Categories
IPTEK TNI

Pushidros TNI AL Gelar FGD Studi Kasus Penggelaran Kabel Bawah Laut dengan Offshore Drilling Sumur Migas di Selat Malaka

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Harmonisasi pemanfaatan ruang laut : studi kasus penggelaran kabel bawah laut dengan offshore drilling sumur migas di Selat Malaka”.

Acara tersebut dibuka oleh Komandan Pusat Hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat bertempat di ruang serbaguna Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara, Rabu, (5/7/2023).

Dalam sambutannya Danpushidrosal menyampaikan, berdasarkan Kepmenkomarves 51 tahun 2023, Danpushidrosal mendapatkan amanah untuk mengemban tugas dan bertanggung jawab sebagai ketua tim pelaksana tim nasional pengelolaan penyelenggaraan alur pipa dan/atau kabel bawah laut guna mengawal penataan alur pipa dan/atau kabel bawah laut, sebagai bagian dalam proses implementasi penataan ruang laut sesuai dengan Kepmen KP 14 tahun 2021 tentang alur pipa dan/atau kabel bawah laut.

Pushidrosal selaku bagian dari timnas pipa kabel mengkoordinir dalam menerbitkan rekomendasi 1 yang akan dipergunakan oleh pemrakasa sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan Marine Survey (Survei Hidro Oseanografi), maupun rekomendasi 2 (Rencana jalur penggelaran) sebagai salah satu syarat dalam mengajukan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

Lebih lanjut, ditenggarai bahwa rencana pembangunan instalasi migas pada blok Andaman dan beberapa jalur eksisting SKKL maupun yang sedang berproses saling overlapping sehingga menimbulkan dampak antara yang satu dengan yang lainnya.

“FGD ini diharapkan dapat menghasilkan harmonisasi pemanfaatan ruang laut untuk berbagai bangunan maupun instalasi bawah laut dan semoga seluruh program pembangunan nasional kelautan guna tercapainya ketahanan energy serta terciptanya transformasi digital dapat berjalan selaras dan harmonis, sesuai dengan prinsip dan kaidah pemanfaatan ruang laut,” kata Danpushidrosal.

Sebelum memasuki sesi Tanya jawab dan diskusi terlebih dahulu penyampaian materi paparan kegiatan, diawali paparan pertama dengan narasumber Nadia, S.T, M.Sc, dari Mubadala Energy tentang rencana eksplorasi dan pengeboran sumur di blok South Andaman dilanjutkan paparan kedua dengan narasumber Pabanops Pushidrosal Kolonel Laut (P) Sinung Budi Prasojo tentang mekanisme penerbitan rekomendasi jalur penggelaran Surat Keputusan Kelayakan Lingkungan (SKKL) Peace S4.

Sedangkan paparan yang ketiga dengan narasumber Didit Eko Prasetiyo, S.Pi. MP, M.Sc dari Ditjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memaparkan tentang Mekanisme penerbitan PKKPLRL SKKL dan instalasi migas pada Rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah (RZKAW) Selat Malaka, dan narasumber keempat Muhammad Wahyudin, S.E, dari Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Hubla Kemenhub dengan paparan tentang harmonisasi izin membangun pipa dan kabel bawah laut di perairan Selat Malaka.

FGD antara lain diikuti peserta dari Pushidrosal, Staf Ops Kasal, Ditjen Migas Kementerian ESDM, Kedeputian Bidang Koordinasi dan Kedaulatan Maritim dan Energi, Kemenkomarves, Dit Telekomunikasi Kemenkominfo, Dit KPLP DItjen Hubla Kemenhub, Dit Kenavigasian Ditjen Hubla Kemenhub, Dit Wilhan Ditjen Strahan Kemhan, Dit Penataan Ruang Laut Ditjen PRL KKP, Askalsi, Mubadala Energy (South Andaman) RSC LTD, Harbour Energy, PHE NSO, PT Telin dan PT Indosat.(disp)

Categories
IPTEK Megapolitan Pendidikan

Pengamat Maritim Indonesia, Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa Dianugerahi Gelar Doktor HC oleh CMR University India

Koran Jurnal, India – Direktur Urusan Luar Negeri CMR University India Prof. Vinayak Khrishnamurthy dengan disaksikan para pejabat CMR University menganugerahkan gelar Doktor Kehormatan (Doktor Honoris Causa) kepada Pengamat Maritim dari Indonesia Dr. (H.C.) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar.

