Categories
Polhukam

Bakamla RI Fasilitasi Pemulangan 6 Nelayan dari Timor Leste

Koran Jurnal, Atambua – Bakamla RI melalui Stasiun Bakamla Kupang memfasilitasi proses pemulangan enam Anak Buah Kapal (ABK) KM Triasmo Sejahtera yang sebelumnya terdampar di perairan Timor Leste. Proses serah terima dilaksanakan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Atambua, Nusa Tenggara Timur, Rabu (7/1/2026).

Kepala Stasiun Bakamla Kupang Mayor Bakamla Yeanry M. Olang, S.Kom., M.M., secara resmi menerima keenam ABK dari KBRI Dili melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima. Kegiatan tersebut disaksikan oleh Kepala PLBN Motaain Atambua, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT wilayah Kabupaten TTS, TTU, Belu dan Malaka, serta unsur Imigrasi dan instansi terkait lainnya.

Dalam keterangannya, Minister Counsellor KBRI Dili Nugroho Yuwono Aribhino menjelaskan bahwa pada 3 Januari 2026 pihaknya menerima laporan dari Otoritas Petroleum Nasional Timor Leste (ANP) terkait enam nelayan WNI yang terdampar di kawasan eksplorasi migas Bayu Undan, Timor Gap. Para ABK diketahui mengalami kerusakan mesin kapal saat perjalanan kembali melaut sehingga terombang-ambing di laut selama beberapa hari dengan keterbatasan logistik.

Setelah melihat anjungan migas Bayu Undan, para ABK memberikan sinyal darurat dan berhasil dievakuasi oleh kapal MMA Coral milik perusahaan migas Santos. Kapal nelayan yang sempat ditarik kemudian tenggelam akibat cuaca buruk. Selanjutnya, keenam ABK dibawa ke Dili dan ditampung di shelter KBRI Dili, dengan seluruh kebutuhan dasar, kesehatan, dan administrasi pemulangan difasilitasi secara penuh oleh KBRI.

Mayor Bakamla Yeanry M. Olang menyampaikan bahwa Stasiun Bakamla Kupang telah menerima laporan kehilangan kontak KM Triasmo Sejahtera sejak 29 Desember 2025. Sejak saat itu, koordinasi intensif dilakukan bersama Kantor SAR Kupang, pihak keluarga, serta instansi terkait. Setelah mendapat kepastian keberadaan para ABK di Timor Leste, Bakamla RI segera melakukan koordinasi berjenjang sesuai arahan Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah melalui Kepala Zona Bakamla Timur Laksma TNI I Putu Darjatna.

“Puji syukur, keenam ABK berhasil ditemukan dalam kondisi sehat dan dapat dipulangkan ke tanah air. Ini merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi warga negara Indonesia, khususnya para nelayan,” ujar Mayor Yeanry.

Lebih lanjut, Bakamla RI mengimbau para nelayan agar senantiasa memastikan kesiapan kapal, kelengkapan dokumen, serta alat navigasi dan komunikasi sebelum melaut, guna meminimalisasi risiko dan mempercepat penanganan apabila terjadi keadaan darurat di laut.

Setelah proses serah terima di PLBN Motaain, keenam ABK selanjutnya dibawa ke kantor Dinas Kelautan dan Perikanan setempat untuk diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Adapun enam ABK yang dipulangkan terdiri atas satu nahkoda dan lima ABK, yaitu Erfan Agus (Nahkoda), Alfurkan Kapitan Lamahala, Juslan Tungga, Kamaruddin, Muhaimin Abas, dan Nawwir Gazali.(hum)

Categories
Polhukam

Bakamla RI Serah Terima ABK MT Silver Sincere dengan KSOP Tanjung Uban

Koran Jurnal, Batu Ampar – KN. Tanjung Datu-301 yang berhasil menyelamatkan empat Anak Buah Kapal (ABK) MT Silver Sincere berbedera Malaysia yang tenggelam di Perairan Pulau Bintan kemarin (12/1), telah melakukan serah terima 4 ABK lainnya yang di evakuasi di kapal KN. Sarotama – P.112, di Geladak KN. Tanjung Datu-301, pada Senin (13/1/2025).

