Categories
Daerah Kriminalitas Militer TNI

Guspurlabar Tangkap Kapal Bawa 10 TKI Ilegal di Selat Malaka‎

Koranjurnal.co.id, Jakarta – KRI Surik-645 yang sedang melaksanakan Operasi Kanal Udhaya -17 BKO Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Guspurlabar), berhasil menangkap kapal pembawa 10 TKI (Tenaga Kerja Indonesia) Ilegal yang sedang melakukan pelayaran dari Kelang Malaysia. Rencana kapal pembawa TKI Ilegal tersebut akan menuju ke daerah pesisir Bagan Siapiapi.  Penangkapan kapal tersebut terjadi pada koordinat 02 47.350 U – 100 49.200 T tepatnya di Perairan sebelah Tenggara Pulau Jemur Utara Sinaboi, Sabtu (25/11).
 
Kejadian bermula saat KRI SUR-645 melaksanakan patroli dan mendeteksi adanya kontak yang sedang mengapung di Perairan Tenggara Pulau Jemur. Hal tersebut menimbulkan kecurigaan karena setelah dilaksanakan pengecekan secara visual oleh Perwira Jaga,  terlihat kapal tersebut sejenis perahu pancung. Selanjutnya KRI Surik-645 segera bergerak cepat mendekati kontak dengan melaksanakan Prosedur Jarkaplid (Pengejaran,  Penangkapan dan Penyelidikan).
 
Setelah mendekat, KRI Surik-645 melaksanakan Peran Pemeriksaan dan Penggeledahan dengan hasil bahwa perahu tersebut berlayar dari Kelang Malaysia tujuan Bagan Siapiapi dengan jumlah personil diatas perahu 11 ABK (1 Nakhoda dan 10 ABK berjenis kelamin Laki-laki 6 orang serta Perempuan 4 orang).
 
Saat diperiksa, nakhoda merupakan warga negara Malaysia. Sementara perahu tersebut berlayar tanpa dilengkapi dokumen kegiatan pelayaran serta dokumen personil. Sehingga diduga 10 ABK  tersebut adalah merupakan TKI Ilegal.
 
Dari hasil pemeriksaan maka kegiatan tersebut  melanggar Undang-undang Pelayaran serta Undang-undang Keimigrasian. Selanjutnya 11 ABK dan perahu diserahkan kepada Lanal Tanjung Balai Asahan guna  pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut.

Pewarta : Anton/Disp.
‎

Categories
Daerah Militer Nasional Polhukam Ragam TNI

Panglima TNI Beri Penghargaan Prajurit Taipur Kostrad

Koranjurnal.co.id, Papua – Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan penghargaan kepada 63 prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pembebasan Sandera atas keberhasilannya membebaskan 347 warga masyarakat yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Upacara pemberian penghargaan kepada 63 prajurit TNI tersebut dilaksanakan di depan bekas Pos Kelompok Kriminal Bersenjata, Desa Utikini, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Minggu (19/11/2017).

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berikan kenaikan pangkat kepada prajurit Taipur Kostrad. Foto: Ist/pen.

Penghargaan yang diberikan kepada prajurit TNI berupa prioritas khusus sekolah bagi 5 (lima) orang Perwira dan 58 prajurit mendapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa yaitu naik satu tingkat dari pangkat lama, penghargaan ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/920/XI/2017.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam sambutannya mengatakan bahwa prajurit yang tergabung dalam Satgas Pembebasan Sandera di Papua pantas diberikan penghargaan, karena mereka telah melaksanakan tugas dengan baik. “Karena kebanggaan, atas nama seluruh prajurit TNI saat ini kami memberikan penghargaan Kenaikan Pangkat Luar Biasa,” ujarnya.

“Saya berikan penghargaan karena prajurit TNI telah melakukan operasi ini sangat teliti dengan pengamatan yang intensif, tidak mengenal lelah setiap hari, setiap saat, sehingga 347 warga masyarakat yang disandera bisa selamat semuanya tanpa luka sedikitpun,” jelas Panglima TNI.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) 58 orang prajurit dan 5 (lima) perwira diberikan pendidikan secara khusus mendahului rekan-rekan satu angkatannya. “Inilah contoh tauladan bagi prajurit yang mengutamakan tugas hanya untuk kepentingan negara,” ucapnya.

“Lima Perwira tersebut menyampaikan kepada saya, bahwa keberhasilan milik anak buah, kegagalan adalah tanggung jawab Perwira sehingga yang pantas naik pangkat adalah anggotanya, ini suatu hal yang sangat luar biasa, yang membuat kami semua terharu,” tutur Panglima TNI.

