Categories
Daerah

Danlantamal II Padang Gelar Dialog Dengan Masyarakat Maritim Dan Nelayan Nias

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Komandan Lantamal II Padang Laksamana Pertama TNI Agus Sulaeman, M.Sc., mengadakan dialog dengan Masyarakat maritim dan  Nelayan Nias di desa Bawomataluo Nias Selatan, Rabu ( 17/01/2018).

Dalam kegiatan tersebut, Danlantamal II Padang memberikan pengarahan secara langsung kepada masyarakat Nelayan tentang pentingnya keselamatan dan keamanan di laut. Dimana Pulau Nias merupakan kepulauan terluar wilayah Indonesia yang berada di Sumatera bagian barat yang dikelilingi oleh lautan, sehingga banyak masyarakat setempat berprofesi sebagai nelayan dan pengguna laut.

Masyarakat Maritim dan Nelayan merupakan mitra dari Angkatan Laut dalam hal ini Lantamal II maupun Lanal Nias, dimana  dapat saling bekerjasama dalam memberikan informasi-informasi tentang adanya pelanggaran-pelanggaran yang berada di laut, sehingga dapat diantisipasi dan dilaksanakan penanganan secara cepat. Untuk itu, TNI Angkatan Laut akan selalu siap menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia serta siap mendukung dan membantu program pemerintah dalam bidang maritim dan Kelautan,” pungkas Danlantamal II Padang.

Selain melaksanakan dialog, Danlantamal II Padang juga meninjau makam Saonigeho yang berada di desa Bawomataluo sekaligus pada kesempatan tersebut Dalantamal II Padang menerima penyematan pakaian adat oleh Bupati Nias Selatan Dr. Hilarius Duha, S.H., MH., didampingi Danlanal Nias Kolonel Laut (P) Heri Prihartanto bersama ketua adat Nias Selatan.

Danlantamal II Padang beserta rombongan menyaksikan acara adat lompat batu yang merupakan tradisi dari penduduk desa Bawomataluo Nias Selatan dan dilanjutkan dengan peninjauan ke rumah adat raja.(tonmp/Disp)

Categories
Angkutan Laut Daerah Kriminalitas Militer TNI

WFQR I Lanal Tanjung Balai Asahan/Koarmabar Tangkap 2 Kapal Bermuatan TKI Ilegal di Perairan Asahan  

Koranjurnal.co.id, Asahan – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) I Lanal Tanjung Balai Asahan/Koarmabar berhasil menangkap 2 kapal tanpa nama yang bermuatan TKI Ilegal di perairan Sei Nangka Kabupaten Asahan, Senin kemarin (15/01/2018). Dua kapal yang ditangkap tersebut bermuatan 18 TKI ilegal yang akan diberangkatkan ke Malaysia.

Dan Lanal Tanjung Balai Asahan Belawan Letkol Laut (P) Yudo Ponco menyampaikan bahwa penangkapan terhadap kapal tersebut berawal dari Tim WFQR I Lanal TBA yang mendapatkan laporan intelijen bahwa di sekitar perairan Sei Nangka Kabupaten Asahan ada dua kapal jenis jaring cumi yang akan membawa TKI menuju ke Malaysia. Selanjutnya Tim WFQR I dengan menggunakan Patkamla Sea Rider Lanal Tanjung Balai Asahan segera melaksanakan patroli terbatas di perairan wilayah kerja Lanal Tanjung Balai Asahan.

Dalam patroli tersebut, Tim WFQR I melihat sebuah kapal jenis jaring cumi tanpa nama yang mencurigakan sedang berlayar dari Tanjung Balai mengarah keluar perairan Bagan Asahan. Kemudian dilaksanakan pengejaran terhadap kapal tersebut dan berhasil menghentikannya. Setelah dilaksanakan pemeriksaan ditemukan 6 (enam) orang TKI ilegal WNI yang akan berangkat ke Malaysia.

Dari hasil pemeriksaan, Tim WFQR I memperoleh  informasi bahwa ada satu kapal lagi yang juga sedang membawa TKI ilegal tujuan Malaysia yang sudah melewati perairan Bagan Asahan. Selanjutnya Tim WFQR I berkoordinasi dengan Poskamla Bagan Asahan untuk meminta bantuan melaksanakan penjemputan terhadap 6 (enam) orang penumpang TKI ilegal beserta satu kapal nelayan tanpa nama.

