Categories
Nasional Polhukam

9 Parpol Pendukung Jokowi Bahas Strategi Pemenangan Pilpres 2019

Koranjurnal.co.id, Jakarta –  9 Partai Politik, PDI-Perjuangan, PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), Perindo (Partai Persatuan Indonesia), PPP (Partai Persatuan Pembangunan), Golkar (Partai Golongan Karya), NasDem (Partai Nasional Demokrat), Hanura (Partai Hati Nurani Rakyat), PKPI (Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia), dan PSI (Partai Solidaritas Indonesia) mengadakan konsolidasi parpol pendukung Jokowi, bertempat di Gedung Juang, Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu malam (04/08/2018).

Pertemuan yang dilakukan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) dari 9 parpol pendukung Jokowi tersebut sengaja digelar di Gedung Juang ’45.

“Disini pusat pendidikan politik para tokoh bangsa saat itu, sehingga memberikan inspirasi bagi kami bahwa politik memang harus mempercayakan upaya percerdasan bangsa, dan ditempat inilah pada saat itu Jokowi dan JK di deklarasikan sebagai capres dan cawapres,” kata Hasto Kristiyanto, Sekjen PDI-Perjuangan didampingi sejumlah Sekjen Parpol Pendukung Jokowi kepada wartawan di lokasi.

Selain itu, pertemuan tersebut membahas strategi pemenangan pada Pilpres 2019. Adapun materi yang akan dibahas pada pertemuan ini, Hasto menuturkan, materi yang diawal nanti adalah yang dibahas sebelumnya, sehingga sambil merencanakan seluruh rencana strategis untuk pemenangan Jokowi.

“Malam ini kami akan membahas yang pertama terkait dengan tim kampanye, dimana nantinya dari parpol akan mengirimkan nama-nama yang akan dimasukkan dalam tim kampanye,” ujarnya.

Kemudian kedua, lanjut Hasto, berkaitan dengan kerjasama parpol.

“Bagaimana pun juga kita akan meningkatkan peradaban politik Indonesia dengan kerjasama parpol, demokrasi yang baik, sehingga komitmen untuk Indonesia Raya nanti akan dituangkan bersama-sama sebagai kesepakatan bersama, dengan demikian pemerintah pak Jokowi kedepan dapat bergerak lebih cepat untuk rakyat,” cetusnya.

“Ketiga, akan dibahas aspek teknis-teknis administratif untuk pencalonan Jokowi dan cawapresnya yang InsyaAllah tidak lama lagi akan diumumkan,” tambahnya.(ton)

Categories
Ekonomi Nasional

Kementan Terima Mobil Pengering Jagung Buatan PT CPIN

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kementerian Pertanian menerima satu unit mobil pengering jagung (mobile corn dryer) dari
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).

Kendaraan yang dilengkapi dengan mesin pengering jagung tersebut merupakan buatan karya anak bangsa, untuk disumbangkan kepada Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA).

Penyerahan langsung dilakukan oleh Komisaris Utama PT CPIN T. Hadi Gunawan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, bertempat di halaman Gedung Pusat Informasi Agribisnis (PIA), Kanpus Kementan, Jakarta Selatan, Jum’at (03/08/2018).

Dalam kesempatan itu, Mentan Andi Amran Sulaiman mengucapkan terima kasih kepada PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk atas mobil pengering jagung tersebut.

“Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf dan mitra teman-teman semua saya ucapkan terima kasih,” ucap Mentan.

Mentan menyambut baik mobil pengering jagung hasil karya anak bangsa, yang dapat meningkatkan produktivitas petani.

“Ini adalah terobosan baru lagi. Putra-putri terbaik menemukan alat pengering dryer dan pertama di Indonesia. Ini atas perintah bapak presiden setelah mendengar keluhan di lapangan, bahwa harga terkadang jatuh karena kadar air. Sekarang ini kita bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh petani Indonesia dulunya kita impor 3,6 juta sekarang kita sudah ekspor. Sekarang kita ekspor, kita sudah membalikkan keadaan impor menjadi ekspor,” ujar Mentan.

Komisaris Utama PT CPIN T. Hadi Gunawan mengatakan, penyerahan mobil pengering jagung ini sebagai bentuk nyata dari komitmen Charoen Pokphand untuk mendukung petani jagung di dalam negeri.

Charoen Pokphand Indonesia berharap petani jagung tidak lagi kesusahan dalam upaya mengeringkan jagung setelah panen.