Operasi pembebasan sandera di Papua ini merupakan Satgas Gabungan TNI-Polri. Sedangkan organisasi Satgas Operasi Pembebasan Sandera dari TNI diambil dari prajurit-prajurit yang terbaik, berpengalaman dan terlatih yaitu dari Peleton Pengintai Tempur (Tontaipur) Kostrad, Kopassus, Batalyon 751/Raider Sentani dan Batalyon 754/ENK Kodam XVII Cenderawasih.

Pewarta : Anton/Pen.

Categories
Daerah Keamanan Militer Polisi TNI

Tim Parako Kopassus dan Ton Taipur Kostrad Berhasil “Acak-Acak” Kelompok OPM Penyandera Warga di Kimbely Papua

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Tim Parako Kopassus (Komando Pasukan Khusus) dan Ton Taipur Kostrad (Batalyon Pengintai Tempur Komando Strategis Angkatan Darat) berhasil menyerbu dan mengacak-acak kelompok gerakan separatis Papua bernama OPM (Organisasi Papua Merdeka) yang telah menyandera ratusan warga masyarakat di desa Kimbely Papua. 

“Hanya 78 menit, 1 (satu) tim Parako Kopassus berjumlah 13 prajurit dan Ton Taipur Kostrad mengacak-acak kelompok OPM yang menyandera warga di Kimbely Papua dan membebaskan warga yang disandera,” kata Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi dalam awal keterangan persnya di Papua, Jum’at (17/11/2017).

Dalam siaran pers tersebut, Kapendam menjelaskan bahwa 1 Tim Pasukan Parako Kopassus telah melaksanakan Operasi Raid dan Perebutan Cepat area Kimbely Papua dan mengejar Kelompok Bersenjata yang mengisolasi warga masyarakat di Papua. Di back up (dukungan strategi militer) oleh Yonif-715/Raider dan Tontaipur, secara serentak 2 tim dari Taipur Kostrad tersebut bertugas menguasai Bunti.

“Seluruh Personel TNI sudah masuk ke posisi masing-masing, menunggu perintah melaksanakan serbuan,” kata Kapendam.

Lebih lanjut, Kapendam mengatakan, pada waktu yang di koordinasi pada Jam “J” pada jam 07.00 WIT, pasukan mulai bergerak ke arah posisi kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang sedang berkumpul.

“07.45 WIT suara ledakan di bunyikan dan seluruh anggota sniper langsung melakukan penyerangan kepada KKB sedang berkumpul di kandang babi di daerah Utikini. Mengetahui pasukan yang tiba-tiba muncul diluar area pemukiman, kelompok OPM (KKB) berhamburan melarikan diri tanpa bisa melakukan perlawanan. Karena mereka sudah bisa memastikan itu adalah Pasukan Parako Kopassus,” jelas Kapendam.

“Jam 08.18 WIT seluruh area Kimbely berhasil dikuasai. Pangdam XVII/Cendrawasih perintahkan untuk bergerak menguasai pos-pos pengamanan separatis TPN/OPN. Dalam waktu 78 menit seluruh area berhasil dikuasai dan para separatis melarikan diri ke hutan dan gunung, sambil mengeluarkan tembakan dari jarak jauh,” lanjut Kapendam menjelaskan.

Kapendam menyatakan, belum bisa dipastikan apakah kelompok separatis OPM ada yang korban,  karena cuaca berkabut sangat tebal. 

Setelah seluruh wilayah di kuasai dan situasi dinyatakan aman, Pangdam XVII/Cenderawasih berkoordinasi dengan Kapolda Papua agar segera mengirimkan Tim Evakuasi. Tidak lama kemudian Tim Satgas Terpadu TNI/Polri tiba di lokasi melaksanakan evakuasi.

“Sekitar pukul 14.00 WIT proses evakuasi berhasil dilaksanakan dengan jumlah korban sandera 347 orang terdiri dari warga Papua dan luar Papua. Sementara penduduk asli setempat memilih tetap tinggal dengan jaminan keamanan dan dukungan logistik,” jelasnya menyampaikan kondisi dan situasi tersebut.

“Pasukan pengaman tetap tinggal di lokasi, mengamankan korban dan kampung,” tukasnya.

Pewarta : Anton/Pen.

