Categories
Militer Nasional Polhukam TNI

KSAD: Tetap Waspada, Kapanpun Dimanapun Teroris Bisa Melakukan Kejahatan!

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono mengatakan agar warga masyarakat tetap waspada dan meningkatkan keamanan di wilayah masing-masing karena tindakan kejahatan terorisme bisa terjadi dimana saja dan kapan saja.

Hal itu disampaikan KSAD Jenderal TNI Mulyono saat menjawab pertanyaan wartawan terkait situasi keamanan negara beberapa hari ini yang mendapatkan perhatian khusus dari banyak pihak terkait teror bom disejumlah rumah ibadah yang menimbulkan banyak korban.

Ia menambahkan, bahwa kewaspadaan itu perlu karena kejahatan terorisme bisa terjadi dimana mana.

“Terorisme ada dimana-mana. Boleh dikatakan sekarang mereka sedang memegang kendali, memegang inisiatif. Dia (teroris) mau berbuat apa saja bisa, tetapi (posisinya) kan kita tidak tau,” kata KSAD kepada wartawan seusai melaksanakan upacara Penerimaan Kontingen Petembak TNI AD setelah mengikuti lomba tembak Australian Army Skill-At-Arms Meeting (AASAM) 2018, bertempat di Markas Besar TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (14/05/2018).

Dengan adanya kejadian teror bom itu, selain menyampaikan keprihatinan, KSAD mengajak semua pihak dan seluruh komponen bangsa turut berpartisipasi serta ikut mengawasi dan mencegah terjadinya tindakan terorisme.

“Dengan kejadian ini, kita harus mengevaluasi dan harus tetap waspada, kita harus meningkatkan deteksi dini kita, manfaatkan unsur-unsur aparat Intelijen kita, mitra-mitra kita. Tentunya semua masyarakat, karena yang bisa melawan terorisme adalah seluruh komponen bangsa. Yang tau terorisme dimana adalah semua komponen bangsa, bukan hanya kepolisian dan bukan tentara tetapi seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu dalam menangani teroris membutuhkan semua komponen bangsa berpartisipasi,” ujar KSAD.

KSAD mengatakan, sebagai alat pertahanan negara dalam menyikapi situasi tersebut, TNI Angkatan Darat tetap berpegang teguh pada tugas pokok Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang.

“Situasi ini memang menjadi keprihatinan kita semua. Namun demikian semua operasi, dalam penindakan aturan mainnya ada. Saat ini rekan-rekan kita di Kepolisian sedang melaksanakan (penyelidikan) itu. Kita doakan mudah-mudahan mereka cepat menangani hal itu,” lugas KSAD.

“Sikap TNI, kita akan siap membantu manakala dibutuhkan,” tandasnya menegaskan.(tonmp)

Categories
Ekonomi Nasional Ragam

Presiden Jokowi Resmikan Program Pesantrenpreneur di Pasuruan

Koranjurnal.co.id, Pasuruan – Dalam kunjungan kerja ke Kota Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, Sabtu, 12 Mei 2018, Presiden Joko Widodo meresmikan peluncuran program “Pesantrenpreneur”. Peresmian program yang diinisiasi oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur itu berlangsung di Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah.

Program ini berupaya untuk menguatkan ekonomi umat dengan berbasiskan pada lingkungan pondok pesantren. Hal itu sejalan dengan visi dan misi pemerintah yang ingin membangkitkan perekonomian rakyat, utamanya di kalangan pesantren.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi kepada HIPMI, khususnya HIPMI Jawa Timur, yang telah memulai masuk ke pondok pesantren dengan Ummart-nya, dengan Pesantrenpreneur-nya,” ujar Presiden dalam sambutan.

Salah satu wujud dari program tersebut ialah pembukaan gerai Ummart di sejumlah pesantren yang menjadi sentra pemasaran produk-produk lokal dan hasil produksi dari sekitar pondok pesantren. Di tahap awal, gerai Ummart ini akan dibuka di 10 pondok pesantren.

Menurut Presiden, inisiatif serupa ini, yang berupaya meningkatkan kualitas perekonomian umat, harus selalu didukung dan terus dikembangkan.

“Ide-ide seperti ini harus terus kita dorong, kita motivasi, agar jumlahnya tidak hanya 10, tetapi pesantren yang hampir 30 ribu itu semuanya ada Ummart,” ucapnya.

