Categories
Uncategorized

Ketua DPR RI Puan Maharani Akan Terus Mendukung Indonesia sebagai Negara Maritim dan Negara Kelautan

Koran Jurnal, Jakarta – “Saya tentunya akan terus mendukung bahwa kita adalah negara maritim dan negara kelautan sehingga diperlukan banyak lagi kapal-kapal perang TNI Angkatan Laut (TNI AL). Hal ini tentunya bisa menjadi kekuatan untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) jikalau ada hal-hal yang tidak diinginkan seperti mengganggu kedaulatan NKRI.”

Demikian disampaikan Ketua DPR RI Puan Maharani didampingi Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Anggota 1 BPK RI N.Adhi Suryadyana, serta Wakasal Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono saat jumpa pers dengan awak media setelah resmi menjadi warga kehormatan Hiu Kencana di dalam KRI Alugoro-405 saat berlayar di perairan Teluk Jakarta, Senin (28/11/2022) kemarin.

Ketua DPR menambahkan bahwa tentu saja DPR RI mendukung pembangunan pertahanan Minimum Essential Force (MEF) sampai 2024, dan itu harus mencapai semaksimal mungkin targetnya, kalaupun kemudian tidak tercapai karena waktunya sudah sangat singkat mengingat sekarang sudah 2022 menuju 2024, tentu saja DPR akan mendorong agar sebelum tahun 2024 hal-hal yang harus diselesaikan maka harus segera diselesaikan, karena untuk menyelesaikan MEF tentu saja membutuhkan waktu dan upaya yang cukup panjang, jadi pasca 2024 harapannya semua hal terkait menjaga pertahanan dan keamanan serta kedaulatan melalui TNI di tiga matra harus kita utamakan.

“Menyikapi Indonesia negara bebas aktif jadi membuka peluang untuk menjalin kerjasama dengan semua negara, namun tentu saja disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada di Indonesia seperti mempersiapkan alutsista yang sesuai demografi dan geografi dimana Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikelilingi oleh laut”, kata Ibu Puan Maharani.

Kepala Sataf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan penyematan brevet Hiu Kencana dengan mengenakan baret dan seragam serba hitam di KRI Alugoro sebagai warga kehormatan kapal selam merupakan sebuah kebanggaan. Penyematan yang diberikan kepada Ketua DPR RI beserta lima pejabat negara lainnya merupakan bentuk penghargaan yang diberikan TNI AL atas jasa-jasanya yang telah ikut memajukan dan mengembangkan Korps Hiu Kencana TNI AL. “Harapan kami, kita semua bersama-sama sebagai keluarga besar kapal selama ikut bertanggung jawab, dalam pengembangan kekuatan maupun kemajuan TNI AL khususnya kapal selam di masa depan menjadi lebih kuat dan besar,” kata Laksamana Yudo.(disp)

Categories
Polhukam TNI

KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo Menerima Brevet Kehormatan Hiu Kencana TNI AL

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., C.S.F.A., menerima brevet Wing Kehormatan Hiu Kencana TNI AL. Brevet disematkan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI H. Yudo Margono, S.E., M.M., C.S.F.A., di atas KRI Alugoro 405, bertempat di Dermaga 100 Jakarta Utara, Senin (28/11/2022).

Penyematan Brevet, merupakan salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan dari TNI AL kepada pejabat tinggi negara, TNI dan Polri, tokoh nasional, serta masyarakat, yang telah memiliki jasa, perhatian, perjuangan, maupun pengorbanan untuk kejayaan TNI AL.

Selain KSAU, brevet juga dianugerahkan kepada beberapa pejabat tinggi negara lainya yaitu, Ketua DPR RI Puan Maharani, Anggota 1 BPK RI N. Adhi Suryadyana, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman, dan Wakasal Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono.

KRI Alugoro dikomandani Letkol Laut (P) Topan Agung Yuwono, memiliki spesifikasi panjang 61,3 meter, kecepatan 21 knot di bawah permukaan air dan mampu berlayar lebih dari 50 hari serta dapat menampung lebih dari 40 kru.

