Categories
Daerah Kesehatan

Tekan Laju Angka Covid-19, Ganip Warsito Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di Bangkalan

Koran Jurnal, Bangkalan – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satuan Tugas (satgas) Penanganan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito S.E., M.M. tiba di Bangkalan dalam agenda peninjauan vaksinasi di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Jum’at (18/06/2021). Terlihat bersama rombongan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron.

Sebagaimana diketahui kasus kenaikan Covid-19 yang ada di Bangkalan naik cukup signifikan usai libur lebaran 1442H. Demi menekan laju angka penularan, pemerintah setempat berkoordinasi dengan pihak terkait gencar mengadakan vaksinasi, guna mendapatkan kekebalan tubuh untuk menghadapi pandemi ini.

Kegiatan vaksinasi ini, disambut baik masyarakat Bangkalan dengan antusias. Lokasi vaksinasi yang sempat di guyur hujan, tidak menyurutkan masyarakat untuk hadir dan menerima vaksin tersebut.

Masyarakat Bangkalan mengapresiasi serbuan vaksinasi Covid-19 di wilayahnya. Mereka berterima kasih dan berharap vaksinasi bisa mengendalikan kasus Covid-19 yang meningkat beberapa pekan terakhir.

“Terima kasih atas perhatiannya kepada masyarakat Bangkalan,” kata Wahyu salah seorang masyarakat seusai mengikuti program Serbuan Vaksinasi.

Total peserta vaksinasi hari ini mencapai 2.000 peserta. Vaksinasi kali ini juga diikuti 63 vaksinator, terdiri atas personel TNI AD 14 vaksinator, TNI AL 7 vaksinator, TNI AU 7 vaksinator, Polri 7 vaksinator dan Dinkes 28 vaksinator.

Penerapan PPKM skala mikro juga akan dilakukan pengetatan, dengan cara menambah jumlah personel yang berjaga di posko penyekatan, guna membantu penegakan disiplin protokol kesehatan, pemantauan kasus aktif, dan kedisiplinan pelaksanaan isolasi mandiri.(Pus/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan

Pemerintah Pastikan Kelompok Usia Diatas 18 Tahun Akan Menerima Vaksin

Koran Jurnal, Jakarta – Pemerintah terus upayakan cakupan vaksinasi sebesar 70% seluruh Indonesia dapat tercapai. Percepatan vaksinasi terus dilakukan pada kelompok-kelompok prioritas berisiko terpapar COVID-19. Selain itu, kelompok masyarakat yang menjadi target vaksinasi, salah satunya ialah masyarakat dalam kelompok usia diatas 18 tahun juga akan diberikan vaksin.

“Tentunya usia diatas 18 tahun adalah salah satu kelompok masyarakat yang menjadi target pemerintah dan pasti akan kita vaksinasi sesuai prioritas kelompok-kelompok tersebut,” Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjawab pertanyaan media dalam agenda keterangan pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Rabu (09/06/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Pemerintah sudah mempersiapkan jadwal terkait ketersediaan vaksin yang ada. Sesuai tahapannya, ada beberapa kelompok risiko yang sudah dilakukan vaksinasi seperti warga lanjut usia (lansia) dan pra lansia serta populasi kunci pembangunan nasional seperti guru. Dari data per 8 Juni 2021, masyarakat yang telah menerima vaksin COVID-19 sudah mencapai 40,3 juta orang. Terdiri dari
SDM kesehatan, dan petugas pelayanan publik.

Pemerintah pusat juga terus mendorong pemerintah daerah untuk terus melakukan peningkatan jumlah masyarakat yang menerima vaksin. “Sehingga semakin banyak yang terlindungi, sekaligus meminimalisasi penularan yang terjadi di masyarakat,” pungkas Wiku.(KPC/red)

Categories
Nasional TNI

Panglima TNI Tinjau Serbuan Vaksinasi untuk Lansia di Jawa Timur

Koran Jurnal, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Jawa Timur dalam rangka memimpin rapat internal terkait penanganan Covid-19, bertempat di Convention Hall Kediri, Kamis (10/06/2021).