Sejalan dengan program itu, pemerintah juga belakangan ini meluncurkan program peningkatan ekonomi umat melalui Bank Wakaf Mikro yang beroperasi di pondok-pondok pesantren. Program yang dimaksudkan untuk membangun jiwa wirausaha di lingkungan pondok pesantren tersebut mendapat sambutan yang sangat positif. Hingga awal Maret 2018, Bank Wakaf Mikro telah menyalurkan modal usaha ke 2.784 nasabah dengan pembiayaan sebesar Rp2,45 miliar.

“Memang, awal kemarin baru (beroperasi) 20, ini sudah ditambah lagi 20. Berarti sudah 40. Dievaluasi lagi, dibenahi lagi. Nanti akan tambah lagi dengan jumlah yang lebih banyak sehingga pondok-pondok pesantren menjadi sebuah kekuatan ekonomi bagi bangsa ini. Harapan kita ke depan seperti itu,” tutur Kepala Negara.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara ini adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadalia.(red/DBPers)

Categories
Militer Nasional TNI

Kontingen Petembak TNI AD Kembali Raih Juara Umum AASAM 2018

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang lomba tembak skala internasional ‘Australian Army of Skill Arms at Meeting  (AASAM) 2018’ dengan keluar menjadi Juara Umum Lomba Tembak antar Angkatan Darat yang diikuti 18  negara.

AASAM 2018 diselenggarakan oleh Angkatan Darat Australia (Royal Australian Army) dan berlangsung selama 18 hari, 23 April sampai 10 Mei 2018 di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh menjelaskan bahwa Prajurit TNI AD keluar sebagai Juara Umum AASAM tahun 2018 setelah meraih 36 medali Emas, 18 Perak dan 13 Perunggu di berbagai materi lomba tembak yang diperebutkan.

Kadispenad juga menerangkan untuk juara runner up diraih oleh kontingen dari Angkatan Darat Australia dengan perolehan medali 9 Emas, 4 Perak dan 10 Perunggu, disusul peringkat ketiga dari Angkatan Darat Malaysia yang memperoleh 8 medali Emas, 6 Perak dan 2 Perunggu.

“Adapun 18 negara yang ikut berpartisipasi pada lomba tembak internasional tahunan ini, yakni Indonesia, Australia, Malaysia, Filiphina, Jepang, New Zealand, Thailand, Amerika Serikat, Korea, Canada, Singapura, Brunai Darussalam, UEA, Inggris, Fiji, Tonga, Timor Leste dan Kamboja,” kata Kadispenad dalam siaran pers di Jakarta, Jum’at (10/05/2018) kemarin.

Lebih lanjut Kadispenad mengatakan bahwa materi yang dilombakan pada Lomba Tembak AASAM tahun 2018, meliputi materi Senapan dan Pistol serta Sniper.  Kontingen TNI AD menerjunkan 12 atlet Petembak terdiri dari 5 Prajurit Kostrad, 4 Prajurit Kopassus, 2 Prajurit Kodam XIV/Hasanuddin dan 1 Prajurit Kodam Jaya dengan 4 orang Official. Sebagai Komandan Kontingen yakni Kolonel Inf Khabib Mahfud, S.I.P. yang kesehariannya menjabat sebagai Komandan Brigif Raider 13/1 Kostrad.

Sementara itu, 7 (tujuh) petembak Indonesia menjadi 10 petembak terbaik Internasional. Sedangkan untuk Champion AASAM “Best of The Best Shooter AASAM 2018” diraih oleh Letda Inf Herlansyah, setelah mengalahkan Serka Sugeng.

“Keberhasilan TNI AD dalam menjuarai Lomba Tembak AASAM menunjukkan profesionalisme prajurit-prajurit TNI tidak kalah dengan prajurit-prajurit negara lain yang memiliki kekuatan Angkatan Darat cukup kuat, seperti Amerika Serikat, Inggris dan Australia,” kata Kadispenad.

Berikut hasil perolehan medali pada Lomba Tembak AASAM 2018; Indonesia (36 Emas, 18 Perak, 13 Perunggu), Australia (9 Emas, 4 Perak, 10 Perunggu), Malaysia (8 Emas, 6 Perak, 2 Perunggu), Filipina (6 Emas, 2 Perak, 4 Perunggu), Jepang (4 Emas, 2 Perak, 4 Perunggu), New Zealand (4 Emas, 2 Perak, 2 Perunggu),  Thailand (2 Emas,  1 Perak, 1 Perunggu), Amerika Serikat (2 Emas, 1 Perak), Korea  (2 Emas, 1 Perunggu), Canada (3 Perak), Singapura (1 Perak, 1 Perunggu), Brunei (1 Perak, 1 Perunggu), UEA (1 Perak), Inggris  (2 Perunggu), Fiji (nihil), Tonga (nihil),  Timor Leste (nihil) dan Kamboja (nihil).(red/Disp)

