Categories
Nasional

L’Oréal Professionnel Buka Kelas Industri Tata Rambut  di Sembilan SMK di Indonesia

Realisasi Program Hairducation untuk Dukung Gebrakan Revitalisasi SMK  dalam Bidang Kecantikan Rambut

 

Jakarta, 28 Agustus 2018 – L’Oréal Professionnel (LP) membuka kelas industri kecantikan rambut di sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia sebagai bentuk realisasi dari Program Hairducation yang ditujukan untuk mendukung gerakan Revitalisasi SMK dalam bidang kecantikan rambut. Sembilan SMK pertama yang terpilih mewakili SMK di kota-kota besar di Indonesia yaitu SMKN 3 Tangerang, SMKN 6 Surabaya, SMKN 3 Malang, SMKN 6 Semarang, SMKN 4 Surakarta, SMKN 3 Denpasar, SMKN 10 Medan, SMKN 8 Makassar & SMKN 3 Manado. Kelas tata rambut LP secara serentak akan dimulai pada bulan Agustus 2018

“Pelaksanaan kelas tata rambut di SMK merupakan realisasi dari program kami yaitu Hairducation. Program ini merupakan kolaborasi antara brand kami dengan Direktorat Pembinaan SMK, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta SMK yang memiliki jurusan kecantikan khususnya kecantikan rambut. Program ini kami tujukan untuk mendukung revitalisasi SMK serta mendukung penyediaan tenaga kerja bagi industri tata rambut di Indonesia”, terang Michael Justisoesetya, General Manager Professional Products Division L’Oréal Indonesia

(ki-ka) : Queentia Tampubolon (Education & Development General Manager PPD L’Oréal Indonesia); Indra Tanudarma (Head of Education L’Oréal Professionnel); Michael Justisoesetya (General Manager PPD L’Oréal Indonesia), Dr. Ir. M. Bakrun, M.M ( Direktur Pembinaan SMK, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan); Saryadi, M.B.A (Kasubdit Penyelarasan Kejuruan & Kerjasama Industri, Direktorat Pembinaan SMK, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan); Satria Bakti; Muthia Pratiwy (PR Manager PPD L’Oréal Indonesia)

Dalam rangka mempersiapkan penyelenggaraan kelas industri tersebut, LP melakukan dua tahap persiapan yaitu penyelarasan kurikulum dengan sembilan SMK terpilih serta memberikan pelatihan intensif untuk para guru kecantikan rambut. Penyelarasan kurikulum dilakukan bersama dengan pihak sekolah dimana isi mata pelajaran yang diselaraskan di antaranya adalah pewarnaan rambut, pelurusan rambut, pengeritingan rambut, penataan rambut serta perawatan rambut. Modul edukasi LP akan dimasukkan ke dalam modul pembelajaran di sekolah mulai pada tahun ajaran baru 2018-2019. Sedangkan pelatihan intensif merupakan pelatihan satu bulan untuk guru-guru kecantikan rambut yang dilakukan di L’Oréal Academy Jakarta dengan proporsi isi pembelajaran yaitu 70% praktek dan 30% teori.

“Kerjasama yang kami lakukan dengan sekolah tidak hanya sebatas memberikan pelatihan tapi juga melakukan penyelarasan kurikulum dengan standar industri tata rambut saat ini. Para guru juga kami berikan pelatihan setiap 3 bulan agar mereka dapat terus mengembangkan kompetensi serta semakin percaya diri dalam membawakan modul-modul edukasi kami. Selain itu, penempatan magang untuk para siswa nantinya juga akan kami bantu bersama dengan partner-partner salon kami di wilayah masingmasing”, terang Queentia Tampubolon, Education & Development General Manager Professional Products Division L’Oréal Indonesia

Kelas industri tata rambut LP akan dilaksanakan selama 5 hari setiap bulan dan akan diajarkan oleh guru kecantikan rambut bersama dengan edukator LP. Selama setahun ke depan, edukator LP di setiap kota akan melakukan pendampingan yang bertujuan untuk membantu para guru untuk dapat menyampaikan materimateri LP dengan baik. Sebagai pendukung, setiap dua bulan sekali, LP akan mengundang hairdresser ambassador-nya untuk memberikan kelas-kelas inspiratif untuk siswa-siswa jurusan kecantikan rambut di setiap SMK.

