Categories
TNI

Do’a Jadi Bekal Prajurit TNI AL Jalani Tugas Negara

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) melaksanakan penyusunan buku Doa Bagi Prajurit TNI AL yang dapat memberikan keyakinan secara spiritual bagi prajurit saat melaksanakan tugas negara.

“Buku doa ini diharapkan mampu membentuk ikatan penghubung yang kuat antara seorang prajurit dengan Allah SWT, sekaligus melipatgandakan semangat prajurit TNI AL untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.”

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono seusai acara penandatanganan sekaligus serah terima Buku Doa Bagi Prajurit TNI AL yang disahkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), di Aula Buya Hamka MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/12/2022).

Dalam kesempatan ini Laksamana TNI Yudo Margono menjelaskan, tugas dan tanggung jawab sebagai prajurit memiliki resiko yang tidak kecil, dengan keyakinan yang kuat akan kuasa Tuhan, rasa cemas dan takut dapat dirubah menjadi kekuatan, semangat pantang menyerah dan rela berkorban. “Atas nama seluruh Prajurit Jalasena Samudera saya menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kontribusi dan dukungan dari Majelis Ulama Indonesia dalam penyusunan Buku Doa Prajurit TNI Angkatan Laut,” ungkap KSAL.

Sementara itu Wakil Ketua Umum MUI Dr. K.H. Marsudi Syuhud, M.A., mengatakan, ada tiga hal untuk menjaga negara agar tetap kuat yang pertama adalah integrasi wilayah melalui Angkatan Lautnya, Angkatan Daratnya dan Angkatan Udaranya. Kedua adalah integrasi antara yang dipimpin dengan yang memimpin tidak boleh ada gap, sedangkan yang ketiga integrasi nilai yaitu memiliki prinsip teguh sebagai prajurit yang bernegara sesuai ajaran agamanya.

Sedangkan Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH. M. Cholil Nafis menyampaikan bahwa, saat prajurit bertugas akan membutuhkan penguatan keimanan.

“Kita ingin para prajurit yang ada di berbagai wilayah termasuk di perbatasan memiliki kekuatan, yang didukung dengan doa-doa keimanan dalam melaksanakan tugas menjaga kedaulatan negara,” tandasnya.

Buku Doa Bagi Prajurit TNI AL ini berisikan kumpulan doa-doa aplikatif yang dapat digunakan dalam aktivitas prajurit khususnya para prajurit yang beragama Islam. “Ke depan nantinya juga akan dikeluarkan dan disusun untuk buku yang berisikan doa-doa bagi para prajurit yang beragama lain,” tegas KSAL.(disp)

Categories
Uncategorized

Prajurit dan PNS Korps Marinir wilayah Jakarta Olahraga Bersama KSAL

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudho Margono melaksanakan olahraga bersama seluruh prajurit Korps Marinir wilayah Jakarta di Ksatrian Hartono Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (14/12/2022).

Kegiatan olah raga bersama yang digelar secara sederhana ini Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Yudo Margono didampingi Pejabat Utama (PJU) Mabesal disambut langsung oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayor Jenderal TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) Korps Marinir.

Kegiatan diawali dengan foto bersama di Monumen Yasa Wira Perkasa, dilanjutkan pengarahan mengawali amanatnya Laksamana TNI Yudo Margono selaku pimpinan TNI Angkatan Laut mengucapkan terima kasih kepada para Prajurit Pendarat Amfibi.

“Dalam situasi apapun sebagai Prajurit Petarung Korps Marinir TNI AL harus bisa dan sanggup melaksanakan kegiatan lebih baik, sebagai Prajurit Garda terdepan dan Prajurit Petarung yang diandalkan oleh Bangsa dan Seluruh Rakyat Indonesia,” tuturnya.

Kemudian untuk selalu tetap jaga dan membina mental, fisik yang selalu terlatih, sehingga siap sedia dalam keadaan dan penugasan apapun, tidak peduli nyawa yang menjadi taruhan, prajurit Korps Marinir pasti selalu hadir dan menjadi solusi ketika rakyat dan negara ini membutuhkan saat Bencana Gempa Bumi Cianjur yang di Pimpin Komandan Pasmar 1 prajurit Korps Baret Ungu ini memiliki karakter tersendiri,” jelasnya.