Acara pengukuhan sendiri dilaksanakan pada hari Senin, 3 Juli 2023 di CMR University, Bangalore, India. Pengukuhan ditandai dengan penyerahan ijazah kepada Dr. (H.C.) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar., yang diberikan oleh Direktur Urusan Luar Negeri CMR University sebagai wakil dari CMR University.

Direktur Urusan Luar Negeri CMR University mengucapkan selamat dan menyebutkan bahwa penganugerahan gelar Doktor HC ini sebagai bentuk penghargaan tertinggi kepada Dr. (H.C.) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar atas pencapaiannya yang secara konsisten mengamati, mengkritisi, dan menyuarakan kemaritiman di Indonesia khususnya dan Internasional umumnya.

Sementara itu, Dr. (H.C.) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar dalam acara tersebut mengucapkan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pihak CMR University.

“Saya sampaikan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pihak CMR University atas penghargaan Gelar Doktor Honoris Causa bidang Maritim yang diberikan kepada saya. Apalagi penghargaan ini diberikan oleh Universitas CMR – India yang telah terkenal reputasinya dalam melahirkan banyak pemikir dan pemimpin di dunia,” ucapnya dalam keterangan pers tertulisnya kepada media, Senin (3/7/2023).

Lebih lanjut Dr. (H.C.) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, S.SiT., M.Mar menyebutkan, “Saya mengakui untuk mendapatkan gelar kehormatan ini tidaklah mudah. Penghargaan ini diberikan karena dedikasi saya di Bidang Maritim di Indonesia. Selama lebih dari 25 tahun, Saya menekuni dunia Maritim. Mulai dari pendidikan dan dilanjutkan dengan 18 tahun lebih berprofesi sebagai Nakhoda di atas kapal-kapal Niaga, mulai dari kapal kecil hingga kapal super tanker di banyak belahan dunia, sampai dengan posisi saya saat ini sebagai seorang Pengamat Maritim dari Ikatan Alumni Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia Strategic Center (IKAL SC). Saya yakin, justru dengan penghargaan ini, saya akan semakin memicu untuk menelurkan banyak hal positif terkait bidang Maritim Indonesia kedepannya.”

Kita sebagai Anak Bangsa harusnya belajar Dan bangga dengan pernyataan Presiden Soekarno, “Kita sekarang satu persatu, seorang demi seorang harus yakin bahwa Indonesia tidak bisa menjadi negara yang kuat, sentosa, sejahtera, jikalau kita tidak menguasai pula samudera, jikalau kita tidak kembali menjadi satu bangsa samudera, jikalau kita tidak kembali menjadi satu bangsa bahari, bangsa pelaut sebagaimana kita dikenal dijaman bahari itu.” Ir. Soekarno, Jakarta – 23 September 1963.

Itu adalah petikan pidato dari Founding Fathers Bangsa Indonesia dan Presiden Republik Indonesia Pertama Ir. Soekarno dalam sebuah kesempatan di tahun 1963. “Pidato tersebut sangat dalam maknanya bagi saya sebagai seorang Pengamat Maritim. Karenanya, sebagai bentuk penghargaan tertinggi dari saya kepada Ir. Soekarno, saya tempatkan kata-kata Beliau diawal pidato pembukaan saya. Karena Beliaulah yang tercatat dalam ingatkan saya sebagai negarawan yang pertama kali menyebut bahwa Bangsa Indonesia adalah Bangsa Pelaut, sebagai Bangsa Maritim,” paparnya.

Dalam inaugurasi tersebut DR (HC) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa menyampaikan pandangan seputar isu-isu kemaritiman, seperti urgensi penyelesaian batas wilayah laut Indonesia dengan Negara-Negara tetangganya, Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Indonesia, dan Ekspor Pasir Laut.

Persoalan Utama di sektor maritim yang rentan terhadap gangguan keamanan adalah penyelesaian Batas Wilayah Laut Indonesia dengan negara-negara tetangganya, termasuk juga dalam hal ini dengan Negara India. Saya ingin memberikan penekanan betapa saat ini kedaulatan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang berada di perairan Natuna seringkali memunculkan masalah. Wilayah tersebut kaya akan sumber daya perikanan serta sumber daya alam lainnya, sehingga seringkali menjadi incaran negara lain serta tentunya kapal-kapal ikan asing untuk mengeksploitasinya. Pokok masalah terbesar di sana adalah belum disepakatinya batas wilayah laut dengan masing-masing Negara tetangganya yang saling melakukan klaim sepihak atas wilayah tersebut.