Direktur Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Dr. Ir. M. Bakrun, MM, menyatakan “Kelas Industri L’Oreal di SMK adalah salah satu bukti bahwa SMK mampu mengikuti perkembangan serta perubahan di industri, dan ini merupakan salah satu bentuk best practices bagaimana link&match dapat diwujudkan di SMK. Saya berharap program ini bisa diperluas skalanya dan perkenankan saya mengajak dunia usaha/dunia industri yang lain untuk ikut hadir di SMK sebagaimana yang telah dilakukan oleh L’Oréal Professionnel, guna menghasilkan generasi kompeten yang menopang pembangunan nasional.”

“Program ini merupakan program pertama yang kami jalankan. Tahun ini kami bekerjasama dengan sembilan sekolah, menyelenggarakan kurang lebih 18 kelas dengan jangkauan jumlah siswa sampai dengan lebih dari 500 siswa. Ke depannya, kami berharap bahwa program ini dapat berjalan dengan baik dan kami bisa menambah jumlah sekolah dan lulusan yang dapat mengisi ribuan lapangan pekerjaan yang tersedia di industri tata rambut Indonesia. With better education, we create the best talent for the hairdressing industry”, tutup Michael Justisoesetya.

Categories
Nasional TNI

TNI Kirim Bantuan Alat Berat ke Lokasi Dampak Gempa Lombok

Koranjurnal.co.id,Jakarta – KRI Banjarmasin 592 milik TNI Angkatan Laut mengangkut berbagai jenis alat-alat berat TNI untuk mempercepat proses pembersihan puing-puing bangunan yang roboh, diantaranya adalah rumah-rumah penduduk, ibadah dan fasilitas umum lainnya yang rusak akibat terkena dampak gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Pengiriman alat berat Zeni TNI ke Lombok menggunakan KRI Banjarmasin-592 dari Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (27/08/2018).

Lebih lanjut Kapuspen TNI menyampaikan bahwa pengiriman berbagai jenis alat berat sesuai perintah Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat melakukan peninjauan langsung ke beberapa wilayah di Lombok.

“Kendala utama di lapangan adalah kurangnya alat berat, sehingga diharapkan dengan adanya penambahan alat berat proses pembersihan puing-puing tersebut dapat diselesaikan sesuai target yaitu satu bulan,” kata Panglima TNI.

“Berbagai alat berat Zeni TNI yang diangkut terdiri dari 6 unit Eskavator,  18 Dump Truck, 5 unit NPS, 2 unit Truk Tangki Air, 3 unit Mobil Patroli, 1 unit Mobil Panther dan 3 unit Motor Trail,” ujar Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah.

Ditambahkan oleh Kapuspen TNI bahwa selain mengangkut sejumlah alat berat, TNI juga mengirimkan 275 personel yang terdiri dari 175 personel Resimen Zeni Tempur (Menzipur) 9 Divisi-1/Kostrad Bandung dibawah pimpinan Letkol Czi Ferry Kriswardana dan 100 personel Resimen Zeni Konstruksi (Menzikon) 11 Kodam Jaya dibawah pimpinan Lettu Czi Bayu.

“Dengan dikerahkannya kekuatan Zeni tersebut, diharapkan dapat memper0plcepat proses pembersihan puing-puing reruntuhan dan pemulihan bangunan akibat gempa, sehingga masyarakat korban gempa dapat kembali ke kediamannnya masing-masing,” kata Kapuspen TNI.(red/Pusp)

Categories
Militer Nasional TNI

Panglima TNI dan Kapolri Kunjungan Kerja ke Lombok NTB

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dan  Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian. Ph.D., melaksanakan kunjungan kerja dalam rangka meninjau lokasi dan korban gempa bumi yang terjadi beberapa waktu di wilayah Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dengan menggunakan Pesawat Boeing 737 VIP TNI AU dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian beserta rombongan tiba di Bandara Internasional Lombok, Kamis (23/08/2018).