Selanjutnya KSAL menyampaikan selama ini tidak pernah mengedepankan ego dan senantiasa menjunjung tinggi kehormatan sebagai prajurit Jalasena yang menjadi pembeda di setiap laga, sekaligus simbol prajurit yang rendah hati dan humanis dengan kesadaran tinggi bahwa mereka adalah tentara rakyat yang haram merugikan dan menyakiti hati rakyat.

Diakhir amanatnya KSAL berharap Prajurit Korps Marinir dalam latihan gabungan bersama harus bisa meningkatkan rasa percaya diri dan keterampilan Prajurit Korps Marinir, karena berlatih dengan negara lain dan jenis latihan pun bermacam-macam adalah hal yang lazim dilakukan oleh TNI.

Usai pengarahan dilanjutkan dengan senam SKJ 88 di lapangan Brigif 1 Marinir dilanjutkan jalan santai dengan route Ksatrian Hartono dilanjutkan panggung prajurit.(disp)

Categories
Megapolitan Polhukam TNI

DPR RI Sahkan Pengangkatan Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI

Koran Jurnal, Jakarta – Dalam Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) yang dipimpin oleh Ketua DPR RI Dr. Puan Maharani mengesahkan pengangkatan Laksamana TNI Yudo Margono sebagai Panglima TNI berikutnya menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa, bertempat di Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan Jakarta Pusat, Selasa (13/12/2022).

Dalam acara tersebut, Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid menyampaikan laporan atas hasil uji kelayakan fit and proper test terhadap calon Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono kepada Ketua DPR RI didampingi oleh Wakil Ketua DPR RI H. Lodewijk F Paulus dari Bid. Korpolkam/Fraksi Golkar, Prof. Ir. Sufmi Dasco. Ahmad, SH., MH dari Bid. Korekeu/Fraksi Gerindra, Dr. Rachmad Gobel dari Bid. Korinbang/Fraksi Nasdem dan Drs. H. A. Muhaimin Iskandar, M.Si dari Bid. Korkesra/Fraksi PKB .

Dari hasil pembahasan Anggota Komisi 1 DPR RI setelah mendengarkan dan mempertimbangkan Fraksi-Fraksi Anggota Komisi I DPR RI terhadap Calon Panglima TNI serta sesuai Pasal 306 Ayat 2 Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang tata tertib yang menyatakan bahwa, pengambilan keputusan dalam Rapat DPR pada dasarnya dilakukan dengan cara musyawarah untuk mufakat, maka Komisi I DPR RI memutuskan poin satu menyetujui pemberhentian dengan hormat Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Panglima TNI, serta memberikan apresiasi atas usahanya membuat TNI makin maju dan profesional, poin dua memberikan persetujuan terhadap pengangkatan Laksamana TNI Yudo Margono sebagai Panglima TNI.

Usai penetapan dan pengangkatan calon Panglima TNI oleh Ketua DPR RI  dihadapan awak media, Ketua DPR RI menyampaikan ucapan selamat kepada Laksamana TNI Yudo Margono atas pengangkatannya sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa yang akan memasuki masa purna tugas pada bulan Desember tahun ini.

“DPR berharap, kinerja TNI semakin baik dan menjalankan tugasnya secara amanah dengan memperkuat, memperbesar, serta menyatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan mengayomi rakyat menjadi semakin baik, tidak hanya untuk masa depan TNI tetapi seluruh rakyat Indonesia,” kata Ketua DPR RI.

Sementara itu, Laksamana Yudo mengatakan bahwa setelah dilaksanakan rapat persetujuan pengangkatan Panglima TNI oleh DPR RI, langkah selanjutnya menunggu pelantikan Panglima TNI oleh  Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, dan kedepan sebagai Panglima TNI akan melanjutkan serta meningkatan program-program yang sudah dilaksanakan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa.

“Sesuai fit and proper test maupun kehendak rakyat, sebagai Panglima TNI sesuai tugas dan fungsi, saya akan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab,” kata Laksamana Yudo.