“Dengan mobil ini kita dapat menjemput bola, mendekatkan fasilitas ke sentra produksi jagung terutama yang jauh dari fasilitas. Mempermudah mengurangi biaya produksi, transportasi pasca panen,” jelasnya.

Selain membantu para petani, mobil ini juga diharapkan dapat membantu program Kementan dalam menjaga swasembada jagung di dalam negeri.

“Unit mobil pengering jagung, semoga bermanfaat untuk petani dalam mempertahankan swasembada jagung,” pungkasnya.

Manfaat unit mesin pengering jagung

Mobil Pengering Jagung ini mampu mengeringkan jagung sebanyak 1 ton hanya dalam waktu 1 jam. Keuntungan bagi petani adalah pengeringan jagung dengan menggunakan alat ini dapat dilakukan pada musim penghujan.(red)

Categories
Ekonomi Nasional

Dibawah 4 Persen, Presiden Jokowi Apresiasi Tim Pengendali Inflasi

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo memberikan apresiasinya kepada seluruh Tim Pengendali Inflasi baik di tingkat pusat maupun daerah atas pencapaian inflasi di bawah 4 persen dalam 3 tahun terakhir. Menurutnya, hal tersebut tidak terlepas dari kinerja semua pihak termasuk kepala daerah.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh kepala daerah atas capaian inflasi yang tadi sudah disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia, segenap anggota tim pengendali inflasi baik di tingkat pusat dan daerah karena selama 4 tahun ini kita betul-betul bisa menekan inflasi pada angka di bawah 4 persen,” ujar Presiden saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi Tahun 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (26/07/2018).

Presiden merinci tingkat inflasi dalam tiga tahun terakhir yaitu 3,35 persen pada 2015, 3,02 persen pada 2016, dan 3,61 persen pada 2017. Hal ini menurut Presiden bisa terjadi karena ada sinergi yang baik antara Tim Pengendali Inflasi pusat dan daerah.

“Lompatan seperti ini harus terus kita lanjutkan karena saya lihat sekarang koordinasi antara pusat dan daerah semakin baik. Ada satgas pangan yang juga ada di pusat maupun daerah juga bekerja dengan baik,” lanjutnya.

Walaupun demikian, Presiden berharap inflasi bisa terus diturunkan hingga menyentuh angka antara 1 atau 2 persen.

“Saya kira kalau ini kita teruskan kita akan memiliki inflasi yang stabil yang kita harapkan semakin tahun semakin turun dan kita harapkan nanti antara 1 atau 2 persen, itu target kita, sehingga seperti negara-negara yang maju, stabilitas harga itu betul-betul bisa kita jaga,” ucap Kepala Negara.

*Investasi Berorientasi Ekspor dan Substitusi Impor*

Pada kesempatan yang sama, Presiden menuturkan dua problem besar yang menjadi kewajiban bersama yang masih harus dicarikan jalan keluarnya bagi negara kita, yaitu problem defisit transaksi berjalan dan problem defisit neraca perdagangan. Kalau fundamental ini bisa diperbaiki, lanjut Presiden, Indonesia akan menuju pada negara yang tidak akan terpengaruh oleh gejolak-gejolak ekonomi dunia.

“Neraca perdagangan, saya titip meski sudah berkali-kali saya sampaikan, ini urusan ekspor dan impor. Kita sekarang ini defisit, impornya banyak ekspornya lebih sedikit. Problemnya adalah di investasi, di ekspansi-ekspansi usaha,” katanya.

Oleh karena itu, Presiden pun berpesan kepada para kepala daerah agar memprioritaskan pemberian izin untuk investasi yang berorientasi ekspor dan investasi yang berkaitan dengan substitusi barang-barang impor.

“Sekali lagi, yang namanya investasi yang orientasinya ekpor, buka lebar-lebar. Yang namanya investasi untuk substitusi barang-barang impor, buka lebar-lebar. Jangan ada pertanyaan lagi. Kalau bisa selesaikan izinnya detik itu juga, hari itu juga. Biar besok dia langsung bisa bangun. Ini pelayanan, kecepatan,” kata Presiden.

Presiden pun menuturkan bahwa di pusat sudah ada sistem perizinan terintegrasi berupa _Online Single Submission_ (OSS). Nantinya, Presiden melanjutkan, _OSS_ ini bisa diterapkan juga di daerah.

