Categories
IPTEK Pendidikan

Menko PMK Sebut Kuliah Kerja Nyata Tematik Revolusi Mental Sangat Strategis Membentuk Karakter Bangsa

Koran Jurnal, Jakarta – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Revolusi Mental (RM) merupakan kegiatan strategis dalam upaya menyosialisasikan Program Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) melalui Perguruan Tinggi dan mahasiswa.

Menurut Menko Muhadjir, masyarakat pedesaan dapat tersentuh langsung dengan program GNRM. Program tersebut, kata Menko, dimaksudkan untuk membentuk karakter bangsa yang berintegritas, beretos kerja keras, dan bergotong royong.

“Fakta membuktikan bahwa perubahan-perubahan besar yang terjadi dalam perjalanan sejarah bangsa tidak terlepas dari peran para pemuda terutama mahasiswa,” kata Muhadjir saat memberikan sambutan sebelum membuka kegiatan ‘Rapat Evaluasi Kuliah Kerja Nyata Tematik Revolusi Mental Tahun 2019’, di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng,  Jakarta, Kamis (14/11/2019).

KKN merupakan salah satu kegiatan Perguruan Tinggi yang telah bersinergi dengan Kemenko PMK. Selama 4 tahun ada 55 PT yang telah bermitra dengan Kemenko PMK dalam menyukseskan GNRM.

Perguruan Tinggi menjadi garda terdepan dalam implementasi GNRM yang mendorong perubahan pola pikir, sikap dan perilaku yang berorientasi pada kemajuan di tengah masyarakat.

“Dengan GNRM kita mengharapkberorientasian Indonesia menjadi bangsa yang besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Dalam konteks ini, mahasiswa di PT merupakan ujung tombak implementasi GNRM dengan berperan sebagai Agent of Change,” bebernya.

Sementara itu, berdasarkan laporan, secara akumulatif dari tahun 2016 sampai dengan 2019 terdapat lebih dari 42.000 mahasiswa aktif dalam kegiatan KKN RM. Kehadiran 42.000 mahasiswa setara dengan 1.764.000 men hour days.

Mahasiswa tinggal di lokasi KKN RM selama kurang lebih 42 hari. Mereka menyatu dengan masyarakat, belajar memahami kehidupan masyarakat dan bersama-sama melaksanakan berbagai program KKN RM.

“Melalui program ini tidak saja masyarakat mendapatkan manfaat, tetapi mahasiswa juga mendapatkan bekal pengetahuan tentang persoalan riil yang dihadapi masyarakat,” jelas Muhadjir.

Setidaknya melalui program ini mahasiswa menjadi bagian dari masyarakat yang telah melaksanakan revolisi mental.

“Saya berharap semua PT terutama yang telah 3 dan 4 kali menjadi pelaksana KKN RM dapat semakin baik dalam hal program maupun secara administrasi. Jangkauannya pun tentu saja harus lebih banyak dan luas,” terangnya.

“Hal ini sejalan dengan harapan Presiden Joko Widodo bahwa kebijakan pemerintah tidak hanya sekedar sent tetapi juga delivered. Program tidak hanya sekedar dilakukan untuk masyarakat tetapi justru harus diterima dan dirasakan oleh masyarakat,” lugasnya.(red)

Categories
Pendidikan Ragam

BNPB Luncurkan Buku “Kibar Pataka di Selatan Jawa”

Koran Jurnal, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) resmi meluncurkan buku berjudul “Kibar Pataka di Selatan Jawa”, sebagai catatan sejarah yang dirangkum dari rangkaian kegiatan Ekspedisi Desa Tangguh Bencana Tsunami (EDT) 2019 di Jakarta, Selasa (05/11/2019. Peluncuran buku tersebut sekaligus dalam rangka memperingati World Tsunami Awareness Day pada tahun ini.

Mengambil lokasi di Tempo Institute Jakarta peluncuran buku kisah perjalanan rangkaian EDT 2019 ini dihadiri oleh beberapa perwakilan Kementerian/Lembaga, akademisi, peneliti, beberapa relawan, rekan media, penulis dan penyusun buku serta pihak-pihak terkait yang turut berkontribusi.

Selaku pengarah, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Lilik Kurniawan berharap agar jerih payah dari seluruh tim yang dituangkan ke dalam medium buku tersebut dapat menjadi catatan sekaligus pembelajaran untuk masa depan anak cucu bangsa Indonesia dalam menghadapi bencana gempa-tsunami.

“Sebagai asupan literasi, agar masyarakat lebih siap dan korban bisa diminimalisir,” kata Lilik.

Dalam napak tilas kisah perjalanan EDT 2019 hingga terbitnya buku tersebut, Pelaksana Tugas Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB, Pangarso Suryotomo mengatakan bahwa kegiatan ekspedisi yang mengambil titik awal di Banyuwangi dan berakhir di Serang pada pertengangan Juli-Agustus lalu merupakan sebuah jawaban atas keresahan warga pesisir selatan yang sebelumnya dikatakan bahwa ada potensi dari ancaman gempabumi dan tsunami dari beberapa ahli peneliti.