Categories
Nasional Polhukam TNI

Panglima TNI Terima Audiensi PT. Pelindo II di Mabes TNI

0Koranjurnal.co.id, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Aslog Panglima TNI Mayjen TNI Bambang Nariyono, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, M.D.A. dan Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah menerima audiensi PT. Pelindo II yang dipimpin oleh Dr. Ir. Surat Indrijarso, M.Sc, selaku Penasehat PT. Pelindo II yang sehari-hari menjabat Deputi Bidang PMK Sekretariat Kabinet RI didampingi Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT. Pelabuhan Indonesia II Bapak Saptono R. Irianto dan rombongan, bertempat di Mabes TNI,  Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/04/2018).
 
Mengawali audiensinya, Dr. Ir. Surat Indrijarsomewakili seluruh jajaran PT. Pelindo II mengucapkan terima kasih  dengan berkenannya Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menerima kunjungannya dan sekaligus menjelaskan program-program yang diharapkan dapat meningkatkan sinergitas dengan PT. Pelindo dalam rangka pengembangan infrastruktur, meningkatkan pelayanan dan penataan termasuk efisiensi terkait jeda waktu penggudangan.
“Keberadaan PT. Pelindo II sudah banyak bersinergi dengan unsur-unsur TNI,” ucapnya.
 
Pada kesempatan tersebut, Dr. Ir. Surat Indrijarso menyampaikan bahwa PT. Pelindo II berkeinginan melaksanakan  study bersama terkait optimalisasi pelabuhan-pelabuhan, khususnya di Tanjung Priok yang dikelola PT. Pelindo II.
 
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyambut baik berbagai program yang akan dilakukan oleh PT. Pelindo II, khususnya dalam  mengoptimalisasikan pelabuhan di Tanjung Priok. Menurutnya, tidak hanya pelabuhan di Tanjung Priok, tetapi juga pelabuhan-pelabuhan lain yang dikelola oleh PT. Pelindo II.  
“Mari kita duduk bersama untuk memberikan solusi terbaik agar bisa  saling memberikan manfaat, baik bagi PT. Pelindo II maupun TNI,” katanya.
 
Terkait study bersama, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto  mengatakan pada dasarnya TNI selalu mendukung program-program pemerintah khususnya peningkatan pertumbuhan ekonomi termasuk dengan PT Pelindo II. 
“Tentunya sebelum dilaksanakan study, sebaiknya dibahas terlebih dahulu hal-hal teknis,” ucapnya.(red/Pusp) 
Categories
Nasional TNI

Pangarmabar Kunjungi Prajurit Satgas Pam Pulau Terluar Sekatung dan Pangkalan TNI AL Wilayah Natuna

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam rangkaian kegiatan Latihan Tempur Laut Koarmabar Tahun 2018, Pangarmabar Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E, M.M,. melaksanakan peninjauan dan kunjungan kepada para prajurit Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar (Satgas Pam Puter) Pulau Sekatung serta prajurit TNI AL yang berdinas di Pos TNI Angkatan Laut Pulau Laut, Lanal Ranai, Lanal Tarempa serta Lanudal Matak.

Kunjungan dan peninjauan tersebut bertujuan untuk memberikan semangat dan motivasi kepada para prajurit dimana Pulau Sekatung, Pulau Laut, Ranai, Tarempa dan Matak merupakan wilayah kerja yang berada dibawah tanggung jawab Koarmabar. Dalam kunjungannya, Pangarmabar berkesempatan meninjau beberapa fasilitas penunjang disekitar ksatrian seperti sarana messing dan sarana komunikasi serta melakukan dialog dengan para prajurit Satgas Pengamanan Pulau terluar di Pulau Sekatung. Dalam dialognya, Pangarmabar menyampaikan rasa bangga dan ucapan terima kasih kepada para prajurit dikarenakan dedikasi dan pengabdiannya yang luar biasa dimana selama lebih kurang 9 Bulan meninggalkan keluarga demi melaksanakan tugas negara sebagai penjaga dan pengawal pulau terluar.

“Tetap semangat dan ikhlas dalam melaksanakan tugas, karena berkat kalian lah maka pulau terdepan dan terluar dibagian utara Natuna ini tetap terjaga dan aman,” ujar Pangarmabar dari siaran pers yang diterima redaksi di Jakarta, Senin (02/04/2018).