“Ini mau kita urus yang pusat dulu. Tapi ini nanti bisa masuk ke provinsi, kabupaten, kota. Bisa ditelusuri di mana berhentinya izin-izin itu,” imbuhnya.(red/DBPers)

Categories
Ekonomi Nasional TNI

TNI Kirim Bantuan Logistik Untuk Suku Mausu Ane di Maluku Tengah  

Koranjurnal.co.id, Australia – Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Kodam XVI/Pattimura mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa logistik (makanan dan obat-obatan) serta tim medis untuk membantu masyarakat Suku Mause Ane di Pegunungan Maneo, Kec. Seram Utara Timur, Kobi, Kab. Maluku Tengah, Provinsi Maluku, yang tengah mengalami musibah kekurangan bahan makanan akibat gagal panen karena tanaman pertaniannya dirusak oleh babi hutan.
 
Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah disela-sela kunjungan kerja mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. pada acara Sidang ke-6 Australia-Indonesia High Level Committee (Ausindo HLC), di Darwin-Australia, Kamis (26/7/2018).
 
Kapuspen TNI menjelaskan bahwa kronologis kejadian tersebut berawal dari laporan Pendeta Hein Tualena, S.Th Negeri Maneo Rendah kepada Danramil 1502-5/Wahai pada tanggal 23 Juli 2018 terkait meninggalnya 3 (tiga) orang masyarakat Suku Mause Ane di Pegunungan Maneo, Kec. Seram Utara Timur, Kobi, Maluku Tengah, dikarenakan kesulitan dan kekurangan bahan pangan.
 
“Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Suko Pranoto telah memerintahkan untuk mendalami dan mengecek kebenaran informasi tersebut dan bertindak cepat dengan mengirimkan personel Kodim 1502/Masohi untuk membantu dan menyambangi daerah dimana domisili Suku Mausu Ane dan memberikan bantuan logistik berupa makanan dan obat-obatan,” ungkapnya.
 
Selanjutnya Kapuspen TNI menyampaikan bahwa Dandim 1502/Masohi Letkol Inf Harisandi Krishandoko telah memerintahkan Danramil untuk memberangkatkan 5 (lima) orang personel menuju lokasi dipimpin Kasdim 1502/Masohi Mayor Inf Adi Eka Jaya dengan membawa bantuan bahan makanan berupa 44 karungberas dan 40 kardus mie instan, dengan jarak tempuh 8 jam perjalanan darat dari Kota Masohi. 
 
“Pada tanggal 24 Juli 2018, Kasdim 1502/Masohi bersama 5 (lima) personel  membawa bantuan logistik ke lokasi desa terdekat (Dusun Siahari) dan mengajak 20 warga Suku Mausu Ane turun untuk  menerima bantuan dari anggota TNI,” tambahnya.
 
Sementara itu, pada tanggal 25 Juli 2018, Kodam XVI/Pattimura telah  mengirimkan bantuan sembako 50 paket dengan isi setiap paket terdiri dari, beras 5 kg,minyak goreng 2 liter,  gula 2 kg, kecap sedang 2 botol, mie instan 4 bungkus,  biskuit roma 1 bungkus dan ransum T2RP 1 paket.   
“Kesdam XVI/Pattimura juga telah   mengirimkan Tim Dokter beserta obat-obatan dan 6 orang personelnya  dipimpin Kakesdam XVI/Pattimura Kolonel Ckm dr. Gaguk dengan membawa 2 unit Ambulance untuk memeriksa kesehatan  warga Suku Mausu Ane,” ujarnya.
 
“Pada hari ini, Kamis 26 Juli 2018 telah berhasil diturunkan suku Mausu Ane oleh Babinsa sebanyak 54 orang untuk menerima bantuan sembako dari Pangdam XVI/Pattimura,” kata Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah.
 
Ditambahkan oleh Kapuspen TNI bahwa saat ini Kodam XVI/Pattimura juga telah menyiapkan tim medis dari RST dr. Latumeten dan bantuan sembako dari Bekangdam XVI/Pattimura serta dukungan transportasi Heli Bell 412 EP, BKO Kodam XVI/Pattimura untuk mempercepat dorongan bantuan logistik kepada masyarakat Suku Mausu Ane.
“Menurut rencana, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Suko Pranoto akan meninjau lokasi tersebut,” tutupnya.(red/Pusp) 
Categories
Nasional Polhukam

Jokowi Sudah Kantongi Nama ‘Cawapres 2019’

Koranjurnal.co.id, Bogor – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mengantongi satu nama yang akan maju sebagai calon pendampingnya di Pilpres 2019 nanti. Usai santap malam bersama enam ketua umum partai politik koalisi Jokowi, satu dari empat nama bakal cawapres yang dikantongi pun telah diputuskan.

Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang mengaku, dalam pertemuan malam ini turut dibahas terkait koalisi partai pendukung Jokowi di Pilpres 2019. Ia menyebutkan, partai koalisi pendukung Jokowi pun telah solid dan sepakat mengerucutkan satu nama cawapres pendamping Jokowi.

“Ini sudah diserahkan 100 persen ke Presiden ya soal nama cawapres, sudah mengerucut sudah ditangan Presiden. Tapi kita sudah solid ya koalisinya bulat, mengerucutnya tinggal satu nama ya,” kata Oso di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (23/07/2018) malam.

Menurut Oso, Jokowi pun akan menyampaikan nama calon pendampingnya pada pekan ini. Kendati demikian, ia enggan menyebut siapa calon yang telah dipilih tersebut.

“Mungkin akan disampaikan dalam satu minggu, saya nggak tau ya, jangan saya yang umumkan, ada tapi itu semua ditangan Presiden supaya nggaksimpang siur,” tambahnya.

Ketua Umum PPP Romahurmuziy menambahkan, pertemuan yang diikuti enam ketum partai koalisi ini berlangsung sejak pukul 19.00 WIB hingga pukul 22.30 WIB. Ia pun menyebut partai koalisi ini semakin solid untuk mengusung Jokowi di Pilpres 2019.

Romi mengatakan keputusan penunjukan satu nama pendamping Jokowi inipun merupakan kesepakatan bulat dari partai koalisi. Terkait waktu pengumuman cawapres, partai koalisi pun menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi. Kendati demikian, ia mengatakan pengumuman kemungkinan tak akan dilakukan di hari pertama pendaftaran.

“Jadi mulai dari hari ini kita sudah akan bisa mendapatkan siapa yang akan bisa kita usung untuk jadi capres dan cawapres nanti,” ujar Romi.

“Ya sudah mengerucut ke satu nama dan seperti yang kita sampaikan kita tidak akan menyebutkan nama tersebut karena kita menyerahkan kepada Pak Jokowi,” tambahnya, seperti dilansir republika.co.id. (red)

Categories
Nasional Polhukam

Digelar Sederhana, Ketum PBB: Semoga Milad ke-20 Menjadi Babak Baru Menuju Kemenangan

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Partai Bulan Bintang (PBB) menggelar hari jadi atau milad yang ke-20, bertempat di kantor DPP PBB, Jalan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (17/07/2018).

Milad yang ke-20 ini digelar secara sederhana dengan pemotongan nasi kuning dan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ferry Afriansyah Noor dan segenap pimpinan, pengurus serta anggota Partai Bulan Bintang dari berbagai daerah.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra mengucapkan selamat Milad yang ke-20. Ia berharap semoga eksistensi partai ini terus memberikan manfaat dan membawa pengaruh dalam kehidupan bernegara.

“Milad kali ini kita selenggarakan secara sederhana, tidak kita gelar meriah. Namun
yang paling penting adalah sejarah Partai Bulan Bintang ini yang lahir pada 17 Juli 1998,” ucapnya.

Tanggal 17 Juli, genap PBB berumur 20 tahun. Yusril mengatakan, umur mungkin belum begitu lama, namun ia meyakini perjalanan partai ini tetap konsisten sebagai salah satu partai Islam yang mewakili rakyat Indonesia.

“20 tahun usia sebuah partai, mungkin masih usia pendek. Dibandingkan dulu (partai) dengan gambar yang hampir sama seperti Masyumi. Sampai saat ini PBB tetap eksis dan konsisten,” ujarnya.

“Mudah-mudahan partai ini panjang umurnya, dan tetap konsisten menjalankan (marwah) partai dan mudah-mudahan terus membawa pengaruh dalam kehidupan bernegara ini,” harap Yusril.

“Memilih partai ini bukan seperti membeli kue, yang nga suka langsung ganti. Memilih partai adalah pilihan yang membutuhkan waktu cukup panjang. Jadi bagaimana kita mampu mempertahankan eksistensi partai ini,” jelasnya.