Dengan adanya kegiatan tersebut, maka masyarakat menjadi siap dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi terkait hasil dari penelitian para pakar terdahulu.

“Ketika ada rilis resmi tentang potensi tsunami di selatan jawa, namun nyatanya masyarakat di pesisir selatan jawa tak gentar karena dengan adanya ekspedisi ini,” ungkap Pangarso.

Tentang “Kibar Pataka di Selatan Jawa”

Buku dengan sampul depan bergambar arak-arakan bendera Pataka dengan judul “Kibar Pataka di Selatan Jawa” merupakan oleh-oleh dari perjalanan panjang para pahlawan kemanusiaan yang mendedikasikan waktu dan energinya demi ketangguhan masyarakat di pesisir selatan Jawa, melalui Ekspedisi Destana Tsunami (EDT) 2019.

Buku setebal 104 halaman ini merupakan catatan dari gabungan materi yang diadopsi langsung dari seluruh wilayah yang menjadi rute EDT 2019. Ragam kisah yang dipahat dalam buku ini memberikan kesan tersendiri melalui gaya bahasa yang unik dan menarik dari cara para penulis bertutur kata melalui medium tulisan.

Sebut saja catatan tentang potensi gempabumi dan tsunami di pesisir selatan Jawa dari segi sejarah yang dibingkai secara ringkas dan padat pada bab pertama. Melalui alur yang dikemas secara teratur pembaca seolah dibawah kembali ke masa lampau. Imajinasi dan rasa ingin tahu berbaur menjadi satu dan berakhir ke dalam pemahaman-pemahaman baru.

Kemudian yang tak kalah mendebarkan ketika pembaca dihadapkan pada perjalanan panjang perubahan bentang alam selatan jawa, yang mana proyeksi dari masa lampau menuju masa kini telah menimbulkan banyak pertanyaan sekaligus keresahan dari para peniliti yang menarik untuk disimak. Nyatanya memang dari bab ke dua ini seluruh tenaga dan pikiran seakan diadu, namun bagaimanapun tim penyusun tetap menampilkan sisi positifnya untuk solusi baru.

Memasuki bab berikutnya ialah bagaimana ingatan-ingatan tentang fenomena alam masa lampau yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa harus dirawat dengan baik dan dijadikan sebagai sebuah pembelajaran. Hal itu sangt penting mengingat dalam sebuah penelitian memang secara garis besar bencana gempa-tsunami di indonesia adalah peristiwa yang berulang. Oleh karena itu penting bagi generasi tua untuk meng-estafet-kan literasi sejarah ingatan bencana kepada penerus mereka, generasi muda.

Pada bab berikutnya, tabir kisah mitos dan ilmu sains saling beradu dalam mengambil simpati dalam catatan baru. Keduanya memang sangat berbeda jauh dan tidak memiliki korelasi, namun dalam bagian ini, para penulis seakan sengaja menyajikan keduanya sebagai penguatan literasi modern agar pikiran terbuka, namun tidak menghilangkan esensinya yang telah ada.

Seperti contoh; selama ini kisah Nyi Roro Kidul, yang telah beredar sebagai mitos masyarakat. Namun oleh penelitian terkini dikatakan bahwa hal itu merupakan peristiwa Tsunami yang di-metafora-kan oleh penguasa pada masa lampau sebagai legitimasi untuk mendapatkan kekuasaan dan diakui oleh rakyatnya. Hal itu disebutkan dari hasil penelitian sang ahli paleotsunami LIPI Eko Yulianto, baik dari penelitian lapangan maupun temuan bukti tulisan lampau yang mengisahkan tentang peristiwa sekitar tahun 1600 ditambah literasi keilmuan lain yang terkait.

Satu hal yang perlu digarisbawahi, mengutip kata-kata Eko dari sebuah wawancara khusus bahwa: “Sebuah sains adalah mitos yang senantiasa diverifikasi kebenarannya. Dan ketika proses verifikasi itu berhenti, maka seketika itu sains berubah menjadi mitos”.

Memasuki babak akhir dalam buku catatan “Kibar Pataka di Selatan Jawa”, pembaca diarahkan kepada wawasan baru tentang bagaimana upaya tindak lanjut dan pembelajaran dari alam semesta, yang mana kapasitas masyarakat harus benar-benar ditingkatkan dan dibudayakan sebagai dasar untuk menjadi keluarga tangguh bencana, sebagai mana yang menjadi salah tujuan EDT 2019 yakni masyarakat tangguh, bukan ajang seremonial saja.

Terciptanya buku ini tak lepas dari jerih payah seluruh unsur yang terlibat seperti dari keluarga besar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Sertifikasi Nasional (BSN), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Palang Merah Indonesia (PMI), SKALA, Hipmi Peduli, Save The Children, Google, RAPI, ORARI, Dompet Dhuafa, Pramuka, unsur TNI/Polro, Pemerintah Daerah, dll.(hum/red)

Categories
Pendidikan

Hari Sumpah Pemuda ke-91, Ini Harapan Alpha Omega School kepada Mendikbud Nadiem Makarim

Koran Jurnal, Jakarta – Ratusan siswa dan siswi Alpha Omega School memperingati hari Sumpah Pemuda ke-91 tahun 2019 di kawasan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (28/10/2019).