Selanjutnya Panglima TNI beserta rombongan meninjau langsung pelaksanaan Serbuan Vaksinasi Covid-19 yang diikuti oleh 2.000 orang vaksin untuk lansia dari beberapa wilayah, dengan rincian 500 orang di Simpang Lima Gumul dan 1.500 tersebar di 26 Kecamatan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI mengingatkan bahwa setelah divaksin bukan berarti kebal terhadap Covid-19. Untuk itu, tetap harus melaksanakan disiplin protokol kesehatan.

“Masyarakat harus tetap mematuhi disiplin prokes dan jadikan prokes tersebut sebagai sebuah kebutuhan, diantaranya menggunakan masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Panglima TNI juga menambahkan bahwa untuk menghindari penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat, harus dilaksanakan secara konsisten yaitu 3T atau Testing, Tracing, dan Treatment.

“Hal ini untuk menghindari kasus-kasus baru, terutama yang berasal dari luar Kediri,” tutupnya.(Pusp/red)

Categories
Kesehatan Megapolitan

Kepala BP2MI Pimpin Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama untuk 856 Pegawai

Koran Jurnal, Jakarta – Badan Pelidungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melaksanakan pemberian vaksinasi Covid-19 tahap pertama kepada 856 pegawai di lingkungan BP2MI.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan vaksin Sinovac ini halal, ini telah dipastikan aman oleh Badan Perlindungan Obat dan Makanan (BPOM) dan juga MUI (Majelis Ulama Indonesia).

“Hari ini kita melaksanakan vaksin Covid-19 di lingkungan BP2MI untuk 856 pegawai, mulai dari pejabat Eselon I, II, dan seluruh pegawai. Termasuk kepada supir, officeboy (OB),” kata Benny saat memimpin pelaksanaan vaksinasi di aula KH Abdurahman Wahid BP2MI, Selasa pagi (16/03/2021).

Selain semua pegawai pusat BP2MI, sambung Benny, pemberian vaksinasi Covid-19 akan dilakukan untuk seluruh pegawai Unit Pelaksana Teknis (UPT) BP2MI di seluruh Indonesia.

“Ini adalah langkah kita untuk meyakinkan publik bahwa kita harus waspada, hati-hati dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kita harus menjalankan dalam keseharian seperti menjaga jarak, cuci tangan, dan memakai masker karena corona itu nyata dan ada,” ujarnya.

Menurut Benny, dengan pemberian vaksinasi ini, BP2MI ingin memastikan semua pegawai sehat dan aman, sehingga bisa memberikan pelayanan kepada pekerja migran dengan baik.

“Alhamdulillah setelah divaksin ini saya baik-baik saja tidak ada dampak apapun. Sekali lagi tidak usah terlalu khawatir dengan vaksinasi ini. Yakin apa yang dilakukan Pemerintah baik dan sehat. Kita tetap menjalankan aktivitas,” pungkasnya

Benny berharap, masyarakat suatu saat nanti semua akan menjalani kehidupan normal kembali. Sehingga segala aktivitas seperti kehidupan sosal, ekonomi bisa pulih kembali.

“Saya yakin apa yang dilakukan pemerintah baik bagi rakyat dengan vaksinasi Covid-19 ini baik, halal, dan aman. Rencana dua minggu ke depan BP2MI akan melakukan vaksin tahap dua,” ujarnya.(hum/red)

Categories
Kesehatan TNI

KSAU Tinjau Langsung Serbuan Vaksinasi Covid-19 di Mabesau

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., meninjau secara langsung prajurit TNI Angkatan Udara yang melaksanakan serbuan vaksinasi Covid-19 di Gedung Soeharnoko Harbani Denmabesau Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (15/03/2021).

Serbuan vaksinasi tahap pertama ini diikuti oleh 3.486 prajurit TNI AU di lingkungan Mabesau, selanjutnya pada tahap kedua, akan dilaksanakan dua minggu setelah vaksinasi pertama.

Kegiatan serbuan vaksinasi merupakan program TNI dan sesuai arahan Panglima TNI dalam rangka menyukseskan program pemerintah dalam rangka percepatan vaksinasi.

Adapun kegiatan ini melibatkan tenaga vaksinator tim gabungan dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara serta Pusat Kesehatan TNI.

