Categories
Nasional Polhukam

13 Dubes Negara Uni Eropa Lakukan Pertemuan dengan DPP PKS

Koranjurnal.co.id, Jakarta – 13 Duta Besar dan Diplomat Negara Uni Eropa menggelar pertemuan kehormatan (Ambassador Meeting) dengan Petinggi serta Pengurus DPP PKS di kantor DPP PKS, kawasan Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (26/06/2018).

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman berharap pertemuan PKS-Uni Eropa bisa mempererat hubungan antara rakyat Indonesia dengan Uni Eropa. Sohibul menjelaskan, PKS sebagai bagian dari bangsa Indonesia, siap bekerja sama dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri.

Tentunya, papar Sohibul, kerjasama ini didasari dengan sikap saling menghormati, saling menghargai, dan bersikap konstruktif.

“Kami yakin, masa depan dunia akan lebih baik dan sejahtera jika kita memiliki komitmen untuk saling bekerjasama satu dengan yang lain,” papar pria yang pernah duduk sebagai wakil ketua DPR RI ini.

Kepada para delegasi, Sohibul Iman menjelaskan jika PKS memiliki pandangan yang out ward looking, terbuka dan akomodatif dengan investasi asing dalam kebijakan ekonomi.

Bagi PKS, kerjasama internasional dalam bidang ekonomi adalah sebuah keniscayaan. Yang terpenting, sambung Sohibul, dalam kerja sama tersebut harus saling menguntungkan, taat asas dan berkeadilan.

Sementara dalam kebijakan luar negeri, PKS mengikuti apa yang sudah menjadi doktrin para pendiri bangsa Indonesia yakni politik bebas dan aktif, yang melindungi hak-hak asasi kemanusiaan dan terciptanya rasa keadilan.

“Dalam hal ini, kami akan terus menyuarakan agar para pemimpin dunia konsisten dalam melindungi hak-hak kemanusiaan bangsa-bangsa yang terzalimi hingga saat ini, seperti apa yang dialami oleh saudara-saudara kita di Palestina,” ujar mantan rektor Universitas Paramadina ini.

Hadir dalam pertemuan kehormatan ini Dubes Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend, Dubes Denmark Rasmus Abildgaard Kristensen, Dubes Jerman Michael von Ungern-Sternberg, Dubes Spanyol Jose Maria Matres Manso, Dubes Austria Helene Steinhausl, Dubes Polandia Beata Stoczynska, Dubes Romania Valeria Epure, Dubes Slovakia Michal Slivovic, Duta Besar Swedia Johanna Brismar Skoog, Charge d’Affaires Kedubes Perancis Charles-Henri Brosseau, Firts Secretary Kedubes Inggris Theresa O’Mahony dan Frist Secretary Kedubes Finlandia Tapani Kivela.(ton/hum)

Categories
Ekonomi Hukum Nasional

Mentan ‘Blacklist’ 5 Importir Nakal Bawang Bombai Mini

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Komitmen Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman untuk menindak tegas dan memblacklist Importir Nakal terus dilakukan. Kali ini, Mentan Andi Amran Sulaiman menindak tegas 5 dari 10 Perusahaan Importir yang diduga kuat melanggar ketentuan karakteristik komoditas sesuai  Permendag 16 tahun 2018 dan Permentan 38 tahun 2017.

Adapun 5 perusahaan Importir yang sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh pihak berwajib dan sudah diaudit oleh Kementerian Pertanian, diantaranya, PT TAU, PT SMA, PT KAS, PT FMP, dan PT JS. Lima (5) Perusahaan Importir tersebut diduga melanggar ketentuan izin masuk komoditas pangan, yakni diduga kuat memasukkan komoditas bawang bombai mini di Indonesia tanpa mengindahkan aturan yang berlaku.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa sejak tahun 2016 tidak lagi mengeluarkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) bawang merah (shallot).

“Sesuai Kepmentan 105/2017 yang telah menutup impor bawang bombai berukuran diameter kurang dari lima centimeter (biasa disebut bawang bombai mini), karena secara morfologis bentuknya menyerupai bawang merah lokal sehingga berpotensi mengelabui konsumen dan merugikan petani Iokal,” tegas Mentan Amran seusai acara apel bersama seluruh jajaran PNS, pejabat dan pimpinan Kementerian Pertanian RI, yang digelar di lapangan kantor Kementan, Jalan Ragunan, Jakarta Selatan, Jum’at (22/06/2018).

Kementerian Pertanian mensinyalir bawang bombai mini tersebut masuk melalui pintu pelabuhan Tanjung Perak dan Belawan.