Turut hadir sejumlah kalangan masyarakat sekitar, seperti Penilik UPTD kecamatan Bantar Gebang, Tri Cahya Pancaningsih, Ketua Himpaudi Kecamatan Bantar Gebang, Sri Werya Wetari, tokoh agama Pendeta (Pdt) Brian Pattyasina, dan jajaran keamanan serta kelompok karang taruna setempat.

Meski diadakan ditengah kawasan timbunan sampah dan hembusan aroma sampah, namun acara tetap berlangsung meriah. Tampak berbagai penampilan dari anak-anak didik Alpha Omega School dengan menggunakan pakaian daerah bercorak warna-warni dan berbahan kemasan bekas dari bermacam-macam merek produk.

Kepala sekolah Alpha Omega School, Guntar Sri Hartati mengatakan, peringatan hari sumpah pemuda ke-91 dihadiri 6 sekolah pra sejahtera PAUD (Pendidikan Usia Dini) Alpha Omega School (AOS) dari beberapa wilayah, yaitu Depok, Bantar Gebang, Tanah Tinggi, Marunda, Rawa Kucing dan Pulo Gebang.

“Memang tidak semua murid dari 6 wilayah itu hadir, mereka hanya mewakili saja untuk mengisi acara. Tujuannya untuk membangkitkan semangat sehingga mereka mencintai bangsanya. Dan menjadi orang-orang yang luar biasa. Misal, nantinya mereka akan ada yang menjadi menteri ataupun presiden, ya seperti Presiden Jokowi,” ujarnya.

Alpha Omega School juga mendukung program pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Selaku pendidik, Guntar Sri Hartati berharap, dengan ditetapkan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Indonesia Maju, mampu memberikan terobosan baru dalam dunia pendidikan nasional.

“Kita merindukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru, bapak Nadiem Makarim untuk melakukan sesuatu yang luar biasa bagi sekolah-sekolah seperti sekolah kami ini yang menjangkau anak-anak yang kurang mampu secara umum,” tambahnya.

Ditempat sama, Founder Yayasan CARE Mety Cornelia mengungkapkan, selain memperingati hari sumpah pemuda ke-91, Alpha Omega School juga merayakan hari ulang tahun (HUT) yang ke-10.

“Hari ini kita memperingati hari sumpah pemuda dan HUT Alpha Omega School yang ke-10, dimana ini suatu perjuangan yang luar biasa mengajak anak-anak pra sejahtera bergabung dengan guru-guru dan membangun generasi muda yang berguna bagi bangsa dan negara,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Alpha Omega School, lanjut Mety, juga mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali bapak Jokowi sebagai Presiden RI dan KH Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden periode 2019-2024.

“Semoga apa yang sudah dicanangkan oleh bapak (Jokowi) adalah Indonesia maju, bekerja dan bekerja. Kami dari Alpha Omega School berharap Kabinet Indonesia Maju yang sudah bapak bentuk bisa membantu kami, generasi-generasi ini untuk bangkit dan menjadi generasi yang berguna bagi bangsa dan negara,” lugas Mety yang juga founder Paud Alpha Omega School.(red)

Categories
Pendidikan Ragam

Pemuda Asal Papua Jadi Delegasi di AYIMUN 2019

Koran Jurnal, Malaysia – Asia Youth International Model United Nation (AYIMUN) adalah Simulasi Konferensi Internasional yang dilaksanakan di negara pilihan. Konferensi ini menghadirkan Pemuda dari seluruh penjuru dunia yang tertarik untuk membahas isu internasional dan mencari resolusi secara bersama. AYIMUN dilaksakan di Putrajaya, Malaysia pada tanggal 25 – 28 Agustus 2019. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 1.500 peserta dari puluhan negara di dunia.

Kodam XVII/Cenderawasih yang sangat peduli dengan pembangunan karakter pemuda di Papua secara langsung memberikan dukungan akomodasi kepada Pemuda asal Papua Steve Rick Elson Mara yang saat ini sedang kuliah S2 di Program Studi Damai dan Resolusi Konflik, Fakultas Keamanan Nasional, Universitas Pertahanan Indonesia.

Kodam XVII/Cendrawasih melihat Steve Mara sebagai sosok pemuda yang sangat berpotensi untuk menjadi Pemimpin di Indonesia masa depan. “Kami melihat Steve adalah pemuda yang memiliki visi yang besar untuk membangun Indonesia di masa depan, Steve adalah sosok pemuda yang tidak berpikir sektoral tetapi memiliki cakrawala berpikir yang luas sehingga sudah layak kami dukung untuk pembangunan karakter”.

Pada kegiatan AYIMUN 2019, Steve bergabung di United Nation Development Program (UNDP) dengan negara alokasinya adalah Republik Rwanda.

“Saya bangga bisa menjadi bagian dari Konferensi Internasional ini. Ini merupakan Model United Nation kedua yang saya ikuti setelah yang pertama dulu saya ikut di Tangerang yaitu Model United Nation Climate Change Conference,” kata Steve Mara.