Categories
Daerah Militer TNI

TNI AL Berhasil Laksanakan Uji Coba Senjata Strategis Rudal C-705 dan Torpedo SUT di Laut Bali

Koranjurnal.co.id, Jakarta – TNI Angkatan Laut berhasil melaksanakan uji coba penembakan senjata-senjata strategis yaitu penembakan Rudal C-705 dan Torpedo SUT di Perairan Laut Bali, Jum’at (17/11/2017).

Penembakan Rudal C-705 berhasil diluncurkan dari KRI Kujang-642  Satuan Kapal Cepat Koarmabar (Satkat Koarmabar) dengan berhasil  mengenai tepat pada sasaran Ex KRI Karimata-960. Dilanjutkan dengan penembakan Torpedo SUT dari Kapal Selam KRI Nanggala-402 dari Satuan Kapal Selam (Satsel)  Koarmatim, dimana tembakan kedua tersebut berhasil menenggelamkan sasaran. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Uji Coba Penembakan Rudal C-705 oleh KRI Kujang-642 dan KRI Clurit-641 serta Penembakan Torpedo SUT Kepala Perang oleh KRI Nanggala-402 di Laut Bali.

Ketiga KRI tersebut tergabung dalam Satuan Tugas Uji Coba Penembakan Rudal C-705 dan Torpedo SUT dimana sebagai Dansatgas Penembakan adalah Kolonel Laut (P) I G.P. Alit Jaya, S.H., M. Si. yang sehari-harinya menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Cepat (Dansatkat) Koarmabar.  

Kegiatan uji coba tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S. E., M. A. P., dengan didampingi oleh Asops Kasal, Aslog Kasal, Pangarmabar, Pangarmatim serta Pangkolinlamil diatas geladak KRI Teluk Bintuni-520. 

Selanjutnya Kasal Laksmana Ade Supandi, S. E., M. A. P., menyampaikan rasa bangga kepada seluruh prajurit yang tergabung dalam Satgas dan atas keberhasilannya dalam melaksanakan ujicoba tersebut.

“Selamat atas keberhasilan penembakan Rudal C705 dan Torpedo SUT, agar tampilan dan kemampuan yang ditunjukkan hari ini menjadi momentum untuk peningkatan performa kemampuan tempur prajurit TNI Angkatan Laut. Selamat untuk seluruh Prajurit yang tergabung dalam Satgas,” ujar Kasal dalam pengarahannya selesai keberhasilan Satgas melaksanakan uji coba tersebut. 

Selain dalam rangka menguji kehandalan dan daya hancur kedua senjata tersebut juga menguji kemampuan integrasi peralatan sensor dan sistem kendali senjata yang baru CMS MSI-90U MK Kongsberg. Selain itu, tujuan dari uji coba ini adalah terpeliharanya kemampuan tempur prajurit TNI AL serta meningkatkan profesionalisme prajurit KRI dalam melaksanakan tugas sebagai pengawak alutsista TNI Angkatan Laut. 

Sebelum penembakan, Satgas telah melaksanakan persiapan secara matang dari mulai persiapan teknis peralatan serta persiapan kemampuan prajurit dengan melaksanakan latihan-latihan taktis berupa Prosedur penembakan Rudal dan Torpedo, prosedur pengoperasian Fire Control sistem yang terdapat di KRI Nanggala-402, KRI Clurit-641 dan KRI Kujang-642 serta melaksanakan Tactical Floor Game (TFG) dalam rangka memantapkan rencana taktis yang telah disusun pada saat tahap persiapan.

Rudal C-705 serta Torpedo SUT merupakan senjata strategis yang saat ini dimiliki oleh TNI Angkatan Laut, dimana Rudal C-705 memiliki kemampuan menghancurkan sasaran kapal permukaan dan sasaran di daratan. Sementara Torpedo SUT punya kemampuan untuk menghancurkan sasaran kapal permukaan maupun sasaran Kapal Selam. 

Hadir dalam ujicoba penembakan tersebut, para Pejabat TNI Angkatan Laut diantaranya Kadislaikmatal, Kadisadal,  Kadissenlekal,  Irops Itjenal,  Danguspurlatim serta Danpuspenerbal.

*Jalesveva Jayamahe*

Pewarta : Anton/disp

Categories
Daerah Militer TNI

KSAD Lantik 676 Perwira Muda Angkatan Darat Gelombang II 2017

Koranjurnal.co.id‎, Bandung – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono melantik 676 perwira muda yang telah selesai menjalani pendidikan pembentukan perwira (Diktukpa) reguler  Angkatan Darat gelombang II dan pendidikan pembentukan perwira khusus (Diktukpasus) tahun 2017 di Lapangan Wiradhika Secapaad, Bandung, Rabu (15/11/2017).

