, dalam membangun sinergitas semua komponen masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Barat mengucapkan terimakasih karena selama ini keberadaan Korem 142 mampu membantu pemprov dalam meningkatkan infrastruktur dan percepatan pembangunan terutama pertanian, sehingga sinergitas tetap dipertahankan.

“Selamat Hari Juang Kartika, Sinergitas Antara Korem 142 dengan jajaran Polda selama ini sudah berjalan sangat baik terutama dalam pelaksanaan tugas-tugas di lapangan,” ucap Kapolda dalam sambutannya.

Usai upacara HJK, kegiatan di meriahkan dengan aksi drama kolosal dengan mengambil judul kisah perjuangan I Callo amana I wewwang di tanah mandar dari siswa SLTA Polman serta aksi Demonstrasi Beladiri Yong Moodo Prajurit Yonif 721/Mks.

Tamu undangan Wagub dan Kapolda didampingi Danrem juga berkesempatan meninjau pelaksanaan Bhakti sosial (sunatan massal, pengobatan serta donor darah) yang di ikuti ratusan warga, Pemotongan tumpeng, pemberian bingkisan pada para veteran serta penyerahan Kunci bedah rumah pada bapak Andi Baso Maksum.

Pewarta : Anton/Pen

Categories
Megapolitan Militer Ragam TNI

Lantamal III Gelar Upacara Bendera Peringati Hari Nusantara

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) III Jakarta melaksanakan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Nusantara 2017 di Mako Lantamal III, Gunung Sahari,  Jakarta, Rabu (13/12/2017).

Aspers Danlantamal III Letkol Laut (S) Binsar M. Sirait, SE, M.Si bertindak sebagai Inspektur Upacara membacakan sambutan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan Selaku Ketua Pengarah pada puncak peringatan Hari Nusantara 2017 di Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat dengan tema “Gotong Royong Dalam Kebhinekaan di Nusantara Guna Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia”.

Peringatan Hari Nusantara yang dilaksanakan setiap tanggal 13 Desember  untuk memperingati Deklarasi Djoeanda yang dicetuskan pada tanggal 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Djoeanda Kartawijaya sebagai tonggak penyatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan diantara pulau yang satu dengan yang  tidak lagi terdapat laut internasional,  sehingga laut bukan pemisah tetapi pemersatu bangsa.

Upacara Peringatan Hari Nusantara dengan Komandan Upacara Mayor Laut (KH) Kasman Yori, SH, MM diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih, dilanjutkan dengan Mengheningkan Cipta, Pembacaan Teks Pancasila, Pembacaan Pembukaan UUD 1945 dan Pembacaan Deklarasi Juanda serta diakhiri dengan Pembacaan Doa.

Hadir pada upacara tersebut para Kadis/Kasatker dan Pamen Lantamal III  dengan peserta upacara terdiri dari  Satsik, Pleton Pama, Pomal, Yonmarhanlan,  gabungan Bintara dan Tamtama serta Aparatur Sipil Negara (ASN) Lantamal III Jakarta.

Pewarta : Anton/Disp.

Categories
Militer Nasional Polhukam TNI

Panglima TNI Buka Rapat Paripurna TMMD Ke-38 Tahun 2017

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto membuka Rapat Paripurna Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-38 tahun 2017 yang digelar di Balai Sudirman, Jalan Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (12/12/2017).

Panglima TNI dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksamana Madya TNI Dr. Didit Herdiawan Ashaf, M.P.A., M.B.A. menyampaikan bahwa rapat paripurna TMMD bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan sebelumnya.

TMMD dilaksanakan sejak 1980. Dulu dikenal dengan ABRI Masuk Desa atau AMD.

“Pendampingan desa telah dilaksanakan sejak tahun 1980 dan dilaksanakan di seluruh wilayah untuk percepatan pembangunan nasional di daerah terpencil, terbelakang dan daerah perbatasan serta termasuk di dalamnya yang terkena musibah bencana,” kata Panglima TNI.

“TMMD bukan hanya program TNI semata melainkan merupakan program lintas sektoral antara TNI dan Kementerian yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama sama dengan rakyat,” jelas Panglima TNI.

Penyelenggaraan TMMD dilakukan melalui proses perencanaan yang matang yang mengutamakan aspirasi dari bawah sehingga dapat mewakili kepentingan masyarakat di daerah, dimana sasaran secara komprehensif dan terintegrasi direncanakan.

“Sehingga perencanaannya nanti bisa lebih matang di tahun-tahun mendatang. Dan setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat diketahui sejauh mana keberhasilan yang telah dilaksanakan,” kata Panglima TNI.

“TMMD yang dilaksanakan ini juga merupakan perwujudan dari program nawacita bapak Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia dari pinggiran,” tambahnya.

“Dengan ini pelaksanaan rapat paripurna TMMD Tahun 2017, secara resmi dibuka,” kata Didik menyampaikan.

Rapat paripurna dengan mengusung tema “Manunggal Bersama Membangun Desa” dihadiri KSAD (Kepala Staf TNI Angkatan Darat) beserta jajaran Pimpinan dan Pejabat Tinggi TNI diantaranya Kodam, Korem, Kodim, dan jajaran pejabat Kementerian serta Kepala Daerah Kabupaten/Kota dari seluruh Indonesia.