Dalam dialognya tersebut, Pangarmabar menyampaikan beberapa pesan diantaranya agar para prajurit senantiasa tetap waspada serta memperhatikan keselamatan dan keamanan personil dan materil dalam melaksanakan tugas pengamanan sehari-hari baik dalam melaksanakan patroli maupun penjagaan disekitar Pos.

Selesai berdialog dengan para prajurit Satgas Pengamanan Pulau Terluar Pulau Sekatung, Pangarmabar memberikan bantuan berupa sembako untuk mendukung kebutuhan Sehari-hari para Prajurit.

“Bantuan ini merupakan salah satu bentuk perhatian pimpinan serta salah satu ungkapan rasa bangga dan terima kasih atas dedikasi para Prajurit,” ujar Pangarmabar.

Kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi Pos TNI Angkatan Laut Pulau Laut. Dalam kunjungannya, Pangarmabar meninjau beberapa fasilitas Posal diantaranya Mess Prajurit serta fasilitas sarana komunikasi di Posal Pulau Laut. Kedepan, fungsi Posal sebagai kepanjangan mata dan telinga Lanal serta pengumpul data-data intelijen akan ditingkatkan berdasarkan tingkat kerawanan-kerawanan sesuai wilayah kerjanya,” demikian ujar Pangarmabar.

Pangarmabar melanjutkan kunjungannya ke Lanal Ranai dengan melaksanakan peninjauan Fasilitas labuh TNI AL di Selat Lampa serta mengecek fasilitas Pusat Pengendalian Komando (Puskodal) Lanal Ranai.

Selain itu, Pangarmabar menyempatkan peninjauan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) dimana para Abk Kapal Ikan asing titipan Imigrasi ditahan. Selain mengunjungi Lanal Ranai, Pangarmabar pun melaksanakan kunjungan ke Lanal Tarempa. Kehadiran Pangarmabar disambut hangat oleh unsur Forkopimda Anambas pimpinan Bupati Anambas. Pangarmabar bertatap muka dengan para prajurit Lanal Tarempa. Kegiatan kunjungan kerja Pangarmabar di wilayah Natuna tersebut ditutup dengan kunjungan ke Pangakalan Udara TNI AL Marak.

Kunjungan Pangarmabar beserta rombongan tersebut dilaksanakan disela-sela kegiatan Latihan Siaga Tempur Laut Koarmabar Tahun 2018 di Perairan Laut Natuna Utara, dimana Pangarmabar memimpin secara langsung latihan tersebut diatas KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355.(tonmp/Disp)

Categories
Nasional Polhukam Polisi TNI

Panglima TNI: Soliditas TNI dan Polri Bukan Hanya Seremonial Belaka

Koranjurnal.co.id, Balikpapan – Soliditas TNI dan Polri bukan hanya pada tataran atas tetapi sampai pada tataran paling bawah dan bukan hanya seremonial belaka. Untuk itu, seluruh Prajurit TNI dan Polri harus memegang teguh kebanggaan, memiliki  disiplin, dedikasi dan kinerja yang tinggi, professional serta loyalitas yang  terbaik kepada negara dan bangsa.
 
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Kasad Jenderal TNI Mulyono, pada saat memberikan  pengarahan kepada 4.750 personel TNI dan Polri se-wilayah Kalimantan Timur, bertempat di Dome Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (28/03/2018) kemarin. 
 
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjantomengatakan bahwa kehadiran pejabat, prajurit TNI dan Polri termasuk para Babinsa dan Babinkamtibmas pada kegiatan hari ini menunjukkan begitu eratnya soliditas TNI dan Polri.  
“Saya bangga kepada seluruh prajurit TNI dan Polri, saya melihat dari depan empat warna pelangi ada di sini (TNI AD, AL, AU dan Polri) dan ini menunjukkan bahwa soliditas TNI dan Polri sangat baik,”  ungkapnya.
 
“Saya yakin seluruh Prajurit TNI dan Polri bangga dapat ditempatkan di wilayah ini,  yang tentunya menjadi pengalaman tersendiri dengan situasi geografi,  demografi dan kondisi sosial yang ada di Kalimantan Timur,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
 
Dihadapan 4.750 personel TNI dan Polri, Panglima TNI juga menyampaikan bahwa  kemajuan pesat yang tak terduga di berbagai bidang khususnya bidang digital, computing power, dan analisa data selalu memiliki paradoks yang membuka peluang ancaman. “Beberapa diantaranya yang paling signifikan adalah ancaman siber, biologi dan kesenjangan,” ucapnya.
 