Laksamana TNI Yudo dalam Sidang Paripurna tersebut didampingi Pangkogabwilhan I Laksamana Madya TNI Muhammad Ali, Pangkogabwilhan II Marsekal Madya TNI Andyawan Martono Putra, Pangkogabwilhan III Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, Pangkoarmada RI Laksamana Madya TNI Heru Kusmanto, Dankodiklatal Letnan Jenderal TNI (Mar) Suhartono, Kadispenal Laksma TNI Julius Widjojono serta Danguspurla Koarmada I Laksmana Pertama TNI H.Krisno Utomo.(disp)

Categories
Megapolitan TNI

Laksamana Yudo Margono: Program Kerja TNI AL Harus Sesuai Prioritas Nasional

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Perencanaan dan Anggaran Keuangan (Renaku) II UO TNI Angkatan Laut (TNI AL) tahun anggaran 2023 didampingi Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono menegaskan agar program kerja yang telah disetujui, sesuai dengan prioritas nasional sehingga dapat mendukung program pemerintah. Hal tersebut disampaikannya saat Renaku II di Auditorium Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (08/12/2022).

Laksamana TNI Yudo menjelaskan bahwa kebutuhan untuk membangun TNI AL yang profesional, modern dan tangguh, dihadapkan dengan dinamika anggaran negara, serta pemenuhan prioritas di berbagai bidang. Oleh karena itu menurutnya, perencanaan kegiatan harus disusun dengan sangat cermat, agar tepat sasaran.

“Perencanaan kegiatan tahun 2023 telah diupayakan untuk mengakomodasi kebutuhan dan usulan dari seluruh Satuan TNI AL secara bottom up, sehingga dukungan anggaran dan rencana kegiatan harus disusun dengan sangat selektif. Rencanakan dan gunakan setiap sen anggaran dengan perhitungan yang cermat dan masuk akal sehingga tepat sasaran”, Tegas Kasal.

Selain dipimpin langsung oleh Kasal, pada kesempatan ini sejumlah pejabat tinggi TNI AL juga menyampaikan materi-materi penting yang menjadi prioritas diantaranya, paparan bidang pengawasan oleh Irjenal Laksamana Muda TNI Sunaryo, paparan bidang perencanaan yang disampaikan oleh Asrena Kasal Laksamana Muda TNI Iwan Isnurwanto, paparan bidang keuangan pelaksanaan anggaran tahun anggaran 2022 oleh Kadiskual Laksamana Pertama TNI Poedji Santoso, serta menyampaikan materi terkait Reformasi Birokrasi, hingga alokasi anggaran TNI AL di tahun 2023.

Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri menegaskan kepada komandan satuan dan kepala bagian seluruh jajaran TNI AL harus paham dan teliti terhadap segala penggunaan keuangan, dan harus bisa mempertanggungjawabkan, pungkasnya.(disp)

Categories
Uncategorized

DPR Setujui Laksamana Yudo Margono jadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa

Koran Jurnal, Jakarta – DPR RI Komisi I menyetujui Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang akan memasuki masa purna tugas tanggal 21 Desember 2022.

Keputusan itu diumumkan oleh Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid setelah seluruh fraksi menyatakan setuju pengangkatan Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI.

“Setelah mempertimbangkan pandangan fraksi dan anggota, maka Komisi I DPR RI memberikan persetujuan pengangkatan Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI,” kata Meutya Hafid, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jum’at (2/12/2022).

Sebelumnya, Komisi I DPR RI melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap Laksamana Yudo Margono. Usai kegiatan tersebut, Komisi I kemudian melakukan rapat internal.

“Saat sesi pendalaman, beliau (Laksamana Yudo Margono) menjawab pertanyaan dari sembilan fraksi. Lalu kami melakukan rapat internal Komisi I DPR,” imbuhnya.

Selain itu, rapat internal tersebut menyetujui pemberhentian Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI. Komisi I DPR juga mengapresiasi atas dedikasi Jenderal Andika karena telah memajukan institusi TNI.