Kedatangan Panglima TNI dan Kapolri disambut oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Achmad Juri, S.H., M.Hum, Danrem 162/Wira Bhakti selaku Komandan Penanganan Darurat Bencana (PDB) Gempa Lombok Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, Danlanal Mataram Kolonel Laut (P) Ludi Muharjo, Danlanud Rembiga  NTB Kolonel Pnb Dodi Fernando, S.E., MSoc.Sc. serta Sekda NTB Ir. H. Rosiady Husaenie Suyati, M.Sc., Ph.D.,

Turut serta dalam kunjungan tersebut, diantaranya Asops Panglima TNI Mayjen TNI Lodewyk Pusung, Aslog Panglima TNI Laksda TNI Ir. Bambang Nariyono, M.M., Aslog Kapolri Irjen Pol Asep Suhendar, Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba, MARS,Pati Sahli Tk. III Bid. Komsos Panglima TNI Mayjen TNI Madsuni, S.E., Komandan Korps Brimob Irjen Pol Rudi Sufahriadi dan Waaster Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Purnomo.(tonmp/Pusp)

Categories
Hukum Kriminalitas Nasional

TNI AL, BNN dan Bea Cukai Berhasil Tangkap Penyelundupan Narkoba 105 Kg Shabu Dan 30.000 Butir Ekstasi

Koranjurnal.co.id, Sumut – Komandan Lantamal I Laksmana Pertama TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si., mendampingi Asisten Pengamanan Kasal Laksamana Muda TNI Supriatno Irawan, S.E., dan Kepala Dinas Pengamanan TNI AL Laksamana Pertama TNI Angkasa Dipua, S.E.,M.M., menghadiri konferensi pers Penangkapan Pelaku Penyelundupan Narkotika Jenis Methamphetamine, Sabu seberat 105 Kg dan Pil Ekstasi sebanyak 30.000 butir, bertempat di Dermaga Kantor Bea Cukai Belawan, Sumatera Utara, Selasa kemarin (21/08/2018).

Konferensi pers disampaikan oleh Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen (PoL) Drs. Arman Depari dan disaksikan puluhan awak media. Dijelaskan pula bahwa penangkapan ini merupakan bentuk keberhasilan sinergitas antara TNI AL, BNN dan Bea Cukai dalam melaksanakan pemberantasan peredaran Narkotika di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama Aspam Kasal menyampaikan penjelasan bahwa beliau turut bersyukur bahwa Sinergitas TNI AL, BNN dan Bea Cukai mendapatkan keberhasilan yang menggembirakan dengan Penangkapan Peyelundupan Narkotika tersebut. Dan hal ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan dalam pemberantasan tindak pidana di laut.

Lebih Jauh Deputi Bidang Penindakan BNN pemaparkan kronologis penangkapan yang merupakan hasil dari pengembangan penangkapan penyelundupan Shabu di Riau pada tanggal 04 Agustus 2018 di Desa Bangko Bakti Kec. Bangko Pusako Kab. Rokan Hilir Prov. Riau. Dan akhirnya telah tertangkap tangan 4 (empat) orang laki-laki masing-masing atas nama Juliar Mansyah Als Abi (52 Tahun), Siswanto Als Siswanto (39 Tahun), Ricky Salahuddin Als Riki (25 Tahun) dan Darma Putra Als Kapten Kapal (44 Tahun), yang sedang membawa barang Narkotika jenis Methampetamina (Shabu) sebanyak 30 (tiga puluh) bungkus atau seberat brutto ±. 31.459,79 (tiga puluh satu ribu empat ratus lima puluh sembilan koma tujuh puluh sembilan) Gram dari Malaysia.

Selanjutnya melakukan pengembangan pada tanggal 19 Agustus 2018 berhasil menangkap 1 (satu) Unit kapal motor RENI 2 di periaran Aceh Timur Tamiang yang membawa Narkotika jenis Methampetamina (Shabu) sebanyak 70 (tujuh puluh) bungkus atau seberat ± 73.505,55 (tujuh puluh tiga ribu lima ratus lima koma lima puluh lima) Gram dan 30.000 (tiga puluh ribu) butir Ekstasi dari Malaysia dan berhasil menangkap 4 (empat) orang ABK masing-masing atas nama Ibrahim Ahmad, Abdul Rahman, Amat dan Joko Susilo.