Hadir mendampingi Kasau Asops Kasau, Asrena Kasau, Aspers Kasau, dan Kadiskesau.(disp/red)

Categories
TNI

Korem 174 Merauke Laksanakan Vaksin Covid-19 Tahap Pertama

Koran Jurnal, Merauke – Dalam rangka mensukseskan Vaksinasi Nasional Covid-19 untuk penanganan Pandemi Covid-19, sebanyak 123 orang personel Korem 174 Merauke melaksanakan vaksinasi Tahap Pertama bertempat di Aula L.B. Moerdani Makorem 174 Merauke, Jln Poros Tanah Miring, Merauke, Papua, Senin (08/03/2021).

Menurut keterangan Danrem 174 Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko yang diwakili oleh Kasrem 174 Merauke Kolonel Inf Agustinus Deddy Prasetyo bahwa Vaksinasi Sinovac Covid-19 bahwa khusus prajurit TNI yang dilaksanakan mulai hari ini yaitu atas perintah dari Presiden RI, Panglima TNI, Kasad dan Pangdam XVII/Cenderawasih kepada para Danrem.

Pelaksanaan vaksinasi itu sendiri melalui beberapa tahapan seperti pendaftaran peserta vaksin, pengecekan tekanan darah dan suhu tubuh serta screening. Semua tahapan jika kondisi badan bagus baru dilaksanakan Vaksinasi.

“Kegiatan Vaksinasi terhadap personel Korem 174 Merauke akan memberikan informasi sekaligus menjadikan contoh kepada masyarakat bahwa Vaksinasi Covid-19 ini aman dan halal,” kata Kasrem.

Adapun jumlah personel TNI-AD Korem 174 Merauke yang telah di vaksin sebanyak 123 orang termasuk Kasrem 174 Merauke dan para Kasi Korem serta akan dilanjutkan pemberian vaksin bagi prajurit yang belum melaksanakan Vaksinasi.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Kasi Intel Rem 174/ATW Kolonel Inf Enjang, S.I.P., Kasi Log Rem 174/ATW Kolonel Arm Ayi Yosa Karya. W. S.Sos., Kasi Ter Rem 174/ATW Letkol Inf Ganiahardi, Kasi Pers Rem 174/ATW Letkol Inf Rudi Firmansyah, S.E., M.M., Dandenkesyah 17.04.04 Merauke Letkol Ckm Hartanto Hadi Santoso, S.K.M.(pen/red)

Categories
Kesehatan TNI

KSAD Pimpin Vaksinasi Serentak TNI Angkatan Darat

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa memimpin kegiatan vaksinasi serentak bagi seluruh Prajurit TNI Angkatan Darat di lingkungan Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Selasa (02/03/2021).

Kegiatan vaksinasi yang dilakukan ini merupakan kelanjutan dari Vaksinasi tahap I  yang dikhususkan bagi tenaga kesehatan TNI AD sejumlah 20.565 orang. Vaksinasi ini dilakukan dalam rangka mendukung program pemerintah guna mencegah penyebaran virus Covid-19 serta untuk meningkatkan imunitas  tubuh bagi seluruh prajurit TNI AD.

Selain di Mabesad, vaksinasi ini juga dilaksanakan secara serentak dan tersebar di seluruh Komando Utama (Kotama) dan Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) jajaran TNI AD yang dibagi dalam beberapa gelombang atau sesi, dengan jumlah penerima vaksin yaitu 353.647 personel.

Untuk gelombang pertama, dimulai tanggal 2 Maret 2021 sejumlah 61.054 personel, diperuntukkan bagi penegak disiplin protokol kesehatan dan personel Kodam Jaya serta Balakpus. Selanjutnya Gelombang kedua dimulai tanggal 15 Maret 2021 sejumlah 80.000 personel, diperuntukkan bagi personel Satuan Kostrad, Kopassus dan personel di 15 Kodam seluruh Indonesia.

Kemudian untuk Gelombang ketiga akan dimulai 1 April 2021 sejumlah 100.000 personel, diperuntukkan seluruh Kodam kecuali Kodam Jaya, dan yang terakhir Gelombang keempat dimulai tanggal 16 April 2021 berjumlah 92.028 personel, diperuntukkan bagi seluruh personel yang belum mendapatkan vaksinasi.

Adapun Fasilitas Kesehatan (Faskes)  yang akan menggelar kegiatan vaksinasi secara serentak berjumlah 500 Faskes, terdiri dari 248 Faskes yang setingkat Rumah Sakit dan 252 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) setingkat Poliklinik.

