Categories
Nasional

BPPSDMP Kementan: Polbangtan Siap Cetak Generasi Pertanian yang “Berkarakter Socioagriprenur”

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian berupaya memotivasi generasi muda untuk terjun di bidang pertanian melalui program Regenerasi Pertanian.

Hal itu disampaikan Kepala BPPSDMP Dr Ir Momon Rusmono MS, dalam konferensi pers terkait persiapan peluncuran Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), bertempat di Kanpus Kementan gedung D, Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (10/09/2018).

Program Regenerasi Pertanian adalah salah satu dari tiga program utama BPPSDMP Kementerian Pertanian dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian yang profesional, mandiri dan berdaya saing. Adapun 3 program utama tersebut, pertama, pemberdayaan petani terpadu, kedua, program regenerasi pertanian, dan ketiga, program peningkatan kompetensi dan profesionalisme.

“Regenerasi Pertanian dilakukan untuk menjaga keberlanjutan Pembangunan Pertanian dengan penciptaan generasi pertanian yang “Berkarakter Socioagripreneur“,” kata Momon Rusmono.

Untuk mewujudkan generasi pertanian yang berjiwa wirausaha itu, lanjut Momon, BPPSDMP Kementan telah melakukan transformasi enam Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STTP) menjadi Polbangtan, dimana semula STTP hanya memiliki 3 program studi, kini Polbangtan memiliki 13 program studi.

Momon mengutarakan, transformasi pendidikan vokasi pertanian yang semula adalah STTP hanya berorientasi menghasilkan penyuluh pertanian saja, namun setelah kini menjadi Polbangtan tentunya mengubah kualitas yang semakin meningkat dan berkembang.

“Penyelenggaraan pendidikan di Polbangtan diarahkan untuk menghasilkan job creator yang berjiwa wirausaha (socioagripreneur) dengan keahlian tertentu di bidang pertanian, peternakan dan perkebunan sesuai dengan visi Polbangtan,” jelasnya.

Berikut adalah 13 program studi Polbangtan, sebagai program terapan yang dapat diaplikasikan baik di sektor Industri maupun dunia kerja.

  1. Penyuluhan pertanian berkelanjutan
  2. Penyuluhan perkebunan presisi
  3. Teknologi produksi
  4. Penyuluhan peternakan dan kesejahteraan hewan
  5. Agribisnis Hortikultura
  6. Kesehatan hewan
  7. Mekanisasi pertanian
  8. Teknologi benih
  9. Teknologi pakan ternak
  10. Produksi ternak
  11. Agribisnis perternakan
  12. Budidaya Hortikultura
  13. Budidaya ternak

Dan enam STTP yang beralih menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) adalah sebagai berikut akan berada di 6 daerah yakni, Medan, Bogor, Yogyakarta-Magelang, Malang, Gowa, dan Monokwari

Polbangtan yang merupakan hasil dari transformasi pendidikan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STTP) ini akan diluncurkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada 18 September 2018 di Polbangtan Bogor.(red)

Categories
Ekonomi Hukum Nasional

Mentan ‘Blacklist’ 5 Importir Nakal Bawang Bombai Mini

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Komitmen Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman untuk menindak tegas dan memblacklist Importir Nakal terus dilakukan. Kali ini, Mentan Andi Amran Sulaiman menindak tegas 5 dari 10 Perusahaan Importir yang diduga kuat melanggar ketentuan karakteristik komoditas sesuai  Permendag 16 tahun 2018 dan Permentan 38 tahun 2017.

Adapun 5 perusahaan Importir yang sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh pihak berwajib dan sudah diaudit oleh Kementerian Pertanian, diantaranya, PT TAU, PT SMA, PT KAS, PT FMP, dan PT JS. Lima (5) Perusahaan Importir tersebut diduga melanggar ketentuan izin masuk komoditas pangan, yakni diduga kuat memasukkan komoditas bawang bombai mini di Indonesia tanpa mengindahkan aturan yang berlaku.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa sejak tahun 2016 tidak lagi mengeluarkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) bawang merah (shallot).