“Berbicara tentang ZEE, contohnya adalah perundingan mengenai batas laut dan penetapan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) antara Indonesia dan Vietnam adalah topik yang menarik untuk dikaji secara ilmiah, karena perundingan tersebut telah berlangsung lama sejak 21 Mei 2010 dan sampai saat ini belum menemukan kesepakatan. Pemberian konsesi ZEE ke Vietnam yang tak kunjung menemui kesepakatan perlu mendapat pengawalan baik dari masyarakat maritim, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan maupun dari TNI AL,” ungkapnya..

Disebut Capt. Hakeng lebih lanjut, Negara Indonesia secara geografis terletak diantara simpangan dua samudera yakni Samudera Hindia dan Samudera Pasifik dan dua Benua yakni Benua Asia dan Benua Australia.

Wilayah maritim Indonesia yang luas memiliki banyak potensi sumber kekayaan alam seperti potensi energi dan potensi protein ikan. Namun potensi yang ada belum secara optimal dimanfaatkan, karena terbatasnya sumber daya manusia untuk menggarap sektor maritimnya. Dengan memberdayakan potensi maritim yang dimiliki ini, Indonesia dapat mewujudkan pemerataan ekonomi.

“Yang menjadi catatan saya, baru sekitar 10% saja dari potensi 1200 Triliun sumber daya maritim yang berhasil dikelola oleh Bangsa Indonesia, itupun sebagian besar masih sebatas dikomersialkan dalam bentuk bahan mentah saja, belum sampai ketahap pengelolaan lebih lanjut sehingga memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi,” Dr. (H.C.) Marcellus Hakeng Jayawibawa.

Untuk itu sudah saatnya Indonesia fokus kembali ke maritim. Tidak berlebihan jika Indonesia memposisikan laut menjadi pusat pemecahan dari berbagai persoalan bangsa Indonesia seperti pengentasan kemiskinan, penurunan angka pengangguran hingga pada persoalan kelaparan.

Selanjutnya, Pendiri dan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Ahli Keamanan dan Keselamatan Maritim Indonesia (AKKMI) ini menyoroti Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut.

“Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut. Salah satu point di PP No 26/2023 tersebut diperbolehkan ekspor pasir laut ke Singapura. Menurut pandangan saya PP tersebut berpotensi merugikan Indonesia baik dari sisi Ketahanan Nasional hingga sisi ekosistem laut dan masyarakat pesisir yang kebanyakan berprofesi sebagai nelayan,” ungkap DR (HC) Capt. Hakeng.

Pengerukan pasir laut yang kemudian diekspor ke Singapura menurut dugaan DR (HC) Capt Hakeng akan dipakai untuk memperluas daerah daratan Negara Singapura. “Hal itu tentu akan mempengaruhi batas wilayah antara Singapura dan Indonesia. Potensi terjadinya konflik Pertahanan dan Keamanan dapat terjadi. Konflik perbatasan tidak menutup kemungkinan terjadi dengan Negara ASEAN lainnya yang bertetangga dengan Singapura,” tegasnya.

Dalam keterangan pers tertulisnya DR (HC) Capt Hakeng juga menyatakan bahwa Indonesia sebagai Negara Maritim belum menyadari posisinya saat ini. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, tapi bangsa Indonesia masih fokus pada urusan sebagai negara agraris. Padahal daratan hanyalah sepertiga dari keseluruhan wilayah Indonesia. Bangsa Indonesia telah terlalu lama memunggungi lautan. Sehingga sulit bagi bangsa Indonesia untuk melakukan akselerasi menjadi bangsa yang besar, padahal potensi yang dimiliki sangat besar. Jika potensi besar itu digarap dengan baik, tentu Bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang besar dengan cepat.

“Untuk mempercepat hal tersebut saya tidak dapat bekerja sendiri, tentu dibutuhkan lebih banyak lagi pemikir di bidang maritim dari Bangsa Indonesia yang harus dilahirkan. Karenanya saya selalu mendorong banyak pihak di Indonesia untuk fokus akan hal ini,” harapnya.