Selanjutnya melakukan pengembangan dan berhasil menangkap 3 (tiga) orang tersangka masing-masing atas nama Ibrahim Bin Hasan Als Hongkong (anggota DPRD Kab. Langkat) sebagai pemilik barang, Ibrahim Als Jampok sebagai kurir darat dan Rinaldi Nasution Als Naldi sebagai pemilik kapal dan koordinator ABK.

Dari Hasil Penangkapan ini barang bukti yang berhasil disita berupa Narkotika jenis Methampetamina (Shabu) seberat 104.965,34 Gram, Narkotika jenis MDMA (Ekstasi) sebanyak 30.000 butir, 1 (satu) unit Kapal Motor RENI 2, 11 (sebelas) buah Handphone Seluler, 1 (satu) buah Handphone Satelit, 1 (satu) unit Mobil Toyota Fortuner No. Pol. BK 5 IH, Identitas para tersangka.

Dijelaskan juga Para Tersangka Terancam Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal Pidana Mati.

Hadir dalam pelaksanaan kegiatan Press Conference tersebut Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Kakanwil Bea Cukai Medan, Asintel Danlantamal I, Asops Danlantamal I, Ka BNN Sumut Denpomal Lantamal I, Dantim Intel Lantamal I, Kapolres Pelabuhan Belawan dan Para Awak Media baik cetak maupun elektronik.(red/Disp)

Categories
Nasional Ragam

Presiden Jokowi: Keberanian dan Semangat Juang Joni Patut Jadi Contoh

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Yohanes Ande Kala, atau yang biasa disapa dengan panggilan Joni, akhirnya bisa bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Kisah Joni menjadi viral setelah video dirinya beredar luas di media sosial maupun pemberitaan. Demi memperbaiki tali di tiang bendera yang cukup tinggi dalam sebuah upacara bendera, seorang diri ia memanjat tiang berukuran kecil tersebut dan memperbaikinya.

“Saya lihat di videonya itu terus terang terkaget-kaget. Joni ini kan naik, tiangnya kan kecil banget. Yang dinaiki itu bukan tiang yang pendek, tiangnya tinggi sekali. Saya cek tinggi sekali kurang lebih 20 meter,” kata Presiden saat acara silaturahmi dengan para teladan nasional di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/08/2018).

Meski mengingatkan Joni bahwa aksinya itu cukup membahayakan dirinya, Presiden Jokowi penasaran dengan aksi Joni itu.

“Terus terang waktu melihat itu saya khawatir dan cemas. Gimana? Kok enggak takut menaiki tiang yang kecil dan katanya itu pas kamu sakit perut?” tanya Presiden.

Siswa SMP di Desa Silawan, Nusa Tenggara Timur, NTT tersebut kemudian memulai kisahnya. Mulanya, Joni mengaku merasakan sakit di perutnya saat upacara berlangsung dan diminta beristirahat di ruang UKS.

“Yang pertama aku sakit perut. Terus dipanggil Ibu disuruh masuk ke ruangan UKS,” kata Joni.

Selang berapa lama, Joni mendengar Wakil Bupati Belu menanyakan apakah ada yang bisa memanjat bendera untuk memperbaiki tali yang tersangkut. Saat itulah Joni langsung melepas sepatunya, berlari kembali ke lapangan, dan langsung memanjat tiang bendera.

“Langsung memanjat, tidak ngomong dulu?” kata Jokowi.

“Enggak,” jawab Joni.

Kepala Negara yang melihat aksi Joni dari video yang beredar itu kemudian bertanya kepada Joni mengapa ketika sudah mencapai setengah tiang bendera Joni sempat berhenti sejenak.

“Saya lihat baru setengah kelihatannya sudah ngos-ngosan. Kenapa berhenti?” ucapnya.

“Capek,” polos Joni yang langsung disambut tawa seisi ruangan.

Dialog kemudian berlanjut hingga Presiden bertanya kepada Joni soal apa yang dilakukan olehnya saat sampai di puncak tiang bendera.

“Tarik tali bendera dibawa turun dengan digigit,” kata Joni.

Di akhir dialog, Presiden kemudian meminta Joni untuk menyebutkan permintaannya. Mulanya, Joni hanya meminta sepeda kepada Presiden.

“Kamu jauh-jauh dari Belu ke Jakarta hanya minta sepeda. Mau minta apa?” tanya Presiden lagi.