“Sesuai Kepmentan 105/2017 yang telah menutup impor bawang bombai berukuran diameter kurang dari lima centimeter (biasa disebut bawang bombai mini), karena secara morfologis bentuknya menyerupai bawang merah lokal sehingga berpotensi mengelabui konsumen dan merugikan petani Iokal,” tegas Mentan Amran seusai acara apel bersama seluruh jajaran PNS, pejabat dan pimpinan Kementerian Pertanian RI, yang digelar di lapangan kantor Kementan, Jalan Ragunan, Jakarta Selatan, Jum’at (22/06/2018).

Kementerian Pertanian mensinyalir bawang bombai mini tersebut masuk melalui pintu pelabuhan Tanjung Perak dan Belawan.

“Jika terbukti melanggar, kami tegas mem-blacklist importir nakal tersebut,” ancam Amran.

Langkah tegas orang nomor satu di Kementerian Pertanian ini setidaknya membuat jera pelaku (perusahaan importir) yang melanggar aturan. Keputusannya memasukkan perusahaan Importir nakal kedalam daftar black list hingga memproses secara hukum para Importir nakal ke pihak berwenang tersebut, menjadi salah satu upaya strategis Kementan yang bertujuan membersihkan perdagangan komoditas pertanian illegal yang dilakukan oleh kartel-kartel atau mafia pangan yang dapat merugikan petani Indonesia.

Sebelumnya Mentan juga telah memblacklist 5 importir bawang putih yang melanggar aturan. Sedangkan satgas pangan menindak ratusan kasus bahan pokok dan non bahan pokok dengan tersangka 49 orang.

Terkait pelanggaran yang dilakukan oleh 5 Perusahaan Importir tersebut, Kementerian Pertanian telah melakukan koordinasi intensif dengan Satgas Pangan dan instansi berwenang lainnya untuk mengusut tuntas kasus ini termasuk terhadap lembaga pengawas dan sertifikasi yang terlibat.

Menurut catatan Kementerian Pertanian, importir yang diduga melanggar ketentuan tersebut, hingga Juni 2018 memegang Surat Persetujuan Impor (SPI) sebanyak 73 ribu ton.

Sementara itu, Amran juga menghimbau kepada para pedagang agar tidak ikut memperjualbelikan bawang bombai mini. Ia juga meminta konsumen lebih teliti membeli bawang merah dengan iming-iming harga murah.

“Jika menemukan bawang bombay merah berukuran kecil, segera laporkan kepada satgas pangan atau instansi berwajib untuk ditindaklanjuti,” lugasnya.(red)

Categories
Ekonomi Nasional

Mentan, Andi Amran Sulaiman: Ekspor Pertanian 2017 Naik Hingga 25 Persen, Ini Optimis Kita Membangun Negeri

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Optimis, bukan hanya sebatas kata, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman sudah membuktikan, Optimisme yang dibarengi dengan “Kerja Keras dan Kerja Cerdas”, diatas ke Ikhlasan, pasti membuahkan hasil. Kutipan kata tersebut disampaikan Mentan saat membuka acara “Musrenbangtan” tahun 2018 di Auditorium Kantor Pusat Kementerian Pertanian Ragunan, Jakarta, Senin (21/05/2018).

Musrenbangtan yang diikuti ribuan peserta berasal dari seluruh dinas pertanian tingkat Propinsi, Kabupaten dan Kota, juga turut dihadiri Gubernur Gorontalo, Habibie.

“Kami, diawal tugas, sebagai Menteri, mendapat tanggung jawab, dari bapak Presiden (Joko Widodo), menyelesaikan Rehabilitasi Irigasi seluas 3 Juta Hektar dalam 3 tahun, namun alhamdulillah, dengan kerja keras kita semua, dalam tempo 2 tahun bisa selesai,” ujar Mentan Andi Amran Sulaiman.

