Categories
Polhukam TNI

Kadispenad Brigjen Tatang: 51 Anggota NII Deklarasi Kembali ke NKRI di Wilayah Kodam III/Siliwangi

Koran Jurnal, Jakarta – Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Tatang Subarna mengatakan Kodam III/Siliwangi berhasil membatalkan baiat bagi 51 anggota Negara Islam Indonesia, dan menggelar acara deklarasi untuk kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Acara yang digelar oleh Kodam III/Siliwangi tersebut dipimpin oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo, S.I.P., bertempat di Koramil 2413 Cilengkrang Kodim 0624/Kabupaten Bandung Jawa Barat, Selasa (9/8/2022).

Dikatakan Kadispenad, Pangdam III/Siliwangi mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas niat baik dan kesadaran anggota NII untuk keluar dari organisasi NII untuk kembali bergabung dengan NKRI. Selanjutnya, ungkap Tatang, deklarasi kembali ke NKRI yang dilakukan oleh eks anggota NII tersebut akan ditindaklanjuti oleh Kodam III/Siliwangi dengan sejumlah program-program untuk menjadi modal bagi mereka dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Harapannya akan ada deklarasi berikutnya dari anggota NII yang masih aktif lainnya untuk kembali ke pangkuan NKRI,” pungkas Tatang.(disp)

Categories
Hukum Kriminalitas Polhukam Polisi

Irjen Ferdy Sambo Ditetapkan sebagai Tersangka Utama Kasus Pembunuhan Brigadir J

Koran Jurnal, Jakarta – Mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Pol Ferdy Sambo resmi ditetapkan sebagai tersangka utama kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Polisi (Brigpol) Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

“Timsus Polri resmi menetapkan saudara FS (Ferdy Sambo) sebagai tersangka terkait kasus kematian Brigadir J,” kata Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Selasa malam (9/8/2022).

Kapolri mengatakan penetapan tersangka ini dilakukan setelah Tim Khusus Polri melakukan perkembangan baru dalam penyidikan kasus kematian Brigadir J. Yakni tidak ditemukan bukti peristiwa tembak-menembak.

“Perkembangan baru bahwa tidak ditemukan, saya ulangi, tidak ditemukan fakta peristiwa tembak-menembak seperti yang dilaporkan. Peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap saudara J (Brigadir J) sehingga meninggal dunia yang dilakukan oleh saudara E (Bharada E) atas perintah FS (Ferdy Sambo),” jelas Listyo Sigit.

“Dan untuk membuat seolah terjadi tembak-menembak, saudara Ferdy Sambo melakukan penembakan dengan senjata Brigadir J di rumah dinasnya agar terkesan terjadi tembak-menembak,” terangnya.

Lanjut Listyo Sigit mengungkapkan dalam penyidikan dan pendalaman kasus melalui olah TKP ditemukan adanya hal-hal yang janggal dan menghambat penyelidikan.

“Timsus melakukan pendalaman, ditemukan adanya upaya menghilangkan barang bukti, merekayasa, menghalangi proses penyidikan sehingga penanganan menjadi lambat,” beber Listyo Sigit.

Atas perbuatannya, FS dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto 55, 56 KUHP. Dengan ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya 20 tahun.

Diberitakan sebelumnya, Tim Khusus Polri telah menetapkan tiga (3) tersangka kasus penembakan Brigadir J, yaitu Bharada E, Brigadir RR dan K (sopir istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi).

Turut hadir mendampingi Kapolri dalam konferensi pers, diantaranya Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto, Irwasum Komjen Pol Agung Budi Maryoto, Komandan Korps Brimob Komjen Pol Anang Revandoko, dan Kadiv Humas Irjen Pol Dedi Prasetyo.

Categories
Polhukam

KSPSI Komitmen Gelar Aksi Sejuta Buruh dengan Damai

Koran Jurnal, Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Ini demi kepentingan seluruh pihak.

“Kami mendukung situasi yang kondusif dan terjaga,” ujar Ketua Umum DPP KSPSI Jumhur Hidayat, Rabu (3/8/2022).

Dengan kamtibmas yang kondusif, keuntungan bakal didapat. Termasuk oleh para buruh itu sendiri.

