Categories
Megapolitan Militer TNI

Gelar Renungan Suci, Pangdam Jaya: Acara Ini Simbol Rasa Syukur HUT Kodam Jaya Ke-68

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Jaswandi pimpin renungan suci di Lapangan Jayakarta Makodam Jaya, Kamis tengah malam (21/12/2017).

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Jaswandi mengatakan bahwa renungan suci ini merupakan acara sakral wujud kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai simbol rasa syukur seluruh anggota Kodam Jaya yang berulang tahun ke-68 kepada Tuhan YME.

Meski renungan suci digelar sederhana, namun acara yang hanya diterangi api unggun itu berlangsung hikmad dan melahirkan perasaan haru, bangga dan dipenuhi rasa syukur seluruh peserta yang hadir.

Mayjen TNI Jaswandi juga mengatakan, renungan suci ini sebagai simbol kekompakan keluarga besar Kodam Jaya menunaikan tugas sebagai pengawal Ibu Kota RI yang senantiasa setia dan loyal kepada kesatuan, TNI AD dan TNI.

“Seorang prajurit tidak menangis karena kematian. Kematian adalah jalan menuju kesempurnaan yang abadi. Tetapi prajurit akan kecewa dan menangis bila ada penghianatan terhadap bangsa dan negaranya sendiri,” tegas Jaswandi.

Pewarta : Anton/Pen.

Categories
Megapolitan Polhukam TNI

Lantamal III Gelar Latihan Hukum Humaniter Internasional dan HAM 

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Hukum Humaniter Internasional tidak dimaksudkan untuk melarang perang, tetapi bertujuan untuk melindungi manusia yang terlibat pertikaian bersenjata atau perang dengan ketentuan-ketentuan HAM atau prinsip-prinsip kemanusiaan agar tidak menimbulkan banyak kerugian materiil maupun immateriil, termasuk personel sipil yang tidak terlibat dalam perang.

Demikian dikatakan Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamal) III Jakarta Laksamana Pertama TNI Muchammad Richad, S.H., M.M, yang diwakilkan Wadan Lantamal III Kolonel Laut (P) Denih Hendrata, S.E., M.M., saat membuka Latihan Hukum Humaniter Internasional dan HAM TA. 2017 di Gedung Serbaguna Mako Lantamal III Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, Selasa (19/12/2017).

Oleh sebab itu menurut Danlantamal III, personel TNI Angkatan Laut yang bertugas secara langsung maupun tidak langsung dalam pelaksanaan tugas OMP maupun OMSP harus mengetahui ketentuan-ketentuan Hukum Humaniter Internasional dan HAM agar pelaksanaan tugas tercapai dan tidak ada pelanggaran prinsip-prinsip kemanusiaan.

 Tampil sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut yakni Delegasi International Committee of the Red Cross (ICRC) Brigjen TNI (Purn) Natsri Azhari, SH, LLM., yang membahas materi Hukum Humaniter Internasional dan San Remo Manual .  Materi tersebut antara lain mengenai Instrumen Hukum Perang di Laut, Daerah Peperangan Laut, Peperangan Permukaan, Peperangan Kapal Selam, Peperangan Udara di Laut, Bombardemen, Sarana dan Metode Peperangan di Laut, Siasat Perang, Perlindungan Lingkungan Alam, Tawanan Perang, serta Kapal Rumah Sakit.

Kegiatan tersebut dihadiri para Asisten Danlantamal III, Kafasharkan Jakarta, Kakuwil Lantamal III, para Kadis/Kasatker Lantamal III, para Perwira, Bintara, Tamtama, Aparatur Sipil Negara (ASN) Lantamal III, personel Yonmarhanlan III serta perwakilan Lanal-Lanal di jajaran Lantamal III.

Pewarta : Anton/Disp. 

Categories
Kriminalitas Megapolitan TNI

Anggota TNI Amankan Pelaku Curanmor dari Amukan Massa

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Seorang anggota TNI dari Kodam III/Siliwangi Serda Deden Saptaji berhasil mengamankan pelaku pencurian mobil (curanmor) milik Atiam Simatupang dari amukan massa di halaman parkir Hotel Santika, Jalan Pintu 1 Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Selasa (19/12/2017).