Serah terima ini dilakukan oleh Komandan KN Tanjung Datu-301, Kolonel Bakamla Rudi Endratmoko, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., yang diwakili oleh Kepala Departemen Senjata dan Bahari, Kapten Bakamla Zaenal Abidin, kepada perwakilan KSOP Tanjung Uban, Mualim III KN Sarotama-P.112. Selain menyerahkan para ABK yang selamat, dokumen-dokumen kapal MT Silver Sincere juga diserahkan untuk proses lebih lanjut.

Insiden tenggelamnya MT Silver Sincere bermula saat KN Tanjung Datu-301 yang sedang bertugas di perairan Batu Ampar menerima informasi dari Vessel Traffic Service (VTS) Batam pada Minggu (12/1) pukul 15.30 WIB. Informasi tersebut menyebutkan bahwa kapal MT Silver Sincere mengalami kebocoran dengan posisi miring 15° ke kiri di sekitar 5 mil laut utara Pulau Bintan.

Merespons laporan tersebut, KN Tanjung Datu-301 segera menurunkan Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB) beserta Tim Visit Board Search and Seizure (VBSS) pada pukul 16.00 WIB untuk melakukan evakuasi dengan jarak 26 mil laut dari lokasi. Namun, pada pukul 17.00 WIB, upaya evakuasi terkendala cuaca buruk dan gelombang tinggi, sehingga tim memutuskan untuk berlindung di sekitar Pulau Putri.

Setelah kondisi cuaca membaik, Tim VBSS melanjutkan perjalanan dan akhirnya berhasil mengevakuasi empat korban MT Silver Sincere pada pukul 21.54 WIB. Keempat korban langsung dibawa ke KN Tanjung Datu-301 di Batu Ampar untuk pemeriksaan kesehatan dan pendampingan lanjutan. Sementara itu, empat korban lainnya dievakuasi oleh KN Sarotama-P.112 yang juga berada di lokasi.

Keberhasilan evakuasi dan serah terima ini mencerminkan kerja sama yang solid antara Bakamla RI dengan instansi terkait, termasuk KSOP Tanjung Uban. Kolonel Bakamla Rudi Endratmoko menyatakan, “Upaya penyelamatan ini menjadi bukti nyata sinergi yang kuat dalam mengamankan wilayah perairan Indonesia dan melindungi keselamatan jiwa di laut.”

Dengan semangat kolaborasi, Bakamla RI terus berkomitmen menjaga keamanan dan keselamatan di wilayah yurisdiksi perairan Indonesia.(hum)

Categories
Megapolitan Polhukam

Pengamat Maritim: Walau Negara hadir dan Selalu Mendampingi, ABK WNI Jangan Seenaknya Langgar Hukum di Luar Negara RI

Koran Jurnal, Jakarta – Sebuah utas yang diunggah akun @adekistrifal di media sosial Twitter mengenai anak buah kapal Warga Negara Indonesia (ABK WNI) yang ditahan Polisi Laut China mendadak viral.

Utas diunggah oleh anak dari salah satu ABK WNI itu tak ayal mendapat tanggapan dari ratusan warganet dan telah disebarkan serta disukai puluhan ribu pengguna Twitter. Dari unggahan si anak tersebut  beberapa media nasional juga ramai memberitakannya. Sehingga pihak pemerintah melalui Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Judha Nugraha memberi penjelasan kepada media terkait kasus yang menimpa 4 ABK WNI itu.

Peristiwa yang menimpa 4 ABK WNI ini juga mendapat tanggapan Pengamat Maritim yang juga pendiri dari Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Ahli Keselamatan dan Keamanan Maritim Indonesia (AKKMI) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa SSiT., M. Mar, dalam keterangan persnya. Dia merasa prihatin dengan yang dialami ABK tersebut. Namun dia juga menyayangkan tindakan mereka, sehingga harus berurusan dengan  hukum di negara lain.