Sebelum dilaksanakan Prasetya Perwira oleh KSAD pada hari ini, telah dilaksanakan penutupan pendidikan oleh Komandan Secapaad Brigjen TNI Eka Wiharsa pada hari Minggu (12/11/2017).

676  perwira muda yang dilantaik terdiri dari 380 Secapa reguler yang terdiri  orang  363 perwira pria dan 17 orang Kowad serta 296 perwira muda Diktukpasus TNI AD tahun 2017 yang terdiri dari 294 perwira pria dan 2 orang Kowad. 

Pada Pelantikan Prasetya Perwira ini juga diambil sumpah perwira yang diwakili oleh perwira muda dari masing-masing agama. 

Kasad dalam amanatnya menyampaikan, perwira lulusan Diktukpa dan Diktukpasus TNI AD telah digembleng dalam sebuah pendidikan untuk merubah status dari bintara menjadi perwira. 

“Hari ini kalian telah menyelesaikan pendidikan dan mulai menapakkan langkah awal sebagai Perwira TNI AD yang siap menyongsong tugas menjadi pimpinan di satuan sesuai dengan kecabangan masing-masing. Hal ini tentunya membawa konsekuensi semakin besarnya tuntutan tugas dan tanggung jawab yang akan kalian pikul dibandingkan pada masa-masa sebelumnya,” ujar KSAD‎.

KSAD mengatakan, sebagai perwira muda  harus memiliki semangat juang yang tinggi, jiwa pantang menyerah, rela berkorban, mengutamakan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi maupun golongan. 

“Sebagai perwira, kalian telah terikat dan harus senantiasa mempedomani etika dan norma “Budhi Bakti Wira Utama” yang pemahamannya telah kalian dapatkan selama pendidikan,” tegas Jenderal TNI Mulyono. 

KSAD mengharapkan kepada para perwira muda yang baru dilantik untuk mampu mengembangkan kepemimpinan lapangan, agar senantiasa dekat dengan anak buah, mampu mengidentifikasi dan merasakan permasalahan yang dihadapi oleh anggota, serta menjalin ikatan bathin yang kuat untuk bersama-sama melaksanakan tugas.

KSAD mengingatkan bahwa kekuatan pemimpin terletak pada prajuritnya. Hindari manajemen ketakutan, sehingga kehadiran pemimpin senantiasa diharapkan oleh anak buah untuk menyelesaikan masalah, bukan justru dihindari karena dianggap menambah masalah.

Pada Prasetya Perwira ini juga diberikan  penghargaan lulusan terbaik Trisakti Wiradhika yang merupakan tiga aspek kemampuan yang meliputi kepribadian, intelektual dan kesamaptaan. Penerima penghargaan Trisakti Wiradhika  Diktukpa reguler  gelombang II diberikan kepada Letda Inf. Edy Sucipto, SE dari kesatuan Kopassus dan Letda Cba (K) Dina dari Kodam XIV/Hasanudin. Sedangkan untuk Diktukpasus, penerima Trisakti Wiradhika diraih oleh Letda Inf. Mokhamad Mokhlis dari Kodam V/Brawijaya.

Usai pelantikan Praseyta Perwira Secapaad, ditampilkan demonstrasi  Genderang Seruling  Caka Wiradhika dan  tarian kolosal  serta pemberian tali asih kepada atlet atletik Angkatan Darat yang berhasil mempertahankan juara umum pada kejuaraan atletik Piala Panglima TNI tahun 2017.

KSAD Jenderal TNI Mulyono juga memberikan pembekalan kepada para perwira yang baru dilantik sebagai bekal untuk bertugas di satuan masing-masing setelah menjalani dasar kecabangan.‎

Pewarta : Anton/disp.

Categories
Daerah Militer Nasional TNI

KSAL Pimpin Sertijab Delapan Jabatan Strategis TNI AL‎

Koranjurnal.co.id, Surabaya – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi, memimpin upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) delapan jabatan strategis di TNI AL bertempat di Dermaga Madura Koarmatim, Ujung, Surabaya, Selasa (14/11/2017).

Pejabat yang diserahterimakan adalah Laksamana Muda TNI Darwanto, menggantikan Laksamana Muda TNI I.G. Putu Wijamahaadi sebagai Dankodiklatal, Laksamana Pertama TNI Didik Setiyono, menggantikan Laksamana Muda TNI Darwanto, sebagai Pangarmatim, Laksamana Pertama TNI Sulistiyanto, sebagai Danseskoal menggantikan Laksamana Muda TNI Aru Sukmono Indra Sucahyo, serta Kolonel Laut (P) Dwika Tjahya Setiawan sebagai Danpuspenerbal menggantikan Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir.