Kejadian ini berawal saat pelaku menjalankan aksinya di lokasi parkir Hotel Santika TMII sekitar pukul 13.15 WIB dan diketahui oleh pemilik kendaraan yang meneriaki “maling” kepada pelaku.

Panik aksinya diketahui, pelaku melarikan diri dengan menggunakan kendaraan Avanza yang dikendarai rekannya dan telah menunggu di luar area parkir hotel. Pada saat tersebut, Serda Deden Saptaji yang baru saja menjalankan Sholat Dzuhur di Musholla Hotel Santika melihat kerumunan massa yang meneriaki maling kepada pelaku serta merta ikut melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Dalam aksi pelariannya menggunakan mobil, para pelaku memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi dan sempat menabrak mobil pengendara lainnya hingga akhirnya salah satu pelaku curanmor tersebut berhasil ditangkap warga. Sedangkan pelaku lainnya yang mengemudikan kendaraan berhasil melarikan diri.

Geram atas aksi curanmor tersebut, massa berusaha menghakimi pelaku, namun dengan sigap Serda Deden Saptaji berupaya mengamankan pelaku dari amukan massa dan selanjutnya diperiksa untuk mengantisapi kemungkinan pelaku membawa senjata tajam.

“Pelaku saya bawa ke Hotel Santika untuk diamankan karena massa yang ada di sekitar lokasi kejadian sudah geram untuk menghakimi tersangka bahkan ada yang ingin melempar kepalanya dengan batu besar,” jelasnya.

Dalam perjalanan menuju Hotel Santika, massa masih terus mengikuti bahkan ada yang mendekati dan berusaha memukul pelaku dengan kayu dan batu besar. Serda Deden Saptaji kembali meredam amarah dan menjauhi pelaku dari amukan massa.

“Saat itu, saya amankan pelaku dari amukan massa dengan menangkis beberapa pukulan yang dilontarkan ke pelaku sambil meminta kepada massa untuk tidak main hakim sendiri. Sesampainya di Hotel, pelaku saya interograsi dan mengakui perbuatannya serta memohon untuk minta perlindungan agar jangan sampai diamuk massa. Usai saya amankan bersama security hotel, saya meminta security hotel menghubungi pihak Kepolisian terdekat untuk menjemput pelaku,” ungkapnya.

Tidak lama berselang, pihak kepolisian dari polsek Cipayung datang untuk menjeput pelaku. Selanjutnya kasus Curanmor ini ditangani oleh Polsek Cipayung untuk ditindaklanjuti dan diproses lebih lanjut.

Pewarta : Anton/Disp.

Categories
Militer Nasional TNI

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto Terima Brevet Komando Baret Merah

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P menerima penyematan Brevet Komando dari pasukan elite TNI Angkatan Darat, Komando Pasukan Khusus atau Kopassus di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Senin (18/12/2017).

Penyematan dilakukan oleh Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Madsuni dalam suatu upacara militer yang dihadiri dan disaksikan langsung oleh para pimpinan angkatan, pejabat tinggi TNI dan Polri.

Panglima TNI dalam sambutannya mengucapkan terimakasih dan rasa bangganya atas pengangkatan dirinya menjadi warga kehormatan Kopassus.

“Saya merasa bangga dan terhormat menggunakan Baret Merah dan Brevet Kopassus yang merupakan simbol kebanggaan prajurit Kopassus, salah satu pasukan khusus TNI,” ujarnya.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. mengatakan bahwa sejatinya kebanggaan yang utuh adalah memelihara kemampuan, militan dan memiliki daya juang dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh negara.

“Saya mengharapkan para prajurit Kopassus selain memiliki kebanggaan Koprs Baret Merah dengan kualifikasi tinggi, yang paling penting adalah mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Itulah sejatinya kebanggaan yang utuh,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menginggatkan bahwa tantangan tugas ke depan tidak semakin ringan, dimana fenomena ancaman global semakin berubah, prajurit komando agar senantiasa meningkatkan etos kerja.