“Setelah mendengarkan dan mempertimbangkan pandangan fraksi Komisi I, maka Komisi I DPR putuskan setujui pemberhentian dengan hormat Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI,” ujar Meutya Hafid.

Seperti diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui suratnya (surpres) mengusulkan KSAL Laksamana Yudo Margono sebagai calon tunggal Panglima TNI ke DPR RI. Surpres itu pun telah diumumkan oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani.

“Saya akan mengumumkan bahwa nama yang diusulkan oleh Presiden untuk menggantikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa adalah Laksamana TNI Yudo Margono Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL),” kata Puan Maharani usai menerima surpres Jokowi melalui Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, di Gedung DPR RI, Senin (28/11).

Categories
Militer Opini

Pengamat Maritim: Penunjukkan Laksamana Yudo Margono sebagai Calon Panglima TNI Pemenuhan Janji Politik Presiden Jokowi Menjadikan Indonesia Poros Maritim Dunia

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa akan memasuki masa pensiun. Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, usia pensiun prajurit adalah 58 tahun bagi perwira dan 53 tahun bagi bintara dan tamtama. Andika lahir pada tanggal 21 Desember 1964 atau 57 tahun lalu, sehingga pada 21 Desember 2022 dia berusia 58 tahun.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Panglima Tertinggi TNI telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) ke Pimpinan MPR. Dalam Surpres tersebut Jokowi menggunakan hak prerogatifnya dan menjatuhkan pilihan kepada Calon Tunggal yakni Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI H. Yudo Margono sebagai calon pengganti Jenderal Andika Perkasa.

Pengamat Maritim dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Strategic Center (IKAL SC) yang juga Pengurus  Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Ahli Keamanan dan Keselamatan Maritim Indonesia (AKKMI),  Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa SSiT., M.Mar,  menyatakan langkah Presiden Jokowi mencalonkan KSAL Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI adalah pilihan tepat.

“Saya mengapresiasi positif Presiden Jokowi dalam menunjuk KSAL Laksamana Yudo sebagai Calon Tunggal Panglima TNI menggantikan Jenderal Andika. Ini sangat tepat, karena memang kebetulan sejalan dengan pemikiran yang saya utarakan dalam berbagai kesempatan,” tegasnya dalam keterangan pers kepada media, Rabu (30/11/2022) di Jakarta.

Capt. Hakeng menilai sudah sepatutnya Yudo Margono menjadi Panglima TNI. “Jika merujuk pada UU TNI yang menyebutkan bahwa Panglima dapat dijabat secara bergantian oleh Perwira Tinggi aktif dari tiap angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan. Maka sudah sepantasnya untuk saat ini giliran panglima TNI berasal dari matra TNI AL. Apalagi selama dua periode pemerintahan Jokowi, penjabat Panglima TNI belum ada satupun yang berasal dari matra TNI AL,” imbuhnya.

Disamping amanah UU TNI tersebut, Capt. Hakeng menyebutkan bahwa Indonesia adalah bangsa maritim. Negara Indonesia ini terdiri dari lautan, yang ditaburi oleh pulau-pulau.

“Sebagai bangsa maritim harusnya kita sadar bahwa Indonesia terdiri dari 17.504 pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dari  Miangas hingga Rote. Total wilayah Indonesia sekitar 7,81 juta kilometer persegi (km2). Dimana 5.80 km2 adalah lautan atau 67 persen wilayah Indonesia adalah perairan. Dan juga, dalam kesempatan pertama Ketika menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, Presiden Jokowi jelas mengatakan bahwa kita telah terlalu lama memunggungi lautan. Jadi penunjukkan Laksamana Yudo Margono sebagai Calon Panglima memang bukan sebuah kejutan bagi saya, tapi lebih ke arah sebuah keharusan disamping tentunya sebagai pemenuhan janji politik seorang Presiden terpilih kepada pemilihnya,” jelas Capt. Hakeng.