Dalam Konferensi Internasional di Malaysia ini, Steve Mara membuat position Paper yang di fokuskan pada Pendidikan sebagai kunci utama negara-negara berkembang untuk meningkatkan ketahanan terhadap pemudanya. “Jika tingkat pendidikan di suatu negara itu rendah atau tidak menjadi fokus utama pemerintah, maka sudah menjadi hal tentu bahwa daerah atau negara tersebut akan terjadi krisis di semua lini”.

Dalam konferensi tersebut, Steve juga mendapat kesempatan dua (2) kali untuk berbicara di depan forum dalam :General Speaker List’ dan sekali dalam mosi tentang akar masalah disetiap negara dan Steve menyampaikan tentang Pembangunan Informasi dan Teknologi bagi ketahanan Pemuda.

Lanjut Steve yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Pemuda LIRA Prov. Papua ini, “Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia, Khususnya kepada Kodam XVII/Cendrawasih yang telah mendukung akomodasi selama kegiatan di Malaysia, saya berharap Kodam XVII/Cenderawasih juga dapat terus melakukan pembinaan karakter kepada Pemuda Papua untuk menjadi Pemimpin di Indonesia, Khusunya di Indonesia bagian timur ini”.

“Saya bangga lahir sebagai orang Papua tapi Saya jauh lebih bangga sebagai orang Indonesia. Karena bila Saya hanya orang Papua Saya sangat kerdil dan termarjinalkan. Tapi bila Saya orang Indonesia maka Saya sangat kaya, Saya punya Jawa, punya Sumatra, punya Kalimantan, punya Sulawesi dan sebagainya dari Sabang sampai Merauke dengan segala keberagamannya,” terang Stave.

Ia menambahkan, harapan bangsa saat ini ada di tangan pemudanya. Pemuda bukan hanya tulang punggung tetapi pemuda adalah nafas masa depan negara.

“Mari kubur dalam-dalam solidaritas sempit yang bersifat kedaerahan, kesukuan atau kelompok kecil yang terkotak-kotakkan. Namun mari perkokoh solidaritas Nasional sebagai generasi muda Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam satu kesatuan yang tak terceraikan,” tandasnya.

Categories
Pendidikan TNI

Cerdaskan Anak Papua, Satgas Yonif MR 411 Gelar Perpustakaan Keliling di Sota

Koran Jurnal, Jakarta – Turut mencerdaskan anak-anak Papua, khususnya yang ada di perbatasan R-PNG, Satgas Pamtas Yonif Mekanis Raider 411/PDW Kostrad menggelar perpustakaan keliling di sekolah-sekolah wilayah Sota.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 411/PDW, Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos.,M.Tr (Han)., dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Kamis (22/08/2019).

Diungkapkan Dansatgas, kegiatan yang bertajuk cerdaskan anak bangsa dengan memperluas akses pengetahuan ini, makin menjadikan mereka kritis dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Kita menjemput bola dengan mendatangi sekolah yang ada di Kampung Yanggandur, Distrik Sota, pada Rabu (21/08/2019),” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, sekolah yang pertama kali didatangi perpustakaan keliling dipimpin Komandan Pos Yanggandur, Letda Inf Rizal ini, adalah SD YPPK ST. FX. Yanggandur dan SMP Negeri Yanggandur.

“Tidak hanya siswa tapi para guru juga menyambut dengan antusias, kegiatan ini. Ada sejumlah 117 siswa SD dan SMP dengan penuh keceriaan langsung membaca buku yang disediakan di perpustakaan ini,” jelasnya.

“Kami datangkan perpustakaan keliling untuk membangun minat baca dan memperluas pengetahuan serta wawasan siswa di Kampung Yanggandur,” jelas Rizky Aditya.

Tak hanya membawa buku bacaan tambahnya, Satgas juga memutarkan film perjuangan untuk menumbuhkan motivasi belajar para siswa.

“Ini kita lakukan agar suasananya tidak monoton, diselingi dengan pemutaran film perjuangan,” ucapnya.

Perpustakaan keliling kata Rizky Aditya, merupakan salah satu program Satgas guna memberikan sarana ilmu pengetahuan kepada anak-anak di perbatasan Papua-PNG.

“Berbagai cara kita lakukan untuk menarik mereka supaya terus berprestasi, bahkan kegiatan belajar mengajar di seluruh pos juga sudah terlaksana,” terangnya.

“Kami juga memberikan bimbingan belajar kepada anak-anak setelah mereka pulang sekolah. Bagi kami ilmu pengetahuan sangat penting dan tidak ada kata terlambat untuk belajar,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Dasar YPPK ST. FX. Yanggandur, Emerikus Renyaan, S.Pd., mengungkapkan, bangga dan terima kasihnya kepada Satgas yang begitu peduli dengan pendidikan anak-anak.

“Kehadiran perpustakaan ini sangat disenangi anak-anak, apalagi banyak buku yang tersedia di perpustakaan ini,” tuturnya.

Dirinya pun berharap, kehadiran perpustakaan ini dapat dimanfaatkan anak-anak untuk menambah wawasan dan pengetahuan.