“Profesional dan modern bisa dicapai apabila didukung dengan kemampuan keterampilan prajurit, soliditas dan solidaritas antar satuan. Komitmen sekecil apapun yang disepakati merupakan kunci bagi keberhasilan tugas,” tuturnya.

“Untuk itu, selaku Panglima TNI, saya akan melengkapi peralatan yang diperlukan satuan Kopassus dalam mendukung tugas operasi, saya juga akan meningkatkan kemampuan prajurit Komando dihadapkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga mampu melaksanakan tugas-tugas yang diberikan negara dengan baik,” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan awak media tentang kesejahteraan prajurit, Panglima TNI menjelaskan bahwa kesejahteraan prajurit akan terus dievaluasi, utamanya terkait tunjangan khusus bagi prajurit yang bertugas di daerah perbatasan dan penyediaan rumah bagi seluruh prajurityang belum memiliki rumah pribadi.

“Kita akan cari formulasi untuk menyediakan perumahan bagi prajurit melalui Tabungan Wajib Perumahan (TWP), sehingga mereka merasa tenang dan nyaman meninggalkan keluarganya saat bertugas ke daerah yang jauh,” ujarnya.

Sementara itu menanggapi pertanyaan wartawan tentang proses penyelesaian kasus Helikopter AW 101, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa TNI pada dasarnya mendukung kebijakan dari pemerintah dalam memberantas korupsi.

“Terkait masalah Heli AW 101, saat ini sudah masuk ke tingkat penyelidikan, kita ikuti mekanisme sehingga sampai pada Pengadilan Militer di Otmil dan semua akan kita kawal sampai keputusan di pengadilan militer,” tutupnya.

Pewarta : Anton/Pusp.

Categories
Keamanan Megapolitan Militer Polhukam Polisi TNI

Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya Tinjau Aksi Bela Palestina 1712 di Monas

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Pangdam Jaya Mayjen TNI Jaswandi dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis meninjau langsung kegiatan Aksi Bela Palestina 1712 di Monas, Jakarta, Minggu (17/12/2017).

Pangdam Jaya saat meninjau unras (unjuk rasa) menggunakan pakaian muslim yang mana sesekali beliau menyapa para peserta aksi dengan penuh sahaja dan keakraban.

Aksi bela Palestina di Silang Monas berlangsung mulai pukul 09.53 WIB terdiri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pimpinan Prof. Dr. KH. Ma’aruf Amin dengan jumlah lebih kurang 7.000 orang. Aksi didahului dengan sholat shubuh berjamaah, dzikir dan doa bersama, dalam rangka Aksi Bela Palestina 1712.

Adapun tuntutan aksi adalah menyikapi pernyataan Presiden AS Donald Trump yg mengklaim Kota Yerusalem sbg Ibukota Israel dan akan memindahkan Kedubes AS dari Tel-Aviv ke Yerusalem.

Elemen yang tergabung dalam unras PBNU, PKS, Muhammadiyah, PP Syarikat Islam, PP Persatuan Tarbiyah Islamiyah, PB Zamiyatul Wasliyah, PB Mathlaul Anwar, GUPPI, PTDI, PP Dewan Masjid Indonesia, PP Al Ittihadiyah, PP DDII, PERSIS, PP AL Irsyad Al Islamiyah, ICMI, PP Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, PP Majelis Dakwa Islamiyah, PARMUSI, PP Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, PP Hidayatullah, PP Nahdlatul Wathan, PP BKPRMI, PP Rabitha Alawiyyin, Al Khaerat, IKADI, LDII, PP Wahdah Islamiyah, FPI, Satkar Utama, MIUMI, IKAPMI.