Turut hadir dalam.acara tersebut, Wakasau, Wakasad dan sejumlah pejabat utama, TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Polri, serta undangan lainnya.(disp)

Categories
Polhukam TNI

KSAL Laksamana Yudo Margono Sematkan Brevet Kehormatan Hiu Kencana TNI AL kepada Enam Pejabat Negara

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menyematkan Brevet Kehormatan Hiu Kencana TNI Angkatan Laut (TNI AL) kepada enam pejabat negara yakni Ketua DPR RI Puan Maharani, Anggota 1 BPK RI N. Adhi Suryadyana, Kapolri Jenderal TNI Listyo Sigit Prabowo, Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman, Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, dan Wakasal Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono di KRI Alugoro-405 saat berlayar di sekitar Teluk Jakarta, Senin (28/11/2022).

Pemberian brevet kehormatan Hiu Kencana TNI AL kepada enam pejabat negara ini merupakan salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan dari TNI AL khususnya Satuan Kapal Selam kepada pejabat tinggi negara, TNI dan Polri, seluruh tokoh nasional, dan warga masyarakat yang telah memiliki jasa, perhatian, perjuangan, maupun pengorbanan khususnya kejayaan TNI Angkatan Laut, utamanya berpartisipasi demi kemajuan pengembangan kapal selam, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Brevet Hiu Kencana merupakan simbol pengakuan terhadap profesionalisme prajurit kapal selam, dalam taktik dan teknik peperangan bawah permukaan laut, yang dapat menumbuhkan kebanggaan dan jiwa korsa bagi para pemakainya. Demikian juga personel pengawak di kapal selam, memerlukan berbagai kriteria khusus yang harus dipenuhi, baik dari aspek fisik, kesehatan, kejiwaan dan kesamaptaan jasmani serta mampu bekerja sama sebagai team work yang solid. Tuntutan kriteria ini, menjadi pembeda antara prajurit kapal selam dengan prajurit yang berdinas di tempat lainnya.

“Dengan penyematan brevet hari ini, maka bapak ibu akan menjadi bagian dari keluarga besar Korps Hiu Kencana Kapal Selam Indonesia, bersama 204 pejabat negara lain yang telah menyandang brevet yang sama,” ujar Laksamana Yudo memberikan sambutan sesaat sebelum kapal berlayar.

Lebih lanjut, KSAL menyampaikan bahwa dalam jajaran suatu Armada Laut, kapal selam memiliki karakter operasi yang berbeda dengan kapal perang pada umumnya. Kapal selam bergerak secara mandiri, berada paling depan, senyap dan rahasia, dengan kehidupan awaknya yang penuh keterbatasan serta tidak banyak menikmati suasana di luar kapal. Namun demikian, kapal selam merupakan kunci keberhasilan sebuah operasi laut.

“Hal tersebut menyiratkan sebuah filosofi kehidupan, bahwa awak kapal selam adalah gambaran prajurit pemberani, percaya pada diri sendiri, tabah, fokus, tulus, tanpa pamrih, serta tidak memikirkan publikasi dan popularitas. Sehingga tergambar dalam semboyan mereka, Wira Ananta Rudira yang berarti Tabah Sampai Akhir,” pungkasnya.

Mengakhiri sambutannya, Laksamana Yudo berharap momen istimewa pada acara ini semakin menguatkan komitmen TNI AL dan para pejabat negara dalam membina dan membangun kemampuan satuan kapal selam yang kehadirannya senantiasa memberikan efek penggentar kepada musuh, dalam usaha mewujudkan TNI Angkatan Laut yang profesional, modern, dan tangguh.