Karena itu, tambah Capt. Hakeng dengan dipilihnya Yudo Margono diharapkan TNI mampu menjaga kedaulatan wilayah maritim Indonesia serta dapat ikut mewujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia seperti yang dicita-citakan Presiden Jokowi. Serta diharapkan Panglima TNI yang baru nanti dapat ikut mendukung Kebijakan Kelautan Indonesia yang  terdiri atas 7 (tujuh) pilar, yaitu: Pengelolaan sumber daya kelautan dan pengembangan sumber daya manusia; Pertahanan, Keamanan, Penegakan Hukum, dan Keselamatan di Laut;  Tata kelola dan kelembagaan laut; Ekonomi dan infrastruktur kelautan dan peningkatan kesejahteraan; Pengelolaan ruang laut dan perlindungan lingkungan laut; Budaya Bahari; dan Diplomasi Maritim.

Lanjut Capt. Hakeng saat ini yang juga patut dikaji adalah telah terjadi peralihan perhatian dan aktivitas dunia dari wilayah Mediterania  dan Atlantik menuju kawasan Indopasifik. “Peralihan perhatian dan aktivitas tersebut mengakibatkan wilayah maritim Indonesia kembali menjadi perlintasan strategis Kapal-Kapal dari seluruh Dunia. Indonesia harus sadar dengan posisinya secara geopolitik dan geostrategis. Karena itu penambahan kekuatan matra TNI AL dengan dukungan dari matra TNI lainnya adalah hal yang urgent untuk bisa dilakukan dalam waktu dekat,” ungkap Capt. Hakeng.

Persoalan lain yang juga muncul menurut pendiri dari Perkumpulan Ahli Keselamatan dan Keamanan Maritim Indonesia (AKKMI) ini adalah persoalan pelanggaran kapal nelayan asing yang masuk ke wilayah perairan Indonesia untuk mengambil ikan.

“Perlu diperhatikan Indonesia memiliki kekayaan perikanan laut berlimpah. Oleh sebab itu pula kedaulatan pangan menjadi tujuan yang harus selalu disuarakan oleh Pemerintah Indonesia dalam upaya menjaga keamanan pangan untuk masyarakat.  Peran aktif TNI khususnya TNI AL dalam ikut menjaga kedaulatan pangan laut tentunya masih sangat dibutuhkan, sampai nantinya peran tersebut bisa diambil alih oleh Indonesia Coast Guard,” pungkas Capt. Hakeng. (*)

Categories
Polhukam

Puan Maharani Sebut Surpres Jokowi Tunjuk KSAL Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima TNI

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua DPR RI, Puan Maharani mengumumkan isi surat presiden (surpres) terkait usulan nama calon Panglima TNI yang akan menggantikan posisi Jenderal TNI Andika Perkasa. Seperti diketahui, masa jabatan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa bakal usai pada 31 Desember 2022 mendatang.

Disebutkan Puan, usulan nama calon Panglima TNI yang tertera dalam isi surpres tersebut yakni Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono.

“Saya akan mengumumkan bahwa nama yang diusulkan oleh Presiden untuk menggantikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa adalah Laksamana TNI Yudo Margono Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL),” kata Puan usai menerima surpres Joko Widodo (Jokowi), di Gedung DPR RI, Senin (28/11/2022) kemarin.

Puan menjelaskan surpres Joko Widodo (Jokowi) yang diterimanya melalui Menteri Sekretaris Negara, Pratikno akan ditindaklanjuti seusai mekanisme yang berlaku di DPR RI.

Disampaikan Puan, pihaknya akan menugaskan Komisi Pertahanan untuk menjalankan mekanisme pergantian Panglima TNI. Salah satunya adalah menggelar uji kepatutan dan kelayakan alias fit and proper test.

“Kami akan menugaskan Komisi I melaksanakan mekanisme terkait,” lugas Puan.

Menurut Puan, dilansir tempoco, dalam mekanisme setelah surpres diterima, terdapat 17 hari lagi yang mana dimulai pada hari ini, 28 November 2022, hingga sebelum sidang penutupan pada 15 Desember 2022 yang akan datang.

“Jadi, masih akan ada mekanisme sesuai dengan DPR, Rapim, dan Bamus,” jelasnya.