Tokoh yang hadir dalam aksi bela Palestina di Silang Monas antara lain Ustadz Slamet Ma’arif (Ketua Presidium 212), Habieb Muksin Alatas (Ketua FPI DKI Jakarta), Ustadz M. Zaitun Rasmin (MUI), KH. Jafar Shidik (Waketum FPI), Ustadz Irfan S. Awwas (Ketua Majelis Mujahidin) , M. Kholin Nafis (Komisi Dakwah MUI), Ustadz Rahmat (MUI sulsel), KH. Abdul Rasyid Abdullah Safeii, Ustadz Hasri Harahap (Sekjen Presidium 212), Lukman Hakim (Menteri Agama), Opick (Artis).

Sebelum sholat Zuhur giat aksi selesai dan massa saat ini berangsur-angsur mencair, sesuai dengan harapan Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya selama Aksi Bela Palestina 1712 berjalan tertib, situasi tetap kondusif dan aman.

Pewarta : Anton/ZS/Pen

Categories
Megapolitan Militer TNI

Kasdam Jaya Lepas Gerak Jalan Tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya TA 2017

Koranjurnal.co.id, Cikarang – Upacara penyerahan simbol dan pemberangkatan Peleton Beranting (Tonting) Yudha Wastu Pramuka Jaya TA 2017 dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika dan HUT Infanteri Tahun 2017 secara resmi diberangkatkan. Pelaksanaan pemberangkatan Tonting etape I ini di lapangan Plaza komplek perkantoran Pemda Kab Bekasi Desa Sukamahi Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (16/12/2017).

Bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Kasdam Jaya/Jayakarta Brigjen TNI Herianto Syahputra dan sebagai Komandan Upacara (Danup) Letda Inf Indra Faturusi dari Yonif Mekanis 203/AK.

Dalam amanat Pangdam Jaya/Jayakarta pada upacara tersebut yang dibacakan Kasdam Jaya/Jayakarta Brigjen TNI Herianto menyampaikan, kegiatan gerak jalan Tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya, merupakan momen penting yang setiap tahun rutin dilaksanakan oleh prajurit TNI AD khususnya Kecabangan Infanteri.

Dimana kegiatan tersebut bertujuan untuk memupuk jiwa korsa dan rasa kebanggaan prajurit Infanteri sebagai pasukan terdepan dalam setiap pertempuran serta menanamkan nilai-nilai kejuangan, semangat pantang menyerah dan keteladanan Panglima Besar Jenderal Sudirman kepada prajurit muda TNI AD.

Kasdam Jaya juga menjelaskan dimana hakikat gerak jalan Tonting Yudha Wastu Pramuka Jaya bukan sekedar memberikan kesan peristiwa yang seremonial atau kegiatan penciptaan kebanggaan dalam arti sempit saja.

“Kegiatan ini sebagai upaya untuk menggali nilai-nilai patriotisme guna membangun kekuatan dan semangat bagi prajurit Infanteri dalam melanjutkan tugas pengabdiannya kepada bangsa dan negara Indonesia,“ terangnya.

Selain itu Kasdam Jaya juga menekankan agar segenap prajurit dapat memaknai kegiatan ini secara sungguh-sungguh serta menempuh setiap etape dengan penuh semangat, karena sepanjang rute perjalanan akan dinilai dan dilihat oleh masyarakat.

“Prajurit harus selalu membangun kedekatan dan kebersamaan dengan rakyat melalui berbagai macam kegiatan sebagai perwujudan kemanunggalan TNI-Rakyat,” pungkasnya.

Pewarta : Anton/Pen

Categories
Nasional Olahraga TNI

KSAD Buka Kejurnas Judo Senior dan Rakernas PJSI Tahun 2017

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Mulyono membuka kejuaraan nasional (Kejurnas) Judo Senior di GOR Judo Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (16/12/2017).

Dalam sambutannya, KSAD menyampaikan bahwa Kejurnas Judo Senior 2017 terselenggara berkat dedikasi yang tinggi dari panitia pelaksana dengan tujuan sebagai ajang pemantauan bakat atlet menuju Asean Games 2018 di Jakarta, Sea Games 2019 di Filipina serta sebagai ajang pengumpulan poin menuju PON 2020 di Papua serta sebagai ajang pembinaan yang berkesinambungan.