Beberapa pejabat yang sebelumnya sudah menerima brevet Hiu Kencana antara lain yaitu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Indonesia Tjahjo Kumolo, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Ketua Bappenas Suharso Munoarfa, Ketua BPK RI Isma Yatun, Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, Anggota I BPK RI Dr. Agung Firman S, Mantan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Mantan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Mantan Kapolri Idham Aziz, Mantan Kasad Jenderal TNI Mulyono, serta Mantan Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

Spesifikasi kapal selam Alugoro yang dikomandani Letkol Laut (P) Topan Agung Yuwono ini mempunyai panjang 61,3 meter dengan kecepatan 21 knot di bawah permukaan air dan mampu berlayar lebih dari 50 hari serta dapat menampung lebih dari 40 kru. Berbeda dengan KRI Nagapasa-403 dan KRI Ardadedali-404. KRI Alugoro-405 adalah kapal selam pertama yang dirakit dengan skema alih teknologi (Transfer of Technology) antara Daewoo Shipbuilding Marine and Engineering (DSME) Korea Selatan dengan industri pertahanan dalam negeri PT. PAL Surabaya.(disp)

Categories
Uncategorized

TNI AL Tembus Lokasi Terisolir Distribusikan Bantuan Pada Warga Cianjur

Koran Jurnal, Cianjur – Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Alam TNI Angkatan Laut peduli Cianjur menjangkau pengungsian warga terdampak gempa bumi yang lokasinya tidak bisa tertembus kendaraan roda empat, berlokasi di Desa Pakuon, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (26/11/2022).

Informasi awal di lokasi tersebut terdapat 306 Kepala Keluarga (KK) dan 50 orang warga mengalami gangguan Kesehatan. Menuju lokasi tersebut, Prajurit TNI AL bersama dengan masyarakat bahu-membahu membawa bantuan bahan pokok menggunakan motor trail untuk menembus lokasi pengungsian yang terisolir karena berada di ketinggian, dengan akses jalan yang cukup sempit untuk dilalui kendaraan karena beberapa ruas jalan mengalami kerusakan terdampak gempa.

Tiba di titik lokasi, Satgas TNI AL melaksanakan program trauma healing kepada anak-anak dan masyarakat dengan cara melaksanakan fun game, yang bertujuan mengurangi dampak trauma pasca bencana alam yang terjadi. Selain itu juga dilaksanakan pendirian tenda untuk para pengungsi serta pendirian tenda kesehatan guna melaksanakan bantuan pengobatan kepada masyarakat di Desa Pakuon.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengamanatkan kepada Satgas TNI AL untuk memanfaatkan semaksimal mungkin potensi yang dimiliki TNI AL untuk penanganan isu kemanusiaan dan bencana alam sampai tuntas.

“Seluruh personel agar cepat tanggap dengan permasalahan yang terjadi di masyarakat, tidak kalah pentingnya dalam penugasan ini harus tetap koordinasi dan bekerjasama dengan stakeholder dan relawan yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini,” tegas KSAL Laksamana TNI Yudo Margono.(disp)

Categories
Bencana TNI

TNI AL dan SAR Gabungan Berhasil Evakuasi 13 Jenazah Korban Tertimbun Longsor Gempa Cianjur

Koran Jurnal, Jakarta – Prajurit Korps Marinir TNI AL dan SAR Gabungan hingga hari ini Sabtu, (26/11) berhasil mengevakuasi 13 jenazah warga yang tertimbun longsor akibat gempa pekan lalu, di Cianjur Jawa Barat. Diperkirakan sebanyak kurang lebih 30 Warga  di Desa Cijedil tertimbun longsor dan reruntuhan bangunan.

“Saya sangat berharap anggota keluarga saya yang tertimbun longsor jenazahnya dapat diketemukan, saya juga berterima kasih atas bantuan dari pasukan TNI AL yang sampai sekarang terus melakukan pencarian warga yang hilang di desa kami,” ungkap Bapak Solikhin warga desa Cijedil, Cianjur.

Bapak Solikhin merupakan salah satu dari 40 kepala keluarga yang rumahnya terletak di tebing dan menjadi korban tanah longsor akibat gempa yang terjadi dan mengakibatkan empat orang anggota keluarganya hilang tertimbun dan satu orang jenazahnya diantaranya telah diketemukan.