Kita bisa melihat, lanjut Mentan, saat ini minat generasi muda di perdesaan mulai meningkat pada sektor pertanian. Teknologi Mekanisasi, membuat gairah tersendiri, jaminan harga produksi petani membuat sektor pertanian saat ini diminati, kenapa tidak!, bisa dibuktikan. Selama ini kita impor bawang merah, sekarang sudah ekspor 20.000 ton. Jagung selama ini kita impor hingga 10 Triliun. Saat ini Pertanian, kita sudah ekspor hingga 300.000 ton, dari 500.000 ton target nasional, sekali lagi harus optimis, barusan saya dapat informasi terbaru, dari Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, yang turut hadir bersama kita di Musrenbang Pertanian 2018, bahwa Volume Ekspor Jagung Gorontalo, sudah mencapai, 107 Ribu ton, melebihi dari target 57.000 ton, makanya kita optimis, tadinya target kita hanya 300.000 ton, namun melihat peningkatan produksi di seluruh sentra jagung, mungkin bisa hingga 1 juta ton,” ujar Mentan.

Selain itu, Mentan juga mengungkapkan bahwa, saat ini terobosan di sektor pertanian, menunjukkan arah ysng positif, bawang putih, impornya mulai turun, kita kembangkan bawang putih, berdasarkan keunggulan komparatif lokasi dan klimatologi di Banyuwangi.

“Contohnya, kita sudah panen bawang putih yang aroma dan rasanya 5 kali lebih baik dari negeri asal bawang putih yang kita kembangkan, bahkan mereka berminat impor dari kita, luar biasa kan, makanya media harus tulis, jangan kalau harga naik beritanya besar dan durasinya berulang-berulang, Banyuwangi 2 tahun lalu, angka kemiskinan mencapai 39 persen, sekarang?  turun hingga 8,6 persen, sektor pertanian mengambil andil yang besar, dari perubahan kondisi itu, bersama sektor lain tentunya. Optimis harus optimis, pemerintahan Jokowi-JK sudah sangat baik,” tandasnya.

Hal lain juga disampaikan Mentan tentang upaya pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat di pedesaan.

“Baru-baru ini, atas perintah bapak Presiden, kita luncurkan Program Bekerja, “Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera” di 1000 Desa,  100 Kabupaten, kita membagikan, Ternak  Ayam Kampung, dengan Kandang dan Pakannya selama 6 bulan hingga bertelur, masyarakat penerima program ini, adalah yang prah sejahtera dengan tingkat pendapatan 1 hingga 1,3  juta/bulannya, dengan program “Bekerja” dalam 6 bulan, bisa meningkatkan pendapatan hingga 2,5 juta/ bulannya, bukan hanya ternak ayam, kita juga bantu ternak kambing, domba dan KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari), untuk kebutuhan dapur masyarakat.

Mentanmenambahkan, bahwa saat ini, Kementerian Pertanian, memasyarakatkan, pembangunan kawasan, dengan model cluster, memanfaatkan pekarangan yang di integrasikan, mulai dari luasan 1000 hektar, bersama cluster yang kita bangun, dalam 1 Kecamatan, atau bisa gabungan 2 dan 3 Kecamatan, dibangun juga Industri Pengolahannya.

“Misalnya Mangga, ketika tanaman mangga ini dibagikan, turut juga industri pengolahanya dibangun, dan ini pasti berhasil dan merubah pola masyarakat, yang tadinya hanya menghasilkan buah, menjadi pengusaha industri, ini dapat diyakini akan tidak ada lagi masyarakat, miskin atau kurang mampu,” pungkas Mentan.(ton/hum)

Categories
Ekonomi Nasional

Mentan Andi Amran Sulaiman: Tindak Distributor “Nakal”

Koranjurnal.co.id, Jakarta – “Tindak bila ada distributor nakal” yang menaikkan harga saat Ramadhan hingga Lebaran 1439 H mendatang, karena tidak ada alasan untuk menaikkan harga.