“Kami yakin dengan tingginya animo anak-anak untuk membaca, ilmu pengetahuan mereka pun kian bertambah. Karena dengan banyak membaca, mereka pun dengan cepat mengerti dan paham akan pelajaran yang disampaikan di sekolah,” pungkasnya.(Disp/red)

Categories
Nasional Pendidikan

RAPBN 2020, Pemerintah Sediakan 818 Ribu KIP Kuliah dan Inisiasi Kartu Pra Kerja

Koran Jurnal, Jakarta – Sesuai dengan amanat konstitusi, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20% dari belanja negara, atau sebesar Rp505,8 triliun, meningkat 29,6% dibandingkan realisasi anggaran pendidikan di tahun 2015 sekitar Rp390,3 triliun.

“Dengan anggaran pendidikan yang meningkat tersebut, diharapkan tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal,” kata Presiden Jokowi saat menyampaikan Keterangan Pemerintah Atas RUU tentang APBN 2020 beserta Nota Keuangannya, di depan Sidang Paripurna DPR RI, di Senayan, Jakarta, Jum’at (16/08/2019).

Presiden menjelaskan, di jenjang pendidikan menengah dan tinggi, Pemerintah merancang pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri. Pemerintah, lanjut Presiden, juga mencetak calon-calon pemikir, penemu, dan entrepreneur hebat di masa depan.

Selain itu, kebijakan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia juga akan ditekankan pada perbaikan kualitas guru, mulai dari proses penyaringan, pendidikan keguruan, pengembangan pembelajaran, dan metode pengajaran yang tepat dengan memanfaatkan teknologi.

Pada pendidikan dasar dan menengah, dalam rangka pemerataan akses pendidikan dan percepatan wajib belajar 12 tahun, menurut Presiden Jokowi, Pemerintah melanjutkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada 54,6 juta siswa pada tahun 2020. Selain itu, Pemerintah juga melanjutkan Program Indonesia Pintar (PIP) dengan memberikan beasiswa hingga 20,1 juta siswa.

Setelah pemenuhan wajib belajar 12 tahun, lanjut Presiden Jokowi, Pemerintah juga merasa perlu untuk memberikan akses yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, untuk mengenyam pendidikan hingga jenjang pendidikan tinggi.

“Oleh sebab itu, Pemerintah pada tahun 2020 memperluas sasaran beasiswa untuk melanjutkan  pendidikan tinggi kepada 818 ribu mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, yang memiliki prestasi akademik melalui Kartu Indonesia Pintar- Kuliah (KIP-Kuliah), termasuk lanjutan bidik misi,” ucap Presiden Jokowi.

Beasiswa KIP-Kuliah ini, lanjut Presiden, juga diberikan untuk mahasiswa pendidikan vokasi dan politeknik, serta pendidikan sarjana pada program studi sains dan teknologi.

Sementara Untuk meningkatkan akses keterampilan bagi anak- anak muda, para pencari kerja, dan mereka yang mau berganti pekerjaan, Presiden Jokowi menyampaikan, Pemerintah pada tahun 2020 akan menginisiasi program kartu Pra-Kerja.

“Mereka dapat memilih jenis kursus yang diinginkan, antara lain coding, data analytics, desain grafis, akuntansi, bahasa asing, barista, agrobisnis, hingga operator alat berat,” ujar Presiden Jokowi.

Kesehatan

Menyinggung mengenai anggaran kesehatan, Presiden Jokowi menyampaikan, bahwa sesuai dengan amanat UU Kesehatan tahun 2009, sejak tahun 2016 Pemerintah konsisten menjaga anggaran kesehatan, setidaknya 5 persen dari belanja negara.

“Pemerintah mengalokasikan Rp132,2 triliun untuk anggaran kesehatan, atau naik hampir dua kali lipat dari realisasi anggaran kesehatan di tahun 2015 sebesar Rp69,3 triliun,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, pada tahun 2020, pemerintah terus melanjutkan program prioritas di bidang kesehatan, dengan memperkuat layanan dan akses kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, diikuti ketersediaan tenaga kesehatan yang berkualitas.

Penguatan program promotif dan preventif, lanjut Presiden, juga dilakukan, melalui pemenuhan gizi dan imunisasi balita, serta edukasi publik tentang pentingnya pola hidup sehat untuk menekan angka penyakit tidak menular. Sementara konvergensi program dan kegiatan percepatan penurunan stunting pada tahun 2020 juga diperluas mencakup 260 kabupaten/kota.

“Program dukungan bagi kesehatan dan keselamatan ibu hamil dan melahirkan juga menjadi prioritas. BPJS Kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional dibenahi secara total,” tegas Presiden Jokowi.

Ditambahkan Presiden, pada tahun 2020, Pemerintah akan menyalurkan anggaran pada 96,8 juta jiwa penerima bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), melanjutkan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 10 juta keluarga penerima manfaat, dan menyalurkan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) kepada 15,6 juta keluarga melalui kartu sembako.