Pada pencarian hari pertama Komandan Pasmar -1 Brigjen TNI Marinir Hermanto yang juga merupakan Komandan Satgas TNI AL Penanggulangan Bencana Alam ini mengatakan bahwa Satgas TNI AL bersama Basarnas dan Satgas lainnya terus menerus melakukan pencarian korban semaksimal mungkin.

“Pencarian terus dilaksanakan dan tetap perhatikan faktor keamanan, Tim akan sangat berhati-hati, karena yang akan dievakuasi kondisinya sudah lebih dari tiga hari, kita bersama perangkat Desa, Basarnas dan unsur yang lain akan terus membantu pencarian dan evakuasi sampai ketemu dan tetap semangat,” tegas Brigjen Hermanto.

Di tempat terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono mengamanatkan kepada Satgas TNI AL untuk memanfaatkan semaksimal mungkin potensi yang dimiliki TNI AL untuk penanganan isu kemanusiaan dan bencana alam sampai tuntas, dan untuk seluruh personel agar cepat tanggap dengan permasalahan yang terjadi di masyarakat. Tidak kalah pentingnya dalam penugasan ini harus tetap koordinasi dan bekerjasama dengan stakeholder dan relawan yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini.(disp)

 

Categories
TNI

Dukung Sail Tidore, TNI AL Gelar Operasi Bakti Surya Bhaskara Jaya

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut menggelar Operasi Bakti Surya Bhaskara Jaya dalam rangkaian kegiatan Sail Tidore Tahun 2022 bertempat di Pendopo Open Space, Kota Tidore, Rabu (23/11/2022) dengan memberikan penyuluhan dan pembagian bahan kontak serta mengadakan pengobatan massal bertempat di KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 yang berlangsung mulai tanggal 24 hingga 26 November mendatang.

Lebih kurang 400 orang diberikan penyuluhan mengenai pengetahuan bela negara, Wawasan Kebangsaan, Hukum, Bahaya Narkoba dan Kesehatan. Serta dilaksanakan pula pembagian bahan kontak berupa sembako secara simbolis kepada masyarakat yang disambut masyarakat dengan sangat antusias dan menyambut baik kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh prajurit TNI AL di wilayah mereka.

Sementara itu, kegiatan Bakti Kesehatan yang dilaksanakan di KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991, TNI Angkatan Laut berkolaborasi dengan Dinkes Kota Tidore dan RSUD Kota Tidore dengan memberikan pengobatan umum, pengobatan gigi, operasi katarak, operasi major, operasi bibir sumbing, pelayanan Keluarga Berencana Metode Operasi Wanita (MOW), Metode Operasi Pria (MOP), kebidanan (Obsgyn), donor darah dan khitan/bedah minor. Disamping itu pula dilaksanakan Karya Bakti dengan sasaran fisik adalah dengan melakukan renovasi tempat ibadah masjid, gereja, pura dan fasilitas umum (posyandu).

Kepala Dinas Potensi Maritim Angkatan Laut (Kadispotmaral) Laksma TNI Suradi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dari pembinaan potensi maritim (Binpotmar) TNI AL. “Penyelenggaraan kegiatan Bakti TNI AL Surya Bhaskara Jaya (SBJ) yang dilaksanakan pada bulan November 2022 melibatkan Satkowil (Satuan Komando Wilayah), instansi pemerintah daerah dan stakeholder terkait merupakan implementasi dari tugas TNI AL dalam melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan laut dan mendukung program pemerintah dalam melaksanakan percepatan pembangunan serta meningkatkan taraf kesehatan dan perekonomian masyarakat khususnya di wilayah Tidore Kepulauan dan Halmahera Utara provinsi Maluku Utara,” ujarnya.