Hal itu disampaikan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman kepada media saat melakukan kunjungan ke Pusat Toko Tani Indonesia (TTI), di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jum’at (18/05/2018).

Dalam kunjungan tersebut, Mentan didampingi Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi dan Staf khusus Mentan, Sam Herodian, melakukan pengecekan harga komoditas yang dibutuhkan masyarakat saat Ramadhan.

“Jangan susahkan ummat yang sedang menjalankan ibadah, bila ada yang nakal, laporkan pada kami, tetapi harus faktual,  lengkap, nama perusahaannya atau nama pedagang bila itu di tingkat pedagang,” kata Mentan.

Saat di lokasi, Mentan  mengecek harga, seperti Daging Sapi, yang dijual Rp. 75.000 per kg, Daging Ayam, Rp. 32.000 per kg, Telur, Rp. 22.000 per kg,  Bawang Merah, Rp. 15.000 per kg dan Gula, Rp. 12.000 per kg. “Harga ini tidak boleh naik,” tegas Mentan lagi.

Mentan juga memastikan bahwa harga tersebut berlaku sama dan merata.

“Harus sama, karena Toko Tani Indonesia, ada di 3000 titik, dan bekerja sama dengan 7000 BUMN dan BUMD, bahkan kita akan tingkatkan lagi hingga menjangkau seluruh masyarakat,” jelasnya.

“Saat ini, pemerintah bekerja fokus dengan membangun sistem cluster yang berdasar klimatologi, wilayah, tidak lagi sporadis dan parsial seperti waktu yang lalu, semua harus fokus, bukan hanya komoditas, sumber daya manusianya juga kita ajak fokus, rekan media juga harus fokus, tidak hanya mencari kekurangan pemerintah. Kementan sebagai Regulator dan Fasilitator, untuk kebutuhan petani, kita, memetakan semua potensi dan mengarahkan untuk mendapatkan keunggulan komparatif dari satu komoditas agar petani mendapat add value (nilai tambah) dari hasil usahanya,” .

Mentan mengungkapkan, seperti bawang merah, yang sudah kita ekspor, jagung, juga beras, jadi semua harus fokus, seperti bawang putih, bekerja sama dengan BUMN, kita kembangkan di Sembalun, Nusa Tenggara Barat, dan di Banyuwangi yang baru-baru ini sudah panen.

“Sekarang ini, kita mulai memasuki era digital, jaringan dibangun hingga Gapoktan dan Poktan yang dikoordinir penyuluh dan dinas-dinas di propinsi hingga kabupaten dan kota, jadi bila ada info kenaikan harga atau kekurangan pasokan di satu wilayah, hanya hitungan jam, diselesaikan, lewat email atau wa saja cukup. Barang kebutuhan segera didistribusikan, jadi sekarang semua diupayakan dengan cepat dan tepat,” ujar Mentan, mengakhiri perbincangan dengan media. (ton/hum)

Categories
Ekonomi Nasional

Sidak Jelang Ramadhan 1439 H, Kepala BKP Kementan: Tidak Ada Alasan Bagi Pedagang Untuk Menaikkan Harga, Stok Cukup, Distribusi Baik

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian RI Agung Hendriadi bersama Wagub DKI Jakarta, Sandiaga Uno melakukan sidak (inspeksi mendadak) di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Rabu (16/05/2018).

Sidak yang dilaksanakan menjelang awal bulan Ramadhan 1439 Hidriah itu bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan beberapa bahan kebutuhan pokok masyarakat seperti beras dan lainnya dalam kondisi harga yang stabil dan stok aman.

Baca juga : Kepala BKP Kementan Nyatakan Stok Beras di Pasar Beras Cipinang Aman

Usai melakukan sidak bersama di gudang PIBC, Kabadan (Kepala BKP) melanjutkan sidaknya ke Kios Toko Tani Indonesia yang berada di Pasar Klender, Jakarta Timur.