Setelah kapal dan TKI diamankan oleh  Poskamla Bagan Asahan, kemuadian Tim WFQR I segera melaksanakan pengejaran terhadap kapal berikutnya yang ciri-cirinya sudah didapatkan. Dalam pengejaran tersebut akhirnya Tim WFQR I berhasil menemukan kapal tersebut dan langsung mengadakan penangkapan serta melaksanakan pemeriksaan terhadap muatan kapal. Dari hasil pemeriksaan benar ditemukan penumpang TKI ilegal yang akan berangkat ke Malaysia berjumlah 12 orang laki-laki beserta Nakhoda dan KKM kapal. Selanjutnya Tim melaksanakan penarikan terhadap kapal muatan TKI ilegal tersebut ke Pos Patkamla Bagan Asahan.

Selanjutnya TKI ilegal yang berjumlah 18 orang, dua nahkoda dan dua KKM kapal dibawa ke Mako Lanal Tanjung Balai Asahan.

Guna proses hukum lebih lanjut TKI ilegal sejumlah 18 orang diserahkan Lanal Tanjung Balai Asahan ke pihak imigrasi Tanjung Balai Asahan. Sementara untuk nahkoda dan KKM kapal tetap diamankan di Lanal Tanjung Balai Asahan untuk dilaksanalan penyelidikan lebih lanjut.(tonmp/Disp)

Categories
Daerah Militer TNI

Lantamal IV dan Pemprov Kepri Tingkatkan Sinergitas 

Koranjurnal.co.id, Kepri – Sinergitas antara Pangkalan Utana Angkatan Laut (Lantamal) IV dan Pemerintah Provinsi Kepri semakin berkembang. Hal ini terlihat saat Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., menerima kunjungan Gubernur Kepri Dr. H. Nurdin Basirun S.Sos., M.Si., di Ruang VVIP Markas Komando (Mako) Lantamal IV, Tanjung Pinang, Kepri, Jum’at (22/12/2017).

Kunjungan Gubernur Kepri bertemu Danlantamal IV dalam rangka mempererat hubungan kerjasama yang sudah terjalin baik selama ini sekaligus berkoordinasi terkait pembangunan jalan pesisir Proyek Gurindam tahun 2018 yang akan dikerjakan dalan jangja waktu 3 tahun.

Kunjungan yang berlangsung dalam suasana keakraban tersebut juga dihadiri Wadan Lantamal IV, Para Asisten Danlantamal IV, Kepala DKP, Kadishub dan Kadis Provinsi Kepri.

Pewarta : Anton/Disp.

Categories
Daerah Nasional TNI

Hari Juang Kartika ke-72, KSAD: Indonesia Macan Asia Bahkan Dunia, Bukanlah Mimpi

Koranjurnal.co.id, Pekanbaru – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono meyakini bahwa cita-cita menjadikan Indonesia sebagai “Macan” Asia bahkan Dunia, bukan sekedar mimpi melainkan bisa diwujudkan jadi nyata.

Hal ini disampaikan KSAD dalam amanatnya kala menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada upacara peringatan hari jadi TNI AD atau yang lebih dikenal dengan sebutan Hari Juang Kartika (HJK) ke-72 Tahun 2017, yang secara terpusat digelar di Stadion Kaharudin Nasution Rumbai, Pekanbaru, Provinsi Riau (15/12).

Dalam amanatnya, KSAD menghimbau agar momentum HJK kali ini digunakan oleh seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama menggali kembali nilai-nilai luhur budaya bangsa yang selama ini menjadi kekuatan bangsa Indonesia dalam menjaga kemerdekaannya. “Nilai-nilai luhur yang secara pribadi saya menyebutnya sebagai Imunitas Bangsa, yaitu suatu kekebalan yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia dalam mempertahankan keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yakni menghargai perbedaan, semangat untuk bersatu, pantang menyerah dan rela berkorban, patriotisme dan percaya diri, kebersamaan dan gotong royong,” ungkap KSAD.