Barulah ketika ditanyakan untuk yang kedua kalinya, Joni meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk dibuatkan rumah.

“Nah gitu. Udah gitu aja, sepeda sama rumah. Saya titip ya, belajar yang baik, bekerja keras, tinggal bisa meraih cita-cita,” ucap Presiden.

Kepala Negara kemudian mengingatkan kepada para teladan nasional bahwa apa yang dilakukan oleh Joni sebenarnya sangat berbahaya. Namun, semangat juang yang dimiliki oleh Joni itulah yang patut dicontoh oleh semua orang.

“Sebenarnya yang dilakukan Joni adalah sesuatu yang membahayakan dan harus diingatkan. Tapi itulah saya kira keberanian dan pengorbanan tanpa pamrih yang saya kemarin baca wawancaranya dengan Joni memang ingin agar Merah Putih terus berkibar di Kabupaten Belu,” tuturnya.

Sebagai hadiah khusus untuk Joni, Presiden kemudian meminta Menteri Sekretaris Negara Pratikno, yang hadir dalam acara itu untuk mengajak Joni berkeliling ke wahana hiburan Dunia Fantasi dan Taman Mini Indonesia Indah.

“Mumpung sudah di Jakarta, Pak Mensesneg, diajak lihat Dunia Fantasi sama Taman Mini. Masih anak-anak, jangan dibawa ke yang sulit-sulit,” ucapnya.

Sementara itu sesaat sebelum meninggalkan Istana Negara, Presiden mengatakan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla bahwa kaki Joni terasa sakit saat memanjat tiang bendera. “Tidak terasa sakit lagi?” tanya Wapres. “Tidak,” jawab Joni.(ton/DBPers)

Categories
Militer Nasional

Kapolri Lantik 6 Jabatan Kapolda dan Kadiv Propam Polri

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Kapolri Jenderal Pol. Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D lantik dan sekaligus memimpin serah terima jabatan (Sertijab) enam Kapolda dan Kadivpropam Polri.

Pergantian jabatan tersebut, berdasarkan Telegram rahasia (TR) nomer ST/2015/VIII/KEP/2018 dan ST/2014/VIII/KEP/2018 Tertanggal 13 Agustus 2018. TR tersebut berisi pergantian enam Kapolda yaitu Kapolda Papua, Kapolda Banten, Kapolda Lampung, Kapolda Kepri, Kapolda Riau, Kapolda Sumatera Utara, serta Kadiv Propam.

Dalam prosesi pelantikan pejabat baru itu, Kapolri Jenderal Pol. Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D dihadapan para pejabat baru membacakan sumpah jabatan seraya diikuti oleh 6 Kapolda dan Kadiv Propam. Kapolri juga menyaksikan penandatanganan pakta integritas oleh pejabat lama dan pejabat baru.

Dalam amanatnya, Kapolri meminta para Kapolda dan Kadiv Propam menjalankan tugas kedinasan dengan penuh tanggung jawab. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang Rupatama Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin, (20/08/2018).

“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya selaku pejabat Kepolisian Republik Indonesia akan setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap para pejabat Polri yang baru seraya menirukan pembacaan sumpah jabatan tersebut.

Enam Kapolda yang menjalani sertijab adalah Irjen. Pol. Drs. Boy Rafli Amar, M.H. digantikan Irjen. Pol. Drs. Martuani Sormin Siregar, M.Si yang semula menjabat Kadivpropam Polri. Irjen. Pol. Drs. Boy Rafli Amar, M.H. kini diangkat sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri.

Jabatan Irjen. Pol. Drs. Martuani Sormin Siregar, M.Si digantikan oleh Brigjen. Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si yang semula menjabat Kapolda Banten. Kapolda Banten selanjutnya dijabat Brigjen. Pol. Teddy Minahasa Putra, S.H., S.I.K. Brigjen. Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si kini diangkat sebagai Kepala Divisi Propam Polri.

