Categories
Kesehatan TNI

Ribuan Pelajar SMP dan SMA di Subang Ikuti Serbuan Vaksinasi TNI Angkatan Laut

Koran Jurnal, Subang – Sebagai salah satu upaya menyukseskan target vaksinasi secara nasional, TNI AL secara terus menerus menggencarkan serbuan vaksinasi Covid-19 dengan memberdayakan seluruh potensi yang dimiliki.

Kali ini, TNI AL menggelar serbuan vaksinasi bagi masyarakat maritim Desa Pusakaratu Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, Jawa Barat yang kegiatannya dipusatkan di Kantor Kecamatan Pusakanagara, Kamis (14/10/2021).

Serbuan Vaksinasi dengan pelaksana lapangan Pusat Hidro-oseanografi TNI AL (Pushidrosal) dan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) ini menyasar pada pelajar SMP dan SMA di wilayah tersebut berkaitan dengan telah berlakunya Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

TNI AL menyiapkan 1.500 dosis vaksin jenis Sinovac dan mengerahkan tenaga kesehatan sebanyak 18 orang dari Pushidrosal dan 4 orang dari Kolinlamil dengan didukung 20 tenaga kesehatan dari Puskesmas Pusaka Negara, serta 20 warga setempat.

Serbuan Vaksinasi ini sesuai dengan perintah Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M berkaitan dimulainya proses pembelajaran tatap muka siswa sekolah saat ini, jajaran TNI AL menjadikan pelajar sekolah sebagai target sasaran serbuan vaksinasi untuk memberi ketenangan agar dapat melaksanakan proses belajar mengajar dengan nyaman.

Dari pantauan pewarta di lokasi, tampak antusias ribuan pelajar dari SMP dan SMA mengikuti program vaksinasi yang digelar TNI Angkatan Laut.

Selain difokuskan untuk pelajar SMP dan SMA, serbuan vaksinasi tersebut juga melayani masyarakat sekitar untuk mendapatkan vaksin. Hal ini bertujuan untuk mendukung percepatan penanganan covid-19 di wilayah Pusaka Ratu, Kecamatan Pusaka Negara, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Serbuan vaksinasi ini disertai dengan pemberian bingkisan tali asih dari Indonesia Sehat kepada masyarakat setempat.

Kegiatan serbuan vaksinasi tersebut dihadiri Camat, Danramil, Kapolsek dan pejabat daerah setempat.(disp/red)

Categories
Daerah Kesehatan TNI

Serbuan Vaksinasi TNI AU, Ratusan Pelajar SMA Batam Mendapat Vaksinasi Covid-19

Koran Jurnal, Batam – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Hang Nadim, Batam kembali melaksanakan Serbuan Vaksinasi Covid-19. Kali ini sasarannya ialah pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) se-derajat dan masyarakat umum.

Hingga Minggu (11/07/2021), panitia Vaksinasi TNI AU di Batam, berhasil melayani 5.520 orang dengan jenis Sinovac, yang digelar di salah satu restoran, kawasan Batam Center, resto Puas Hati.

Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Hang Nadim, Letnan Kolonel (Letkol) Penerbang (Pnb) Iwan Setiawan, melalui Letnan Dua (Letda) Adm Abiyosa mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya untuk menyukseskan program pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi terhadap anak remaja usia 12 hingga 17 tahun dan masyarakat umum.

“Hari ini Lanud Hang Nadim Batam yang berada di bawah Koopsau I, melaksanakan Serbuan Vaksin Covid-19 di resto Puas Hati, Batam Center,” kata Letda Adm Abiyosa.

Letda Adm Abiyosa menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk membantu percepat pelaksanaan vaksinasi di Kota Batam.

Prajurit Lanud Hang Nadim bekerja sama dengan tenaga medis gabungan dari Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang dan Rumah Sakit (RS) Bunda Halimah melakukan vaksinasi tahap pertama.

“Sebanyak 552 vial jenis Sinovac kita sediakan. Sasarannya kepada masyarakat dan pelajar SMA se-derajat. Alhamdulillah pelaksanaan berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut pihak Lanud Hang Nadim, mengingatkan kepada masyarakat Batam yang sudah divaksin untuk tetap menjalankan protokol kesehatan, dengan menerapkan protokol 5M, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Kegiatan vaksinasi ini jangan membuat kita lengah. Walaupun kita sudah divaksin, tetap kita terapkan Protokol Kesehatan, dengan melaksanakan 5M dengan benar,” pintanya.