Agung Hendriadi, menyatakan bahwa saat ini Badan Ketahanan Pangan, sudah membuka 235 Toko Tani Indonesia (TTI) di seputaran Jabodetabek, sedangkan kios TTI yang bekerja sama dengan PD. Pasar Jaya, ada di 11 Pasar.

Dalam kunjungannya ke kios Toko Tani Indonesia di Pasar Klender Jakarta tersebut, Kabadan BKP melihat toko Tani dipenuhi konsumen yang sedang berbelanja kebutuhan pokok untuk mengawali bulan Ramadhan 1439 H.

Saat dilokasi, Kabadan BKP menjelaskan  berbagai harga kebutuhan pokok yang dijual ke masyarakat mulai dari Beras Medium yang dijual Rp. 42.500 per 5 kg, Daging Sapi Beku, Rp. 75.000 per kg, Minyak Goreng Kemasan Ekonomi Rp. 10.000 per kg. Telur Ayam Rp. 24.000 per kg, Cabe Merah Keriting Rp. 30.000 per kg, Cabe Rawit Merah Rp. 40.000 per kg dan Gula Pasir Rp. 12.000 per kg.

Kemudian saat berbincang dengan salah satu pembeli, Agung Hendriadi mengungkapkan, para pembeli di Kios Toko Tani Indonesia semua menyatakan puas dan berterimakasih kepada pemerintah yang memperhatikan kebutuhan masyarakat dalam menghadapi ramadhan.

“Omzet setiap hari kios toko tani di 11 pasar, milik PD. Pasar Jaya, rata-rata Rp. 2.000.000 per hari,” katanya.

Sementara itu, Purba selaku Manager di 2 pasar PD. Pasar Jaya menuturkan, kios toko tani Indonesia sangat membantu masyarakat di sekitar pasar.

“PD. Pasar Jaya akan terus meningkatkan pelayanan kios toko tani Indonesia,” ujarnya.

Setelah mengunjungi pasar klender, Kabadan BKP bergeser ke Toko Tani Indonesia Center, yang dikelola mitra Kementan dan khusus menjual daging Sapi dan Kerbau, dengan harga Rp. 75.000 per kg untuk daging sapi dan Rp. 65.000 per kg untuk daging kerbau.

Juard Effendy selaku Direktur PT. Indoguna Utama mengatakan, pihaknya sudah bermitra dengan Kementan sejak TTI diluncurkan oleh Menteri Pertanian pada tahun 2016. Sebagai mitra bisnis, ungkap Effendy, setiap menjelang hari besar keagamaan, Indoguna Utama selalu meningkatkan volume hingga 100 persen.

“Untuk menghadapi ramadhan Indoguna Utama menyiapkan stok daging sapi dan kerbau sebanyak 6000 ton untuk kebutuhan 15 Toko Tani Indonesia yang berada dibawah bendera Indoguna Utama, yang ada dibeberapa kota, seperti DKI Jakarta, Banten dan Lampung,” paparnya saat dijumpai rekan wartawan.

Agung Hendriadi menegaskan, bahwa sampai saat ini stok daging nasional, yang ada di berbagai fedloter dan bulog, melebihi kebutuhan ramadhan hingga lebaran 1439 H mendatang, yang berkisar 1.16000 ton, sedang stok daging saat ini masih surplus 7000 ton, jadi tidak perlu dikhawatirkan. Selain itu untuk sistem distribusi, Kementan bersama para mitra bisnis berusaha mempersiapkan tenaga supply sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.

“Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, terus memantau dan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian yang menjadi kantong-kantong produksi kita di 20 Propinsi, saya sudah kirimkan surat edaran,” tegas Agung Hendriadi dikunjungan akhir dalam rangkaian sidak Pasar dan Toko Tani Indonesia di Toko Daging Nusantara, milik PT. Suri Nusantara Jaya, menjelang bulan Ramadhan 1439 H.(ton/hum)

Categories
Ekonomi Megapolitan

Kepala BKP Kementan: Stok Beras Pasar Beras Cipinang Aman, 2 Kali Lipat Dari Normal

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian RI Agung Hendriadi dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno meninjau Gudang Beras PT Food Station Cipinang, Jalan Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (16/05/2018).