“Terus terang saya merasa prihatin dengan apa yang terjadi pada empat ABK WNI tersebut. Tapi saya juga menyayangkan dengan kegiatan yang mereka lakukan. Sehingga mereka harus berurusan dengan aparat hukum di negara lain,” katanya di Jakarta, Sabtu (13/8/2022).

Berdasarkan penjelasan dari pihak Kemenlu melalui Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Judha Nugraha bahwa mereka ditangkap karena telah menyelundupkan bahan bakar bensin ke wilayah Wenzhou, RRT. Bahkan Pengadilan Rakyat Tingkat Menengah Kota Wenzhou mengungkapkan  4 ABK WNI tersebut tercatat pernah melakukan penyelundupan barang ke China sebanyak 22 kali sejak tahun 2015.

“Dari penjelasan itu saya sangat menyayangkan dengan tindakan 4 ABK WNI yakni melakukan penyelundupan BBM. Apalagi tindakannya sampai berulang 22 kali. Posisi ABK WNI jelas salah. Tindakan itu tidak hanya berdampak bagi mereka, tapi bisa memiliki dampak terhadap citra kurang baik bagi keseluruhan pelaut Indonesia yang bekerja di Negara lain, dimana bisa dianggap Pelaut dari Negara Indonesia tidak patuh pada aturan yang berlaku di negara lain,” katanya.

Seharusnya para ABK WNI dalam hal ini terutama Nakhoda kapal memahami bahwa mereka terikat oleh aturan-aturan Negara tempat Kapal mereka beroperasi. Saya ambil contoh peraturan di Indonesia yaitu Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. “Dalam Pasal 40 ayat (1) menjelaskan bahwa perusahaan angkutan di perairan bertanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan penumpang dan/ atau barang yang diangkutnya. Sebagai wakil perusahaan maka sudah seharusnya Nakhoda juga bertanggung jawab terhadap barang-barang dan muatan yang ada di kapalnya, termasuk bahan bakar untuk operasional kapal,” jelas Capt. Hakeng.

Selain itu dalam Pasal 40 ayat (2) UU No.17 Tahun 2008, menjelaskan pula bahwa perusahaan pelayaran sebagai pengangkut memiliki tanggung jawab penuh terhadap muatan kapal sesuai dengan jenis dan jumlah yang dinyatakan dalam dokumen muatan mulai dari barang itu diterima sampai diserahkan kembali kepada pemilik barang, imbuhnya.

Namun kata Capt. Hakeng lagi, “Dalam beberapa kasus, terjadi penyalahgunaan wewenang oleh Nakhoda. Nakhoda sebagai wakil pengusaha kapal yang seharusnya menjaga semua aset perusahaan dan pemilik muatan, malah terkadang mengabaikan tanggung jawab tersebut. Hal ini patut disayangkan.”

Tindakan hukum dari aparat Kepolisian Laut Tiongkok terhadap para ABK WNI tidak dapat disalahkan. Apalagi tindakan dari para ABK ini menurut pandangan mereka dapat merugikan negara. Akibat dari penyelundupan itu, pihak Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mengalami kerugian pajak sebesar 77.415.737 RMB atau setara kurang lebih Rp 170 miliar.

“Tindakan dari aparat kepolisian Tiongkok tidak dapat disalahkan. Mereka bekerja untuk menegakkan aturan hukum yang berlaku di sana. Hal yang sama juga akan dilakukan oleh pihak kepolisian negara kita apabila ada warga negara asing yang melakukan pelanggaran hukum pasti juga akan dilakukan penegakkan hukum yang berlaku,” tegas Capt. Hakeng.

Capt. Hakeng juga memuji langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan tetap memberikan perhatian berupa pendampingan hukum kepada 4 ABK WNI, seperti yang diungkapkan Judha  Direktur Perlindungan WNI Kemenlu bahwa selama proses persidangan, pihaknya memberikan pendampingan pengacara untuk keempat ABK WNI.

Bahkan menurut Judha bahwa perwakilan RI di Shanghai juga turut memastikan pemenuhan hak-hak para WNI di sistem peradilan setempat.