Dalam sambutannya KSAL mengatakan, serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Laut merupakan proses berkelanjutan dari pembinaan personel. Pergantian pejabat bertujuan untuk mendinamisasikan lingkungan kerja yang terus bergerak adaptif, guna menjawab tantangan tugas kedepan yang semakin kompleks.

“Serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika pembinaan organisasi secara menyeluruh dan saling terkait, oleh karena itu pergantian personel pada jabatan strategis merupakan sebuah kebutuhan untuk menghasilkan kinerja organisasi yang lebih optimal”, ujar KSAL.

“Tidak dapat kita pungkiri bahwa tantangan tugas TNI Angkatan Laut dari waktu ke waktu semakin kompleks dan berubah secara dinamis, sehingga peningkatan kinerja dan kualitas organisasi merupakan suatu hal yang harus dilakukan,” kata KSAL.

“Untuk itu, kita terus berupaya melakukan perubahan secara positif melalui kerja cerdas yang terarah, terukur dan bertanggung jawab dengan bekerja keras dan senantiasa adaptif terhadap situasi dan kebutuhan organisasi”,.

Mengakhiri amanatnya KSAL memerintahkan kepada seluruh prajurit dan aparatur sipil negara TNI Angkatan Laut, untuk memberikan dukungan sepenuhnya kepada pejabat baru, agar tugas yang diemban dapat terlaksana dengan lebih baik.

“Kepada para istri pejabat yang baru, saya juga menyampaikan selamat dan berharap agar selalu setia mendampingi, seraya berdoa dan memberikan dukungan demi suksesnya pelaksanaan tugas suami,” tegas KSAL.

Sementara itu di hari yang sama, bertempat di Gedung Candrasa Koarmatim, sebelumnya telah dilaksanakan serah terima jabatan Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) KSAL, dari Laksamana Muda TNI Tri Wahyudi Sukarno, kepada Laksamana Muda TNI Aru Sukmono Indra Sucahyo, Kepala Dinas Operasi dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kadisopslatal) dari Laksamana Pertama TNI Didik Setiyono, kepada Laksamana Pertama TNI Abdul Rasyid Kacong, Kepala Dinas Pendidikan TNI Angkatan Laut (Kadisdikal) dari Laksamana Pertama TNI Sulistiyanto, kepada Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir, dan Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Laut (Kadislitbangal) dari Laksamana Pertama TNI Ir. Arief Maksum kepada Laksamana Pertama TNI Moelyanto.

Pada upacara sertijab di Armatim, dimeriahkan dengan tarian kolosal gabungan Kowal, ASN dan ibu-ibu Jalasenastri. Selain itu, juga ditampilkan fly pass Bonanza G36 dari Puspenerbal, dilanjutkan upacara defile dari Gabungan 1 Kompi Pamen, Gabungan 1 Kompi Pama, 1 Kompi Kowal, 1 Kompi Pasukan Khusus,  1 Batalyon Koarmatim, 1 Batalyon Marinir, 1 Batalyon Kodiklatal, 1 Batalyon Seskoal, 1 Batalyon Puspenerbal, dan 1 Kompi Pomal, serta 1 Kompi ASN Wilayah Timur. 

Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, Ketua Umum Jalasenastri Ny. Endah Ade Supandi, para Asisten Kasal, para pejabat utama Mabesal, para Pangkotama TNI AL, para Kepala Dinas di lingkungan Mabesal, dan pejabat terkait lainnya, serta Pengurus Pusat Jalasenastri.

Pewarta : Anton/disp.

Categories
Daerah Militer Nasional TNI

KSAD Pimpin Sertijab Sepuluh Jabatan Pati TNI AD 

Koranjurnal.co.id, Bandung – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono bertindak selaku Inspektur upacara pada acara serah terima jabatan (Sertijab) sepuluh jabatan Pati (Pejabat Tinggi) diantaranya delapan jabatan strategis dan dua jabatan fungsi organisasi di lingkungan TNI Angkatan Darat, yang dilaksanakan di Markas Kodam III/Siliwangi, Bandung, Selasa (14/11/2017).

Kesepuluh jabatan yang diserahterimakan tersebut meliputi Pangdam III/Siliwangi dari Mayjen TNI Herindra kepada Mayjen TNI Donni Monardo, Pangdam IV/Diponegoro dari Mayjen TNI Tatang Sulaiman Kepada Mayjen TNI Wuryanto, Pangdam V/Brw dari Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, M.D.A., kepada Mayjen TNI Arif Rahman, M.A.