Kapolda Sumatra Utara yang sebelumnya dijabat oleh Irjen. Pol. Drs. Paulus Waterpauw ditugaskan di Lemhanas. Kapolda Sumatra Utara kini dijabat oleh Brigjen Pol. Drs. Agus Andrianto SH. Kapolda Riau yang sebelumnya dijabat oleh Irjen. Pol. Drs. Nandang, M.H kini dijabat oleh Drs. Widodo Eko Prihastopo, M.M

Kapolda Lampung yang sebelumnya dijabat oleh Irjen. Pol. Drs. Suntana, M.Si kini digantikan Brigjen. Pol. Drs. Purwadi Arianto, M.Si. Kapolda Kepri yang sebelumnya dijabat oleh Irjen. Pol. Drs. H. Didid Widjanardi, S.H kini dijabat oleh Irjen. Pol. Andap Budhi Revianto, S.I.K. Irjen. Pol. Drs. Suntana, M.Si kini menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri.

Turut hadir sejumlah pejabat Polri dan menyaksikan prosesi itu diantaranya, Wakil Kapolri yang baru Komjen. Pol. Drs. H. Ari Dono Sukmanto, S.H., M.Si, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Informasi Birokrasi (Menteri PAN-RB) Syafruddin.(red)

Categories
Nasional Ragam TNI

Panglima TNI Serahkan Bea Siswa kepada Joni Pemanjat Tiang Bendera

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menyerahkan bea siswa dalam bentuk tabungan 1 juta rupiah perbulan hingga lulus SMA kepada Johannes Adekalla (Joni) siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Silawan, Atambua, yang memanjat tiang bendera saat Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-73 tahun 2018 di Belu Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyerahan bea siswa dilaksanakan di ruang tamu Panglima TNI Subden Mabes TNI Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (20/08/2018).

Panglima TNI pada kesempatan tersebut berpesan agar Joni mempunyai semangat yang tinggi dan tekat baja serta rendah hati untuk mewujudkan cita-citanya menjadi tentara.

“Kalau kesehatan bagus, jasmani bagus, akademik bagus dan psikologi bagus bisa masuk Akademi Militer, menjadi Letnan Dua,” ungkapnya.

“Untuk itu, saya minta orang tua turut mengawasi dan juga saya perintahkan kepada Dandim 1605 Belu untuk memonitor, membimbing fisik dan kesehatan Joni agar cita-citanya terwujud,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Turut hadir dalam penyerahan bea siswa tersebut, Waaster Panglima TNI  Brigjen TNI (Mar) Purnomo, Waaspers Panglima TNI Brigjen TNI Gunung Iskandar, Wakapuspen TNI Laksma TNI Tunggul Suropati, S.E., M.Tr. (Han), Brigjen TNI Santos Gunawan Matondang dan kedua orang tua  Joni Victorino Fahik Marschal serta Ibu Lorenca Gama.(red/Pusp)

Categories
Hukum Nasional Polhukam

Partai Hanura Kubu Daryatmo-Sudding Yakin Presiden Jokowi Ambil Sikap Sesuai Hukum

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Ketum dan Sekjen Partai Hanura Hasil Munaslub II Tahun 2018, Daryatmo-Sudding meyakini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengambil sikap dan mengikuti aturan hukum yang berlaku.

Hal itu disampaikan Kuasa Hukum DPP Hanura Kubu Daryatmo, H.Adi Warman SH, MH, MBA dalam konferensi pers terkait “Ketidakpatuhan Menkumham RI terhadap penetapan PTUN Jakarta Nomor 24/G/2018/PTUN.JKT Tertanggal 19 Maret 2018”.

Terkait ketidakpatuhan hukum tersebut, Adi Warman melalui suratnya bernomor: 171/AW/VIII/2018 tertanggal 13 Agustus 2018, kepada Presiden Jokowi, menjelaskan mengenai diterbitkannya Surat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Nomor: W2-TUN1.2563/HK.06/VIII/2018 tanggal 9 Agustus 2018, perihal Pengawasan Penundaan Pelaksanaan Obyek Sengketa yang ditujukan kepada Menteri Hukum dan HAM terhadap hukum (In casu Penetapan PTUN nomor: 24/G/2018/PTUN.JKT, tertanggal 19 Maret 2018.