Kegiatan SBJ merupakan wujud kepedulian TNI AL terhadap kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan sebagai implementasi instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono yang disampaikan kepada jajarannya agar kehadiran TNI AL dimanapun berada dapat memberikan manfaat kepada masyarakat disekelilingnya.(disp)

Categories
Bencana TNI

Tim Psikologi TNI AL Berikan Trauma Healing Bagi Korban Gempa Cianjur

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) memberangkatkan Tim Psikologi dari Dinas Psikologi Angkatan Laut (Dispsial) khususnya unit trauma healing untuk membantu korban gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur, Senin (21/11) lalu dan menyebabkan banyak korban jiwa serta kerusakan sarana dan prasarana.

Pemberangkatan Satuan Setingkat Regu (SSR) trauma healing dibawah Pimpinan Letkol Laut (KH) Joko Parjianto, S.Psi.,M.Psi, Psi ini, merespon perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono untuk segera mengirimkan tim trauma healing dan bergabung bersama Satgas Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) yang telah berada di lokasi sejak hari pertama bencana terjadi.

Trauma healing adalah suatu proses pemberian bantuan berupa penyembuhan untuk mengatasi gangguan psikologis seperti kecemasan, panik, dan gangguan lainnya karena lemahnya ketahanan fungsi-fungsi mental yang dimiliki individu.

Tim Trauma Healing, Rabu (23/11/2022) diberangkatkan oleh Kepala Dinas Psikologi Angkatan Laut (Kadispsial) Laksma TNI Edi Krisna Murti dari Juanda Sidoarjo dan bergabung di lokasi dibawah kendali operasi Danpasmar 1 Brigjen TNI (Mar) Hermanto selaku Dansatgas PRCPB TNI AL. Sebelumnya juga telah diberangkatkan tim aju untuk meninjau daerah pengungsian serta melihat kondisi masyarakat korban gempa dan phsikis yang diterimanya.

Tim dilapangan bersama Lembaga-lembaga terkait lainnya bergegas mengumpulkan korban khususnya anak-anak untuk diberikan terapi trauma healing untuk mengurangi rasa trauma yang terjadi pada anak-anak dengan berbagai kegiatan seperti menggambar, menyanyi, mendongeng melakukan game-game yang menyenangkan dan bermain dengan cara berkelompok dan berkolaborasi.(disp)

Categories
Uncategorized

Prajurit TNI AL Terus Dikerahkan Bantu Masyarakat Cianjur

Koran Jurnal, Jakarta – Merespon cepat bencana alam yang terjadi di Cianjur, hingga saat ini prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) terus dikerahkan guna membantu masyarakat terdampak gempa bumi, di Cianjur Jawa Barat, Rabu (23/11) kemarin. Di lokasi yang mengalami bencana cukup parah, Prajurit TNI AL terus melaksanakan pencarian, evakuasi serta pendistribusian bahan bantuan bagi masyarakat.

Di daerah sektor 1 Kecamatan Warung Kondang, puluhan prajurit Marinir TNI AL mengevakuasi masyarakat yang terdiri dari balita serta manula ke tempat pengungsian yang disiapkan akibat pemukimannya yang hancur karena gempa berkekuatan 5.6 Skala Richter, yang melanda Cianjur.

Gelombang pengerahan pasukan hingga kini terus di konsentrasikan ke lokasi terdampak bencana sejak Senin lalu, tercatat TNI AL mengerahkan lebih dari 500 prajurit, dan akan terus bertambah guna merespon peristiwa bencana alam yang terjadi. Selain itu, tim kesehatan TNI AL yang diterjunkan telah menangani lebih dari 150 masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, maupun cidera akibat musibah ini.

Prajurit TNI AL yang berada di Cianjur dikerahkan ke lima titik lokasi yaitu Warung Kondang, Cilaku, Gekbrong, Cianjur Kota, serta di wilayah Desa Gasol Cianjur. Selain melaksanakan pendistribusian bantuan bagi masyarakat terdampak bencana alam, pengerahan pasukan TNI AL juga dilengkapi dengan rumah sakit lapangan yang mampu menampung hingga 100 orang pasien, lengkap dengan alat operasi dan ruang ICU.