Disisi lain pengarahannya, Panglima TNI kembali menegaskan bahwa menjelang Pilkada serentak tahun 2018 dan Pemilu tahun 2019, Prajurit TNI dan Polri harus  tetap solid dan netral serta  mempunyai tugas pengamanan demi suksesnya pesta demokrasi. “Tugas TNI mendukung Polri dalam hal mengamankan pelaksanaan kegiatan pesta demokrasi 2018 dan 2019, termasuk membantu pengiriman logistik Pemilukada dan Pemilu ke daerah-daerah yang sulit dan terpencil,” tuturnya.
 
Diakhir pengarahannya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan penekanan dan harapan untuk dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas  Prajurit TNI dan Polri, sebagai berikut:  Pertama, jaga kepercayaan rakyat kepada TNI dan Polri, jangan sampai  dinodai dan rusak atau dihancurkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.  Kedua, tingkatkan kemampuan deteksi dini maupun cegah dini dari ancamanIdeologi, Politik, Ekonomi, Sosial dan Budaya, Pertahanan dan Keamanan  (Ipoleksosbudhankam) yang dapat mengancam persatuan, kesatuan dan keutuhan bangsa dan negara, khususnya dalam penyelenggaraan Pemilukada 2018 dan tahapan Pemilu 2019. Ketiga, TNI dan Polri sebagai aparat negara harus berdiri tegak di atas semua golongan dan mampu menjadi perekat kemajemukan dalam menjaga ke-Bhinneka–an dan senantiasa melaksanakan tugas dengan tulus ikhlas serta tidak mengenal menyerah.  Keempat, unsur pimpinan agar selalu dekat dan menyatu dengan anak buahnya,  sehingga mengetahui segala kesulitan yang dialami bawahannya dan segera dapat mengambil langkah solusinya.  Kelima, tetap jaga dan pelihara soliditas dan solidaritas TNI dan Polri hingga terjalin antar individu sebagai modal dasar melaksanakan peran fungsi dan tugas masing-masing, serta menjadi teladan bagi stakeholders maupun komponen masyarakat lainnya.
 
Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam pengarahannya mengatakan bahwa ketika TNI dan Polri bersatu, maka negara ini sudah aman.  
“Agenda-agenda tingkat nasional maupun internasional seperti pengamanan pesta demokrasi Pemilukada tahun 2018 dan Pemilu tahun 2019 serta pelaksanaan Asian Games ke-18 di Indonesia, semuanya akan berjalan aman,” ujarnya.
 
Lebih lanjut Kapolri menyampaikan bahwa netralitas TNI dan Polri pada pesta demokrasi, dengan tidak ikut memilih dalam Pemilukada dan Pemilu merupakan kehendak rakyat. “Soliditas TNI dan Polri hendaknya tidak hanya pada tataran atas tetapi betul-betul solid sampai ke tingkat paling bawah,” katanya. 
 
Dihadapan awak media, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa tujuan kunjungannya bersama Kapolri ke Kalimantan Timur adalah untuk menyamakan pola pikir, pola sikap dan pola tindak demi menjamin netralitas pada pesta demokrasi Pilkada tahun 2018 dan tahapan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden tahun 2019.
 
“Apa yang sudah ditunjukkan oleh seluruh  Prajurit TNI dan Polri pada hari ini, Saya yakin tujuan netralitas itu bisa tercapai dan pengamanan Pemilukada 2018 dan Pemilu 2019 berjalan aman, sukses dan lancar,” kata Panglima TNI.
 
Dalam kunjungan kerjanya ke Kalimantan Timur, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto didampingi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian didampingi Ibu Tri Suswati Tito Karnavian.(red/Pusp) 
Categories
Militer Nasional Polhukam TNI

KSAL Pimpin Sertijab 2 Panglima Kotama TNI AL 

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi S.E, M.A.P, memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) 2 Panglima Komando Utama (Pang Kotama) TNI Angkatan Laut yakni jabatan Panglima Komando Armada Barat (Pangarmabar) dan Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil), bertempat di Komplek Satuan Koarmabar 1 Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (15/03/2018).

Sertijab 2 Panglima Kotama TNI AL yang diserahterimakan secara militer tersebut adalah Pangarmabar, dari Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S Sos kepada Laksamana Muda TNI Yudo Margono, SE.. M.M., dan Pangkolinlamil, dari Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E., M.M. kepada Laksamana Pertama TNI Achmad Rivai. SE., M M.

Dalam sambutannya, KSAL mengatakan, sertijab dilakukan dalam rangka Regenerasi Kepemimpinan di Lingkungan TNI Angkatan Laut yang memiliki nilai dan arti strategis.