Dalam kegiatan pemberian vaksinasi di Mabesad hari ini, tidak ketinggalan juga Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Ibu Hetty Andika Perkasa beserta jajaran pengurus Persit Pusat sebagai salah satu bagian dari populasi  yang kerap kali bersentuhan  dengan publik  yg memerlukan prioritas perlindungan immunitas .

Diharapkan pada akhir bulan April 2021, seluruh personel TNI Angkatan Darat telah menerima vaksinasi Covid-19.(disp/red)

Categories
Kesehatan

Ini Alasan Presiden Jokowi Prioritaskan Awak Media Diberi Vaksin Covid-19

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) hadir dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi 5.512 insan pers di Hall A Basket Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, pada hari pertama, Kamis 25 Februari 2021.

Dari jumlah penerima vaksin tersebut, 512 di antaranya adalah peserta yang mendaftar saat Hari Pers Nasional (HPN) 2021.

Joko Widodo menyampaikan alasan mengapa insan pers mendapat prioritas dalam vaksinasi Covid-19.

“Sesuai dengan yang saya sampaikan pada saat HPN bahwa kita ingin mendahulukan insan pers untuk divaksinasi dan alhamdulillah pagi ini dimulai untuk 5.512 awak media yang prosesnya tadi saya lihat berjalan lancar dan baik,” kata Jokowi.

Vaksinasi tersebut diharapkan oleh Jokowi bisa melindungi awak media di lapangan.

“Wartawan sering berinteraksi dengan publik, dengan nara sumber,” kata Jokowi memberi alasan.

Jokowi berharap proses vaksinasi massal bagi insan pers yang berlangung hingga 27 Februari 2021 di Jakarta ini bisa dilakukan di provinsi-provinsi lain, sehingga seluruh awak media, segera mendapat vaksin.
Presiden melihat insan pers sebagai salah satu yang melakukan pelayanan publik. Karena itu dimasukkan dalam program vaksinasi tahap kedua yang digulirkan pemerintah.

Dalam pelaksanaan hari pertama vaksinasi selain dihadiri presiden, tampak hadir mendampingi Jokowi, antara lain Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Menteri Informasi dan Informatika RI Johnny G.Plate, Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh, dan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang juga penanggung jawab Hari Pers Nasional 2021 Atal S.Depari.

Mohammad Nuh kepada wartawan mengatakan, vaksinasi Covid-19 bagi insan pers adalah bagian dari tugas Dewan Pers yaitu melindungi pers dari tekanan dan ancaman dari luar ketika menjalankan tugas jurnalistik, selain ancaman dari penyakit, dari dalam tumbuh.
Karena itu wartawan, insan pers harus diberi perlindungan dengan vaksin, supaya sehat dan bisa menyajikan berita berkualitas.

PWI Apresiasi Pemerintah

Penanggung Jawab HPN 2021/Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S. Depari, Selasa (23/2) secara terpisah mengatakan, pihaknya memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah yang memberi perhatian kepada insan pers dalam pemberian vaksin Covid-19.

“Kami juga senang, pemerintah telah mengapresiasi insan pers yang melakukan tugas jurnalistik di tengah pandemi Covid-19. Risiko tertular Covid-19 bagi wartawan juga tinggi. Karena itu pada kesempatan puncak acara Hari Pers Nasional 9 Februari yang lalu di Istana Negara kami meminta Bapak Presiden menambah 5.000 insan pers untuk divaksin,” kata Atal.

Ketua Panitia HPN 2021 Auri Jaya juga mengapresiasi pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo yang telah memberikan kesempatan lebih awal kepada pekerja media untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Dalam pelaksanaan vaksinasi hari pertama berlangsung lancar dan tertib. Semua peserta dipersilakan duduk di kursi yang sudah disediakan.