Dalam akhir keterangan pers, DR (HC) Capt Hakeng menegaskan, “Setiap Bangsa memiliki jalurnya masing-masing untuk menjadi sebuah Bangsa yang besar di Dunia. India dengan populasinya serta kemampuannya di Bidang Teknologi telah menjadi sebuah Bangsa yang besar. Untuk Bangsa Indonesia, saya memiliki keyakinan bahwa jalur Indonesia menjadi Bangsa yang besar adalah dengan menjadi Bangsa Maritim.” (**)

Categories
IPTEK Nasional TNI

Megawati Soekarnoputri Terima Brevet Kehormatan ‘Hidro-Oseanografi’ TNI AL

Koran Jurnal, Jakarta – Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri menerima brevet kehormatan Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut. Seremoni penyematan brevet itu dilakukan oleh Wakil Kepala Staf TNI AL Laksamana Madya (Laksdya) TNI Ahmadi Heri Purwono dan Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Danpushidrosal) Laksdya TNI Nurhidayat pada momen peringatan Hari Hidrografi Dunia (World Hydrography Day) Ke-102 Tahun 2023, di Balai Samudra, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (21/6/2023).

Megawati Soekarnoputri menerima Brevet Hidro-Oseanografi itu sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) yang diteken oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.

“Kepala Staf Angkatan Laut mempertimbangkan, memutuskan, dan menetapkan keputusan pemberian brevet kehormatan kepada Prof. Dr. (HC) Megawati Soekarnoputri, jabatan Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),” demikian isi SK Kepala Staf TNI AL Nomor KEP/1517/VI/2023 dan Nomor KEP/1518/IV 2023 yang dibacakan saat acara  tersebut.

Penyematan itupun ditandai dengan penyerahan jaket Brevet Hidro-Oseanografi Pushidrosal kepada Megawati Soekarnoputri oleh Wakasal bersama Danpushidrosal.

Megawati Soekarnoputri kemudian memakai jaket itu dan selanjutnya menerima sertifikat penghargaan dari TNI AL. Ketiganya menutup sesi penyematan brevet dengan foto bersama.

Seusai menerima brevet kehormatan, selanjutnya Megawati Soekarnoputri memberikan pidato pada acara tersebut.

Megawati mengatakan, pentingnya Hidrografi dan Oseanografi terutama setelah berlakunya Deklarasi Juanda yang diteken pada 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Djuanda Kartawidjaya pada masa pemerintahan Presiden Ke-1 RI Soekarno.

Deklarasi Juanda menjadi tonggak kedaulatan Indonesia, terutama di wilayah laut, mengingat salah satu poinnya menetapkan semua perairan di sekitar, di antara dan yang menghubungkan pulau-pulau yang masuk daratan NKRI adalah bagian-bagian yang tak terpisahkan dari wilayah yurisdiksi Republik Indonesia.

“Dengan adanya Deklarasi Juanda ini konsekuensinya adalah menempatkan pentingnya Hidrologi dan Oseanografi,” kata Megawati Soekarnoputri dalam pidato arahannya yang sekaligus menjadi pembuka seminar internasional sebagai rangkaian peringatan Hari Hidrografi Dunia Ke-102 tahun 2023.

Sebagai informasi, TNI AL melalui SK yang diteken oleh KSAL juga memberikan brevet kehormatan Hidro-Oseanografi kepada Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kasal Laksamana Muda (Laksda) TNI Iwan Isnurwanto, Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri RI Amrih Jinangkung, dan Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Yunani Bebeb AK Nugraha Djundjunan.

Sertifikat dan brevet diberikan oleh Wakasal dan Danpushidrosal kepada tiga pejabat itu.

Selain itu, brevet Hidro-Oseanografi Pushidrosal juga diberikan kepada pejabat negara, para ahli, dan tokoh-tokoh yang diyakini berjasa terhadap kemajuan Pushidrosal dan perkembangan hidrografi dan oseanografi di tingkat nasional dan internasional.(*)

Categories
IPTEK TNI

Pushidros TNI AL Gelar FGD Tentang Data S-100 dan Almanak Nautika

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menggelar Fokus Group Discussion (FGD) Data S-100 dan Almanak Nautika bertempat di ruang serbaguna Mako Pushidrosal, Jakarta Utara, Senin (19/6/2023).

FGD dengan tema “Kolaborasi Dalam Negeri untuk Pengembangan dan Pembangunan Data S-100 dan Almanak Nautika” ini dibuka oleh Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat.

Dalam sambutannya Danpushidrosal menyampaikan, S-100 merupakan standardisasi baru model data hidrografi yang universal. S-100 tidak spesifik untuk Electronic Chart Display and Information System (ECDIS) atau pemetaan laut saja, tetapi dapat mengakomodasi dan melayani berbagai macam jenis data, produk dan kepentingan yang berbasis pada standar internasional untuk informasi geospasial.