Dalam momen Milad yang ke-20 ini, Ketum Yusril mengajak seluruh kader dan pengurus partai tetap mempertahankan eksistensi partai dan terus konsisten untuk berjuang memenangkan kontestasi pemilihan umum 2019 mendatang.

“Semoga momen ini menjadi babak baru kemenangan partai bulan bintang,” pungkasnya.(ton)

Categories
Nasional Polhukam

Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Lawan Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo menghadiri acara penutupan Rembuk Nasional Aktivis 98, di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu sore (07/07/2018). Acara ini dihadiri puluhan ribu aktivis dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya Presiden mengajak para aktivis dan masyarakat untuk memerangi intoleransi, radikalisme, dan terorisme, sesuai dengan tema yang diangkat para aktivis 98 dalam acara ini.

“Tadi sudah disampaikan rekomendasi dan usulan-usulan, terutama marilah kita bersama-sama merapatkan barisan, menggalang kekuatan untuk melawan intoleransi, melawan radikalisme, dan melawan terorisme. Pekerjaan besar kita untuk membangun kembali aset besar kita yaitu persatuan dan persaudaraan di antara kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” kata Presiden.

Kaji Usulan Aktivis 98

Sebelumnya, di hadapan Kepala Negara, para aktivis 98 mengusulkan beberapa hal, antara lain usulan pemberian gelar pahlawan nasional untuk korban peristiwa 98 seperti peristiwa Semanggi, Trisakti, Jogja, dan lain-lain. Presiden pun mengatakan akan mengkajinya.

“Mengenai usulan gelar pahlawan nasional untuk korban 98 saya akan tindak lanjuti dengan kajian-kajian sesuai dengan aturan-aturan yang ada. Secepat-cepatnya akan kami sampaikan dan akan kita putuskan,” ujarnya.

Demikian juga dengan usulan lainnya yaitu penepatan tanggal 7 Juli sebagai Hari Bhinneka Tunggal Ika, Presiden mengatakan akan mengkajinya terlebih dahulu.

“Dan juga yang kedua mengenai usulan tanggal 7 Juli sebagai Hari Bhinneka Tunggal Ika juga akan kita kaji juga nantinya akan segera akan kita sampaikan kalau sudah selesai kita putuskan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Presiden menuturkan bahwa pemberian gelar pahlawan nasional atau bintang jasa bisa menjadi penanda bahwa tahun 1998 adalah tahun terbukanya kebebasan berekspresi dan berpendapat, kebebasan pers, dan masyarakat yang lebih demokratis.

“Saya kira kita harus memiliki sebuah penanda bahwa era itu adalah dimulainya era keterbukaan, era kebebasan di negara kita ini. Kita harapkan dalam jangka yang panjang memberikan sebuah ruang semuanya untuk memberikan kontribusinya kepada bangsa dan negara dan kepada rakyat,” kata Presiden kepada jurnalis selepas turun dari panggung acara.

Tampak hadir mendampingi Presiden, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Oesman Sapta Odang dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.(red/DBPers)

Categories
Nasional TNI

Panglima TNI Ucapkan Selamat Ulang Tahun Bhayangkara ke-72 

Koranjurnal.co.id, Papua – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Bhayangkara ke-72 tahun 2018 kepada seluruh jajaran anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dimanapun berada.

“Selamat Ulang Tahun ke-72 para anggota sekalian, semoga Polri semakin profesional, modern dan terpercaya,” kata Panglima TNI didampingi Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. M. Tito Karnavian, Ph.D. saat mengunjungi Markas Polda Papua Jayapura, Jalan Sam Ratulangi No. 8, Bayangkara, Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, Minggu (01/07/2018).

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga mengucapkan selamat dan sukses kepada Ibu-ibu Bhayangkari yang telah mendukung para Bhayangkara Polri dalam  melaksanakan tugasnya demi menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai bersama.

Lebih lanjut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto  mengungkapkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat kepada Polri saat ini sudah semakin baik, hal ini terbukti dari hasil survei persepsi publik terhadap Kepolisian terus meningkat.

“Sekali lagi, saya ingin mengucapkan terima kasih atas kerjasamanya selama ini,” ucapnya.

Selanjutnya, Panglima TNI berpesan dan menekankan kembali agar soliditas dan sinergitas TNI Polri terus tetap dijaga.  Menurutnya, TNI-Polri adalah institusi yang besar di negeri ini dan apabila TNI-Polri bersinergi, maka dapat dipastikan NKRI tetap utuh.