Jenderal TNI Mulyono juga mengungkapkan bahwa secara internal, TNI AD terus berupaya meningkatkan kemampuan prajuritnya sehingga menjadi prajurit yang unggul dan profesional. Diantaranya melalui proses rekrutmen, pendidikan dan pelatihan serta penugasan yang baik. Saat ini, komitmen tersebut telah mengantarkan TNI pada peringkat ke-14 dunia dan peringkat pertama di Asia Tenggara dalam daftar kekuatan tempur dunia yang dikeluarkan oleh Global Fire Power (GFP) 2017. Hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan kekuatan pertahanan negara yang dilakukan oleh pemerintah telah mendorong TNI sebagai kekuatan yang diperhitungkan dunia.

“Hal ini sejalan dengan visi Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto untuk mewujudkan TNI yang profesional dan modern serta memiliki kemampuan proyeksi regional serta komitmen global. Dengan didukung komitmen yang kuat antara TNI, pemerintah, rakyat dan komponen Bangsa lainnya, maka cita-cita menjadikan Indonesia sebagai “Macan” Asia bahkan Dunia, yang disegani kawan dan ditakuti lawan, bukanlah mimpi belaka,” tegas KSAD.

Hari Juang Kartika merupakan peringatan peristiwa bersejarah perjuangan para pendahulu TNI Angkatan Darat bersama rakyat, melawan musuh yang ingin menjajah kembali Indonesia di kota Ambarawa pada tanggal 15 Desember 1945 (72 tahun silam). Momentum itulah yang kemudian diperingati Angkatan Darat setiap tahunnya sebagai cikal bakal dari lahirnya TNI Angkatan Darat.

Upacara HJK 2017 terpusat di Pekanbaru diikuti oleh jajaran TNI AD, Forkopimda Provinsi Riau dan masyarakat umum serta dihadiri Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman. Adapun tema yang diangkat tahun ini yaitu “Manunggal Dengan Rakyat, TNI AD Kuat”. Tema tersebut mengandung simbol kemanunggalan TNI dan rakyat Indonesia yang semakin tidak terpisahkan pada peristiwa Palagan Ambarawa.

Dari tema tersebut, diharapkan hubungan antara TNI AD dan rakyat bukanlah sebatas hubungan profesionalitas belaka namun lebih dari itu. TNI AD yang dilahirkan dari rakyat akan senantiasa membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat, dan sebaliknya, rakyat adalah pendukung dan penguat perjuangan TNI AD dalam setiap tugas yang diemban.

Tahun ini, peringatan HJK secara nasional dipusatkan di Korem 031/Wira Bima, Kodam I/Bukit Barisan dengan melibatkan masyarakat umum untuk berpartisipasi mengikuti upacara. Usai upacara, TNI AD juga menggelar rangkaian kegiatan seperti pertunjukan drama kolosal oleh gabungan para pelajar Riau dan prajurit TNI AD yang menceritakan perjuangan Pahlawan Tuanku Tambusai dalam perjuangannya melawan belanda di Rukan Hulu, Riau pada abad ke 19.

Selain itu, beberapa atraksi seperti aksi terjun bebas (Free Fall) 72 prajurit peterjun yang berasal dari Kopassus dan Kostrad serta demonstrasi beladiri Yong Modoo yang diperagakan para prajurit TNI AD dari berbagai satuan, juga turut menyemarakkan acara peringatan HJK 2017. Setelah atraksi, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial seperti donor darah, khitanan massal, operasi katarak, pengobatan massal dan pemberian santunan kepada warakawuri (istri dari prajurit yang telah meninggal dunia), para veteran dan pejuang, kemudian ditutup dengan acara syukuran dan hiburan rakyat.

Selain terpusat, peringatan HJK 2017 juga diselenggarakan secara tersebar dan serentak di seluruh wilayah Indonesia. Disamping kegiatan upacara, masing-masing satuan TNI AD di wilayah melaksanakan kegiatan syukuran, ziarah, doa bersama, karya bakti dan lomba lari 10 kilometer yang dilaksanakan secara serentak dengan melibatkan 67.328 orang dari berbagai kalangan.

Kegiatan bakti sosial juga demikian, dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia dengan total pembagian Sembako sejumlah 27.152 paket, santunan kepada 2.976 orang Veteran dan Warakawuri, donor darah sejumlah 20.460 orang, khitanan massal sejumlah 2.486 orang, operasi bibir sumbing sejumlah 247 orang, operasi katarak sejumlah 2.668 orang dan pengobatan massal sejumlah 19.262 orang.