Kedatangan kedua pejabat pemerintah tersebut disambut oleh Kepala Food Station (FS) Jakarta Arief Prasetyo dan Dirut PD. Pasar Jaya, Arif Nasrudin.

Dalam kesempatan itu, Arief Prasetyo, menyampaikan laporan langsung, bahwa beras yang ada di gudang PIBC (Pasar Induk Beras Cipinang) adalah murni dari Produksi Nasional yang berasal dari Jawa Timur, Jateng, Jabar, Sulsel dan Lampung. Terlebih kondisi panen raya hingga kini masih terus berlangsung.

Kepala BKP Kementan, Agung Hendriadi yang mewakili Menteri Pertanian (Mentan) mengungkapkan bahwa hingga saat ini pasokan dan distribusi beras di PIBC, terpantau melebihi pasokan normal, rata-rata, 3500 hingga 4000 ton, setiap hari. Ia menambahkan bahwa saat ini, Kementan melalui Toko Tani Indonesia telah bekerja sama dengan PD Pasar Jaya di 235 titik pasar di seputaran DKI Jakarta.

Sementara Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno menyambut baik dengan rasa syukur dan meminta media massa untuk mengambil gambar kondisi stok beras terkini, agar masyarakat langsung mengetahui sebelum memasuki bulan suci ramadhan.

“Media silahkan mengambil gambar dan tunjukkan kepada masyarakat Indonesia, khususnya DKI Jakarta bahwa Stok Beras, di Ibu Kota Negara lebih dari cukup, tolong wartawan ditulis, karena besok, kita mulai memasuki bulan suci ramadhan, Alhamdulillah, masyarakat bisa menjalankan ibadah di bulan suci dengan khusuk,” ujarnya.

Dirut PD Pasar Jaya, Arif Nasrudin, menjelaskan, kondisi stok beras sesuai hasil rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di Kampus Kementerian Pertanian beberapa waktu lalu.

“Sungguh akurat, sampai saat ini semua pasokan kebutuhan pasar di DKI Jakarta cukup,” ujar Nasrudin.

“Terimakasih dukungan Kementan, mulai dari awal persiapan, dilapangan tidak ada yang meleset,” tukasnya.(ton/hum)

Categories
Daerah Ekonomi

Hindari Nilai Jual Ternak Murah, Dirjen PKH Minta Pemda Bali Tetapkan Harga Acuan Terendah‎

Koranjurnal.co.id, Bali – Untuk mengurangi kerugian peternak akibat bencana erupsi Gunung Agung, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) meminta Pemerintah Daerah Provinsi Bali agar segera menetapkan Harga Acuan Terendah pada ternak milik Pengungsi. Hal tersebut disampaikan oleh Dirjen PKH I Ketut Diarmita setelah menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Erupsi Gunung Agung ‎yang diselenggarakan BNPB‎ di Posko Komando Siaga Darurat Bencana Erupsi Gunung Agung, Tanah Ampo Karangasem, Bali, (30/09/2017).‎
‎
“Kami berharap Pemda Bali dapat memberikan harga acuan terendah per kg berat hidup pada ternak milik pengungsi. Hal ini untuk menghindari sapi dibeli tengkulak dengan harga tidak wajar,” kata I Ketut Diarmita. 

“Tiap ke beberapa tempat penampungan ternak, Saya selalu sampaikan ke para peternak agar tidak panik dan tidak segera menjual sapinya dengan harga murah,” ucapnya. 

“Saya sarankan juga ke Peternak agar sapi yang dijual adalah sapi yang jantan saja. Kita tampung induk dan pedet yang betina di tempat penampungan dan pakannya ditanggung,” tutur I Ketut Diarmita. 