“Oleh sebab itu, soliditas TNI-Polri adalah harga mati dan menjaga NKRI adalah harga mati,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut,Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyerahkan potongan tumpeng kepada anggota Polda Papua termuda.

Turut serta dalam kunjungan tersebut diantaranya, Plt. Gubernur Papua Mayjen TNI (Purn) Sudarmo, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, S.I.P., Asops Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, M.D.A., Kabais TNI Marsda TNI Kisenda Wiranatakusumah, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Asops Kapolri Irjen Pol Drs. Deden Juhara, Kapolda Papua Irjen PolBoy Rafli Amar dan Komandan Korps Brimob Irjen Pol Rudi Sufahriadi.(red/Pusp)

Categories
Nasional

Indonesia Siap Jadi Mitra Utama Pembangunan Timor Leste

Koranjurnal.co.id, Bogor – Presiden Joko Widodo dan Presiden Timor Leste Francisco Guterres Lú Olo, bersepakat untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Timor Leste. Selain itu, kedua negara juga berkomitmen untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi.

“Dalam pertemuan bilateral tadi kami menyepakati untuk meningkatkan hubungan bilateral yang menatap ke depan,” ujar Presiden Jokowi dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/06/2018) kemarin.

Dalam pertemuan bilateral itu, keduanya juga membahas tentang peningkatan hubungan perdagangan dan investasi di mana Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus menjadi mitra pembangunan ekonomi di Timor Leste.

“Saya menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus menjadi mitra terpercaya dalam pembangunan ekonomi di Timor Leste,” ucap Presiden Jokowi.

Indonesia sendiri merupakan mitra perdagangan utama Timor Leste dengan setidaknya 9 BUMN dan lebih dari 400 perusahaan yang dimiliki WNI beroperasi di sana. Indonesia juga menanamkan investasinya di Timor Leste dengan nilai lebih dari USD 595 juta. Presiden Jokowi berharap agar Timor Leste mampu memberikan kepastian hukum bagi investasi yang digelontorkan Indonesia.

“Oleh karena itu, kami sepakat memulai negosiasi dan mencapai kesepakatan untuk perjanjian promosi dan perlindungan investasi dan perjanjian penghindaran pengenaan pajak berganda. Saya yakin pemerintahan Presiden Lú Olo akan terus memberikan jaminan dan kepastian hukum bagi investasi Indonesia,” tuturnya.

Dalam hal peningkatan konektivitas, Presiden Jokowi dan Presiden Lú Olo turut membahas tentang penyelesaian pembangunan jembatan Motaain. Jembatan tersebut merupakan jalur penghubung antara kedua negara dan sangat penting bagi kelangsungan kehidupan ekonomi kedua negara.

Selain itu, Indonesia juga menyambut baik dibukanya rute penerbangan dari Kupang ke Dili. Rute penerbangan tersebut akhirnya terealisasi setelah kedua negara melakukan pembahasan selama 10 tahun belakangan.

“Untuk konektivitas darat, Perum DAMRI Indonesia telah siap untuk meningkatkan konektivitas darat dengan menjadi operator rute dari Kupang ke Dili,” ujar Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, pemerintah Indonesia dan Timor Leste juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan dan pembangunan kapasitas sumber daya manusia. Hal itu ditandai dengan besarnya keinginan pelajar dan mahasiswa Timor Leste untuk melanjutkan studi di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Lú Olo menyampaikan ucapan terima kasihnya atas dukungan yang selalu diberikan Indonesia selama ini agar Timor Leste dapat masuk menjadi anggota ASEAN. Ia turut mendoakan Indonesia agar dapat menjalani pemilihan presiden di tahun 2019 mendatang dengan baik.

“Timor Leste berterima kasih atas dukungan yang terus menerus dari usaha Indonesia agar Timor Leste bisa masuk menjadi anggota ASEAN. Saya berdoa agar pemilihan umum tahun depan berjalan lancar,” ucapnya.

Turut mendampingi Presiden, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekreteris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir serta Duta Besar Indonesia Untuk Timor Leste Sahat Sitorus.(red/DBPers)

Categories
Nasional Polhukam

Direspon Pemerintah, Panitia Rembug Nasional: Presiden Jokowi Bersedia Hadir Bersama 57 Ribu Aktivis 98

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Setelah melalui rangkaian perjuangan yang cukup lama, akhirnya para pejuang demokrasi Aktivis 98 mendapatkan respon dan kabar baik dari pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu terkait agenda ‘Rembuk Nasional Aktivis 98’ yang akan diselenggarakan oleh aktivis 98 di Monas, Jakarta pada 07 Juli 2018.