“Kita bisa melaksanakan tanggung jawab pekerjaan kita dengan baik, dan banyak hal lainnya,” kata dia.

Pihaknya berkomitmen memelihara kamtibmas, termasuk saat aksi penyampaian pendapat. Juga kala Aksi Sejuta Buruh pada 10 Agustus 2022 mendatang.

Aksi turun ke jalan itu, menuntut dicabutnya omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja khususnya klaster ketenagakerjaan.

“Kami mendukung aksi dilaksanakan dengan tertib,” ucap Jumhur.

KSPSI mendukung seluruh pihak yang berkomitmen untuk menjaga kamtibmas, termasuk saat Aksi Sejuta Buruh. Tak terkecuali yang dilakukan kepolisian dan elemen lainnya.

“Kita dukung kepolisian caranya dengan melaksanakan aksi sesuai ketentuan, dengan damai dan tertib,” tandasnya.(*)

Categories
Opini Polhukam

Politik Versi Alkalin, Akal-akalan

Oleh: Dr. Yuyun Pirngadi

Belakangan ini isu seputar Pemilihan Presiden 2024 marak diperbincangkan diberbagai media sosial. Kendati masih tergolong lama, namun kasak kusuk Partai politik, organisasi sosial, bahkan organ relawan tak pernah sepi. Ada saja gerakan yang menyita perhatian publik.

Sebut saja, kelompok relawan Jokowi diam diam lempar bola dengan gagasan ambigu bernuansa aspiratif yakni, Musyawarah Rakyat (Musra). Musra merupakan media untuk mengartikulasikan aspirasi dan menerjemahkan kepentingan politik rakyat. Organ relawan mencoba menjaring dan menyaring pilihan rakyat terhadap kandidat capres/cawapres 2024.

Melalui mekanisme Musra ini diharapkan rakyat dapat informasi tentang kandidat, dan rakyat seolah dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan dalam pilihan paslon idolanya. Kendati Mekanisme Musra itu sarat teka-teki, untuk tidak dikatakan kelabu. Sepintas nuansa gagasan itu dapat menyenangkan publik. Betapa tidak, mereka (relawan Jokowi) seolah akomodatif, cerdas, bisa dan biasa membaca denyut jantungnya rakyat. Padahal, organ relawan melakukan proses penjaringan dan menyaringan aspirasi rakyat, sama halnya tindakan “zero sum game”, (cara benar disini, tapi salah disana atau sebaliknya). Mengapa demikian? Persoalannya terletak pada dahaga kuasa. Syahwat kuasa diselipkan dalam agenda Musyawarah rakyat dan diformulasikan dengan sekuen tabel ke rakyat alurnya aspirasi ditandai adanya langkah turba (turun ke bawah) sebagai bentuk menangkap aspirasi bottom-up hingga batas kalender 2024.

Dalam pemahaman publik sekuen tabel yang diwacanakan menarik jika proses penangkapan aspirasi, lalu dibicarakan dalam musyawarah rakyat. Artinya, secara politis faktual proses tersebut memiliki kredibilitas dukungan resmi, dan secara yuridis formal memiliki kekuatan yang dapat dirujuk dalam model demokrasi konstitusional.

Menurut ketua umum Relawan Pondasi Jokowi Satu (Pojok Satu) Dr. Yuyun Pirngadi menilai, mekanisme penjaringan dan penyaringan aspirasi model bottom-up tak semudah apa yang dibayangkan sekelompok relawan Jokowi. Disamping high cost economic, peliknya menangkap benak masyarakat heterogenitas sama halnya orang buta mengidentifikasi hewan. Pegang kuping besar, dikategorikan gajah. Tak cuma itu, tindakan itu merupakan miopik, semut diseberang lautan terlihat, sedangkan gajah didepan mata tak terlihat.