Hal tersebut merupakan program strategis kolaborasi antara The International Maritime Organization (IMO) dan The International Hydrographic Organization (IHO) guna mengakomodir pengenalan peta navigasi elektronik masa depan, S-101 RNC. Revisi standar performa tersebut diharapkan akan diberlakukan terhadap system ECDIS yang diinstall pada atau setelah 1 Januari 2029.

Lebih lanjut, Pushidrosal sebagai member state IHO perlu memprioritaskan program produksi S-101 dan S-100 series terpilih lainnya. Untuk mendukung hal tersebut Pushidrosal harus sudah memproduksi dataset S-101 dalam jumlah yang substansial untuk operasional di ECDIS S-100, setidaknya pada tahun 2025, setelah standar selesai pada tahun 2024.

Disamping itu Pushidrosal juga memproduksi Almanak Nautika dengan mendapat lisensi dari The UK Hydrographic Office (UKHO). Guna mengurangi ketergantungan kepada UKHO sehingga lebih mengoptimalkan potensi dalam negeri dalam rangka memenuhi kebutuhan pembuatan Almanak Nautika untuk keperluan navigasi kapal di laut.

Sebelum memasuki sesi penyampaian materi paparan kegiatan diawali dengan pemutaran filler S-100 dilanjutkan dengan paparan dengan materi pertama yaitu pembuatan produk S-102, S-104 dan S-111 oleh narasumber 1 Alvin Amanda, Farras Rizqy Hafizh, Hanif Satrio Dwiandoko dan M. Daffa Rizki El-Islami, Mahasiswa Institut Teknologi Bandung. Dilanjutkan dengan penyampaian materi kedua yaitu pembuatan produk almanak nautika oleh Dr. Budi Dermawan, Wakil Kepala Observatorium Bosscha.

Sedangkan untuk penanggap dari 2 materi tersebut yaitu penanggap pertama Prof Purbandono dari ITB, penanggap kedua Prof Ir. Wahyu Srigutomo, S.Si., Ph.D (Dekan FMIPA ITB), penanggap ketiga Kadishidro Pushidrosal Kolonel Laut (P) Agus Triyana, penanggap keempat Kadisosemet Kolonel Laut (KH) Nawanto Budi Sukoco, penanggap kelima Kadisnautika Pushidrosal Kolonel Laut (P) Sinung Budi Prasojo, penanggap keenam Kadispeta Pushidrosal Kolonel Laut (P) Agus Sutrianto.(disp)

Categories
IPTEK TNI

Komandan Pushidros TNI AL Terima Kunjungan Kehormatan Kepala Pusat Hidrografi Nasional Malaysia 

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menerima kunjungan kehormatan Kepala Pusat Hidrografi Nasional (NHC) Malaysia Rear Admiral Dato’ Hanafiah beserta rombongan di Anjungan Pushidrosal, Jakarta Utara, Senin (19/6/2023).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat didampingi pejabat terkait Pushidrosal.

Dalam kunjungan tersebut, Danpushidrosal memberikan penjelasan dengan penuh keakraban, yang diawali dengan memperkenalkan pejabat Pushidrosal diantaranya Wadanpushidrosal Laksamana Muda TNI Budi Purwanto, Kapoksahli Danpushidrosal, Aspamkersamtas Danpushidrosal, Kadispeta Pushidrosal dan beberapa staf Perwira Pushidrosal.

Pada kesempatan tersebut, Danpushidrosal mengajak Kepala Pusat Hidrografi Nasional (NHC) Malaysia untuk bekerjasama dalam kemajuan bidang teknologi dan standarisasi survey hidrografi dan kartografi yang terus berkembang secara pesat, khususnya dalam meningkatkan keselamatan pelayaran, sesuai standar Malacca and Singapore Straits – Electronic Navigational Charts (MSS-ENC).

Diakhir pertemuan, Danpushidrosal dan Rear Admiral Dato’ Hanafiah saling bertukar cinderamata dan diakhiri dengan foto bersama seluruh rombongan dan pejabat Utama Pushidrosal.(disp)

Categories
IPTEK TNI

Danpushidrosal Resmi Tutup Latopssutra Hidros Tahun 2023

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) secara resmi menutup Latihan Operasi Survei dan Pemetaan Hidro-Oseanografi (Latopssurta Hidros) TA 2023 di ruang serbaguna Pushidrosal, Ancol Timur, Jakarta Utara, Rabu (31/5/2023).