Pewarta : Anton/Disp.

Categories
Daerah Militer Polisi Ragam TNI

Drama Kolosal dan Yong Moodo Meriahkan Hari Juang Kartika di Korem 142 Mamuju 

Koranjurnal.co.id, Mamuju – Tepat 72 tahun yang lalu, para pendahulu kita telah menorehkan catatan yang sangat penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia yaitu peristiwa yang dikenal sebagai palagan ambarawa meski dengan senjata dan perlengkapan yang sangat sederhana, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) merupakan cikal bakal TNI bersama rakyat memenangkan pertempuran secara gemilang.

Palagan ambarawa adalah simbol kemanunggalan TNI AD dan rakyat Indonesia. Hubungan antara TNI AD dan rakyat bukanlah sebatas hubungan profesionalitas belaka, namun lebih dari itu TNI AD memiliki hubungan biologis dengan rakyat Indonesia karena di lahirkan dari rakyat sehingga membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

Dalam rangka mengenang kembali nilai nilai Kejuangan Palagan Ambarawa, bertempat di Makorem 142/Tatag Kel. Rangas, Kec. Simbol, Kab. Mamuju di gelar upacara Hari Juang Kartika 2017, dengan inspektur upacara Danrem 142/Tatag Kolonel Inf. Taufiq Shobri. Tema Hari Juang kali ini (2017) adalah “Manunggal Dengan Rakyat, TNI AD Kuat”.

Nampak hadir dalam kegiatan itu, Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Hj. Ny. Enny Anggraeni, Kapolda Sulbar Brigjen Pol. Drs. Baharuddin Jaffar, Bupati Mamuju H. Wahid Habsi, Danlanal Mamuju, mewakili Bupati Mateng, Kepala SKPD, Veteran, FKPPI.

Dalam sambutan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono yang dibacakan oleh Inspektur Upacara menyampaikan bahwa upacara dilaksanakan secara terpusat maupun tersebar secara sederhana. Disamping itu berbagai kegiatan dilaksanakan dalam menyambut Hari Juang Kartika 2017 seperti acara syukuran, ziarah, lomba lari 10 K, bhakti sosial, karya bhakti.

“Prestasi yang di raih TNI AD ditingkat Internasional baik dalam penugasan maupun dalam pertandingan militer serta keberhasilan dalam penanggulangan teroris maupun kelompok kriminal separatis bersenjata. Wujud keberhasilan pembangunan kekuatan pertahanan Negara,” tegas KSAD.

Selaras dengan Visi Nawacita Presiden Joko Widodo, bahwa TNI AD berkomitmen untuk membantu tugas tugas pemerintah serta meringankan kesulitan rakyat yang dilaksanakan melalui Operasi Militer Selain perang (OMSP).

Danrem dalam kesempatan tersebut juga Menyampaikan ucapan terimakasih pada semua pihak yang telah berkenaan hadir dalam upacara Hari Juang Kartika 2017 yang di gelar di Makorem, dalam membangun sinergitas semua komponen masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Barat mengucapkan terimakasih karena selama ini keberadaan Korem 142 mampu membantu pemprov dalam meningkatkan infrastruktur dan percepatan pembangunan terutama pertanian, sehingga sinergitas tetap dipertahankan.

“Selamat Hari Juang Kartika, Sinergitas Antara Korem 142 dengan jajaran Polda selama ini sudah berjalan sangat baik terutama dalam pelaksanaan tugas-tugas di lapangan,” ucap Kapolda dalam sambutannya.

Usai upacara HJK, kegiatan di meriahkan dengan aksi drama kolosal dengan mengambil judul kisah perjuangan I Callo amana I wewwang di tanah mandar dari siswa SLTA Polman serta aksi Demonstrasi Beladiri Yong Moodo Prajurit Yonif 721/Mks.

Tamu undangan Wagub dan Kapolda didampingi Danrem juga berkesempatan meninjau pelaksanaan Bhakti sosial (sunatan massal, pengobatan serta donor darah) yang di ikuti ratusan warga, Pemotongan tumpeng, pemberian bingkisan pada para veteran serta penyerahan Kunci bedah rumah pada bapak Andi Baso Maksum.