Dalam suratnya kepada Presiden Jokowi, Adi Warman menjelaskan, bahwa sifat dari Putusan/Penetapan PTUN berlaku “Asas Erga Omnes” yang artinya Putusan/Penetapan PTUN DKI Jakarta tersebut tidak hanya mengikat bagi para pihak yang berperkara, tetapi juga mengikat bagi siapa saja seperti Presiden RI, beserta para Menterinya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) seluruh Indonesia, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tingkat pusat maupun kabupaten/kota, termasuk Kepolisian Republik Indonesia serta masyarakat umum.

Adi menyebutkan, akibat Menkumham tidak patuh terhadap penetapan PTUN, pencalonan legislatif (caleg) kader partai Hanura menjadi terganggu dan proses demokrasi politik tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

“Akibat perbuatan Menkumham, mengakibatkan timbulnya kerugian hak-hak Konstitusi para kader Partai Hanura hasil Munaslub II tahun 2018, yaitu hilangnya hak politik untuk mendaftarkan diri sebagai calon legislatif,” kata Adi.

“Bahkan para kader terpaksa mencalonkan diri (caleg) ke partai lain,” tukasnya.

Partai Hanura Kubu Daryatmo berharap Presiden Jokowi, mengabulkan (surat) permohonan yang sudah diterima oleh pihak Istana.

“Kami sudah mengirimkan surat (ke Presiden Jokowi) dan tanda terima surat sudah diterima,” ujarnya sambil menunjukkan berkas tanda terima surat.

“Hukum harus ditegakkan, karena Indonesia negara hukum. Kita berharap dalam waktu 7×24 jam atau 5 hari kedepan, Presiden Jokowi dapat memberikan keputusan sesuai hukum yang berlaku, tanpa intervensi,” pungkasnya.(ton)

Categories
Nasional Polhukam

Pilpres 2019, Tim #Cakra19 Siap Menangkan Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Sebuah tim yang menamakan diri #Cakra19 menetapkan dukungan kepada pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin pada Pemilu Presiden 2019 mendatang.

Tim #Cakra19 adalah tim yang lahir dari pemikiran anak bangsa, dari berbagai kalangan, khususnya purnawirawan TNI yang sepanjang karirnya mengabdi kepada bangsa dan negara, tanpa mengenal lelah untuk mempertahankan kedaulatan negara, bahkan mempertaruhkan jiwa raga, demi tegaknya NKRI.

Dukungan tim #Cakra19 untuk Jokowi 2 Periode tersebut dibacakan dalam sebuah deklarasi yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/08/2018).

“Kami Tim #Cakra19 yang tersebar di beberapa penjuru negeri ini mendeklarasikan dukungan kepada Joko Widodo dan Ma’ruf Amin untuk kembali maju menjadi presiden pada periode 2, yaitu 2019 hingga 2024,” ucap Laksda TNI (Purn) lskandar Sitompul, Sekjen Tim Cakra19 saat membacakan teks deklarasi dihadapan ratusan anggota Cakra19 yang hadir.

Mantan Kapuspen TNI ini juga menyampaikan alasan Tim Cakra19 mendukung kepemimpinan kembali Jokowi menjadi Presiden di periode ke-2, 2019-2024.

Tim #Cakra19 menilai Jokowi telah mampu mengembalikan Indonesia menjadi zamrud khatulistiwa dan macan Asia. Jokowi dinilai merupakan pemimpin yang berani mengambil langkah-langkah luar biasa untuk dapat mengembalikan kejayaan Indonesia.

“Tim #Cakra19 akan memberikan dukungan secara penuh karena kami ingin melihat kembali kilau cahaya zamrud khatulistiwa dan awan gagah sang macan Asia yang hanya dapat diwujudkan oleh kepemimpinan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin,” ujar Jenderal Purnawirawan bintang dua TNI Angkatan Laut ini.

Sementara itu, Ketua Tim #Cakra19 Andi Widjajanto dalam sambutannya mengungkapkan, pihaknya akan terus mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019. Pihaknya juga akan bekerja keras untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Pak Jokowi harus dua periode. Kita yakin Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin adalah pilihan terbaik bagi Indonesia untuk saat ini. Mesin ini akan segera bekerja, bekerja sebagai relawan, bekerja untuk mendukung, melengkapi keberadaan dari timses Pak Jokowi. Kita akan bekerja dari Aceh sampai Papua,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Andi juga menanyakan keteguhan sikap tim #Cakra19 untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Siap dukung Jokowi dua periode?,” tanya Andi. “Siap,” jawab ratusan anggota #Cakra19 yang hadir.