Kejurnas Judo Senior adalah merupakan program kegiatan Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB-PJSl) tahun 2017. Pelaksanaan Kejurnas dimulai tanggal 16 sampai dengan 18 Desember 2017 dan diikuti oleh 345 orang peserta terdiri dari 200 orang atlet, 29 orang wasit, 40 orang official dan 76 orang panitia.

“Kejurnas Judo Senior 2017 yang digelar selama 3 hari di GOR Judo Kepala Gading Jakarta ini akan mempertandingkan 16 kelas perorangan putra-putri serta kategori sata putra-putri, dimana pertandingan akan dilaksanakan sesuai dengan peraturan IJF (International Judo Federation) terbaru,” kata KSAD.

Tujuan digelar Kejurnas Judo Senior agar pembinaan dapat terus berkesinambungan dan untuk meningkatkan teknik, fisik dan mental para Pejudo, sekaligus menyiapkan kader Pejudo Indonesia agar siap terjun pada event nasional maupun internasional.

“Bagi peserta kejuaraan ini adalah sebagai ajang tolok ukur pembinaan yang telah dilaksanakan di daerah selama ini. Untuk itu kepada para penjudo yang mengikuti Kejurnas Judo Senior tahun 2017 ini, gunakan dan manfaatkan event ini dengan sebaik-baiknya. Hadirkan diri kalian sebagai atlet-atlet unggulan yang siap mengukir prestasi pada event kejuaraan ini dan masa yang akan datang,” kata KSAD.

Selaku Ketua Umum PJSI, KSAD Jenderal TNI Mulyono menegaskan juga, agar para peserta pejudo dapat bertanding dengan  sportivitas yang tinggi.

“Bertandinglah secara sportif, ksatria dan hindari terjadinya kesalahpahaman yang dapat merusak nama baik dan citra organisasi dimana kalian diwadahi. Patuhi semua ketentuan dan aturan yang sudah disepakati sebelumnya. Biasakan tampil sebagai pejudo yang cerdas serta memiliki sportivitas yang tinggi yaitu penjudo yang berani menerima kemenangan sekaligus juga siap menerima kekalahan,” tegas KSAD.

Bersamaan dengan pelaksanaan Kejurnas Judo Senior 2017, juga digelar rapat kerja nasional (Rakernas) PJSl tahun 2017 yang akan berlangsung pada tanggal 16 dan 17 Desember 2017 di Hotel Sunlike Sunter.

Rakernas akan dihadiri 19 Pengprov PJSl dari 33 Pengprov PJSI yang ada di lndonesia, dengan jumlah 66 orang peserta terdiri dari 38 orang Pengprov, 10 orang pengurus PB PJSl dan 18 orang Panitia.

“Berkenan dengan Kejurnas Judo Senior dan Rakernas PJSI, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada pihak-pihak yang mendukung kegiatan ini serta kepada panitia pelaksana yang telah mempersiapkan kegiatan ini. Semoga kegiatan kejurnas dan rakernas PJSI 2017 dapat berjalan dengan lancar dan mampu melahirkan pejudo-pejudo yang handal,” jelas Jenderal TNI Mulyono.

Usai memberikan sambutan, KSAD menyalami para peserta Kejuaraan Judo Senior 2017 yang diikuti dari 18 provinsi di Indonesia.

Pewarta : Anton 

Categories
Keamanan Megapolitan TNI

Jelang Natal dan Tahun Baru 2018, Kapendam Jaya: Kodam Siap Bantu Polri dan Pemprov Amankan Situasi Ibukota

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Jelang Perayaan Natal Tahun 2017 dan malam pergantian tahun (Tahun Baru 2018), Kodam Jaya/Jayakarta, siap membantu Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya, dalam memberikan jaminan rasa aman, tentram dan ketertiban masyarakat Ibu Kota khususnya, serta masyarakat di wilayah yang termasuk dalam wilayah Kodam Jaya/Jayakarta.