Betapa tidak, heterogenitas di alam demokrasi selalu saja menjadi ikonis, tanpa mau tahu hadirnya demokrasi sebenarnya barang cacat sejak lahir. Ambil saja contoh, ketika ruang publik diisi 10 orang, dengan komposisi 9 orang pecundang, 1 orang bijak, maka mekanisme demokrasi membenarkan pemungutan suara melalui “voting”. Jika 10 : 1 = maka pasti dimenangkan 9 pecundang. Rusaklah aspirasi ditangan pecundang. Substansi voting itu tumbuh dan berkembang di negara-negara Barat. Bagaimana di Indonesia? Negeri nyiur melambai ini, memiliki caranya sendiri yakni, voting tidak diharamkan, tapi mengedepankan azas musyawarah mufakat harus didahulukan. Kendati demikian, sebenarnya musyawarah merupakan voting yg ramah, sehingga terkesan lebih aspiratif dan akomodatif. Ketika aspirasi itu dijalankan oleh pecundang, maka aspirasi itu hanya jadi politik Alkalin alias akal-akalan untuk memenuhi syahwat kuasa.

Musyawarah rakyat hanya kemasan dan sulit direalisasikan oleh organ relawan yang payung hukumnya tak jelas. Apalagi melakukan bargaining position.
Secara struktural, kita pun tak yakin organ organ relawan memiliki infrastruktur ditingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Dari 34 provinsi dan lebih kurang 509 kabupaten/kota.
Belum lagi, proses menjaring aspirasi tak selalu kosong-kosong. Perlu ada tangan-tangan tak tampak bermain. Misalnya, kita mengenal Maradona, bintang lapangan sepak bola asal Argentina, didepan gawang ia pun seolah terlihat menyundul bola ke gawang, tapi cara cepat tangannya menyentuh bola dan bermain sehingga bola pun tembus gawang. Jadilah Argentina juara piala dunia. Tangan tangan ini pun berlaku bagi pecundang yg dahaga kuasa. Aspirasi diolah dan untuk menggoalkan kepentingan para pecundang. mendorong bola aspirasi ke arah gawang, maka goal terjadi dan klaim menelisik untuk mendapatkan kue kemenangan.

Pada relasi musyawarah rakyat (Musra) ada tiga masalah pokok yang harus diketahui. Pertama, apakah setiap organ relawan memiliki struktur organisasi tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota. Kedua, berapa isi tas yg dimiliki organ relawan dalam menangkap aspirasi rakyat di seantero Indonesia. Ketiga, metodologi apa yg digunakan dalam proses perhitungan suara pada musyawarah rakyat. Apakah menggunakan floating block atau mono block. Bagaimana merepresentasikan block-block itu. Apakah berbanding lurus 100 suara organ relawan, diklaim sama sebagai aspirasi politik setingkat kabupaten/kota.
Padahal, kita tahu di era multi parpol, aspirasi konstituen saja satu parpol warnanya magenta. Ketika tangan-tangan tak tampak bermain, maka baru suara bisa di-stem/disamakan. Tangan-tangan itu tidak kosong-kosong, organ relawan siapkah membawa gizi. Jika tak siap, tangan-tangan itu tak bisa seperti tangannya Maradona.
Membolak-balikkan hati rakyat tak semudah membalikkan telapak tangan.

Kita ambil contoh di Amerika Serikat. Acapkali Pilpres, dua parpol Republik dan Demokrat melakukan Konvensi sebagai mekanisme penjaringan dan penyaringan calon presiden.
Proses rekruiting calon presiden harus melakukan sosialisasi mencari dukungan rakyat di 51 negara bagian di AS. Proses panjang hrs dilalui dengan cost mahal, dan meletihkan. Pada akhirnya kedua parpol tersebut hrs memutuskan kandidatnya masing masing yg akan bertarung dalam pemilihan presiden/wakil presiden. Survei rakyat menunjukkan dukungan dan diputuskan oleh parpol hasilnya. Maka dapatlah kandidat presiden dari proses penjaringan aspirasi rakyat. Mekanisme struktur parpol bekerja melakukan survei dan menghitung secara kuantitatif. Floting block dengan membagi unsur-unsur kekuatan suara, lalu dipresentasikan secara kuantitatif, maka didapat angka yang representatif. Contoh soal, unsur kekuatan organisasi underbow partai mendapat suara 20 (voting block). Struktur negara bagian atau provinsi mendapat suara 30, begitu pula struktur kabupaten/kota 40. Untuk pusat 10. Total 100 suara equivalen 100%. Ketika dilakukan perhitungan di lintas parpol, maka floating block suaranya sangat varian. Bahkan, pilihan ditentukan oleh janji kampanye politiknya yang dilakukan calon ketika berkeliling ke negara bagian.
Pertanyaannya, bagaimana konsep perhitungan penjaringan/penyaringan dalam Musra?