Hadir dalam penutupan latihan tersebut antara lain Wadanpushidrosal Laksamana Muda TNI Budi Purwanto, perwakilan dari Mabes TNI AL, Lantamal III Jakarta, pejabat utama Pushidrosal, Wasdal, para pelaku, Evaluasi dan Penilai Latopsurta Hidros T.A 2023.

Dalam sambutannya, Danpushidrosal antara lain menyampaikan bahwa Latopssurta merupakan proses pembelajaran mulai dari tahap persiapan, perencanaan maupun pelaksanaan latihan yang meliputi Geladi Posko dan Geladi Lapangan.

Latihan ini merupakan kelanjutan dari latihan yang telah dilaksanakan secara parsial oleh satker-satker jajaran Pushidrosal dan menjadi puncak dari program penyelenggaraan latihan kegiatan Surta Hidros. Danpushidrosal mengucapkan terimakasih kepada Tim Wasdal, pelaku, evaluasi dan penilai atas terlaksananya latihan dengan baik dari tahap awal hingga selesainya latihan.

“Latopssurta adalah wujud nyata program pembinaan dan pengembangan kemampuan surta Hidros secara terus menerus dan berkesinambungan sehingga terwujud kesiapan operasi Pushidrosal yang senantiasa siap melaksanakan tugas operasi TNI AL baik OMP maupun OMSP,” kata Danpushidrosal

Latopssurta Hidros 2023 telah dilaksanakan selama 14 hari dengan melibatkan 236 personel, yang dibagi dalam dua tahap, yaitu tahap Geladi Posko dan Geladi Lapangan. Geladi Posko dilaksanakan di Mako Pushidrosal, sedangkan dalam tahap Geladi Lapangan mengambil lokasi di perairan Teluk Jakarta dengan melibatkan Unit Survei Pesisir, Unsur KRI, dan Unit bantu serta Staf pendukung yang melaksanakan kegiatan Operasi survei dan pemetaan yang meliputi hidrografi, oseanografi, meteorologi dan geografi maritim.(disp)

Categories
IPTEK TNI

KRI Spica-934 Sukses Jalankan Ekspedisi Jala Citra 3-2023 Flores

Koran Jurnal, Jakarta – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Spica-934 milik TNI AL berhasil menuntaskan Ekspedisi Jala Citra 3-2023 “Flores” dan tiba di Dermaga 100, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (27/05/2023).

KRI Spica-934 merupakan salah satu unsur Satuan Kapal Bantu Hidro-Oseanografi, jenis Multi Purpose Research Vessel (MPRV), yang dikomandani oleh Letkol Laut (P) Deirus Rizki Khair dan sekaligus bertugas sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Ekspedisi Jala Citra 3-2023 “Flores”.

Kedatangan KRI Spica-934 disambut oleh Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat didampingi oleh Wadanpushidrosal Laksamana Muda TNI Budi Purwanto beserta pejabat utama Pushidrosal.

KRI Spica-934 selama lebih kurang 60 hari telah melaksanakan Ekspedisi Jala Citra 3-2023 “Flores” dengan fokus penelitian di Laut Flores. Ekspedisi ini dibagi dalam lima etape yaitu etape 1 dan 3 yang menitik beratkan pada penelitian oseanografi. Sementara itu etape 2 dan 4 difokuskan di bidang hidrografi, meteorologi, geologi dan geofisika serta pertahanan dan keamanan. Selanjutnya etape 5 di Pulau Satonda meliputi bidang hidrografi, oseanografi, meteorologi, geologi, geofiska dan geososial.

Selama ekspedisi berlangsung, KRI Spica-934 telah mengidentifikasi lebih dari 30 fitur bawah laut baik itu gunung bawah laut maupun fitur bawah laut kategori lainnya. Penemuan fitur bawah laut tersebut akan diteliti lebih lanjut oleh Tim Pushidrosal dan akan diberikan nama sesuai dengan ketentuan nasional dan internasional. Selanjutnya, hasil identifikasi dan usulan penamaan akan diajukan kepada lembaga SCUFN (Sub Commitee on Undersea Feature Names).

Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali sangat mengapresiasi suksesnya Ekspedisi Ekspedisi Jala Citra 3-2023 “Flores” dan berpesan kepada seluruh prajurit Jalasena untuk memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diamanahkan.