“Pada prinsipnya, Kodam Jaya selalu siap membantu Pemerintah Daerah dan Polri, dalam hal ini Polda Metro Jaya, dalam mengamankan Ibu Kota, setiap saat, kapan pun. Termasuk jelang Natal 2017 dan malam tahun baru nanti,” ujar Kapendam Jaya Letkol Inf. Kristomei Sianturi di Jakarta, Kamis (14/12/2017).

Lebih jauh mantan Dandim 0424/Tanggamus, Lampung ini menerangkan, Kodam Jaya/Jayakarta selalu memiliki pasukan yang stanby (siaga), siap membantu dan siap digerakkan kapanpun dibutuhkan untuk perbantuan.

“Yang namanya membantu itu, kita sudah harus lebih siap, lebih dahulu. Jadi kita siap membantu pemerintah daerah dan kepolisian kapan pun,” tandasnya.

Selain itu, lanjut mantan Danyonif Para Raider 305/Tengkorak, Kostrad ini, persiapan yang dilakukan oleh Kodam Jaya/Jayakarta, juga didukung dengan kerja dan pelaksanaan tugas pokok satuan-satuan wilayah seperti Korem, Kodim dan Koramil.

“Termasuk di dalamnya temu cepat, lapor cepat, cegah dini. Jadi, di tingkat Kodam kita lakukan kesiapan, sementara satuan di wilayah melakukan antisipasi. Tinggal disesuaikan dan menunggu permintaan, kita siap,” tegasnya.

Arbituren Akmil 1997 ini menambahkan, untuk masyarakat di Ibukota, jaga selalu kondusifitas, jangan mudah terpancing isu, hoax yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.

“Ini yang harus diwaspadai dan disadari bersama. Amati setiap ada pemberitaan, cermati benar atau tidak. Jaga selalu persatuan dalam kerangka Kebhinnekaan,” pungkasnya.

Pewarta : Anton/Pen.

Categories
Daerah Nasional TNI

Hari Juang Kartika ke-72, KSAD: Indonesia Macan Asia Bahkan Dunia, Bukanlah Mimpi

Koranjurnal.co.id, Pekanbaru – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono meyakini bahwa cita-cita menjadikan Indonesia sebagai “Macan” Asia bahkan Dunia, bukan sekedar mimpi melainkan bisa diwujudkan jadi nyata.

Hal ini disampaikan KSAD dalam amanatnya kala menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada upacara peringatan hari jadi TNI AD atau yang lebih dikenal dengan sebutan Hari Juang Kartika (HJK) ke-72 Tahun 2017, yang secara terpusat digelar di Stadion Kaharudin Nasution Rumbai, Pekanbaru, Provinsi Riau (15/12).

Dalam amanatnya, KSAD menghimbau agar momentum HJK kali ini digunakan oleh seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama menggali kembali nilai-nilai luhur budaya bangsa yang selama ini menjadi kekuatan bangsa Indonesia dalam menjaga kemerdekaannya. “Nilai-nilai luhur yang secara pribadi saya menyebutnya sebagai Imunitas Bangsa, yaitu suatu kekebalan yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia dalam mempertahankan keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yakni menghargai perbedaan, semangat untuk bersatu, pantang menyerah dan rela berkorban, patriotisme dan percaya diri, kebersamaan dan gotong royong,” ungkap KSAD.

Jenderal TNI Mulyono juga mengungkapkan bahwa secara internal, TNI AD terus berupaya meningkatkan kemampuan prajuritnya sehingga menjadi prajurit yang unggul dan profesional. Diantaranya melalui proses rekrutmen, pendidikan dan pelatihan serta penugasan yang baik. Saat ini, komitmen tersebut telah mengantarkan TNI pada peringkat ke-14 dunia dan peringkat pertama di Asia Tenggara dalam daftar kekuatan tempur dunia yang dikeluarkan oleh Global Fire Power (GFP) 2017. Hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan kekuatan pertahanan negara yang dilakukan oleh pemerintah telah mendorong TNI sebagai kekuatan yang diperhitungkan dunia.