“Patut diapresiasi kepedulian pemerintah dalam memberi pendampingan hukum kepada warga negaranya, yang sedang terkena kasus hukum terlepas perbuatan yang dilakukan para ABK tersebut salah,” ucap Capt. Hakeng.

Dalam akhir keterangan persnya, Capt. Hakeng mengingatkan, “Tetap patuhi hukum/aturan yang berlaku dimanapun kita berada. Jangan karena WNI, lalu bebas berbuat salah di luar negeri, karena yakin oleh negara benar atau salah akan tetap diberikan pendampingan.” (**)

Categories
Jurnal Foto TNI

TNI AL Evakuasi Warga Amerika Serikat ABK MSV. Ocean Intervention

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut dengan menggunakan KRI Hiu-634 berhasil melaksanakan evakuasi terhadap satu orang warga Amerika Serikat atas nama Dipens Wade Donald usia 46 tahun yang mengalami sakit. Dirinya merupakan Engineering Officer MSV. Ocean Intervention di Laut Jawa.

Proses evakuasi ini diawali dari perintah langsung Pangkoarmada II Laksda TNI Dr. T.S.N.B. Hutabarat, M.M.S., yang mendapatkan informasi mengenai permintaan evakuasi crew MSV. Ocean Intervention. Selanjutnya pada Rabu (27/7) pukul 21.30 WIB, KRI HIU-634 bertolak dari Dermaga Koarmada II menuju posisi MSV. Ocean Intervention di buoy No.1 Laut Jawa jarak 5 NM.

Setiba diposisi MSV. Ocean Intervention, prajurit TNI AL awak KRI Hiu-634 segera melaksanakan evakuasi dan bergerak menuju dermaga umum Jamrud Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Kemudian Dipens Wade Donald dibawa dan dilaksanakan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis dari Rumkit TNI AL dr. Oepomo Lantamal V Surabaya.

Setelah dinyatakan dalam kondisi sehat, Komandan KRI Hiu-634 Letkol Laut (P) Pungki Kurniawan menyerahkan Dipens Wade Donald kepada Kepala Cabang PT. Berkah Tata Baruna, Gatot Irawanto sebagai agen untuk kepengurusan administrasi hingga terbang kembali ke Amerika Serikat yang juga disaksikan pihak Imigrasi Tanjung Perak, dan pihak KSOP Tanjung Perak. Sementara itu MSV. Ocean Intervention melaksanakan lego jangkar, menunggu perkembangan untuk izin merapat di dermaga Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Aksi evakuasi terhadap warga Amerika Serikat ini tidak terlepas dari penekanan KSAL Laksamana TNI Yudo Margono yang dalam berbagai kesempatan memerintahkan kepada jajaran TNI AL untuk cepat tanggap dan peka terhadap situasi dan permasalahan yang terjadi disekelilingnya serta tidak ragu dalam mengambil keputusan sesuai aturan yang berlaku.(disp)

Categories
Militer TNI

SAR TNI AL Berhasil Evakuasi ABK Kapal Tenggelam di Selat Karimata

Koran Jurnal, Jakarta –  Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) XII Pontianak berhasil menyelamatkan ABK kapal KLM Maju Indah yang tenggelam dihantam ombak di laut perairan Gosong Aling Selat Karimata (Laut Jawa) saat akan berlayar dari Pontianak menuju Gersik, Selasa (12/7/2022) lalu.

Kapal dengan 8 ABK dan memuat 190 ton Pupuk Dolomit, 36 100 Ton Pupuk SP, 10 Ton Granit serta 30 Ton bahan kelontong diselamatkan unsur TNI AL KRI Sembilang-850 (KRI SBL) berkat laporan dari Agen Eka Sari Bahari Rakyat.