Pewarta : Anton/Pen

Categories
Daerah Kriminalitas Polisi

Polisi Kupang Tangkap Pilot Lion Air Lagi Konsumsi Sabu

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Seorang pilot Lion Air berinisial MS (48) diamankan Satnarkoba Polres Kupang Kota karena diduga mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

Dia ditangkap saat mengkonsumsi di T-More Hotel Kupang sekitar pukul 21.20 WITA. Dari tempat kejadian perkara (TKP) Polisi berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 0,3 gram.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Anton C Nugroho dalam keterangannya, membenarkan kejadian itu dan akan menggelar konferensi pers pukul 14:00 WITA (06/12). “Ya benar, Lion Air. Untuk keterangan resminya, nanti konpers jam 2 (siang),” kata Anton di Kupang, NTT, Selasa (05/12/2017).

Lion Air membenarkan pilot JT 924 yang ditangkap tersebut dari maskapainya.

“Iya benar, yang bersangkutan ditangkap tadi malam, dan yang terduga itu adalah kaptennya, berinisial MS,” kata Humas Lion Air, Ramaditya Handoko, Corporate Communication Lion Air Group seperti yang dikabarkan beberapa media online.

Jika yang bersangkutan terbukti sebagai pengguna maka akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perusahaan termasuk pemberhentian sebagai pegawai.

“Dia baru selesai terbang, posisinya sedang istirahat,” kata Rama menjelaskan.

Pewarta : Red/lpt

Categories
Daerah Ragam TNI

Belasan Jenderal TNI AD Adakan Reuni di Makassar

Koranjurnal.co.id, Makassar – Belasan Perwira TNI Angkatan Darat (AD) berpangkat Jenderal gelar reuni dan bernostalgia di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (02/12/2017).

Belasan Jenderal yang hadir di Kota Makassar sejak Jumat malam (30/11/2017) itu diketahui berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen), dan Mayor Jenderal (Mayjen) juga Letnan Jenderal (Letjen).

Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) XIV Hasanuddin, Kolonel TNI Alamsyah mengatakan tidak semua yang datang berpangkat Jenderal, karena bersama istri mereka.

“Mereka yang datang tidak semuanya Jenderal, karena ada juga istri Jenderal, kedatangan mereka juga untuk lakukan reuni di maakssar,” kata Alamsyah.

Diketahui, para Jenderal yang hadir di Kota Makassar ini se-angkatan dengan Pangdam Hasanuddin, Mayjen TNI Agus Surya Bakti di Akademi Militer (Akmil). Angkatan 1984 atau sebutan angkatan “Satria 84”.

Kapendam menjelaskan, selama di Kota Makasaar, para Jenderal ini bernostalgia dan ada beberapa agenda yang dihadiri, seperti main Golf di Padivalley, Gowa.

“Rencananya mereka juga mau ke Pulau Samalona, tapi karena cuacanya sedang buruk dan ombak tinggi, ini rencananya mau main golf lagi,” jelas Alamiah seperti yang dilansir tribuntimur.

Pewarta : Anton

 

Categories
Daerah Kesehatan TNI

Berkat TNI, Melisa Penderita TOF Cepat Tertangani 

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Melisa Putri Rahmadani, gadis kecil berusia 10 tahun yang tinggal di sebuah desa di Curup, Bengkulu ini sejak lahir memiliki penyakit jantung bawaan, yang dalam istilah medis dikenal dengan Tetralogy Of Fallot (TOF). Karena sakit yang dideritanya putri ke 4 dari 4 bersaudara dari pasangan bapak Herman Jaya dan Ibu Erna Juwita, tidak dapat mengenyam pendidikan dan menikmati kehidupan seperti anak anak lain seusianya. Tubuhnya nampak kurus, akibat penyakit jantung bawaan yang telah lama dideritanya.

Dari cerita keluarganya, sebenarnya Melisa sudah pernah di bawa dan diperiksa di Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta pada tanggal 28 Februari 2017 silam, namun kembali lagi pulang ke Curup, karena harus menunggu giliran dalam penanganan medis. Pihak keluarga terpaksa harus menunggu dan menunggu, dalam ketidak pastian untuk penanganan medis Melisa.