“Koarmabar dan Kolinlamil adalah kotama pembinaan dan operasi TNI Angkatan Laut yang bertugas membina kemampuan SSAT dan potensi maririm menjadi kekuatan pertahanan negara di laut, melaksanakan operasi laut, operasi tempur laut dan proyeksi kekuatan ke darat dalam penegakan kedaulatan dan hukum laut,” ujar KSAL.

Lebih lanjut, KSAL menyampaikan, Kolinlamil mengemban tugas membina kemampuan sistem Angkutan Laut militer dan potensi Angkutan Laut Nasional untuk kepentingan pertahanan negara, serta melaksanakan Angkutan Laut administratif, taktis maupun strategis TNI/POLRI dan melaksanakan bantuan Angkutan Laut dalam rangka pembangunan nasional.

“Perkembangan lingkungan strategis yang diwarnai dengan permasalahan terkait perbatasan antar negara, pengamanan pelayaran, pencemaran Iingkungan dan pelanggaran hukum di laut, penanggulangan bencana alam. Selain itu pemberontakan bersenjata, Separatisme dan Terorisme masih menjadi ancaman serius bagi integritas NKRI. Oleh karena itu, Koarmabar dan Kolinlamil menjadi tumpuan TNI AL dalam menjawab tantangan tugas tersebut,” lugas KSAL.

KSAL mengharapkan segenap personel di jajaran Koarmabar dan Kolinlamil senantiasa menghindari tindakan, sikap dan perilaku yang dapat menyakiti hati rakyat dan menimbulkan antipati.

“Saya juga berharap agar selalu menjalin koordinasi yang harmonis dengan instansi terkait, baik sipil maupun militer, sehingga dapat menjaga dan mendukung terciptanya kerukunan, kesatuan dan harmonisasi di antara segenap komponen bangsa,” ucap KSAL.

KSAL juga mengingatkan agar para petinggi Kotama khususnya Koarmabar dan Kolinlamil selalu mengevaluasi setiap hasil kerja, yang nantinya akan menjadi bahan untuk kearah yang lebih baik.

Ditempat sama, selain sertijab 2 jabatan Pang Kotama, juga diserahterimakan 4 jabatan strategis yakni, jabatan Asisten Operasi (Asops) Kasal diserahterimakan dari Laksamana Muda TNI IN.G.N. Ary Almadja, S E., kepada Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., Asisten Potensi Maritim (Aspotmar) Kasal dari Mayjen TNI (Mar) Gatot Triswanto kepada Laksma TNI Edi Sucipto SE, M.M. yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Lantamal V Surabaya. Kepala Dinas Material TNI Angkatan Laut (Kadismatal) dari Laksamana Pertama TNI Ir. Aziz lkhsan Bachtiar. M Tr (Han) kepada Laksamana Pertama TNI Kasih Prihantoro, SE., M M., M.Tr (Han) dan Kepala Dinas Pendidikan Angkatan Laut (Kadisdikal) dari Laksamana Pertama TNI Manahan Sumorangkir, S E., M Sc., kepada Kolonel Laut (8) Dr. Ivan Yulivan, S E., MM., M.Tr (Han).

Prosesi serah terima jabatan dihadiri para pejabat dari TNI – Polri, lembaga pemerintah, pejabat Angkatan Laut dari negara sahabat, dan ratusan tamu undangan. Dari pantauan jurnalis di lokasi, tampak hadir Pangkostrad Letjen TNI Agus Kriswanto, Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni, dan Kepala Deputi Bidang Penindakan BNN Irjen Pol Arman Depari.

Seusai upacara serah terima jabatan, acara dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada para pejabat baru dan pejabat lama.(tonmp)

Categories
Militer Nasional Polhukam Polisi TNI

Panglima TNI dan Kapolri Terima Bintang Kehormatan

Koranjurnal.co.id, Jakarta –  Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menerima dua bintang kehormatan, yaitu Bintang Kartika Eka Paksi Utama dari TNI Angkatan Darat yang disematkan oleh Kasad Jenderal TNI Mulyonodan Bintang Jalasena Utama dari TNI Angkatan Laut oleh Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E.,M.A.P., berdasarkan  Keputusan Presiden RI Nomor :  95/TK/2017 dan Nomor :4/TK/2018.
 
Selanjutnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyematkan tiga bintang kehormatan kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, yaitu Bintang Kartika Eka Paksi Utama dari TNI Angkatan Darat, Bintang Jalasena Utama dari TNI Angkatan Laut dan Bintang Swabuwana Paksa Utama dari TNI Angkatan Udara,  berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor : 95-96/TK/2017 dan Nomor :  4/TK/2018.
 