Categories
Polhukam TNI

Laksamana Yudo Margono Dianugerahi Gelar Penguasa Laut dari Sultan Ternate

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menerima penganugerahan gelar kehormatan “Sangaji Ori Ma Ahi Malamo” Gelar Adat Kesultanan Ternate yang diberikan oleh Sultan Hidyatullah Sjah yang merupakan Sultan Ternate ke-49, bertempat diraung Foris Lamo Kadaton Sultan Ternate, Maluku Utara, Jum’at, (25/11/2022).

Kesultanan Ternate dimasa lampau merupakan salah satu kerajaan Islam Nusantara yang termasyur di Indonesia Timur. Sejak puncak kejayaannya hingga saat ini Kesultanan Ternate masih terpelihara keberadaannya. Dan ditempat ini pula tepat pukul 10.40 WIT Laksamana TNI Yudo Margono didampingi Ny. Vero Yudo Margono secara resmi dinobatkan menjadi Sangaji Ori Ma Ahi Malamo, gelar bangsawan sebagai warga kehormatan Kesultanan Ternate yang memiliki makna sebagai Penguasa Laut Terbesar.

Penganugerahaan gelar bangsawan ini di berikan atas kemampuan Laksamana Yudo sebagai pimpinan TNI AL dalam menjaga kedaulautan, keamanan, serta ketentraman laut Indonesia.

Penganugerahan Kesultanan Ternate kepada Kasal ini adalah gelar kehormatan atau gelar kebesaran yang sudah menjadi tradisi Kesultanan Ternate dan diberikan kepada pembesar-pembesar negara di tanah air maupun negara asing selama beratus-ratus tahun. Dimana pada abad yang lampau, Sultan-Sultan Ternate juga pernah memberikan gelar kepada utusan negara atau bangsa-bangsa asing yang singgah di Ternate.

Gelar “Sangaji Ori Ma Ahi Malamo” memiliki arti Sangaji adalah seorang pemimpin atau penguasa yang memiliki wilayah, Ori Ma Ahi adalah sebutan gelar untuk pimpinan atau Panglima Angkatan Laut, Ori Ma Ahi juga bisa diartikan sebagai perisai yang berasal dari kulit penyu, sedangkan Malamo memiliki makna Besar sesuai dengan kapasitasnya sebagai seorang Kasal.

“Suatu kehormatan bagi saya yang telah diberikan gelar kehormatan Kesultanan Ternate dengan nama “Sangaji Ori Ma Ahi Malamo”, tentunya ini bukan hal yang ringan untuk diberikan kepada saya, karena gelar ini memberikan konsekuensi yang harus saya laksanakan. Ucapan terimakasih sebesar-besarnya kepada Sultan Ternate serta Keluarga Besar Kesultanan Ternate karena tentunya mulai hari ini kami semuanya telah menjadi keluarga besar kesultanan Ternate, sebagai keluarga tentunya memiliki tanggung jawab moral pada Kesultanan Ternate,” ungkap Kasal.

Sementara itu, Sultan Ternate Hidyatullah Sjah menyampaikan ucapan terimakasih karena telah berkenan dikukuhkan dengan gelar kehormatan adat Kesultanan Ternate selaku “Sangaji Ori Ma Ahi Malamo” sekaligus memberikan bantuan kepada masyarakat Ternate.

“Saya berharap semoga dengan gelar ini Laksamana Yudo diberikan kekuatan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Kuasa dalam mengemban segala tugas, amanah dalam menjaga kedaulatan bangsa dan negara ini di wilayah maritim”, ujarnya. Sebelum pemberian gelar ini tentunya ada sidang khusus antara Sultan Ternate dengan Bobato Dunia, Bobato Akhirat dan Qadhi Kesultanan Ternate yang diminta untuk memberikan saran dan masukan terhadap makna-makna secara historis tentang gelar yang diberikan kepada Kasal.

Usai rangkaian kegiatan di Kedaton, Kasal memberikan bantuan bahan kebutuhan pokok kepada masyarakat di sekitar Kedaton Ternate secara simbolis sebagai wujud kepedulian terhadap sesama keluarga besar Kesultanan Ternate.(disp)

Categories
TNI

KSAL: Kejayaan Angkatan Laut Merupakan Bangunan Kokoh yang Disusun dari Karya Generasi ke Generasi

Koran Jurnal, Jakarta – “Kejayaan TNI Angkatan Laut (TNI AL) tidak dibangun oleh satu generasi, tetapi merupakan bangunan kokoh yang tersusun dari karya generasi ke generasi sesuai masanya sendiri-sendiri, yang terikat kuat oleh satu tekad dan cita-cita yang sama.”