Vaksinasi tidak menjamin kebal 100 persen, tetapi membantu meningkatkan daya tahan tubuh.(disp/red)

Categories
Megapolitan

Upaya Kapolda Metro dan Gubernur DKI Jakarta Atasi Keterlibatan Pelajar pada Aksi Demo UU Omnibus Law

Koran Jurnal, Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana memberikan perhatian serius terkait keterlibatan para pelajar dalam aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law yang terjadi beberapa waktu lalu dan menimbulkan kericuhan di sejumlah wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Perhatian serius itu disampaikan Kapolda Metro Nana Sudjana kepada wartawan seusai melakukan pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah se-Jabodetabek, dan Pangdam Jaya/Jayakarta, di Mapolda Metro Jaya, Senin (26/10/2020).

Sebelumnya Nana Sudjana mengatakan, pihaknya mengundang Gubernur DKI Jakarta, Kepala Sekolah se-Jabodetabek, Kepala Dinas Pendidikan, dan Pangdam Jaya guna membahas langkah, upaya serta solusi mengatasi keterlibatan pelajar dalam aksi unjuk rasa tersebut agar tidak terulang kembali.

“Kami mengundang Gubernur (DKI Jakarta), Pangdam Jaya, Kepala Dinas, baik dinas Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten dan perwakilan dari Kepala Sekolah se-Jabodetabek,” kata Nana.

Agenda ini, terang Nana, adalah upaya untuk mencari solusi terbaik agar para pelajar tidak dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang bisa membuat mereka bersikap anarkis.

“Agar para pelajar tidak dimanfaatkan oleh kelompok anti kemapanan,” ujarnya.

Selain itu Nana menyebut keterlibatan para pelajar dalam aksi unjuk rasa kerap dipengaruhi dari media sosial dan faktor ajakan.

“Dari hasil keterangan beberapa pelajar bahwa mereka memang lebih banyak diajak dari media sosial, diajak untuk melakukan aksi demo tetapi di situ ada mengarah kepada demo anarkis,” beber Nana.

Untuk itu, Nana mengajak seluruh pihak terkait, polisi dan kepala sekolah perlu mengingatkan para pelajar agar tidak tergerus pada kegiatan atau kelompok yang negatif.

“Lebih menekankan kembali pembentukan karakter agar anak-anak tidak terpengaruh atau mudah terhasut, apalagi ke arah tindak pidana,” lugas Nana.

“Tentunya dengan kegiatan ekstrakurikuler yang mengarah kepada pembentukan karakter dalam hal ini pengetahuan dalam hal Pancasila atau hal-hal positif,” imbuhnya.

Nana mengungkapkan, dalam sejumlah aksi demo pada Oktober 2020 ini memang banyak pelajar yang turut serta dan tidak sedikit pula yang terlibat dalam aksi anarkis.

“Jadi kemarin sudah beberapa hari demo ada sekitar 2.667 orang yang diamankan, 70 persen adalah pelajar. Memang ada pelajar dari Jakarta, Bogor, Sukabumi kemudian Subang, Indramayu, Bekasi, Tangerang, maupun Cilegon,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan perlunya upaya yang konstruktif dalam mengatasi persoalan pelajar agar tidak kembali terlibat aksi unjuk rasa, seperti demontrasi menolak UU Ciptaker yang terjadi beberapa hari lalu.

Anies menyebutkan, seperti hal Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terkait pembiasaan diskusi isu terkini bukan bertujuan untuk membekali pelajar yang hendak demo.

Menurut Anies, RPP merupakan bahan untuk para guru mengajarkan muridnya perihal isu yang tengah menjadi pembicaraan di masyarakat.

“Bukan (bekal untuk demo). RPP ini bahan belajar,” tuturnya.

Ia menjelaskan, RPP menjadi bahan bagi guru di tingkat SMP, SMA, dan SMK untuk mengajak anak muridnya berdiskusi secara terstruktur. Sehingga, lanjut Anies, nantinya anak murid dapat memanfaatkan situasi yang berkembang di masyarakat sebagai bahan pembelajaran.

“Jadi harapannya nantinya sejak dini anak-anak dapat kesempatan untuk terbiasa membicarakan secara konstruktif permasalahan yang dibicarakan oleh masyarakat umum,” tukasnya.(red)