Kejadian berawal ketika Lantamal XII Pontianak pada hari Senin (11/07) pukul 16.45 WIB mendapat laporan dari Agen Eka Sari Bahari Rakyat bahwa telah terjadi Kecelakaan, yaitu Kapal KLM Maju Indah terkena ombak dan tenggelam di perairan Gosong Aling Selat Karimata

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim dari Satrol Lantamal XII (F1QR) segera melaporkan ke komando atas dan melakukan koordinasi dengan Kansar Pontianak untuk melaksanakan evakuasi terhadap korban kapal tenggelam tersebut. Kemudian dikirimkan KRI Sembilang-850 (KRI SBL-850) dari Ketapang menuju lokasi kejadian laka laut untuk melakukan Search And Rescue (SAR).

Pada Selasa 12 Juli 2022 KRI SBL-850 berhasil melaksanakan penyelamatan terhadap 8 Anak Buah Kapal (ABK). Namun kapal dan muatan sudah tidak dapat diselamatkan dikarenakan sudah tenggelam penuh. Setelah dilaksanakan penyelamatan terhadap para ABK, KRI SBL-850 beserta korban bergerak kembali ke Lanal Ketapang untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim kesehatan beserta tim karantina Kesehatan serta mendata para ABK yang menjadi korban laka laut.

Komandan Lanal (Danlanal) Ketapang Letkol Laut (P) Bambang Nugroho didampingi Komandan KRI SBL-850 bertempat di geladak buritan KRI Sembilang-850 melaksanakan serah terima ABK Kapal dari Danlanal Ketapang kepada Agen Kapal.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono diberbagai kesempatan telah memerintahkan prajuritnya untuk berperan aktif secara profesional, bergerak cepat dalam mendukung kegiatan atau membantu saat ada kejadian yang membuat penderitaan bagi rakyat sebagai salah satu tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sehingga keberadaan prajurit TNI AL akan bermanfaat bagi masyarakat sekelilingnya.(disp)

Categories
Daerah TNI

TNI Angkatan Laut Selamatkan ABK Kapal KM Murni Jaya

Koran Jurnal, Anambas – Lanal Tarempa bersama BPBD Kep. anambas dan masyarakat nelayan berhasil evakuasi 3 ABK Kapal KM. Murni Jaya yang mengalami kecelakaan laut di Perairan Jemaja Timur, Sabtu (02/10/2021).
KM. Murni Jaya GT 5 Ton sebelumnya mengalami kerusakan mesin saat akan memasuki perairan Genting Pulur. Cuaca buruk mengakibatkan kapal terdampar dan Kandas pada karang, Kamis (30/9).

Mendapat informasi tersebut, Babinpotmar Lanal Tarempa bersama BPBD Kep. Anambas dan masyarakat nelayan bergerak cepat untuk melaksanakan evakuasi.

Sampai berita ini diturunkan, sedang diupayakan untuk mengevakuasi Kapal KM. Murni Jaya dari karang tersebut.(disp/red)

Categories
TNI

Danlantamal IV: ABK WNI yang Meninggal di Kapal Ikan Asing Cina Ada Dugaan Korban Penganiayaan

Koran Jurnal, Kepri – Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto, S.E., M.Han., bersama Kapolda Kepri, Kepala Zona Bakamla Batam, Kabinda Kepri, Dirpolairud Polda Kepri, Kepala Staf Guskamla Koarmada I, Palaksa Lanal Batam, Kepala KPLP Tanjung Uban, Kepala Bea Cukai Batam dan Komandan KRI Bubara-868, memberikan keterangan di hadapan awak media di Dermaga Lanal Batam Kepri, terkait meninggalnya Anak Buah Kapal (ABK) WNI diatas Kapal Ikan Asing (KIA) berbendara Cina Lu Huang Yuan Yu 118, Rabu (08/07/2020).

Danlantamal IV dalam keterangan persnya mengatakan bahwa penangkapan berawal dari informasi bahwa adanya KIA Cina yang diduga membawa mayat ABK WNI. Menindaklanjuti informasi tersebut, dibentuk Tim Gabungan terdiri dari TNI AL, Bakamla, Polri, Kapal Bea Cukai dan Kapal Patroli KPLP.