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono saat memimpin Upacara Wisuda Purna Wira (WPW) kepada 82 Purnawirawan Perwira Tinggi (Pati) TNI AL sebagai simbol penghormatan, penghargaan dan rasa terima kasih kepada mereka yang telah memasuki masa purna bakti, bertempat di Lapangan Arafuru Akademi Angkatan Laut (AAL), Bumi Moro, Surabaya, Senin malam (24/10/2022) kemarin.

Kasal yang didampingi Ketua Umum Jalasenastri Ny. Vero Yudo Margono mengatakan bahwa, purna bakti bukanlah akhir dari jalan pengabdian. Purna bakti hanyalah transisi untuk terus mengabdi dengan cara yang berbeda di tengah-tengah bermasyarakat. Kawah Candradimuka Bumimoro menjadi tempat yang tepat untuk menghantar para wisudawan, karena dari tempat ini pulalah para wisudawan dilahirkan dan memulai langkah pertama pengabdian sebagai perwira.

“WPW pada hakikatnya merupakan tradisi khas TNI AL dalam melepas Pati yang telah memasuki masa purna bhakti. Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan yang tulus dari seluruh jajaran TNI AL atas dharma bakti yang telah dicurahkan oleh para pendahulu bagi kejayaan TNI AL, TNI, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ucap Laksamana Yudo.

KSAL menyadari bahwa Upacara Wisuda Purna Wira (WPW) bukan sekedar melestarikan tradisi yang harus kita jaga. Lebih dalam dari itu, upacara ini melambangkan pewarisan nilai-nilai luhur perjuangan dan semangat pengabdian perwira TNI Angkatan Laut kepada generasi penerus prajurit Jalasena Samudera.”

KSAL Laksamana Yudo mengucapkan rasa terima kasih atas nama seluruh prajurit Jalasena Samudera kepada para wisudawan.

“Kami menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, atas segala jasa, pengorbanan dan pengabdian yang telah ditorehkan dengan tinta emas oleh para wisudawan sekalian serta penghargaan yang sama kami sampaikan kepada keluarga yang telah menjadi bagian dari pengabdian sebagai prajurit Jalasena,” ujar KSAL.

Wisuda 82 Pati TNI AL terdiri dari 1 orang Pati bintang tiga Laksamana Madya TNI, 23 orang Pati bintang dua Laksamana Muda TNI/Mayor Jenderal Marinir TNI, dan 58 orang Pati bintang satu Laksamana Pertama TNI/Brigadir Jenderal TNI Marinir tersebut dilakukan bersama dengan upacara peluncuran Perwira Remaja (Paja) angkatan ke-67, yang baru saja dilantik dari Lembaga Pendidikan Akademi Angkatan Laut.

Pada saat Upacara Militer juga dilaksanakan penyerahan Piagam Penghargaan dari Laksamana Yudo Margono kepada perwakilan wisudawan WPW Pati TNI AL sebagai penghormatan dan penghargaan atas Dharma Bhaktinya, dilanjutkan penyerahan cindera mata dan penyerahan Kartu Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan POLRI (Pepabri), Persatuan Istri Purnawirawan (Perip), Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) dan Persatuan Istri Purnawirawan Angkatan Laut (PIPAL).(disp)

Categories
TNI

KSAL Laksamana Yudo Margono Sebut Kunci Perwira Adalah Sebagai Teladan dan Motivator Bagi Anak Buah

Koran Jurnal, Jakarta – “Mengembangkan keahlian memimpin merupakan kunci menjadi seorang perwira yang baik. Hal itu dapat terbentuk dengan memiliki kompetensi yang unggul, menjadi teladan dan motivator bagi anak buah, bertindak inovatif, menjadi perwira yang adaptif, berani dan bertanggung jawab serta turun langsung untuk menyelesaikan suatu permasalahan.”