“Jika terbukti melanggar, kami tegas mem-blacklist importir nakal tersebut,” ancam Amran.

Langkah tegas orang nomor satu di Kementerian Pertanian ini setidaknya membuat jera pelaku (perusahaan importir) yang melanggar aturan. Keputusannya memasukkan perusahaan Importir nakal kedalam daftar black list hingga memproses secara hukum para Importir nakal ke pihak berwenang tersebut, menjadi salah satu upaya strategis Kementan yang bertujuan membersihkan perdagangan komoditas pertanian illegal yang dilakukan oleh kartel-kartel atau mafia pangan yang dapat merugikan petani Indonesia.

Sebelumnya Mentan juga telah memblacklist 5 importir bawang putih yang melanggar aturan. Sedangkan satgas pangan menindak ratusan kasus bahan pokok dan non bahan pokok dengan tersangka 49 orang.

Terkait pelanggaran yang dilakukan oleh 5 Perusahaan Importir tersebut, Kementerian Pertanian telah melakukan koordinasi intensif dengan Satgas Pangan dan instansi berwenang lainnya untuk mengusut tuntas kasus ini termasuk terhadap lembaga pengawas dan sertifikasi yang terlibat.

Menurut catatan Kementerian Pertanian, importir yang diduga melanggar ketentuan tersebut, hingga Juni 2018 memegang Surat Persetujuan Impor (SPI) sebanyak 73 ribu ton.

Sementara itu, Amran juga menghimbau kepada para pedagang agar tidak ikut memperjualbelikan bawang bombai mini. Ia juga meminta konsumen lebih teliti membeli bawang merah dengan iming-iming harga murah.

“Jika menemukan bawang bombay merah berukuran kecil, segera laporkan kepada satgas pangan atau instansi berwajib untuk ditindaklanjuti,” lugasnya.(red)

Categories
Nasional Polhukam

ACTA Ajak Masyarakat yang Serukan Pergantian Presiden Ikut Dukung Pengajuan Uji Materiil Presidential Treshold ke MK

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) mengajak masyarakat yang menginginkan pergantian presiden pada Pilpres 2019 untuk ikut mendukung pengajuan kembali uji materiil tentang Presidential Treshold ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Uji materiil Presidential Treshold tersebut kembali diajukan oleh ACTA, dengan harapan ketentuan Pasal 222 tentang mengatur ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold dapat dihilangkan.

“Saya selaku Ketua Dewan Pembina ACTA dan selaku pribadi warga negara Indonesia akan segera kembali mendaftarkan uji materiil ketentuan Presidential Treshold ke Mahkamah Konstitusi (MK),” kata Ketua ACTA Habiburokhman dalam konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/06/2018).

“Kami menyerukan masyarakat yang menginginkan pergantian Presiden pada Pemilu tahun 2019 agar bisa bergabung dan mendukung permohonan ini. Yang kita lakukan adalah hak politik yang sah dan dilindungi Konstitusi,” cetarnya.

Ketua ACTA Habiburokhman menilai pasal 222 tersebut bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak sesuai dengan aspirasi masyarakat.

“Kami beranggapan ketentuan Presidential Treshold pada pasal 222 Undang-Undang Pemilu tersebut bertentangan dengan pasal 6 UUD 1945 yang mengatur tentang syarat menjadi calon presiden dan pasal 6A ayat (5) yang mengatur tata cara Pemilihan Presiden,” ujarnya.

Diketahui dalam ketentuan Presidential Treshold, bahwa partai politik atau gabungan parpol harus memiliki 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional pada Pemilu 2014 lalu untuk bisa mengusung pasangan capres dan cawapres.

Menurut Habiburokhman, Pasal 6 UUD 1945 sama sekali tidak mensyaratkan adanya dukungan 20 persen suara politik di parlemen atau 25 persen suara sah nasional, namun pasal 222 yang secara teknis seharusnya hanya mengatur tata cara pencalonan justru membuat syarat tambahan yang menyimpang tersebut.

“Permohonan uji materiil Presidential Treshold ini memang pernah ditolak oleh MK, namun kami yakin ada situasi konstitusional baru yang perlu menjadi pertimbangan MK yang membuat perkara ini layak diperiksa kembali dan tidak nebis in idem,” tandasnya.(ton)

Categories
Militer Nasional TNI

Presiden Jokowi Lantik Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji sebagai Kepala Staf Angkatan Laut

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Presiden RI Ir. H. Joko Widodo melantik Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M, sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/05/2018).