Dengan kartu sembako, lanjut Presiden, keluarga penerima manfaat dapat membeli dan memilih bahan pangan yang lebih beragam, karena jumlah bantuan yang diterima meningkat menjadi Rp1,80 juta per keluarga per tahun, dari sebelumnya sebesar Rp1,32 juta per keluarga per tahun.(DBPers/red)

Categories
Pendidikan TNI

Peletakkan Batu Pertama Pembangunan Ruang Praktek SMK Angkasa I Lanud Suryadarma

Koran Jurnal, Subang – Komandan Lanud Suryadarma Marsma TNI I Wayan Sulaba, S.Sos., M.Sc didampingi Ketua Yasarini Cabang Lanud Suryadarma Ny. Ratna Dewi I Wayan Sulaba melaksanakan peletakkan batu pertama yang menandai dimulainya pembangunan Ruang Praktikum Siswa (RPS) SMK Angkasa I Lanud Suryadarma, Subang, Jum’at (09/08/2019).

Danlanud dalam kesempatan tersebut menyampaikan dengan dimulainya pembangunan Ruang Praktikum Siswa (RPS) SMK Angkasa I Lanud Suryadarma, kiranya dapat digunakan guna kepentingan belajar, dapat meningkatkan mutu SMK Angkasa yang semakin menunjukkan prestasinya di dunia pendidikan sehingga nantinya akan berguna dalam dunia kerja.

“Semoga dengan pembangunan, ruang praktek SMK Angkasa I Lanud Suryadarma, pihak sekolah khususnya para guru juga akan lebih bersemangat lagi dalam mendidik siswanya, agar siap menghadapi dunia kerja setelah lulus nanti”, Harap Danlanud.

Lebih lanjut Danlanud menegaskan agar proyek pembangunan Ruang Praktikum Siswa (RPS) harus mengutamakan Bestek atau peraturan dalam pelaksanaan suatu pekerjaan bangunan atau proyek, kerjakan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Dalam kesempatan ini juga, Saya berharap adanya pengawasan dari tim baik internal maupun pengawasan dari perwakilan masyarakat, sehingga proses pembangunan ruang kelas tersebut sesuai dengan yang diharapkan.

Ditempat yang sama Ketua Yasarini Cabang Lanud Suryadarma Ny. Ratna Dewi I Wayan Sulaba menyampaikan dengan bantuan pembangunan Ruang Praktikum Siswa (RPS) yang diperoleh melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi Jawa Barat yang dikelola secara swakelola oleh pihak sekolah, masyarakat, orang tua siswa serta guru. Akan semakin membuat para murid semakin bersemangat dalam belajar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danwing 8 Lanud Suryadarma Kolonel Pnb Taufik Arasj, Para Kepala Dinas dijajaran Lanud Suryadarma, Para Pejabat Lanud Suryadarma serta para pengurus Yasarini Cabang Lanud Suryadarma.(pen/red)

Categories
Pendidikan

Kementan, FAO, dan AFKHI Luncurkan Buku One Health dan Resistensi Antimikroba

Koran Jurnal, Bogor – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) bersama Badan Pangan dan Pertanian Persatuan Bangsa-Bangsa (FAO) Indonesia, dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia (AFKHI) menuntaskan buku bertajuk Pengayaan Materi Perkuliahaan One Health, Resistensi dan Penggunaan Antimikroba, dan Rantai Pasar Unggas.

Buku tersebut menjelaskan isu-isu kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat terkait strategi pencegahan serta pengendalian emerging infectious disease (penyakit infeksi baru/berulang-PIB) dengan pendekatan One Health, masalah kesehatan unggas, termasuk rantai produksi dengan potensi terjadinya zoonosis seperti penyakit Avian Influenza (AI) atau Flu Burung (FB) serta isu penting dan perkembangan resistensi antimikroba (AMR).

Menurut Dirjen PKH, I Ketut Diarmita dalam acara peluncuran buku tersebut, Kementerian Pertanian sangat serius dalam penanggulangan zoonosis atau penyakit hewan yang dapat ditularkan ke manusia atau sebaliknya. Ketut menganggap langkah Kementan menuangkan pengalaman penanggulangan zoonosis dan AMR serta penanganan kesehatan unggas sangat penting dilakukan, hal ini merupakan kontribusi Kementan untuk kemajuan pendidikan masyarakat luas, dan sumber daya manusia, khususnya di dunia kedokteran hewan di Indonesia.

“Kegiatan di lapangan yang telah dilakukan oleh Kementan dan kementerian terkait lain banyak memberi masukan dan pembelajaran tentang praktik terbaik dalam pencegahan, deteksi, dan respon terhadap ancaman zoonosis, PIB, dan AMR,” ujar Ketut, Jum’at (02/08/2019).

Lanjut Ketut menambahkan bahwa penyusunan Buku Pengayaan Materi Perkuliahaan One Health, Resistensi dan Penggunaan Antimikroba, dan Rantai Pasar Unggas ini merupakan dukungan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian dalam pengembangan kapasitas SDM sejak sebelum masuk dunia profesional dan upaya keberlanjutan dari hasil kerjasama Kementan dengan FAO dan sebelas lembaga perguruan tinggi di Indonesia.