Penyematan bintang kehormatan kepada Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian digelar dalam suatu upacara militer, bertempat di Ruang Hening Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (14/03/2018).
 
Pemberian bintang kehormatan kepada Panglima TNI adalah sebagai penghargaan kepada Warga Negara Indonesia yang bukan anggota TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Laut, yang telah berjasa luar biasa untuk kemajuan dan pembangunan TNI Angkatan Darat dan TNI Angkatan Laut.
 
Sedangkan pemberian bintang kehormatan kepada Kapolri adalah sebagai penghargaan kepada Warga Negara Indonesia yang bukan anggota TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara, yang berjasa luar biasa untuk kemajuan dan pembangunan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara.
 
Dihadapan awak media, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa pemberian bintang kehormatan kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian adalahsebagai bentuk penghargaan atas kerja sama Polri dengan TNI selama ini berjalan dengan baik.
 
Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyampaikan bahwa tanda kehormatan yang diterima merupakan kebahagiaan,  tidak hanya bagi dirinya tetapi juga bagi institusi Polri.  “Tanda kehormatan tersebut sebagai bentuk penghargaan dari tiga matra TNI kepada Polri, sekaligus simbol tentang kerja sama dan koordinasi selama ini yang solid dan sangat baik,” ujarnya.
 
“Pemberian tanda kehormatan tersebut tidak hanya sekedar seremonial semata, tetapi ini adalah simbol soliditas TNI dan Polri. Kalau kedua institusi ini solid dan  sinergi, Insya Allah semua tantangan yang dihadapi dapat dilalui bersama demi tetap utuhnya NKRI,” kata Kapolri.
 
Terkait insiden tenggelamnya Tank M-113 APC (Armoured Personel Carrier) Yonif-412 Mekanis Divif 2/Kostrad di Sungai  BogowontoPurworejo dan Kapal Motor Cepat (KMC) AD 16-05 Kodam Jaya di Kepulauan Seribubeberapa waktu lalu, Panglima TNI menyatakan bahwa insiden  tersebut tentunyatidak diinginkan dan TNI akan terbuka menyampaikan penyebab kejadian tersebut. “Sampai saat ini,  penyebab insiden tersebutmasih dalam proses penyelidikan timinvestigasi, apakah masalah human error atau mekanik, sehingga dapat diketahui penyebabnya,”   ungkapnya.(tonmp/Pusp) 
Categories
Kriminalitas Nasional Polhukam

Kena OTT, Bawaslu RI Berhentikan Sementara Ketua Panwaslu Garut

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri. Keputusan pemberhentian tersebut merupakan upaya Bawaslu Pusat dalam menindaklanjuti terhadap perilaku bersangkutan (Heri Hasan) bersama dengan komisioner KPUD Garut yang diduga menerima suap. Keduanya tertangkap tangan oleh Satgas Anti-Politik Uang dan jajaran Satgasda Polda Jawa Barat.

“Bawaslu segera menindaklanjuti kasus ini dengan memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut sambil menunggu penetapan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP),” kata Ketua Bawaslu RI, Abhan di kantor Bawaslu, Jalan Thamrin, Jakarta, Minggu (25/2/2018).

Menurutnya, perilaku kedua penyelenggara pemilu tersebut telah menciderai proses demokrasi. Keduanya dianggap bekerja sama untuk meloloskan salah satu calon dalam Pilkada Kabupaten Garut dengan cara-cara tidak terpuji.

Abhan mengaku, pihaknya mendukung penuh penegakan hukum untuk menuntaskan kasus itu, termasuk menindak tegas pelaku pemberi suap.

Lebih lanjut, Abhan berjanji akan terus melakukan intropeksi diri dan terus bersemangat untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, profesionalisme dan integritas kepada jajaran pengawas pemilu di seluruh Indonesia.

Abhan juga berharap publik bisa menanggapi peristiwa ini secara objektif karena persoalan ini muncul atas ulah personal (pribadi) bukan secara kelembagaan (institusi).(tonmp)

Categories
Hukum Kriminalitas Nasional Polisi TNI

Pangarmabar Bersama Kepala BNN Merilis Perkembangan Pengungkapan 1,037 Ton Shabu Tangkapan TNI AL

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Sejalan dengan arahan dan perintah Presiden RI agar aparat penegak hukum dapat meningkatkan komitmen untuk menidak tegas para pengedar Narkoba di wilayah Indonesia khususnya melalui jalur laut, maka TNI Angkatan Laut bersama Badan Narkotika Nasional, Bea Cukai dan Polri bersinergi dalam keberhasilannya menggagalkan penyelundupan 1,037 Ton Narkoba jenis sabu yang dibawa kapal MV Sunrise Glory di perairan Selat Phillip.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BNN RI Komjen Pol Drs. Budi Waseso dalam kesempatan konferensi persnya di Kantor BNN RI Jakarta Pusat, Selasa (20/02/2018).