“TNI AL akan selalu siap dalam melaksanakan tugas yang diberikan dengan meningkatkan kesiapan operasional baik alutsista maupun satuan operasi,” tegas KSAL.(disp)

Categories
IPTEK TNI

Komandan Pushidros TNI AL Lepas Manlap Latopssutra Hidros Tahun 2023

Koran Jurnal, Jakarta – Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat melepas Manuver Lapangan (Manlap) Latihan Operasi Survei dan Pemetaan Hidro-Oseanografi (Latopssurta Hidros) tahun 2023 bertempat di Dermaga Jakarta Internasional Container Terminal (JICT) II Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (25/5/2023).

Sebelum keberangkatan unsur yang melaksanakan Manlap Latopssurta Hidros dilakukan apel gelar kelengkapan yang dipimpin Komandan KRI Rigel-933 Letkol Laut (P) Yohanis L. Kalambo yang selanjutnya melaporkan kesiapan pasukan beserta unsurnya yang mengikuti Manlap kepada Danpushidrosal selaku Direktur Latihan.

Dalam amanatnya, Danpushidrosal mengatakan Latopssurta Hidros yang diselenggarakan pada hakekatnya untuk melatih keterampilan prajurit dan kesiapsiagaan unsur Pushidrosal pada setiap kegiatan di laut, dan melaksanakan perintah survey secara mendadak untuk mengambil data hidro-oseanografi yang dibutuhkan baik dalam mendukung kepentingan TNI AL/TNI maupun kepentingan nasional.

Latopssurta Hidros merupakan gambaran nyata Pushidrosal, dalam menjalankan tugas pokoknya melaksanakan survey dan pemetaan di Indonesia, terutama dalam rangka pelibatan Pushidrosal pada operasi pencarian dan pertolongan (Search and Rescue / SAR) di laut.

Kegiatan Manlap Latopssurta Hidros tahun 2023 dilaksanakan oleh KRI Rigel-933, KAL Vega, KAL Cobra serta unit Survei di perairan Teluk Jakarta, di mulai dari tanggal 25 hingga 31 Mei 2023.

“Jadikan Manlap ini untuk pembelajaran dan bukan menjadi beban, pedomani setiap tahapan agar Manlap Latopssurta Hidros dapat berjalan dengan sebaik-baiknya”, tegas Danpushidrosal.

Hadir pada pelepasan Manlap Latopssurta Hidros antara lain Wadanpushidrosal Laksamana Muda TNI Budi Purwanto, WaIrjenal Laksma TNI Syamsul Rizal, S.H., M.M., CHRMP., Laksma TNI Riandani, M.M.(mewakili Koorsahli Kasal), Danlantamal III Brigjen TNI (Mar) Harry Indarto, S.E., M.M., serta para Pejabat Utama Pushidrosal.(disp)

Categories
IPTEK TNI

Pushidros TNI AL Gelar Diskusi Ilmiah Progres Ekspedisi Jala Citra 3-2023 “Flores” di Kupang

Koran Jurnal, Jakarta – Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) menggelar Diskusi Ilmiah dalam Ekspedisi Jala Citra 3 – 2023 “Flores” bertempat di Aula Rektorat Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (9/5/2023).

Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat dalam sambutannya mengatakan, Ekspedisi Jala Citra 3 – 2023 Flores dilaksanakan untuk mengamati berbagai fenomena alam yang terdapat di perairan Flores, dimulai dari kondisi hidro-oseanografi, meteorology, geografi maritim dan geospasial, termasuk di pulau Satonda.

Ekspedisi Jala Citra 3 – 2023 Flores merupakan rangkaian dari peringatan hari hidrografi dunia yang ke-102, yang jatuh setiap tanggal 21 Juni, dimana pada tahun ini, International Hydrographic Organization (IHO) mengangkat tema “Hydrography – Underpinning the Digital Twin of the Ocean”.

Perayaan peringatan hari hidrografi dunia ini diwujudkan dalam sebuah aksi nyata dari Pushidrosal untuk menerapkan bidang keilmuan hidro-oseanografi dalam memberikan rekomendasi bagi kebijakan maritim untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 serta visi Sustainable Development Goals yang dicanangkan oleh PBB melalui sebuah kegiatan ekspedisi yang bertemakan “Ungkap Fitur Lantai Samudera Serta Karakteristik Kolom Air Laut Flores Guna Keselamatan Pelayaran, Pertahanan, dan Pembangunan Kelautan Berkelanjutan.