Para peserta dilayani sesuai alur yang ditetapkan. Untuk registrasi disiapkan 20 meja, screening 25 meja, vaksinasi 25 meja, dan pelaporan 10 meja.
Para penerima vaksin dipanggil secara bergelombang sesuai tempat mereka mendaftar, yakni di 10 konstituen Dewan Pers dan Forum Pemred.
Ke-10 konstituen Dewan Pers adalah  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Serikat Penerbit Pers (SPS), Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).(rls/red)

Categories
Jurnal Foto Kesehatan TNI

KSAU dan Wakasau Jalani Vaksinasi Perdana Covid-19

Categories
Opini TNI

Panglima TNI: Kehadiran Vaksin Memberi Harapan Baru dan Pandemi Dapat Dikendalikan

Koran Jurnal, Jakarta – “Dalam mendukung vaksinasi nasional tersebut TNI telah menyiapkan personel, material dan Alutsista untuk mengawal dan mengamankan distribusi Vaksin Covid-19 ke daerah-daerah,” tegas Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat menjadi pembicara kunci pada Webinar bertajuk “Vaksin Covid-19 Untuk Indonesia Bangkit”, Sabtu (30/01/2021).

Apa yang disampaikan Panglima TNI dibuktikan dengan nyata bahwa TNI mengerahkan 91.817 personel  dan menyiapkan 109 Rumah Sakit TNI di 34 Provinsi di seluruh Indonesia untuk mendukung Program Vaksinasi Nasional Covid-19.

Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI menyampaikan, keterlibatan TNI dalam membantu penanganan pandemi Covid-19, dimulai dari penjemputan dan karantina 238 orang WNI dari Wuhan pada akhir Januari 2020. Selanjutnya pembentukan Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) TNI di Natuna, di Pulau Sebaru Kecil, Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, dan Rumah Sakit Lapangan Indrapura.

“TNI selalu berada di garis depan dalam setiap upaya menjaga negara dan bangsa dari setiap ancaman, termasuk ancaman wabah penyakit seperti pandemi Covid-19 saat ini. Prajurit TNI dan tenaga kesehatan TNI selalu menjadi frontliner dalam penanganan pandemi adalah aset penting yang harus dijaga dan diapresiasi,” tegasnya.

Panglima TNI mengatakan, untuk mendukung perkuatan tenaga kesehatan yang  berjuang digaris depan, saat ini TNI telah merekrut tenaga kesehatan melalui jalur khusus dari Perwira Prajurit Karier Khusus Tenaga Kesehatan TNI.

“Untuk memperkuat tenaga kesehatan, TNI baru saja melantik 164 orang Perwira Prajurit Karier Khusus Tenaga Kesehatan TNI yang akan langsung diterjunkan sesuai keahliannya masing-masing. Dengan perkuatan ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian target Pemerintah dalam Program Vaksinasi Nasional,” ungkap Panglima TNI.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa selain menerjunkan tenaga kesehatan TNI untuk mendukung Program Vaksinasi Nasional,  TNI juga mengerahkan personel di satuan-satuan kewilayahan untuk melaksanakan sosialisasi dan memberikan penyuluhan untuk mengedukasi masyarakat.

“Hal ini penting karena salah satu faktor yang menjadi tantangan dalam Program Vaksinasi ini adalah beredarnya berita-berita bohong atau hoax. Masifnya informasi menyesatkan terkait vaksinasi menjadi penghambat dalam pemenuhan target 181 juta orang yang akan mendapatkan vaksinasi gratis sampai tahun 2022,” kata Panglima TNI.

Menurut Panglima TNI untuk memenangkan perang informasi dan narasi ini perlu adanya upaya sinergis dan kolaboratif seluruh stake holders terkait karena setiap anggota masyarakat adalah tokoh-tokoh sentral dalam penerapan disiplin protokol kesehatan. Masih adanya sebagian masyarakat yang enggan ataupun tidak disiplin berarti dibutuhkan pendekatan yang lebih baik. Pemahaman yang salah terkait vaksin dan upaya vaksinasi juga harus dijernihkan.

“Disinilah peran penting berbagai elemen yang ada di dalam masyarakat, termasuk tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh wanita, dan sebagainya. Sinergitas antara TNI-Polri Pemda dan tokoh masyarakat dan tokoh agama menjadi sangat penting dalam menyukseskan Program Vaksinasi Nasional Covid-19,” tuturnya.

Panglima TNI juga menegaskan bahwa penerapan disiplin protokol kesehatan menjadi kunci dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan harus  menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari sampai pandemi ini dapat diatasi dan berakhir.

Acara Webinar yang bertajuk “Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Bangkit” tersebut menghadirkan beberapa narasumber seperti Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Ketua MUI KH. Cholil Nafis dan Anggota Satgas Covid-19 dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI) Dr. dr. Sukamto Koesno Sp.PD.(Pusp/red)