Pelantikan Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M, berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 43/TNI/Tahun 2018 tanggal 22 Mei 2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan Kasal.

Sesuai dengan SK Presiden itu, maka jabatan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) resmi dijabat oleh Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., dan menggantikan pejabat sebelumnya yakni Laksamana TNI Ade Supandi S.E.M.A.P, yang akan memasuki masa purna tugas pada tanggal 1 Juni 2018.

Pejabat baru Kasal Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji S.E., M.M., adalah Perwira kelahiran Kota Cimahi, 14 Mei 1962 yang merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-30 tahun 1985. Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji menyelesaikan pendidikan militernya di Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan XXX Tahun 1985.

Berbagai jabatan strategis pernah diembannya, yakni Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Komando Armada RI Wilayah Timur tahun 2011, Wakil Asisten Perencanaan Kepala Staf Angkatan Laut (Waasrena Kasal) tahun 2012. Pada tahun 2013 Siwi Sukma Adji pernah menjabat sebagai Kasarmatim, Kemudian menjabat sebagai Panglima Armada RI Wilayah Barat (Pangarmabar) pada tahun 2016, Lebih lanjut masih pada tahun 2016 Siwi Sukma Adji menjabat sebagai Asrenum Panglima TNI dan terakhir sebelum menjabat sebagai orang nomor satu di TNI AL, Laksdya TNI Siwi Sukma Adji menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI sejak 2017.

Berbagai pendidikan militer telah ditempuhnya selain di AAL, di antaranya meliputi Sus Paja (1985), Tar P-4 PP. 45 Jam (1986), Dik Cawak Van Spyck (1987), Ops School (1987), Diklapa-I/SBA Angkatan ke-5 (1992), Diklapa-II/Koum Angkatan-9 (1996), Seskoal Angkatan-36 (1999), Sesko TNI Angkatan-35 (2008), dan Lemhannas RI (PPSA) Angkatan-19 (2013). Pendidikan umum yang pernah ditempuh diantaranya SD (1974), SMP (1977), SMA (1981), S1 Ekonomi (2013), S2 Manajemen SDM (2016).

Atas jasa-jasanya kepada bangsa dan negara, berbagai tanda jasa bintang dan satya lencana diperoleh antara lain: Bintang Yudha Dharma Pratama ,Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Jalasena Pratama, Bintang Jalasena Nararya, Satya Lencana VIII, Satya Lencana Kesetiaan XVI, Satya Lencana Kesetiaan XXIV, Satya Lencana Kesetiaan XXXII, Satya Lencana Dwidya Sistha, Satya Lencana Kebaktian Sosial, Satya Lencana Wira Karya, Satya Lencana Wira Dharma (perbatasan), Satya Lencana Wira Nusa, Satya Lencana Komandan KRI, Satya Lencana Dharma Nusa dan Satya Lencana Dharma Samudera.

Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari didampingi istri Dra. Manik Pujianti dan telah dikaruniai dua orang putra yakni Lettu Laut (P) Yana Allen Kusuma, S.T.Han, yang mengikuti jejak sang Ayah sebagai Perwira TNI AL, dan Tubagus Mahendra yang masih berstatus sebagai mahasiswa.

Dari informasi yang diterima redaksi, seusai melakukan prosesi pelantikan, Presiden RI Joko Widodo menaikkan pangkat satu tingkat menjadi Laksamana TNI Siwi Sukma Adji S.E.M.M.(red/Disp)

Categories
Ekonomi Nasional

Mentan, Andi Amran Sulaiman: Ekspor Pertanian 2017 Naik Hingga 25 Persen, Ini Optimis Kita Membangun Negeri

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Optimis, bukan hanya sebatas kata, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman sudah membuktikan, Optimisme yang dibarengi dengan “Kerja Keras dan Kerja Cerdas”, diatas ke Ikhlasan, pasti membuahkan hasil. Kutipan kata tersebut disampaikan Mentan saat membuka acara “Musrenbangtan” tahun 2018 di Auditorium Kantor Pusat Kementerian Pertanian Ragunan, Jakarta, Senin (21/05/2018).

Musrenbangtan yang diikuti ribuan peserta berasal dari seluruh dinas pertanian tingkat Propinsi, Kabupaten dan Kota, juga turut dihadiri Gubernur Gorontalo, Habibie.

“Kami, diawal tugas, sebagai Menteri, mendapat tanggung jawab, dari bapak Presiden (Joko Widodo), menyelesaikan Rehabilitasi Irigasi seluas 3 Juta Hektar dalam 3 tahun, namun alhamdulillah, dengan kerja keras kita semua, dalam tempo 2 tahun bisa selesai,” ujar Mentan Andi Amran Sulaiman.