“Hal ini sejalan dengan visi Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto untuk mewujudkan TNI yang profesional dan modern serta memiliki kemampuan proyeksi regional serta komitmen global. Dengan didukung komitmen yang kuat antara TNI, pemerintah, rakyat dan komponen Bangsa lainnya, maka cita-cita menjadikan Indonesia sebagai “Macan” Asia bahkan Dunia, yang disegani kawan dan ditakuti lawan, bukanlah mimpi belaka,” tegas KSAD.

Hari Juang Kartika merupakan peringatan peristiwa bersejarah perjuangan para pendahulu TNI Angkatan Darat bersama rakyat, melawan musuh yang ingin menjajah kembali Indonesia di kota Ambarawa pada tanggal 15 Desember 1945 (72 tahun silam). Momentum itulah yang kemudian diperingati Angkatan Darat setiap tahunnya sebagai cikal bakal dari lahirnya TNI Angkatan Darat.

Upacara HJK 2017 terpusat di Pekanbaru diikuti oleh jajaran TNI AD, Forkopimda Provinsi Riau dan masyarakat umum serta dihadiri Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman. Adapun tema yang diangkat tahun ini yaitu “Manunggal Dengan Rakyat, TNI AD Kuat”. Tema tersebut mengandung simbol kemanunggalan TNI dan rakyat Indonesia yang semakin tidak terpisahkan pada peristiwa Palagan Ambarawa.

Dari tema tersebut, diharapkan hubungan antara TNI AD dan rakyat bukanlah sebatas hubungan profesionalitas belaka namun lebih dari itu. TNI AD yang dilahirkan dari rakyat akan senantiasa membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat, dan sebaliknya, rakyat adalah pendukung dan penguat perjuangan TNI AD dalam setiap tugas yang diemban.

Tahun ini, peringatan HJK secara nasional dipusatkan di Korem 031/Wira Bima, Kodam I/Bukit Barisan dengan melibatkan masyarakat umum untuk berpartisipasi mengikuti upacara. Usai upacara, TNI AD juga menggelar rangkaian kegiatan seperti pertunjukan drama kolosal oleh gabungan para pelajar Riau dan prajurit TNI AD yang menceritakan perjuangan Pahlawan Tuanku Tambusai dalam perjuangannya melawan belanda di Rukan Hulu, Riau pada abad ke 19.

Selain itu, beberapa atraksi seperti aksi terjun bebas (Free Fall) 72 prajurit peterjun yang berasal dari Kopassus dan Kostrad serta demonstrasi beladiri Yong Modoo yang diperagakan para prajurit TNI AD dari berbagai satuan, juga turut menyemarakkan acara peringatan HJK 2017. Setelah atraksi, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial seperti donor darah, khitanan massal, operasi katarak, pengobatan massal dan pemberian santunan kepada warakawuri (istri dari prajurit yang telah meninggal dunia), para veteran dan pejuang, kemudian ditutup dengan acara syukuran dan hiburan rakyat.

Selain terpusat, peringatan HJK 2017 juga diselenggarakan secara tersebar dan serentak di seluruh wilayah Indonesia. Disamping kegiatan upacara, masing-masing satuan TNI AD di wilayah melaksanakan kegiatan syukuran, ziarah, doa bersama, karya bakti dan lomba lari 10 kilometer yang dilaksanakan secara serentak dengan melibatkan 67.328 orang dari berbagai kalangan.

Kegiatan bakti sosial juga demikian, dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia dengan total pembagian Sembako sejumlah 27.152 paket, santunan kepada 2.976 orang Veteran dan Warakawuri, donor darah sejumlah 20.460 orang, khitanan massal sejumlah 2.486 orang, operasi bibir sumbing sejumlah 247 orang, operasi katarak sejumlah 2.668 orang dan pengobatan massal sejumlah 19.262 orang.

Pewarta : Anton/Disp.