Sementara itu, perwakilan FAO ECTAD, James McGrane mengatakan bahwa materi-materi pengayaan ini adalah hasil intisari pengalaman dan studi lapangan jangka panjang bersama Kementan di bidang pengendalian penyakit AI atau FB serta kerjasama kuat di sektor perunggasan sejak tahun 2006 yang turut didukung oleh Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika (USAID).

“FAO mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Ditjen PKH, terutama dalam pengendalian AI/FB yang bersifat zoonosis. Keberhasilan Indonesia mengendalikan AI berdampak positif bagi perkembangan perunggasan,” tambahnya.

Sedangkan, Ketua AFKHI, Srihadi Agungpriyono menyambut gembira selesainya pengayaan materi perkuliahan untuk mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan ini.

“Topik-topik terkait One Health, kesehatan unggas, dan AMR telah menjadi rekomendasi Badan Kesehatan Hewan Dunia (OIE) untuk dijadikan materi ajar di Fakultas Kedokteran Hewan. Ini membuktikan hadirnya peran Pemerintah, akademisi, pakar kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat, serta dunia Internasional yang diwakili oleh FAO dan USAID untuk mewujudkan materi kurikulum kedokteran hewan yang komprehensif dan mutakhir,” ungkapnya.

Menurut Srihadi kerjasama seperti ini merupakan yang pertama di dunia, dimana peran pemerintah, khususnya sektor pertanian dan organisasi internasional seperti FAO langsung terjun mendukung upaya-upaya peningkatan kualitas lulusan perguruan tinggi. Hal ini juga merupakan salah satu bentuk upaya dalam mencapai konsep Day 1 Competency yang disarankan oleh OIE.

Buku yang terdiri dari 5 (lima) bab utama, setebal 73 halaman, masing-masing membahas tentang Implementasi One Health dalam Pencegahan dan Pengendalian Zoonosis dan Penyakit Infeksi Baru; Pengendalian Resistensi Antimikroba dan Penggunaan Antimikroba; serta Implementasi Kesehatan Unggas dan Rantai Pasar Unggas ini kemudian diserahterimakan secara simbolis oleh Dirjen PKH, Dr. Drh. I Ketut Diarmita, M.P., dan Team Leader FAO ECTAD, Dr. James McGrane kepada ketua AFKHI, Prof. Srihadi Agungpriyono untuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar.(hum/red)

Categories
Pendidikan

SIT Selandia Baru Luncurkan “Beasiswa 20 untuk 2020” di Indonesia

Koran Jurnal, Jakarta – Southern Institute of Technology (SIT) menawarkan beasiswa bagi warga masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di Selandia Baru (New Zealand). Tawaran itu berupa skema “Beasiswa 20 untuk 2020”, yakni beasiswa 20 persen untuk potongan biaya kuliah bagi siswa Indonesia yang mendaftar dan diterima di SIT pada tahun ajaran 2020.

Southern Institute of Technology (SIT) merupakan lembaga teknologi milik pemerintah Selandia Baru yang menawarkan program pendidikan lanjutan setelah SMA mulai dari tingkat sertifikasi hingga gelar magister.

SIT’s Chief Executive, Ms Penny Simmonds menjelaskan, beasiswa ditawarkan untuk semua program yang berdurasi setidaknya satu tahun. Beasiswa berlaku untuk semua kualifikasi.

“Jadi jika Anda ingin berkuliah di jenjang S1 (bachelor’s degree) di SIT, maka beasiswa akan berlaku selama 3 tahun masa studi, yang akan sangat meringankan bagi Anda dan keluarga,” kata Penny dalam acara peluncuran beasiswa tersebut, di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, Jum’at (26/07/2019).

Selain beasiswa, ada banyak manfaat dan peluang lainnya yang dapat diperoleh dengan belajar di SIT dan di wilayah Southland Selandia Baru.

“Beberapa di antaranya adalah biaya hidup terendah serta kami menyediakan beasiswa akomodasi untuk mahasiswa pascasarjana dan magister,” ujar Penny.

The Southern Institute of Technology terletak di jantung dari wilayah Selatan yang inovatif, tepatnya di Invercargill.

“Kampus utama kami terletak di Invercargill, dengan kampus-kampus lain di Queenstown, Christchurch, dan Auckland. Program SIT diakreditasi dan disetujui oleh Otoritas Kualifikasi Selandia Baru (NZQA),” ujar Penny.

Ia juga mengungkapkan, program pendidikan tersebut merupakan komitmen SIT untuk memenuhi Strategi Pengembangan Regional Southland, yaitu membawa pekerja-pekerja yang terampil ke wilayah Southland. Dan cara yang terbaik untuk mencapai hal tersebut ialah dengan menyediakan pendidikan berkualitas yang terintegrasi dengan industri dan berfokus pada pengembangan keterampilan lulusan untuk siap bekerja.

Bahkan, pada tahun 2018, SIT memiliki 14.000 siswa dan 1.800 siswa di antaranya merupakan siswa internasional. SIT, lanjut Penny, cukup besar untuk menawarkan variasi namun juga cukup kecil untuk mampu mempertahankan suasana yang bersahabat.