Selain itu juga diserahterimakan jabatan Pangdam XVI/Ptm dari Mayjen TNI Doni Munardo kepada Mayjen TNI Suko Pranoto, Danpuspenerbad dari Mayjen TNI Suko Pranoto kepada Brigjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H.,

Gubernur Akmil dari Mayjen TNI Arif Rahman, M.A., kepada Brigjen TNI Eko Margiyono, M.A.,
Danpusterad dari Mayjen TNI Hadi Prasojo kepada Mayjen TNI Hartomo, Aspam Kasad dari Mayjen TNI Ilyas Alamsyah kepada Brigjen TNI Muhammad Nur Rahmad, Aster Kasad dari Mayjen TNI Widagdo H. Sukoco kepada Brigjen TNI Supartodi serta Danpusintelad dari Brigjen TNI Herianto Syahputra S.I.P., M.Si., kepada Kolonel Inf Djaka Budhi Utama, S.Sos.
‎
Dalam amanatnya Kasad mengatakan, pergantian pejabat di lingkungan TNI AD merupakan bagian dari sistem pembinaan organisasi guna pembaruan dan penyegaran pemikiran dalam rangka kemajuan organisasi. 

Tour of Duty dan Tour of Area juga merupakan  proses untuk memberikan pengayaan dan pengalaman serta menjaga kesinambungan kepemimpinan di tubuh TNI AD, yang pelaksanaannya menaati prinsip-prinsip pembinaan personel, yang salah satunya adalah the right man on the right place atau menempatkan personel yang tepat pada jabatan yang tepat.

Rotasi jabatan di lingkungan TNI AD juga menunjukkan bahwa Reformasi Birokrasi TNI AD terus berjalan seiring dengan meningkatnya profesionalitas Sumber Daya Manusia, nilai etika dan budaya kerja, kualitas pelayanan publik, kapasitas dan akuntabilitas kinerja di lingkungan jajaran TNI AD. 

Sebagai Negara yang memiliki posisi geografis yang sangat strategis, kekayaan alam yang sangat besar serta kekuatan ekonomi yang tumbuh semakin besar, Indonesia harus membentengi diri dari berbagai bentuk ancaman yang semakin kompleks. Indonesia memerlukan TNI yang kuat dan profesional dalam membangun Bangsa, serta mampu menangkal setiap bentuk ancaman terhadap keselamatan Bangsa dan keutuhan NKRI. 

Terkait dengan hal tersebut, KSAD menekankan kepada para Pangdam yang baru melaksanakan serah terima untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayahnya masing-masing terhadap berbagai gangguan yang dapat mengancam kedaulatan dan keutuhan NKRI.

“Saya minta agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan di Kotama masing-masing dalam mengelola potensi konflik   yang mungkin terjadi, menyelenggarakan operasi pertahanan dan keamanan Negara matra darat serta pembinaan kemampuan, kekuatan dan gelar kekuatan melaksanakan pembinaan teritorial untuk mendukung tugas pokok TNI AD,” ujar KSAD.

KSAD juga menegaskan bahwa amanah TNI sebagai penjaga kedaulatan NKRI harus dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya serta dilandasi oleh kemauan yang kuat untuk berbuat yang terbaik, berani, tulus dan ikhlas dalam menjalankankan tugas. Komitmen seperti inilah yang telah menjadikan dan menjaga TNI maupun TNI AD sebagai institusi yang paling dipercaya masyarakat saat ini, sebagaimana hasil survey Litbang Kompas  yang diumumkan tanggal 21 Oktober yang lalu, dimana TNI mendapatkan kepercayaan masyarakat hingga 94%, meningkat dari tahun sebelumnya.

Berkaitan dengan akan digelarnya Pemilihan Kepala Daerah serentak pada tahun 2018, KSAD menegaskan kepada seluruh prajurit TNI untuk tidak terlibat dalam politik praktis.

“Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No. 34 tentang TNI, saya ingin tegaskan agar sikap netralitas dan memegang teguh ketentuan demokrasi harus dijunjung tinggi. Jangan biarkan prajurit kita, baik perorangan maupun satuan terpengaruh atau dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis, karena TNI hanya mengenal politik Negara,” tegas KSAD.

Pewarta : Anton/disp.

Categories
Daerah Militer TNI

Kursus Senbanif Kormar Tahun 2017 di Puslatpurmar Teluk Ratai Lampung Resmi Ditutup.