Kita bisa melihat, lanjut Mentan, saat ini minat generasi muda di perdesaan mulai meningkat pada sektor pertanian. Teknologi Mekanisasi, membuat gairah tersendiri, jaminan harga produksi petani membuat sektor pertanian saat ini diminati, kenapa tidak!, bisa dibuktikan. Selama ini kita impor bawang merah, sekarang sudah ekspor 20.000 ton. Jagung selama ini kita impor hingga 10 Triliun. Saat ini Pertanian, kita sudah ekspor hingga 300.000 ton, dari 500.000 ton target nasional, sekali lagi harus optimis, barusan saya dapat informasi terbaru, dari Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, yang turut hadir bersama kita di Musrenbang Pertanian 2018, bahwa Volume Ekspor Jagung Gorontalo, sudah mencapai, 107 Ribu ton, melebihi dari target 57.000 ton, makanya kita optimis, tadinya target kita hanya 300.000 ton, namun melihat peningkatan produksi di seluruh sentra jagung, mungkin bisa hingga 1 juta ton,” ujar Mentan.

Selain itu, Mentan juga mengungkapkan bahwa, saat ini terobosan di sektor pertanian, menunjukkan arah ysng positif, bawang putih, impornya mulai turun, kita kembangkan bawang putih, berdasarkan keunggulan komparatif lokasi dan klimatologi di Banyuwangi.

“Contohnya, kita sudah panen bawang putih yang aroma dan rasanya 5 kali lebih baik dari negeri asal bawang putih yang kita kembangkan, bahkan mereka berminat impor dari kita, luar biasa kan, makanya media harus tulis, jangan kalau harga naik beritanya besar dan durasinya berulang-berulang, Banyuwangi 2 tahun lalu, angka kemiskinan mencapai 39 persen, sekarang?  turun hingga 8,6 persen, sektor pertanian mengambil andil yang besar, dari perubahan kondisi itu, bersama sektor lain tentunya. Optimis harus optimis, pemerintahan Jokowi-JK sudah sangat baik,” tandasnya.

Hal lain juga disampaikan Mentan tentang upaya pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat di pedesaan.

“Baru-baru ini, atas perintah bapak Presiden, kita luncurkan Program Bekerja, “Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera” di 1000 Desa,  100 Kabupaten, kita membagikan, Ternak  Ayam Kampung, dengan Kandang dan Pakannya selama 6 bulan hingga bertelur, masyarakat penerima program ini, adalah yang prah sejahtera dengan tingkat pendapatan 1 hingga 1,3  juta/bulannya, dengan program “Bekerja” dalam 6 bulan, bisa meningkatkan pendapatan hingga 2,5 juta/ bulannya, bukan hanya ternak ayam, kita juga bantu ternak kambing, domba dan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari), untuk kebutuhan dapur masyarakat.

Mentanmenambahkan, bahwa saat ini, Kementerian Pertanian, memasyarakatkan, pembangunan kawasan, dengan model cluster, memanfaatkan pekarangan yang di integrasikan, mulai dari luasan 1000 hektar, bersama cluster yang kita bangun, dalam 1 Kecamatan, atau bisa gabungan 2 dan 3 Kecamatan, dibangun juga Industri Pengolahannya.

“Misalnya Mangga, ketika tanaman mangga ini dibagikan, turut juga industri pengolahanya dibangun, dan ini pasti berhasil dan merubah pola masyarakat, yang tadinya hanya menghasilkan buah, menjadi pengusaha industri, ini dapat diyakini akan tidak ada lagi masyarakat, miskin atau kurang mampu,” pungkas Mentan.(ton/hum)

Categories
Ekonomi Nasional

Mentan Andi Amran Sulaiman: Tindak Distributor “Nakal”

Koranjurnal.co.id, Jakarta – “Tindak bila ada distributor nakal” yang menaikkan harga saat Ramadhan hingga Lebaran 1439 H mendatang, karena tidak ada alasan untuk menaikkan harga.

Hal itu disampaikan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman kepada media saat melakukan kunjungan ke Pusat Toko Tani Indonesia (TTI), di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jum’at (18/05/2018).

Dalam kunjungan tersebut, Mentan didampingi Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi dan Staf khusus Mentan, Sam Herodian, melakukan pengecekan harga komoditas yang dibutuhkan masyarakat saat Ramadhan.