“Kunci keunggulan kami yang sesungguhnya adalah keramahan Selatan kami dan kegiatan luar ruang yang unik, penuh petualangan serta kesempatan rekreasi melalui tantangan olahraga yang ekstrem,” tuturnya.

Penny menambahkan, SIT memiliki sejarah membanggakan dengan menyediakan pembelajaran terapan dan pendidikan kejuruan. Selama lebih dari 45 tahun, SIT telah memberikan para siswa pendidikan berkualitas di berbagai bidang studi, antara lain bisnis, teknologi informasi, ilmu kesehatan terapan, manajemen terapan, teknologi rekayasa, seni kreatif, produksi musik dan audio, olahraga, keperawatan, dan banyak lagi.

“Dengan lebih dari 200 program di lebih dari 30 bidang studi, kami dapat menawarkan kesempatan untuk melanjutkan studi Anda pada tingkat yang sesuai dengan kemampuan Anda,” pungkasnya.

Hadir dan turut mendampingi Ms Penny Simmonds dalam acara peluncuran beasiswa, SIT International Director, Ms Chami Abeysinghe bersama dengan In-Country Manager Mr Marcellino Leo Kusuma.(ton/red)

Categories
Nasional Pendidikan

Lantik Perwira TNI-Polri, Presiden Jokowi: Prajurit Harus Ikuti Perkembangan Zaman

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada para perwira remaja TNI dan Polri yang telah dilantik untuk mengikuti perkembangan zaman menghadapi tantangan global yang semakin berat. Hal itu diamanatkan oleh Presiden saat bertindak selaku inspektur upacara dalam upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri Tahun 2019 di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (16/07/2019).

“Saudara-saudara adalah penjaga masa depan bangsa ini. Kejayaan Indonesia sudah ada di depan mata tetapi harus diraih dengan kerja keras dan kerja cerdas. Masa depan yang penuh harapan tetapi juga sekaligus penuh dengan tantangan-tantangan besar,” ujarnya.

Tantangan-tantangan tersebut di antaranya ialah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta munculnya revolusi industri baru yang semakin menimbulkan perubahan dalam berbagai bidang dengan cepat dan berdampak besar. Semua hal itu menimbulkan disrupsi-disrupsi dan kompleksitas yang menuntut perhatian TNI dan Polri dalam menjalankan tugasnya.

“Dunia sekarang ini penuh dengan disrupsi, perubahan, risiko-risiko. Dunia juga semakin kompleks, penuh dengan kejutan-kejutan yang sering jauh dari kalkulasi kita, sering jauh dari hitungan-hitungan kita. Sekali lagi, kecepatan, kompleksitas, dan ketidakterdugaan adalah ciri baru dari dunia internasional yang berlangsung berubah saat ini,” kata Presiden.

Hal-hal baru yang muncul sebagai akibat dari tantangan tersebut juta menuntut adanya perubahan cara kerja kita dalam menghadapi masalah. Cara-cara dan model-model lama dalam bekerja kini tak lagi bisa digunakan.

“Advanced robotic dan artificial intelligence telah mempermudah kita di banyak hal termasuk di dunia kemiliteran dan kepolisian. Tetapi di saat yang sama juga menimbulkan jenis-jenis kejahatan baru yang menjadi tantangan kita bersama,” tuturnya.

Maka, tidak ada pilihan lain bagi TNI, Polri, dan seluruh pihak untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta bekerja dengan penuh kecepatan. TNI dan Polri juga harus melengkapi diri dengan sistem, teknologi, dan cara-cara terkini dalam menghadapi setiap ancaman yang muncul ke depannya.

“Di dunia kemiliteran pasti terjadi perkembangan yang luar biasa dalam strategi, taktik, dan sistem persenjataan. Di dunia kepolisian juga harus semakin canggih dalam memberantas kejahatan digital, penegakan hukum, pemeliharaan keamanan dan ketertiban, serta perlindungan dan pelayanan kepada rakyat dan masyarakat,” ucapnya.

Di saat yang sama, tugas TNI dan Polri untuk melindungi Pancasila dari gempuran ideologi-ideologi lain juga amat besar. Kepada para perwira remaja yang baru saja dilantik, Kepala Negara berpesan agar tetap menjaga toleransi terhadap perbedaan di dalam keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.

“Saudara harus terus melindungi Pancasila dari gempuran gelombang ideologi-ideologi luar. Saudara harus menjaga Bhinneka Tunggal Ika, menjaga toleransi terhadap perbedaan antaranak bangsa. Saudara harus terus menjaga persatuan dalam keberagaman Indonesia,” kata Presiden.

Presiden Jokowi kemudian mengakhiri amanatnya dengan mendoakan kesuksesan bagi para perwira remaja TNI dan Polri untuk dapat membawa kejayaan bagi Indonesia di masa mendatang.

“Saya ucapkan selamat bertugas kepada para patriot muda Indonesia. Buatlah orang tuamu bangga, buatlah Indonesia berjaya,” tandasnya.(DBPers)