Koranjurnal.co.id, Lampung – ‎Perwira Staf Operasi Komando Latih Korps Marinir (Pasops Kolatmar) Letnan Kolonel Marinir Baju Kelana Putra secara resmi menutup Kursus Senjata Bantuan Infanteri Korps Marinir (Sus Senbanif Kormar) Tahun 2017 di Lapangan Apel Puslatpurmar-8 Teluk Ratai Lampung, Jumat (10/11/2017).‎



Upacara Penutupan Kursus yang diikuti oleh dua peleton pasukan upacara terdiri dari satu peleton pelatih dari Puslatpurmar-8 Teluk Ratai dan satu peleton peserta kursus, dihadiri oleh Komandan Puslatpurmar Teluk Ratai Letkol Mar Nandang PJ, Para Perwira Menengah Puslatpurmar Teluk Ratai, Pasosp Brigif-3 Mar Letkol Mar Datuk Sinaga, Para Pasipers Satlak Brigif-3 Mar dan Perwira Brigif-3 Mar. 

Kursus yang diikuti oleh 30 peserta terdiri dari 4 personel dari Pasmar-2, 20 personel dari  Brigif-3 dan 6 personel dari Kolatmar serta didukung oleh 25 personel pendukung dan pelatih dibawah pengawasan Mayor Marinir Joko Susilo selaku Perwira Pelaksana Latihan. Selama kurang lebih satu bulan para peserta melaksanakan praktek penebakan di Pusatpurmar-8 Teluk Ratai Lampung.

Dankolatmar dalam amanatnya yang dibacakan oleh Pasops Kolatmar berharap kepada peserta kursus setelah mengikuti kursus tersebut hendaknya dimanfaatkan di Kesatuan masing-masing. Kolatmar sebagai penyelenggara sudah berusaha secara optimal dalam upaya meningkatkan hasil kualitas dan kuantitas kursus, namun perlu disadari bersama, bahwa dalam pelaksanaannya masih banyak hambatan atau kekurangan baik sarana maupun prasarana yang dimiliki oleh Kolatmar. Letkol Mar Baju Kelana Putra  juga berpesan agar para peserta kursus mau dan terus menerus mengasah kemampuan diri setelah kembali dikesatuan masing-masing.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Pasops Kolatmar berpesan kepada para anggota yang telah melaksanakan kursus tersebut. Pesan pertama, tetaplah belajar dan terus pelajari semua ilmu yang telah diperoleh selama mengikuti kegiatan kursus di Kolatmar dan kembangkan serta aplikasikan di Kesatuan. Kedua, dengan bertambahnya ilmu yang didapat, janganlah menjadikan lupa diri dan besar kepala tetapi jadikan ini untuk memacu prestasi kearah yang lebih baik dengan berpedoman pada ilmu padi “semakin berisi semakin menunduk”. Ketiga, pelihara dan tingkatkan kemampuan saudara, karena apapun sarana dan fasilitas yang saudara gunakan hanya dapat meringankan didalam menjalankan tugas.‎

Pewarta : Anton/disp.

Categories
Daerah Hiburan Militer Ragam TNI

Taruna/Taruni AAL Suguhkan Atraksi Drumband ‎Kirab Kota di Padang

Koranjurnal.co.id, Padang – Taruna/Taruni Akademi Angkatan Laut (AAL) tingkat III (tiga) angkatan 64 yang melaksanakan Kartika Jala Krida (KJK) suguhkan atraksi drumband kepada masyarakat Padang dalam acara Kirab Kota di Padang Sumatera Barat, Kamis (09/11/2017).
 
Atraksi ini merupakan rangkaian kegiatan dari kedatangan KRI Bima Suci-945 di Padang. Acara kirab kota  dibuka oleh Sekda Provinsi Sumatera Barat Ali Aksmar, yang didampingi oleh Wagub AAL, KS Pangarmabar, Danlantamal II, Danmen AAL, Wadan Lantamal II, Komandan KRI Bima Suci-945, Wakapolda Sumbar, Para Asisten Danlantamal II, dan Kasatker Lantamal II.
 
Peserta kirab meliputi Pleton drumband AAL,Pleton Paskibraka, Pleton Taruna/Taruni AAL Angkatan 64, Pleton Yon 133/Ys, Pleton Lantamal II, Pleton Yonmarhanlan II, Pleton Lanud Sutan Syahrir, Pleton Brimob, Pleton Polda Sumbar, Pleton siswa SMAN 10,SMA 1 Adabiyah, SMA Don Bosco, SMA 3 dan SMA 1 Padang.
 