Namun, sekarang kondisi Melisa gadis kecil itu jauh berbeda, kondisinya jauh lebih baik setelah mendapatkan penanganan Tim Medis Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta.

Bagaimana kisah Melisa sampai bisa dioperasi dan tertangani dengan baik dan cepat.

Semua itu berawal dari pesan singkat melalui WA yang dikirimkan oleh kepala dusun tempat tinggal Melisa bersama keluarganya, yang selama ini prihatin melihat kondisi Melisa. Pesan yang berisi permintaan bantuan tersebut langsung dikirimkan kepada orang nomor satu Kodam II/Swj, Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM Putranto S.Sos.

Setelah menerima pesan WA tersebut, Pangdam II/Swj segera memerintahkan kepada Aparat Kewilayahan setempat, pejabat Rumah Sakit Tentara (RST) Bengkulu dan RS AK. Gani Kesdam II/Swj Palembang untuk menemui dan mencari keluarga Melisa di Curup, serta mempercepat proses penanganan medis dan membantu memfasilitasi untuk penanganan medis terhadap Melisa.

Berkat dukungan dan kerjasama berbagai pihak, setelah di bawa ke RST Bengkulu, dengan didampingi Dokter Militer dari RST Bengkulu dan juga Karumkit AK Gani Palembang, Melisa segera diterbangkan ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan/tindakan medis di Rumah Sakit Harapan Kita.

Akhirnya, dalam waktu yang relatif singkat dan cepat pada tanggal 24 November 2017 lalu, telah dilakukan operasi terhadap Melisa. Dan alhamdulillah, kondisi terakhir Melisa paska operasi saat ini sudah semakin baik dan masih dalam perawatan untuk pemulihan.

Semoga segera pulih dan sembuh Melisa, dapat menikmati kehidupan yang normal dan sehat, tanpa derita rasa sakit seperti anak-anak lainnya.

Pewarta : Anton/Disp.

Categories
Daerah Militer TNI

Pasukan Marinir Perkuat Bumi Khatulistiwa

 

Koranjurnal.co.id, Mempawah – Penguatan pertahanan di wilayah perbatasan kembali ditingkatkan. Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono S.H M.H M,Tr (Han) meresmikan pembentukan markas tempur terbaru, yakni Batalyon Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) XII di Mempawah, Kalimantan Barat, Selasa (28/11/2017).

Yonmarhanlan XII merupakan Satuan Pelaksana Pasmar 2 Jakarta yang dalam operasionalnya berada di bawah kendali Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (DANLANTAMAL) XII/Pontianak, Dimana salah satu unsur organisasi satuan Lantamal adalah Yonmarhanlan dan sebagai bagian dari upaya pembangunan dan pembinaan kekuatan serta kemampuan Korps Marinir.

Peresmian Yonmarhanlan XII tersebut di laksanakan di pusat kota Pontianak tepatnya di alun-alun Kapuas Jalan Rahadi Usman No. 1 Pontianak. Upacara ditandai dengan dentuman Meriam Howitzer Korps Marinir dilanjutkan penandatanganan naskah peresmian.

Pembentukan kekuatan baru ini sebagai respon atas perkembangan lingkungan strategis yang dinamis dan multi dimensional, khususnya dalam mengamankan wilayah perbatasan. Pembangunan ini juga merupakan program TNI AL untuk membentuk Satuan Marinir baru di Mempawah Kalimantan Barat.

Dalam amanatnya Dankormar menyampaikan bahwa secara geografis letak Kota Pontianak sangat strategis bagi alur laut kepulauan Indonesia 1, sehingga sangat rawan akan terjadinya tindakan pelanggaran dilaut dan ancaman kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Dengan diresmikanya Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan XII Pontianak diharapkan akan memberikan efek Deterrent dari segala bentuk gangguan dan ancaman terhadap keutuhan wilayah NKRI khususnya di wilayah Kalimantan Barat dan sekitarnya, ” ucap orang nomor satu di Korps Baret Ungu.

Fasilitas yang dibangun pada markas meliputi pembangunan gedung batalyon, gedung kompi markas, gudang senjata, rumah dinas, mess perwira, garasi angkutan, dermaga, dan lapangan tembak.