Setelah dibuka rapat paripurna, KSAD Jenderal TNI Mulyono selaku penanggung jawab operasional TMMD dalam laporannya menyampaikan, terima kasih kepada Kementerian RI atas sinergitas yang tercipta selama pelaksanaan TMMD Tahun Anggaran 2017.

“TNI berterima kasih kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia atas sinergitas yang tercipta selama pelaksanaan TMMD Tahun Anggaran 2017, serta kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia yang akan bersinergi dalam pelaksanaan teknik Tahun Anggaran 2018,” ucapnya.

Selain ucapan terima kasih kepada kementerian, KSAD juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota yang telah mendukung pelaksanaan program TMMD 2017, khususnya dengan anggaran terbesar seperti Pemerintah Kabupaten Purwakarta yakni dengan anggaran sebesar 11 Milliar lebih, dan Pemerintah Kabupaten Mahakam Hulu dengan anggaran sebesar 4 Milliar lebih, serta Pemerintah Kota Medan pada TMMD ke-99 dengan anggaran sebesar 2 Milliar lebih.

Lebih lanjut, KSAD mengatakan, mulai tahun 2017, pelaksanaan TMMD yang selama ini dilakukan dua kali dalam setahun akan dilakukan tiga kali dalam setahun. “Dengan demikian memberikan kesempatan yang luas bagi kita untuk senantiasa memanunggal dengan rakyat, serta pemerintah daerah pun dapat dengan leluasa menentukan sasaran. Apalagi TMMD yang selama ini juga dilakukan selama 21 hari akan ditambah menjadi 30 hari sehingga penyelesaian sasaran dapat lebih leluasa lagi dalam menyelesaikannya,”  ungkapnya.

KSAD Jenderal TNI Mulyono juga menyampaikan laporan hasil dan capaian yang dilakukan selama TMMD berlangsung.

“Beberapa pekerjaan secara fisik dalam TMMD adalah rehab jalan sepanjang 455.137 meter. Saluran air, parit 62.684 meter. Rehab dan pembangunan rumah 706 unit. Gorong-gorong sebanyak 147. 239. Pembuatan 165 jembatan, dan penanaman kembali 12.167 pohon,” jelasnya.

Pewarta : Anton 

Categories
Militer Nasional Polhukam TNI

Pamitan di Kopassus, Panglima TNI Tepis Isu Rumor Siaga 1 dan 3 

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo selesai melaksanakan pengarahan kepada prajurit Kopassus di Gedung Balai Komando Kamis (07/12/2017), dihadapan awak media, dalam pelaksanaan doorstop, Panglima menepis isu rumor Siaga 3 untuk Polri dan Siaga 1 bagi Kopassus.

Dengan tenang, sang Jenderal menjawab bahwa isu rumor itu sengaja digulirkan sehingga TNI harus waspada karena TNI akan dibuat seperti tahun 1965, diadu-adu, atau hanya orang-orang yang menumbuhkan isu-isu, meragukan integritas TNI, dan yakinlah bahwa TNI tidak pernah melakukan kegiatan-kegiatan amoral, TNI telah mengenal sumpah prajurit, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, taat kepada atasan.

“Atasan TNI siapa sih? Presiden kan. Terus ngapain. Apakah keputusan Presiden salah? Tidak!!! Benar. Saya bangga diganti pak Hadi (KSAU), kenapa? GR-nya kan yang ganti anak buah saya. KSAD, KSAL, KSAU. Jangan ragukan kesetiaan TNI, jangan ragukan kesetiaan TNI, justru yang melakukan itu adalah orang-orang yang fobia terhadap TNI”.

Saat berpamitan di Gedung Balai Komando, Panglima TNI juga mengatakan bahwa sebagai manusia biasa, ia melakukan kunjungan ke Kostrad dan Kopassus untuk mohon pamit sebagai Panglima TNI.

“Izinkan saya menyimpan semua kebanggaan dan kehormatan di setiap detak jantung dan sanubari saya,” tegas Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI tampak terharu saat berpamitan dengan ribuan prajurit Kopassus. Hal tersebut nampak dari mata Gatot yang berkaca-kaca, bahkan di awal membuka pengarahan bibirnya terasa bergetar.

“Sebagai manusia saya minta maaf dan khilaf semua itu yakinlah karena rasa cinta,” kata Gatot.

Dia juga mengungkapkan rasa bangga karena telah diberi kesempatan untuk memimpin prajurit Kopassus. “Saya tidak pernah menemukan keraguan kebimbangan dari prajurit komando. Bahkan, ketika resikonya nyawa kalian tetap tegak berdiri sebagai prajurit menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya dan sebagai penjuru tarikan nafasmu,” kata Sang Jenderal Berjiwa Komando ini.

Beliau juga selalu mengingatkan agar TNI tetap menjaga Netralitasnya dalam menghadapi tahun politik 2018 dan 2019.

Pewarta : Anton/Pen.