Jika Musra tak memiliki konsepsi jelas, itu tandanya iseng-iseng aja relawan dagang. Cari sensasi dan momentum semata. Jangan pernah mimpi atau menggeneralisasikan perilaku politik masyarkat di Indonesia dan AS berbeda. Pemilih Indonesia, dapat digolongkan menjadi 4 bagian:1). Pemilih tradisional, 2)pemilih massa mengambang, 3). pemilih undecided, 4). pemilih rasional. Jika Relawan jokowi tak memiliki konsep floating block dan monoblock. Mana mungkin mendapat konsep Musra yang mumpuni. Tentunya ada satu kata yakni, jangan pernah akal-akalan. Jika dahaga kuasa, lalu menjual aspirasi rakyat. Ujungnya mengklaim atas nama rakyat, (Musra) untuk meminta kue kekuasaan. Walahualam bisawab.

Penulis: Ketua umum Relawan Jokowi Satu (Pojok Satu)

Categories
Polhukam

Pdt Freeth Sebut Pelibatan Tokoh Adat dan Para Mama Untuk Menyelesaikan Masalah Papua Lebih Didengar

Koran Jurnal, Jakarta – Sekber Papua Peduli Kemanusiaan, Pdt. Freeth R.P mengatakan, sejak 2001 saat Otonomi Khusus (Otsus) dimulai di Papua pihaknya termasuk dalam para tokoh yang mengawal kebijakan tersebut. Sebagai tokoh agama, pihaknya mendukung secara penuh kebijakan pemerintah di Papua yakni DOB dan Otsus.

“Untuk menyelesaikan permasalahan Papua akibat ekses yang timbul, maka lebih dimaksimalkan pelibatan orang Papua sendiri. Terlebih para tokoh adat, tokoh agama dan para mama karena suaranya akan lebih didengar,” ujar Freeth dalam keterangannya, Kamis (7/7/2022) malam

Sebagai orang Papua yang ada di perantauan, kata Freeth, pihaknya akan selalu mendorong upaya pemerintah yang bertujuan untuk menyejahterakan Papua. Apalagi kesejahteraan itu ditujukan bagi masyarakat akar rumput.

“Namun sebagai tokoh agama yang tugasnya hanya mengarahkan umat, saya rasa keadilan bagi masyarakat Papua masih jauh dari yang diharapkan. Dari sana timbul lah penolakan terhadap kebijakan pemerintah pusat bagi Papua,” katanya.

Akar masalah ini, sambung Freeth, masih banyaknya oknum yang menyalahgunakan Dana Otsus tersebut. Sehingga kesejahteraan masyarakat Papua justru kerap terabaikan.

“Penyebabnya yakni Dana Otsus yang sedianya untuk dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat, namun dikorupsi dan hanya dinikmati oleh kalangan pejabat saja. Kondisi ini berjalan sejak dulu hingga sekarang,” tukasnya.(rls)

Categories
Polhukam

KSPSI Putuskan Tak Ikut Aksi Sejuta Buruh

Koran Jurnal, Jakarta – Aksi Sejuta Buruh bakal digelar pada 10 Agustus 2022 mendatang. Aksi turun ke jalan itu, dilaksanakan guna menuntut pencabutan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja khususnya klaster ketenagakerjaan.

Kendati mendukung aksi tersebut, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Andi Gani Nena Wea (AGN) memutuskan tak terlibat dalam Aksi Sejuta Buruh.

“KSPSI sudah memutuskan tidak akan ikut dalam Aksi Sejuta Buruh pada tanggal 10 Agustus,” ujar Sekjen KSPSI Hermanto Ahmad, Rabu (6/7/2022).

Ahmad mengaku pihaknya telah menempuh cara lain guna menyuarakan aspirasi yang sama. Salah satunya melalui dialog atau audiensi dengan pihak terkait, secara langsung.