Pada peresmian Yonmarhanlan XII ini, juga dilaksanakan demontrasi kolene senjata dan terjun payung yang dilaksanakan oleh prajurit Yontaifib-2 Mar serta Kendaraan Tempur yang dimiliki Korps Marinir.

Hadir dalam peresmian tersebut Gubernur Kalimantan Barat, Danlantamal XII Pontianak, Kasdam XII/Tanjung Pura, Danlanud Pontianak, Danpasmar 2, Walikota Pontianak, Walikota Singkawang, Bupati Landak, Wakil Bupati Sambas, Wakli Bupati Wakil Bupati Sambas, Wakli Bupati Ketapang dan pemuka agama serta tokoh masyarakat setempat.

Pewarna : Anton/Disp. 

Categories
Daerah Militer TNI

Satgas 515 Kostrad Selamatkan 16 Korban Tenggelam KM Lingkar ‎di Perairan Aru‎, Maluku

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Sebanyak 16 penumpang dan anak buah kapal (ABK) KM Lingkar yang tenggelam di Perairan Aru, Maluku, diselamatkan oleh Satgas Yonif Raider 515 Kostrad pada Minggu (26/11/2017), sedangkan 10 orang sampai saat ini belum diketemukan.

Laut Aru memakan korban lagi, kali ini KM Lingkar yang tenggelam pada Minggu (26/11/2017) di sekitar perairan Batu Bendera, sungai Benjina pada dini hari. Kapal yang memuat material tower dan 17 orang pekerjanya serta sembilan ABK rencananya akan memasang Tower Telkomsel di Kabupaten Kepulauan Aru tepatnya di Desa Lorang, Manjau, Alagadang dan Irloi.

Menurut Komandan Pos (Danpos) Satgas Yonif Raider 515/Kostrad di Kabupaten Kepulauan Aru Pelda Muryono, saat melakukan perjalanan menuju Dobo sekitar pukul 11.20 WIT menemukan sekelompok masyarakat berjumlah 16 orang di sekitar Batu Bendera, sungai Benjina melambaikan tangan minta pertolongan.

Kemudian rombongan Pelda Muryono mendekati dan menanyakan apa yang sedang terjadi.

“Ternyata mereka adalah korban selamat dari KM Lingkar yang tenggelam yang berjumlah 16 orang dan penyampaian dari mereka masih ada 10 orang yang hilang,” ujarnya.

Sementara itu penjelasan dari Kapten Kapal KM Lingkar Anhar Jefratin bahwa kapal berangkat dari Dobo pada Sabtu malam dan Minggu pagi sekitar pukul 04.45 WIT tiba di sekitar perairan Batu Bendera Sungai Baraka, Kabupaten Kepulauan Aru.

Kapal tiba-tiba miring ke kanan selanjutnya kapal perlahan tenggelam, selanjutnya ABK kapal dan pekerja langsung menyelamatkan diri dengan melompat ke air untuk berenang menuju ke daratan yang jaraknya sekitar 50 meter.

“Kami 16 orang dapat mencapai daratan dan selamat sedangkan yang 10 orang sampai sekarang nasibnya belum diketahui”, jelasnya.

Beruntung, menjelang siang hari melintas kapal kayu di perairan Batu Bendera, Sungai Barakai Kepulauab Aru. Kapal kayu tersebut dari Mesiang yang bertujuan ke pelabuhan Dobo yang ditumpangi oleh Danpos Satgas Pelda Mulyono. Satgas 515/Kostrad beserta dua orang anggota selanjutnya melaksanakan pertolongan terhadap semua korban yang berhasil menyelamatkan diri di daratan dan selanjutnya dibawa ke Benjina.

Hingga saat ini 16 orang yang selamat sudah dievakuasi ke Polsek Benjina untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Sementara itu Danramil 1503-03 Dobo terus berkoordinasi dengan Danalanal Aru, Polres Kabupaten Kepulauan Aru dan BPBD Kabupaten Kepulauan Aru untuk melakukan pencarian terhadap korban yang saat ini belum diketemukan.

Adapun korban-korban yang belum ditemukan adalah sembilan orang pekerja tower antara lain Agus Suwiknyo, Abdul Wahab, Budiono, Hartono, Yanto, Faat, Bunawi, Khoirul, Ali Mudor dan satu ABK atas nama Anhar.

Pewarta : Anton/Disp.