“Siap memenangkan Pak Jokowi, Pak Ma’ruf Amin?,” tanya Andi lagi. “Siap,” hentak seluruh anggota #Cakra19 lagi.

Deklarasi dihadiri sejumlah purnawirawan TNI yang tergabung dalam Tim #Cakra19, di antaranya mantan Sesmenko Polhukam Eko Wiratmoko, mantan Danjen Kopassus sekaligus Sekjen Partai Golkar Lodewijk F Paulus. Hadir juga dalam deklarasi itu, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan.

Tim #Cakra19 diharapkan bisa menjadi motor perjuangan politik untuk memenangkan Pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin, dalam kontestasi Pilpres 2019.

Sementara nama lain yang memperkuat tim #CAKRA19, seperti Mayjen TNI (Purn) Andogo Wiradi, juga lama berkarir di Kopassus TNI AD dan pernah menjabat sebagai Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) di era awal pemerintahan Jokowi-JK, Mantan Wakasad Letjen TNI (Purn)
Hinsa Siburian, Mantan Pangdam l/Bukit Barisan Wisnton Pardamean Simanjuntak, Mantan Deputi I bidang Hukum Politik Dalam Negeri Kemenkumham Mayjen TNI (Purn) Yudi Harianto dan Marsda TNI (Purn) Dr Usra Hendra Harahap, seorang jenderal pemikir yang pernah menjadi Koorsahli KSAU.(ton)

Categories
Nasional Polhukam

Joko Widodo Pilih Ma’ruf Amin sebagai Cawapres 2019-2024

Koranjurnal.co.id, Jakarta – Ir.H.Joko Widodo (Jokowi) secara resmi mengumumkan H.Ma’ruf Amin sebagai cawapres yang akan mendampinginya di Pilpres 2019.

Pengumuman disampaikan Jokowi bersama 9 ketum parpol pendukungnya di Restoran Plataran, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (09/08/2018).

“Saya ingin menyampaikan sebuah keputusan, setelah melalui perenungan yang mendalam, mendengarkan saran dari berbagai elemen masyarakat, maka saya memutuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari partai koalisi, Koalisi Indonesia kerja, yang akan mendampingi saya sebagai cawapres periode 2019-2014 adalah Prof Dr. KH Ma’ruf Amin,” kata Jokowi.

Sebelum mengumumkan Ma’ruf Amin sebagai cawapres, Jokowi terlebih dahulu menggelar pertemuan tertutup dengan para ketua umum (ketum) dan sekretaris jenderal (sekjen) partai politik pendukungnya.

Tampak hadir Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bersama Sekjen Hasto Kristiyanto, Ketum NasDem Surya Paloh bersama sekjen Johnny G Plate, Ketum PKB Muhaimin Iskandar bersama Sekjen Abdul Kadir Karding, Ketum PPP M. Romahurmuziy bersama Sekjen Arsul Sani. Ketum Hanura Oesman Sapta Odang bersama Harry Lontung Siregar.
Hadir pula Ketum PSI Grace Natalie, Ketum PKPI Diaz Hendropriyono, dan Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo. Hadir pula Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjen.

Jokowi juga mengatakan akan mendaftarkan dirinya (capres) bersama pendampingnya (cawapres) ke KPU besok Jum’at (10/08). Pendaftaran akan dilakukan pada pukul 09.00 WIB. Setelah mendaftar ke KPU RI bersama cawapresnya, Jokowi berencana akan langsung bertolak ke NTB untuk meninjau gempa di Lombok.

Untuk nama Ma’ruf Amin memang sudah menguat menjadi cawapres Jokowi dalam beberapa pekan terakhir. Ma’ruf pertama kali disebut oleh Ketum PPP M. Romahurmuziy untuk menjadi cawapres Jokowi.

Sebelumnya, nama yang menguat adalah Mahfud MD. Mahfud bahkan sudah bersiap untuk menghadiri deklarasi cawapres Jokowi. Namun dinamika politik berkata lain, Jokowi sebagai capres petahana menyatakan memilih figure cawapres lebih tua usianya dari dirinya, seperti yang dipilihnya pada Pilpres periode lalu.(ton)