Pada kesempatan tersebut, Aspam KSAL Laksda TNI Suprianto Irawan menyampaikan, keberhasilan ini merupakan kerjasama yang baik antara TNI AL, BNN, Bea Cukai dan Polri. Selanjutnya Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., dalam konferensi persnya di depan puluhan awak media menyampaikan kronologis penangkapan MV Sunrise Glory dengan muatan 1,037 Ton Narkoba oleh salah satu unsur Koarmabar KRI Sigurot-864 yang sedang melaksanakan Operasi Pengamanan Perbatasan RI-Singapore 18 BKO Guskamlabar di perairan Selat Phillip pada hari Rabu 7 Februari 2018.

Pangarmabar mengatakan bahwa keberadaan MV Sunrise Glory sebenarnya sudah terpantau sejak Desember 2017. Selanjutnya Pangarmabar segera memerintahkan unsur-unsur KRI jajaran Koarmabar untuk melaksanakan patroli penyekatan dan penangkapan terhadap kapal tersebut melalui operasi yang di gelar di seluruh perairan Indonesia bagian barat dengan bekerjasama melalui informasi yang di dapat dari BNN.

Tepatnya Rabu 7 Februari 2018, KRI Sigurot-864 yang sedang melaksanakan patroli, mendeteksi adanya kapal ikan berbendera Singapore melakukan manuver mencurigakan, dikarenakan pergerakan kapal tersebut keluar dari jalur Traffic Separation Scheme (TSS) dan memasuki perairan Indonesia. Selain itu, atas dasar deteksi awal oleh KRI bahwa siluet kapal merupakan jenis kapal ikan Taiwan namun berbendera Singapore. Atas dasar kecurigaan tersebut, Komandan KRI Sigurot-864 melaksanakan pemeriksaan dan penggeladahan.

Pemeriksaan awal diketahui bahwa seluruh dokumen yang ada dikapal diindikasikan palsu karena hanya terdapat foto copy dokumen atau bukan dokumen asli. Selain itu, diduga kapal tersebut adalah “Phantom Ship” dikarenakan memiliki 2 bendera yaitu Singapore dan Indonesia. Dari hasil informasi yang didapat sebelumnya, bahwa diduga MV Sunrise Glory memiliki nama lain yaitu Sun De Man 66 yang pernah menjadi target operasi (TO) dikarenakan dugaan pernah membawa Narkoba. Atas dasar dugaan pelanggaran tersebut, maka kapal beserta ABK dikawal menuju Pangkalan TNI AL (Lanal) Batam untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Tepatnya Jumat 9 Februari, TNI AL melalui WFQR Lantamal IV/Lanal Batam dan Guskamlabar bekerjasama dengan BNN Pusat dan Bea Cukai melaksanakan pengecekan terhadap muatan kapal. Saat proses pemeriksaan, tim behasil menemukan barang bukti Narkoba jenis Sabu-sabu sebanyak 41 karung dengan perkiraan berat lebih dari 1 Ton. Barang-barang tersebut disembunyikan diantara tumpukan karung beras dalam palka bahan makanan. Selanjutnya tim melaksanakan pengembangan lebih lanjut dan mendapatkan barang bukti sabu-sabu total sebanyak 1,037 Ton.

Pangarmabar menyampaikan bahwa pencapaian dalam menggagalkan penyelundupan Narkoba sebanyak 1,037 Ton ini dapat menyelamatkan kurang lebih 5 Juta generasi muda Indonesia dari gerbang kehancuran. Selain itu, kesuksesan tersebut merupakan bukti nyata sinergitas TNI AL, BNN, Bea Cukai dan Polri dalam memerangi Narkoba sebagai musuh bersama, sehingga kedepannya TNI AL bersama instansi terkait akan tetap berkomitmen menjalin sinergitas dalam memerangi Narkoba.

Dalam konferensi pers tersebut juga turut hadir Aspam Kasal Laksda TNI Suprianto Irawan, Kadispamal Laksma TNI Angkasa Dipua, Kadispenal Laksma TNI Gig ZM Sipasulta, Dir Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Bapak Wijayanta serta Dirjen Prekusor dan Psikotropika BNN Brigjen Pol Anjan Pramuka.(tonmp/Disp)