“Jangan susahkan ummat yang sedang menjalankan ibadah, bila ada yang nakal, laporkan pada kami, tetapi harus faktual,  lengkap, nama perusahaannya atau nama pedagang bila itu di tingkat pedagang,” kata Mentan.

Saat di lokasi, Mentan  mengecek harga, seperti Daging Sapi, yang dijual Rp. 75.000 per kg, Daging Ayam, Rp. 32.000 per kg, Telur, Rp. 22.000 per kg,  Bawang Merah, Rp. 15.000 per kg dan Gula, Rp. 12.000 per kg. “Harga ini tidak boleh naik,” tegas Mentan lagi.

Mentan juga memastikan bahwa harga tersebut berlaku sama dan merata.

“Harus sama, karena Toko Tani Indonesia, ada di 3000 titik, dan bekerja sama dengan 7000 BUMN dan BUMD, bahkan kita akan tingkatkan lagi hingga menjangkau seluruh masyarakat,” jelasnya.

“Saat ini, pemerintah bekerja fokus dengan membangun sistem cluster yang berdasar klimatologi, wilayah, tidak lagi sporadis dan parsial seperti waktu yang lalu, semua harus fokus, bukan hanya komoditas, sumber daya manusianya juga kita ajak fokus, rekan media juga harus fokus, tidak hanya mencari kekurangan pemerintah. Kementan sebagai Regulator dan Fasilitator, untuk kebutuhan petani, kita, memetakan semua potensi dan mengarahkan untuk mendapatkan keunggulan komparatif dari satu komoditas agar petani mendapat add value (nilai tambah) dari hasil usahanya,” .

Mentan mengungkapkan, seperti bawang merah, yang sudah kita ekspor, jagung, juga beras, jadi semua harus fokus, seperti bawang putih, bekerja sama dengan BUMN, kita kembangkan di Sembalun, Nusa Tenggara Barat, dan di Banyuwangi yang baru-baru ini sudah panen.

“Sekarang ini, kita mulai memasuki era digital, jaringan dibangun hingga Gapoktan dan Poktan yang dikoordinir penyuluh dan dinas-dinas di propinsi hingga kabupaten dan kota, jadi bila ada info kenaikan harga atau kekurangan pasokan di satu wilayah, hanya hitungan jam, diselesaikan, lewat email atau wa saja cukup. Barang kebutuhan segera didistribusikan, jadi sekarang semua diupayakan dengan cepat dan tepat,” ujar Mentan, mengakhiri perbincangan dengan media. (ton/hum)

Categories
Nasional

Presiden Jokowi Ingatkan Kembali Jajarannya Agar Bersiap Terapkan OSS

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang nanti terintegrasi dengan Online Single Submission (OSS) agar bersiap. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya saat membuka Rapat Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/05/2018).

“Pertama saya perintahkan kepada kementerian, lembaga, dan pemerintahan daerah yang semuanya nanti terintegrasi dengan online single submission ini betul-betul mempersiapkan diri, baik infrastruktur teknologinya maupun dari sisi sumber daya manusianya. Maupun yang paling penting adalah dalam mengubah kultur birokrasi yang kita miliki,” ujar Presiden.

Saat OSS ini diluncurkan, lanjut Presiden, ego sektoral harus betul-betul sudah hilang. “Tidak ada prosedur yang ribet, yang berbelit-belit, berlama-lama. Semuanya harus terintegrasi, lebih cepat, dan lebih sinergis antara kementerian, lembaga, dan pemda yang kita miliki,” tutur Kepala Negara.

Walaupun demikian, Presiden juga mengingatkan bahwa reformasi tidak hanya soal penerapan sistem online saja. Tetapi juga terkait dengan penyederhanaan regulasi yang menghambat pelaksanaan berusaha baik di kementerian, lembaga, maupun di daerah.

“Untuk itu saya perintahkan juga kepada Kepala Staf Kepresidenan untuk memonitor ini dan melaporkan kepada saya kementerian apa saja dan lembaga non-kementerian apa saja yang masih belum melaksanakan, yang masih menghambat dalam penyederhanaan regulasi yang ada di kementerian masing-masing,” ucap Presiden.

Penyederhanaan regulasi ini menurut Presiden merupakan hal yang penting terutama di bidang investasi dan ekspor terutama dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Lebih tegas Presiden mengatakan prosedur perizinan untuk investasi yang berhubungan dengan padat karya harus dikurangi sebanyak-banyaknya.