“Peternak dapat memanfaatkan lokasi-lokasi penampungan ternak sementara secara mandiri atau terkoordinir oleh Tim Satgas Peternakan dan Kesehatan Hewan,” jelas I Ketut Diarmita menambahkan. 

I Ketut Diarmita menjelaskan, populasi sapi di Karangasem saat ini sebanyak 128.000 ekor. Terdapat 5 kecamatan terancam dengan total populasi sebanyak 30.000 ekor. Dari 30.000 ekor yang sudah terjual sekitar 10.000 ekor, sehingga target ternak yang harus ditangani ada 20.000 ekor sapi dari wilayah terdampak.

Ditjen PKH mengungkapkan, untuk menahan semua ternak tidak dijual sangat sulit karena peternak membutuhkan uang untuk biaya hidupnya, dan respon dari masing-masing peternak berbeda-beda terhadap situasi sekarang ini. Namun demikian, Kementan melalui Ditjen PKH terus berupaya agar semaksimal mungkin dapat meminimalisir kemungkinan kerugian peternak akibat bencana tersebut. 

I Ketut Diarmita menyampaikan, tindakan yang sudah dilaksanakan oleh Kementan untuk menyelamatkan ternak pengungsi, yaitu: 
(1). Melakukan Evakuasi ternak, dengan target 20.000 ekor sapi dari wilayah terdampak. Sampai tanggal 29 September 2017 jumlah ternak yang sudah dievakuasi sebanyak 3.357 ekor.
(2). Menyediakan tempat penampungan ternak. Sampai tanggal 29 September 2017 sudah tersedia sebanyak 40 titik yang tersebar di 6 Kabupaten.
(3). Membentuk Satgas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang terdiri dari Tim Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali, dan Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem.
(4). Membentuk Posko Siaga Peternakan dan Kesehatan Hewan  dalam rangka Antisipasi Erupsi  Gunung Agung Bali
(5). Memberikan bantuan  berupa: 5 ton pakan konsentrat, 10 ton hay (rumput kering) atau setara 50-60 ton rumput segar, 10.000 dosis obat-obatan, 1 mobil truk untuk evakuasi ternak, pembangunan kandang, atap dan kelengkapannya, serta kelengkapan untuk identifikasi ternak.
(6). Memfasilitasi bantuan dari berbagai pihak dan bantuan yang telah diterima dan disalurkan yaitu: pakan konsentrat sebanyak 55 ton dan 9 unit kendaraan truk untuk evakuasi ternak, pakan hijauan (rumput) 3 ton, dan perlengkapan pembuatan kandang seperti bambu, terpal, tali dll.
(7). Membuat surat edaran ke seluruh kabupaten/kota se-Bali untuk membuat stok pakan sebanyak mungkin sebagai antisipasi saat terjadi letusan dan abu vulkanik yang membuat rumput tidak dapat dimanfaatkan.
(8). Terus mengaktifkan Hotline no: 081238632084 untuk layanan informasi penanganan evakuasi ternak dan kesehatan hewan yang bisa diakses 24 jam.

Sebagai tindak lanjut rapat koordinasi lintas sektor terkait Siaga Erupsi Gunung Agung yang dipimpin oleh Gubernur Bali pada hari ini, Jumat, 29/09/2017, ‎Dirjen PKH juga memberikan arahan kepada Tim Satgas Peternakan dan Kesehatan,  yaitu: (1). Mempercepat proses evakuasi dan relokasi ternak dari daerah rawan bencana ke tempat-tempat penampungan yg telah ditetapkan; (2). Mendata/mengidentifikasi jumlah populasi ternak di desa-desa terdampak dan jumlah yang sudah dan belum dievakuasi; (3). Berkoordinasi dengan DanSatgas Posko Bencana Tanah Ampo dan pihak terkait tentang akses dan mekanisme bantuan untuk pembiayaan transportasi relokasi ternak dan penbangunan kandang-kandang penampungan dari Dana Siap Pakai yang berasal dari BNPB.‎ (rls)

Pewarta: Anton