“Keberadaan KIA Lu Huang Yuan Yu 118 terdeteksi saat melintas disekitar Perairan Pulau Nipa lintas transit (Perairan Indonesia) pada Rabu (08/07) sekitar pukul 11.00 WIB dan dilakukan penyekatan terhadap kapal tersebut. Saat KIA tersebut berada disekitar Perairan Batu Cula, diberhentikan dan dilaksanakan pemeriksaan oleh KRI Bubara-868, dengan perkuatan dari Patkamla Combat Boat 58, dan Kapal Patroli KPLP P.115 KN Kalimasadha,” jelasnya.

“Dari hasil pemeriksaan diatas kapal tersebut bahwa benar ada seorang mayat ABK WNI atas nama HA yang diperkirakan sudah meninggal sejak hari Senin tangga 29 Juni 2020, penyebab kematian diduga karena tindakan kekerasan. Selanjutnya kapal tersebut dikawal oleh Tim Gabungan menuju Dermaga Lanal Batam untuk pemerikasaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Pihak Kepolisian selanjutnya membawa jenazah korban ke RS. Bhayangkara untuk dilaksanakan otopsi guna mengetahui waktu dan penyebab kematian korban.(disp/red)

Categories
Militer TNI

Kormada I Siap Dukung Pengamanan Pemulangan WNI ABK Kapal Pesiar

Koran Jurnal, Jakarta – Pangkoarmada l Laksamana Muda TNl Ahmadi Heri Purwono selaku Pangkotama Ops siap memberikan bantuan kepada Satuan Tugas evakuasi pemulangan WNI dalam bidang pengamanan dan pengawalan pemulangan ABK kapal pesiar MV. Costa Mediteranea. Hari ini sebanyak 326 orang ABK, turun dan disambut oleh Satuan tugas evakuasi di dermaga JICT II Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, Senin (15/06/2020).

Kapal pesiar MV. Costa Mediteranea sebelumnya berlayar dari Singapura, menuju Jakarta dan lego jangkar ± 2-3 Nm dengan menggunakan 4 unit thunderboat dan pengawasan pengamanan langsung oleh Tim Sea Rider Kopaska Koarmada I dan Satuan Patroli Lantamal III, ABK kapal pesiar MV. Costa Mediteranea mulai dievakuasi menuju Dermaga JICT-2 Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta utara, ABK sebanyak 326 WNI terdiri dari 294 Pria dan 32 Wanita, tiba didermaga disambut oleh Tim satgas, saat turun dari thunderboat langsung dilakukan pengarahan oleh Wadan Satgas Kolonel Marinir A. Beny Sarana mengenai peraturan penanganan Test Covid-19 sampai diketahui hasilnya, kemudian ABK diadakan penyemprotan disinfektan baik terhadap tubuh maupun barang bawaannya, untuk barang bawaan diwajibkan melewati X-Ray dari Tim Bea Cukai dan juga pemeriksaan oleh K-9/Anjing Pelacak Pom Lantamal III. Kemudian ABK diarahkan naik kedalam bus menuju ke Hotel Mercure Batavia Jakarta, setibanya di hotel langsung diadakan Swab Test (PCR) dari Tim KKP yang telah disiapkan sekitar 4 orang Tim medis, dan untuk setiap ABK akan menempati masing-masing 1 kamar, pemeriksaan dipimpin langsung oleh dr. Jefri Hasibuan Simbolon, M.Kes. (KKP Klas I Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta utara.

“Hari ini dilakukan debarkasi ABK Kapal pesiar MV. Costa Mediteranea merupakan kapal ke-14 dengan jumlah total 3729 orang, dimana sesampainya di dermaga Tim akan melakukan protocol covid-19, dan pemeriksaan baik terhadap orang maupun barang bawaan ABK oleh Tim Bea Cukai, setelah itu dibawa ke Hotel Mercure Batavia, disana mereka akan melaksanakan swab test (PCR) dan isolasi mandiri selama 14 hari, bila hasil pemeriksaan ada yang dinyatakan positif akan langsung dibawa ke Rumah sakit darurat Wisma Atlet Kemayoran dan bila dinyatakan negative akan diijinkan untuk kembali ke kampung halamannya,” ungkap Laksamana Muda TNI Ahmadi Heri Purwono.