“Kami Aktivis 98 tiada henti untuk melakukan konsolidasi. Hari ini kami menghitung hari,” kata Hengky Irawan, salah satu Panitia yang juga mantan Aktivis 98 dalam konferensi pers kesiapan acara ‘Rembuk Nasional Aktivis 98’, bertempat di gedung Pena 98, kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (28/06/2018).

Hengky mengungkapkan, saat menerima audiensi dengan para Aktivis 98 pada 26 Juni 2018, Presiden Jokowi menyatakan dirinya bersedia menghadiri pertemuan akbar ‘Rembuk Nasional Aktivis 98’ tersebut.

“Kami sudah audiensi. Presiden menyambut baik (Rembuk Nasional Aktivis 98) dan Presiden bersedia hadir,” lanjut Hengky.

Agenda pertemuan dengan Presiden Jokowi itu merupakan upaya dan gerak bersama seluruh Aktivis 98 dalam menyikapi berbagai persoalan bangsa dan kondisi masyarakat Indonesia saat ini.

“Kepada Bapak Presiden RI, kami sampaikan beberapa subtansi yang akan dibahas dalam Rembuk Nasional.
Subtansi-subtansi tersebut: 1.Tema tentang lawan Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme; 2. Usulan tentang Pentingnya Peresmian Hari Bhinneka Tunggal Ika; 3. Penguatan terhadap Pemberantasan Korupsi; 4. Menguatkan Perekonomian Rakyat untuk Berdikari secara Ekonomi; 5. Pemberian Gelar Pahlawan Reformasi untuk Korban Tragedi Trisakti dan Semanggi,” jelas para aktivis 98 memastikan agenda pembahasan Rembuk Nasional.

Selain itu, Panitia Rembuk Nasional Aktivis 98 juga mengucapkan terima kasih atas kesediaan Presiden R.I untuk menghadiri acara Rembuk Nasional.

“Puji Syukur Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Ungkapan rasa syukur tersebut merupakan wujud dari rasa bahagia atas kelancaran tahap demi tahap menuju Rembuk Nasional yang merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa atas kerja keras seluruh jajaran panitia baik di tingkat pusat, provinsi-provinsi dan kabupaten,” seraya ucapan syukur para aktivis 98.

Dari informasi yang diterima, data peserta Rembuk Nasional yang masuk dari pendaftaran ‘darat’ sudah mencapai 50 ribu lebih.

“Jumlah tersebut belum termasuk yang mendaftar melalui aplikasi panitia. Jumlah pendaftar melalui jalur online per pukul 12:46 WIB, Kamis siang, mencapai 7.664. Total peserta sudah mencapai 57.664 orang,” kata Hengky.

Sementara itu, Benny Ramadhani menegaskan bahwa ribuan peserta dari para aktivis 98 yang akan hadir pada Rembuk Nasional merupakan sebagai tanda dan komitmen untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa Indonesia.

“Tanggal 7 Juli 2018 secara kuantitas aktivis yang akan hadir kurang lebih 57 ribu, sebagai tanda, sebagai sinyal kepada hadirnya kekuatan bahwa ada persoalan bangsa yang ingin kita harapkan,” ujar Benny Ramdhani, aktivis dari Sulawesi Utara menambahkan.

Benny juga menyampaikan bahwa, dirinya yang saat ini sebagai seorang senator dari Sulawesi Utara mengingatkan akan pentingnya kehadiran seluruh aktivis 98 untuk memperjuangkan tegaknya demokrasi.

“Situasi ini memaksa kami untuk turun kembali ke Jakarta, bergabung dengan sebuah kekuatan. Untuk apa?, ada masalah besar bangsa ini, kita menghadapi ancaman intoleransi, radikalisme dan terorisme,” ungkap Benny yang menggugah dirinya dan menyikapi secara serius persoalan bangsa.

Ia juga berharap, negara dapat menetapkan para korban penembakan tragedi 98 sebagai pahlawan reformasi.

“Kita juga akan memastikan agenda Rembuk Nasional ini, meminta kepada Presiden, negara menetapkan para korban gerakan reformasi yang telah menjadi hasil gerakan reformasi untuk menjadi pahlawan reformasi,” lugasnya.(ton)