Sejumlah alat berat juga dikerahkan oleh TNI AL seperti unit excavator maupun buldozer, dump truk serta trailer yang diharapkan dapat segera memberikan bantuan evakuasi para korban bencana yang saat ini masih terisolasi.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono telah memerintahkan jajarannya untuk mengerahkan seluruh kekuatan dan sumberdaya yang dimiliki dalam membantu masyarakat terdampak sehingga dapat mengurangi penderitaan rakyat yang mengalami cobaan ini.(disp)

Categories
Bencana TNI

TNI AL Berangkatkan PRCPB dan Kirim Bantuan Sembako Gempa Cianjur

Koran Jurnal, Jakarta – Fokuskan pencarian korban, evakuasi dan pembangunan Sarana Prasarana (Sarpras) dalam rangka penanggulangan bencana gempa bumi Cianjur, TNI Angkatan Laut (TNI AL) dipimpin Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono didampingi para Pejabat Utama Mabesal dan Pejabat Kotama wilayah Jakarta melepas keberangkatan gelombang kedua Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) dari Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa, (22/11/2022).

Sehari sebelumnya Senin (21/11) TNI AL juga telah memberangkatkan PRCPB gelombang pertama sejumlah 100 personel dengan komposisi terdiri dari personel tenaga kesehatan dan tim evakuasi dari total 450 personel yang disiapkan. Selain itu PRCPB juga membawa perlengkapan perorangan dan satuan, logistik ransum bekal pasukan, 5 unit kendaraan truk, 3 unit ambulance, 1 unit kendaraan kia serta dilengkapi dapur lapangan dan rumah sakit lapangan. PRCPB gelombang pertama diberangkatkan dari Mako Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan oleh Dankormar Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto.

PRCPB gelombang kedua TNI AL mengirimkan tambahan 422 personel, 5 unit ambulance, 37 truck, 5 bis, 4 unit kendaraan kawal, 1 unit excavator, 1 unit buldozer, 3 unit dump truk serta 2 unit trailer yang diharapkan dapat segera memberikan bantuan evakuasi para korban bencana yang saat ini masih terisolasi. Selain itu juga disiapkan 1 set dapur lapangan, 10 set tenda lapangan, veltbed, rumah sakit lapangan, paket sembako serta obat-obatan yang dikumpulkan oleh seluruh jajaran TNI AL wilayah Jakarta untuk keperluan para korban bencana tersebut.

Kasal dihadapan awak media mengatakan bahwa bantuan ini masih merupakan tahap awal yang nanti tentunya akan diinfokan kepada seluruh jajaran Angkatan Laut untuk turut serta menyiapkan sembako ataupun kebutuhan lain yang nantinya akan diberikan pada gelombang berikutnya. “Karena ini sifatnya masih awal, jadi yang siap saat ini diberangkatkan terlebih dahulu dan masih banyak lagi yang sekarang ini juga masih loading. Sehingga nantinya apabila sudah terkumpul semua akan langsung didistribusikan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Cianjur,” ujar Kasal.

Sementara ini, pengerahan personel bantuan bencana saat ini masih menggunakan kekuatan yang berasal dari Jakarta. Namun tidak menutup kemungkinan melihat kebutuhan kedepan jika memerlukan penambahan personel, TNI AL siap memberangkatkan Marinir dari pasukan Pasmar 2. “Nanti kita akan melihat situasi dilapangan seperti apa, karena jika cepat tanggap bisa 7 s.d. 14 hari sesuai dengan situasi disana, kalau disana mungkin bisa normal dengan bantuan ini nanti kita akan tarik timnya, tetapi jika masih dibutuhkan, tentunya akan kita bantu sampai selesai,” ungkap Kasal.