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono saat memberikan pembekalannya kepada Siswa Pendidikan Pembentukan Perwira (Diktukpa) Angkatan ke-52 dan Siswa Pendidikan Pembentukan Perwira Singkat (Diktupakat) Angkatan ke-2 TNI Angkatan Laut (TNI AL) TA 2022 menjelang pelaksanaan Prasetya Perwira (Praspa), secara Vicon dari Wisma Elang Laut (WEL), Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, (20/10/2022).

Pembekalan dilaksanakan guna memberikan perspektif serta cara pandang baru kepada segenap calon wisudawan sebagai seorang perwira TNI AL dimana Sumber Daya Manusia (SDM) unggul merupakan kunci sukses kejayaan TNI AL.

KSAL mengatakan seorang Perwira akan menjadi pemimpin yang memiliki beban tugas, wewenang dan tanggung jawab yang sesuai dengan tempat penugasan. Perubahan strata pangkat juga menjadi perubahan status sosial, haruslah tetap bergaya hidup sebagai prajurit yaitu Prasaja, jujur dan irit.

Menjadi perwira memiliki konsekuensi tanggung jawab moril terhadap keluarga, anak buah serta lingkungan. Maka dari itu seorang perwira harus memiliki keberanian mengambil inisiatif, inovatif, dan senantiasa tampil secara positif. “Figur seorang pemimpin akan menjadi teladan, andalan dan kebanggaan bagi lingkungannya, perwira harus mampu menampilkan performa terbaik yang dapat menjadi contoh bagi anak buah maupun lingkungan sekitarnya,” ujar Kasal.

Pembekalan diikuti 1.069 orang  siswa Diktukpa dan Diktukpakat yang berasal dari tiga Kodik di bawah Kodiklatal yaitu Kodikopsla, Kodikmar dan Kodikdukum terdiri dari 684 siswa Diktukpa Angkatan LII dimana 131 orang Siswa adalah dari Korps Pelaut, 91 orang siswa Korps Teknik, 49 orang siswa Korps Elektronika, 99 orang Korps Suplai, 61 orang Korps Kesehatan, 38 orang Korps Pomal, 44 orang Korps Khusus dan 133 orang siswa Korps Marinir. Sedangkan 385 orang sisanya merupakan siswa Diktupakat Angkatan II TA 2022 dengan keterangan 144 orang Siswa Korps Pelaut, 55 orang siswa Korps Teknik, 27 orang Korps Elektronika, 36 orang Korps Suplai, 18 orang Korps Kesehatan, 26 orang Korps Pomal, 17 orang Korps Khusus dan 62 orang siswa Korps Marinir.

Ke-1.069 siswa Diktukpa dan Diktukpakat ini rencananya akan melaksanakan Prasetya Perwira (Praspa) pada Jumat (21/10) di Kodiklatal Surabaya. Praspa merupakan momentum penting sebagai insan prajurit samudera, dimana momentum yang istimewa itu adalah proses tranformasi peningkatan strata dari strata bintara menjadi strata perwira.

“Menjadi perwira adalah prestasi, kebanggaan dan kehormatan yang senantiasa harus disyukuri sebagai rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu menjadi perwira merupakan titik awal untuk merubah perubahan pola pikir, pola sikap serta pola tindak yang harus menyesuaikan dengan kode etik perwira TNI”, ujar KSAL.

Mengakhiri sambutannya, Kasal menekankan para seluruh prajurit yang baru menyelesaikan pendidikannya agar tetap  menjaga iman dan taqwa sebagai landasan moral, selalu mendukung segala kebijakan pemerintah, loyalitas tegak lurus kepada pimpinan, menjaga netralitas menjelang pemilu tahun 2024, mempertahankan jati diri sebagai prajurit dan junjung tinggi nilai-nilai trisila TNI AL, peduli dan tanggap dengan situasi lingkungan sekitar, tidak ada tindak kekerasan terhadap prajurit maupun masyarakat, bijak dalam menggunakan media sosial serta mewaspadai pengaruh radikalisme yang sedang berkembang.(disp)