“Hilangkan regulasi-regulasi yang tidak perlu. Hilangkan peraturan-peraturan baik di tingkat kementerian, mungkin juga di tingkat eselon 1 dirjen, dan mungkin juga di tingkat BUMN kita yang sekali lagi banyak menghambat investasi terutama dalam rangka pembukaan lapangan pekerjaan. Karena hanya dengan investasi dan ekspor inilah pertumbuhan ekonomi dapat kita kejar. Dengan investasi dan ekspor ini bisa kita tingkatkan pertumbuhan ekonomi yang ada,” kata Presiden.

Selain itu Kepala Negara mengingatkan setiap menteri untuk mengecek program-program kegiatan yang ada di kementeriannya. Hal ini berkaitan dengan postur APBN dan fiskal yang menurut Presiden sedang terus diperbaiki.

“Menteri ini agar mengecek program-program kegiatan yang ada di kementeriannya. Untuk kira-kira yang rutinitas, yang sudah bertahun-tahun itu ada, tolong digeser betul ke hal-hal yang produktif yang memberikan hasil, yang memberikan manfaat, yang bisa dirasakan langsung oleh rakyat,” tutur Presiden.

Pada kesempatan itu juga Presiden mengintruksikan kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk terus menjaga keamanan menjelang bulan Ramadan. Sehingga, Presiden berharap, umat Islam bisa menunaikan ibadah puasa dengan rasa aman dan penuh kedamaian.

“Saya ingin menyampaikan kepada Kapolri dibantu Panglima TNI dan Kepala BIN untuk terus menjaga keamanan, mengendalikan keamanan, dan mengedepankan semangat persaudaraan dan kerukunan sosial kita karena besok kita segera menyongsong pelaksanaan ibadah puasa sehingga kita harapkan umat Islam bisa menunaikan ibadah puasanya dengan rasa aman dan penuh kedamaian,” ujar Presiden.

Sementara itu untuk seluruh menteri dan kepala lembaga Presiden menekankan pentingnya penyampaian narasi ke dunia internasional bahwa Indonesia aman.

“Yang terakhir untuk seluruh menteri dan kepala lembaga saya ingin menyampaikan bahwa narasi termasuk ke dunia internasional itu penting sekali untuk disampaikan bahwa Indonesia aman dan kita semuanya sekarang ini tetap fokus untuk bekerja,” ucap Presiden.(red/DBPers)

Categories
Ekonomi Nasional

Sidak Jelang Ramadhan 1439 H, Kepala BKP Kementan: Tidak Ada Alasan Bagi Pedagang Untuk Menaikkan Harga, Stok Cukup, Distribusi Baik

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian RI Agung Hendriadi bersama Wagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno melakukan sidak (inspeksi mendadak) di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Rabu (16/05/2018).

Sidak yang dilaksanakan menjelang awal bulan Ramadhan 1439 Hidriah itu bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan beberapa bahan kebutuhan pokok masyarakat seperti beras dan lainnya dalam kondisi harga yang stabil dan stok aman.

Baca juga : Kepala BKP Kementan Nyatakan Stok Beras di Pasar Beras Cipinang Aman

Usai melakukan sidak bersama di gudang PIBC, Kabadan (Kepala BKP) melanjutkan sidaknya ke Kios Toko Tani Indonesia yang berada di Pasar Klender, Jakarta Timur.

Agung Hendriadi, menyatakan bahwa saat ini Badan Ketahanan Pangan, sudah membuka 235 Toko Tani Indonesia (TTI) di seputaran Jabodetabek, sedangkan kios TTI yang bekerja sama dengan PD. Pasar Jaya, ada di 11 Pasar.

Dalam kunjungannya ke kios Toko Tani Indonesia di Pasar Klender Jakarta tersebut, Kabadan BKP melihat toko Tani dipenuhi konsumen yang sedang berbelanja kebutuhan pokok untuk mengawali bulan Ramadhan 1439 H.

Saat dilokasi, Kabadan BKP menjelaskan  berbagai harga kebutuhan pokok yang dijual ke masyarakat mulai dari Beras Medium yang dijual Rp. 42.500 per 5 kg, Daging Sapi Beku, Rp. 75.000 per kg, Minyak Goreng Kemasan Ekonomi Rp. 10.000 per kg. Telur Ayam Rp. 24.000 per kg, Cabe Merah Keriting Rp. 30.000 per kg, Cabe Rawit Merah Rp. 40.000 per kg dan Gula Pasir Rp. 12.000 per kg.

Kemudian saat berbincang dengan salah satu pembeli, Agung Hendriadi mengungkapkan, para pembeli di Kios Toko Tani Indonesia semua menyatakan puas dan berterimakasih kepada pemerintah yang memperhatikan kebutuhan masyarakat dalam menghadapi ramadhan.