Bencana Gempa bumi kekuatan magnitudo 5.6 telah terjadi Senin (21/11) siang kemarin dan memakan banyak korban jiwa termasuk merusak sejumlah sarana dan prasarana. Gempa berpusat di 10 km arah barat daya dari Kabupaten Cianjur dengan kedalaman gempa 10 km dan hingga tadi malam korban meninggal dunia dilaporkan berjumlah 162 korban, 326 korban mengalami luka-luka, dan sebanyak 13.784 warga mengungsi di tempat pengungsian yang tersebar di 14 titik. Selain itu, kerusakan rumah warga dengan kategori 60-100 persen berjumlah 2.345 unit.(disp)

Categories
TNI

Aksi Cepat Tanggap Bencana, TNI AL Berangkatkan Tim PRCPB ke Cianjur

Koran Jurnal, Jakarta – Aksi cepat tanggap bencana, TNI Angkatan Laut (TNI AL) memberangkatkan Tim Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) Korps Marinir dalam rangka penanggulangan bencana gempa bumi Cianjur, Jawa Barat yang terjadi siang tadi sekitar pukul 13.21 WIB yang dipimpin langsung oleh Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Widodo Dwi Purwanto di Mako Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (21/11/2022) kemarin.

Pelepasan personel pada eselon pertama yang disiapkan untuk PRCPB berjumlah 100 personel dengan komposisi terdiri dari personel tenaga kesehatan dan tim evakuasi dari total 450 personel yang disiapkan. Selain itu PRCPB juga membawa perlengkapan perorangan dan satuan, logistik ransum bekal pasukan, 5 unit kendaraan truk, 3 unit ambulance, 1 unit kendaraan kia serta dilengkapi dapur lapangan dan rumah sakit lapangan.

Dalam sambutannya Dankormar mengatakan bahwa prioritasnya melaksanakan penyelamatan dan evakuasi korban bencana Gempa Bumi 5,6 SR di Cianjur dikarenakan banyak rumah yang roboh artinya korban banyak tertimpa reruntuhan.

“Untuk menyikapi bencana yang terjadi tersebut perintah pimpinan bapak Kasal, kita telah menyiapkan sebanyak 450 orang dengan unsur-unsur sesuai dengan yang dibutuhkan di lapangan seperti kesehatan kita menyiapkan rumah sakit lapangan dengan tenaga medisnya,” terang Dankormar.

Lebih lanjut, Dankomar menyampaikan bahwa malam ini TNI AL memberangkatkan eselon pertama tim kesehatan dan kemudian besok pagi eselon kedua akan dilepas oleh Kasal untuk berangkat ke daerah bencana.

Dankormar menegaskan bahwa tugas para prajurit TNI AL untuk membantu masyarakat yang mengalami musibah harus dengan senang hati, penuh keikhlasan untuk dijalankan serta dapat dibantu dengan semaksimal mungkin.

Aksi cepat tanggap yang dilaksanakan ini sesuai dengan penekanan Kasal Laksamana TNI Yudo Margono dalam berbagai kesempatan agar sesegera mungkin memberikan bantuan terhadap kesulitan rakyat dengan mengoptimalkan segala kemampuan yang dimiliki sehingga keberadaan Prajurit TNI AL dimanapun dapat bermanfaat bagi masyarakat sekelilingnya.

Rencananya pada keesokan harinya Selasa, (22/11) Kasal Laksamana TNI Yudo Margono bertempat di Mabesal akan melepas PRCPB dengan membawa bahan bantuan dari Kotama TNI AL yang terdiri dari 5 unit kendaraan ambulance, 8 unit truk, 1 unit kendaraan kawal, 1 unit excavator, 1 unit buldozer, 3 unit dump truk, 1 unit trailer, 1 set dapur lapangan, 10 set tenda, 100 unit vielbed dan 1 set Rumkitlap.

Gempa yang berpusat di 10 km arah barat daya dari Kabupaten Cianjur dengan kedalaman gempa 10 km dan bermagnitudo (M) 5,6 SR ini banyak menimbulkan korban jiwa serta merusak berbagai sarana dan prasarana.(disp)