Selanjutnya dalam diskusi ilmiah yang bertemakan “Progress Hasil Ekspedisi Jala Citra 3 – 2023 “Flores” serta pemanfaatan bagi Masyarakat Maritim di Nusa Tenggara Timur, Guna Pembangunan Kelautan Berkelanjutan” dengan menghadirkan Plt. Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenkomarves Muhammad Firman Hidayat (Keynotes Speech) dan para pemapar dari peneliti yang terlibat dalam Ekspedisi Jala Citra 3 – 2023 “Flores”, yaitu Mayor Laut (P) Danar J. P, Kadepsur KRI Spica-934 Pushidrosal, Dr. Anindya Wirasatriya, S.T., M.Si, (Universitas Diponegoro), Dr. Astyka Pamumpuni, (Institut Teknologi Bandung), Ashari Wicaksono, S.Kel., M.Si., (Universitas Trunojoyo Madura), Dr. Eng. Masita Dwi M. M. M.Eng, (Universitas Indonesia) serta Dr. M. Aldila Syariz, (Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya).

Sementara para penanggap pada kegiatan ini merupakan para pakar kelautan antara lain Dr. Chaterina Agusta Paulus, S.Pi., M.Si., Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana Kupang, Stefania T. BoroS.Pi, MM, Plt. Kepala Dinas Kelautandan Perikanan NTT, Dr. Noor Cahyo D. Aryanto, Pusat Riset Sumber Daya Geologi, BRIN.

Diskusi Ilmiah tentang Progress Ekspedisi Jala Citra 3-2023 “Flores” diikuti secara daring maupun luring oleh Kementerian/Lembaga, instansi TNI, Universitas/Perguruan Tinggi, Peneliti Ekspedisi Jala Citra II – 2022 “Banda”, profesional, serta dari kalangan industri kemaritiman.

Diharapkan hasil ekspedisi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat di perairan Flores dan sekitarnya, khususnya agar dapat menerapkan hasil penelitian untuk dapat bermanfaat bagi pengambilan kebijakan pemerintah dan untuk meningkatkan perekonomian dan pemanfaatan sumber daya alam, sumber daya perikanan yang ada.(disp)

Categories
IPTEK TNI

Teliti Potensi Laut Nusantara, TNI AL Laksanakan Ekspedisi Jala Citra 3 ‘Flores’

Koran Jurnal, Jakarta – TNI Angkatan Laut (TNI AL) melaksanakan Ekspedisi Jala Citra 3-2023 “Flores” yang dilaksanakan oleh Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL. Keberangkatan ekspedisi ini dilepas oleh Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Nurhidayat di dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (29/03/2023).

Dalam sambutan tertulis Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali yang dibacakan oleh Danpushidrosal mengatakan Ekspedisi Jala Citra 3-2023 “Flores” merupakan kelanjutan dari Ekspedisi Jala Citra 2-2022 “Banda”, sebuah bukti nyata sinergitas dalam sebuah kolaborasi penelitian antara TNI AL dengan para peneliti dari Kementerian serta Lembaga terkait, akademisi dari Perguruan Tinggi, Kalangan Profesional hingga Pihak Swasta yang bergerak di bidang pemetaan kelautan.

Ekspedisi ini mengangkat tema “Ungkap Fitur Lantai Samudera Serta Karakteristik Kolom Air Laut Flores Guna Keselamatan Pelayaran, Pertahanan dan Pembangunan Kelautan Berkelanjutan”. Bertujuan untuk memperkaya khazanah pengetahuan tentang kondisi Perairan Laut Flores dari bidang Hidrografi dan Oseanografi, dengan landasan wawasan nusantara guna mendukung keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan laut, mitigasi bencana dan kepentingan maritim lainnya.

Pemilihan lokasi Ekspedisi Jala Citra 3-2023 di laut Flores yang akan dilaksanakan selama kurang lebih 60 hari ini, juga telah mempertimbangkan berbagai aspek antara lain, bidang Hidrografi, Geologi, Geofisika, Geospasial, Meteorologi dan Oseanografi serta aspek pertahanan dan keamanan. Ekspedisi ini didukung unsur Alutsista TNI AL di bawah Komando Komandan KRI Spica-934 Letkol Laut (P) Deirus Rizki Khair, yang juga selaku Komandan Satuan Tugas.

Sementara itu, Plt Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marves Mochammad Firman Hidayat yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan, selain melengkapi data kelautan, Ekspedisi Jala Citra 3-2023 “Flores” juga bertujuan mengantisipasi potensi bencana tsunami, dimana Indonesia merupakan wilayah rawan bencana tsunami yang dapat menelan banyak korban jiwa seperti yang pernah terjadi di Aceh pada tahun 2004 lalu.(disp)