Masyarakat sangat antusias saksikan kirab sepanjang jalan yang dilalui dari start Kantor Gubernur, Jalan Sudirman, Jalan Jend. Ahmad Yani, Jalan Olo Ladang, Jalan Samudra dan berakhir di Monumen Perdamaian Muaro Lasak.
 
Kirab dimulai pukul 09.30 Wib dan sebagai komandan kirab adalah Mayor Laut (P) Julizar, S.E., M.Sc. yang sehari-hari menjabat sebagai Perwira Pelaksana (Palaksa) Detasemen Markas Lantamal II.‎

Pewarta : Anton/Disp.

Categories
Daerah Kriminalitas TNI

Tim Gabungan WFQR Koarmabar Berhasil Tangkap Speed Boat Muat Barang Ilegal dari Singapura

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Tim Gabungan WFQR Western Fleet Quick Response Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang terdiri dari Koarmabar, Guskamla, Lantamal I, Lantamal IV dan Lanal Dumai akhirnya berhasil menangkap dua buah Speed Boat bermuatan minuman keras dan rokok di perairan Sungai Siak Kecil, Kabupaten Siak, Selasa (07/11/2017).

Keberhasilan penangkapan dua buah speed boat tersebut bermula dari  informasi awal adanya aktifitas speed boat yang sedang memuat barang ilegal di Jurong Port Singapura.

Selanjutnya Tim WFQR gabungan berkoordinasi dengan Intelijen Armabar, Guskamla, Lantamal I dan Lantamal IV dengan membuat analisa dan rencana penyekatan di beberapa titik yang dimungkinkan akan dilalui kedua speed boat.

Penyekatanpun dilakukan Tim Lanal Dumai dengan menggunakan 3 unit kapal patroli keamanan laut terdiri dari Patkamla Jemur, Patkamla Buser dan Patkamla Selat Panjang yang melaksanakan penyekatan di alur perairan sungai Siak Besar, sungai Siak Kecil dan di perairan Tembilahan.

Sementara Unsur Guskamlabar yaitu KRI Wiratno melaksanakan penyekatan di Muara sungai Tembilahan, Tim Lantamal IV KAL Marapas melaksanakan pencegatan di Selat Riau serta tim Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam menggunakan Combat Boat melaksanakan penyekatan di perairan Pulau Nipah.
‎
Dari hasil analisa intelijen selanjutnya seluruh unsur  patroli keamanan laut stand by di wilayah perairan yang diduga akan dilintasi oleh kedua Speed Boat yang diduga membawa barang-barang Ilegal dari Jurong Port Singapura masuk kewilayah Indonesia.

Tim gabungan dibagi menjadi dua yaitu tim darat dan tim laut. Kemudian Tim darat mendapatkan informasi menjelang tengah malam bahwa diwilayah perairan sungai siak kecil ada pergerakan kapal yang mencurigakan. Selanjutnya 2 unsur  patroli cepat Patkamla Buser  dan Patkamla Medan melakukan pengejaran terhadap sasaran.

Kedua speed boat yang berlayar menyadari adanya kapal patroli Lanal Dumai yang mengejar, kedua speed boat berlayar beriringan menambah kecepatan tinggi kemudian masuk ke arah hulu sungai Siak Kecil, sedangkan speed boat yang kedua menggunakan 1 mesin untuk mengurangi suara agar tidak terdeteksi aparat.

Pengejaran sempat terkendala dengan keterbatasan penerangan ditengah pekatnya malam, speed boat kedua menambah kecepatan dan berpencar panik saat patroli Lanal Dumai berusaha menghentikan dengan memberikan tembakan peringatan keudara namun lagi-lagi tidak digubris bahkan pelaku nekat menghilang dibalik lebatnya pohon Nipah yang berada disepanjang sungai siak. Petugas pun terus melakukan pencarian dan berhasil mengamankan speed boat beserta muatan yang sudah dikandaskan.

Selanjutnya guna proses pemeriksaan lebih lanjut, barang bukti berupa speed boat beserta muatannya dibawa menuju Pos TNI Angkatan Laut Bengkalis dengan pengawalan Patkamla Medan. Keberhasilan Koarmabar dalam melaksanakan penangkapan terhadap kedua Speed Boat bermuatan barang ilegal tersebut berkat kerjasama operasi serta kerja keras dari seluruh personel yang terlibat dalam Tim gabungan WFQR Koarmabar.

Pewarta : Anton
‎