“Omzet setiap hari kios toko tani di 11 pasar, milik PD. Pasar Jaya, rata-rata Rp. 2.000.000 per hari,” katanya.

Sementara itu, Purba selaku Manager di 2 pasar PD. Pasar Jaya menuturkan, kios toko tani Indonesia sangat membantu masyarakat di sekitar pasar.

“PD. Pasar Jaya akan terus meningkatkan pelayanan kios toko tani Indonesia,” ujarnya.

Setelah mengunjungi pasar klender, Kabadan BKP bergeser ke Toko Tani Indonesia Center, yang dikelola mitra Kementan dan khusus menjual daging Sapi dan Kerbau, dengan harga Rp. 75.000 per kg untuk daging sapi dan Rp. 65.000 per kg untuk daging kerbau.

Juard Effendy selaku Direktur PT. Indoguna Utama mengatakan, pihaknya sudah bermitra dengan Kementan sejak TTI diluncurkan oleh Menteri Pertanian pada tahun 2016. Sebagai mitra bisnis, ungkap Effendy, setiap menjelang hari besar keagamaan, Indoguna Utama selalu meningkatkan volume hingga 100 persen.

“Untuk menghadapi ramadhan Indoguna Utama menyiapkan stok daging sapi dan kerbau sebanyak 6000 ton untuk kebutuhan 15 Toko Tani Indonesia yang berada dibawah bendera Indoguna Utama, yang ada dibeberapa kota, seperti DKI Jakarta, Banten dan Lampung,” paparnya saat dijumpai rekan wartawan.

Agung Hendriadi menegaskan, bahwa sampai saat ini stok daging nasional, yang ada di berbagai fedloter dan bulog, melebihi kebutuhan ramadhan hingga lebaran 1439 H mendatang, yang berkisar 1.16000 ton, sedang stok daging saat ini masih surplus 7000 ton, jadi tidak perlu dikhawatirkan. Selain itu untuk sistem distribusi, Kementan bersama para mitra bisnis berusaha mempersiapkan tenaga supply sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

“Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, terus memantau dan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian yang menjadi kantong-kantong produksi kita di 20 Propinsi, saya sudah kirimkan surat edaran,” tegas Agung Hendriadi dikunjungan akhir dalam rangkaian sidak Pasar dan Toko Tani Indonesia di Toko Daging Nusantara, milik PT. Suri Nusantara Jaya, menjelang bulan Ramadhan 1439 H.(ton/hum)

Categories
Nasional TNI

Kasum TNI: Generasi Penerus Pemimpin TNI Masa Depan Memiliki Tugas Tidak Ringan

Koranjurnal.co.id, Bandung – Di era kemajuan zaman yang semakin modern ini, generasi penerus Pemimpin TNI masa depan memiliki tuntutan dan tantangan tugas yang tidak semakin ringan. Oleh karena itu, pemahaman awal terhadap kemampuan Agility Leadership guna  memberikan bekal kepada para Perwira Siswa (Pasis) untuk dapat mengimplementasikannya dalam tugas, peran dan fungsinya serta bisa dijadikan sebagai inspirasi yang cerdas bagi para  Pasis dalam memimpin satuannya di masa yang akan datang.
 
Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. saat memberikan ceramah dengan judul “Agility Leadership” di hadapan 150 Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) XLV Sesko TNI TA. 2018, terdiri dari 59 Pasis TNI AD, 42 Pasis TNI AL, 38 Pasis TNI AU, 6 Pasis Polri dan 5 Pasis mancanegara dari Singapura, Australia, India, Managascar dan Malaysia, bertempat di Gedung Grha Adibrata, Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/5/2018). 
 
“Melalui forum ini para Pasis dapat meningkatkan kualitas diri yang tidak hanya terampil, cerdas, dan kompetitif semata, namun memiliki kualitas, etika dan moralitas yang tinggi, integritas yang dibanggakan serta loyalitas yang kuat sebagai hal mendasar dalam mewujudkan kepemimpinan dalam menghadapi tantangan pada masa mendatang,” harap Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan.
 
Kasum TNI menyampaikan bahwa pengertian Agility Leadership dan Leadership Agility menurut Rhenald Kasali adalah sebuah kemampuan yang dibangun terus menerus agar mampu merespons perubahan dengan tangkas, efektif, tepat waktu dan berkelanjutan. Sedangkan  Leadership Agility adalah standar berkualitas tinggi, tapi juga terbuka untuk berubah dan memahami saat cara lama dalam bekerja tidak lagi efektif.
 