Pada kesempatan yang sama Pangkoarmada l juga meninjau langsung evakuasi ABK Kapal pesiar MV. Costa Mediteranea di Dermaga JICT II Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta utara.

“Diharapkan semua masyarakat juga ABK tetap melaksanakan protokol kesehatan sesuai himbauan pemerintah karena itu merupakan kunci dalam memutus rantai penyebaran seperti penggunaan masker, phisical distancing, cuci tangan secara benar, makan makanan sehat, dan berolahraga”.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Koarmada l siap mendukung kegiatan evakuasi maupun pengamanan dan pengawalan para ABK mulai dari proses penjemputan dari tengah laut saat kapal Lego jangkar, saat penurunan di dermaga JICT sampai menuju ke hotel untuk proses pemeriksaan dan karantina.

Hadir pada proses evakuasi ABK kapal pesiar MV. Costa Mediteranea di Dermaga JICT-2 Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta utara, yaitu Pangkogabwilhan l, Pangkoarmada l, Dansatgas, Wadansatgas, Dansat Kopaska Armada I, Kapolres Pelabuhan Tj. Priok, KKP, Syahbandar, KSOP, Imigrasi, Bea cukai dan Pihak Agen Kapal/Principal.(disp/red)

Categories
Hukum Polhukam

BP2MI Serahkan 415 Pengaduan Kasus ABK ke Bareskrim

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menyerahkan data kasus sebanyak 415 Pekerja Migran Anak Buah Kapal (ABK) ke Bareskrim Polri di Jl. Trunojoyo No 3, Jakarta Selatan, Kamis (02/06/2020) sore.

Selain melaporkan 415 kasus ABK, Kepala BP2MI juga membawa langsung 9 ABK
eks Kapal milik perusahaan RRT Rongcheng Ocean Fishery Co.Ltd yang pulang ke Indonesia pada Jumat, 22 Mei 2020 lalu, dengan maskapai Airlines OZ 761 rute Incheon-Jakarta. Ke 9 ABK tersebut direkrut oleh PT Maritim Samudra Indonesia (MSI), PT Rimba Ciptaan Indah (RCI), dan PT Novarica Agatha Mandiri.

“Hari ini kita mengantar 9 ABK yang hari jumat (29/05/20) lalu kita jemput di Bandara Soetta bersama Ibu Menaker. Mereka adalah anak-anak Indonesia yang mengalami tindak kekerasan, eksploitasi, mendapatkan jatah makanan minuman yang tidak layak yang diberikan pihak perusahaan tempat mereka bekerja,” jelas Benny di Bareskrim Polri.

Adapun ke 9 ABK tersebut yaitu Nugi Pangestu (Bandung, Jawa Barat), Eko Abdurrachman, Rohman, dan Agung (Cirebon, Jawa Barat). Kemudian, Aidul (Lampung Selatan, Lampung), Arief Saefudin (Kediri, Jawa Timur), serta Lasiran (Kebumen, Jawa Tengah).

Selanjutnya, David Malvino (Jakarta) dan Erik (Palu, Sulawesi Tengah). Mereka bekerja sejak tanggal 13 Oktober 2019 hingga April 2020 dan memiliki kontrak kerja selama dua tahun (13 Oktober 2019 – 12 Oktober 2021).

Ia berharap nantinya kasus ini bisa memberi efek jera bagi perusahaan ABK yang tidak sesuai aturan. Benny menyebut telah menyelidiki tiga perusahaan yang dicurigai.
“Sudah 3 agency yang pertama di Bekasi, saya datangi langsung saat itu. Kedua ada dua agency yang ternyata kantornya di Cilacap dan Sukabumi itu sudah tutup tidak jelas mereka pindah ke mana apakah pindah kantor masih dalam penyelidikan kita,” ujarnya

Benny menyatakan, karena ini sudah dengan dugaan pelanggaran hukum ada indikasi TPPO, tentu menjadi ranah dari pihak kepolisian. “Kami datang menyerahkan kepada pihak kepolisian tentu dengan harapan negara saatnya hadir dan hukum bekerja untuk memberikan pembelaan kepada para ABK,” paparnya.