Categories
Daerah Militer Polisi Ragam TNI

Drama Kolosal dan Yong Moodo Meriahkan Hari Juang Kartika di Korem 142 Mamuju 

Koranjurnal.co.id, Mamuju – Tepat 72 tahun yang lalu, para pendahulu kita telah menorehkan catatan yang sangat penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia yaitu peristiwa yang dikenal sebagai palagan ambarawa meski dengan senjata dan perlengkapan yang sangat sederhana, Tentara Keamanan Rakyat (TKR) merupakan cikal bakal TNI bersama rakyat memenangkan pertempuran secara gemilang.

Palagan ambarawa adalah simbol kemanunggalan TNI AD dan rakyat Indonesia. Hubungan antara TNI AD dan rakyat bukanlah sebatas hubungan profesionalitas belaka, namun lebih dari itu TNI AD memiliki hubungan biologis dengan rakyat Indonesia karena di lahirkan dari rakyat sehingga membela dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

Dalam rangka mengenang kembali nilai nilai Kejuangan Palagan Ambarawa, bertempat di Makorem 142/Tatag Kel. Rangas, Kec. Simbol, Kab. Mamuju di gelar upacara Hari Juang Kartika 2017, dengan inspektur upacara Danrem 142/Tatag Kolonel Inf. Taufiq Shobri. Tema Hari Juang kali ini (2017) adalah “Manunggal Dengan Rakyat, TNI AD Kuat”.

Nampak hadir dalam kegiatan itu, Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Hj. Ny. Enny Anggraeni, Kapolda Sulbar Brigjen Pol. Drs. Baharuddin Jaffar, Bupati Mamuju H. Wahid Habsi, Danlanal Mamuju, mewakili Bupati Mateng, Kepala SKPD, Veteran, FKPPI.

Dalam sambutan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono yang dibacakan oleh Inspektur Upacara menyampaikan bahwa upacara dilaksanakan secara terpusat maupun tersebar secara sederhana. Disamping itu berbagai kegiatan dilaksanakan dalam menyambut Hari Juang Kartika 2017 seperti acara syukuran, ziarah, lomba lari 10 K, bhakti sosial, karya bhakti.

“Prestasi yang di raih TNI AD ditingkat Internasional baik dalam penugasan maupun dalam pertandingan militer serta keberhasilan dalam penanggulangan teroris maupun kelompok kriminal separatis bersenjata. Wujud keberhasilan pembangunan kekuatan pertahanan Negara,” tegas KSAD.

Selaras dengan Visi Nawacita Presiden Joko Widodo, bahwa TNI AD berkomitmen untuk membantu tugas tugas pemerintah serta meringankan kesulitan rakyat yang dilaksanakan melalui Operasi Militer Selain perang (OMSP).

Danrem dalam kesempatan tersebut juga Menyampaikan ucapan terimakasih pada semua pihak yang telah berkenaan hadir dalam upacara Hari Juang Kartika 2017 yang di gelar di Makorem, dalam membangun sinergitas semua komponen masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Barat mengucapkan terimakasih karena selama ini keberadaan Korem 142 mampu membantu pemprov dalam meningkatkan infrastruktur dan percepatan pembangunan terutama pertanian, sehingga sinergitas tetap dipertahankan.

“Selamat Hari Juang Kartika, Sinergitas Antara Korem 142 dengan jajaran Polda selama ini sudah berjalan sangat baik terutama dalam pelaksanaan tugas-tugas di lapangan,” ucap Kapolda dalam sambutannya.

Usai upacara HJK, kegiatan di meriahkan dengan aksi drama kolosal dengan mengambil judul kisah perjuangan I Callo amana I wewwang di tanah mandar dari siswa SLTA Polman serta aksi Demonstrasi Beladiri Yong Moodo Prajurit Yonif 721/Mks.

Tamu undangan Wagub dan Kapolda didampingi Danrem juga berkesempatan meninjau pelaksanaan Bhakti sosial (sunatan massal, pengobatan serta donor darah) yang di ikuti ratusan warga, Pemotongan tumpeng, pemberian bingkisan pada para veteran serta penyerahan Kunci bedah rumah pada bapak Andi Baso Maksum.

Pewarta : Anton/Pen