Lebih dalam Kasum TNI menjelaskan bahwa konsep kepemimpinan menurut John C. Maxwell sebenarnya begitu kaya namun  rumit tetapi dapat disederhanakan menjadi lima tingkatan, yaitu kepemimpinan dasar (rights/hak), perkenanan (relationships/hubungan), produktivitas (results/hasil), mengembangkan orang lain (reproduction/reproduksi) dan puncak kepemimpinan (respect/rasa hormat).
 
Menurut Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, untuk mengembangkan kemampuan Agility Leadership,  para Perwira Siswa harus dapat melakukan tiga hal yaitu: Pertama,  pemimpin yang berani melakukan perubahan dan harus memiliki kejelasan visi, keberanian bertindak, melihat program perubahan sebagai tantangan pribadi, kemampuan menggalang dukungan, menumbuhkan komitmen, keberanian berada di dalam kontiversi, kemampuan mengindentifikasikan simbol-simbol yang mencerminkan suasana baru dan kemampuan memberikan umpan balik (feed back).
 
Kedua, pemimpin mampu melangkah kedepan dan mengambil keputusan. Pemimpin harus waspada terhadap segala bentuk intrik dan perubahan di lingkungan eksternal. Kewaspadaan ini harus segera ditindaklanjuti guna merespons secara cepat dan tepat, dan mengambil langkah-langkah yang tepat.  Ketiga, pemimpin mampu tentukan pilihan dan mempengaruhi orang lain. Salah satu tugas terpenting seorang pemimpin adalah untuk menentukan yang terbaik bagi organisasi dan para anggotanya.
 
Lebih lanjut Kasum TNI menyampaikan bahwa pemimpin harus dapat merangkul dan mempengaruhi massa. Menurutnya, kepemimpinan adalah suatu upaya mempengaruhi kegiatan pengikut melalui proses komunikasi untuk mencapai tujuan tertentu. “Penanaman pengaruh dari pimpinan kepada anak buah akan tercapai apabila seorang pemimpin mampu memberikan contoh-contoh tindakan yang terpuji,” ucapnya.
 
“Misalnya memberikan contoh disiplin, seorang pemimpin harus datang lebih awal dalam setiap kesempatan, lebih awal masuk kantor, lebih awal untuk masuk dalam suatu rapat atau acara-acara resmi maupun tidak resmi (formal dan nonformal),” kata Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan.
 
Kasum TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan mengatakan bahwa dengan disiplin pada acara penting seperti itu, biasanya anak buah akan segan dan meneladaninya. 
“Pemimpin yang efektif dapat dinilai dari kemampuannya untuk mempengaruhi orang lain,” katanya.(tonmp/Pusp) 
Categories
Nasional Polhukam

Menhan Ryamizard Ryacudu: Lawan Teroris Harus Keras

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu mengatakan, terorisme menjadi ancaman nyata dan serius bagi keamanan negara.

Menurut Menhan, diperlukan langkah yang represif dalam penanganan kejahatan  terorisme.

“Harus keras kita melawan kekerasan itu (terorisme), jangan sedikit-sedikit HAM, sedikit-sedikit HAM,” ujar Menhan Ryamizard Ryacudu kepada wartawan dalam jumpa pers di Gedung Mandiri, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Senin (14/05/2018).

Menhan menuturkan, para pelaku teror belakangan ini adalah teroris generasi ketiga, yakni milisi-milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang pernah berperang di Suriah. Mereka kembali ke Tanah Air pasca kekalahan ISIS.

Adapun generasi pertama kata Menhan yakni teroris pasca tragedi 11 September 2001. Sementara generasi kedua yaitu para teroris ISIS.

Generasi ketiga yang merupakan para milisi pulang kampung adalah kelompok yang mengakui terbentuknya ISIS di Asia Tenggara.

“Dua tahun lalu saya buat trilateral (dengan Malaysia dan Filipina) untuk melokalisir (teroris di Asia Tenggara). Dua tahun lalu saya sudah mengerti akan terjadi begini,” kata Menhan.

Menhan mensinyalir bahwa aksi teror di Indonesia merupakan perintah dari pimpinan ISIS di timur tengah. Dan perintah itu, lanjutnya, merupakan salah satu bagian dari tujuan basis ISIS di Marawi yang akan dipindahkan ke Indonesia.

“Ya kita mungkin biasa-biasa, memang menjadi musuh yang enggak kelihatan itu pertama kali memang mengagetkan gitu. Mudah-mudahan kita enggak biasa-biasa lagi tetapi luar biasa (menanganinya),” lugas Menhan.(red)