“Kita lakukan cara yang berbeda. Tujuannya tetap sama,” ucapnya.

Hermanto kembali menegaskan pihaknya mendukung tuntutan yang disuarakan rekannya tersebut, namun mereka memilih jalur atau cara lain agar tujuan itu bisa tercapai.

Lebih lanjut, pihaknya mendukung terjaganya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama pelaksanaan Aksi Sejuta Buruh. Hadirnya kamtibmas yang terjaga ini, demi kepentingan semua pihak.

“Ini kan kebutuhan kita bersama,” ucapnya.

KSPSI pun tak ragu bahu-membahu dengan pihak lain guna menghadirkan situasi yang kondusif tersebut.

“Termasuk dengan rekan-rekan di kepolisian,” ucapnya.

Hermanto sendiri diketahui sangat berpengaruh di kalangan serikat pekerja /buruh. Belakangan ini dirinya sangat aktif menentang kebijakan pemerintah terkait Rancangan Undang-Undang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (RUU PPP) dan tambahan pasal yang mengatur metode omnibus law.(*)

Categories
Polhukam

FSP LEM SPSI Imbau Aksi Sejuta Buruh Dilaksanakan dengan Kondusif

Koran Jurnal, Jakarta – Aksi Sejuta Buruh rencananya digelar pada 10 Agustus 2022 mendatang. Aksi turun ke jalan itu, dilaksanakan guna menuntut pencabutan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja khususnya klaster ketenagakerjaan.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) Arif Minardi, mengajak para buruh melaksanakan aksi tersebut dengan tetap menjaga kondusifitas.

“Saya mengimbau untuk rekan buruh atau serikat pekerja, tetap memelihara kondusifitas di masyarakat nantinya,” ujarnya, Rabu (6/7/2022).

Arif mengajak para buruh untuk senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di berbagai kesempatan, termasuk momen Aksi Sejuta Buruh. Menurutnya hal ini penting dilakukan. Mengingat, kamtibmas yang tercipta, mampu menghadirkan banyak kegiatan positif bagi seluruh kalangan.

“Dengan kamtibmas yang kondusif kita bisa turut menyampaikan aspirasi secara jernih, damai, pesan utama pun tersampaikan,” kata dia.

Karena menjadi kebutuhan semua pihak, tak terkecuali para buruh, Arif mengajak mereka bahu-membahu menghadirkan kamtibmas yang kondusif. Termasuk bersama-sama dengan aparat kepolisian.

“Mari kita jaga kamtibmas, kondusifitas dengan seluruh elemen anak bangsa, termasuk Polri di dalamnya,” tandasnya.(*)

Categories
Polhukam

KSBSI Tegaskan Tak Ikut Aliansi Sejuta Buruh

Koran Jurnal, Jakarta – Para buruh yang tergabung dalam Aliansi Sejuta Buruh akan melakukan unjuk rasa pada 10 Agustus 2022 mendatang. Ketua Umum Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Johannes Darta Pakpahan, mengaku pihaknya takkan terlibat dalam aksi turun ke jalan tersebut.

“KSBSI tidak ikut aksi tanggal 10 gabung Aliansi Sejuta Buruh,” ujar Johannes, Rabu (6/7/2022).

Diketahui, Aliansi Sejuta Buruh berdemonstrasi guna menuntut dicabutnya
omnibus law UU Cipta Kerja oleh pemerintah. Terutama pada klaster ketenagakerjaan.

Menurut Johannes, pihaknya memilih menyampaikan aspirasi melalui jalur masing-masing. Termasuk dengan cara dialogis.

Lebih lanjut, Johannes menegaskan siap senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dalam menyuarakan aspirasi.

“Kami KSBSI siap membantu memelihara kondusifitas, termasuk ketika menyampaikan pendapat dan pandangan,” ucapnya.

Kamtibmas yang terjaga, kata dia, dibutuhkan seluruh masyarakat, termasuk oleh buruh itu sendiri. Sehingga sudah menjadi tanggung jawab mereka juga, menghadirkan kamtibmas yang kondusif, bersama-sama dengan pihak lainnya, termasuk kepolisian.