Kepala BP2MI mengantarakan 9 ABK untuk memberikan pelaporan kasus dan bukti-bukti untuk dapat diproses secara pidana. Saat melakukan pelaporan Kepala BP2MI di dampingi Deputi Pelindungan BP2MI Anjar Prihantoro dan Direktur Pelayanan Pengaduan BP2MI R Wisantoro. Kepala BP2MI diterima oleh Brigjen Pol Zainal Arifin Paliwang, Penyidik Tindak Pidana Utama TK II Bareskrim Polri.

Penyerahan 415 kasus ABK dari tahun 2018 hinga akhir Mei 2020 yang ditangani BP2MI untuk dapat dilakukan penelahan oleh kepolisian yang kemudian untuk ditindaklanjuti.

Sesuai data rekapitulasi pengaduan ABK yang tercatat di BP2MI, dari tahun 2018 hingga akhir Mei 2020, terdapat 415 pengaduan ABK. Dari jumlah tersebut sebanyak 135 pengaduan ABK masih dalam proses penyelesaian, sedangkan pengaduan ABK yang sudah selesai terdapat 280 kasus.

Dari kasus-kasus yang di laporkan para ABK diantaranya gaji tidak dibayar, kecelakan kerja, meninggal dunia di negera tujuan, ABK ingin di pulangkan, penahanan paspor atau dokumen oleh Perusahan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), gagal berangkat, pemutusan hubungan kerja sebelum kontrak kerja berakhir, pekerjaan tidak sesuai kontrak kerja, penipuan Peluang kerja dan lain-lain.(hum/red)

Categories
Megapolitan TNI

TNI Angkatan Laut Evakuasi Pemulangan ABK WNI MV Nieuw Amsterdam dan MV Carnival Splendor

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Lantamal III Jakarta Brigadir Jenderal TNI (Mar) Hermanto, S.E., M.M., selaku Dansatgas pimpin evakuasi pemulangan ABK WNI kapal pesiar MV. Nieuw Amsterdam sebanyak 418 ABK dan MV. Carnival Splendor sebanyak 400 ABK, di Dermaga JICT II Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Jum’at (29/5/2020).

Kapal Pesiar MV. Nieuw Amsterdam berbendera Negara Belanda, berlayar dari Madagascar menuju Jakarta membawa ABK WNI sebanyak 418 orang, sedangkan MV. Carnival Splendor berbendera Panama berlayar dari Philipina membawa 400 ABK WNI dari MV. Panorama menuju Jakarta.

Selama proses evakuasi, para ABK mendapat pengawalan dari Tim Satgas Pengamanan Laut. Setelah tiba di Dermaga JICT II, Tim Satgas Evakuasi menyiapkan protocol covid-19 terhadap personel dan barang bawaan dengan menyemprotkan cairan disinfektan, untuk barang bawaan diharuskan melalui X-Ray dari Tim Bea Cukai dilengkapi pula dengan pemeriksaan menggunakan anjing pelacak/K-9 dari Pom Lantamal III guna mengantisipasi adanya barang bawaan illegal.

Selanjutnya seluruh ABK dibawa menggunakan bus menuju Hotel Pullman Central Park dan Mercure Batavia yang sudah direkomendasikan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DKI Jakarta untuk dilaksanakan Swab Test. “Apabila dari hasil Swab Test ditemukan adanya positif, maka akan dievakusi ke Wisma Atlit Kemayoran Jakarta untuk diisolasi, dan bila hasilnya negatif akan dipulangkan sesuai daerah yang dituju,” ujar Brigjen Hermanto.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Dansatgas Kolonel Marinir Beny Sarana, Dansat Kopaska Armada I Kolonel Laut (P) Johan Wahyudi, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priuk AKBP Kurniawan Tandi Rongre, S.Ik, Si., Syahbandar, KSOP, Imigrasi, Bea cukai dan Pihak Agen Kapal.(disp/red)