“Menjaga kamtibmas bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk buruh. Mari kita bersama-sama dengan kepolisian dan seluruh pihak, untuk menciptakan kondusifitas ini,” tandasnya.(*)

Categories
Polhukam

KPBI Siap Bahu Membahu dengan Polri Hadirkan Kamtibmas Kondusif

Koran Jurnal, Jakarta – Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) menilai penting kondusifitas melalui keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang terjaga. Kamtibmas yang terpelihara merupakan kebutuhan seluruh elemen masyarakat, tak terkecuali para buruh atau serikat pekerja.

“Dengan kamtibmas yang terjaga, semua diuntungkan, termasuk para buruh, serikat pekerja,” ujar Sekretaris Jenderal KPBI Damar Panca saat bersilaturahmi dengan perwakilan Baintelkam Polri, Rabu (6/7/2022).

“Dengan kamtibmas yang kondusif, kita semua bisa bekerja dengan baik, menghasilkan rezeki bagi keluarga,” imbuhnya.

Karena itu, pihaknya tak ragu bekerja sama dengan pihak-pihak terkait guna menghadirkan kamtibmas yang kondusif ini. Termasuk dengan kepolisian.

“Polri mitra kita dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas,” kata Damar.

“KPBI siap bekerja sama dan menerima arahan dan masukan dari Polri terutama dalam menciptakan situasi kamtibmas di lapangan,” sambungnya.

Pihaknya berharap, dapat terus terjalin hubungan silaturahmi dan persaudaraan antara Polri dan KPBI yang berkesinambungan. KPBI juga berjanji senantiasa memberi masukan yang positif terhadap Polri, sehingga institusi tersebut bisa semakin dicintai masyarakat.

“KPBI berharap Polri dapat menjalankan tugasnya di lapangan dengan jujur dan adil baik dari unsur atasan sampai unsur bawahan agar keberadaan Polri semakin dicintai masyarakat,” kata Damar.

“Sekali lagi kami ucapkan terima kasih dari kami atas undangan silaturahminya dari Baintelkam Polri,” lanjutnya.(*)

Categories
Polhukam Ragam

Pemuda Katolik: Indonesia Memberikan Keteladanan Persaudaraan di Dunia Tanpa Perang

Koran Jurnal, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melakukan kunjungan ke dua negara yang sedang berkonflik, yakni Ukraina dan Rusia dalam rangka misi perdamaian. Presiden Joko Widodo atau yang biasa disapa Jokowi berangkat ke negara-negara tersebut ditemani oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Gusma mengapresiasi langkah diplomatik dan misi perdamaian Jokowi sebagai bukti konkret keteladanan dan partisipasi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia.

“Ketaatan Presiden Jokowi terhadap konstitusi terlihat jelas dalam misi perdamaian ini. Kunjungan ke dua negara menunjukkan sikap non blok Indonesia dan manifestasi komitmen perwujudan perdamaian dunia sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Tentu saja keteladanan Jokowi menunjukkan sikap konkret Indonesia dalam pusaran konflik ini sebagai bagian dari tanggung jawab dalam mengemban presidensi G20,” kata Gusma, dalam pers rilis yang diterima pewarta, Kamis (30/6/2022).

Gusma menilai apa yang dilakukan Jokowi ini menunjukkan kualitas kepemimpinan yang patut dijadikan teladan bagi masyarakat dunia.

“Jokowi sebagai Pemimpin Asia pertama yang mengunjungi Kyiv pasca invasi Rusia. Tentu kita semua tahu bahwa kunjungan ini beresiko mengingat konflik masih berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa beliau adalah pemimpin yang berani, sehingga wajib bagi kita sebagai rakyat untuk mendukung dan mendoakan beliau dalam menjalankan misi perdamaian ini,” jelas Gusma.

Kunjungan ini diharapkan mampu meredakan ketegangan yang selama ini terjadi di Ukraina.

“Semoga safari Jokowi memberikan dampak signifikan terhadap perwujudan perdamaian di kawasan tersebut. Harapannya, kunjungan Jokowi juga menjadi pemantik bagi pemimpin bangsa lain untuk terlibat aktif dalam mewujudkan perdamaian global,” pungkas Gusma.(*)